BAB II

                                     PEMBAHASAN




       Akuntansi merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang menjadi penggerak
ekonomi dalam masayarakat. Akuntansi menyediakan informasi melalui beberapa proses
seperti, pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan yang berkenaan dengan aktivitas
ekonomi yang dapat menghasilkan informasi secara andal. Hal ini membuat akuntansi
menjadi suatu ilmu yang berkembang dan menembus dunia. Akuntansi sudah dikenal
secara internasional hingga beberapa negara memiliki peraturan sendiri untuk mengatur
perlakuan akuntansi itu menjadi sistem yang syah dimata dunia dan agar tidak ada
penyimpangan.

       Pemahaman terhadap dimensi internasional dari proses akuntansi yang baru saja
dijelaskan merupakan suatu yang penting bagi mereka yang ingin meneglola usaha dengan
melintasi batas-batas negara. Tidak adanya sekat antarnegara membuat kemudahan bagi
pengelola bisnis, selain itu kebergantungan pemasok internasional yang menuntut untuk
menekan biaya produksi dan berupaya untuk selalu bersaing secara global.

Mempelajari akuntansi internasional menjadi makin berkembang dari masa ke masa. Maka
pembelajaran pertama ini kita dikenalkan akan sejarah singkat perkembangan subjek
ini.(dikutip dari Freddrik Choi

2.1 Sudut Pandang Sejarah
       Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini
   menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya
   untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya, sementara di pihak lain
   memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan
   praktik di seluruh dunia.
       Berawal dari Italia pada abad ke-14 dan 15 dimulai dengan sistem pembukuan
   berpasangan (double entry bookkeeping). Diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447).
   Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli
   matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Praktek bisnis
   yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi


                               BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”       4
tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda,
   Inggris. Luca memperkenalkan 3 (tiga) catatan penting yang harus dilakukan:
   a) Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi
        bisnis
   b) Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku
        memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
   c) Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar
        merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).

   Perkembangannya disorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia
   Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk
   menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. “Pembukuan
   ala Italia” kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman
   Fugger dan kelompok Hanseatik.

      Singkat kata, gagasan tersebut mencapai Kepulauan Inggris pada tahun 1870-an
   berkembamg suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan
   Inggris. Perkembangan yang sama juga terjadi di tempat lain salah satunya, akuntansi
   model Belanda yang digunakan di Indonesia. Kerangka pelaporan sistem Jerman
   berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.

      Pada abad ke-20, permasalahan tentang akuntansi mulai muncul dan berkembang.
   Hingga pada akhirnya sekolah-sekolah bisnis mengakui akuntansi sebagai suatu
   disiplin ilmu akademik sendiri pada sekolah perguruan tinggi.

      Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi internasional tersebut adalah bahwa di
   banyak negara, akuntansi merupakan maslah nasional, dengan standar dan praktik
   nasional yang melekat secara erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
   (dikutip dari Freddrik Choi)

2.2 Sudut Pandang Kontemporer
      Akuntansi menurut sudut pandang kontemporer merupakan faktor-faktor yang
   menambah pentingnya adanya akuntansi secara internasional. Hali ini dikarenakan
   terdapat beberapa faktor-faktor yang antara lain:
   a) Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Multinasional



                            BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”        5
Bisnis internasional saat ini semakin berhubungan dengan investasi asing
    langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negri
    dengan membentuk fasilitas yang dimiliki seutuhnya. Operasi yang dilakukan
    diluar negeri membuat manajer keuangan dan seorang akuntan memiliki resiko
    barupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan
    masih berada dalam satu wilayah perusahaan.
    Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu
    Negara lain karena prinsi-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh social ekonomi
    yan gberbeda. Selain itu terdapat juga perbedaan kurs nilai mata uang yang
    digunakan dalam pelaporan. Manajer keuangan dan akuntan juga harus
    memahami pengaruh apa saja yang mempengaruhi pengukuran akuntansi suatu
    perusahaan multinasional, memahami perubahan yang terjadi misalnya nilai tukar
    atau inflasi merupakan hal yang sangat penting.
b) Kompetisi Global
    Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang yang menyebabkan pentingnya
    kauntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan,
    suatu tindakan untuk membandingkan kenrja suatu pihak suatu standar yang
    memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini
    melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.




c) Merger dan Akuisisi Lintas Batas
    Merger murakan istilah untuk sinergi operasi atau sekala ekonomi akuntansi yang
    memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini merupakan angka-
    angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian
    perusahaan. Perhatian utama perusahaan yang akan melakukan akuisisi adalah
    ketika sedang memberikan tawaran atas target asin adalah sejauh apa faktor
    earning yang dapat dihasilkan bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan
    pengukuran akuntansi
d) Innovasi Keuangan
    Manajemen resiko telah menjadi istilah begitu popular dalam lingkungan
    perusahaan. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang
    terus dilakukan, vollatilitas dalam harga komunitas, valuta asing kredit dan
    ekuitas menjadi hal yang biasa pada saat ini. Berdasarkan kondisi keuangan saat
                        BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”          6
ini manajer keuangan perlu menyadari resiko yang mereka hadapi, memutuskan
        resiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil dari strategi yang
        diterapkan atau dijalankan. Meskipun kemajuan teknologi memungkinakan
        pergeseran resiko keuangan ke pihak lain, tetapi beban untuk mengukur resiko
        antar pihak dapat dialihkan dan sekarang berada di pihak sekelompok besar
        pelaku pasar yang ada di Negara lain.
   e) Internasionalisme Pasar Modal
        Faktor lain yang turut menyumbangkan perhatian lebih terhadapa akuntansi
        internasional adalah dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regular, pembuat
        standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar
        modal di seluruh dunia. Pasar modal dunia melaporkan bahwa perusahaan
        domestic mencatatkan sahamnya menignkat di beberapa pasar modal dan
        menurun di beberapa pasar lainnya selama masa-masa decade sekarang ini yang
        diantaranya disebabkan oleh merger dan akuisis yang juga berakibat pada
        penghapusan pencatatan saham yang dilakukan beberapa perushaan terkait.


2.3 Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi multi Nasional
      Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri.
   Kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. Ketika
   di masa lalu perdagangan jasa biasanya kalah penting, jika dibandingkan dengan
   perdagangan barang. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih
   signifikan dan berkembnag dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan
   barang. Tren ekspor dan impor saat ini menurut wilayah dan beberapa perekonomian
   terpilih dijelaskan pada Tampilan 1-2.
      Apa yang tidak diperlihatkan pada Tampilan 1-2 adalah komposisi ekspor dan
   impor setiap wilayah. Untuk memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai pola
   perdagangan pada tingkat mikro, seseorang hanya perlu mengamati pengungkapan
   operasi luar negeri setiap MNC besar. Tampilan 1-3 memuat distribusi penjualan
   Heineken secara geografis, salah satu dari pembuat bir yang terkenal secara
   internasional. Sebagaimana dapat dilihat, tingkat penjualan perusahaan secara harfiah
   meliputi setiap benua. Unisys,perusahaan penyelenggara jasa teknologi informasi yang
   berbasis di AS, ia menyediakan jasa keahlian bagi klien-kliennya di lebih dari 100
   negara. Sementara itu, Grup Volvo dari Swedia menjual baik produk otomotif maupun
   jasa keuangan dikurang lebih 185 negara. Penggabungan pegungkapan semacam itu
                            BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”         7
dari seluruh MNC di seluruh dunia akan menginformasikan bahwa perdagangan saat
   ini tak lagi bersifat bilateral atau regional, tetapi sungguh-sungguh bersifat global.

