ANGGARAN PARSIAL
ANGGARAN PARSIAL
Rahmi Sri Ramadhani, SE.,M.Si.
Anggaran Penjualan
Anggaran Penjualan
 Rencana kerja perusahaan di masa
mendatang pada suatu kurun waktu tertentu
di bidang penjualan produk perusahaan
(Rudianto,2009 :48)
 Rencana yang lebih rinci mengenai penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang
yang didalamnya meliputi rencana tentang
jenis (kualitas) barang yang akan dijual,
jumlah (kuantitas), harga barang, waktu
penjualan, serta tempat/daerah penjualannya
(Tendi H & Sri Rahayu , 2007;45).
Anggaran Penjualan dikelompokkan
Anggaran Penjualan dikelompokkan
berdasarkan :
berdasarkan :
 Wilayah pemasaran
 Kelompok Konsumen
 Jenis Produk
 Kelompok Wiraniaga
 Waktu terjadinya Penjualan
 dll
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Penyusunan Anggaran penjualan :
Penyusunan Anggaran penjualan :
1. Faktor Internal :
 Penjualan tahun-tahun yang lalu
 Kebijakan perusahaan yang berhubungan
dengan masalah penjualan
 Kapasaitas produksi yang dimiliki serta
kemungkinan perluasanya.
 Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah
maupun keahliannya
 Modal kerja yang dimiliki perusahaan
 Fasilitas lain yang menunjang
2. Faktor eksternal
 Keadaan Persaingan di pasar
 Posisi Perusahaan dalam persaingan
 Tingkat Pertumbuhan Penduduk
 Elastisitas permintaan terhadap harga
barang yang dihasilkan
 Kebijaksanaan pemerintah yang
berpengaruh.
Proses Penyusunan Anggaran
Proses Penyusunan Anggaran
Penjualan
Penjualan
Ramalan Penjualan
(Forecast Penjualan)
Anggaran Penjualan
Ramalan Penjualan
Ramalan Penjualan
 Prediksi volume barang yang akan dijual pada
suatu periode tertentu di waktu mendatang
(Rudiyanto , 2009;53)
 Suatu teknik proyeksi tentang tingkat permintaan
konsumen potensial pada suatu periode tertentu
dengan menggunakan berbagai asumsi tertentu
(Tendi h & Sri Rahayu, 2007:35)
 Proses kegiatan memperkirakan produk yang
akan di jual pada waktu yang akan datang dalam
keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data
yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi
(Nafarin,2004:31)
Metode Peramalan
Metode Peramalan
I. Meramal berdasarkan Pendapat (Judgment Method) yakni
Metode memproyeksikan penjualan yang berdasarkan pada
pendapat salesman, sales manager, para ahli dan survey
konsumen.
II. Statistical Method
A. Analisa Trend, yang terdiri dari :
1. Penerapan garis trend secara bebas
2. Penerapan garis trend metode setengah rata-rata
3. Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi
:
a. Metode Moment
b. Metode Kuadrat terkecil (least square)
c. Metode Kuadrat (Garis Lengkung)
B. Analisa korelasi
Metode Peramalan
Metode Peramalan
III. Specific Purpose Methode , meliputi :
A. Analisa Industri
B. Analisa Product Line
C. Analisa Pengguna Akhir
CONTOH :
CONTOH :
TAHUN PENJUALAN (UNIT)
1995 8.000
1996 8.800
1997 10.000
1998 9.200
1999 10.400
2000 10.800
2001 12.000
2002 12.400
PERUSAHAAN ROTI BOBOY
DATA PENJUALAN SELAMA 8 TAHUN TERAKHIR
Latihan :
Latihan :
Buat ramalan penjualan berdasaraka data
berikut :
 Dengan metode Kuadrat terkecil
TAHUN PENJUALAN (UNIT)
1997 1500
1998 2116
1999 2500
2000 3240
2001 4500
• Dengan Metode moment
Dengan Metode moment
TAHUN PENJUALAN (UNIT)
2005 1.300
2006 1.320
2007 1.350
2008 1.390
2009 1.400
2010 1.450
• Dengan Metode setengah rata-rata
Dengan Metode setengah rata-rata
TAHUN PENUALAN (UNIT)
1999 1.200
2000 1.250
2001 1.350
2002 1.500
2003 1.600
2004 1.750
Fase Penyusunan Anggaran
Fase Penyusunan Anggaran
Anggaran Produksi
Anggaran Produksi
 Rencana Perusahaan untuk menghasilkan produk
perusahaan dalam jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan penjulan dengan mempertimbangkan
jumlah persediaan padaawaldan akhir periode
tertentu (Rudianto, 2009:80)
 Dalam arti luas : penjabaran rencana penjualan
menjadi rencana produksi yang meliputi perencanaan
tentang volume produksi, kebutuhan persediaan,
bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi.
 Dalam arti sempit : perencanaan volume barang yang
harus diproduksi perusahaan agar sesuai dengan
volume penjualan yang telah direncanakan.
 (Tendi H & Sri R, 2007:57)
Manfaat Penyusunan Anggaran Produksi
Manfaat Penyusunan Anggaran Produksi
 Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga
barang dapat tersedia sesuai dengan yang
direncanakan
 Menjaga tingkat persediaan yang optimum
 Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga
biaya produksi menjadi minimum
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Anggaran Produksi :
Anggaran Produksi :
 Jumlah barang yang telah direncanakan untuk
dijual.
