Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xv 
Keadaan Geografi 
Kota Kediri mempunyai ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut serta terletak pada 111o05’ hingga 112o03’ Bujur Timur dan 7o45’ hingga 7o55’ Lintang Selatan, terbelah oleh Sungai Brantas yang mengalir dari selatan ke utara menjadi dua wilayah, yaitu wilayah barat sungai dan timur sungai. 
Luas Wilayah Kota Kediri yang mencapai 63,40 km2 terbagi menjadi tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Wilayah barat sungai secara keseluruhan termasuk dalam wilayah Kecamatan Mojoroto dengan luas wilayah 24,6 km2, dan timur sungai sebagian termasuk dalam wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren masing-masing dengan luas wilayah 14,9 km2 dan 23,9 km2 (Tabel 1.1). 
Seluruh wilayah Kota Kediri berbatasan dengan wilayah Kecamatan-Kecamatan yang termasuk wilayah Pemerintah Kabupaten Kediri baik batas utara, timur, selatan maupun barat, dengan kondisi wilayah yang relatif datar, meskipun di bagian barat dibatasi oleh Gunung Klotok dengan ketinggian 672 meter dan Gunung Maskumambang setinggi 300 meter. 
Sebanyak 7 (tujuh) sungai mengalir di Kota Kediri, yaitu Sungai Kresek sepanjang 9,00 km, Sungai Parang 7,50 km, Sungai Kedak 8,00 km, Sungai Brantas 7,00 km, dan Sungai Ngampel 4,50 km, sungai Tawang 21,20 km dan sungai Bruno 30,25 km. Dari ketujuh sungai tersebut yang terbesar dan terkenal sampai saat ini adalah Sungai Brantas, dan menjadi legenda bagi masyarakat Kediri dan Propinsi Jawa Timur (Tabel 1.2). 
Iklim 
Tahun 2013 jumlah hari hujan di Kota Kediri menjadi 114 hari, meningkat 35 hari dibanding tahun sebelumnya sebesar 79 hari. Disamping itu curah hujan juga mengalami peningkatan dari 2.149 mm pada tahun 2012 menjadi 2.782 mm. 
Pada tahun 2013 jumlah Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 510 mm dan bulan Februari sebesar 349 mm. Hujan tidak terjadi pada bulan Agustus s.d. September 2013, dan pada tahun sebelumnya hujan tidak terjadi pada bulan Juli s.d. September 2012 (Tabel 2.1). 
Sama halnya seperti pada buku publikasi Kota Kediri Dalam Angka Tahun 2012, pada publikasi kali ini juga disajikan data hujan dari dua instansi yaitu Dinas Pertanian Kota Kediri dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Puncu-Selodono Kediri- Dinas PU Pengairan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan data dan pada akhirnya akan meningkatkan validitas dan akurasi data hujan Kota Kediri.
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xvi 
Pemerintahan 
Pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur segala kegiatan masyarakat dalam suatu daerah/wilayah/negara yang meliputi segala aspek kehidupan berdasarkan norma- norma tertentu. 
Kota Kediri terbagi menjadi 3 kecamatan dan 46 kelurahan. Dilihat dari komposisi jumlah kelurahan dan RW, Kecamatan Kota memiliki jumlah kelurahan terbanyak, yaitu 17 kelurahan. Banyaknya jumlah kecamatan yang dimiliki tidak secara otomatis menjadi daerah dengan RW terbanyak pula. Kecamatan yang memiliki jumlah RW terbanyak adalah Kecamatan Pesantren dengan jumlah 126 RW, dan jumlah RT terbanyak juga terdapat di Kecamatan Pesantren dengan jumlah 492 RT (Tabel 3.1.2). Sedangkan Kecamatan yang mempunyai luas wilayah paling besar adalah Kecamatan Mojoroto sebesar 24,6 Km2 (Tabel 1.1). 
Berdasarkan hasil pemilu tahun 2009 jumlah anggota DPRD sebanyak 30 orang mempunyai komposisi yang lebih variatif. Anggota DPRD dari PDIP masih mendominasi yaitu sebanyak 5 orang, selanjutnya dari PAN dan PKB masing-masing 4 orang, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKNU masing-masing 3 orang, partai Hanura sebanyak 2 orang, sedangkan PKPB, Partai Gerindra, PKS, PDS, PBB dan PPNU masing-masing 1 orang. Anggota DPRD laki-laki masih mendominasi dalam keanggotaan DPRD Kota Kediri, yakni sebanyak 23 orang, sedangkan 7 orang adalah perempuan, yaitu dari partai Hanura 1 orang, PKS 1 orang, PBB 1 orang, PDI Perjuangan 2 orang dan Partai Demokrat 2 orang. 
Jumlah produk hukum yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Kediri selama tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012, yaitu Surat Keputusan sebanyak 419 buah, Peraturan Daerah sebanyak 15 buah dan 1 buah Instruksi Walikota diterbitkan pada tahun 2013. Sedangkan jumlah Surat Keputusan yang terbit pada tahun 2012 sebanyak 355 buah, Instruksi Walikota sebanyak 3 buah dan 13 Peraturan Daerah (Tabel 3.4.1). 
Penduduk – Tenaga Kerja 
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Kediri, jumlah Penduduk Kota Kediri pada tahun 2013 mencapai 267.310 jiwa, mengalami peningkatan sebanyak 7.013 jiwa atau 2,69% dibanding jumlah penduduk tahun 2012 sebanyak 260.297 jiwa (Tabel 4.1.1). 
