Bagaimana Menilai
Kemampuan Literasi dan
Numerasi Siswa ?
Oleh : Ali Winata
Kuis Logika
Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah
soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO,
minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%.
Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!
https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media
Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan
oleh Central Connecticut State Univesity menyatakan minat baca warga
Indonesia rendah sekali. Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk
mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara
Eropa.
Data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa
menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. hal kecerewetan di media
sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia.
“Sering Membaca Tetapi Tidak Berliterasi”
Pelajari lebih lanjut
Fakta yang ada
Berapa jumlah toko
buku yang Anda
ketahui ?
2019 ada 313 toko / 113 punya
gramedia.
Apa artinya ini ?
Banyak orang di Indonesia memiliki kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi, seperti membuat
anggaran, menghitung pengeluaran, dan memahami konsep bunga dan investasi.
https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media
Kemampuan untuk memahami dan menganalisis data statistik juga rendah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat
dari kurangnya pemahaman tentang grafik, tabel, dan interpretasi data.
Banyak orang di Indonesia menghadapi kesulitan dalam menggunakan teknologi yang melibatkan angka,
seperti menggunakan aplikasi perbankan, menghitung penggunaan data internet, atau memahami konsep
dasar dalam teknologi digital.
“Sering Menghitung Tetapi Tidak Bernumerasi”
Fakta yang ada
Banyak orang di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengukur dan mengestimasi jumlah atau jarak.
Misalnya, kesulitan dalam mengukur berat bahan makanan atau mengestimasi waktu tempuh perjalanan.
Banyak orang di Indonesia memiliki kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, seperti operasi
hitung, pecahan, persentase, dan rasio.
359
2022
366
383
2006 -2022
Rendahnya
keingintahuan siswa
Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Literasi dan Numerasi
Terbangun
Mengapa kemampuan literasi dan
numerasi penting untuk dinilai ?
Pelajari lebih lanjut
Apa yang Anda Ketahui
Tentang Literasi &
Numerasi ?
Tuliskan ke kertas HVS 1 kata saja
yang mewakilkan pemahaman Anda
tentang literasi dan numerasi ?
Apa yang dapat Anda simpulkan
tentang
Literasi & Numerasi ?
LiterasiLiterasi adalah kemampuan
untuk mengakses, memahami, menganalisis,
mengevaluasi, dan merespons berbagai bentuk
teks yang berasal dari bahasa lisan atau tulisan.
(Sumber: NCTE. (1991). "NCTE Definition of Literacy." National Council of Teachers
of English.)
Literasi juga mencakup kemampuan menafsirkan
teks, memahami konteksnya, dan
mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh
dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan untuk menggunakan,
memahami, dan mengkomunikasikan
informasi matematika dalam berbagai
konteks.
Sumber: Lesh, R. (2003). Numeracy for the21st Century. In
Kilpatrick, J., Martin, W., & Schifter, D. (Eds.), A Research Companion
to Principles and Standards for School Mathematics (pp.3-16).
NCTM.
Numerasi adalah kemampuan berpikir
menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan
alat matematika untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari pada berbagai jenis
Ahlak yang Baik
Ahlak yang baik merupakan fondasi utama dalam perkembangan
siswa. Ahlak yang baik mencakup nilai-nilai moral, etika, dan sikap
positif yang harus dimiliki siswa.
Kemampuan
Literasi dan Numerasi
Literasi dan numerasi adalah keterampilan dasar yang
sangat penting dalam diri seseorang, karena mereka
menyediakan alat dan kemampuan untuk memahami
informasi, memecahkan masalah, dan berinteraksi
dengan dunia sekitar
Seperti akar pohon yang merupakan bagian terpenting yang
menopang dan memberi kekuatan kepada pohon
Batang pohon adalah struktur utama yang mendukung dan
menghubungkan akar dengan cabang dan daun
Cabang Ilmu
yang Banyak
Daun pohon menyerap cahaya matahari dan berfungsi dalam
proses fotosintesis, yang memungkinkan pohon untuk tumbuh
dan berkembang.
Daun melambangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang dapat dipilih
oleh siswa untuk dikuasai. siswa memiliki banyak pilihan dalam mempelajari
berbagai disiplin ilmu sesuai dengan minat dan bakat mereka
Pondasi
Pembelajaran
Pengembangan
Karir
Partisipasi
Sosial
Urgensinya Dari Kemampuan Ini
Untuk Siswa Kita
Seperti apa kemampuan
literasi dan numerasi siswa
kita ?
Sudah baikkah rapor kita ?
Framework apa yang harus kita
bangun dalam menyusun penilaian
literasi dan numerasi berdasarkan
rapor Pendidikan ?
KONTEN
KONTEKS PROSES KOGNITIF
Situasi atau kondisi
dimana siswa harus
menerapkan kemampuan
literasi dan numerasi.
Materi atau subjek
yang diujikan dalam
literasi dan numerasi.
Tingkat berpikir yang
diukur, mulai dari
pemahaman hingga
evaluasi.
Kerangka Kerja Yang Digunakan Berdasarkan Struktur
Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) Pada ANBK.
Sesuaikan dengan
mapel dalam proses
pembelajaran
KONTEKS
Literasi Numerasi
1. P e r s o n a l
Konteks ini berfokus pada masalah yang
dikasifikasikan pada seseorang,
keluarganya, atau kelompoknya
2. S o s i a l B u d a y a
Masalah yang diklasifikasikan dalam
konteks ini adalah masalah komunitas
atau masyarakat (baik itu lokal/daerah,
nasional, maupun global)
3. S a i n t i f i k
Masalah yang diklasifikasikan dalam
konteks ini berkaitan di alam semesta
dan isu serta topik yang berkaitan
dengan sains dan teknologi.
Situasi atau kondisi dimana siswa harus
menerapkan kemampuan literasi dan numerasi.
Personal Literasi
Teks:
Aldi adalah seorang siswa kelas 7 yang memiliki hobi bermain sepak bola. Setiap
sore, setelah pulang sekolah, Aldi selalu berlatih di lapangan dekat rumahnya.
Namun, akhir-akhir ini, Aldi merasa kesulitan membagi waktu antara latihan sepak
bola dan belajar. Nilai-nilainya mulai menurun dan orang tuanya mengkhawatirkan
prestasinya di sekolah. Aldi bingung bagaimana cara mengatur waktunya agar bisa
tetap berprestasi di sekolah dan tetap berlatih sepak bola yang sangat dia cintai.
1. Jika kamu adalah Aldi, apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi masalah
ini?
2. Buatlah rencana harian yang bisa membantu Aldi membagi waktu antara
latihan sepak bola dan belajar.