Tampilan 1-1 Perdagangan Barang Dunia Menurut Wilayah

    Total Perdagangan Barang Dagang                     Unit: Dolar AS pada harga saat ini (juta dolar)
   Wilayah        Aktivitas Kompanyon             1985         1990         1995        2000          2005
Afrika              Ekspor         Dunia          83.700       106.000     112.000      147.800       297.700
Afrika              Impor          Dunia          75.600        99.600     125.700      129.400       249.300
Asia                Ekspor         Dunia         416.400       792.400 1.446.800 1.836.200            3.50.900
Asia                Impor          Dunia         386.600       761.500 1.403.300 1.677.100          2.871.000
Eropa               Ekspor         Dunia         846.245 1.684.940 2.335.635 2.633.930              4.371.915
Eropa               Impor          Dunia         862.075 1.750.925 2.334.760 2.774.755              4.542.675
Timur Tengah        Ekspor         Dunia         102.200       138.400     151.000      268.000       538.000
Timur Tengah        Impor          Dunia          87.800       101.300     132.500      167.400       322.100
Amerika Utara       Ekspor         Dunia         336.560       562.035     856.550 1.224.975        1.477.530
Amerika Utara       Impor          Dunia         452.660       684.460 1.015.760 1.687.800          2.284.735
Amerika
Tengah/Selatan      Ekspor         Dunia          81.800       106.000     148.900      195.800       354.900
Amerika
Tengah/Selatan      Impor          Dunia          65.400        85.900     176.900      206.300       297.600
Dunia               Ekspor         Dunia       1.954.000 3.449.000 5.164.000 6.452.000 10.431.000
Dunia               Impor          Dunia       2.015.000 3.550.000 5.284.000 6.724.000 10.783.000



 Total Perdagangan dalam Jasa Komersial             Unit: Dolar AS pada harga saat ini (juta dolar)
   Wilayah        Aktivitas Kompanyon            1985        1990        1995        2000         2005
Afrika              Ekspor         Dunia         11.100      18.600       25.700      31.300       56.900
Afrika              Impor          Dunia         20.700      26.500       34.400      37.400       69.300
Asia                Ekspor         Dunia         60.800 131.500          257.800     309.500      525.300
Asia                Impor          Dunia         77.400 178.800          328.100     367.900      573.500
Eropa               Ekspor         Dunia                                 597.100     721.900 1.244.800
Eropa               Impor          Dunia                                 560.200     674.100 1.120.100
Timur Tengah        Ekspor         Dunia                                              33.100       54.900


                             BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”             8
Timur Tengah        Impor        Dunia                                          48.800       85.400
 Amerika Utara       Ekspor       Dunia          75.700 135.500     171.200     268.200      366.300
 Amerika Utara       Impor        Dunia          75.700 135.500     171.200     268.200      366.300
 Amerika
 Tengah/Selatan      Ekspor       Dunia          13.600   22.400     34.600      47.100       68.200
 Amerika
 Tengah/Selatan      Impor        Dunia          16.700   24.900     45.300      54.600       70.500
 Dunia               Ekspor       Dunia       381.600 780.500 1.185.100 1.491.000 2.414.300
 Dunia               Impor        Dunia       401.100 820.500 1.200.700 1.474.600 2.347.400



Topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah
akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Heineken
melakukan ekspor sejumlah bir kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan
dalam mata uang real Brasil. Seandainya nilai real mengalami penurunan relatif terhadap
euro sebelum dilakukannya pembayaran, Heineken akan mengalami kerugian dalam mata
uang asing, karena real akan menghasilkan euro yang lebih kecil pada saat konversi setelah
devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. Pengukuran kerugian transaksi tidak secara
langsung dan menjadi subyek yang akan dibahas dalam Bab 6.

Tampilan 1-2 Distribusi Penjualan Heineken Tahun 2005 Menurut Geografis (dalam
jutaan hektoliter)

Eropa Barat                                               32,2
Belanda                                    5,8
Spanyol                                   10,9
Prancis                                    6,8
Italia                                     5,7
Lainnya                                      3


Eropa Tengah dan Timur                                    45,5
Polandia                                  10,2
Rusia                                      7,2
Jerman                                     8,7
Austria                                    4,6

                              BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”        9
Yunani                                     3,2
Lainnya                                   11,6
                                                         15,1
Amerika                                    6,9
Amerika Serikat                            6,9
Amerika Latin                              1,3
Lainnya
Afrika dan Timur Tengah                                    15
Nigeria                                    5,4
Mesir                                          1
Lainnya                                    8,6
Asia Pasifik                              10,8



   Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan
asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau
distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha
patungan, atau aliansi strategis.

   Saat terlihat jelas adanya bias dari negara-negara maju terhadap investasi asing, secara
langsung arus investasi asing meledak ke negara-negara berkembang sejak awal tahun
1990-an, sehingga menunjukkan bahwa MNC makin menyadari bahwa negara-negar tuan
rumah ini menjadi lokasi investasi yang menarik.

   Pada tingkat perusahaan, aktivitas investasi langsung terlihat dengan adanya
pengungkapan pada segmen perusahaan dan daftar kepemilikan saham pada perusahaan
afiliasi. Tampilan 1-3 menunjukkan statistik regional AKZO Nobel, perusahaan
mutinasional yang bermarkas di Belanda dan berkonsentrasi dalam produk perawatan
kesehatan, pelapisan, dan bahan-bahan kimia.

   Tampilan 1-4 menunjukkan kepemilikan luas dalam perusahaan-perusahaan kelompok
operasi dan Nestle merupakan salah satu kelompok usaha makanan dan minuman terbesar
yang bermarkas di Vevy Swiss. Sementara AKZO maupun operasi luar negeri Nestle
menjadi luas, jumlah yang terkait dengan pengeluaran modal, modal yang disetor, produksi
yang dijual pada pasar lokal, dan jumlah karyawan asing cenderung mengecilkan lingkup


                              BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”        10
operasi luar negeri mereka, angka-angka tersebut tidak mencerminkan jangkauan usaha
patungan, aliansi strategis atau perjanjian kerja sama perusahaan lainnya.




