Pengantar Open Source dan Aplikasi 
Keunggulan Open Source 
Rusmanto at gmail.com 
Rusmanto at nurulfikri.ac.id 
Twitter @ruslinux 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id
Tujuan Umum Pertemuan Keenam 
Mampu memahami keuntungan-keuntungan 
institusi bila memilih menggunakan produk 
Open Source dibandingkan produk 
Proprietary Software. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 2-18 2-5
Topik-topik Pertemuan Keenam 
a) Keunggulan Open Source secara umum, 
bagi pengembang maupun pengguna. 
b) Keunggulam Open Source bagi institusi 
bisnis, pemerintah, pendidikan, LSM, dan 
masyarakat luas secara bersama. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 3-18 3-5
Tujuan Khusus Pertemuan Keenam 
a) Mampu menjelaskan keunggulan Open 
Source secara umum bagi pengembang dan 
pengguna. 
b) Mampu menjelaskan paling tidak lima 
keuntungan memilih produk Open Source 
bagi institusi bisnis, pemerintah, pendidikan, 
LSM, dan personal/keluarga. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 4-18 4-5
Keunggulan Open Source bagi Pengembang (1) 
● Salah satu manfaat atau keunggulan 
pengembangan software secara open source 
(terbuka) adalah biaya yang lebih kecil 
daripada menggunakan cara proprietary 
(tertutup), karena biaya ditanggung secara 
bersama oleh banyak pihak. 
● Contoh: Banyak HP/Tablet Android dijual jauh 
lebih murah dari iPhone/iPad, karena biaya 
pengembangan sistem operasi Android rendah. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 5-18 5-5
Keunggulan Open Source bagi Pengembang (2) 
●Waktu pengembangan produk dapat lebih cepat 
karena tidak harus memulai dari nol. 
● Tidak ada kendala hukum untuk menjadikan 
produk baru sebagai bisnis, karena lisensi Open 
Source tidak melarang penjualan hasil 
modifikasi, selama lisensi hasil modifikasi 
mengikuti ketentuan lisensi produk awal. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 6-18 6-5
Keunggulan Biaya Kepemilikian bagi Pengguna 
● Produk FOSS (Free/Open Source Software) 
memiliki total biaya kepemilikan atau TCO 
(Total Cost of Ownership) lebih rendah 
daripada TCO produk proprietary. 
● Total biaya kepemilikan itu mencakup biaya 
pengadaan (termasuk jika ada biaya lisensi), 
biaya pemasangan, biaya perawatan atau 
maintenance (termasuk biaya update atau 
upgrade), biaya pelatihan, dan lain-lain. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 7-18 7-5
Garis Besar Keunggulan Open Source (1) 
● Keamanan (Security) lebih baik. 
● Ketersediaan/Kestabilan (Realibility/Stability) 
lebih tinggi. 
● Lebih sesuai standar terbuka dan tidak 
tergantung vendor. 
●Mengurangi ketergantungan terhadap impor. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 8-18 8-5
Garis Besar Keunggulan Open Source (2) 
●Meningkatkan kemampuan mengembangkan 
perangkat lunak lokal. 
●Mengurangi pelanggaran HaKI (Hak atas 
Kekayaan Intelektual). 
●Memudahkan penggunaan bahasa dan budaya 
lokal (localization). 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 9-18 9-5
Pengembangan Perangkat Lunak Lokal (1) 
Laporan Institut Infonomika Internasional 
Mudah masuk industri perangkat lunak, 
yakni mudah untuk mendapatkan, 
menggunakan, dan mempelajari FOSS karena 
kebebasannya untuk dimodifikasi dan 
didistribusikan. Perangkat lunak proprietary 
cenderung membatasi, tidak hanya ketersediaan 
kode sumber program yang terbatas, tapi juga 
pembatasan terkait lisensi, paten, dan hak cipta. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 10-1180-5
Pengembangan Perangkat Lunak Lokal (2) 
Laporan Institut Infonomika Internasional 
FOSS sebagai sistem pelatihan yang sempurna. 
Keterbukaan dan kolaborasi yang menjadi ciri 
khas FOSS mendorong mahasiswa untuk menguji 
dan mencoba perangkat lunak, tanpa perlu biaya 
atau membebani negara/masyarakat. Mahasiswa 
dapat bergabung ke jaringan pengembangan FOSS 
yang saling bekerja sama secara global, dilengkapi 
arsip informasi teknis dan fasilitas diskusi 
interaktif, seperti git/bzr dan wiki. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 11-1181-5
Pengembangan Perangkat Lunak Lokal (3) 
Laporan Institut Infonomika Internasional 
FOSS sebagai sumber standar. FOSS sering 
menjadi standar de-facto karena dominasinya 
yang baik dalam sektor khusus di industri. 
Dengan bergabung dalam menetapkan standar 
untuk aplikasi FOSS khusus, suatu 
negara/daerah dapat memastikan bahwa standar 
yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan 
budaya negara/daerah. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 12-1182-5
Pelokalan (Bahasa, Budaya, dll.) 