 Kapasitas mesin dan peralatan pabrik
 Tenaga Kerja
 Stabilitas Bahan Baku
 Modal kerja
 Fasilitas Gudang
 Tingkat persediaan barang jadi
Pendekatan Penyusunan Anggaran Poduksi
Pendekatan Penyusunan Anggaran Poduksi
 Metode Produksi Stabil
 Metode Persediaan Stabil
 Metode Fleksibel
Perencanaan Produksi Mencakup Masalah-
Perencanaan Produksi Mencakup Masalah-
Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan :
Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan :
• Tingkat Produksi
• Kebutuhan Fasilitas-Fasilitas Produksi
• Tingkat Persediaan Barang Jadi
Penyusunan Anggaran Produksi
Penyusunan Anggaran Produksi
Tingkat Penjualan xxx
Tingkat Persediaan akhir xxx
+
Jumlah/Tingkat Kebutuhan xxx
Tingkat Persediaan awal xxx
-
Tingkat Produksi xxx
Anggaran
Produksi
Anggaran
Penjualan
Anggaran
Persediaan
akhir
Anggaran
Persediaan awal
Rudianto, 2009:80
Gunawan & Marwan, 1996:183
Contoh…………..
Contoh…………..
Sebuah perusahaan merencanakan menjual
produknya sebanyak 14.200 unit pada tahun
2011. Jumlah persediaan barang pada awal
tahun 2011 diperkirakan sebanyak 2.000 unit
dan jumlah persediaan barang pada akhir
tahun 2011 yang diinginkan sebesar 1.500
unit. Dari total volume penjualan selama 1
tahun,direncanakan akan dijual dalam 12
bulan dengan rincian sebagai berikut :
BULAN VOLUME
Januari 1.500
Februari 1.600
Maret 1.600
April 1.400
Mei 1.200
Juni 1.000
Juli 700
Agustus 600
September 900
Oktober 1.100
November 1.200
Desember 1.400
Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011
Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011
Metode Produksi Stabil
Metode Produksi Stabil
Ikhtisar Produksi
Penjualan 1 tahun 14.200 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit -
Tingkat produksi 1 tahun 13.700 unit
Produksi per bulan = 13.700 unit = 1.141,67 = 1.100 unit
12
Kekurangannya : 13.700- (1.100x12) = 500 unit
Dialokasikan pada bulan-bulan dengan tingkat penjualan tinggi, masing-
masing : 500 unit = 100 unit
5
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Produksi tahun 2011
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan 1.500 1.700 3.200 2.000 1.200
Feb 1.600 1.300 2.900 1.700 1.200
Mar 1.600 900 2.500 1.300 1.200
Apr 1.400 700 2.100 900 1.200
Mei 1.200 600 1.800 700 1.100
Jun 1.000 700 1.700 600 1.100
Jul 700 1.100 1.800 700 1.100
Agust 600 1.600 2.200 1.100 1.100
Sept 900 1.800 2.700 1.600 1.100
Okt 1.100 1.800 2.900 1.800 1.100
Nov 1.200 1.700 2.900 1.800 1.100
Des 1.400 1.500 2.900 1.700 1.200
Total 14.200 1.500 15.700 2.000 13.700
Metode Persediaan Stabil
Metode Persediaan Stabil
Persediaan awal = Pesediaan akhir
Persediaan awal = 2.000 unit
Persediaan akhir = 1.500 unit
Selisih 500 unit
Selisih dialokasikan pada bulan Januari-Mei masing-
masing 100 unit.
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan 1.500 1.900 3.400 2.000 1.400
Feb 1.600 1.800 3.400 1.900 1.500
Mar 1.600 1.700 3.300 1.800 1.500
Apr 1.400 1.600 3.000 1.700 1.300
Mei 1.200 1.500 2.700 1.600 1.100
Jun 1.000 1.500 2.500 1.500 1.000
Jul 700 1.500 2.200 1.500 700
Agust 600 1.500 2.100 1.500 600
Sept 900 1.500 2.400 1.500 900
Okt 1.100 1.500 2.600 1.500 1.100
Nov 1.200 1.500 2.700 1.500 1.200
Des 1.400 1.500 2.900 1.500 1.400
Total 14.200 15.700 13.700
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Produksi tahun 2011
Metode Fleksibel
Metode Fleksibel
 Metode produksi di mana perusahaan
menetapkan volume produksi yang
berubah dari bulan ke bulan. Metode ini
mengakibatkan volume persediaan dan
volume produksi menjadi tidak stabil.
 Metode ini menggunakan volume produksi
dan persediaan sesuai dengan keinginan
perusahaan atau kebijakan manajemen.
Misalnya
Misalnya manajemen mengambil
manajemen mengambil
kebijakan seperti :
kebijakan seperti :
 Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi
lebih dari 15 % di atas atau di bawah rata-
rata bulanan.
 Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari
1.600 unit dan tidak boleh kurang dari
setengahnya persediaan maksimal
 Produksi bulan Juli, agustus, September
boleh dikurangi 30 % dari tingkat produksi
normal.
Bulan Renc
Penjualan
Persd
akhir
Kebutuhan Persd
awal
Renc
Produksi
Jan 1.500 1.600 3.100 2.000 1.100
Feb 1.600 1.300 2.900 1.600 1.300
Mar 1.600 1.000 2.600 1.300 1.300
Apr 1.400 900 2.300 1.000 1.300
Mei 1.200 950 2.150 900 1.250
Jun 1.000 1.200 2.200 950 1.250
Jul 700 1.305 2.005 1.200 805
Agust 600 1.510 2.110 1.305 805
Sept 900 1.415 2.315 1.510 805
Okt 1.100 1.565 2.665 1.415 1.250
Nov 1.200 1.600 2.800 1.565 1.235
Des 1.400 1.500 2.900 1.600 1.300
Total 14.200 15.700 13.700
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Produksi tahun 2011
Anggaran Bahan Baku
Anggaran Bahan Baku
Bahan Baku dalam Proses produksi
dikelompokkan dalam :
1.Bahan Baku Langsung (direct material),
Yaitu bahan yang yang membentuk suatu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan
produk jadi dan merupakan komponen
utama dari suatu produk.
