*Leadership & Advokasi
*Decission Making Process in
Midwifery Practice
QONITA
Leadership & Advokasi
Leadership
• Menurut Robert Dubin definisi atau pengertian kepemimpinan diartikan
sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan.
• Menurut J.L. Hemphill definisi atau pengertian kepemimpinan adalah suatu
inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam
rangka mencapai jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama.
• George R. Terry memberikan definisi atau pengertian kepemimpinan sebagai
aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk
mencapai tujuan organisasi.
• Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu
proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari
sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.
Dapat disimpulka bahwa kepemimpinan akan muncul
apabila ada seseorang yang karena sifat – sifat dan
perilakunya mempunyai kemampuan untuk mendorong
orang lain untuk berpikir, bersikap, dan ataupun berbuat
sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Teori
Kepemimpinan
The great men theory
(teori orang besar) atau
Trait theory (teori bakat)
Situasional
theory (teori
situasi)
Teori Ekologi
Bakat-bakat yang diperlukan
untuk menjadi seorang
pemimpin diperolehnya sejak
lahir.
Orang biasa yang jadi pemimpin
a/ karena adanya situasi yang
menguntungkan dirinya.
Seseorang dapat dibentuk
menjadi seorang pemimpin,
tetapi untuk menjadi pemimpin
yang baik ada bakat-bakat
tertentu yang ada di diri
seseorang yang diperoleh dari
alam.
Gaya
Kepemimpinan
Diktator
Autokratis
Demokratis
Santai
Upaya untuk mencapai satu
tujuan dilakukan dengan
menimbulkan ketakutan serta
ancaman.
Segala keputusan ada
ditangan pemimpin.
Peran serta bawahan dalam
pengambilan keputusan yang
dilakukan secara musyawarah.
Peran pemimpin hampir tidak
terlihat karena segala keputusan
diserahkan ke bawahan.
Pemimpin
Yang
Efektif
menurut
Ruth M.
Trapper
1. Menentukan tujuan yang jelas, cocok, dan bermakna bagi kelompok. Memilih
pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan dalam bidang profesinya.
2. Memiliki kesadaran diri dan menggunakannya untuk memahami kebutuhan
sendiri serta kebutuhan orang lain.
3. Berkomunikasi dengan jelas dan efektif
4. Mengarahkan energi yang cukup untuk kegiatan kepemimpinan
5. Mengambil tindakan
Pimpinan dan Kepemimpinan
• Technical skill
Pimpinan tingkat pertama (Lower Manager)
• Saluran informasi dan komunikasi timbal balik antara Lower Manager dan Top
Manager.
Pimpinan tingkat menengah (Middle Manager)
• Konseptual skill yang terbesar dan technical skill yang terkecil
Pimpinan puncak (Top Manager)
Kepemimpinan dalam Pelayanan Kebidanan
Bidan dituntut harus mampu menerapkan aspek kepemimpinan dalam organisasi & manajemen
pelayanan kebidanan (KIA/KB), kesehatan reproduksi dan kesehatan masyarakat di komunitas dalam
praktik kebidanan (Permenkes 149 pasal 8). Bidan sebagai seorang pemimpin harus :
– Berperan serta dalam perencanaan pengembangan dan evaluasi kebijakan kesehatan.
– Melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan dalam praktik kebidanan di masyarakat.
– Mengumpulkan, menganalisis dan menggunakan data serta mengimplementasikan upaya perbaikan
atau perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di masyarakat.
– Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara proaktif, dengan perspektif luas dan kritis.
– Menginisiasi dan berpartisipasi dalam proses perubahan dan pembaharuan praktik kebidanan.
Bidan adalah profesi yang benar-benar harus dijiwai karena sangat menuntut tanggung
jawab. Bidan juga nantinya akan menjadi pemimpin di tengah masyarakat. Bidan adalah
orang yang berperan penting dalam terciptanya ibu dan anak yang sehat dan keluarga
bahagia serta generasi bangsa yang sehat. Oleh karena itu dalam menjalankan tugasnya,
bidan harus mempunyai prinsip sebagai berikut:
Love your do, do
your love
Don’t make
mistake
• Sesuai standar profesi
Customer
Oriented
Improved your
service quality
Do the best
Work with
reverence for the
Lord
Say thanks to the
problem
Behaviour change
Keterampilan Bidan sebagai Leader
• Mengenali keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan dan
menolak setiap tugas atau tanggung jawab diluar wewenang dan
tanggung jawab bidan.