Pada tahun 2013 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dimana selisih jumlah penduduk
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xvii 
laki-laki dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan berturut-turut sebanyak 1.511 jiwa pada tahun 2013, 4.534 jiwa pada tahun 2012 dan 1.818 jiwa pada tahun 2011. Hal ini dapat diketahui pula dari angka Sex Ratio, yaitu ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dikali 100. Angka Sex Ratio penduduk Kota Kediri pada tahun 2011 dan 2012 mencapai 101,21% dan 101,4%. Sedangkan untuk tahun 2012 sex ratio menjadi 101,14%. Hal ini menunjukkan bahwa selisih jumlah penduduk laki-laki dikurangi dengan jumlah penduduk perempuan makin bertambah dari tahun 2011 hingga tahun 2013 (Tabel 4.1.3). 
Angka Pertambahan Alami, yang merupakan selisih antara jumlah yang lahir dengan yang meninggal/mati, di Kota Kediri mengalami pasang dan surut pada periode tahun 2011-2013. Pada tahun 2011 Angka Pertambahan Alami mencapai 1.711 jiwa dan meningkat signifikan 4.211 jiwa pada tahun 2012 dan bertambah lagi 531 jiwa pada tahun 2013. Adapun jumlah kelahiran tercatat sebanyak 2.095 jiwa pada tahun 2013, menurun signifikan sebesar 51,71% atau 2.243 jiwa dibandingkan dengan tahun 2012. Sedangkan jumlah kematian penduduk mengalami peningkatan signifikan sebanyak 1.437 jiwa yaitu dari 127 jiwa (2012) menjadi 1.564 jiwa pada tahun 2013. 
Jumlah penduduk yang mutasi datang/masuk ke dalam Kota Kediri lebih sedikit dibandingkan yang keluar/pindah meninggalkan Kota Kediri. Hal ini dapat diketahui dari Angka Migrasi Netto, yaitu selisih penduduk yang datang dikurangi yang pindah, dimana pada tahun 2011 angka migrasi netto sebesar 233 jiwa dan tahun 2012 sebesar -1.369 jiwa. Angka migrasi netto tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu mencapai 6.666 jiwa. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah mutasi penduduk datang yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk pindah. Tercatat pada tahun 2012 jumlah penduduk mutasi datang sebanyak 905 jiwa meningkat menjadi 18.892 jiwa pada tahun 2013, begitu pula jumlah penduduk mutasi pindah meningkat signifikan menjadi 12.226 pada tahun 2013 dari 2.274 jiwa pada tahun 2012 (Tabel 4.1.2). 
Tingkat Kepadatan penduduk Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai 4.216 jiwa per Km2 sedangkan tahun 2012 sebesar 4.105 jiwa/Km2 dan tahun 2011 mencapai 4.773 jiwa/Km2. Apabila dirinci menurut kecamatan, maka kecamatan Kota mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi dibandingkan dengan dua kecamatan lainnya. Pada tahun 2013 kepadatan jumlah penduduk kecamatan Kota mencapai 5.756 jiwa per Km2, sedangkan kecamatan Mojoroto sebanyak 4.167 jiwa per Km2 dan kecamatan Pesantren sebanyak 3.307 jiwa per Km2 (Tabel 4.1.5). 
Jumlah pencari kerja pada tahun 2013 yang tercatat pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibanding dengan tahun 2012, yaitu sebanyak 2.503 pencari kerja dibanding 1.225
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xviii 
orang pencari kerja pada tahun 2012, dengan persentase pencari kerja perempuan sebesar 58,89 persen dan 41,11 persen adalah pencari kerja laki-laki. 
Jumlah permintaan/lowongan tenaga kerja yang tercatat pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan, yaitu dari 642 orang menjadi 696 orang (8,41%), begitu pula dengan penempatan tenaga kerja atau yang diterima bekerja pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 23,41 persen jika dibandingkan dengan tahun 2012. Dari 393 orang pada tahun 2012 menjadi 485 orang pada tahun 2013. Bila dilihat persentase penempatan terhadap lowongan yang ada dalam kurun waktu tahun 2011-2013 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2011 presentase penempatan tenaga kerja terhadap jumlah lowongan yang ada sebesar 26,4%, menjadi 61,2% pada tahun 2012 dan mencapai 69,68%, (Tabel 4.2.2). 
Jumlah pencari kerja pada tahun 2013 bila dirinci menurut jenjang pendidikan yang ditamatkan menunjukkan kondisi yang berbeda dibanding tahun sebelumnya, dimana jumlah pencari kerja terbanyak pada tahun 2012 adalah tamat SMA yaitu 704 orang, namun pada tahun 2013 jumlah pencari kerja terbanyak merupakan tamatan Perguruan Tinggi mencapai 1.391 orang, sedangkan yang paling rendah adalah tamat SD sebanyak 3 orang (yang tidak tamat SD nihil). Sedangkan penempatan kerja pada tahun 2013, lulusan Sekolah Menengah Atas paling banyak diterima kerja yaitu sebanyak 237 orang atau sebesar 48,87% dan diikuti oleh lulusan Perguruan Tinggi yang diterima kerja sebanyak 228 orang atau sebesar 47,01% (Tabel 4.2.3). 
Jumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang dikirim ke luar negeri dan terdaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 87 orang dari 108 orang yang dikirim ke luar negeri pada tahun 2012, dengan mayoritas TKI perempuan yang dikirim ke luar negeri lebih banyak dibanding dengan TKI laki-laki (97,70% pada tahun 2013 dan 92,59% pada tahun 2012 TKI perempuan).(Tabel 4.2.7). 