Sosial Budaya Literasi
Teks:
Di lingkungan tempat tinggal Anisa, terdapat berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan
warga sekitar. Setiap tahun, warga mengadakan acara "Festival Budaya Desa" yang menampilkan
berbagai kesenian tradisional, kuliner khas, dan permainan rakyat. Anisa selalu antusias mengikuti
kegiatan ini karena dia merasa bangga dengan warisan budaya daerahnya. Tahun ini, Anisa diminta
oleh panitia untuk membantu mempersiapkan acara tersebut, mulai dari mengorganisir
pertunjukan hingga membantu para pengrajin lokal menampilkan hasil karya mereka. Anisa
merasa senang namun juga sedikit cemas karena ini adalah pertama kalinya dia terlibat langsung
dalam acara besar seperti ini.
1. Apa yang bisa kita pelajari dari peran Anisa dalam "Festival Budaya
Desa"?
2. Bagaimana pentingnya dukungan dari keluarga dan komunitas dalam
membantu Anisa menjalankan tugasnya?
Saintifik Literasi
Teks:
Virus adalah agen infeksi mikroskopis yang hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup organisme
lain. Virus terdiri dari materi genetik (DNA atau RNA) yang dilindungi oleh lapisan protein. Virus dapat
menginfeksi semua jenis makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, dan bakteri. Meskipun
ukurannya sangat kecil, virus memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan ekosistem.
Penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, AIDS, dan COVID-19, menunjukkan betapa
berbahayanya virus bagi manusia. Penelitian tentang virus terus berkembang untuk menemukan cara-
cara efektif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit yang disebabkan oleh virus.
1. Bagaimana pengetahuan tentang virus dapat membantu kamu dalam
menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar?
2. Apa langkah-langkah yang kamu lakukan untuk mencegah infeksi virus
dalam kehidupan sehari-hari?
Personal Numerasi
Ariana membutuhkan kalori
sekitar 1.950-2.050 kkal
dalam sehari berdasarkan
pola dietnya.
Buatlah daftar menu makan
pagi, makan siang, dan
makan malam Ariana
sehingga mencukupi
kebutuhan kalorinya selama 1
hari.
Sosial Budaya Numerasi
Peta Negara ASEAN Perhatikan peta di samping,
tentukanlah letak lintang dan letak
bujur dari masing-masing negara ASEAN
pada tabel di bawah ini.
Apakah ada relevansinya antara
perbedaan letak lintang dan letak bujur
terhadap pola kebudayaan di setiap
negara ASEAN
Saintifik Numerasi
Tingkat Kesejahteraan Penduduk
di Negara Anggota ASEAN
Berdasarkan gambar mengenai jumlah
penduduk dan angka GDP (Gross
Domestic Product) atau pendapatan
domestik bruto per kapita, jawablah
pertanyaan di bawah ini.
1. Negara mana yang memiliki tingkat
kesejahteraan penduduk paling baik?
Jelaskan.
2. Benarkah negara yang tingkat
kesejahteraan penduduknya paling
rendah adalah Myanmar? Bagaimana
kamu mengetahuinya?
3. Apakah jumlah penduduk yang tinggi
akan mengakibatkan tingginya tingkat
kesejahteraan penduduk? Mengapa.
KONTEN
Literasi Numerasi
1. Te k s i n f o r m a s i
Teks informatif berisi informasi yang
bertujuan untuk memberikan
pengetahuan dan pemahaman kepada
pembaca mengenai suatu topik tertentu.
2. Te k s s a s t r a
Teks sastra adalah jenis teks yang
memiliki nilai estetika dan keindahan
dalam penggunaan bahasa yang
bertujuan untuk menghibur,
menginspirasi, dan membangkitkan
emosi serta pemikiran pembaca.
1. B i l a n g a n
Konsep matematika yang digunakan untuk
menggambarkan dan mengukur jumlah
atau kuantitas suatu objek atau fenomena.
2. A l j a b a r
mempelajari struktur, relasi, dan operasi
pada objek matematika seperti bilangan,
variabel, dan pola.
3. G e o m e t r i d a n p e n g u k u r a n
mempelajari sifat-sifat, hubungan, dan
ukuran-ukuran objek dalam ruang.
4. D a t a d a n k e t i d a k p a s t i a n
mempelajari sifat-sifat, hubungan, dan
ukuran-ukuran objek dalam ruang.
Sesuaikan dengan
mapel dalam proses
pembelajaran
Materi atau subjek yang diujikan
dalam literasi dan numerasi.
Gempa Bumi di Sulawesi Barat
Pada hari Jumat, 15 Januari 2021, terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter di Sulawesi Barat. Gempa bumi
ini mengakibatkan kerusakan parah di beberapa kabupaten, seperti Majene, Mamuju, Polewali Mandar, dan
Mamasa. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi ini menewaskan 105
orang, melukai 1.033 orang, dan mengungsikan 92.461 orang. Selain itu, gempa bumi ini juga merusak 1.150
rumah, 189 fasilitas kesehatan, 69 fasilitas pendidikan, dan 78 fasilitas umum.
Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar Palu-Koro, yaitu sesar aktif yang memanjang dari Teluk Palu hingga
Teluk Bone. Sesar ini merupakan salah satu sesar terbesar di Indonesia yang dapat menghasilkan gempa bumi
besar dan tsunami. Gempa bumi ini juga dipicu oleh adanya gempa bumi susulan yang terjadi sehari sebelumnya,
yaitu gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021.
Pemerintah telah melakukan upaya penanggulangan bencana dengan mengirimkan bantuan logistik, personel, dan
peralatan ke daerah terdampak. Presiden Joko Widodo juga telah mengunjungi lokasi bencana dan meninjau
proses evakuasi dan pemulihan. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana
selama 14 hari, yaitu dari 15 Januari 2021 hingga 28 Januari 2021.
Teks informasi
Bunga
Bunga, engkau cantik dan harum. Engkau menghiasi taman dan
rumah. Engkau memberi warna dan semangat. Engkau membuat hati
senang dan damai
Bunga, engkau lembut dan halus. Engkau menarik kupu-kupu dan
lebah. Engkau memberi madu dan serbuk. Engkau membuat hidup
berbuah dan berkembang
Bunga, engkau indah dan mulia. Engkau melambangkan cinta dan
kasih. Engkau memberi harapan dan doa. Engkau membuat dunia
lebih baik dan bahagia
Teks sastra
Bilangan
Kegiatan Deskripsi Aktivitas Tujuan Pembelajaran
Menghitung Total Korban
Hitung jumlah total korban (tewas + luka-luka)
berdasarkan data dari teks.
Mengembangkan keterampilan dalam operasi
penjumlahan dan pemahaman tentang angka.
Menganalisis Kerusakan
Bandingkan jumlah rumah yang rusak dengan
jumlah fasilitas kesehatan yang rusak.
Mengembangkan kemampuan dalam
membandingkan angka dan memahami konteks
perbandingan.
Menghitung Rata-rata
Hitung rata-rata jumlah pengungsi per
kabupaten jika data tersedia untuk masing-
masing kabupaten.
