Successfully reported this slideshow.
HKI DAN SUMBER DAYA    ALAM HAYATI:MENGHINDARI KONFLIK,   MENCARI SOLUSIPrayudi Setiadharma, S.H., M.IP.
SDA HAYATI DAN HKIArticle 16.5. of the CBD:“The Contracting Parties, recognizing that  patents and other IPR may have an  ...
SDA HAYATI DAN HKI Terdapat potensi konflik antara sistem perlindungan HKI dengan ketentuan yang ada pada CBD; Konflik-kon...
ISU SDA HAYATI YANGTERKAIT DENGAN HKI Pelestarian dan pemanfaatan SDA Hayati secara berkesinambungan; Alih Teknologi dalam...
PELESTARIAN SDA HAYATI KONTRA: Insentif yang diperoleh industri dengan adanya Paten dianggap mendorong dihasilkannya tekno...
SOLUSI: INTERNAL  Ordre-Public  Tidak memberikan paten kepada invensi yang pelaksanaannya melanggar ketentuan per-UU-an ...
ALIH TEKNOLOGI KONTRA: Teknologi untuk pelestarian SDA Hayati dikuasai oleh negara-negara industri maju dan dilindungi den...
SOLUSI: INTERNAL  melalui mekanisme Lisensi, Lisensi Paksa, atau Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah; EKSTERNAL  Ketentuan...
PENGETAHUAN TRADISIONAL Sistem HKI, khususnya Paten, dianggap memberikan legitimasi dan mendukung terjadinya “BIOPIRACY” B...
PENGETAHUAN TRADISIONAL“Pengetahuan yang dimiliki atau dikuasai dan  digunakan oleh suatu komunitas,  masyarakat, atau suk...
ARTICLE 8.J. CBDEach contracting party shall … subject to its national  legislation:  …respect, preserve and maintain know...
Dapatkah PENGETAHUANTRADISIONAL dilindungisebagai HAK KEKAYAAN    INTELEKTUAL?
Secara DEFINISI… “Hak Kekayaan Intelektual adalah hak yang timbul dari aktivitas intelektual manusia dalam bidang industri...
PATENPerlu ada INVENTOR sebagai pihakyang berhak atas Paten terhadapINVENSI yang dihasilkannya;Harus memenuhi syarat Kebar...
SISTEM HKI KONVENSIONAL Berdasarkan konsep hak kepemilikan individu; Dipergunakan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang ma...
HKI vsPENGETAHUAN TRADISIONAL Pada hakikatnya, Pengetahuan Tradisional sulit untuk dapat dilindungi dalam sistem perlindun...
MENGAPA BISA TERJADIMISAPPROPRIATION? Kelemahan pada sistem pemeriksaan substantif paten  ketergantungan pada dokumen ter...
BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara...
CONTOH PERLINDUNGAN SUI-GENERIS DALAM KONTEKS HKI:UU no. 29/2000 tentang PVT Amanat TRIPS untuk memberikan perlindungan te...
BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara...
DATABASE PENGETAHUANTRADISIONALPencegahan misappropriation;Mendukung sistem perlindungan patendalam hal menyediakan dokume...
BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara...
HAL LAIN YANG PERLUDIPERHATIKAN Karakteristik masyarakat tradisional yang kurang peduli dengan sistem modern, walaupun men...
Sekian dan Terima-kasih!Copyright © 2007Prayudi Setiadharma, S.H., M.IP.E-mail: psetiadharma@gmail.com
SUMBER BACAANAgus Sardjono, Hak KekayaanIntelektual dan PengetahuanTradisional, (Alumni, 2006)Graham Dutfield, Intellectua...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

HKI dan Sumber Daya Hayati

829 views

Published on

Presentation slides addressing the relation between the IPR system and protection of genetic resources, presented in Indonesian language.