Besaran Upah Minimum Kota (UMK) Kota Kediri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan besarnya inflasi, yaitu sebesar 975.000 rupiah pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 7,62% dibanding tahun 2010, pada tahun 2012 meningkat menjadi 1.036.500 rupiah, sedangkan tahun 2013 meningkat lagi menjadi 1.128.400 rupiah atau meningkat sebesar 8,87 persen jika dibanding dengan tahun 2012 (Tabel 4.2.12). 
Sosial 
Pada tahun ajaran 2013/2014 jumlah lembaga sekolah pada semua jenjang pendidikan pada umumnya tidak mengalami perubahan, yaitu Sekolah Dasar (SD) sebanyak 139 lemaga, Sekolah Menengah Umum (SMU) sebanyak 20 lembaga dan Sekolah
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xix 
Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 26 lembaga. Namun untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) meningkat 5 lembaga menjadi 33 lembaga dibanding tahun 2012. 
Peningkatan jumlah murid terjadi pada murid SMP, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan jumlah kelas, yaitu pada tahun 2012 sebanyak 396 kelas meningkat menjadi 423 kelas pada tahun 2013. Sedangkan jumlah murid SD pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 30.286 siswa dari 30.350 siswa (2012). Begitu pula dengan murid SMU dan SMK pada tahun ajaran 2013/2014 juga mengalami penurunan, yaitu dari 11.067 siswa SMU pada tahun 2012 menjadi 10.907 siswa pada tahun 2013, dan 16.631 siswa SMK pada tahun 2013 dari 21.111 siswa pada tahun 2012 (Tabel 5.1.3 – 5.1.6) 
Jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah (MA) pada tahun ajaran 2013/2014 berturut-turut yaitu 16 unit, 8 unit dan 5 unit, dengan jumlah murid sebanyak 2.456 murid MI, 4.039 murid MTs dan 3.214 murid MA. Sedangkan jumlah rasio murid- guru pada jenjang MI yaitu 1 guru : 10 murid, pada jenjang MTs 1 guru melayani 13 siswa, dan pada jenjang MA 12 murud untuk 1 guru (Tabel 5.2.1 – 5.2.3). 
Jumlah Pondok Pesantren di Kota Kediri pada tahun 2013 sebanyak 39 pondok pesantren, terbanyak berada di Kecamatan Mojoroto yaitu 24 pondok pesantren. Di Kecamatan Mojoroto juga terdapat Pondok Pesantren yang cukup terkenal seantero Indonesia yaitu Pondok Pesantren Lirboyo. Jumlah Pondok Pesantren di Kecamatan Kota sebanyak 9 buah, bertambah 1 buah dibanding tahun 2012, dan 6 buah di Kecamatan Pesantren. Jumlah santrinya secara keseluruhan sebanyak 13.565 santri atau mengalami peningkatan sebesar 1,50% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan guru/pengasuh pesantren sebanyak 1.011 guru (Tabel 5.6). 
Jumlah permintaan darah yang tercatat di PMI Kota Kediri pada tahun 2013 sebanyak 16.981 kantong, sedangkan jumlah darah yang dapat dipenuhi sebanyak 16.807 kantong atau sebanyak 174 kantong yang lebih/belum ada permintaan, sedangkan pada tahun 2012 jumlah permintaan darah dapat terpenuhi semua yaitu sebanyak 15.114 kantong dari 15.214 kantong darah yang tersedia (Tabel 5.13.1). 
Tingkat kriminalitas yang dilaporkan ke Kepolisian Resort Kota Kediri selama kurun waktu 2011-2013 terus mengalami peningakatan, pada tahun 2011 sebesar 433 meningkat menjadi 452 kasus pada tahun 2012 dan mencapai 466 kasus pada tahun 2013. Sedangkan tingkat penyelesaian kasus yang dilaporkan berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Pada tahun 2011 tercatat sebesar 49,42% atau 214 dari 433 kasus yag dilaporkan dapat terselesaikan, kemudian pada tahun 2012 sebanyak 227 kasus atau 51,83% dari 438 kasus yang dilaporkan berhasil diselesaikan, dan pada tahun 2013 sebanyak 228 kasus telah diselesaikan dari 466 tindak kriminal yang dilaporkan (Tabel V.27.1). 
Seperti halnya tingkat kriminalitas jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di area hukum Polresta juga fluktuatif. Kejadian pelanggaran pada tahun 2011 sebanyak 16.623
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xx 
kasus berhasil menurun menjadi 8.823 pelanggaran pada tahun 2012, namun pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 7,41 % menjadi 9.477 kasus (Tabel 5.17.4). 
Pertanian 
Luas panen komoditi padi sawah pada tahun 2013 yang tercatat di Dinas Pertanian Kota Kediri mengalami peningakatan dibanding tahun 2012 yaitu dari 1.620 Ha menjadi 2.081 Ha dengan produksi meningkat 28,25% atau sebanyak 131.216 kwt dari jumlah produksi padi sawah sebanyak 102.310,5 kwt pada tahun 2012. 
Produktivitas lahan padi sawah yang merupakan perbandingan antara hasil panen/produksi dengan luas panen terus mengalami penurunan selama kurun waktu 2011-2013. Pada tahun 2011 produktivitas padi sawah mencapai 64,6 kwt per ha, menurun menjadi 63,15 kwt per ha dan pada tahun 2013 kembali mengalami penurunan sebesar 2,40% atau menjadi 63,05 kwt per ha (Tabel 6.1.3). 