2.Bahan Baku Tidak Langsung (Inderect
Material), Yaitu bahan pelengkap yang
melekat pada suatu produk
Tujuan Penyusunan
Tujuan Penyusunan
1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku
langsung.
2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan Baku
langsung yang diperlukan.
3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana
yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelian
bahan baku langsung
4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi
yakni memperkirakan komponen harga pokok
pabrik karena penggunaan bahan baku langsung
dalam proses produksi.
5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian
bahan baku langsung.
Anggaran Bahan Baku :
Anggaran Bahan Baku :
1. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
2. Anggaran Pembelian Bahan Baku
3. Anggaran Persediaan Bahan Baku
4. Anggaran Biaya bahan Baku habis
digunakan dalam produksi (pemakaian
bahan baku)
Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
 Disusun untuk merencanakan jumlah fisik bhan baku
yang diperlukan.
 Anggaran ini mencantumkan :
a. Jenis barang jadi yang akan dihasilkan
b.Jenis bahan baku yang akan digunakan
c. Bagian-bagian yang akan dilalui dalam proses
produksi
d.Standar penggunaan bahan baku (standart usage
rate/SUR) adalah bilangan yang menunjukkan berapa
satuan bahan baku yang diperlukan untuk
menghasilkan satu satuan produk jadi.
e.Waktu penggunaan bahan baku
Anggaran Pembelian Bahan Baku
Anggaran Pembelian Bahan Baku
 Rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh perusahaan
dalam periode waktu mendatang.
 Jumlah Pembelian yang paling ekonomis (Economical Order
Quantity/EOQ), yaitu jumlah pembelian yang paling optimal.
Dengan syarat/asumsi :
a. Bahan tidak mudah rusak dan pengiriman bahan tidak terlambat
b. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan per unit konstan
c. Kebutuhan bahan baku relatif stabil sepanjang tahun (periode)
d. Harga beli bahn baku per uni konstan
e. Setiap bahan baku diperlukan selalu tersedia di pasar
f. Bahan baku yang dipesan tidak terikat dengan bahan baku yang
lain
Rumus EOQ
Rumus EOQ
Keterangan :
R = Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam
suatu periode tertentu
S = Biaya Pemesanan
P = Harga per unit bahan baku
I = Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam
persentase dari persediaan rata-rata dalam satuan
mata uang (carrying cost)
(P.I) = Besarnya biaya penyimpanan per unit
I
P
S
R
EOQ
.
.
.
2

Biaya yang bersifat variabel :
Biaya yang bersifat variabel :
1. Biaya Pemesanan, yaitu biaya yang
dikeluatkan sehubungan dengan kegiatan
pemesanan bahan baku. biaya ini berubah sesuai
dengan frekuensi pemesanan.biaya ini meliputi
biaya persiapan pemesanan, biaya administrasi,
biaya pengiriman pesanan biaya penerimaan
pesanan dan biaya proses pembayaran.
2. Biaya Penyimpanan, yaitu biaya yang
dikeluarkan sehubungan dengan penyimpanan
bahan baku yang telah dibeli.biaya ini meliputi
biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan bahan
baku, biaya asuransi, biaya pajak, dan lain-lain
Waktu Pembelian Bahan Baku
Waktu Pembelian Bahan Baku
 Lead time : Jangka waktu sejak dilakukannya
pemesanan sampai saat datangnya bahan baku
yang dipesan dan siap untuk digunakan dalam
proses produksi
 Reorder point : saat harus melakukan pemesanan
kembali bahan baku langsung yang dibutuhkan
 Extra carrying cost : biaya yang terpaksa harus
dikeluarkan akibat bahan baku langsung datang
terlalu awal
 Stock out cost ; biaya yang terpaksa harus
dikeluarkan akibat keterlambatan datangnya
bahan baku langsung.
Bentuk Dasar Anggaran Pembelian
Bentuk Dasar Anggaran Pembelian
Bahan Baku :
Bahan Baku :
Kebutuhan Bahan Baku yyy
Persediaan akhir yyy +
Jumlah kebutuhan yyy
Persediaan awal yyy -
Pembelian Bahan Baku yyy
Harga per unit Rp yyy x
Nilai Rp yyyy
Anggaran Persediaan Bahan Baku
Anggaran Persediaan Bahan Baku
 Tujuan : pengawasan terhadap
penggunaan bahan baku.
 Kebijakan tentang penilaian
persediaan dikelompokkan menjadi :
1. Kebijaksanaan FIFO (Frist in Frist out)
2. Kebijaksanaan LIFO (Last in Frist Out)
Besarnya bahan baku yang tersedia untuk
Besarnya bahan baku yang tersedia untuk
kelancaran proses produksi tergantung pada
kelancaran proses produksi tergantung pada
beberapa faktor :
beberapa faktor :
1. Volume produksi selama satu periode
tertentu (anggaran produksi)
2. Volume bahan baku minimal, yang disebut
safety stock (persediaan besi/persediaan
pengaman/penyangga)
3. Besarnya pembelian yang ekonomis
4. Estimasi tentang naik turunya harga bahan
mentah pada waktu-waktu mendatang
5. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan
6. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak
Safety Stock/Iron Stock
Safety Stock/Iron Stock
 Persediaan minimal bahan baku yang
harus dipertahankan untuk menjamin
kelasungan proses produksi.
 Persediaan pengaman tidak boleh dipakai
kecuali dalam keadaan darurat.
 Persediaan engaman bersifat permanen
dan termasuk dalam kelompok aktiva
tidak lancar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya safety stock :
besarnya safety stock :
1. Kebiasaan laveransir menyerahkan bahan
baku yang dipesan
2. Jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali
pemesanan
3. Dapat diperkirakan atau tidaknya
kebutuhan bahan baku secara tepat.