“Pelokalan di bidang software menghasilkan 
penguasaan suatu produk dan membuatnya 
sesuai dengan bahasa dan budaya lokal yang 
dijadikan sasaran pengguna software.” 
(Sumber: Localization Industry Standards 
Association). 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 13-1183-5
Keunggulan FOSS Menurut PBB/UNDP (1) 
● Meningkatkan kemampuan (SDM) lokal. 
● Mengurangi impor (menghemat devisa). 
● Meningkatkan keamanan nasional. 
● Mengurangi pelanggaran HaKI. 
● Memudahkan pelokalan (localization). 
● Meningkatkan kemampuan berkompetisi. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 14-1184-5
Keunggulan FOSS Menurut PBB/UNDP (2) 
● Mengurangi total biaya kepemilikan (TCO). 
● Meningkatkan keamanan sistem informasi. 
● Mengurangi ketergantungan vendor. 
● Meningkatkan akses terhadap informasi. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 15-1185-5
Studi Kasus 1: BAPETEN 
● 2006-2007: Sosialisasi Awal Open Source: Dimulai 
di Biro Perencanaan 
● 2008-2009: Kewajiban Menggunakan Software 
Legal dengan pilihan utama yang berbasis Open 
Source: sistem operasi Linux, aplikasi perkantoran 
OpenOffice/LibreOffice, dll. 
● 2010-2011: Semua sistem informasi berbasis Open 
Source: Balis (perizinan), Simka (kepegawaian), 
Serasi (perencanaan & realisasi anggaran), dll. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 16-1186-5
Studi Kasus 2: KOTA PEKALONGAN 
● 2008-2010: Penggunaan aplikasi perkantoran 
OpenOffice/LibreOffice dan sistem operasi Linux di 
semua SKPD (33 unit kerja). 
● 2011: Non SKPD: UPT daerah, kelurahan, dan 
semua sekolah (174 unit kerja). 
● 2011: SIM Keuangan Daerah. 
● 2012: SIM Aset Daerah, Pendapatan Daerah, 
Monitoring & Evaluasi, dan Kepegawaian. 
● Total penghematan 2008-2012 sekitar 35 milyar. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 17-1187-5
Tugas 
● Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 
tentang Penyelenggaraan Sistem dan 
Transaksi Elektronik. Pasal 8 ayat 1: Penyedia 
yang mengembangkan Perangkat Lunak yang 
khusus dibuat untuk suatu Instansi wajib 
menyerahkan kode sumber dan dokumentasi 
atas Perangkat Lunak kepada Instansi yang 
bersangkutan. 
● Buat tulisan pendapat Anda tentang ayat ini. 
Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 18-1188-5

06 keunggulan open_source

  • 1.
    Pengantar Open Sourcedan Aplikasi Keunggulan Open Source Rusmanto at gmail.com Rusmanto at nurulfikri.ac.id Twitter @ruslinux Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id
  • 2.
    Tujuan Umum PertemuanKeenam Mampu memahami keuntungan-keuntungan institusi bila memilih menggunakan produk Open Source dibandingkan produk Proprietary Software. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 2-18 2-5
  • 3.
    Topik-topik Pertemuan Keenam a) Keunggulan Open Source secara umum, bagi pengembang maupun pengguna. b) Keunggulam Open Source bagi institusi bisnis, pemerintah, pendidikan, LSM, dan masyarakat luas secara bersama. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 3-18 3-5
  • 4.
    Tujuan Khusus PertemuanKeenam a) Mampu menjelaskan keunggulan Open Source secara umum bagi pengembang dan pengguna. b) Mampu menjelaskan paling tidak lima keuntungan memilih produk Open Source bagi institusi bisnis, pemerintah, pendidikan, LSM, dan personal/keluarga. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 4-18 4-5
  • 5.
    Keunggulan Open Sourcebagi Pengembang (1) ● Salah satu manfaat atau keunggulan pengembangan software secara open source (terbuka) adalah biaya yang lebih kecil daripada menggunakan cara proprietary (tertutup), karena biaya ditanggung secara bersama oleh banyak pihak. ● Contoh: Banyak HP/Tablet Android dijual jauh lebih murah dari iPhone/iPad, karena biaya pengembangan sistem operasi Android rendah. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 5-18 5-5
  • 6.
    Keunggulan Open Sourcebagi Pengembang (2) ●Waktu pengembangan produk dapat lebih cepat karena tidak harus memulai dari nol. ● Tidak ada kendala hukum untuk menjadikan produk baru sebagai bisnis, karena lisensi Open Source tidak melarang penjualan hasil modifikasi, selama lisensi hasil modifikasi mengikuti ketentuan lisensi produk awal. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 6-18 6-5
  • 7.
    Keunggulan Biaya Kepemilikianbagi Pengguna ● Produk FOSS (Free/Open Source Software) memiliki total biaya kepemilikan atau TCO (Total Cost of Ownership) lebih rendah daripada TCO produk proprietary. ● Total biaya kepemilikan itu mencakup biaya pengadaan (termasuk jika ada biaya lisensi), biaya pemasangan, biaya perawatan atau maintenance (termasuk biaya update atau upgrade), biaya pelatihan, dan lain-lain. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 7-18 7-5
  • 8.