Hasil panen/produksi beberapa komoditi palawija (jagung, ubi kayu, dan kacang kedelai) pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 kecuali ubi jalar dan kacang tanah yang produksinya mengalami penurunan, yaitu sebanyak 340 kwt ubi jalar dari 400 kwt yang berhasil diproduksi pada tahun 2012 dan ubi jalar menurun 47,53% produksinya menjadi 388,3 kwt pada tahun 2013 (Tabel 6.1.3). 
Populasi Sapi tahun 2013 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 6.251 ekor sapi pada tahun 2012 menurun 43,85% menjadi 3.510 ekor. Namun demikian populasi Sapi Perah tidak mengalami perubahan, yakni sebanyak 200 ekor sebagaimana tahun 2012. Begitu pula dengan populasi Kuda dan Kerbau relatif tetap pada tahun 2013, yaitu sebanyak 12 ekor kuda dan 100 ekor Kerbau (Tabel 6.4.2). 
Industri 
Jumlah pelanggan listrik terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tangga/keluarga yang ada di Kota Kediri, dimana jumlah pelanggan per Desember tahun 2013 sebanyak 75.426 pelanggan atau meningkat sebesar 5,54% jika dibandingkan dengan pelanggan per Desember tahun 2012 sebanyak 71.470 pelanggan. Peningkatan jumlah pelanggan juga diikuti oleh peningkatan KWh yang terjual selama satu tahun yaitu sebesar 4,69% dari 289.143.481 KWh pada tahun 2012 menjadi 302.716.545 KWh pada tahun 2013 (Tabel 7.2.1). 
Produksi air minum PDAM Kota Kediri pada tahun 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 2,50% dari 3.974.046 m3 pada tahun 2012 menjadi 4.073.507 m3 pada tahun 2013, begitu pula dengan jumlah pelanggan pada tahun 2013 mengalami
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xxi 
peningkatan sebesar 1,59% dari 13.466 pelanggan (2012) menjadi 13.680 pelanggan (2013) (Tabel 7.3. 2). 
Perdagangan 
Sejak tahun 2013 pengelolaan pasar dilaksanakan oleh PD Pasar Kota Kediri. Adapun jumlah pasar yang dikelola tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 9 pasar dengan luas keseluruhan pasar 118.492 m2 dan terdapat 4.337 pedagang yang menjalankan usaha. Besarnya pemasukan dari retribusi pasar dan parkir pada tahun 2013 mencapai 3,265 milyar rupiah atau meningkat 6,47% dibandingkan dengan tahun 2012 (Tabel 8.1.1 – 8.1.2). 
Perhubungan 
Panjang jalan Kota Kediri yang tercatat di Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri pada tahun 2013 adalah 331.345 km, bertambah 178 km yang sebelumnya masih jalan tanah sudah menjadi jalan aspal dengan kondisi baik 236,920 km, sedang 62,595 km, rusak 29,245 km dan rusak berat 2,585 km (Tabel 9.1). 
Volume penumpang kereta api yang berangkat dan datang di stasiun Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2012. Jumlah penumpang datang pada tahun 2013 sebanyak 534.104 orang, sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 525.510 orang orang atau meningkat sebanyak 8.594 orang atau sebesar 1,64 persen demikian pula dengan penumpang yang berangkat, pada tahun 2012 mencapai 536.213 orang, meningkat menjadi 557.173 orang pada tahun 2013 atau sebesar 3,91% (Tabel 9.4.1). 
Di lingkup dalam negeri, baik surat yang diterima maupun dikirim pada tahun 2013 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu surat diterima meningkat 84.744 surat (29,99%) menjadi sebanyak 367.345 surat dari surat dalam negeri yang diterima tahun 2012 sebanyak 282.601 surat. Demikian pula untuk surat yang dikirim meningkat sebanyak 241.265 surat atau 26,11% dibanding dengan surat dalam negeri tahun 2012 sebanyak 924.102 surat. Sedangkan di lingkup luar negeri, surat yang diterima dan dikirim melalui kantor Pos Kota Kediri pada tahun 2013 juga mengalami peningkatan, yaitu surat diterima menjadi 9.321 surat dari 7.238 surat diterima pada tahun 2012 dan surat dikirim menjadi 4.292 surat dari 3.869 surat dikirim pada tahun 2012 (Tabel 9.5.1). 
Keuangan - Harga
Statistik Hasil Pembangunan Kota Kediri Tahun 2013 
Ulasan Singkat ∞ Hal.xxii 
Sebanyak 665 kantor Bank beroperasi di wilayah Kediri pada tahun 2013, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri yang terdiri dari 1 buah Cabang Bank Sentral, 270 kantor Bank milik Pemerintah, selebihnya ada 305 kantor Bank milik Swasta, dan 37 unit BPR (Bank Perkreditan Rakyat) (Tabel 10.3.1). 
Inflasi tertinggi di Kota Kediri terjadi pada bulan Juli 2013 mencapai 3,26 persen, tertinggi kedua di bulan Agustus 2013 sebesar 1,06 persen. Tingginya inflasi tersebut dipicu oleh inflasi kelompok transpor dan komunikasi, yang didominasi oleh inflasi transpor mencapai 14,53 persen (Tabel 10.7). 
PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 
Berdasarkan hasil penghitungan angka sementara, nilai PDRB Kota Kediri pada tahun 2013 atas dasar harga berlaku sebesar 84.796.523,42 juta rupiah (dengan Migas dan tanpa Migas), sedangkan PDRB Kota kediri atas dasar harga konstan (tahun dasar 2000) mencapai 27.133.724,30 juta rupiah (dengan dan tanpa Migas), sebagaimana tertera pada tabel 11.1 dan 11.2. 