Mengembangkan keterampilan dalam
perhitungan rata-rata dan interpretasi data.
Perhitungan Persentase
Hitung persentase kerusakan fasilitas
pendidikan dibandingkan dengan total fasilitas
yang ada.
Mengembangkan keterampilan dalam
menghitung persentase dan memahami
proporsi.
Perhitungan Perubahan Angka
Hitung selisih antara jumlah gempa bumi
susulan dan gempa utama, serta diskusikan
dampaknya.
Mengembangkan keterampilan dalam operasi
pengurangan dan pemahaman tentang dampak
perubahan.
Estimasi Total Kerusakan
Estimasi total kerusakan jika jumlah kerusakan
rumah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum
digabungkan.
Mengembangkan keterampilan dalam estimasi
dan penjumlahan angka dalam konteks situasi
nyata.
Grafik Perbandingan
Buat grafik batang atau diagram lingkaran untuk
menggambarkan data kerusakan yang
disebutkan dalam teks.
Mengembangkan keterampilan dalam
representasi data secara visual dan interpretasi
grafik.
Aljabar
Kegiatan Deskripsi Aktivitas Tujuan Pembelajaran
Menyusun Persamaan
Buat persamaan aljabar yang menggambarkan
jumlah total korban tewas, luka-luka, dan
pengungsi.
Mengembangkan keterampilan dalam
menyusun dan memahami persamaan
aljabar dari situasi nyata.
Menyelesaikan
Persamaan
Selesaikan persamaan untuk mencari jumlah
fasilitas yang rusak jika diketahui total kerusakan
dan distribusinya.
Mengembangkan keterampilan dalam
menyelesaikan persamaan aljabar
sederhana dan memahami variabel.
Sistem Persamaan
Tentukan jumlah total fasilitas rusak berdasarkan
sistem persamaan yang melibatkan rumah,
fasilitas kesehatan, pendidikan, dan umum.
Mengembangkan keterampilan dalam
menyelesaikan sistem persamaan linear dan
aplikasi praktisnya.
Operasi Aljabar
dengan Data
Gunakan operasi aljabar (penjumlahan,
pengurangan) untuk menghitung perbedaan
antara jumlah korban dan fasilitas yang rusak.
Mengembangkan keterampilan dalam
operasi aljabar dan aplikasi dalam konteks
data nyata.
Fungsi Linear
Modelkan jumlah kerusakan fasilitas sebagai
fungsi linear dari jumlah gempa atau waktu.
Mengembangkan keterampilan dalam
membuat dan memahami fungsi linear serta
aplikasinya dalam situasi nyata.
Menganalisis Tren
Buat grafik yang menunjukkan hubungan antara
jumlah gempa dan tingkat kerusakan atau
pengungsi.
Mengembangkan keterampilan dalam
analisis grafik dan memahami tren melalui
fungsi aljabar.
Geometri | Pengukuran
Kegiatan Deskripsi Aktivitas Tujuan Pembelajaran
Menghitung Skala
Gempa
Bandingkan intensitas gempa bumi utama (6,2 skala
Richter) dan gempa susulan (5,9 skala Richter) dalam
bentuk perbandingan skala.
Mengembangkan pemahaman tentang konsep
skala dalam pengukuran gempa dan interpretasi
angka dalam konteks geometri.
Estimasi Luas Daerah
Terdampak
Berdasarkan data kabupaten yang disebutkan, estimasi luas
daerah terdampak oleh gempa bumi di peta dan hitung
dalam satuan kilometer persegi.
Mengembangkan keterampilan dalam pengukuran
luas dan pemahaman tentang satuan panjang dan
luas di peta.
Menghitung Jarak Hitung jarak antara titik episentrum gempa dengan
kabupaten yang terdampak menggunakan peta dan skala.
Mengembangkan keterampilan dalam menghitung
jarak di peta berdasarkan skala dan memahami
pengukuran jarak.
Menghitung Perimeter
Daerah Rusak
Jika diketahui dimensi rata-rata rumah yang rusak, hitung
total perimeter dari semua rumah yang rusak.
Mengembangkan keterampilan dalam menghitung
perimeter objek geometri dalam konteks nyata.
Menghitung Volume
Bangunan Rusak
Estimasi volume total bangunan yang rusak dengan asumsi
dimensi tertentu untuk setiap rumah atau fasilitas umum.
Mengembangkan keterampilan dalam pengukuran
volume dan memahami konsep ruang tiga
dimensi.
Menggunakan Skala
Peta
Buat peta sketsa sederhana dari daerah terdampak dengan
menggunakan skala yang sesuai untuk mengilustrasikan
distribusi kerusakan.
Mengembangkan keterampilan dalam membuat
dan menggunakan skala peta serta memahami
representasi visual daerah.
Menghitung Angka
Proporsi dan
Persentase
Hitung proporsi atau persentase daerah yang rusak
dibandingkan dengan total wilayah kabupaten terdampak.
Mengembangkan keterampilan dalam menghitung
persentase dan memahami distribusi kerusakan
dalam konteks geometri.
Data|ketidakpastian
Kegiatan Deskripsi Aktivitas Tujuan Pembelajaran
Menghitung
Frekuensi Gempa
Identifikasi frekuensi terjadinya gempa (utama dan susulan)
dan buat tabel distribusi frekuensi.
Mengembangkan keterampilan dalam
mengorganisasi dan menganalisis data frekuensi
peristiwa.
Analisis Data Korban
Buat tabel yang menunjukkan jumlah korban (tewas, luka-
luka, dan pengungsi) untuk tiap kabupaten.
Mengembangkan keterampilan dalam penyajian
dan interpretasi data secara tabular.
Membuat Grafik
Buat grafik batang atau diagram lingkaran untuk
menggambarkan data kerusakan rumah, fasilitas kesehatan,
pendidikan, dan umum.
Mengembangkan keterampilan dalam representasi
data secara visual dan interpretasi grafik.
Menganalisis
Perbandingan
Bandingkan proporsi kerusakan antara berbagai jenis fasilitas
(rumah, kesehatan, pendidikan, umum) dan buat diagram
perbandingan.
Mengembangkan keterampilan dalam
perbandingan data dan interpretasi proporsi
melalui diagram.
Membuat Estimasi
dan Prediksi
Berdasarkan data gempa susulan dan utama, buat prediksi
tentang kemungkinan adanya gempa susulan lain dan
dampaknya.
Mengembangkan keterampilan dalam estimasi dan
prediksi data dalam situasi ketidakpastian.
Analisis Probabilitas
Gempa Susulan
Hitung probabilitas terjadinya gempa susulan berdasarkan
frekuensi gempa sebelumnya (utamanya 5,9 skala Richter
sehari sebelumnya).
Mengembangkan keterampilan dalam menghitung
probabilitas sederhana dari peristiwa yang
berulang.
Menganalisis Pola
Data
Analisis pola data kerusakan dan korban untuk menentukan
apakah ada pola tertentu yang dapat digunakan untuk
mitigasi bencana.
