Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sentiment Survey H1 2017

2,619,199 views

Published on

Pasar Properti Masih Butuh Edukasi

Jakarta - Harapan membaiknya pasar properti Indonesia pada 2017 ini masih belum padam. Masuk sebagai salah satu kebutuhan utama, hunian memang menjadi mimpi banyak orang. Sayangnya, tak banyak yang mengetahui dengan jelas kapan dan bagaimana mimpi itu bisa diwujudkan.

Sebagai Situs Properti no. 1 di Indonesia, Rumah123 kembali menggelar Sentiment Survey terkait tren perilaku pasar properti di Indonesia. Dari data yang berhasil diolah tim Business Intelligence Rumah123, pasar properti di Indonesia masih sangat menjanjikan dari sisi jumlah konsumennya.

Survei menunjukkan konsumen properti Indonesia masih tumbuh. Sesuai isu bonus demografi saat ini, konsumen properti juga didominasi kalangan usia produktif.

"Konsumen first time home buyer masih menjadi pasar paling besar," ujar Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung dalam acara Paparan Hasil Sentimen Survey di Jakarta, Rabu (3/5). "Dari data profilnya, 60 persen responden survei ini belum memiliki huniannya sendiri."

Survei menunjukkan 46 persen responden masih tinggal bersama orangtua, atau di rumah warisan, dan sekitar 26 persen menyewa atau mengontrak. Sisanya adalah mereka yang sudah memiliki hunian sendiri.

Meski paling besar dari sisi jumlah, lanjut Untung, para first time home buyers ini masih membutuhkan edukasi dan arahan tentang bagaimana mewujudkan mimpi mereka dengan lebih cepat. Sebut saja kesesuaian spesifikasi hunian yang sejalan dengan penghasilan.

Selain itu, besaran down payment masih menjadi faktor pertimbangan utama bagi konsumen dalam menentukan huniannya. Menurut Untung, masyarakat juga masih perlu mendapat edukasi tentang pola pembayaran, baik itu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), juga sistem cicilan langsung ke developer.

"Setidaknya, 52 persen konsumen mengaku belum memiliki uang yang cukup sebagai DP hingga tidak juga mengajukan KPR."

Tren yang belum mengalami pergeseran di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) adalah daerah incaran sebagai tempat tinggal. Jakarta masih menempati urutan pertama.

Seperti diketahui, jumlah golongan milenial yang notebene masuk di kelompok usia produktif di Jakarta mencapai 58 persen. Angka ini tentu sangat signifikan sebagai pasar properti, dan cenderung enggan meninggalkan Jakarta untuk tinggal di kota penyangga.

Hasil survei ini memperlihatkan 60 persen responden yang tinggal di Jakarta memilih tetap menempati hunian di ibukota ini. Bagaimana dengan daerah lainnya? Penyebarannya masih cukup merata dengan Tangerang menempati urutan favorit kedua. Apa kabar daerah penyangga lainnya?