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri tahun 2013 sebesar 77,59% atau mengalami peningkatan laju sebesar 0,39% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 77,20%.

6. ulasan singkat

  • 1.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xv Keadaan Geografi Kota Kediri mempunyai ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut serta terletak pada 111o05’ hingga 112o03’ Bujur Timur dan 7o45’ hingga 7o55’ Lintang Selatan, terbelah oleh Sungai Brantas yang mengalir dari selatan ke utara menjadi dua wilayah, yaitu wilayah barat sungai dan timur sungai. Luas Wilayah Kota Kediri yang mencapai 63,40 km2 terbagi menjadi tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Wilayah barat sungai secara keseluruhan termasuk dalam wilayah Kecamatan Mojoroto dengan luas wilayah 24,6 km2, dan timur sungai sebagian termasuk dalam wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren masing-masing dengan luas wilayah 14,9 km2 dan 23,9 km2 (Tabel 1.1). Seluruh wilayah Kota Kediri berbatasan dengan wilayah Kecamatan-Kecamatan yang termasuk wilayah Pemerintah Kabupaten Kediri baik batas utara, timur, selatan maupun barat, dengan kondisi wilayah yang relatif datar, meskipun di bagian barat dibatasi oleh Gunung Klotok dengan ketinggian 672 meter dan Gunung Maskumambang setinggi 300 meter. Sebanyak 7 (tujuh) sungai mengalir di Kota Kediri, yaitu Sungai Kresek sepanjang 9,00 km, Sungai Parang 7,50 km, Sungai Kedak 8,00 km, Sungai Brantas 7,00 km, dan Sungai Ngampel 4,50 km, sungai Tawang 21,20 km dan sungai Bruno 30,25 km. Dari ketujuh sungai tersebut yang terbesar dan terkenal sampai saat ini adalah Sungai Brantas, dan menjadi legenda bagi masyarakat Kediri dan Propinsi Jawa Timur (Tabel 1.2). Iklim Tahun 2013 jumlah hari hujan di Kota Kediri menjadi 114 hari, meningkat 35 hari dibanding tahun sebelumnya sebesar 79 hari. Disamping itu curah hujan juga mengalami peningkatan dari 2.149 mm pada tahun 2012 menjadi 2.782 mm. Pada tahun 2013 jumlah Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 510 mm dan bulan Februari sebesar 349 mm. Hujan tidak terjadi pada bulan Agustus s.d. September 2013, dan pada tahun sebelumnya hujan tidak terjadi pada bulan Juli s.d. September 2012 (Tabel 2.1). Sama halnya seperti pada buku publikasi Kota Kediri Dalam Angka Tahun 2012, pada publikasi kali ini juga disajikan data hujan dari dua instansi yaitu Dinas Pertanian Kota Kediri dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Puncu-Selodono Kediri- Dinas PU Pengairan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan data dan pada akhirnya akan meningkatkan validitas dan akurasi data hujan Kota Kediri.
  • 2.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xvi Pemerintahan Pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur segala kegiatan masyarakat dalam suatu daerah/wilayah/negara yang meliputi segala aspek kehidupan berdasarkan norma- norma tertentu. Kota Kediri terbagi menjadi 3 kecamatan dan 46 kelurahan. Dilihat dari komposisi jumlah kelurahan dan RW, Kecamatan Kota memiliki jumlah kelurahan terbanyak, yaitu 17 kelurahan. Banyaknya jumlah kecamatan yang dimiliki tidak secara otomatis menjadi daerah dengan RW terbanyak pula. Kecamatan yang memiliki jumlah RW terbanyak adalah Kecamatan Pesantren dengan jumlah 126 RW, dan jumlah RT terbanyak juga terdapat di Kecamatan Pesantren dengan jumlah 492 RT (Tabel 3.1.2). Sedangkan Kecamatan yang mempunyai luas wilayah paling besar adalah Kecamatan Mojoroto sebesar 24,6 Km2 (Tabel 1.1). Berdasarkan hasil pemilu tahun 2009 jumlah anggota DPRD sebanyak 30 orang mempunyai komposisi yang lebih variatif. Anggota DPRD dari PDIP masih mendominasi yaitu sebanyak 5 orang, selanjutnya dari PAN dan PKB masing-masing 4 orang, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKNU masing-masing 3 orang, partai Hanura sebanyak 2 orang, sedangkan PKPB, Partai Gerindra, PKS, PDS, PBB dan PPNU masing-masing 1 orang. Anggota DPRD laki-laki masih mendominasi dalam keanggotaan DPRD Kota Kediri, yakni sebanyak 23 orang, sedangkan 7 orang adalah perempuan, yaitu dari partai Hanura 1 orang, PKS 1 orang, PBB 1 orang, PDI Perjuangan 2 orang dan Partai Demokrat 2 orang. Jumlah produk hukum yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Kediri selama tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012, yaitu Surat Keputusan sebanyak 419 buah, Peraturan Daerah sebanyak 15 buah dan 1 buah Instruksi Walikota diterbitkan pada tahun 2013. Sedangkan jumlah Surat Keputusan yang terbit pada tahun 2012 sebanyak 355 buah, Instruksi Walikota sebanyak 3 buah dan 13 Peraturan Daerah (Tabel 3.4.1). Penduduk – Tenaga Kerja Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Kediri, jumlah Penduduk Kota Kediri pada tahun 2013 mencapai 267.310 jiwa, mengalami peningkatan sebanyak 7.013 jiwa atau 2,69% dibanding jumlah penduduk tahun 2012 sebanyak 260.297 jiwa (Tabel 4.1.1). Pada tahun 2013 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dimana selisih jumlah penduduk