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

HKI dan Sumber Daya Hayati

  1. 1. HKI DAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI:MENGHINDARI KONFLIK, MENCARI SOLUSIPrayudi Setiadharma, S.H., M.IP.
  2. 2. SDA HAYATI DAN HKIArticle 16.5. of the CBD:“The Contracting Parties, recognizing that patents and other IPR may have an influence on the implementation of this Convention, shall cooperate in this regard subject to national legislation and international law in order to ensure that such rights are supportive of and do not run counter to its objectives.”
  3. 3. SDA HAYATI DAN HKI Terdapat potensi konflik antara sistem perlindungan HKI dengan ketentuan yang ada pada CBD; Konflik-konflik tersebut harus bisa ditanggulangi; Dalam kerangka hukum nasional maupun internasional.
  4. 4. ISU SDA HAYATI YANGTERKAIT DENGAN HKI Pelestarian dan pemanfaatan SDA Hayati secara berkesinambungan; Alih Teknologi dalam rangka Pelestarian dan Pemanfaatan SDA Hayati secara berkesinambungan; Hak bagi masyarakat pemangku Pengetahuan Tradisional
  5. 5. PELESTARIAN SDA HAYATI KONTRA: Insentif yang diperoleh industri dengan adanya Paten dianggap mendorong dihasilkannya teknologi-teknologi baru yang berdampak pada kerusakan SDA Hayati; PRO: Dengan adanya perlindungan Paten, perusahaan2 akan merasa aman baik dalam berinvestasi dalam R&D di bidang pengelolaan SDA Hayati, maupun dalam mengadakan kesepakatan dengan penyedia sumber daya genetik.
  6. 6. SOLUSI: INTERNAL  Ordre-Public  Tidak memberikan paten kepada invensi yang pelaksanaannya melanggar ketentuan per-UU-an  merusak lingkungan hidup  Pasal 7 huruf (a) UU no.14/2001 EKSTERNAL  Ketentuan hukum lainnya yang terkait dengan SDA Hayati/Lingkungan Hidup
  7. 7. ALIH TEKNOLOGI KONTRA: Teknologi untuk pelestarian SDA Hayati dikuasai oleh negara-negara industri maju dan dilindungi dengan Paten, sehingga membuat teknologi tersebut terlalu mahal untuk dapat dijangkau oleh negara-negara berkembang PRO: Pemilik Paten atas teknologi pelestarian SDA Hayati akan lebih “rela” mengalihkan teknologinya tersebut kepada negara-negara yang memiliki sistem perlindungan HKI yang memadai
  8. 8. SOLUSI: INTERNAL  melalui mekanisme Lisensi, Lisensi Paksa, atau Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah; EKSTERNAL  Ketentuan hukum lain terkait dengan masalah alih teknologi/investasi asing
  9. 9. PENGETAHUAN TRADISIONAL Sistem HKI, khususnya Paten, dianggap memberikan legitimasi dan mendukung terjadinya “BIOPIRACY” BIOPIRACY --> Eksploitasi komersial secara tanpa hak terhadap Pengetahuan serta SDA Hayati milik masyarakat tradisional; Belum ada perlindungan hukum terhadap Pengetahuan Tradisional di Indonesia
  10. 10. PENGETAHUAN TRADISIONAL“Pengetahuan yang dimiliki atau dikuasai dan digunakan oleh suatu komunitas, masyarakat, atau suku bangsa tertentu yang bersifat turun-temurun dan terus berkembang sesuai dengan perubahan lingkungan.”(definisi yang dipergunakan oleh UN Sub-Commission on Prevention of Discrimination and Protection of Minorities)
  11. 11. ARTICLE 8.J. CBDEach contracting party shall … subject to its national legislation: …respect, preserve and maintain knowledge, innovations and practices of indigenous and local communities embodying traditional lifestyles relevant for the conservation and sustainable use of biological diversity;… …promote their wider application with the approval and involvement of the holders of such knowledge, innovations and practices;… …encourage the equitable sharing of the benefits arising from the utilization of such knowledge, innovations and practices.
  12. 12. Dapatkah PENGETAHUANTRADISIONAL dilindungisebagai HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL?
