Anggaran Penjualan
Anggaran Penjualan
Rencana kerja perusahaan di masa
mendatang pada suatu kurun waktu tertentu
di bidang penjualan produk perusahaan
(Rudianto,2009 :48)
Rencana yang lebih rinci mengenai penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang
yang didalamnya meliputi rencana tentang
jenis (kualitas) barang yang akan dijual,
jumlah (kuantitas), harga barang, waktu
penjualan, serta tempat/daerah penjualannya
(Tendi H & Sri Rahayu , 2007;45).
3.
Anggaran Penjualan dikelompokkan
AnggaranPenjualan dikelompokkan
berdasarkan :
berdasarkan :
Wilayah pemasaran
Kelompok Konsumen
Jenis Produk
Kelompok Wiraniaga
Waktu terjadinya Penjualan
dll
4.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor-faktoryang mempengaruhi
Penyusunan Anggaran penjualan :
Penyusunan Anggaran penjualan :
1. Faktor Internal :
Penjualan tahun-tahun yang lalu
Kebijakan perusahaan yang berhubungan
dengan masalah penjualan
Kapasaitas produksi yang dimiliki serta
kemungkinan perluasanya.
Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah
maupun keahliannya
Modal kerja yang dimiliki perusahaan
Fasilitas lain yang menunjang
5.
2. Faktor eksternal
Keadaan Persaingan di pasar
Posisi Perusahaan dalam persaingan
Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Elastisitas permintaan terhadap harga
barang yang dihasilkan
Kebijaksanaan pemerintah yang
berpengaruh.
Ramalan Penjualan
Ramalan Penjualan
Prediksi volume barang yang akan dijual pada
suatu periode tertentu di waktu mendatang
(Rudiyanto , 2009;53)
Suatu teknik proyeksi tentang tingkat permintaan
konsumen potensial pada suatu periode tertentu
dengan menggunakan berbagai asumsi tertentu
(Tendi h & Sri Rahayu, 2007:35)
Proses kegiatan memperkirakan produk yang
akan di jual pada waktu yang akan datang dalam
keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data
yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi
(Nafarin,2004:31)
8.
Metode Peramalan
Metode Peramalan
I.Meramal berdasarkan Pendapat (Judgment Method) yakni
Metode memproyeksikan penjualan yang berdasarkan pada
pendapat salesman, sales manager, para ahli dan survey
konsumen.
II. Statistical Method
A. Analisa Trend, yang terdiri dari :
1. Penerapan garis trend secara bebas
2. Penerapan garis trend metode setengah rata-rata
3. Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi
:
a. Metode Moment
b. Metode Kuadrat terkecil (least square)
c. Metode Kuadrat (Garis Lengkung)
B. Analisa korelasi
CONTOH :
CONTOH :
TAHUNPENJUALAN (UNIT)
1995 8.000
1996 8.800
1997 10.000
1998 9.200
1999 10.400
2000 10.800
2001 12.000
2002 12.400
PERUSAHAAN ROTI BOBOY
DATA PENJUALAN SELAMA 8 TAHUN TERAKHIR
11.
Latihan :
Latihan :
Buatramalan penjualan berdasaraka data
berikut :
Dengan metode Kuadrat terkecil
TAHUN PENJUALAN (UNIT)
1997 1500
1998 2116
1999 2500
2000 3240
2001 4500
12.
• Dengan Metodemoment
Dengan Metode moment
TAHUN PENJUALAN (UNIT)
2005 1.300
2006 1.320
2007 1.350
2008 1.390
2009 1.400
2010 1.450
13.
• Dengan Metodesetengah rata-rata
Dengan Metode setengah rata-rata
TAHUN PENUALAN (UNIT)
1999 1.200
2000 1.250
2001 1.350
2002 1.500
2003 1.600
2004 1.750
Anggaran Produksi
Anggaran Produksi
Rencana Perusahaan untuk menghasilkan produk
perusahaan dalam jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan penjulan dengan mempertimbangkan
jumlah persediaan padaawaldan akhir periode
tertentu (Rudianto, 2009:80)
Dalam arti luas : penjabaran rencana penjualan
menjadi rencana produksi yang meliputi perencanaan
tentang volume produksi, kebutuhan persediaan,
bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi.