  • 3.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xvii laki-laki dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan berturut-turut sebanyak 1.511 jiwa pada tahun 2013, 4.534 jiwa pada tahun 2012 dan 1.818 jiwa pada tahun 2011. Hal ini dapat diketahui pula dari angka Sex Ratio, yaitu ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dikali 100. Angka Sex Ratio penduduk Kota Kediri pada tahun 2011 dan 2012 mencapai 101,21% dan 101,4%. Sedangkan untuk tahun 2012 sex ratio menjadi 101,14%. Hal ini menunjukkan bahwa selisih jumlah penduduk laki-laki dikurangi dengan jumlah penduduk perempuan makin bertambah dari tahun 2011 hingga tahun 2013 (Tabel 4.1.3). Angka Pertambahan Alami, yang merupakan selisih antara jumlah yang lahir dengan yang meninggal/mati, di Kota Kediri mengalami pasang dan surut pada periode tahun 2011-2013. Pada tahun 2011 Angka Pertambahan Alami mencapai 1.711 jiwa dan meningkat signifikan 4.211 jiwa pada tahun 2012 dan bertambah lagi 531 jiwa pada tahun 2013. Adapun jumlah kelahiran tercatat sebanyak 2.095 jiwa pada tahun 2013, menurun signifikan sebesar 51,71% atau 2.243 jiwa dibandingkan dengan tahun 2012. Sedangkan jumlah kematian penduduk mengalami peningkatan signifikan sebanyak 1.437 jiwa yaitu dari 127 jiwa (2012) menjadi 1.564 jiwa pada tahun 2013. Jumlah penduduk yang mutasi datang/masuk ke dalam Kota Kediri lebih sedikit dibandingkan yang keluar/pindah meninggalkan Kota Kediri. Hal ini dapat diketahui dari Angka Migrasi Netto, yaitu selisih penduduk yang datang dikurangi yang pindah, dimana pada tahun 2011 angka migrasi netto sebesar 233 jiwa dan tahun 2012 sebesar -1.369 jiwa. Angka migrasi netto tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu mencapai 6.666 jiwa. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah mutasi penduduk datang yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk pindah. Tercatat pada tahun 2012 jumlah penduduk mutasi datang sebanyak 905 jiwa meningkat menjadi 18.892 jiwa pada tahun 2013, begitu pula jumlah penduduk mutasi pindah meningkat signifikan menjadi 12.226 pada tahun 2013 dari 2.274 jiwa pada tahun 2012 (Tabel 4.1.2). Tingkat Kepadatan penduduk Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai 4.216 jiwa per Km2 sedangkan tahun 2012 sebesar 4.105 jiwa/Km2 dan tahun 2011 mencapai 4.773 jiwa/Km2. Apabila dirinci menurut kecamatan, maka kecamatan Kota mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi dibandingkan dengan dua kecamatan lainnya. Pada tahun 2013 kepadatan jumlah penduduk kecamatan Kota mencapai 5.756 jiwa per Km2, sedangkan kecamatan Mojoroto sebanyak 4.167 jiwa per Km2 dan kecamatan Pesantren sebanyak 3.307 jiwa per Km2 (Tabel 4.1.5). Jumlah pencari kerja pada tahun 2013 yang tercatat pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibanding dengan tahun 2012, yaitu sebanyak 2.503 pencari kerja dibanding 1.225
  • 4.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xviii orang pencari kerja pada tahun 2012, dengan persentase pencari kerja perempuan sebesar 58,89 persen dan 41,11 persen adalah pencari kerja laki-laki. Jumlah permintaan/lowongan tenaga kerja yang tercatat pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan, yaitu dari 642 orang menjadi 696 orang (8,41%), begitu pula dengan penempatan tenaga kerja atau yang diterima bekerja pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 23,41 persen jika dibandingkan dengan tahun 2012. Dari 393 orang pada tahun 2012 menjadi 485 orang pada tahun 2013. Bila dilihat persentase penempatan terhadap lowongan yang ada dalam kurun waktu tahun 2011-2013 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2011 presentase penempatan tenaga kerja terhadap jumlah lowongan yang ada sebesar 26,4%, menjadi 61,2% pada tahun 2012 dan mencapai 69,68%, (Tabel 4.2.2). Jumlah pencari kerja pada tahun 2013 bila dirinci menurut jenjang pendidikan yang ditamatkan menunjukkan kondisi yang berbeda dibanding tahun sebelumnya, dimana jumlah pencari kerja terbanyak pada tahun 2012 adalah tamat SMA yaitu 704 orang, namun pada tahun 2013 jumlah pencari kerja terbanyak merupakan tamatan Perguruan Tinggi mencapai 1.391 orang, sedangkan yang paling rendah adalah tamat SD sebanyak 3 orang (yang tidak tamat SD nihil). Sedangkan penempatan kerja pada tahun 2013, lulusan Sekolah Menengah Atas paling banyak diterima kerja yaitu sebanyak 237 orang atau sebesar 48,87% dan diikuti oleh lulusan Perguruan Tinggi yang diterima kerja sebanyak 228 orang atau sebesar 47,01% (Tabel 4.2.3). Jumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang dikirim ke luar negeri dan terdaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 87 orang dari 108 orang yang dikirim ke luar negeri pada tahun 2012, dengan mayoritas TKI perempuan yang dikirim ke luar negeri lebih banyak dibanding dengan TKI laki-laki (97,70% pada tahun 2013 dan 92,59% pada tahun 2012 TKI perempuan).(Tabel 4.2.7). Besaran Upah Minimum Kota (UMK) Kota Kediri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan besarnya inflasi, yaitu sebesar 975.000 rupiah pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 7,62% dibanding tahun 2010, pada tahun 2012 meningkat menjadi 1.036.500 rupiah, sedangkan tahun 2013 meningkat lagi menjadi 1.128.400 rupiah atau meningkat sebesar 8,87 persen jika dibanding dengan tahun 2012 (Tabel 4.2.12). Sosial Pada tahun ajaran 2013/2014 jumlah lembaga sekolah pada semua jenjang pendidikan pada umumnya tidak mengalami perubahan, yaitu Sekolah Dasar (SD) sebanyak 139 lemaga, Sekolah Menengah Umum (SMU) sebanyak 20 lembaga dan Sekolah