4. Perbandingan antara biaya penyimpanan
(carrying cost) dan biaya ekstra karena
kehabisan bahan baku (stockout cost)
Bentuk Anggaran Persediaan Bahan Baku
Bentuk Anggaran Persediaan Bahan Baku
Bulan/
Kuartal
Bahan Baku A Bahan Baku B Nilai (Rp)
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah
Persediaa
n awal :
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Persediaa
n Akhir
tahun
Anggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis Digunakan
Anggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis Digunakan
 2 hal yang menyebabkan tidak semua bahan baku
habis digunakan dalam proses produksi :
1. Perlu adanya persediaan akhir
2. Perlu adanya safety stock/iron stock
 Manfaat anggaran ini ;
1. Untuk keperluan product costing yaitu
perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan
perusahaan
2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan
baku.
Bentuk Dasar Anggaran
Bentuk Dasar Anggaran
Anggaran bahan baku yang habis digunakan,
memperinci hal-hal :
a.Jenis bahan baku yang digunakan
b.Jumlah masing-masing bahan baku yang habis
digunakan untuk produksi
c.Harga per unit masing-masing jenis bahan baku
d.Nilai masing-masing bahan baku yang habis
digunakan untuk produksi
e.Jenis barang yang dmenggunakan bahan baku
f.Waktu penggunaan bahan baku
Bahan baku
& Waktu
Barang A Barang B Nilai
Keb. BB
(Unit)
Harga Jumlah Keb. BB
(Unit)
Harga Jumlah
Unit Rp
Bahan baku
X
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
Kuartal III
Kuartal IV
Bahan baku
Y
Januari
Februari
Maret
Kuartal II
ANGGARAN TENAGA KERJA
ANGGARAN TENAGA KERJA
 Rencana kebutuhan tenaga kerja langsung yang
diperlukan untuk memproduksi jenis dan
kuantitas produk yang direncanakan dalam
anggaran produksi.dan penentuan harga pokok
produk per unit.
 Manfaat Anggaran Tenaga Kerja Langsung :
a. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien
b. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur
secara lebih efisien
c. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat.
d. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.
Proses Penyusunan Anggaran
Proses Penyusunan Anggaran
Tenaga Kerja :
Tenaga Kerja :
 Meaning table : merupakan daftar kebutuhan
tenaga kerja yang menjelaskan :
a. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
b. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut
pada berbagai tingkat kegiatan.
c. Bagian-bagian yang membutuhkan.
 Menghitung jam tenaga kerja langsung (Direct
Labor Hour) untuk masing-masing jenis barang
yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat
mereka bekerja.atau mencari berdasarkan analisis
gerak dan waktu. Waktu standar
 Tingkat upah rata-rata (Average Wage
Rate) : membagi jumlah rupiah yang
dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja
langsung dengan jumlah jam tenaga kerja
langsung yang diperlukan.
contoh
contoh
 Dalam sebuah perusahaan, tenaga kerja langsung
pada pabrik digolongkan menjadi 3 tingkatan yakni
golongan I, II dan III. Upah per jam buruh langsung
masing-masing golongan adalah :
Golongan I : Rp 150 per orang DHL
II : Rp 200 per orang DHL
III : Rp 250 per orang DHL
Jumlah masing-masing golongan adalah :
Golongan I = 50 orang
II = 20 orang
III = 5 orang
Jumlah 75 orang
Tingkat upah rata-rata tenaga kerja
langsung perusahaan (per orang per DLH)
dapat dihitung sebagai berikut :
Golongan Tingat upah
per jam
(RP)
Jumlah
(orang)
Jumlah
DLH
Jumlah
(Rp)
I 150 50 100 750.000
II 200 20 400.000
III 250 5 125.000
75 100 1.275.000
DHL
per
Rp
rata
rata
upah
Tingkat 170
500
.
7
000
.
275
.
1



Contoh 2
Contoh 2
PT Mekar Sari mempunyai 3 bagian produksi,
yakni bagian I, II dan III. Ada dua macam barang
yang diproduksi yakni Sabun cuci super soft dan
sabun cuci biasa. Saun cuci super soft melalui
ketiga bagian, sedangkan sabun cuci biasa hanya
melalui bagian I dan III saja.
Rencana jam buruh per unit barang adalah :
Bagian
DLH per unit barang
Sabun cuci soft Sabun cuci biasa
I 0,4 0,2
II 0,2 -
III 0,4 0,2
Rencana tingkat Upah Rata-rata adalah :
Rencana tingkat produksi tahun 1983 sbb :
Bagian Tingkat upah per DHL
I Rp 20,-
II Rp 15,-
III Rp 10,-
Bulan/Kuartal
Produk (000)
Sabun Cuci Soft Sabun cuci biasa
Januari 70 34
Februari 80 36
Maret 80 38
Kuartal I 240 140
Kuartal II 230 127
Kuartal III 260 145
Jumlah 960 520
Anggaran Biaya Tenaga Kerja
Anggaran Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Langsung
Bulan /
Kuartal
Sabun Cuci Soft Sabun Cuci Biasa
Prod
uksi
DHL
per
unit
Total
DHL
TK
upa
h
Jum
lah
Prod
uksi
DHL
per
unit
Total
DHL
TK
upah
Jum
lah
Januari
Bagian I 70 0,4 20 34 0,2 20
Bagian II 70 0,2 15 - - - -
Bagian III 70 0,4 10 34 0,2 10
Jumlah
Anggaran Jam buruh langsung
Anggaran Jam buruh langsung
 Jenis barang yang dihasilkan oleh
perusahan
 Bagian-bagian yang turut dalam proses
produksi
 Jumlah DHL yang diperlukan untuk tiap
jenis barang
 Waktu produksi
ANGGARAN OVERHEAD
ANGGARAN OVERHEAD
 Seluruh biaya produksi selain biaya bahan
baku langsung dan tenaga kerja langsung,
yang direncanakan akan dibayarkan salam
satu periode tertentu.