Dalam arti sempit : perencanaan volume barang yang
harus diproduksi perusahaan agar sesuai dengan
volume penjualan yang telah direncanakan.
(Tendi H & Sri R, 2007:57)
16.
Manfaat Penyusunan AnggaranProduksi
Manfaat Penyusunan Anggaran Produksi
Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga
barang dapat tersedia sesuai dengan yang
direncanakan
Menjaga tingkat persediaan yang optimum
Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga
biaya produksi menjadi minimum
17.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Faktor-FaktorYang Mempengaruhi
Anggaran Produksi :
Anggaran Produksi :
Jumlah barang yang telah direncanakan untuk
dijual.
Kapasitas mesin dan peralatan pabrik
Tenaga Kerja
Stabilitas Bahan Baku
Modal kerja
Fasilitas Gudang
Tingkat persediaan barang jadi
18.
Pendekatan Penyusunan AnggaranPoduksi
Pendekatan Penyusunan Anggaran Poduksi
Metode Produksi Stabil
Metode Persediaan Stabil
Metode Fleksibel
Perencanaan Produksi Mencakup Masalah-
Perencanaan Produksi Mencakup Masalah-
Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan :
Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan :
• Tingkat Produksi
• Kebutuhan Fasilitas-Fasilitas Produksi
• Tingkat Persediaan Barang Jadi
19.
Penyusunan Anggaran Produksi
PenyusunanAnggaran Produksi
Tingkat Penjualan xxx
Tingkat Persediaan akhir xxx
+
Jumlah/Tingkat Kebutuhan xxx
Tingkat Persediaan awal xxx
-
Tingkat Produksi xxx
Anggaran
Produksi
Anggaran
Penjualan
Anggaran
Persediaan
akhir
Anggaran
Persediaan awal
Rudianto, 2009:80
Gunawan & Marwan, 1996:183
20.
Contoh…………..
Contoh…………..
Sebuah perusahaan merencanakanmenjual
produknya sebanyak 14.200 unit pada tahun
2011. Jumlah persediaan barang pada awal
tahun 2011 diperkirakan sebanyak 2.000 unit
dan jumlah persediaan barang pada akhir
tahun 2011 yang diinginkan sebesar 1.500
unit. Dari total volume penjualan selama 1
tahun,direncanakan akan dijual dalam 12
bulan dengan rincian sebagai berikut :
21.
BULAN VOLUME
Januari 1.500
Februari1.600
Maret 1.600
April 1.400
Mei 1.200
Juni 1.000
Juli 700
Agustus 600
September 900
Oktober 1.100
November 1.200
Desember 1.400
Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011
Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011
22.
Metode Produksi Stabil
MetodeProduksi Stabil
Ikhtisar Produksi
Penjualan 1 tahun 14.200 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit -
Tingkat produksi 1 tahun 13.700 unit
Produksi per bulan = 13.700 unit = 1.141,67 = 1.100 unit
12
Kekurangannya : 13.700- (1.100x12) = 500 unit
Dialokasikan pada bulan-bulan dengan tingkat penjualan tinggi, masing-
masing : 500 unit = 100 unit
5
23.
Anggaran Produksi tahun2011
Anggaran Produksi tahun 2011
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan 1.500 1.700 3.200 2.000 1.200
Feb 1.600 1.300 2.900 1.700 1.200
Mar 1.600 900 2.500 1.300 1.200
Apr 1.400 700 2.100 900 1.200
Mei 1.200 600 1.800 700 1.100
Jun 1.000 700 1.700 600 1.100
Jul 700 1.100 1.800 700 1.100
Agust 600 1.600 2.200 1.100 1.100
Sept 900 1.800 2.700 1.600 1.100
Okt 1.100 1.800 2.900 1.800 1.100
Nov 1.200 1.700 2.900 1.800 1.100
Des 1.400 1.500 2.900 1.700 1.200
Total 14.200 1.500 15.700 2.000 13.700
24.
