Analisis jaringan sosial dari tahun 2014 hingga 2020 menunjukkan bahwa cluster pro Jokowi awalnya lebih besar tetapi semakin mengecil, sementara cluster kontra semakin besar, terutama pasca disahkannya UU Omnibus Law pada Oktober 2020. Terdapat pergeseran dukungan, di mana beberapa akun influensial bergeser dari mendukung Jokowi ke posisi kontra. Selama periode tersebut, interaksi di media sosial mencerminkan ketegangan antara pro dan kontra terhadap Jokowi, dengan banyak akun yang sebelumnya mendukung kini beralih ke kritik.