 Penyusunan anggaran biaya overhead
ditetapkan berdasarkan jam kerja per unit
atau biaya per unit produk berdasarkan
persentase tertentu dari biaya produksi.
Tarif biaya overhead
Tarif biaya overhead
1. Jumlah jam Kerja :
a. Jumlah jam kerja langsung : besarnya biaya
overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam
kerja total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif
biaya overhead per jam kerja langsung
b. Jumlah jam kerja mesin : besarnya biaya overhead
total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja
mesin total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif
biaya overhead per jam kerja mesin
2. Volume produk yang dihasilkan : maka besarnya
biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan
volume produksi yang dianggarkan. Hasilnya adalah
tarif biaya overhead per unit produk.

anggaranpenjualan-140312172926-phpapp01.ppt

  • 1.
  • 2.
    Anggaran Penjualan Anggaran Penjualan Rencana kerja perusahaan di masa mendatang pada suatu kurun waktu tertentu di bidang penjualan produk perusahaan (Rudianto,2009 :48)  Rencana yang lebih rinci mengenai penjualan perusahaan selama periode yang akan datang yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan, serta tempat/daerah penjualannya (Tendi H & Sri Rahayu , 2007;45).
  • 3.
    Anggaran Penjualan dikelompokkan AnggaranPenjualan dikelompokkan berdasarkan : berdasarkan :  Wilayah pemasaran  Kelompok Konsumen  Jenis Produk  Kelompok Wiraniaga  Waktu terjadinya Penjualan  dll
  • 4.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi Faktor-faktoryang mempengaruhi Penyusunan Anggaran penjualan : Penyusunan Anggaran penjualan : 1. Faktor Internal :  Penjualan tahun-tahun yang lalu  Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan  Kapasaitas produksi yang dimiliki serta kemungkinan perluasanya.  Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya  Modal kerja yang dimiliki perusahaan  Fasilitas lain yang menunjang
  • 5.
    2. Faktor eksternal Keadaan Persaingan di pasar  Posisi Perusahaan dalam persaingan  Tingkat Pertumbuhan Penduduk  Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan  Kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh.
  • 6.
    Proses Penyusunan Anggaran ProsesPenyusunan Anggaran Penjualan Penjualan Ramalan Penjualan (Forecast Penjualan) Anggaran Penjualan
  • 7.
    Ramalan Penjualan Ramalan Penjualan Prediksi volume barang yang akan dijual pada suatu periode tertentu di waktu mendatang (Rudiyanto , 2009;53)  Suatu teknik proyeksi tentang tingkat permintaan konsumen potensial pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai asumsi tertentu (Tendi h & Sri Rahayu, 2007:35)  Proses kegiatan memperkirakan produk yang akan di jual pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi (Nafarin,2004:31)
  • 8.
    Metode Peramalan Metode Peramalan I.Meramal berdasarkan Pendapat (Judgment Method) yakni Metode memproyeksikan penjualan yang berdasarkan pada pendapat salesman, sales manager, para ahli dan survey konsumen. II. Statistical Method A. Analisa Trend, yang terdiri dari : 1. Penerapan garis trend secara bebas 2. Penerapan garis trend metode setengah rata-rata 3. Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi : a. Metode Moment b. Metode Kuadrat terkecil (least square) c. Metode Kuadrat (Garis Lengkung) B. Analisa korelasi
  • 9.
    Metode Peramalan Metode Peramalan III.Specific Purpose Methode , meliputi : A. Analisa Industri B. Analisa Product Line C. Analisa Pengguna Akhir
  • 10.
    CONTOH : CONTOH : TAHUNPENJUALAN (UNIT) 1995 8.000 1996 8.800 1997 10.000 1998 9.200 1999 10.400 2000 10.800 2001 12.000 2002 12.400 PERUSAHAAN ROTI BOBOY DATA PENJUALAN SELAMA 8 TAHUN TERAKHIR
  • 11.
    Latihan : Latihan : Buatramalan penjualan berdasaraka data berikut :  Dengan metode Kuadrat terkecil TAHUN PENJUALAN (UNIT) 1997 1500 1998 2116 1999 2500 2000 3240 2001 4500
  • 12.
    • Dengan Metodemoment Dengan Metode moment TAHUN PENJUALAN (UNIT) 2005 1.300 2006 1.320 2007 1.350 2008 1.390 2009 1.400 2010 1.450
  • 13.
    • Dengan Metodesetengah rata-rata Dengan Metode setengah rata-rata TAHUN PENUALAN (UNIT) 1999 1.200 2000 1.250 2001 1.350 2002 1.500 2003 1.600 2004 1.750
  • 14.
    Fase Penyusunan Anggaran FasePenyusunan Anggaran
  • 15.
    Anggaran Produksi Anggaran Produksi Rencana Perusahaan untuk menghasilkan produk perusahaan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan penjulan dengan mempertimbangkan jumlah persediaan padaawaldan akhir periode tertentu (Rudianto, 2009:80)  Dalam arti luas : penjabaran rencana penjualan menjadi rencana produksi yang meliputi perencanaan tentang volume produksi, kebutuhan persediaan, bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi.  Dalam arti sempit : perencanaan volume barang yang harus diproduksi perusahaan agar sesuai dengan volume penjualan yang telah direncanakan.  (Tendi H & Sri R, 2007:57)
  • 16.
    Manfaat Penyusunan AnggaranProduksi Manfaat Penyusunan Anggaran Produksi  Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga barang dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan  Menjaga tingkat persediaan yang optimum  Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi menjadi minimum
  • 17.
    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Faktor-FaktorYang Mempengaruhi Anggaran Produksi : Anggaran Produksi :  Jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual.  Kapasitas mesin dan peralatan pabrik  Tenaga Kerja  Stabilitas Bahan Baku  Modal kerja  Fasilitas Gudang  Tingkat persediaan barang jadi
  • 18.