Mengembangkan keterampilan dalam analisis pola
dan tren data untuk memahami dan memprediksi
kejadian.
KOGNITIF
Literasi Numerasi
1. Menemukan Informasi (Acess and Retrieve)
Mengakses dan menemukan informasi dalam teks,
Mencari dan memilih informasi yang relevan
2. Memahami (Interpret and Integrate)
Memahami teks secara literal Menyusun inferensi,
Membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal
maupun teks jamak
3. Mengevaluasi dan Merefleksi (Evaluate and Reflect)
Menilai kualitas dan kredibilitas konten pada teks
informasi tunggal maupun jamak.
Menilai format penyajian dalam teks.
Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan,
menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks dengan
pengalaman pribadi.
1. K n o w i n g ( p e n g e t a h u a n )
Level kognitif ini menilai kemampuan
pengetahuan peserta didik tentang fakta,
proses, konsep, dan prosedur.
2. A p p l y i n g ( P e n e r a p a n )
Level kognitif ini menilai kemampuan dalam
menerapkan pengetahuan dan pemahaman
tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep,
prosedur, dan metode pada konteks situasi nyata
untuk menyelesaikan masalah.
3. R e a s o n i n g ( P e n a l a r a n )
Level kognitif ini menilai kemampuan penalaran
peserta didik dalam menganalisis data dan
informasi, membuat kesimpulan, dan
memperluas pemahaman mereka dalam
situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui
sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks.
Tingkat berpikir yang
diukur, mulai dari
pemahaman hingga
evaluasi.
PROSES KOGNITIF
LITERASI
Teks Tulisan dan Lisan
Mencari, mengidentifikasi dan menemukan bagian teks yang
penting.
Memahami Teks
Menggunakan
Teks
mengintegrasikan antara
informasi dari teks dengan
pemahaham awal yang
dimiliki siswa
melakukan sesuatu
berdasarkan hasil
bacaannya
Mengevaluasi Teks
mengukur kemampuan siswa dalam memahami apa
yang diinginkan penulis melalui teks, sudut pandang
penulis, menguji kebenaran argument yang
disampaikan penulis, dan relevansi teks dengan
tujuan pembaca
Merefleksi Teks
mengambil kesimpulan
dari apa yang dipikirkan
dan dialaminya ketika
berinteraksi dengan teks
Kemampuan kognitif siswa dalam
membaca sebuah teks
Proses Kognitif Deskripsi
Menemukan Informasi (Acess
and Retrieve)
1. Mencari informasi yang relevan dengan topik melalui pemindaian visual awal.
2. Mengidentifikasi kata kunci dan informasi yang menarik perhatian.
3. Menentukan bagian teks yang perlu diprioritaskan.
Memahami (Interpret and
Integrate)
1. Membaca dan memproses makna kata-kata, kalimat, dan paragraf dalam teks.
2. Menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang ada.
3. Membuat inferensi dan mengidentifikasi hubungan serta memprediksi makna dalam teks.
Mengevaluasi
(Evaluate)
1. Mempertanyakan kebenaran, validitas, dan relevansi informasi.
2. Mengevaluasi argumen atau pendapat serta format yang disajikan.
3. Menilai kekuatan logika dan kualitas bukti dalam teks.
Merefleksi (Reflect)
1. Mencerminkan dan menyintesis informasi yang dipahami.
2. Mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang ada.
3. Menghubungkan teks dengan konteks yang lebih luas.
4. Menginternalisasi dan mengaplikasikan pemahaman yang diperoleh.
L1
L2
L3
PROSES
KOGNITIF
LITERASI
PROSES KOGNITIF
NUMERASI
Kemampuan kognitif siswa dalam
aktivitas numerasi
L1
PROSES
KOGNITIF
NUMERASI
Kemampuan kognitif siswa dalam
aktivitas numerasi
L2
PROSES
KOGNITIF
NUMERASI
Kemampuan kognitif siswa dalam
aktivitas numerasi
L3
PROSES
KOGNITIF
NUMERASI
Learning Progression
konsep yang menjelaskan tentang urutan atau tahapan pembelajaran yang
berkesinambungan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya berdasarkan
domain tertentu
Learning progression literasi
Pada jenjang SD, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks
fungsional dan nonfungsional sederhana, seperti undangan, pengumuman, cerita pendek, atau
puisi. Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi eksplisit, menyimpulkan
informasi implisit, dan menafsirkan pesan moral dari teks. Peserta didik dapat menggunakan
teks sebagai sumber belajar dan berkomunikasi secara lisan atau tulis
Pada jenjang SMP, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks
fungsional dan nonfungsional yang lebih kompleks, seperti brosur, artikel, cerpen, atau drama.
Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi spesifik, menyimpulkan informasi
tersirat, dan mengevaluasi kebenaran atau kredibilitas teks. Peserta didik dapat menggunakan teks
sebagai sumber pengetahuan dan berpendapat secara kritis dan kreatif.
Pada jenjang SMA, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks
fungsional dan nonfungsional yang bermacam-macam, seperti laporan, esai, novel, atau puisi.
Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi tersembunyi, menyimpulkan informasi
global, dan merefleksikan nilai-nilai atau pandangan hidup dari teks. Peserta didik dapat
menggunakan teks sebagai sumber inspirasi dan berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
SD
SMP
SMA
L1 L2 L3
Learning progression numerasi
Pada jenjang SD, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi dasar bilangan,
seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik juga diharapkan
dapat menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan ukuran, bentuk, pola, data,
dan peluang. Peserta didik dapat menggunakan alat bantu, gambar, atau simbol untuk
merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara lisan atau tulis
Pada jenjang SMP, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi lanjutan bilangan, seperti
bilangan pecahan, desimal, persen, dan bilangan berpangkat. Peserta didik juga diharapkan dapat menyelesaikan
masalah yang lebih kompleks yang berkaitan dengan hubungan, fungsi, persamaan, ketaksamaan, ruang,
bangun, ukuran, data, dan peluang. Peserta didik dapat menggunakan algoritma, tabel, grafik, atau diagram
untuk merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara logis dan kritis.
Pada jenjang SMA, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi tingkat tinggi bilangan, seperti
bilangan rasional, irasional, real, dan kompleks. Peserta didik juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang
bermacam-macam yang berkaitan dengan aljabar, kalkulus, trigonometri, vektor, matriks, transformasi, geometri
analitik, statistika, dan probabilitas. Peserta didik dapat menggunakan kalkulator, komputer, atau perangkat lunak
matematika untuk merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara sistematis dan kreatif.
SD
SMP
SMA
L1 L2 L3
Pelajari lebih lanjut
Learning Progression
(Kemajuan Pembelajaran)
Contoh Soal Level KOGNITIF
https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/simulasi_akm
Bagaimana merancang
asesmen literasi
numerasi ?