Tampilan 1-3 Pengungkapan Operasi Luar Negeri AKZO NOBEL*

              Penjualan    Penjualan       Laba      Pengeluaran       Modal        Jumlah
                Bersih       Bersih      Operasi        Modal          Disetor     Karyawan
              Menurut       Menurut
               Tujuan         Asal
Belanda              862         2.459         474               179     2.229        11.600
Jerman             1.238         1.152         144                25         539       4.100
Swedia               516         1.237         137                65         604       3.900
Inggris              809          754         (59)                31         492       4.100
Eropa-             4.075         3.069         527                81     1.264        12.900
Lainnya
AS/Kanada          2.400         2.116        (67)                51     1.534         8.200
Amerika              830          626           85                42         448       4.400
Latin
Asia               1.590         1.231         192                32         661       9.800
Wilayah              680          356           53                 8         236       2.300
Lain
*Angka di atas adalah berdasarkan IFRS

Tampilan 1-4 Negara-negara di Mana Perusahaan Nestle Memiliki Satu atau Lebih
Kepemilikan Mayoritas*

Eropa                           Asia
Jerman                     14 Saudi Arabia                   3
Austria                     4 Bangladesh                     1
Belgia                      8 Kambija                        1
Bulgaria                    1 UEA                            1
Kroasia                     1 India                          2
Denmark                     3 Indonesia                      1
Spanyol                    10 Israel                         1

                             BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”            11
Firlandia                      3 Jepang                           9
Prancis                     18 Yordania                           1
Yunani                         2 Kuwait                           1
Hungaria                       5
Italia                         8
Lituania                       1
Malta                          1
Republik                       1
Dominika
Trinidad                       2
Uruguay                        1
Venezuela                      3
(*Bersambung)

         Bisnis internsional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri.
Perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan
tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang. Untuk memperoleh gambaran yang
lebih baik mengenai pola perdagangan pada tingkat mikro, seseorang hanya perlu
mengamati       pengungkapan       operasi   luar   negeri   setiap   perusahaan   multinasional
(multinasional company - MNC) besar. Sebagai contoh, misalkan Solvay melakukan
ekspor sejumlah obal-obatan kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan
dalam mala uang seal Brasil. Seandainya nital real mengalami penurunan relatif terhadap
euro sebelum dilakukannya pembayaran, Solvay akan mengalami kerugian dalam mata
uang asing karena real akan menghasilkan euro yang tehib keelt poch soit konyersi setelah
devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. kerugian transaksi tidak langsung seperti itu.
Saat ini bisnis internasional semakin berhubungan dengan inyestasi asing langsung, yang
meliputi sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang
dimiliki seutuhnya. Jika terlihat jelas adanya bias dari negara maju terhadap investasi asing
langsung, meledaknya arus investasi asing langsung ke negara-negara berkembang sejak
awal tahun 1990-an menunjukkan bahwa MNC semakin menyadari bahwa negara-negara
tuan rumah ini menjadi lokasi investasi yang menarik. Pada tingkat perusahaan aktivitas
investasi asing langsung terlihat adanya pengungkapan segmen perusahaan dan daftar
kepemilikan saham pada perusahaan afiliasi



                               BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”             12
Operasi yang dilaksanakan diluar negeri menghadapai resiko berupa semua jenis
masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam
wilayah satu negara. Contoh : bagaimana seharusnya sebuah MNC melaporkan hasil
operasinya baik domestic dan internasinal terhadap seluruh investor. Setiap alifiasi harus
menyiapkan akun-akunnya sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu
Negara menjadi domisili perusahaan untuk memenuhi ketentuan hukum dan perpajakan.
Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu negara ke
negara lain karena prinsip-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh lingkungan sosial
ekonomi yang berbeda. Selain itu terdapat pilihan kurs nilai tukar yang digunakan untuk
mengkonversi akun-akun luar negeri ke dalam satu mata uang pelaporan. Manajer
keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan
pengukuran       akuntansi   suatu    perusahaanmultinasional,     memahami         pengaruh
perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting, memiliki pengetahuan
mengenai hukum pajak dan nilai mata uang untuk usaha yang beroperasi dilebih satu
negara.
     Topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah
akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Heineken
melakukan ekspor sjumlah bir kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan
dalam mata uang real Brasil. Seandainya nilai real mengalami penurunan relatif terhadap
euro sebelum dilakukannya pembayaran, Heineken akan mengalami kerugian dalam mata
uang asing karena real akan menghasilkan euro yang lebih kecil pada saat konversi setelah
devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi.
     Manajer keuangan dan akuntansi juga harus memahami pengaruh kompleksitas
lingkungan      pengukuran   akuntansi    suatu   perusahaan     MNC.     Sebagai     contoh
: memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting
dalam bidang seperti menyusun anggaran jangka pendek dan jangka panjang induk
perusahaan dan anak-anak perusahaan secara keseluruhan, mengukur dan mengevaluasi
kinerja unit usaha local dan para manajernya dan membuat keputusan yang berpengaruh
pada perusahaan secara keseluruhan dalam melakukan alokasi modal investasi dan laba
ditahan dan sebagainya. Yang lebih sulit adalah kurs nilai tukar valuta asing dan inflasi di
luar negeri terhadap pengukuran akuntansi menyebabkan sistem pengendalian keuangan
domestic tidak mampu memenuhi kebutuhan para manajer dengan baik tanpa dilakukannya
penyesuaian lingkungan yang memadai.


                             BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”            13
Usaha-usaha yang beroperasi di lebih dari satu Negara perlu mengamati dan
mengelola risiko pajak yang dihadapi dengan seksama. Pengetahuan mengenai hukum
pajak dan nilai mata uang hanyalah sebuah pemulaan. Sangatlah mungkin bahwa langkah-
langkah yang diambil untuk menurunkan besarnya pajak di suatu tempat akan
meningkatkan besarnya pajak di tempat lain dan peningkatannya mungkin lebih besar dari
pengurangan pada awalnya. Pengaruh strategi perpajakan penganggaran dan prosedur
kendali perusahaan harus mempertimbangkan dengan seksama.
       Sebagai contoh strategi yang baik untuk mengurangi pajak mungkin menimbulkan
pengaruh terhadap system evaluasi kinerja yang sebenarnya tidak diharapkan. Harga
transfer (transfer price)- harga yang dibebankan terhadap unit-unit usaha atas transaksi
internal yang melewati batas-batas nasional- seringkali ditetapkan dengan mengingat
faktor minimalisasi pajak. Ide dasarnya adalah untuk mengumpulkan beban (sebanyak
mungkin) pada Negara-negara yang rendah tarif pajaknya, sehingga memaksimalkan laba
secara keseluruhan. Pemerintah sangat menyadari strategi ini dan telah menetapkan aturan
yang rumit untuk mencegah penggunaan strategi ini secara berlebihan. Apabila istilah
harga “transaksi wajar” menyebar lias, defunisi dan metode yang         digunakan untuk
menghitungnya sangat bervariasi. Perubahan tidak terduga dalam nilai kurs nilai tukar atau
tungkat inflasi dapat menimbulkan mapaletaka dalam strategi perencanaan pajak. Untuk itu
diperlukan model computer yang rumit untuk menghitung perkiraan pengaruh strategi pada
suatu perusahaan secara menyeluruh.
2.4 Inovasi Keuangan
       Perusahaan harus mampu menghadapi risiko bisnis yang akan mereka terima, oleh
   karena itu dewasa ini perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi khususnya untuk
   keuangan agar tidak menderita kerugian ekonomis dalam menghadapi risiko bisnis.
   Untuk itu perusahaan harus memiliki tindakan preventif yaitu sistem manajemen risiko
   yang baik, dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus
   dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas yang
   sering terjadi dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini memang tidak serta merta
   langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi menghadapkan perusahaan
   pada risiko menderita kerugian ekonomis. Hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan
   dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut,
   memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi
   manajemen risiko yang dijalankan.