• Menerima tanggung jawab kepemimpinan dalam praktik
kebidanan.
• Menggunakan kemampuan untuk berfikir secara proaktif,
perspektif luas dan kritikal dalam konteks penyelesaian masalah.
Advokasi
• Istilah advocacy (advokasi) mulai digunakan dalam program kesehatan masyarakat
pertama kali oleh WHO pada tahun 1984, sebagai salah satu strategi global pendidikan
atau promosi kesehatan.
• Webster’s New Collegiate Dictionary mengartikan advokasi sebagai tindakan atau proses
untuk membela dan memberi dukungan. Advoksai dapat pula diterjemahkan tindakan
yang mempengaruhi seseorang.
• Advokasi adalah kombinasi individu dan sosial tindakan yang dirancang untuk
keuntungan politik dan masyarakat dukungan untuk tujuan kesehatan atau program
tertentu. Tindakan dapat diambil oleh, atau atas nama, individu dan kelompok untuk
menciptakan kondisi hidup yang mempromosikan kesehatan dan gaya hidup sehat.
• Advokasi adalah suatu pendekatan kepada seseorang atau bidan/organisasi yang di duga
mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan suatu program atau pelaksanaan
suatu kegiatan. Secara operasional, advokasi adalah kombinasi antara gerakan
perorangan dan masyarakat yang di rancang untuk memperoleh komitmet politis,
dukungan kebijakan, penerimaan gagasan, atau dukungan terhadap system untuk suatu
tujuan atau program tertentu.
Dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah kombinasi
antara pendekatan atau kegiatan individu dan social, untuk
memperoleh komitmen politik, dukungan kebijakan,
penerimaan social, dan adanya sistem yang mendukung
terhadap suatu program atau kegiatan.
Tujuan Advokasi
Adanya
pemahaman
atau
kesadaran
terhadap
masalah
kesehatan
Adanya
ketertarikan
dalam
menyelesaika
n masalah
kesehatan
Adanya
kemauan atau
kepedulian
menyelesaika
n masalah
kesehatan
dengan
memberikan
alternatif
solusi
Adanya
tindakan
nyata dalam
menyelesaika
n masalah
kesehatan
Adanya
tindak lanjut
kegiatan
Adanya
komitmen
dan dukungan
dari kebijakan
pemerintah,
sumberdaya,
dan
keikutsertaka
n berbagai
pihak untuk
memberikan
kemudahan
dalam
menyelesaika
n masalah
kesehatan.
Advokasi dalam pelayanan Kebidanan
Bidan
berperan
sebagai
advocator
dengan
tugas
antara lain:
Mempromosikan dan melindungi kepentingan orang-orang dalam pelayanan kebidanan, yang
mungkin rentan dan tidak mampu melindungi kepentingan mereka sendiri.
Membantu masyarakat untuk mengakses kesehatan yang relevan dan informasi kesehatyan dan
membertikan dukungan sosial.
Melakukan kegiatan advokasi kepada para pengambil keputusan berbagai program dan sektor
yang terkait dengan kesehatan.
Melakukan upaya agar para pengambil keputusan tersebut meyakini atau mempercayai bahwa
program kesehatan yang ditawarkan perlu di dukung melalui kebijakan atau keputusan politik.
Kebijakan itu dalam bentuk peraturan, Undang-Undang, instruksi yang menguntungkan
kesehatan publik.
Bentuk Kegiatan Advokasi
• Melakukan pendekatan dengan para pembuat keputusan
setempat, agar mereka menerima commited atau usulan, dan
akhirnya mereka bersedia mengeluarkan kebijakan atau
keputusan-keputusan untuk membantu atau mendukung program
tersebut, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Lobi Politik
• Melakukan pendekatan dan pelatihan-pelatihan kepada tokoh
para masyarakat setempat, baik tokoh masyarakat formal maupun
informal.
Pendekatan dan
Pelatihan Masyarakat
•Petugas kesehatan bersama-sama tokoh masyarakat melakukan kegiatan
penyuluhan kesehatan, konseling melalui berbagai kesempatan dan media.
•Seminar atau presentasi yang di hadiri oleh para pejabat lintas program dan
lintas sektoral. Petugas kesehatan menyajikan masalah kesehatan di
wilayahnya, lengkap dengan data dan iliutrasi yang menarik, serta rencana
program pemecahannya.
