Demam Rematik Akut dan
Penyakit Jantung Rematikk
Yogi P. Rachmawan
Department of Cardiology and Vascular Medicine
Faculty of Medicine – Universitas Swadaya Gunung Jati
Demam rheumatic akut (DRA)
• Penyakit inflamasi multisistem akut  diperantarai sel immun
• Terjadi beberapa minggu setelah episode infeksi faringitis
Streptococcus grup A
• Insiden DRA di negara berkembang mencapai 50/100.000 anak
• Predisposisi : sosial ekonomi yang rendah, penanganan kesehatan
yang tidak adekuat, hygine yang kurang, kerentanan genetik
• Lancefield (1940) mengklasifikasikan streptococcus
berdasarkan dinding sel polisakarida: 1
A, B, C, F, dan G
• Protein M:
– Struktur antigenik utama
– Memiliki 4 blok asam amino
– Homolog struktural dgn protein manusia (cardiac
myosin, laminin, dan vimentin)
1. Lancefield RC. J Exp Med. 1940;71(4):521-37.
2. Tylewska S, Hryniewicz W. Zentralbl Bakteriol Mikrobiol Hyg A. 1987;265(1-2):146-50.
3
Streptococcus Grup A –(GABHS)
• Proses imun DRA/PJR  molecular mimicry
• Damian (1964):
– antigen yg identik/mirip dari mikroba (virus, bakteri, & patogen lainnya) &
dpt menimbulkan respon imun thd self antigen
Guilherme L, Köhler KF, Pommerantzeff P, Spina G, Kalil J. J Clin Exp Cardiolog. 2013;S3:1-4 4
Molecular Mimicry
Jones Criteria – Acute Rheumatic Fever
• Major
 Polyarthritis migran
 Carditis
 Erythema marginatum
 Subcutaneous nodule
 Syndenham Chorea
• Minor
 Fever
 Arthralgia
 Previous rheumatic fever
 Raised ESR or CRP
 Leucocytosis
 AV Block gr 1
• Evidence recent streptococcal infection
 Throat swab culture or rapid antigen test
Elevated/increasing anti-streptococcal antibody titer in serum (ASO/ASTO positive)
2 major, or
1 mayor and 2
minor
+
Evidence recent
streptococcal
infection
Berdasarkan AHA – 2015 :
kriteria jones (revisi)
DRA: 2 mayor, atau
1 mayor dan 2 minor
Bukti post infeksi streptococcus
grup A :
 Positif kultur tenggorok
 Rapid test antigen
streptococcus, antibodi (ASO,
atau Antideoxyribonuclease
B yg meningkat)
Manifestasi Klinis
• Carditis (terjadi pada 50 % pasien)
o Demam, takikardia,
o Murmur baru  Mitral Regurgitasi/Aorta Regurgitasi,
o Pericarditis (pericardial effusion, friction rub, nyeri dada), kardiomegali, tanda-
tanda gagal jantung
Patologi: aschoff bodies
Manifestasi klinis
• Artritis (poliartritis, monoartritis)
o Pada 70 % pasien.
o Sendi bengkak, panas, kemerahan, nyeri hebat dengan
keterbatasan gerak .
o Artritis akan berespon sangat baik dalam 48 jam setelah
pemberian asam salisilat
• Eritema marginatum
o Eritema nonpruritik atau annular,
o Paling banyak di badan atau bagian proximal dari
ekstremitas,
o kemerahan akan menghilang bila terkena cuaca dingin dan
timbul kembali saat terkena air hangat atau cuaca hangat
• Nodul subkutan (siku, ruas jari, lutut, sendi)
o Pada 2-10 % pasien, benjolan yg keras, tidak
nyeri, dapat digerakan,
o Diameter 0,2-2 cm, dan biasanya simetris.
• Sydenham’s chorea
o Kelainan neuropsikiatrik, dengan tanda
neurologi (gerakan choreic dan hipotonia),
dan tanda psikiatrik (emosi labil,
hiperaktivitas, cemas, obsesi, dan kompulsi).
o Gerakan tidak disadari dan tanpa tujuan.
Manifestasi klinis
Tatalaksana Arthritis dan Carditis
• Anti nyeri dan anti inflamasi
 Aspirin 100 mg/KgBB/hari dibagi menjadi 4 – 6 dosis selama 2 minggu,
kemudian diturunkan menjadi 60 mg/KgBB/hari
 Prednison 2 mg/KgBB/hari dibagi menjadi 4 dosis, kemudian tappering down
sebelum menghentikan prednison
Tatalaksana Sydenham’s chorea
• Kurangi stres fisik dan emosional, dan gunakan pelindung bila
diperlukan
 Untuk kasus berat
o Fenobarbital (15-30 mg tiap 6-8 jam)
o Haloperidol (dimulai 0,5 mg dan ditingkatkan tiap 8 jam menjadi 2 mg tiap 8 jam)
o Asam valproat
o Chlorpromazine
o Diazepam
Tatalaksana Umum
• Bed rest (tirah baring)
Terapi invasive
Baloon Mitral Valvuloplasty (BMV)
 Mitral stenosis
Terapi invasive
Mitral valve replacement (MVR)
Aortic valve replacement (AVR)
Double valve replacement (DVR)
Rheumatic heart disease – Mitral stenosis
Terima kasih…

Acute Rheumatic Fever for Basic Explanation

  • 1.