    Garis Besar KeunggulanOpen Source (1) ● Keamanan (Security) lebih baik. ● Ketersediaan/Kestabilan (Realibility/Stability) lebih tinggi. ● Lebih sesuai standar terbuka dan tidak tergantung vendor. ●Mengurangi ketergantungan terhadap impor. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 8-18 8-5
  • 9.
    Garis Besar KeunggulanOpen Source (2) ●Meningkatkan kemampuan mengembangkan perangkat lunak lokal. ●Mengurangi pelanggaran HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). ●Memudahkan penggunaan bahasa dan budaya lokal (localization). Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 9-18 9-5
  • 10.
    Pengembangan Perangkat LunakLokal (1) Laporan Institut Infonomika Internasional Mudah masuk industri perangkat lunak, yakni mudah untuk mendapatkan, menggunakan, dan mempelajari FOSS karena kebebasannya untuk dimodifikasi dan didistribusikan. Perangkat lunak proprietary cenderung membatasi, tidak hanya ketersediaan kode sumber program yang terbatas, tapi juga pembatasan terkait lisensi, paten, dan hak cipta. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 10-1180-5
  • 11.
    Pengembangan Perangkat LunakLokal (2) Laporan Institut Infonomika Internasional FOSS sebagai sistem pelatihan yang sempurna. Keterbukaan dan kolaborasi yang menjadi ciri khas FOSS mendorong mahasiswa untuk menguji dan mencoba perangkat lunak, tanpa perlu biaya atau membebani negara/masyarakat. Mahasiswa dapat bergabung ke jaringan pengembangan FOSS yang saling bekerja sama secara global, dilengkapi arsip informasi teknis dan fasilitas diskusi interaktif, seperti git/bzr dan wiki. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 11-1181-5
  • 12.
    Pengembangan Perangkat LunakLokal (3) Laporan Institut Infonomika Internasional FOSS sebagai sumber standar. FOSS sering menjadi standar de-facto karena dominasinya yang baik dalam sektor khusus di industri. Dengan bergabung dalam menetapkan standar untuk aplikasi FOSS khusus, suatu negara/daerah dapat memastikan bahwa standar yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan budaya negara/daerah. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 12-1182-5
  • 13.
    Pelokalan (Bahasa, Budaya,dll.) “Pelokalan di bidang software menghasilkan penguasaan suatu produk dan membuatnya sesuai dengan bahasa dan budaya lokal yang dijadikan sasaran pengguna software.” (Sumber: Localization Industry Standards Association). Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 13-1183-5
  • 14.
    Keunggulan FOSS MenurutPBB/UNDP (1) ● Meningkatkan kemampuan (SDM) lokal. ● Mengurangi impor (menghemat devisa). ● Meningkatkan keamanan nasional. ● Mengurangi pelanggaran HaKI. ● Memudahkan pelokalan (localization). ● Meningkatkan kemampuan berkompetisi. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 14-1184-5
  • 15.
    Keunggulan FOSS MenurutPBB/UNDP (2) ● Mengurangi total biaya kepemilikan (TCO). ● Meningkatkan keamanan sistem informasi. ● Mengurangi ketergantungan vendor. ● Meningkatkan akses terhadap informasi. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 15-1185-5
  • 16.
    Studi Kasus 1:BAPETEN ● 2006-2007: Sosialisasi Awal Open Source: Dimulai di Biro Perencanaan ● 2008-2009: Kewajiban Menggunakan Software Legal dengan pilihan utama yang berbasis Open Source: sistem operasi Linux, aplikasi perkantoran OpenOffice/LibreOffice, dll. ● 2010-2011: Semua sistem informasi berbasis Open Source: Balis (perizinan), Simka (kepegawaian), Serasi (perencanaan & realisasi anggaran), dll. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 16-1186-5
  • 17.
    Studi Kasus 2:KOTA PEKALONGAN ● 2008-2010: Penggunaan aplikasi perkantoran OpenOffice/LibreOffice dan sistem operasi Linux di semua SKPD (33 unit kerja). ● 2011: Non SKPD: UPT daerah, kelurahan, dan semua sekolah (174 unit kerja). ● 2011: SIM Keuangan Daerah. ● 2012: SIM Aset Daerah, Pendapatan Daerah, Monitoring & Evaluasi, dan Kepegawaian. ● Total penghematan 2008-2012 sekitar 35 milyar. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 17-1187-5
  • 18.
    Tugas ● PeraturanPemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Pasal 8 ayat 1: Penyedia yang mengembangkan Perangkat Lunak yang khusus dibuat untuk suatu Instansi wajib menyerahkan kode sumber dan dokumentasi atas Perangkat Lunak kepada Instansi yang bersangkutan. ● Buat tulisan pendapat Anda tentang ayat ini. Program Studi TI & SI STT Terpadu Nurul Fikri www.nurulfikri.ac.id 18-1188-5