Jenis asesmen yang dilakukan dalam
kurikulum merdeka
Pada akhir fase Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar,
asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester, berfokus pada
kompetensi yang dipelajari selama satu semester.
Asesmen
diagnostik
Asesmen
formatif
Awal pembelajaran
Awal lingkup materi
Selama proses
pembelajaran
Asesmen
sumatif
Di akhir unit pembelajaran
atau periode tertentu
Asesmen
autentik
tugas atau masalah nyata untuk
menilai kinerja siswa
Marzano, R. J. (2006). Classroom Assessment & Grading That Work. Alexandria, VA: ASCD.
PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah
Asesmen P5
Mekanisme
Teknis penilaian
proses belajar
dan hasil belajar
oleh pendidik
Analisis KD | CP
Validitas isi (sesuai tujuan )
Validitas keterbacaan
Anda akan melakukan penilaian
literasi dan numerasi,
tapi apakah pembelajaran yang
Anda lakukan sudah melatihkan
aktivitas literasi dan numerasi ?
47

Asesmen literasi dan numerasi untuk guru.pptx

  • 1.
    Bagaimana Menilai Kemampuan Literasidan Numerasi Siswa ? Oleh : Ali Winata
  • 2.
  • 3.
    Fakta pertama, UNESCOmenyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity menyatakan minat baca warga Indonesia rendah sekali. Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. “Sering Membaca Tetapi Tidak Berliterasi” Pelajari lebih lanjut Fakta yang ada Berapa jumlah toko buku yang Anda ketahui ? 2019 ada 313 toko / 113 punya gramedia. Apa artinya ini ?
  • 4.
    Banyak orang diIndonesia memiliki kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi, seperti membuat anggaran, menghitung pengeluaran, dan memahami konsep bunga dan investasi. https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media Kemampuan untuk memahami dan menganalisis data statistik juga rendah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya pemahaman tentang grafik, tabel, dan interpretasi data. Banyak orang di Indonesia menghadapi kesulitan dalam menggunakan teknologi yang melibatkan angka, seperti menggunakan aplikasi perbankan, menghitung penggunaan data internet, atau memahami konsep dasar dalam teknologi digital. “Sering Menghitung Tetapi Tidak Bernumerasi” Fakta yang ada Banyak orang di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengukur dan mengestimasi jumlah atau jarak. Misalnya, kesulitan dalam mengukur berat bahan makanan atau mengestimasi waktu tempuh perjalanan. Banyak orang di Indonesia memiliki kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, seperti operasi hitung, pecahan, persentase, dan rasio.
  • 5.
  • 6.
    Tumbuhkan Rasa InginTahu Literasi dan Numerasi Terbangun
  • 7.
    Mengapa kemampuan literasidan numerasi penting untuk dinilai ?
  • 8.
    Pelajari lebih lanjut Apayang Anda Ketahui Tentang Literasi & Numerasi ? Tuliskan ke kertas HVS 1 kata saja yang mewakilkan pemahaman Anda tentang literasi dan numerasi ?
  • 9.
    Apa yang dapatAnda simpulkan tentang Literasi & Numerasi ? LiterasiLiterasi adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merespons berbagai bentuk teks yang berasal dari bahasa lisan atau tulisan. (Sumber: NCTE. (1991). "NCTE Definition of Literacy." National Council of Teachers of English.) Literasi juga mencakup kemampuan menafsirkan teks, memahami konteksnya, dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk menggunakan, memahami, dan mengkomunikasikan informasi matematika dalam berbagai konteks. Sumber: Lesh, R. (2003). Numeracy for the21st Century. In Kilpatrick, J., Martin, W., & Schifter, D. (Eds.), A Research Companion to Principles and Standards for School Mathematics (pp.3-16). NCTM. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis
  • 10.
    Ahlak yang Baik Ahlakyang baik merupakan fondasi utama dalam perkembangan siswa. Ahlak yang baik mencakup nilai-nilai moral, etika, dan sikap positif yang harus dimiliki siswa. Kemampuan Literasi dan Numerasi Literasi dan numerasi adalah keterampilan dasar yang sangat penting dalam diri seseorang, karena mereka menyediakan alat dan kemampuan untuk memahami informasi, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan dunia sekitar Seperti akar pohon yang merupakan bagian terpenting yang menopang dan memberi kekuatan kepada pohon Batang pohon adalah struktur utama yang mendukung dan menghubungkan akar dengan cabang dan daun Cabang Ilmu yang Banyak Daun pohon menyerap cahaya matahari dan berfungsi dalam proses fotosintesis, yang memungkinkan pohon untuk tumbuh dan berkembang. Daun melambangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan yang dapat dipilih oleh siswa untuk dikuasai. siswa memiliki banyak pilihan dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu sesuai dengan minat dan bakat mereka
  • 11.
  • 12.
    Seperti apa kemampuan literasidan numerasi siswa kita ?
  • 13.
  • 14.
    Framework apa yangharus kita bangun dalam menyusun penilaian literasi dan numerasi berdasarkan rapor Pendidikan ?
  • 15.
    KONTEN KONTEKS PROSES KOGNITIF Situasiatau kondisi dimana siswa harus menerapkan kemampuan literasi dan numerasi. Materi atau subjek yang diujikan dalam literasi dan numerasi. Tingkat berpikir yang diukur, mulai dari pemahaman hingga evaluasi. Kerangka Kerja Yang Digunakan Berdasarkan Struktur Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) Pada ANBK.
  • 16.
    Sesuaikan dengan mapel dalamproses pembelajaran KONTEKS Literasi Numerasi 1. P e r s o n a l Konteks ini berfokus pada masalah yang dikasifikasikan pada seseorang, keluarganya, atau kelompoknya 2. S o s i a l B u d a y a Masalah yang diklasifikasikan dalam konteks ini adalah masalah komunitas atau masyarakat (baik itu lokal/daerah, nasional, maupun global) 3. S a i n t i f i k Masalah yang diklasifikasikan dalam konteks ini berkaitan di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Situasi atau kondisi dimana siswa harus menerapkan kemampuan literasi dan numerasi.
  • 17.
    Personal Literasi Teks: Aldi adalahseorang siswa kelas 7 yang memiliki hobi bermain sepak bola. Setiap sore, setelah pulang sekolah, Aldi selalu berlatih di lapangan dekat rumahnya. Namun, akhir-akhir ini, Aldi merasa kesulitan membagi waktu antara latihan sepak bola dan belajar. Nilai-nilainya mulai menurun dan orang tuanya mengkhawatirkan prestasinya di sekolah. Aldi bingung bagaimana cara mengatur waktunya agar bisa tetap berprestasi di sekolah dan tetap berlatih sepak bola yang sangat dia cintai. 1. Jika kamu adalah Aldi, apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini? 2. Buatlah rencana harian yang bisa membantu Aldi membagi waktu antara latihan sepak bola dan belajar.