Penyuluhan Kesehatan
(Seminar atau
Presentasi)
Media Advokasi dalam Pely. Kebidanan
– Lisan (langsung kepada sasaran) / Seminar
– Artikel (media massa)
– Berita
– Diskusi
– Penyampaian pendapat untuk membentuk opini publik
dan lain sebagainya.
Decision Making Process in Midwifery
Practice
Suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat
suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta
dan data, menentukan alternatif yang matang
untuk mengambil suatu tindakan yang tepat dalam
praktek kebidanan.
Bagaimana
seseorang
Memutuskan
Sesuatu itu Etis ?
Ada 2 Pendekatan
Non Rasional
Kepatuhan
Mengikuti aturan atau perintah dari penguasa, tidak memandang
apakah anda setuju atau tidak
Imitasi
Mengambil penilaian dari orang lain sebagai acuan dengan
mengesampingkan benar dan salah.
Perasaan/Kehendak
Yang dianggap benar adalah yang dirasakan benar atau memuaskan
kehendak dan begitupun sebaliknya apabila yang dirasakan salah
adalah yang tidak sesuai dengan kehendak.
Intuisi
Persepsi yang terbentuk dengan segera bagaimana bertindak dalam
situasi tersebut. Namun intuisi hanya sebatas mengarahkan
keputusan berdasarkan apa yang terbesit dalam pemikiran saat itu.
Kebiasaan
Keputusan di ambil dari keputusan yang lalu apabila muncul masalah
yang sama dengan masalah yang pernah dihadapi.
Rasional
Deontologi
Keputusan yang diambil berdasarkan aturan-aturan yang
berhubungan dengan tugas. Dalam pengambilan keputusan ini
perhatian utama pada tugas.
Konsekuensialisme
Menganalisa bagaimana konsekuensi (hasil) yang akan didapat
dari berbagai pilihan tindakan. Tindakan yang benar adalah
tindakan yang memberikan hasil yang terbaik.
Prinsiplisme
Menggunakan prinsip-prinsip etik sebagai dasar dalam
membuat keputusan etis, dengan tetap mempertimbangkan
aturan & konsekuensi yang mungkin timbul.
Etika budi pekerti
Kurang berfokus pada pembuatan keputusan, tetapi lebih pada
karakter dari si pengambil keputusan yang tercermin dari
perilakunya.
– Tidak satupun dari 4 pendekatan ini yg dapat mencapai
persetujuan universal
– Setiap org berbeda dlm memilih pendekatan krn setiap
pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri
– Dengan mengkombinasikan ke 4 pendekatan tsb maka akan
didapatkan keputusan etis yg rasional dengan tetap
memperhatikan situasi yg dihadapi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan
keputusan
Pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan
Pengambilan keputusan dilakukan pada sistematika tertentu
•Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil
•Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia - Falsafah yang dianut organisasi
•Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi
Masalah harus diketahui dengan jelas
Pemecahan masalah harus didasarkan pada fakta-fakta yang terkumpul
dengan sistematis
Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dianalisa secara matang
Metode Pemecahan Masalah
Masalah
Pengumpulan
data
Analisa data
Mengembangkan
pemecahan
Memilih alternatifImplementasiEvaluasi
Gaya Pengambilan Keputusan
Ada 7 Variabel
yang
mempengaruhi
dalam
pengambilan
keputusan
Pentingnya kualitas keputusan untuk keberhasilan institusi
Derajat informasi yang dimiliki oleh bidan
Derajat pada masalah yang terstruktur dalam organisasi
Pentingnya komitmen bawahan dan keterampilan membuat keputusan
Kemungkinan keputusan autokratik dapat diterima
Komitmen bawahan yang kuat terhadap tujuan intitusi
Kemungkinan bawahan konflik dalam proses akhir pada keputusan final
CIRI KEPUTUSAN YANG ETIS
1. Mempunyai pertimbangan tentang apa yang benar dan
apa yang salah
2. Sering menyangkut pilihan yang sukar
3. Tidak mungkin dielakan
4. Dipengaruhi oleh norma-norma, situasi, iman, tabiat
dan lingkungan sosial
PROSES YG DAPAT DITEMPUH DALAM
MEMBUAT KEPUTUSAN
– Tentukan apakah masalah yg dihadapi adalah masalah etis
– Konsultasi kpd sumber2 kewenangan spt IBI, serta kolega lain utk mengetahui
bagaimana biasanya berhadapan dg masalah tsb
– Pertimbangan solusi alternatif berdasarkan prinsip dan nilai yg dipegang serta
konsekuensinya
– Diskusikan usulan solusi anda dg siapa solusi itu akan berpengaruh
– Buatlah keputusan
– Evaluasi keputusan
TUGAS
– Membuat skenario dalam melaksanakan
peran fungsi, tanggungjawab,
kepemimpinan dan advokasi bidan dalam
pelayanan kebidanan
– Melakukan role play.

