Dokumen tersebut mengkritik perayaan Valentine Day karena dianggap sebagai budaya kufur yang menganjurkan perilaku konsumtif, seks bebas, dan penyebaran agama Kristen. Dokumen tersebut menganjurkan untuk menolak perayaan Valentine Day agar tidak terjerumus dalam budaya populer yang dianggap menyesatkan.