  13. 13. Secara DEFINISI… “Hak Kekayaan Intelektual adalah hak yang timbul dari aktivitas intelektual manusia dalam bidang industri, ilmu pengetahuan, sastra, dan seni” (WIPO)
  14. 14. PATENPerlu ada INVENTOR sebagai pihakyang berhak atas Paten terhadapINVENSI yang dihasilkannya;Harus memenuhi syarat Kebaruan,Memiliki Langkah Inventif, dan DapatDiterapkan Dalam Industri;Harus melalui prosedur yang panjangdan seringkali melibatkan investasidengan nilai yang tidak sedikit
  15. 15. SISTEM HKI KONVENSIONAL Berdasarkan konsep hak kepemilikan individu; Dipergunakan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang maksimal dari invensi/ciptaan yang dilindungi sepanjang masa perlindungannya masih berlaku; Idealnya berfungsi sebagai “reward” atas invensi yang dihasilkan sekaligus “incentive” untuk menghasilkan invensi-invensi berikutnya, sehingga lebih bersifat “encouragement” ketimbang “preservation”
  16. 16. HKI vsPENGETAHUAN TRADISIONAL Pada hakikatnya, Pengetahuan Tradisional sulit untuk dapat dilindungi dalam sistem perlindungan HKI yang konvensional karena perbedaan-perbedaan yang cukup mendasar; Namun demikian, dalam praktik sangat mungkin terjadi misappropriation dimana sesuatu yang sesungguhnya adalah Pengetahuan Tradisional diklaim sebagai sebuah invensi yang kemudian berhasil dipatenkan
  17. 17. MENGAPA BISA TERJADIMISAPPROPRIATION? Kelemahan pada sistem pemeriksaan substantif paten  ketergantungan pada dokumen tertulis sebagai prior art; Ketentuan 35 US Code § 102  publikasi dari luar Amerika Serikat harus berupa dokumen paten atau tertulis; Tidak ada sistem pendokumentasian secara tertulis dan komprehensif terhadap Pengetahuan Tradisional yang ada di Indonesiasia
  18. 18. BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara luas; Membangun database Pengetahuan Tradisional yang komprehensif; Memasukkan skema benefit-sharing yang adil; Idealnya dilakukan juga dalam konteks kerjasama internasional/regional
  19. 19. CONTOH PERLINDUNGAN SUI-GENERIS DALAM KONTEKS HKI:UU no. 29/2000 tentang PVT Amanat TRIPS untuk memberikan perlindungan terhadap varietas tanaman; Sistem perlindungan paten di Indonesia mengecualikan tumbuh-tumbuhan dan hewan selain mikro-organisme; Mengatur perlindungan terhadap varietas lokal milik masyarakat berikut penamaannya
  20. 20. BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara luas; Membangun database Pengetahuan Tradisional yang komprehensif; Memasukkan skema benefit-sharing yang adil; Idealnya dilakukan juga dalam konteks kerjasama internasional/regional
  21. 21. DATABASE PENGETAHUANTRADISIONALPencegahan misappropriation;Mendukung sistem perlindungan patendalam hal menyediakan dokumentertulis mengenai PengetahuanTradisional;Bentuk awal pengakuan terhadapkeberadaan suatu PengetahuanTradisional dan hak masyarakatpemangkunya
  22. 22. BAGAIMANA PENGETAHUANTRADISIONAL SEBAIKNYADILINDUNGI? Menciptakan sistem perlindungan sui-generis dalam konteks HKI secara luas; Membangun database Pengetahuan Tradisional yang komprehensif; Memasukkan skema benefit-sharing yang adil; Idealnya dilakukan juga dalam konteks kerjasama internasional/regional
  23. 23. HAL LAIN YANG PERLUDIPERHATIKAN Karakteristik masyarakat tradisional yang kurang peduli dengan sistem modern, walaupun menyangkut kepentingan mereka sendiri; Posisi tawar masyarakat tradisional yang relatif lemah, terutama dalam hal ekonomi; Perlu inisiatif dan peran aktif pemerintah
  24. 24. Sekian dan Terima-kasih!Copyright © 2007Prayudi Setiadharma, S.H., M.IP.E-mail: psetiadharma@gmail.com
  25. 25. SUMBER BACAANAgus Sardjono, Hak KekayaanIntelektual dan PengetahuanTradisional, (Alumni, 2006)Graham Dutfield, Intellectual PropertyRights, Trade and Biodiversity,(Earthscan Publications Ltd., 2002)

×