  • 18.
    Sosial Budaya Literasi Teks: Dilingkungan tempat tinggal Anisa, terdapat berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan warga sekitar. Setiap tahun, warga mengadakan acara "Festival Budaya Desa" yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, kuliner khas, dan permainan rakyat. Anisa selalu antusias mengikuti kegiatan ini karena dia merasa bangga dengan warisan budaya daerahnya. Tahun ini, Anisa diminta oleh panitia untuk membantu mempersiapkan acara tersebut, mulai dari mengorganisir pertunjukan hingga membantu para pengrajin lokal menampilkan hasil karya mereka. Anisa merasa senang namun juga sedikit cemas karena ini adalah pertama kalinya dia terlibat langsung dalam acara besar seperti ini. 1. Apa yang bisa kita pelajari dari peran Anisa dalam "Festival Budaya Desa"? 2. Bagaimana pentingnya dukungan dari keluarga dan komunitas dalam membantu Anisa menjalankan tugasnya?
  • 19.
    Saintifik Literasi Teks: Virus adalahagen infeksi mikroskopis yang hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup organisme lain. Virus terdiri dari materi genetik (DNA atau RNA) yang dilindungi oleh lapisan protein. Virus dapat menginfeksi semua jenis makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, dan bakteri. Meskipun ukurannya sangat kecil, virus memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan ekosistem. Penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, AIDS, dan COVID-19, menunjukkan betapa berbahayanya virus bagi manusia. Penelitian tentang virus terus berkembang untuk menemukan cara- cara efektif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit yang disebabkan oleh virus. 1. Bagaimana pengetahuan tentang virus dapat membantu kamu dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar? 2. Apa langkah-langkah yang kamu lakukan untuk mencegah infeksi virus dalam kehidupan sehari-hari?
  • 20.
    Personal Numerasi Ariana membutuhkankalori sekitar 1.950-2.050 kkal dalam sehari berdasarkan pola dietnya. Buatlah daftar menu makan pagi, makan siang, dan makan malam Ariana sehingga mencukupi kebutuhan kalorinya selama 1 hari.
  • 21.
    Sosial Budaya Numerasi PetaNegara ASEAN Perhatikan peta di samping, tentukanlah letak lintang dan letak bujur dari masing-masing negara ASEAN pada tabel di bawah ini. Apakah ada relevansinya antara perbedaan letak lintang dan letak bujur terhadap pola kebudayaan di setiap negara ASEAN
  • 22.
    Saintifik Numerasi Tingkat KesejahteraanPenduduk di Negara Anggota ASEAN Berdasarkan gambar mengenai jumlah penduduk dan angka GDP (Gross Domestic Product) atau pendapatan domestik bruto per kapita, jawablah pertanyaan di bawah ini. 1. Negara mana yang memiliki tingkat kesejahteraan penduduk paling baik? Jelaskan. 2. Benarkah negara yang tingkat kesejahteraan penduduknya paling rendah adalah Myanmar? Bagaimana kamu mengetahuinya? 3. Apakah jumlah penduduk yang tinggi akan mengakibatkan tingginya tingkat kesejahteraan penduduk? Mengapa.
  • 23.
    KONTEN Literasi Numerasi 1. Tek s i n f o r m a s i Teks informatif berisi informasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pembaca mengenai suatu topik tertentu. 2. Te k s s a s t r a Teks sastra adalah jenis teks yang memiliki nilai estetika dan keindahan dalam penggunaan bahasa yang bertujuan untuk menghibur, menginspirasi, dan membangkitkan emosi serta pemikiran pembaca. 1. B i l a n g a n Konsep matematika yang digunakan untuk menggambarkan dan mengukur jumlah atau kuantitas suatu objek atau fenomena. 2. A l j a b a r mempelajari struktur, relasi, dan operasi pada objek matematika seperti bilangan, variabel, dan pola. 3. G e o m e t r i d a n p e n g u k u r a n mempelajari sifat-sifat, hubungan, dan ukuran-ukuran objek dalam ruang. 4. D a t a d a n k e t i d a k p a s t i a n mempelajari sifat-sifat, hubungan, dan ukuran-ukuran objek dalam ruang. Sesuaikan dengan mapel dalam proses pembelajaran Materi atau subjek yang diujikan dalam literasi dan numerasi.
  • 24.
    Gempa Bumi diSulawesi Barat Pada hari Jumat, 15 Januari 2021, terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter di Sulawesi Barat. Gempa bumi ini mengakibatkan kerusakan parah di beberapa kabupaten, seperti Majene, Mamuju, Polewali Mandar, dan Mamasa. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi ini menewaskan 105 orang, melukai 1.033 orang, dan mengungsikan 92.461 orang. Selain itu, gempa bumi ini juga merusak 1.150 rumah, 189 fasilitas kesehatan, 69 fasilitas pendidikan, dan 78 fasilitas umum. Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar Palu-Koro, yaitu sesar aktif yang memanjang dari Teluk Palu hingga Teluk Bone. Sesar ini merupakan salah satu sesar terbesar di Indonesia yang dapat menghasilkan gempa bumi besar dan tsunami. Gempa bumi ini juga dipicu oleh adanya gempa bumi susulan yang terjadi sehari sebelumnya, yaitu gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021. Pemerintah telah melakukan upaya penanggulangan bencana dengan mengirimkan bantuan logistik, personel, dan peralatan ke daerah terdampak. Presiden Joko Widodo juga telah mengunjungi lokasi bencana dan meninjau proses evakuasi dan pemulihan. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, yaitu dari 15 Januari 2021 hingga 28 Januari 2021. Teks informasi
  • 25.
    Bunga Bunga, engkau cantikdan harum. Engkau menghiasi taman dan rumah. Engkau memberi warna dan semangat. Engkau membuat hati senang dan damai Bunga, engkau lembut dan halus. Engkau menarik kupu-kupu dan lebah. Engkau memberi madu dan serbuk. Engkau membuat hidup berbuah dan berkembang Bunga, engkau indah dan mulia. Engkau melambangkan cinta dan kasih. Engkau memberi harapan dan doa. Engkau membuat dunia lebih baik dan bahagia Teks sastra
  • 26.