                            BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”          14
Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat
   mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan
   pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk
   mengidentifikasi dan aktif mengelola eksposur tersebut. Pada saat yang bersamaan,
   kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan
   kepada pundak orang lain. Meski demikian, beban untuk mengukur risiko antar-pihak
   dapat dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar
   keuangan, yang diantaranya berjarak ribuan mil. Disini tampak jelas adanya
   ketergantungan yang ditimbulkan akibat praktik pelaporan internasional dan
   kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan, dalam
   hal ini contohnya penerapan IFRS oleh satu pihak dan penggunaan GAAP US pada
   pihak yang lainnya, karena itu makin pentingnya akuntansi internasional agar terdapat
   kesamaan standar yang berlaku global. Mereka yang memiliki kemampuan manajemen
   risiko sangat dihargai oleh pasar. Seluruh hal mengenai topik manajemen risiko
   keuangan akan dibahas pada bab 11.
2.5 Kompetisi Global
      Sebagaimana kita tau bahwa kompetisi bisnis saat ini sudah bersifat global maka
   batas antar negara sudah tidak lagi ada batas antar negara, fenomena ini membuat peran
   akuntansi internasional menjadi semakin penting. Penentuan acuan (benchmarking),
   suatu tidakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang
   memadai, bukanlah hal yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang
   kini melampaui batas-batas nasional, sehingga perusahaan dari negara lain dapat masuk
   untuk berkompetisi bisnis di Indonesia. Sehingga pertanyaan yang relevan kini adalah
   “Apakah saya menambah lebih banyak nilai kepada pelanggan utama saya
   dibandingkan dengan rekan saya yang berada di negara lain?” bukan lagi “Bagaimana
   dengan pekerjaan yang saya lakukan bila dibandingkan dengan para pesaing yang
   bertindak benar di wilayah lain?”.
      Namun dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus
   berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-
   benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh alat ukur kinerja yang sering digunakan
   adalah pengukuran ROE (Return on equity-ROE). Dalam membandingkan perusahaan
   konsumsi tahan lama di Amerika Serikat dengan Electrolux dari Swedia, apakah anda
   membandingkan apel dengan apel atau anda membandingkan apel dengan jeruk?.


                            BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”         15
Menyesuaikan Laba dan Ekuitas Konsolidasi Electrolux dari IFRS ke GAAP AS
Laba bersih konsolidasi
SEKm                                                            2005            2004
Laba bersih menurut IFRS                                        1763            3259
Penyesuaian sebelum pajak;
Biaya pengembangan                                              -217            -367
Restrukturisasi dan provisi lainnya                              172            178
Pensiun                                                         -316            -312
Derivatif dan lindung nilai (hedging)                           -143            -158
Provisi diskon                                                   -78
Efek (surat berharga)                                                             2
Kompensasi berbasis saham                                        71              -40
Pajak atas penyesuaian                                           266            226
Laba bersih menurut GAAP AS                                     1528            2788


2.6 Merger dan Akuisisi Lintas Batas Negara
       Penilaian perusahaan sering kali didasarkan pada faktor-faktor berbasis harga
   seperti rasio hargo atas laba. Pendekatan di sini adalah untuk menurunkan rata-rata
   faktor untuk perusahaan yang sebanding dalam industri dan menerapkan faktor atas
   laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang sedang dinilai untuk menghasilkan harga
   penawaran yang memadai. Perusahaan yang melakukan akuisisi ketika sedang
   memberikan tawaran atas target akuisisi asing adalah sejauh apa faktor (laba-earnings)
   dalam ukuran P/E merupakan refleksi sesungguhnya dari variable yang sedang diukur
   bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi. Peredaan aturan
   pengukuran akuntansi dapat menimbulkan arena bermain yang tidak sebanding dalam
   pasar untuk memperoleh kendali perusahaan.
2.7 Internasionalisasi Pasar Modal
       Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi
   internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat
   standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal
   seluruh dunia. Penawaran internasional yang berkenaan dengan obligasi(surat utang),
   pinjaman modal perusahaan dan prasarana utang lainnya semua melonjak naik secara
   dramatis sejak tahun 1990.

                             BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”        16
Dengan terintergrasinya pasar keuangan, kita juga menyaksikan adanya
peningkatan dalam jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di
seluruh dunia. Tingkat rata-rata volume perdagangan tahunan dari perusahaan-
perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan. Hal ini pada dasarnya
disebabkan oleh adanya merger dan akuisisi yang telah ikut berperan dalam
merampingkan beberapa entitas perusahaan yang terdaftar. Anggapan umum yang
lebih menyarankan para investor untuk berivestasi di negaranya masing-masing telah
makin ditinggalkan, dan kini para penanam modal dapat mengambil keuntungan
sebesar-besarnya dari berbagai peluang investasi yang paling menarik dimanapun ia
berada. Terdapat tiga wilayah pasar modal terbesar adalah wilayah benua Amerika,
Asia-Pasifik, dan Eropa termasuk juga didalamnya Afrika dan Timur Tengah.

Amerika

   Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama
tahun 1990-an. Saat ini, baik NYSE maupun NASDAQ mendominasi bursa efek lain di
seluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai
perdagangan saham asing (di luar Bursa Efek London-LSE), jumlah perusahaan
domestik yang mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatkan
sahamnya. Relatif pentingnya Amerika dalam pasar ekuitas global juga meningkat.
Kapitalisasi pasar di Amerika dalam presentase terhadap total global berada pada pada
posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006.
   Namun di Amerika sekalipun, kuatnya tuntutan kompetisi global juga makin
dirasakan. Komite Pengaturan Pasar Modal (The Committee on Capital Market
Regulation), yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga
berkoordinasi dengan Dewan Keuangan Federal Pemerintah (Federal Reserve Boards
of Governors) dan Departemen Keuangan Amerika Serikat, telah menetapkan bahwa
Amerika Serikat akan kehilangan pengaruhnya dalam pasar modal dunia kecuali jika
Amerika merampingkan berbagai ketetapan peraturan pemodalannya, yang oleh pasar
dirasa terlalu memberatkan. Persoalan ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 8
bersamaan dengan topikseputar tata kelola perusahaan dan juga ketetapan Sarbanas
Oxley di Amerika Serikat.