    Pendekatan Penyusunan AnggaranPoduksi Pendekatan Penyusunan Anggaran Poduksi  Metode Produksi Stabil  Metode Persediaan Stabil  Metode Fleksibel Perencanaan Produksi Mencakup Masalah- Perencanaan Produksi Mencakup Masalah- Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan : Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan : • Tingkat Produksi • Kebutuhan Fasilitas-Fasilitas Produksi • Tingkat Persediaan Barang Jadi
  • 19.
    Penyusunan Anggaran Produksi PenyusunanAnggaran Produksi Tingkat Penjualan xxx Tingkat Persediaan akhir xxx + Jumlah/Tingkat Kebutuhan xxx Tingkat Persediaan awal xxx - Tingkat Produksi xxx Anggaran Produksi Anggaran Penjualan Anggaran Persediaan akhir Anggaran Persediaan awal Rudianto, 2009:80 Gunawan & Marwan, 1996:183
  • 20.
    Contoh………….. Contoh………….. Sebuah perusahaan merencanakanmenjual produknya sebanyak 14.200 unit pada tahun 2011. Jumlah persediaan barang pada awal tahun 2011 diperkirakan sebanyak 2.000 unit dan jumlah persediaan barang pada akhir tahun 2011 yang diinginkan sebesar 1.500 unit. Dari total volume penjualan selama 1 tahun,direncanakan akan dijual dalam 12 bulan dengan rincian sebagai berikut :
  • 21.
    BULAN VOLUME Januari 1.500 Februari1.600 Maret 1.600 April 1.400 Mei 1.200 Juni 1.000 Juli 700 Agustus 600 September 900 Oktober 1.100 November 1.200 Desember 1.400 Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011 Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011
  • 22.
    Metode Produksi Stabil MetodeProduksi Stabil Ikhtisar Produksi Penjualan 1 tahun 14.200 unit Persediaan akhir tahun 1.500 unit + Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit Persediaan awal tahun 2.000 unit - Tingkat produksi 1 tahun 13.700 unit Produksi per bulan = 13.700 unit = 1.141,67 = 1.100 unit 12 Kekurangannya : 13.700- (1.100x12) = 500 unit Dialokasikan pada bulan-bulan dengan tingkat penjualan tinggi, masing- masing : 500 unit = 100 unit 5
  • 23.
    Anggaran Produksi tahun2011 Anggaran Produksi tahun 2011 Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan 1.500 1.700 3.200 2.000 1.200 Feb 1.600 1.300 2.900 1.700 1.200 Mar 1.600 900 2.500 1.300 1.200 Apr 1.400 700 2.100 900 1.200 Mei 1.200 600 1.800 700 1.100 Jun 1.000 700 1.700 600 1.100 Jul 700 1.100 1.800 700 1.100 Agust 600 1.600 2.200 1.100 1.100 Sept 900 1.800 2.700 1.600 1.100 Okt 1.100 1.800 2.900 1.800 1.100 Nov 1.200 1.700 2.900 1.800 1.100 Des 1.400 1.500 2.900 1.700 1.200 Total 14.200 1.500 15.700 2.000 13.700
  • 24.
    Metode Persediaan Stabil MetodePersediaan Stabil Persediaan awal = Pesediaan akhir Persediaan awal = 2.000 unit Persediaan akhir = 1.500 unit Selisih 500 unit Selisih dialokasikan pada bulan Januari-Mei masing- masing 100 unit.
  • 25.
    Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan1.500 1.900 3.400 2.000 1.400 Feb 1.600 1.800 3.400 1.900 1.500 Mar 1.600 1.700 3.300 1.800 1.500 Apr 1.400 1.600 3.000 1.700 1.300 Mei 1.200 1.500 2.700 1.600 1.100 Jun 1.000 1.500 2.500 1.500 1.000 Jul 700 1.500 2.200 1.500 700 Agust 600 1.500 2.100 1.500 600 Sept 900 1.500 2.400 1.500 900 Okt 1.100 1.500 2.600 1.500 1.100 Nov 1.200 1.500 2.700 1.500 1.200 Des 1.400 1.500 2.900 1.500 1.400 Total 14.200 15.700 13.700 Anggaran Produksi tahun 2011 Anggaran Produksi tahun 2011
  • 26.
    Metode Fleksibel Metode Fleksibel Metode produksi di mana perusahaan menetapkan volume produksi yang berubah dari bulan ke bulan. Metode ini mengakibatkan volume persediaan dan volume produksi menjadi tidak stabil.  Metode ini menggunakan volume produksi dan persediaan sesuai dengan keinginan perusahaan atau kebijakan manajemen.
  • 27.
    Misalnya Misalnya manajemen mengambil manajemenmengambil kebijakan seperti : kebijakan seperti :  Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi lebih dari 15 % di atas atau di bawah rata- rata bulanan.  Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari 1.600 unit dan tidak boleh kurang dari setengahnya persediaan maksimal  Produksi bulan Juli, agustus, September boleh dikurangi 30 % dari tingkat produksi normal.
  • 28.
    Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan1.500 1.600 3.100 2.000 1.100 Feb 1.600 1.300 2.900 1.600 1.300 Mar 1.600 1.000 2.600 1.300 1.300 Apr 1.400 900 2.300 1.000 1.300 Mei 1.200 950 2.150 900 1.250 Jun 1.000 1.200 2.200 950 1.250 Jul 700 1.305 2.005 1.200 805 Agust 600 1.510 2.110 1.305 805 Sept 900 1.415 2.315 1.510 805 Okt 1.100 1.565 2.665 1.415 1.250 Nov 1.200 1.600 2.800 1.565 1.235 Des 1.400 1.500 2.900 1.600 1.300 Total 14.200 15.700 13.700 Anggaran Produksi tahun 2011 Anggaran Produksi tahun 2011
  • 29.