Metode Persediaan Stabil
MetodePersediaan Stabil
Persediaan awal = Pesediaan akhir
Persediaan awal = 2.000 unit
Persediaan akhir = 1.500 unit
Selisih 500 unit
Selisih dialokasikan pada bulan Januari-Mei masing-
masing 100 unit.
25.
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan1.500 1.900 3.400 2.000 1.400
Feb 1.600 1.800 3.400 1.900 1.500
Mar 1.600 1.700 3.300 1.800 1.500
Apr 1.400 1.600 3.000 1.700 1.300
Mei 1.200 1.500 2.700 1.600 1.100
Jun 1.000 1.500 2.500 1.500 1.000
Jul 700 1.500 2.200 1.500 700
Agust 600 1.500 2.100 1.500 600
Sept 900 1.500 2.400 1.500 900
Okt 1.100 1.500 2.600 1.500 1.100
Nov 1.200 1.500 2.700 1.500 1.200
Des 1.400 1.500 2.900 1.500 1.400
Total 14.200 15.700 13.700
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Produksi tahun 2011
26.
Metode Fleksibel
Metode Fleksibel
Metode produksi di mana perusahaan
menetapkan volume produksi yang
berubah dari bulan ke bulan. Metode ini
mengakibatkan volume persediaan dan
volume produksi menjadi tidak stabil.
Metode ini menggunakan volume produksi
dan persediaan sesuai dengan keinginan
perusahaan atau kebijakan manajemen.
27.
Misalnya
Misalnya manajemen mengambil
manajemenmengambil
kebijakan seperti :
kebijakan seperti :
Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi
lebih dari 15 % di atas atau di bawah rata-
rata bulanan.
Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari
1.600 unit dan tidak boleh kurang dari
setengahnya persediaan maksimal
Produksi bulan Juli, agustus, September
boleh dikurangi 30 % dari tingkat produksi
normal.
28.
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan1.500 1.600 3.100 2.000 1.100
Feb 1.600 1.300 2.900 1.600 1.300
Mar 1.600 1.000 2.600 1.300 1.300
Apr 1.400 900 2.300 1.000 1.300
Mei 1.200 950 2.150 900 1.250
Jun 1.000 1.200 2.200 950 1.250
Jul 700 1.305 2.005 1.200 805
Agust 600 1.510 2.110 1.305 805
Sept 900 1.415 2.315 1.510 805
Okt 1.100 1.565 2.665 1.415 1.250
Nov 1.200 1.600 2.800 1.565 1.235
Des 1.400 1.500 2.900 1.600 1.300
Total 14.200 15.700 13.700
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Produksi tahun 2011
29.
Anggaran Bahan Baku
AnggaranBahan Baku
Bahan Baku dalam Proses produksi
dikelompokkan dalam :
1.Bahan Baku Langsung (direct material),
Yaitu bahan yang yang membentuk suatu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan
produk jadi dan merupakan komponen
utama dari suatu produk.
2.Bahan Baku Tidak Langsung (Inderect
Material), Yaitu bahan pelengkap yang
melekat pada suatu produk
30.
Tujuan Penyusunan
Tujuan Penyusunan
1.Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku
langsung.
2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan Baku
langsung yang diperlukan.
3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana
yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelian
bahan baku langsung
4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi
yakni memperkirakan komponen harga pokok
pabrik karena penggunaan bahan baku langsung
dalam proses produksi.
5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian
bahan baku langsung.
31.
Anggaran Bahan Baku:
Anggaran Bahan Baku :
1. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
2. Anggaran Pembelian Bahan Baku
3. Anggaran Persediaan Bahan Baku
4. Anggaran Biaya bahan Baku habis
digunakan dalam produksi (pemakaian
bahan baku)
32.