                        BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”         17
Eropa Barat
      Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar
   dan volume perdagngan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan
   pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an.
   Faktor terkait di Eropa Kontinentaladalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas
   yang sudah lama menjadi ciri-ciri pasar ekuitas London dan Amerika Utara. Privatisasi
   yang dilakukan terhadap banyak perusahaa besar milik pemerintah telah membuat
   pasar ekuitas Eropa menjadi lebih penting dan menarik investor non-institusional (non-
   lembaga), hingga pasar Eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan Persatuan
   moneter Eropa (European Monetary Union). Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh.
   Reformasi pensiun sebagai contoh telah menimbulkan permintaan baru terhadap
   kesempatan investasi. Persaingan terus-menerus diantara bursa efek Eropa ikut
   berperan dalam membangun kultur pasar modal. Perkembangan pasar modal telah
   menjadi hal yang begitu penting bagi pemerintahan nasional dan juga bagi mereka
   yang mengatur regulasi pasar, yang semuanya bersaing demi mendapatkan pengakuan
   dan nama baik.
  Asia
      Diperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. Republik
   Rakyat Cina (Cina) muncul sebagai perekonomian global utama dan negara-negara
   “Macan Asia” mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenominal. Beberapa
   praktik berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standart auditing
   di Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standart tersebut lemah. Namun
   prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat. Seperti yang
   telah disebutkan beberapa pasar Asia-Pasifik (Cina, India, Korea, Taiwan, dan
   Hongkong) telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang
   relatif besar terhadap kapitalisasi pasar.
2.8 Pencatatan dan Penerbitan Saham Lintas Batas Negara
      Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas yang terjadi di pasar
   baru Eropa, menunjukan bukti bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud
   melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang
   saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/ atau membangun
   kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara di mana
   perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan / atau pelanggan.


                              BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”       18
Banyak perusahaan Eropa mengalami kesulitan ketika memutuskan di mana
meningkatkan jumlah modal atau mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai
berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter kelembagaan yang berbeda
sangat diperlakukan saat ini. Pemahaman mengenai bagaimana karakteristik
perusahaan penerbit saham dan bursa efek saling berhubungan juga diperlukan. Negara
asal, industri, dan besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa
faktor yang perlu dipertimbangkan. Biaya dan manfaat kombinasi pasar yang berbeda
juga perlu untuk dipahami.