    Bilangan Kegiatan Deskripsi AktivitasTujuan Pembelajaran Menghitung Total Korban Hitung jumlah total korban (tewas + luka-luka) berdasarkan data dari teks. Mengembangkan keterampilan dalam operasi penjumlahan dan pemahaman tentang angka. Menganalisis Kerusakan Bandingkan jumlah rumah yang rusak dengan jumlah fasilitas kesehatan yang rusak. Mengembangkan kemampuan dalam membandingkan angka dan memahami konteks perbandingan. Menghitung Rata-rata Hitung rata-rata jumlah pengungsi per kabupaten jika data tersedia untuk masing- masing kabupaten. Mengembangkan keterampilan dalam perhitungan rata-rata dan interpretasi data. Perhitungan Persentase Hitung persentase kerusakan fasilitas pendidikan dibandingkan dengan total fasilitas yang ada. Mengembangkan keterampilan dalam menghitung persentase dan memahami proporsi. Perhitungan Perubahan Angka Hitung selisih antara jumlah gempa bumi susulan dan gempa utama, serta diskusikan dampaknya. Mengembangkan keterampilan dalam operasi pengurangan dan pemahaman tentang dampak perubahan. Estimasi Total Kerusakan Estimasi total kerusakan jika jumlah kerusakan rumah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum digabungkan. Mengembangkan keterampilan dalam estimasi dan penjumlahan angka dalam konteks situasi nyata. Grafik Perbandingan Buat grafik batang atau diagram lingkaran untuk menggambarkan data kerusakan yang disebutkan dalam teks. Mengembangkan keterampilan dalam representasi data secara visual dan interpretasi grafik.
  • 27.
    Aljabar Kegiatan Deskripsi AktivitasTujuan Pembelajaran Menyusun Persamaan Buat persamaan aljabar yang menggambarkan jumlah total korban tewas, luka-luka, dan pengungsi. Mengembangkan keterampilan dalam menyusun dan memahami persamaan aljabar dari situasi nyata. Menyelesaikan Persamaan Selesaikan persamaan untuk mencari jumlah fasilitas yang rusak jika diketahui total kerusakan dan distribusinya. Mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan persamaan aljabar sederhana dan memahami variabel. Sistem Persamaan Tentukan jumlah total fasilitas rusak berdasarkan sistem persamaan yang melibatkan rumah, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan umum. Mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dan aplikasi praktisnya. Operasi Aljabar dengan Data Gunakan operasi aljabar (penjumlahan, pengurangan) untuk menghitung perbedaan antara jumlah korban dan fasilitas yang rusak. Mengembangkan keterampilan dalam operasi aljabar dan aplikasi dalam konteks data nyata. Fungsi Linear Modelkan jumlah kerusakan fasilitas sebagai fungsi linear dari jumlah gempa atau waktu. Mengembangkan keterampilan dalam membuat dan memahami fungsi linear serta aplikasinya dalam situasi nyata. Menganalisis Tren Buat grafik yang menunjukkan hubungan antara jumlah gempa dan tingkat kerusakan atau pengungsi. Mengembangkan keterampilan dalam analisis grafik dan memahami tren melalui fungsi aljabar.
  • 28.
    Geometri | Pengukuran KegiatanDeskripsi Aktivitas Tujuan Pembelajaran Menghitung Skala Gempa Bandingkan intensitas gempa bumi utama (6,2 skala Richter) dan gempa susulan (5,9 skala Richter) dalam bentuk perbandingan skala. Mengembangkan pemahaman tentang konsep skala dalam pengukuran gempa dan interpretasi angka dalam konteks geometri. Estimasi Luas Daerah Terdampak Berdasarkan data kabupaten yang disebutkan, estimasi luas daerah terdampak oleh gempa bumi di peta dan hitung dalam satuan kilometer persegi. Mengembangkan keterampilan dalam pengukuran luas dan pemahaman tentang satuan panjang dan luas di peta. Menghitung Jarak Hitung jarak antara titik episentrum gempa dengan kabupaten yang terdampak menggunakan peta dan skala. Mengembangkan keterampilan dalam menghitung jarak di peta berdasarkan skala dan memahami pengukuran jarak. Menghitung Perimeter Daerah Rusak Jika diketahui dimensi rata-rata rumah yang rusak, hitung total perimeter dari semua rumah yang rusak. Mengembangkan keterampilan dalam menghitung perimeter objek geometri dalam konteks nyata. Menghitung Volume Bangunan Rusak Estimasi volume total bangunan yang rusak dengan asumsi dimensi tertentu untuk setiap rumah atau fasilitas umum. Mengembangkan keterampilan dalam pengukuran volume dan memahami konsep ruang tiga dimensi. Menggunakan Skala Peta Buat peta sketsa sederhana dari daerah terdampak dengan menggunakan skala yang sesuai untuk mengilustrasikan distribusi kerusakan. Mengembangkan keterampilan dalam membuat dan menggunakan skala peta serta memahami representasi visual daerah. Menghitung Angka Proporsi dan Persentase Hitung proporsi atau persentase daerah yang rusak dibandingkan dengan total wilayah kabupaten terdampak. Mengembangkan keterampilan dalam menghitung persentase dan memahami distribusi kerusakan dalam konteks geometri.
  • 29.
    Data|ketidakpastian Kegiatan Deskripsi AktivitasTujuan Pembelajaran Menghitung Frekuensi Gempa Identifikasi frekuensi terjadinya gempa (utama dan susulan) dan buat tabel distribusi frekuensi. Mengembangkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menganalisis data frekuensi peristiwa. Analisis Data Korban Buat tabel yang menunjukkan jumlah korban (tewas, luka- luka, dan pengungsi) untuk tiap kabupaten. Mengembangkan keterampilan dalam penyajian dan interpretasi data secara tabular. Membuat Grafik Buat grafik batang atau diagram lingkaran untuk menggambarkan data kerusakan rumah, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan umum. Mengembangkan keterampilan dalam representasi data secara visual dan interpretasi grafik. Menganalisis Perbandingan Bandingkan proporsi kerusakan antara berbagai jenis fasilitas (rumah, kesehatan, pendidikan, umum) dan buat diagram perbandingan. Mengembangkan keterampilan dalam perbandingan data dan interpretasi proporsi melalui diagram. Membuat Estimasi dan Prediksi Berdasarkan data gempa susulan dan utama, buat prediksi tentang kemungkinan adanya gempa susulan lain dan dampaknya. Mengembangkan keterampilan dalam estimasi dan prediksi data dalam situasi ketidakpastian. Analisis Probabilitas Gempa Susulan Hitung probabilitas terjadinya gempa susulan berdasarkan frekuensi gempa sebelumnya (utamanya 5,9 skala Richter sehari sebelumnya). Mengembangkan keterampilan dalam menghitung probabilitas sederhana dari peristiwa yang berulang. Menganalisis Pola Data Analisis pola data kerusakan dan korban untuk menentukan apakah ada pola tertentu yang dapat digunakan untuk mitigasi bencana. Mengembangkan keterampilan dalam analisis pola dan tren data untuk memahami dan memprediksi kejadian.
  • 30.