Published in: Real Estate
  • Be the first to comment

Sentiment Survey H1 2017

  1. 1. Sentiment Survey 2017
  2. 2. 2 Survey Online Total Responden : 4134 Total Responden Analysis (Cleansing Data) : 3521 Periode Survey : 15 Maret – 5 April 2017 Pertanyaan : Profil, Kepemilikan Properti, Brand Preferences Analysis Method Descriptive Statistics Analysis Inferential Statistics Analysis   Frequency (percentage) & Cross-tabulation   Conjoint Analysis
  3. 3. 4 43.4%56.6%
  4. 4. 5 22 – 28 : 34.02% 29 – 35 : 31.78% 36 – 45 : 25.13% 45+ : 9.07% Usia < 5 Juta : 35.09% 5 – 10 juta: 34.96% 10 – 15 juta: 13.89% 15 – 20 juta: 7.12% 20 – 30 juta: 4.31% 30 juta + : 4.63% Penghasilan
  5. 5. 6
  6. 6. 7 41.21% 11.16% 45.41% 2.22% Belum Menikah Sudah Menikah, Belum Memiliki Anak Sudah Menikah, Sudah Memiliki Anak Janda / Duda
  7. 7. 8 38.54% 15.00% 10.93% 10.71% 6.93% 4.80% 4.17% 1.16% 0.45% Karyawan / AdministraFf Supervisor / EksekuFf / Manager Mahasiswa / Pelajar Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Professional (Guru, Dosen, Dokter, Perawat) Tenaga Penjual / Sales CEO / Manajemen Senior Pensiunan Pekerjaan
  8. 8. 9 Properti buyer profile linear dengan usia Semakin dewasa semakin bergeser ke motif pembelian properti yang lebih advance
  9. 9. 10 Begitu juga dengan penghasilan
  10. 10. 11 Properti masih belum menjadi prioritas
  11. 11. 12 Pengeluaran Terbesar
  12. 12. 14 Hampir 60% responden belum pernah membeli properti 59.39% 40.61% Belum pernah Pernah
  13. 13. 15 Usia dan penghasilan linear dengan kepemilikan properti
  14. 14. 16 Walaupun, masih ada 43% mereka yang sudah di usia 45 tahun + masih belum memiliki properti
  15. 15. 17 Begitu juga dengan penghasilan, walaupun ditemukan anomali pada kelompok “penyewa” Ada kemungkinan Rp 10 juta adalah tipping point untuk pembeli rumah untuk membeli rumah.
  16. 16. 18 DP masih jadi kendala utama responden dalam membeli properti 52.13% 23.72% 18.15% 6.00% Belum mampu membayar DP Belum ketemu rumah yang sesuai keinginan Masih ada cicilan kendaraan/cicilan lain Rumah bukan prioritas saya
  17. 17. 19 Walaupun DP tidak selalu berhubungan dengan penghasilan
  18. 18. 20 Tangerang masih menjadi tujuan utama pembeli properti Jakarta, sementara bekasi masih tertinggal di urutan buncit
  19. 19. 21 Jakarta masih menjadi magnet pembelian properti, sementara Bekasi menjadi destinasi pembelian properti yang paling kurang diminati di kawasan Jabodetabek
  20. 20. 22 KPR masih menjadi pilihan utama pembeli properti 64.8% 20.2% 15.0% Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Cash bertahap Cash Keras (Tunai Langsung)
  21. 21. 23 Pembeli properti paling tertarik dengan tenor KPR 15 tahun 16.1% 30.8% 41.0% 10.6% 1.5% 5 Tahun 10 Tahun 15 Tahun 20 Tahun 25 Tahun
  22. 22. 24 Hampir setengah pembeli rumah pertama butuh waktu 1-3 tahun untuk menabung uang untuk DP pembelian properti 17.84% 46.72% 18.03% 17.41% 16.16% 49.00% 17.70% 17.14% < 1 Tahun 1 - 3 Tahun 3 - 5 Tahun > 5 Tahun Overall First Time Home Buyer
  23. 23. 25 Market KPR masih didominasi pasar bawah 44.2% 31.3% 10.2% 7.2% 7.0% Kurang dari Rp 3,000,000 Rp 3,000,000 - Rp 5,000,000 Rp 5,000,001 - Rp 7,000,000 Rp 7,000,001 - Rp 10,000,000 Lebih dari Rp 10,000,000
  24. 24. 26 Nama besar dan reputasi developer menjadi penentu setelah faktor-faktor paling dasar dalam menentukan pembelian properti
  25. 25. 27 Volume transaksi menurun dari Q4 2016 ke Q1 2017, walaupun harga properti yang ditransaksikan naik.
  26. 26. 28 Namun jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, semua metric menunjukkan kenaikan signifikan
  27. 27. 29 Properti dengan harga 2.5 milyar ke atas menjadi driver kenaikan jumlah transaksi, walaupun tidak bisa menutupi penurunan yang didominasi oleh price group di bawahnya.
  28. 28. 30 Pencarian apartemen mulau menggeser ruko di urutan ke tiga, walaupun satu-satunya pencarian yang besarannya meningkat hanya pada kategori rumah Q4 2016 Q1 2017
  29. 29. 31 Median price apartemen menunjukkan peningkatan pada trend pencarian, sementara rumah menunjukkan penurunan Q4 2016 Q1 2017
  30. 30. 32 Peningkatan median price pada pencarian apartemen didorong oleh apartemen premium seharga 2 milyar ke atas. Q4 2016 Q1 2017
  31. 31. Thank You

×