Anggaran Kebutuhan BahanBaku
Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
Disusun untuk merencanakan jumlah fisik bhan baku
yang diperlukan.
Anggaran ini mencantumkan :
a. Jenis barang jadi yang akan dihasilkan
b.Jenis bahan baku yang akan digunakan
c. Bagian-bagian yang akan dilalui dalam proses
produksi
d.Standar penggunaan bahan baku (standart usage
rate/SUR) adalah bilangan yang menunjukkan berapa
satuan bahan baku yang diperlukan untuk
menghasilkan satu satuan produk jadi.
e.Waktu penggunaan bahan baku
33.
Anggaran Pembelian BahanBaku
Anggaran Pembelian Bahan Baku
Rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh perusahaan
dalam periode waktu mendatang.
Jumlah Pembelian yang paling ekonomis (Economical Order
Quantity/EOQ), yaitu jumlah pembelian yang paling optimal.
Dengan syarat/asumsi :
a. Bahan tidak mudah rusak dan pengiriman bahan tidak terlambat
b. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan per unit konstan
c. Kebutuhan bahan baku relatif stabil sepanjang tahun (periode)
d. Harga beli bahn baku per uni konstan
e. Setiap bahan baku diperlukan selalu tersedia di pasar
f. Bahan baku yang dipesan tidak terikat dengan bahan baku yang
lain
34.
Rumus EOQ
Rumus EOQ
Keterangan:
R = Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam
suatu periode tertentu
S = Biaya Pemesanan
P = Harga per unit bahan baku
I = Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam
persentase dari persediaan rata-rata dalam satuan
mata uang (carrying cost)
(P.I) = Besarnya biaya penyimpanan per unit
I
P
S
R
EOQ
.
.
.
2
35.
Biaya yang bersifatvariabel :
Biaya yang bersifat variabel :
1. Biaya Pemesanan, yaitu biaya yang
dikeluatkan sehubungan dengan kegiatan
pemesanan bahan baku. biaya ini berubah sesuai
dengan frekuensi pemesanan.biaya ini meliputi
biaya persiapan pemesanan, biaya administrasi,
biaya pengiriman pesanan biaya penerimaan
pesanan dan biaya proses pembayaran.
2. Biaya Penyimpanan, yaitu biaya yang
dikeluarkan sehubungan dengan penyimpanan
bahan baku yang telah dibeli.biaya ini meliputi
biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan bahan
baku, biaya asuransi, biaya pajak, dan lain-lain
36.
Waktu Pembelian BahanBaku
Waktu Pembelian Bahan Baku
Lead time : Jangka waktu sejak dilakukannya
pemesanan sampai saat datangnya bahan baku
yang dipesan dan siap untuk digunakan dalam
proses produksi
Reorder point : saat harus melakukan pemesanan
kembali bahan baku langsung yang dibutuhkan
Extra carrying cost : biaya yang terpaksa harus
dikeluarkan akibat bahan baku langsung datang
terlalu awal
Stock out cost ; biaya yang terpaksa harus
dikeluarkan akibat keterlambatan datangnya
bahan baku langsung.
37.
Bentuk Dasar AnggaranPembelian
Bentuk Dasar Anggaran Pembelian
Bahan Baku :
Bahan Baku :
Kebutuhan Bahan Baku yyy
Persediaan akhir yyy +
Jumlah kebutuhan yyy
Persediaan awal yyy -
Pembelian Bahan Baku yyy
Harga per unit Rp yyy x
Nilai Rp yyyy
38.
Anggaran Persediaan BahanBaku
Anggaran Persediaan Bahan Baku
Tujuan : pengawasan terhadap
penggunaan bahan baku.
Kebijakan tentang penilaian
persediaan dikelompokkan menjadi :
1. Kebijaksanaan FIFO (Frist in Frist out)
2. Kebijaksanaan LIFO (Last in Frist Out)
39.