    Demam Rematik Akutdan Penyakit Jantung Rematikk Yogi P. Rachmawan Department of Cardiology and Vascular Medicine Faculty of Medicine – Universitas Swadaya Gunung Jati
  • 2.
    Demam rheumatic akut(DRA) • Penyakit inflamasi multisistem akut  diperantarai sel immun • Terjadi beberapa minggu setelah episode infeksi faringitis Streptococcus grup A • Insiden DRA di negara berkembang mencapai 50/100.000 anak • Predisposisi : sosial ekonomi yang rendah, penanganan kesehatan yang tidak adekuat, hygine yang kurang, kerentanan genetik
  • 3.
    • Lancefield (1940)mengklasifikasikan streptococcus berdasarkan dinding sel polisakarida: 1 A, B, C, F, dan G • Protein M: – Struktur antigenik utama – Memiliki 4 blok asam amino – Homolog struktural dgn protein manusia (cardiac myosin, laminin, dan vimentin) 1. Lancefield RC. J Exp Med. 1940;71(4):521-37. 2. Tylewska S, Hryniewicz W. Zentralbl Bakteriol Mikrobiol Hyg A. 1987;265(1-2):146-50. 3 Streptococcus Grup A –(GABHS)
  • 4.
    • Proses imunDRA/PJR  molecular mimicry • Damian (1964): – antigen yg identik/mirip dari mikroba (virus, bakteri, & patogen lainnya) & dpt menimbulkan respon imun thd self antigen Guilherme L, Köhler KF, Pommerantzeff P, Spina G, Kalil J. J Clin Exp Cardiolog. 2013;S3:1-4 4 Molecular Mimicry
  • 7.
    Jones Criteria –Acute Rheumatic Fever • Major  Polyarthritis migran  Carditis  Erythema marginatum  Subcutaneous nodule  Syndenham Chorea • Minor  Fever  Arthralgia  Previous rheumatic fever  Raised ESR or CRP  Leucocytosis  AV Block gr 1 • Evidence recent streptococcal infection  Throat swab culture or rapid antigen test Elevated/increasing anti-streptococcal antibody titer in serum (ASO/ASTO positive) 2 major, or 1 mayor and 2 minor + Evidence recent streptococcal infection
  • 8.
    Berdasarkan AHA –2015 : kriteria jones (revisi) DRA: 2 mayor, atau 1 mayor dan 2 minor Bukti post infeksi streptococcus grup A :  Positif kultur tenggorok  Rapid test antigen streptococcus, antibodi (ASO, atau Antideoxyribonuclease B yg meningkat)
  • 11.
    Manifestasi Klinis • Carditis(terjadi pada 50 % pasien) o Demam, takikardia, o Murmur baru  Mitral Regurgitasi/Aorta Regurgitasi, o Pericarditis (pericardial effusion, friction rub, nyeri dada), kardiomegali, tanda- tanda gagal jantung Patologi: aschoff bodies
  • 12.
    Manifestasi klinis • Artritis(poliartritis, monoartritis) o Pada 70 % pasien. o Sendi bengkak, panas, kemerahan, nyeri hebat dengan keterbatasan gerak . o Artritis akan berespon sangat baik dalam 48 jam setelah pemberian asam salisilat • Eritema marginatum o Eritema nonpruritik atau annular, o Paling banyak di badan atau bagian proximal dari ekstremitas, o kemerahan akan menghilang bila terkena cuaca dingin dan timbul kembali saat terkena air hangat atau cuaca hangat
  • 13.
    • Nodul subkutan(siku, ruas jari, lutut, sendi) o Pada 2-10 % pasien, benjolan yg keras, tidak nyeri, dapat digerakan, o Diameter 0,2-2 cm, dan biasanya simetris. • Sydenham’s chorea o Kelainan neuropsikiatrik, dengan tanda neurologi (gerakan choreic dan hipotonia), dan tanda psikiatrik (emosi labil, hiperaktivitas, cemas, obsesi, dan kompulsi). o Gerakan tidak disadari dan tanpa tujuan. Manifestasi klinis
  • 15.
    Tatalaksana Arthritis danCarditis • Anti nyeri dan anti inflamasi  Aspirin 100 mg/KgBB/hari dibagi menjadi 4 – 6 dosis selama 2 minggu, kemudian diturunkan menjadi 60 mg/KgBB/hari  Prednison 2 mg/KgBB/hari dibagi menjadi 4 dosis, kemudian tappering down sebelum menghentikan prednison
  • 16.
    Tatalaksana Sydenham’s chorea •Kurangi stres fisik dan emosional, dan gunakan pelindung bila diperlukan  Untuk kasus berat o Fenobarbital (15-30 mg tiap 6-8 jam) o Haloperidol (dimulai 0,5 mg dan ditingkatkan tiap 8 jam menjadi 2 mg tiap 8 jam) o Asam valproat o Chlorpromazine o Diazepam
  • 18.
    Tatalaksana Umum • Bedrest (tirah baring)
  • 19.
    Terapi invasive Baloon MitralValvuloplasty (BMV)  Mitral stenosis
  • 20.
    Terapi invasive Mitral valvereplacement (MVR) Aortic valve replacement (AVR) Double valve replacement (DVR)
  • 21.
    Rheumatic heart disease– Mitral stenosis
  • 24.