    Anggaran Bahan Baku AnggaranBahan Baku Bahan Baku dalam Proses produksi dikelompokkan dalam : 1.Bahan Baku Langsung (direct material), Yaitu bahan yang yang membentuk suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan produk jadi dan merupakan komponen utama dari suatu produk. 2.Bahan Baku Tidak Langsung (Inderect Material), Yaitu bahan pelengkap yang melekat pada suatu produk
  • 30.
    Tujuan Penyusunan Tujuan Penyusunan 1.Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung. 2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan Baku langsung yang diperlukan. 3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung 4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi. 5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku langsung.
  • 31.
    Anggaran Bahan Baku: Anggaran Bahan Baku : 1. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku 2. Anggaran Pembelian Bahan Baku 3. Anggaran Persediaan Bahan Baku 4. Anggaran Biaya bahan Baku habis digunakan dalam produksi (pemakaian bahan baku)
  • 32.
    Anggaran Kebutuhan BahanBaku Anggaran Kebutuhan Bahan Baku  Disusun untuk merencanakan jumlah fisik bhan baku yang diperlukan.  Anggaran ini mencantumkan : a. Jenis barang jadi yang akan dihasilkan b.Jenis bahan baku yang akan digunakan c. Bagian-bagian yang akan dilalui dalam proses produksi d.Standar penggunaan bahan baku (standart usage rate/SUR) adalah bilangan yang menunjukkan berapa satuan bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan produk jadi. e.Waktu penggunaan bahan baku
  • 33.
    Anggaran Pembelian BahanBaku Anggaran Pembelian Bahan Baku  Rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu mendatang.  Jumlah Pembelian yang paling ekonomis (Economical Order Quantity/EOQ), yaitu jumlah pembelian yang paling optimal. Dengan syarat/asumsi : a. Bahan tidak mudah rusak dan pengiriman bahan tidak terlambat b. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan per unit konstan c. Kebutuhan bahan baku relatif stabil sepanjang tahun (periode) d. Harga beli bahn baku per uni konstan e. Setiap bahan baku diperlukan selalu tersedia di pasar f. Bahan baku yang dipesan tidak terikat dengan bahan baku yang lain
  • 34.
    Rumus EOQ Rumus EOQ Keterangan: R = Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam suatu periode tertentu S = Biaya Pemesanan P = Harga per unit bahan baku I = Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam persentase dari persediaan rata-rata dalam satuan mata uang (carrying cost) (P.I) = Besarnya biaya penyimpanan per unit I P S R EOQ . . . 2 
  • 35.
    Biaya yang bersifatvariabel : Biaya yang bersifat variabel : 1. Biaya Pemesanan, yaitu biaya yang dikeluatkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan baku. biaya ini berubah sesuai dengan frekuensi pemesanan.biaya ini meliputi biaya persiapan pemesanan, biaya administrasi, biaya pengiriman pesanan biaya penerimaan pesanan dan biaya proses pembayaran. 2. Biaya Penyimpanan, yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penyimpanan bahan baku yang telah dibeli.biaya ini meliputi biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan bahan baku, biaya asuransi, biaya pajak, dan lain-lain
  • 36.
    Waktu Pembelian BahanBaku Waktu Pembelian Bahan Baku  Lead time : Jangka waktu sejak dilakukannya pemesanan sampai saat datangnya bahan baku yang dipesan dan siap untuk digunakan dalam proses produksi  Reorder point : saat harus melakukan pemesanan kembali bahan baku langsung yang dibutuhkan  Extra carrying cost : biaya yang terpaksa harus dikeluarkan akibat bahan baku langsung datang terlalu awal  Stock out cost ; biaya yang terpaksa harus dikeluarkan akibat keterlambatan datangnya bahan baku langsung.
  • 37.
    Bentuk Dasar AnggaranPembelian Bentuk Dasar Anggaran Pembelian Bahan Baku : Bahan Baku : Kebutuhan Bahan Baku yyy Persediaan akhir yyy + Jumlah kebutuhan yyy Persediaan awal yyy - Pembelian Bahan Baku yyy Harga per unit Rp yyy x Nilai Rp yyyy
  • 38.
    Anggaran Persediaan BahanBaku Anggaran Persediaan Bahan Baku  Tujuan : pengawasan terhadap penggunaan bahan baku.  Kebijakan tentang penilaian persediaan dikelompokkan menjadi : 1. Kebijaksanaan FIFO (Frist in Frist out) 2. Kebijaksanaan LIFO (Last in Frist Out)
  • 39.
    Besarnya bahan bakuyang tersedia untuk Besarnya bahan baku yang tersedia untuk kelancaran proses produksi tergantung pada kelancaran proses produksi tergantung pada beberapa faktor : beberapa faktor : 1. Volume produksi selama satu periode tertentu (anggaran produksi) 2. Volume bahan baku minimal, yang disebut safety stock (persediaan besi/persediaan pengaman/penyangga) 3. Besarnya pembelian yang ekonomis 4. Estimasi tentang naik turunya harga bahan mentah pada waktu-waktu mendatang 5. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan 6. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak
  • 40.
    Safety Stock/Iron Stock SafetyStock/Iron Stock  Persediaan minimal bahan baku yang harus dipertahankan untuk menjamin kelasungan proses produksi.  Persediaan pengaman tidak boleh dipakai kecuali dalam keadaan darurat.  Persediaan engaman bersifat permanen dan termasuk dalam kelompok aktiva tidak lancar.
  • 41.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi Faktor-faktoryang mempengaruhi besarnya safety stock : besarnya safety stock : 1. Kebiasaan laveransir menyerahkan bahan baku yang dipesan 2. Jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali pemesanan 3. Dapat diperkirakan atau tidaknya kebutuhan bahan baku secara tepat. 4. Perbandingan antara biaya penyimpanan (carrying cost) dan biaya ekstra karena kehabisan bahan baku (stockout cost)
  • 42.