Besarnya bahan bakuyang tersedia untuk
Besarnya bahan baku yang tersedia untuk
kelancaran proses produksi tergantung pada
kelancaran proses produksi tergantung pada
beberapa faktor :
beberapa faktor :
1. Volume produksi selama satu periode
tertentu (anggaran produksi)
2. Volume bahan baku minimal, yang disebut
safety stock (persediaan besi/persediaan
pengaman/penyangga)
3. Besarnya pembelian yang ekonomis
4. Estimasi tentang naik turunya harga bahan
mentah pada waktu-waktu mendatang
5. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan
6. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak
40.
Safety Stock/Iron Stock
SafetyStock/Iron Stock
Persediaan minimal bahan baku yang
harus dipertahankan untuk menjamin
kelasungan proses produksi.
Persediaan pengaman tidak boleh dipakai
kecuali dalam keadaan darurat.
Persediaan engaman bersifat permanen
dan termasuk dalam kelompok aktiva
tidak lancar.
41.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor-faktoryang mempengaruhi
besarnya safety stock :
besarnya safety stock :
1. Kebiasaan laveransir menyerahkan bahan
baku yang dipesan
2. Jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali
pemesanan
3. Dapat diperkirakan atau tidaknya
kebutuhan bahan baku secara tepat.
4. Perbandingan antara biaya penyimpanan
(carrying cost) dan biaya ekstra karena
kehabisan bahan baku (stockout cost)
42.
Bentuk Anggaran PersediaanBahan Baku
Bentuk Anggaran Persediaan Bahan Baku
Bulan/
Kuartal
Bahan Baku A Bahan Baku B Nilai (Rp)
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah
Persediaa
n awal :
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Persediaa
n Akhir
tahun
43.
Anggaran Biaya BahanBaku Yang Habis Digunakan
Anggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis Digunakan
2 hal yang menyebabkan tidak semua bahan baku
habis digunakan dalam proses produksi :
1. Perlu adanya persediaan akhir
2. Perlu adanya safety stock/iron stock
Manfaat anggaran ini ;
1. Untuk keperluan product costing yaitu
perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan
perusahaan
2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan
baku.
44.
Bentuk Dasar Anggaran
BentukDasar Anggaran
Anggaran bahan baku yang habis digunakan,
memperinci hal-hal :
a.Jenis bahan baku yang digunakan
b.Jumlah masing-masing bahan baku yang habis
digunakan untuk produksi
c.Harga per unit masing-masing jenis bahan baku
d.Nilai masing-masing bahan baku yang habis
digunakan untuk produksi
e.Jenis barang yang dmenggunakan bahan baku
f.Waktu penggunaan bahan baku
45.
Bahan baku
& Waktu
BarangA Barang B Nilai
Keb. BB
(Unit)
Harga Jumlah Keb. BB
(Unit)
Harga Jumlah
Unit Rp
Bahan baku
X
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Bahan baku
Y
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
46.
ANGGARAN TENAGA KERJA
ANGGARANTENAGA KERJA
Rencana kebutuhan tenaga kerja langsung yang
diperlukan untuk memproduksi jenis dan
kuantitas produk yang direncanakan dalam
anggaran produksi.dan penentuan harga pokok
produk per unit.
Manfaat Anggaran Tenaga Kerja Langsung :
a. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien
b. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur
secara lebih efisien
c. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat.
d. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.
47.
Proses Penyusunan Anggaran
ProsesPenyusunan Anggaran
Tenaga Kerja :
Tenaga Kerja :
Meaning table : merupakan daftar kebutuhan
tenaga kerja yang menjelaskan :
a. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
b. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut
pada berbagai tingkat kegiatan.
c. Bagian-bagian yang membutuhkan.
Menghitung jam tenaga kerja langsung (Direct
Labor Hour) untuk masing-masing jenis barang
yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat
mereka bekerja.atau mencari berdasarkan analisis
gerak dan waktu. Waktu standar
48.
Tingkat upahrata-rata (Average Wage
Rate) : membagi jumlah rupiah yang
dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja
langsung dengan jumlah jam tenaga kerja
langsung yang diperlukan.