328837951 leadership-advokasi

  • 1.
    *Leadership & Advokasi *DecissionMaking Process in Midwifery Practice QONITA
  • 2.
    Leadership & Advokasi Leadership •Menurut Robert Dubin definisi atau pengertian kepemimpinan diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan. • Menurut J.L. Hemphill definisi atau pengertian kepemimpinan adalah suatu inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencapai jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama. • George R. Terry memberikan definisi atau pengertian kepemimpinan sebagai aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. • Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.
  • 3.
    Dapat disimpulka bahwakepemimpinan akan muncul apabila ada seseorang yang karena sifat – sifat dan perilakunya mempunyai kemampuan untuk mendorong orang lain untuk berpikir, bersikap, dan ataupun berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkannya.
  • 4.
    Teori Kepemimpinan The great mentheory (teori orang besar) atau Trait theory (teori bakat) Situasional theory (teori situasi) Teori Ekologi Bakat-bakat yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin diperolehnya sejak lahir. Orang biasa yang jadi pemimpin a/ karena adanya situasi yang menguntungkan dirinya. Seseorang dapat dibentuk menjadi seorang pemimpin, tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik ada bakat-bakat tertentu yang ada di diri seseorang yang diperoleh dari alam.
  • 5.
    Gaya Kepemimpinan Diktator Autokratis Demokratis Santai Upaya untuk mencapaisatu tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan serta ancaman. Segala keputusan ada ditangan pemimpin. Peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan secara musyawarah. Peran pemimpin hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan ke bawahan.
  • 6.
    Pemimpin Yang Efektif menurut Ruth M. Trapper 1. Menentukantujuan yang jelas, cocok, dan bermakna bagi kelompok. Memilih pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan dalam bidang profesinya. 2. Memiliki kesadaran diri dan menggunakannya untuk memahami kebutuhan sendiri serta kebutuhan orang lain. 3. Berkomunikasi dengan jelas dan efektif 4. Mengarahkan energi yang cukup untuk kegiatan kepemimpinan 5. Mengambil tindakan
  • 7.
    Pimpinan dan Kepemimpinan •Technical skill Pimpinan tingkat pertama (Lower Manager) • Saluran informasi dan komunikasi timbal balik antara Lower Manager dan Top Manager. Pimpinan tingkat menengah (Middle Manager) • Konseptual skill yang terbesar dan technical skill yang terkecil Pimpinan puncak (Top Manager)
  • 8.
    Kepemimpinan dalam PelayananKebidanan Bidan dituntut harus mampu menerapkan aspek kepemimpinan dalam organisasi & manajemen pelayanan kebidanan (KIA/KB), kesehatan reproduksi dan kesehatan masyarakat di komunitas dalam praktik kebidanan (Permenkes 149 pasal 8). Bidan sebagai seorang pemimpin harus : – Berperan serta dalam perencanaan pengembangan dan evaluasi kebijakan kesehatan. – Melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan dalam praktik kebidanan di masyarakat. – Mengumpulkan, menganalisis dan menggunakan data serta mengimplementasikan upaya perbaikan atau perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di masyarakat. – Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara proaktif, dengan perspektif luas dan kritis. – Menginisiasi dan berpartisipasi dalam proses perubahan dan pembaharuan praktik kebidanan.
  • 9.
    Bidan adalah profesiyang benar-benar harus dijiwai karena sangat menuntut tanggung jawab. Bidan juga nantinya akan menjadi pemimpin di tengah masyarakat. Bidan adalah orang yang berperan penting dalam terciptanya ibu dan anak yang sehat dan keluarga bahagia serta generasi bangsa yang sehat. Oleh karena itu dalam menjalankan tugasnya, bidan harus mempunyai prinsip sebagai berikut: Love your do, do your love Don’t make mistake • Sesuai standar profesi Customer Oriented Improved your service quality Do the best Work with reverence for the Lord Say thanks to the problem Behaviour change
  • 10.