  • 5.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xix Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 26 lembaga. Namun untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) meningkat 5 lembaga menjadi 33 lembaga dibanding tahun 2012. Peningkatan jumlah murid terjadi pada murid SMP, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan jumlah kelas, yaitu pada tahun 2012 sebanyak 396 kelas meningkat menjadi 423 kelas pada tahun 2013. Sedangkan jumlah murid SD pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 30.286 siswa dari 30.350 siswa (2012). Begitu pula dengan murid SMU dan SMK pada tahun ajaran 2013/2014 juga mengalami penurunan, yaitu dari 11.067 siswa SMU pada tahun 2012 menjadi 10.907 siswa pada tahun 2013, dan 16.631 siswa SMK pada tahun 2013 dari 21.111 siswa pada tahun 2012 (Tabel 5.1.3 – 5.1.6) Jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah (MA) pada tahun ajaran 2013/2014 berturut-turut yaitu 16 unit, 8 unit dan 5 unit, dengan jumlah murid sebanyak 2.456 murid MI, 4.039 murid MTs dan 3.214 murid MA. Sedangkan jumlah rasio murid- guru pada jenjang MI yaitu 1 guru : 10 murid, pada jenjang MTs 1 guru melayani 13 siswa, dan pada jenjang MA 12 murud untuk 1 guru (Tabel 5.2.1 – 5.2.3). Jumlah Pondok Pesantren di Kota Kediri pada tahun 2013 sebanyak 39 pondok pesantren, terbanyak berada di Kecamatan Mojoroto yaitu 24 pondok pesantren. Di Kecamatan Mojoroto juga terdapat Pondok Pesantren yang cukup terkenal seantero Indonesia yaitu Pondok Pesantren Lirboyo. Jumlah Pondok Pesantren di Kecamatan Kota sebanyak 9 buah, bertambah 1 buah dibanding tahun 2012, dan 6 buah di Kecamatan Pesantren. Jumlah santrinya secara keseluruhan sebanyak 13.565 santri atau mengalami peningkatan sebesar 1,50% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan guru/pengasuh pesantren sebanyak 1.011 guru (Tabel 5.6). Jumlah permintaan darah yang tercatat di PMI Kota Kediri pada tahun 2013 sebanyak 16.981 kantong, sedangkan jumlah darah yang dapat dipenuhi sebanyak 16.807 kantong atau sebanyak 174 kantong yang lebih/belum ada permintaan, sedangkan pada tahun 2012 jumlah permintaan darah dapat terpenuhi semua yaitu sebanyak 15.114 kantong dari 15.214 kantong darah yang tersedia (Tabel 5.13.1). Tingkat kriminalitas yang dilaporkan ke Kepolisian Resort Kota Kediri selama kurun waktu 2011-2013 terus mengalami peningakatan, pada tahun 2011 sebesar 433 meningkat menjadi 452 kasus pada tahun 2012 dan mencapai 466 kasus pada tahun 2013. Sedangkan tingkat penyelesaian kasus yang dilaporkan berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Pada tahun 2011 tercatat sebesar 49,42% atau 214 dari 433 kasus yag dilaporkan dapat terselesaikan, kemudian pada tahun 2012 sebanyak 227 kasus atau 51,83% dari 438 kasus yang dilaporkan berhasil diselesaikan, dan pada tahun 2013 sebanyak 228 kasus telah diselesaikan dari 466 tindak kriminal yang dilaporkan (Tabel V.27.1). Seperti halnya tingkat kriminalitas jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di area hukum Polresta juga fluktuatif. Kejadian pelanggaran pada tahun 2011 sebanyak 16.623
  • 6.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xx kasus berhasil menurun menjadi 8.823 pelanggaran pada tahun 2012, namun pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 7,41 % menjadi 9.477 kasus (Tabel 5.17.4). Pertanian Luas panen komoditi padi sawah pada tahun 2013 yang tercatat di Dinas Pertanian Kota Kediri mengalami peningakatan dibanding tahun 2012 yaitu dari 1.620 Ha menjadi 2.081 Ha dengan produksi meningkat 28,25% atau sebanyak 131.216 kwt dari jumlah produksi padi sawah sebanyak 102.310,5 kwt pada tahun 2012. Produktivitas lahan padi sawah yang merupakan perbandingan antara hasil panen/produksi dengan luas panen terus mengalami penurunan selama kurun waktu 2011-2013. Pada tahun 2011 produktivitas padi sawah mencapai 64,6 kwt per ha, menurun menjadi 63,15 kwt per ha dan pada tahun 2013 kembali mengalami penurunan sebesar 2,40% atau menjadi 63,05 kwt per ha (Tabel 6.1.3). Hasil panen/produksi beberapa komoditi palawija (jagung, ubi kayu, dan kacang kedelai) pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 kecuali ubi jalar dan