SOCIAL NETWORK ANALYSIS
“JOKOWI”
(2014 – 2020)
DATE
2014 - 2020
DATA SOURCES
TWITTER
We don’t claim to be neutral,
but insist on being truthful“
RESEARCH QUESTIONS
• Bagaimana gambaran peta SNA (Social Network Analysis) untuk kata kunci
“Jokowi, Joko Widodo” dari tahun 2014 hingga 2020?
• Apakah ada perubahan dukungan dalam cluster Pro Jokowi dari tahun ke
tahun, khususnya sekarang tahun 2020?
• Apakah ada pergeseran pendukung dari yang Pro Jokowi ke Kontra Jokowi,
dan juga sebaliknya?
2
JANUARY 2014: GUBERNUR DKI JAKARTA
PRO
KONTRA
2014
APRIL 2015: PRESIDEN RI
PRO
KONTRA
2015
SEP-OKT 2017: PRESIDEN RI, SETELAH PILKADA DKI
PRO
KONTRA
2017
PRO
NOV-DES 2018: PRESIDEN RI, KAMPANYE
2018
PRO
KONTRA
FEB 2019: PRESIDEN RI, DEBAT CAPRES
2019
PRO
KONTRA
JAN-FEB 2020: PRESIDEN RI, PRA COVID-19
8
PRO KONTRA
2020
MEI-JULI 2020: PRESIDEN RI, COVID-19
9
PRO KONTRA
2020
OKT 2020: PRESIDEN RI, OMNIBUS LAW
10
PRO
KONTRA
2020
BOT ANALYSIS: MEI-JULI 2020
11
BOT
HUMAN
KESIMPULAN
• Dari tahun 2014 hingga awal 2020, cluster Pro Jokowi awalnya lebih besar dari cluster
Kontra. Setiap tahun, ukuran cluster Kontra Jokowi semakin besar, hingga akhirnya
menyamai cluster Pro Jokowi.
• Pada awal tahun 2020 (Jan-Feb) sebelum ramai Covid-19 dan saat Covid-19 (Mei-Juli),
cluster Pro Jokowi masih sangat besar, berimbang dengan cluster Kontra. Akun
organik yang meretweet postingan akun @Jokowi masih sangat besar.
• Dalam seminggu terakhir (3-10 Oktober 2020), sejak UU Omnibus Law disahkan,
cluster Pro Jokowi tampak jauh lebih kecil dibanding cluster Kontra. Bahkan akun
organik yang meretweet postingan akun @Jokowi tidak sebesar sebelumnya.
Sebaliknya, akun ini posisinya begesar ke tengah di antara dua cluster, yang
menggambarkan banyaknya akun dari cluster Kontra yang turut meretweet postingan
@Jokowi; bukan karena setuju, tapi lebih banyak sebagai bentuk penolakan dan
kritikan.
• Terdapat pergeseran beberapa akun influensial dari yang sebelumnya dalam cluster
Pro Jokowi, bergeser ke cluster Kontra Jokowi. Dari narasinya, berisi kritikan yang
disukai dan diretweet oleh akun-akun di cluster Kontra, sehingga posisinya bergeser
dari cluster Pro ke Kontra.
12

SNA JOKOWI (2014-2020)

  • 1.
    SOCIAL NETWORK ANALYSIS “JOKOWI” (2014– 2020) DATE 2014 - 2020 DATA SOURCES TWITTER We don’t claim to be neutral, but insist on being truthful“
  • 2.
    RESEARCH QUESTIONS • Bagaimanagambaran peta SNA (Social Network Analysis) untuk kata kunci “Jokowi, Joko Widodo” dari tahun 2014 hingga 2020? • Apakah ada perubahan dukungan dalam cluster Pro Jokowi dari tahun ke tahun, khususnya sekarang tahun 2020? • Apakah ada pergeseran pendukung dari yang Pro Jokowi ke Kontra Jokowi, dan juga sebaliknya? 2
  • 3.
    JANUARY 2014: GUBERNURDKI JAKARTA PRO KONTRA 2014
  • 4.
    APRIL 2015: PRESIDENRI PRO KONTRA 2015
  • 5.
    SEP-OKT 2017: PRESIDENRI, SETELAH PILKADA DKI PRO KONTRA 2017 PRO
  • 6.
    NOV-DES 2018: PRESIDENRI, KAMPANYE 2018 PRO KONTRA
  • 7.
    FEB 2019: PRESIDENRI, DEBAT CAPRES 2019 PRO KONTRA
  • 8.
    JAN-FEB 2020: PRESIDENRI, PRA COVID-19 8 PRO KONTRA 2020
  • 9.
    MEI-JULI 2020: PRESIDENRI, COVID-19 9 PRO KONTRA 2020
  • 10.
    OKT 2020: PRESIDENRI, OMNIBUS LAW 10 PRO KONTRA 2020
  • 11.
    BOT ANALYSIS: MEI-JULI2020 11 BOT HUMAN
  • 12.
    KESIMPULAN • Dari tahun2014 hingga awal 2020, cluster Pro Jokowi awalnya lebih besar dari cluster Kontra. Setiap tahun, ukuran cluster Kontra Jokowi semakin besar, hingga akhirnya menyamai cluster Pro Jokowi. • Pada awal tahun 2020 (Jan-Feb) sebelum ramai Covid-19 dan saat Covid-19 (Mei-Juli), cluster Pro Jokowi masih sangat besar, berimbang dengan cluster Kontra. Akun organik yang meretweet postingan akun @Jokowi masih sangat besar. • Dalam seminggu terakhir (3-10 Oktober 2020), sejak UU Omnibus Law disahkan, cluster Pro Jokowi tampak jauh lebih kecil dibanding cluster Kontra. Bahkan akun organik yang meretweet postingan akun @Jokowi tidak sebesar sebelumnya. Sebaliknya, akun ini posisinya begesar ke tengah di antara dua cluster, yang menggambarkan banyaknya akun dari cluster Kontra yang turut meretweet postingan @Jokowi; bukan karena setuju, tapi lebih banyak sebagai bentuk penolakan dan kritikan. • Terdapat pergeseran beberapa akun influensial dari yang sebelumnya dalam cluster Pro Jokowi, bergeser ke cluster Kontra Jokowi. Dari narasinya, berisi kritikan yang disukai dan diretweet oleh akun-akun di cluster Kontra, sehingga posisinya bergeser dari cluster Pro ke Kontra. 12