                        BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL”       19

akuntansi internasional

  • 1.
    BAB II PEMBAHASAN Akuntansi merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang menjadi penggerak ekonomi dalam masayarakat. Akuntansi menyediakan informasi melalui beberapa proses seperti, pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan yang berkenaan dengan aktivitas ekonomi yang dapat menghasilkan informasi secara andal. Hal ini membuat akuntansi menjadi suatu ilmu yang berkembang dan menembus dunia. Akuntansi sudah dikenal secara internasional hingga beberapa negara memiliki peraturan sendiri untuk mengatur perlakuan akuntansi itu menjadi sistem yang syah dimata dunia dan agar tidak ada penyimpangan. Pemahaman terhadap dimensi internasional dari proses akuntansi yang baru saja dijelaskan merupakan suatu yang penting bagi mereka yang ingin meneglola usaha dengan melintasi batas-batas negara. Tidak adanya sekat antarnegara membuat kemudahan bagi pengelola bisnis, selain itu kebergantungan pemasok internasional yang menuntut untuk menekan biaya produksi dan berupaya untuk selalu bersaing secara global. Mempelajari akuntansi internasional menjadi makin berkembang dari masa ke masa. Maka pembelajaran pertama ini kita dikenalkan akan sejarah singkat perkembangan subjek ini.(dikutip dari Freddrik Choi 2.1 Sudut Pandang Sejarah Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya, sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunia. Berawal dari Italia pada abad ke-14 dan 15 dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping). Diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Praktek bisnis yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 4
  • 2.
    tidak hanya diItalia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Inggris. Luca memperkenalkan 3 (tiga) catatan penting yang harus dilakukan: a) Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis b) Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal. c) Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996). Perkembangannya disorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. “Pembukuan ala Italia” kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Singkat kata, gagasan tersebut mencapai Kepulauan Inggris pada tahun 1870-an berkembamg suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris. Perkembangan yang sama juga terjadi di tempat lain salah satunya, akuntansi model Belanda yang digunakan di Indonesia. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia. Pada abad ke-20, permasalahan tentang akuntansi mulai muncul dan berkembang. Hingga pada akhirnya sekolah-sekolah bisnis mengakui akuntansi sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada sekolah perguruan tinggi. Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi internasional tersebut adalah bahwa di banyak negara, akuntansi merupakan maslah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat secara erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. (dikutip dari Freddrik Choi) 2.2 Sudut Pandang Kontemporer Akuntansi menurut sudut pandang kontemporer merupakan faktor-faktor yang menambah pentingnya adanya akuntansi secara internasional. Hali ini dikarenakan terdapat beberapa faktor-faktor yang antara lain: a) Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Multinasional BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 5
  • 3.
    Bisnis internasional saatini semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negri dengan membentuk fasilitas yang dimiliki seutuhnya. Operasi yang dilakukan diluar negeri membuat manajer keuangan dan seorang akuntan memiliki resiko barupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan masih berada dalam satu wilayah perusahaan. Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu Negara lain karena prinsi-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh social ekonomi yan gberbeda. Selain itu terdapat juga perbedaan kurs nilai mata uang yang digunakan dalam pelaporan. Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh apa saja yang mempengaruhi pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional, memahami perubahan yang terjadi misalnya nilai tukar atau inflasi merupakan hal yang sangat penting. b) Kompetisi Global Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang yang menyebabkan pentingnya kauntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan, suatu tindakan untuk membandingkan kenrja suatu pihak suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru. c) Merger dan Akuisisi Lintas Batas Merger murakan istilah untuk sinergi operasi atau sekala ekonomi akuntansi yang memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini merupakan angka- angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perhatian utama perusahaan yang akan melakukan akuisisi adalah ketika sedang memberikan tawaran atas target asin adalah sejauh apa faktor earning yang dapat dihasilkan bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi d) Innovasi Keuangan Manajemen resiko telah menjadi istilah begitu popular dalam lingkungan perusahaan. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, vollatilitas dalam harga komunitas, valuta asing kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa pada saat ini. Berdasarkan kondisi keuangan saat BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 6
  • 4.
    ini manajer keuanganperlu menyadari resiko yang mereka hadapi, memutuskan resiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil dari strategi yang diterapkan atau dijalankan. Meskipun kemajuan teknologi memungkinakan pergeseran resiko keuangan ke pihak lain, tetapi beban untuk mengukur resiko antar pihak dapat dialihkan dan sekarang berada di pihak sekelompok besar pelaku pasar yang ada di Negara lain. e) Internasionalisme Pasar Modal Faktor lain yang turut menyumbangkan perhatian lebih terhadapa akuntansi internasional adalah dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regular, pembuat standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal di seluruh dunia. Pasar modal dunia melaporkan bahwa perusahaan domestic mencatatkan sahamnya menignkat di beberapa pasar modal dan menurun di beberapa pasar lainnya selama masa-masa decade sekarang ini yang diantaranya disebabkan oleh merger dan akuisis yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham yang dilakukan beberapa perushaan terkait. 2.3 Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi multi Nasional Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. Ketika di masa lalu perdagangan jasa biasanya kalah penting, jika dibandingkan dengan perdagangan barang. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembnag dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang. Tren ekspor dan impor saat ini menurut wilayah dan beberapa perekonomian terpilih dijelaskan pada Tampilan 1-2. Apa yang tidak diperlihatkan pada Tampilan 1-2 adalah komposisi ekspor dan impor setiap wilayah. Untuk memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai pola perdagangan pada tingkat mikro, seseorang hanya perlu mengamati pengungkapan operasi luar negeri setiap MNC besar. Tampilan 1-3 memuat distribusi penjualan Heineken secara geografis, salah satu dari pembuat bir yang terkenal secara internasional. Sebagaimana dapat dilihat, tingkat penjualan perusahaan secara harfiah meliputi setiap benua. Unisys,perusahaan penyelenggara jasa teknologi informasi yang berbasis di AS, ia menyediakan jasa keahlian bagi klien-kliennya di lebih dari 100 negara. Sementara itu, Grup Volvo dari Swedia menjual baik produk otomotif maupun jasa keuangan dikurang lebih 185 negara. Penggabungan pegungkapan semacam itu BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 7
  • 5.
    dari seluruh MNCdi seluruh dunia akan menginformasikan bahwa perdagangan saat ini tak lagi bersifat bilateral atau regional, tetapi sungguh-sungguh bersifat global. Tampilan 1-1 Perdagangan Barang Dunia Menurut Wilayah Total Perdagangan Barang Dagang Unit: Dolar AS pada harga saat ini (juta dolar) Wilayah Aktivitas Kompanyon 1985 1990 1995 2000 2005 Afrika Ekspor Dunia 83.700 106.000 112.000 147.800 297.700 Afrika Impor Dunia 75.600 99.600 125.700 129.400 249.300 Asia Ekspor Dunia 416.400 792.400 1.446.800 1.836.200 3.50.900 Asia Impor Dunia 386.600 761.500 1.403.300 1.677.100 2.871.000 Eropa Ekspor Dunia 846.245 1.684.940 2.335.635 2.633.930 4.371.915 Eropa Impor Dunia 862.075 1.750.925 2.334.760 2.774.755 4.542.675 Timur Tengah Ekspor Dunia 102.200 138.400 151.000 268.000 538.000 Timur Tengah Impor Dunia 87.800 101.300 132.500 167.400 322.100 Amerika Utara Ekspor Dunia 336.560 562.035 856.550 1.224.975 1.477.530 Amerika Utara Impor Dunia 452.660 684.460 1.015.760 1.687.800 2.284.735 Amerika Tengah/Selatan Ekspor Dunia 81.800 106.000 148.900 195.800 354.900 Amerika Tengah/Selatan Impor Dunia 65.400 85.900 176.900 206.300 297.600 Dunia Ekspor Dunia 1.954.000 3.449.000 5.164.000 6.452.000 10.431.000 Dunia Impor Dunia 2.015.000 3.550.000 5.284.000 6.724.000 10.783.000 Total Perdagangan dalam Jasa Komersial Unit: Dolar AS pada harga saat ini (juta dolar) Wilayah Aktivitas Kompanyon 1985 1990 1995 2000 2005 Afrika Ekspor Dunia 11.100 18.600 25.700 31.300 56.900 Afrika Impor Dunia 20.700 26.500 34.400 37.400 69.300 Asia Ekspor Dunia 60.800 131.500 257.800 309.500 525.300 Asia Impor Dunia 77.400 178.800 328.100 367.900 573.500 Eropa Ekspor Dunia 597.100 721.900 1.244.800 Eropa Impor Dunia 560.200 674.100 1.120.100 Timur Tengah Ekspor Dunia 33.100 54.900 BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 8