    Bentuk Anggaran PersediaanBahan Baku Bentuk Anggaran Persediaan Bahan Baku Bulan/ Kuartal Bahan Baku A Bahan Baku B Nilai (Rp) Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah Persediaa n awal : Januari Februari Maret Kuartal II Kuartal III Kuartal IV Persediaa n Akhir tahun
  • 43.
    Anggaran Biaya BahanBaku Yang Habis Digunakan Anggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis Digunakan  2 hal yang menyebabkan tidak semua bahan baku habis digunakan dalam proses produksi : 1. Perlu adanya persediaan akhir 2. Perlu adanya safety stock/iron stock  Manfaat anggaran ini ; 1. Untuk keperluan product costing yaitu perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan perusahaan 2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan baku.
  • 44.
    Bentuk Dasar Anggaran BentukDasar Anggaran Anggaran bahan baku yang habis digunakan, memperinci hal-hal : a.Jenis bahan baku yang digunakan b.Jumlah masing-masing bahan baku yang habis digunakan untuk produksi c.Harga per unit masing-masing jenis bahan baku d.Nilai masing-masing bahan baku yang habis digunakan untuk produksi e.Jenis barang yang dmenggunakan bahan baku f.Waktu penggunaan bahan baku
  • 45.
    Bahan baku & Waktu BarangA Barang B Nilai Keb. BB (Unit) Harga Jumlah Keb. BB (Unit) Harga Jumlah Unit Rp Bahan baku X Januari Februari Maret Kuartal II Kuartal III Kuartal IV Bahan baku Y Januari Februari Maret Kuartal II
  • 46.
    ANGGARAN TENAGA KERJA ANGGARANTENAGA KERJA  Rencana kebutuhan tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk memproduksi jenis dan kuantitas produk yang direncanakan dalam anggaran produksi.dan penentuan harga pokok produk per unit.  Manfaat Anggaran Tenaga Kerja Langsung : a. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien b. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien c. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat. d. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.
  • 47.
    Proses Penyusunan Anggaran ProsesPenyusunan Anggaran Tenaga Kerja : Tenaga Kerja :  Meaning table : merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan : a. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan b. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat kegiatan. c. Bagian-bagian yang membutuhkan.  Menghitung jam tenaga kerja langsung (Direct Labor Hour) untuk masing-masing jenis barang yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat mereka bekerja.atau mencari berdasarkan analisis gerak dan waktu. Waktu standar
  • 48.
     Tingkat upahrata-rata (Average Wage Rate) : membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja langsung yang diperlukan.
  • 49.
    contoh contoh  Dalam sebuahperusahaan, tenaga kerja langsung pada pabrik digolongkan menjadi 3 tingkatan yakni golongan I, II dan III. Upah per jam buruh langsung masing-masing golongan adalah : Golongan I : Rp 150 per orang DHL II : Rp 200 per orang DHL III : Rp 250 per orang DHL Jumlah masing-masing golongan adalah : Golongan I = 50 orang II = 20 orang III = 5 orang Jumlah 75 orang
  • 50.
    Tingkat upah rata-ratatenaga kerja langsung perusahaan (per orang per DLH) dapat dihitung sebagai berikut : Golongan Tingat upah per jam (RP) Jumlah (orang) Jumlah DLH Jumlah (Rp) I 150 50 100 750.000 II 200 20 400.000 III 250 5 125.000 75 100 1.275.000 DHL per Rp rata rata upah Tingkat 170 500 . 7 000 . 275 . 1   
  • 51.
    Contoh 2 Contoh 2 PTMekar Sari mempunyai 3 bagian produksi, yakni bagian I, II dan III. Ada dua macam barang yang diproduksi yakni Sabun cuci super soft dan sabun cuci biasa. Saun cuci super soft melalui ketiga bagian, sedangkan sabun cuci biasa hanya melalui bagian I dan III saja. Rencana jam buruh per unit barang adalah : Bagian DLH per unit barang Sabun cuci soft Sabun cuci biasa I 0,4 0,2 II 0,2 - III 0,4 0,2
  • 52.
    Rencana tingkat UpahRata-rata adalah : Rencana tingkat produksi tahun 1983 sbb : Bagian Tingkat upah per DHL I Rp 20,- II Rp 15,- III Rp 10,- Bulan/Kuartal Produk (000) Sabun Cuci Soft Sabun cuci biasa Januari 70 34 Februari 80 36 Maret 80 38 Kuartal I 240 140 Kuartal II 230 127 Kuartal III 260 145 Jumlah 960 520
  • 53.
    Anggaran Biaya TenagaKerja Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Langsung Bulan / Kuartal Sabun Cuci Soft Sabun Cuci Biasa Prod uksi DHL per unit Total DHL TK upa h Jum lah Prod uksi DHL per unit Total DHL TK upah Jum lah Januari Bagian I 70 0,4 20 34 0,2 20 Bagian II 70 0,2 15 - - - - Bagian III 70 0,4 10 34 0,2 10 Jumlah
  • 54.
    Anggaran Jam buruhlangsung Anggaran Jam buruh langsung  Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahan  Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi  Jumlah DHL yang diperlukan untuk tiap jenis barang  Waktu produksi
  • 55.
    ANGGARAN OVERHEAD ANGGARAN OVERHEAD Seluruh biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, yang direncanakan akan dibayarkan salam satu periode tertentu.  Penyusunan anggaran biaya overhead ditetapkan berdasarkan jam kerja per unit atau biaya per unit produk berdasarkan persentase tertentu dari biaya produksi.
  • 56.
    Tarif biaya overhead Tarifbiaya overhead 1. Jumlah jam Kerja : a. Jumlah jam kerja langsung : besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per jam kerja langsung b. Jumlah jam kerja mesin : besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja mesin total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per jam kerja mesin 2. Volume produk yang dihasilkan : maka besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan volume produksi yang dianggarkan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per unit produk.