kacang tanah yang produksinya mengalami penurunan, yaitu sebanyak 340 kwt ubi jalar dari 400 kwt yang berhasil diproduksi pada tahun 2012 dan ubi jalar menurun 47,53% produksinya menjadi 388,3 kwt pada tahun 2013 (Tabel 6.1.3). Populasi Sapi tahun 2013 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 6.251 ekor sapi pada tahun 2012 menurun 43,85% menjadi 3.510 ekor. Namun demikian populasi Sapi Perah tidak mengalami perubahan, yakni sebanyak 200 ekor sebagaimana tahun 2012. Begitu pula dengan populasi Kuda dan Kerbau relatif tetap pada tahun 2013, yaitu sebanyak 12 ekor kuda dan 100 ekor Kerbau (Tabel 6.4.2). Industri Jumlah pelanggan listrik terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tangga/keluarga yang ada di Kota Kediri, dimana jumlah pelanggan per Desember tahun 2013 sebanyak 75.426 pelanggan atau meningkat sebesar 5,54% jika dibandingkan dengan pelanggan per Desember tahun 2012 sebanyak 71.470 pelanggan. Peningkatan jumlah pelanggan juga diikuti oleh peningkatan KWh yang terjual selama satu tahun yaitu sebesar 4,69% dari 289.143.481 KWh pada tahun 2012 menjadi 302.716.545 KWh pada tahun 2013 (Tabel 7.2.1). Produksi air minum PDAM Kota Kediri pada tahun 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 2,50% dari 3.974.046 m3 pada tahun 2012 menjadi 4.073.507 m3 pada tahun 2013, begitu pula dengan jumlah pelanggan pada tahun 2013 mengalami
  • 7.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xxi peningkatan sebesar 1,59% dari 13.466 pelanggan (2012) menjadi 13.680 pelanggan (2013) (Tabel 7.3. 2). Perdagangan Sejak tahun 2013 pengelolaan pasar dilaksanakan oleh PD Pasar Kota Kediri. Adapun jumlah pasar yang dikelola tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 9 pasar dengan luas keseluruhan pasar 118.492 m2 dan terdapat 4.337 pedagang yang menjalankan usaha. Besarnya pemasukan dari retribusi pasar dan parkir pada tahun 2013 mencapai 3,265 milyar rupiah atau meningkat 6,47% dibandingkan dengan tahun 2012 (Tabel 8.1.1 – 8.1.2). Perhubungan Panjang jalan Kota Kediri yang tercatat di Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri pada tahun 2013 adalah 331.345 km, bertambah 178 km yang sebelumnya masih jalan tanah sudah menjadi jalan aspal dengan kondisi baik 236,920 km, sedang 62,595 km, rusak 29,245 km dan rusak berat 2,585 km (Tabel 9.1). Volume penumpang kereta api yang berangkat dan datang di stasiun Kota Kediri pada tahun 2013 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2012. Jumlah penumpang datang pada tahun 2013 sebanyak 534.104 orang, sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 525.510 orang orang atau meningkat sebanyak 8.594 orang atau sebesar 1,64 persen demikian pula dengan penumpang yang berangkat, pada tahun 2012 mencapai 536.213 orang, meningkat menjadi 557.173 orang pada tahun 2013 atau sebesar 3,91% (Tabel 9.4.1). Di lingkup dalam negeri, baik surat yang diterima maupun dikirim pada tahun 2013 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu surat diterima meningkat 84.744 surat (29,99%) menjadi sebanyak 367.345 surat dari surat dalam negeri yang diterima tahun 2012 sebanyak 282.601 surat. Demikian pula untuk surat yang dikirim meningkat sebanyak 241.265 surat atau 26,11% dibanding dengan surat dalam negeri tahun 2012 sebanyak 924.102 surat. Sedangkan di lingkup luar negeri, surat yang diterima dan dikirim melalui kantor Pos Kota Kediri pada tahun 2013 juga mengalami peningkatan, yaitu surat diterima menjadi 9.321 surat dari 7.238 surat diterima pada tahun 2012 dan surat dikirim menjadi 4.292 surat dari 3.869 surat dikirim pada tahun 2012 (Tabel 9.5.1). Keuangan - Harga
  • 8.
    Statistik Hasil PembangunanKota Kediri Tahun 2013 Ulasan Singkat ∞ Hal.xxii Sebanyak 665 kantor Bank beroperasi di wilayah Kediri pada tahun 2013, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri yang terdiri dari 1 buah Cabang Bank Sentral, 270 kantor Bank milik Pemerintah, selebihnya ada 305 kantor Bank milik Swasta, dan 37 unit BPR (Bank Perkreditan Rakyat) (Tabel 10.3.1). Inflasi tertinggi di Kota Kediri terjadi pada bulan Juli 2013 mencapai 3,26 persen, tertinggi kedua di bulan Agustus 2013 sebesar 1,06 persen. Tingginya inflasi tersebut dipicu oleh inflasi kelompok transpor dan komunikasi, yang didominasi oleh inflasi transpor mencapai 14,53 persen (Tabel 10.7). PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Berdasarkan hasil penghitungan angka sementara, nilai PDRB Kota Kediri pada tahun 2013 atas dasar harga berlaku sebesar 84.796.523,42 juta rupiah (dengan Migas dan tanpa Migas), sedangkan PDRB Kota kediri atas dasar harga konstan (tahun dasar 2000) mencapai 27.133.724,30 juta rupiah (dengan dan tanpa Migas), sebagaimana tertera pada tabel 11.1 dan 11.2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri tahun 2013 sebesar 77,59% atau mengalami peningkatan laju sebesar 0,39% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 77,20%.