  • 6.
    Timur Tengah Impor Dunia 48.800 85.400 Amerika Utara Ekspor Dunia 75.700 135.500 171.200 268.200 366.300 Amerika Utara Impor Dunia 75.700 135.500 171.200 268.200 366.300 Amerika Tengah/Selatan Ekspor Dunia 13.600 22.400 34.600 47.100 68.200 Amerika Tengah/Selatan Impor Dunia 16.700 24.900 45.300 54.600 70.500 Dunia Ekspor Dunia 381.600 780.500 1.185.100 1.491.000 2.414.300 Dunia Impor Dunia 401.100 820.500 1.200.700 1.474.600 2.347.400 Topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Heineken melakukan ekspor sejumlah bir kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan dalam mata uang real Brasil. Seandainya nilai real mengalami penurunan relatif terhadap euro sebelum dilakukannya pembayaran, Heineken akan mengalami kerugian dalam mata uang asing, karena real akan menghasilkan euro yang lebih kecil pada saat konversi setelah devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. Pengukuran kerugian transaksi tidak secara langsung dan menjadi subyek yang akan dibahas dalam Bab 6. Tampilan 1-2 Distribusi Penjualan Heineken Tahun 2005 Menurut Geografis (dalam jutaan hektoliter) Eropa Barat 32,2 Belanda 5,8 Spanyol 10,9 Prancis 6,8 Italia 5,7 Lainnya 3 Eropa Tengah dan Timur 45,5 Polandia 10,2 Rusia 7,2 Jerman 8,7 Austria 4,6 BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 9
  • 7.
    Yunani 3,2 Lainnya 11,6 15,1 Amerika 6,9 Amerika Serikat 6,9 Amerika Latin 1,3 Lainnya Afrika dan Timur Tengah 15 Nigeria 5,4 Mesir 1 Lainnya 8,6 Asia Pasifik 10,8 Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan, atau aliansi strategis. Saat terlihat jelas adanya bias dari negara-negara maju terhadap investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an, sehingga menunjukkan bahwa MNC makin menyadari bahwa negara-negar tuan rumah ini menjadi lokasi investasi yang menarik. Pada tingkat perusahaan, aktivitas investasi langsung terlihat dengan adanya pengungkapan pada segmen perusahaan dan daftar kepemilikan saham pada perusahaan afiliasi. Tampilan 1-3 menunjukkan statistik regional AKZO Nobel, perusahaan mutinasional yang bermarkas di Belanda dan berkonsentrasi dalam produk perawatan kesehatan, pelapisan, dan bahan-bahan kimia. Tampilan 1-4 menunjukkan kepemilikan luas dalam perusahaan-perusahaan kelompok operasi dan Nestle merupakan salah satu kelompok usaha makanan dan minuman terbesar yang bermarkas di Vevy Swiss. Sementara AKZO maupun operasi luar negeri Nestle menjadi luas, jumlah yang terkait dengan pengeluaran modal, modal yang disetor, produksi yang dijual pada pasar lokal, dan jumlah karyawan asing cenderung mengecilkan lingkup BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 10
  • 8.
    operasi luar negerimereka, angka-angka tersebut tidak mencerminkan jangkauan usaha patungan, aliansi strategis atau perjanjian kerja sama perusahaan lainnya. Tampilan 1-3 Pengungkapan Operasi Luar Negeri AKZO NOBEL* Penjualan Penjualan Laba Pengeluaran Modal Jumlah Bersih Bersih Operasi Modal Disetor Karyawan Menurut Menurut Tujuan Asal Belanda 862 2.459 474 179 2.229 11.600 Jerman 1.238 1.152 144 25 539 4.100 Swedia 516 1.237 137 65 604 3.900 Inggris 809 754 (59) 31 492 4.100 Eropa- 4.075 3.069 527 81 1.264 12.900 Lainnya AS/Kanada 2.400 2.116 (67) 51 1.534 8.200 Amerika 830 626 85 42 448 4.400 Latin Asia 1.590 1.231 192 32 661 9.800 Wilayah 680 356 53 8 236 2.300 Lain *Angka di atas adalah berdasarkan IFRS Tampilan 1-4 Negara-negara di Mana Perusahaan Nestle Memiliki Satu atau Lebih Kepemilikan Mayoritas* Eropa Asia Jerman 14 Saudi Arabia 3 Austria 4 Bangladesh 1 Belgia 8 Kambija 1 Bulgaria 1 UEA 1 Kroasia 1 India 2 Denmark 3 Indonesia 1 Spanyol 10 Israel 1 BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 11
  • 9.
    Firlandia 3 Jepang 9 Prancis 18 Yordania 1 Yunani 2 Kuwait 1 Hungaria 5 Italia 8 Lituania 1 Malta 1 Republik 1 Dominika Trinidad 2 Uruguay 1 Venezuela 3 (*Bersambung) Bisnis internsional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang. Untuk memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai pola perdagangan pada tingkat mikro, seseorang hanya perlu mengamati pengungkapan operasi luar negeri setiap perusahaan multinasional (multinasional company - MNC) besar. Sebagai contoh, misalkan Solvay melakukan ekspor sejumlah obal-obatan kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan dalam mala uang seal Brasil. Seandainya nital real mengalami penurunan relatif terhadap euro sebelum dilakukannya pembayaran, Solvay akan mengalami kerugian dalam mata uang asing karena real akan menghasilkan euro yang tehib keelt poch soit konyersi setelah devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. kerugian transaksi tidak langsung seperti itu. Saat ini bisnis internasional semakin berhubungan dengan inyestasi asing langsung, yang meliputi sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya. Jika terlihat jelas adanya bias dari negara maju terhadap investasi asing langsung, meledaknya arus investasi asing langsung ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an menunjukkan bahwa MNC semakin menyadari bahwa negara-negara tuan rumah ini menjadi lokasi investasi yang menarik. Pada tingkat perusahaan aktivitas investasi asing langsung terlihat adanya pengungkapan segmen perusahaan dan daftar kepemilikan saham pada perusahaan afiliasi BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 12
  • 10.
    Operasi yang dilaksanakandiluar negeri menghadapai resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah satu negara. Contoh : bagaimana seharusnya sebuah MNC melaporkan hasil operasinya baik domestic dan internasinal terhadap seluruh investor. Setiap alifiasi harus menyiapkan akun-akunnya sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu Negara menjadi domisili perusahaan untuk memenuhi ketentuan hukum dan perpajakan. Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu negara ke negara lain karena prinsip-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh lingkungan sosial ekonomi yang berbeda. Selain itu terdapat pilihan kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi akun-akun luar negeri ke dalam satu mata uang pelaporan. Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaanmultinasional, memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting, memiliki pengetahuan mengenai hukum pajak dan nilai mata uang untuk usaha yang beroperasi dilebih satu negara. Topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Heineken melakukan ekspor sjumlah bir kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan dalam mata uang real Brasil. Seandainya nilai real mengalami penurunan relatif terhadap euro sebelum dilakukannya pembayaran, Heineken akan mengalami kerugian dalam mata uang asing karena real akan menghasilkan euro yang lebih kecil pada saat konversi setelah devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. Manajer keuangan dan akuntansi juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan MNC. Sebagai contoh : memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting dalam bidang seperti menyusun anggaran jangka pendek dan jangka panjang induk perusahaan dan anak-anak perusahaan secara keseluruhan, mengukur dan mengevaluasi kinerja unit usaha local dan para manajernya dan membuat keputusan yang berpengaruh pada perusahaan secara keseluruhan dalam melakukan alokasi modal investasi dan laba ditahan dan sebagainya. Yang lebih sulit adalah kurs nilai tukar valuta asing dan inflasi di luar negeri terhadap pengukuran akuntansi menyebabkan sistem pengendalian keuangan domestic tidak mampu memenuhi kebutuhan para manajer dengan baik tanpa dilakukannya penyesuaian lingkungan yang memadai. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 13
  • 11.
    Usaha-usaha yang beroperasidi lebih dari satu Negara perlu mengamati dan mengelola risiko pajak yang dihadapi dengan seksama. Pengetahuan mengenai hukum pajak dan nilai mata uang hanyalah sebuah pemulaan. Sangatlah mungkin bahwa langkah- langkah yang diambil untuk menurunkan besarnya pajak di suatu tempat akan meningkatkan besarnya pajak di tempat lain dan peningkatannya mungkin lebih besar dari pengurangan pada awalnya. Pengaruh strategi perpajakan penganggaran dan prosedur kendali perusahaan harus mempertimbangkan dengan seksama. Sebagai contoh strategi yang baik untuk mengurangi pajak mungkin menimbulkan pengaruh terhadap system evaluasi kinerja yang sebenarnya tidak diharapkan. Harga transfer (transfer price)- harga yang dibebankan terhadap unit-unit usaha atas transaksi internal yang melewati batas-batas nasional- seringkali ditetapkan dengan mengingat faktor minimalisasi pajak. Ide dasarnya adalah untuk mengumpulkan beban (sebanyak mungkin) pada Negara-negara yang rendah tarif pajaknya, sehingga memaksimalkan laba secara keseluruhan. Pemerintah sangat menyadari strategi ini dan telah menetapkan aturan yang rumit untuk mencegah penggunaan strategi ini secara berlebihan. Apabila istilah harga “transaksi wajar” menyebar lias, defunisi dan metode yang digunakan untuk menghitungnya sangat bervariasi. Perubahan tidak terduga dalam nilai kurs nilai tukar atau tungkat inflasi dapat menimbulkan mapaletaka dalam strategi perencanaan pajak. Untuk itu diperlukan model computer yang rumit untuk menghitung perkiraan pengaruh strategi pada suatu perusahaan secara menyeluruh. 2.4 Inovasi Keuangan Perusahaan harus mampu menghadapi risiko bisnis yang akan mereka terima, oleh karena itu dewasa ini perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi khususnya untuk keuangan agar tidak menderita kerugian ekonomis dalam menghadapi risiko bisnis. Untuk itu perusahaan harus memiliki tindakan preventif yaitu sistem manajemen risiko yang baik, dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas yang sering terjadi dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini memang tidak serta merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis. Hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 14