    KOGNITIF Literasi Numerasi 1. MenemukanInformasi (Acess and Retrieve) Mengakses dan menemukan informasi dalam teks, Mencari dan memilih informasi yang relevan 2. Memahami (Interpret and Integrate) Memahami teks secara literal Menyusun inferensi, Membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak 3. Mengevaluasi dan Merefleksi (Evaluate and Reflect) Menilai kualitas dan kredibilitas konten pada teks informasi tunggal maupun jamak. Menilai format penyajian dalam teks. Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks dengan pengalaman pribadi. 1. K n o w i n g ( p e n g e t a h u a n ) Level kognitif ini menilai kemampuan pengetahuan peserta didik tentang fakta, proses, konsep, dan prosedur. 2. A p p l y i n g ( P e n e r a p a n ) Level kognitif ini menilai kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah. 3. R e a s o n i n g ( P e n a l a r a n ) Level kognitif ini menilai kemampuan penalaran peserta didik dalam menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman mereka dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks. Tingkat berpikir yang diukur, mulai dari pemahaman hingga evaluasi.
  • 31.
    PROSES KOGNITIF LITERASI Teks Tulisandan Lisan Mencari, mengidentifikasi dan menemukan bagian teks yang penting. Memahami Teks Menggunakan Teks mengintegrasikan antara informasi dari teks dengan pemahaham awal yang dimiliki siswa melakukan sesuatu berdasarkan hasil bacaannya Mengevaluasi Teks mengukur kemampuan siswa dalam memahami apa yang diinginkan penulis melalui teks, sudut pandang penulis, menguji kebenaran argument yang disampaikan penulis, dan relevansi teks dengan tujuan pembaca Merefleksi Teks mengambil kesimpulan dari apa yang dipikirkan dan dialaminya ketika berinteraksi dengan teks
  • 32.
    Kemampuan kognitif siswadalam membaca sebuah teks Proses Kognitif Deskripsi Menemukan Informasi (Acess and Retrieve) 1. Mencari informasi yang relevan dengan topik melalui pemindaian visual awal. 2. Mengidentifikasi kata kunci dan informasi yang menarik perhatian. 3. Menentukan bagian teks yang perlu diprioritaskan. Memahami (Interpret and Integrate) 1. Membaca dan memproses makna kata-kata, kalimat, dan paragraf dalam teks. 2. Menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang ada. 3. Membuat inferensi dan mengidentifikasi hubungan serta memprediksi makna dalam teks. Mengevaluasi (Evaluate) 1. Mempertanyakan kebenaran, validitas, dan relevansi informasi. 2. Mengevaluasi argumen atau pendapat serta format yang disajikan. 3. Menilai kekuatan logika dan kualitas bukti dalam teks. Merefleksi (Reflect) 1. Mencerminkan dan menyintesis informasi yang dipahami. 2. Mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang ada. 3. Menghubungkan teks dengan konteks yang lebih luas. 4. Menginternalisasi dan mengaplikasikan pemahaman yang diperoleh. L1 L2 L3 PROSES KOGNITIF LITERASI
  • 33.
  • 34.
    Kemampuan kognitif siswadalam aktivitas numerasi L1 PROSES KOGNITIF NUMERASI
  • 35.
    Kemampuan kognitif siswadalam aktivitas numerasi L2 PROSES KOGNITIF NUMERASI
  • 36.
    Kemampuan kognitif siswadalam aktivitas numerasi L3 PROSES KOGNITIF NUMERASI
  • 37.
    Learning Progression konsep yangmenjelaskan tentang urutan atau tahapan pembelajaran yang berkesinambungan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya berdasarkan domain tertentu
  • 38.
    Learning progression literasi Padajenjang SD, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks fungsional dan nonfungsional sederhana, seperti undangan, pengumuman, cerita pendek, atau puisi. Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi eksplisit, menyimpulkan informasi implisit, dan menafsirkan pesan moral dari teks. Peserta didik dapat menggunakan teks sebagai sumber belajar dan berkomunikasi secara lisan atau tulis Pada jenjang SMP, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks fungsional dan nonfungsional yang lebih kompleks, seperti brosur, artikel, cerpen, atau drama. Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi spesifik, menyimpulkan informasi tersirat, dan mengevaluasi kebenaran atau kredibilitas teks. Peserta didik dapat menggunakan teks sebagai sumber pengetahuan dan berpendapat secara kritis dan kreatif. Pada jenjang SMA, peserta didik diharapkan dapat memahami makna, tujuan, dan struktur teks fungsional dan nonfungsional yang bermacam-macam, seperti laporan, esai, novel, atau puisi. Peserta didik juga diharapkan dapat menemukan informasi tersembunyi, menyimpulkan informasi global, dan merefleksikan nilai-nilai atau pandangan hidup dari teks. Peserta didik dapat menggunakan teks sebagai sumber inspirasi dan berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. SD SMP SMA L1 L2 L3
  • 39.
    Learning progression numerasi Padajenjang SD, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi dasar bilangan, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan ukuran, bentuk, pola, data, dan peluang. Peserta didik dapat menggunakan alat bantu, gambar, atau simbol untuk merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara lisan atau tulis Pada jenjang SMP, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi lanjutan bilangan, seperti bilangan pecahan, desimal, persen, dan bilangan berpangkat. Peserta didik juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks yang berkaitan dengan hubungan, fungsi, persamaan, ketaksamaan, ruang, bangun, ukuran, data, dan peluang. Peserta didik dapat menggunakan algoritma, tabel, grafik, atau diagram untuk merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara logis dan kritis. Pada jenjang SMA, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dan operasi tingkat tinggi bilangan, seperti bilangan rasional, irasional, real, dan kompleks. Peserta didik juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang bermacam-macam yang berkaitan dengan aljabar, kalkulus, trigonometri, vektor, matriks, transformasi, geometri analitik, statistika, dan probabilitas. Peserta didik dapat menggunakan kalkulator, komputer, atau perangkat lunak matematika untuk merepresentasikan masalah dan menjelaskan pemecahannya secara sistematis dan kreatif. SD SMP SMA L1 L2 L3
  • 40.
    Pelajari lebih lanjut LearningProgression (Kemajuan Pembelajaran)
  • 41.
    Contoh Soal LevelKOGNITIF https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/simulasi_akm
  • 42.
  • 43.
    Jenis asesmen yangdilakukan dalam kurikulum merdeka Pada akhir fase Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar, asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester, berfokus pada kompetensi yang dipelajari selama satu semester. Asesmen diagnostik Asesmen formatif Awal pembelajaran Awal lingkup materi Selama proses pembelajaran Asesmen sumatif Di akhir unit pembelajaran atau periode tertentu Asesmen autentik tugas atau masalah nyata untuk menilai kinerja siswa Marzano, R. J. (2006). Classroom Assessment & Grading That Work. Alexandria, VA: ASCD. PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Asesmen P5
  • 44.
    Mekanisme Teknis penilaian proses belajar danhasil belajar oleh pendidik Analisis KD | CP Validitas isi (sesuai tujuan ) Validitas keterbacaan
  • 45.
    Anda akan melakukanpenilaian literasi dan numerasi, tapi apakah pembelajaran yang Anda lakukan sudah melatihkan aktivitas literasi dan numerasi ?
  • 46.