    Keterampilan Bidan sebagaiLeader • Mengenali keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan dan menolak setiap tugas atau tanggung jawab diluar wewenang dan tanggung jawab bidan. • Menerima tanggung jawab kepemimpinan dalam praktik kebidanan. • Menggunakan kemampuan untuk berfikir secara proaktif, perspektif luas dan kritikal dalam konteks penyelesaian masalah.
  • 11.
    Advokasi • Istilah advocacy(advokasi) mulai digunakan dalam program kesehatan masyarakat pertama kali oleh WHO pada tahun 1984, sebagai salah satu strategi global pendidikan atau promosi kesehatan. • Webster’s New Collegiate Dictionary mengartikan advokasi sebagai tindakan atau proses untuk membela dan memberi dukungan. Advoksai dapat pula diterjemahkan tindakan yang mempengaruhi seseorang. • Advokasi adalah kombinasi individu dan sosial tindakan yang dirancang untuk keuntungan politik dan masyarakat dukungan untuk tujuan kesehatan atau program tertentu. Tindakan dapat diambil oleh, atau atas nama, individu dan kelompok untuk menciptakan kondisi hidup yang mempromosikan kesehatan dan gaya hidup sehat. • Advokasi adalah suatu pendekatan kepada seseorang atau bidan/organisasi yang di duga mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan suatu program atau pelaksanaan suatu kegiatan. Secara operasional, advokasi adalah kombinasi antara gerakan perorangan dan masyarakat yang di rancang untuk memperoleh komitmet politis, dukungan kebijakan, penerimaan gagasan, atau dukungan terhadap system untuk suatu tujuan atau program tertentu.
  • 12.
    Dapat disimpulkan bahwaadvokasi adalah kombinasi antara pendekatan atau kegiatan individu dan social, untuk memperoleh komitmen politik, dukungan kebijakan, penerimaan social, dan adanya sistem yang mendukung terhadap suatu program atau kegiatan.
  • 13.
    Tujuan Advokasi Adanya pemahaman atau kesadaran terhadap masalah kesehatan Adanya ketertarikan dalam menyelesaika n masalah kesehatan Adanya kemauanatau kepedulian menyelesaika n masalah kesehatan dengan memberikan alternatif solusi Adanya tindakan nyata dalam menyelesaika n masalah kesehatan Adanya tindak lanjut kegiatan Adanya komitmen dan dukungan dari kebijakan pemerintah, sumberdaya, dan keikutsertaka n berbagai pihak untuk memberikan kemudahan dalam menyelesaika n masalah kesehatan.
  • 14.
    Advokasi dalam pelayananKebidanan Bidan berperan sebagai advocator dengan tugas antara lain: Mempromosikan dan melindungi kepentingan orang-orang dalam pelayanan kebidanan, yang mungkin rentan dan tidak mampu melindungi kepentingan mereka sendiri. Membantu masyarakat untuk mengakses kesehatan yang relevan dan informasi kesehatyan dan membertikan dukungan sosial. Melakukan kegiatan advokasi kepada para pengambil keputusan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan. Melakukan upaya agar para pengambil keputusan tersebut meyakini atau mempercayai bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu di dukung melalui kebijakan atau keputusan politik. Kebijakan itu dalam bentuk peraturan, Undang-Undang, instruksi yang menguntungkan kesehatan publik.
  • 15.
    Bentuk Kegiatan Advokasi •Melakukan pendekatan dengan para pembuat keputusan setempat, agar mereka menerima commited atau usulan, dan akhirnya mereka bersedia mengeluarkan kebijakan atau keputusan-keputusan untuk membantu atau mendukung program tersebut, baik di tingkat pusat maupun daerah. Lobi Politik • Melakukan pendekatan dan pelatihan-pelatihan kepada tokoh para masyarakat setempat, baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Pendekatan dan Pelatihan Masyarakat •Petugas kesehatan bersama-sama tokoh masyarakat melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, konseling melalui berbagai kesempatan dan media. •Seminar atau presentasi yang di hadiri oleh para pejabat lintas program dan lintas sektoral. Petugas kesehatan menyajikan masalah kesehatan di wilayahnya, lengkap dengan data dan iliutrasi yang menarik, serta rencana program pemecahannya. Penyuluhan Kesehatan (Seminar atau Presentasi)
  • 16.