  • 12.
    Pertumbuhan jasa manajemenrisiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi dan aktif mengelola eksposur tersebut. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain. Meski demikian, beban untuk mengukur risiko antar-pihak dapat dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar keuangan, yang diantaranya berjarak ribuan mil. Disini tampak jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan akibat praktik pelaporan internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan, dalam hal ini contohnya penerapan IFRS oleh satu pihak dan penggunaan GAAP US pada pihak yang lainnya, karena itu makin pentingnya akuntansi internasional agar terdapat kesamaan standar yang berlaku global. Mereka yang memiliki kemampuan manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar. Seluruh hal mengenai topik manajemen risiko keuangan akan dibahas pada bab 11. 2.5 Kompetisi Global Sebagaimana kita tau bahwa kompetisi bisnis saat ini sudah bersifat global maka batas antar negara sudah tidak lagi ada batas antar negara, fenomena ini membuat peran akuntansi internasional menjadi semakin penting. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tidakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional, sehingga perusahaan dari negara lain dapat masuk untuk berkompetisi bisnis di Indonesia. Sehingga pertanyaan yang relevan kini adalah “Apakah saya menambah lebih banyak nilai kepada pelanggan utama saya dibandingkan dengan rekan saya yang berada di negara lain?” bukan lagi “Bagaimana dengan pekerjaan yang saya lakukan bila dibandingkan dengan para pesaing yang bertindak benar di wilayah lain?”. Namun dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar- benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengukuran ROE (Return on equity-ROE). Dalam membandingkan perusahaan konsumsi tahan lama di Amerika Serikat dengan Electrolux dari Swedia, apakah anda membandingkan apel dengan apel atau anda membandingkan apel dengan jeruk?. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 15
  • 13.
    Menyesuaikan Laba danEkuitas Konsolidasi Electrolux dari IFRS ke GAAP AS Laba bersih konsolidasi SEKm 2005 2004 Laba bersih menurut IFRS 1763 3259 Penyesuaian sebelum pajak; Biaya pengembangan -217 -367 Restrukturisasi dan provisi lainnya 172 178 Pensiun -316 -312 Derivatif dan lindung nilai (hedging) -143 -158 Provisi diskon -78 Efek (surat berharga) 2 Kompensasi berbasis saham 71 -40 Pajak atas penyesuaian 266 226 Laba bersih menurut GAAP AS 1528 2788 2.6 Merger dan Akuisisi Lintas Batas Negara Penilaian perusahaan sering kali didasarkan pada faktor-faktor berbasis harga seperti rasio hargo atas laba. Pendekatan di sini adalah untuk menurunkan rata-rata faktor untuk perusahaan yang sebanding dalam industri dan menerapkan faktor atas laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang sedang dinilai untuk menghasilkan harga penawaran yang memadai. Perusahaan yang melakukan akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target akuisisi asing adalah sejauh apa faktor (laba-earnings) dalam ukuran P/E merupakan refleksi sesungguhnya dari variable yang sedang diukur bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi. Peredaan aturan pengukuran akuntansi dapat menimbulkan arena bermain yang tidak sebanding dalam pasar untuk memperoleh kendali perusahaan. 2.7 Internasionalisasi Pasar Modal Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Penawaran internasional yang berkenaan dengan obligasi(surat utang), pinjaman modal perusahaan dan prasarana utang lainnya semua melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 16
  • 14.
    Dengan terintergrasinya pasarkeuangan, kita juga menyaksikan adanya peningkatan dalam jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di seluruh dunia. Tingkat rata-rata volume perdagangan tahunan dari perusahaan- perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya merger dan akuisisi yang telah ikut berperan dalam merampingkan beberapa entitas perusahaan yang terdaftar. Anggapan umum yang lebih menyarankan para investor untuk berivestasi di negaranya masing-masing telah makin ditinggalkan, dan kini para penanam modal dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari berbagai peluang investasi yang paling menarik dimanapun ia berada. Terdapat tiga wilayah pasar modal terbesar adalah wilayah benua Amerika, Asia-Pasifik, dan Eropa termasuk juga didalamnya Afrika dan Timur Tengah. Amerika Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Saat ini, baik NYSE maupun NASDAQ mendominasi bursa efek lain di seluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai perdagangan saham asing (di luar Bursa Efek London-LSE), jumlah perusahaan domestik yang mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatkan sahamnya. Relatif pentingnya Amerika dalam pasar ekuitas global juga meningkat. Kapitalisasi pasar di Amerika dalam presentase terhadap total global berada pada pada posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006. Namun di Amerika sekalipun, kuatnya tuntutan kompetisi global juga makin dirasakan. Komite Pengaturan Pasar Modal (The Committee on Capital Market Regulation), yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga berkoordinasi dengan Dewan Keuangan Federal Pemerintah (Federal Reserve Boards of Governors) dan Departemen Keuangan Amerika Serikat, telah menetapkan bahwa Amerika Serikat akan kehilangan pengaruhnya dalam pasar modal dunia kecuali jika Amerika merampingkan berbagai ketetapan peraturan pemodalannya, yang oleh pasar dirasa terlalu memberatkan. Persoalan ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab 8 bersamaan dengan topikseputar tata kelola perusahaan dan juga ketetapan Sarbanas Oxley di Amerika Serikat. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 17
  • 15.
    Eropa Barat Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagngan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an. Faktor terkait di Eropa Kontinentaladalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi ciri-ciri pasar ekuitas London dan Amerika Utara. Privatisasi yang dilakukan terhadap banyak perusahaa besar milik pemerintah telah membuat pasar ekuitas Eropa menjadi lebih penting dan menarik investor non-institusional (non- lembaga), hingga pasar Eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan Persatuan moneter Eropa (European Monetary Union). Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh. Reformasi pensiun sebagai contoh telah menimbulkan permintaan baru terhadap kesempatan investasi. Persaingan terus-menerus diantara bursa efek Eropa ikut berperan dalam membangun kultur pasar modal. Perkembangan pasar modal telah menjadi hal yang begitu penting bagi pemerintahan nasional dan juga bagi mereka yang mengatur regulasi pasar, yang semuanya bersaing demi mendapatkan pengakuan dan nama baik. Asia Diperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. Republik Rakyat Cina (Cina) muncul sebagai perekonomian global utama dan negara-negara “Macan Asia” mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenominal. Beberapa praktik berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standart auditing di Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standart tersebut lemah. Namun prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat. Seperti yang telah disebutkan beberapa pasar Asia-Pasifik (Cina, India, Korea, Taiwan, dan Hongkong) telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang relatif besar terhadap kapitalisasi pasar. 2.8 Pencatatan dan Penerbitan Saham Lintas Batas Negara Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas yang terjadi di pasar baru Eropa, menunjukan bukti bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/ atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara di mana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan / atau pelanggan. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 18
  • 16.
    Banyak perusahaan Eropamengalami kesulitan ketika memutuskan di mana meningkatkan jumlah modal atau mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter kelembagaan yang berbeda sangat diperlakukan saat ini. Pemahaman mengenai bagaimana karakteristik perusahaan penerbit saham dan bursa efek saling berhubungan juga diperlukan. Negara asal, industri, dan besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Biaya dan manfaat kombinasi pasar yang berbeda juga perlu untuk dipahami. BAB II PEMBAHAHASAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL” 19