49.
contoh
contoh
Dalam sebuahperusahaan, tenaga kerja langsung
pada pabrik digolongkan menjadi 3 tingkatan yakni
golongan I, II dan III. Upah per jam buruh langsung
masing-masing golongan adalah :
Golongan I : Rp 150 per orang DHL
II : Rp 200 per orang DHL
III : Rp 250 per orang DHL
Jumlah masing-masing golongan adalah :
Golongan I = 50 orang
II = 20 orang
III = 5 orang
Jumlah 75 orang
50.
Tingkat upah rata-ratatenaga kerja
langsung perusahaan (per orang per DLH)
dapat dihitung sebagai berikut :
Golongan Tingat upah
per jam
(RP)
Jumlah
(orang)
Jumlah
DLH
Jumlah
(Rp)
I 150 50 100 750.000
II 200 20 400.000
III 250 5 125.000
75 100 1.275.000
DHL
per
Rp
rata
rata
upah
Tingkat 170
500
.
7
000
.
275
.
1
51.
Contoh 2
Contoh 2
PTMekar Sari mempunyai 3 bagian produksi,
yakni bagian I, II dan III. Ada dua macam barang
yang diproduksi yakni Sabun cuci super soft dan
sabun cuci biasa. Saun cuci super soft melalui
ketiga bagian, sedangkan sabun cuci biasa hanya
melalui bagian I dan III saja.
Rencana jam buruh per unit barang adalah :
Bagian
DLH per unit barang
Sabun cuci soft Sabun cuci biasa
I 0,4 0,2
II 0,2 -
III 0,4 0,2
52.
Rencana tingkat UpahRata-rata adalah :
Rencana tingkat produksi tahun 1983 sbb :
Bagian Tingkat upah per DHL
I Rp 20,-
II Rp 15,-
III Rp 10,-
Bulan/Kuartal
Produk (000)
Sabun Cuci Soft Sabun cuci biasa
Januari 70 34
Februari 80 36
Maret 80 38
Kuartal I 240 140
Kuartal II 230 127
Kuartal III 260 145
Jumlah 960 520
53.
Anggaran Biaya TenagaKerja
Anggaran Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Langsung
Bulan /
Kuartal
Sabun Cuci Soft Sabun Cuci Biasa
Prod
uksi
DHL
per
unit
Total
DHL
TK
upa
h
Jum
lah
Prod
uksi
DHL
per
unit
Total
DHL
TK
upah
Jum
lah
Januari
Bagian I 70 0,4 20 34 0,2 20
Bagian II 70 0,2 15 - - - -
Bagian III 70 0,4 10 34 0,2 10
Jumlah
54.
Anggaran Jam buruhlangsung
Anggaran Jam buruh langsung
Jenis barang yang dihasilkan oleh
perusahan
Bagian-bagian yang turut dalam proses
produksi
Jumlah DHL yang diperlukan untuk tiap
jenis barang
Waktu produksi
55.
ANGGARAN OVERHEAD
ANGGARAN OVERHEAD
Seluruh biaya produksi selain biaya bahan
baku langsung dan tenaga kerja langsung,
yang direncanakan akan dibayarkan salam
satu periode tertentu.
Penyusunan anggaran biaya overhead
ditetapkan berdasarkan jam kerja per unit
atau biaya per unit produk berdasarkan
persentase tertentu dari biaya produksi.
56.
Tarif biaya overhead
Tarifbiaya overhead
1. Jumlah jam Kerja :
a. Jumlah jam kerja langsung : besarnya biaya
overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam
kerja total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif
biaya overhead per jam kerja langsung
b. Jumlah jam kerja mesin : besarnya biaya overhead
total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja
mesin total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif
biaya overhead per jam kerja mesin
2. Volume produk yang dihasilkan : maka besarnya
biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan
volume produksi yang dianggarkan. Hasilnya adalah
tarif biaya overhead per unit produk.