    Media Advokasi dalamPely. Kebidanan – Lisan (langsung kepada sasaran) / Seminar – Artikel (media massa) – Berita – Diskusi – Penyampaian pendapat untuk membentuk opini publik dan lain sebagainya.
  • 17.
    Decision Making Processin Midwifery Practice Suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data, menentukan alternatif yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang tepat dalam praktek kebidanan.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Non Rasional Kepatuhan Mengikuti aturanatau perintah dari penguasa, tidak memandang apakah anda setuju atau tidak Imitasi Mengambil penilaian dari orang lain sebagai acuan dengan mengesampingkan benar dan salah. Perasaan/Kehendak Yang dianggap benar adalah yang dirasakan benar atau memuaskan kehendak dan begitupun sebaliknya apabila yang dirasakan salah adalah yang tidak sesuai dengan kehendak. Intuisi Persepsi yang terbentuk dengan segera bagaimana bertindak dalam situasi tersebut. Namun intuisi hanya sebatas mengarahkan keputusan berdasarkan apa yang terbesit dalam pemikiran saat itu. Kebiasaan Keputusan di ambil dari keputusan yang lalu apabila muncul masalah yang sama dengan masalah yang pernah dihadapi.
  • 21.
    Rasional Deontologi Keputusan yang diambilberdasarkan aturan-aturan yang berhubungan dengan tugas. Dalam pengambilan keputusan ini perhatian utama pada tugas. Konsekuensialisme Menganalisa bagaimana konsekuensi (hasil) yang akan didapat dari berbagai pilihan tindakan. Tindakan yang benar adalah tindakan yang memberikan hasil yang terbaik. Prinsiplisme Menggunakan prinsip-prinsip etik sebagai dasar dalam membuat keputusan etis, dengan tetap mempertimbangkan aturan & konsekuensi yang mungkin timbul. Etika budi pekerti Kurang berfokus pada pembuatan keputusan, tetapi lebih pada karakter dari si pengambil keputusan yang tercermin dari perilakunya.
  • 22.
    – Tidak satupundari 4 pendekatan ini yg dapat mencapai persetujuan universal – Setiap org berbeda dlm memilih pendekatan krn setiap pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri – Dengan mengkombinasikan ke 4 pendekatan tsb maka akan didapatkan keputusan etis yg rasional dengan tetap memperhatikan situasi yg dihadapi
  • 23.
    Hal-hal yang perludiperhatikan dalam pengambilan keputusan Pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan Pengambilan keputusan dilakukan pada sistematika tertentu •Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil •Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia - Falsafah yang dianut organisasi •Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi Masalah harus diketahui dengan jelas Pemecahan masalah harus didasarkan pada fakta-fakta yang terkumpul dengan sistematis Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dianalisa secara matang
  • 24.
    Metode Pemecahan Masalah Masalah Pengumpulan data Analisadata Mengembangkan pemecahan Memilih alternatifImplementasiEvaluasi
  • 25.
    Gaya Pengambilan Keputusan Ada7 Variabel yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan Pentingnya kualitas keputusan untuk keberhasilan institusi Derajat informasi yang dimiliki oleh bidan Derajat pada masalah yang terstruktur dalam organisasi Pentingnya komitmen bawahan dan keterampilan membuat keputusan Kemungkinan keputusan autokratik dapat diterima Komitmen bawahan yang kuat terhadap tujuan intitusi Kemungkinan bawahan konflik dalam proses akhir pada keputusan final
  • 26.
    CIRI KEPUTUSAN YANGETIS 1. Mempunyai pertimbangan tentang apa yang benar dan apa yang salah 2. Sering menyangkut pilihan yang sukar 3. Tidak mungkin dielakan 4. Dipengaruhi oleh norma-norma, situasi, iman, tabiat dan lingkungan sosial
  • 27.
    PROSES YG DAPATDITEMPUH DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN – Tentukan apakah masalah yg dihadapi adalah masalah etis – Konsultasi kpd sumber2 kewenangan spt IBI, serta kolega lain utk mengetahui bagaimana biasanya berhadapan dg masalah tsb – Pertimbangan solusi alternatif berdasarkan prinsip dan nilai yg dipegang serta konsekuensinya – Diskusikan usulan solusi anda dg siapa solusi itu akan berpengaruh – Buatlah keputusan – Evaluasi keputusan
  • 28.
    TUGAS – Membuat skenariodalam melaksanakan peran fungsi, tanggungjawab, kepemimpinan dan advokasi bidan dalam pelayanan kebidanan – Melakukan role play.