Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SPECIAL LIGHTING
• Pendahuluan
• Daylighting Design
• Referensi Teori
• Ambient Lighting Design
• Penutup
Pendahuluan
Aspek Pencahayaan Rumah Ibadah
 Area Umat
 Warna tampilan dan kontras
 Cahaya Langsung
 Kedip
 Area Altar
 Warna tam...
Penggunaan dan Waktu
 Misa Regular
 Misa Khusus
 Latihan Paduan Suara
 Waktu penggunaan 90% mulai dari jam 6.00 – 20.00
Skenario Pencahayaan
 Umum: daylighting saja
 Sebelum/Setelah Ibadah: daylighting + pencahayaan elemen + aksen religi
 ...
Daylighting Design
Permasalahan Daylighting
 Tingkat pencahayaan Daylighting
 Area umat di bawah standard IESNA untuk melakukan kegiatan me...
Tujuan
 Redesign daylighting untuk mencapai tingkat pencahayaan standar cahaya kapel
Konsep Design
 Untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ditambahkan teritisan dan sun
shading pada bukaan bagian uta...
Sasaran
 Tingkat iluminasi
pada bagian altar
adalah sekitar300
lux
 Ringkat iluminasi
pada bagian
tempat duduk 100-
200 ...
Referensi Teori
 Berdasarkan The Chartered Institution of Building Services Engineers (CIBSE), pencahayaan
untuk sebuah k...
 Beberapa strategi
untuk
mendapatkan
cahaya alami
yang baik
kedalam
bangunan
adalah sebagai
berikut:
 Beberapa strategi untuk
mendapatkan cahaya
alami yang baik kedalam
bangunan adalah
sebagai berikut:
 Beberapa strategi
untuk mendapatkan
cahaya alami yang
baik kedalam
bangunan adalah
sebagai berikut:
Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Eksisting
Jam 10:00
Terlalu terang
Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting
Terlalu terang
Terlalu gelap
Jam 12:00
Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting
Terlalu terang
Jam 14:00
Terlalu terang
Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting
Jam 16:00
Tabel horizontal lighting
Jam Area A Area B Area C Area D
Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni
10.00 203 lux 0.50 302 l...
Tabel Vertikal Lighting
Jam Area A Area B Area C Area D
Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni
10.00 204 lux 0.5 250 lux ...
skylight
Tritisan dan sun
shading pada bag.
utara
Tritisan dan sun
shading pada bag.
barat
1
2
3
Cahaya matahari
pukul 16:00 pada
bagian bukaan
Perspektif tritisan dan
sun shading
Desain Tritisan dan Sun shading pada
bu...
Desain Tritisan dan Sun shading pada bukaan
bagian utara
Perspektif tritisan
dan sun shading
Cahaya matahari pukul
16:00 p...
Desain Tritisan dan Sun shading pada bukaan
bagian Barat
Perspektif tritisan dan
sun shading
Cahaya
matahari pukul
16:00 p...
Potongan altar
Sky light
Area
altar
Desain Skylight Pada Altar
Perspektif eksterior
skylight
Jam 16:00
Jam 14:00
Jam 12:00...
Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah
Menerapkan Solusi Design
Jam 10:00
Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah
Menerapkan Solusi Design
Jam 12:00Jam 12:00
Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah
Menerapkan Solusi Design
Jam 14:00
Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah
Menerapkan Solusi Design
Jam 16:00
Tabel horizontal lighting
Jam Area A Area B Area C Area D
Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni
10.00 43.4 lux 0.7 117 l...
Tabel vertical lighting
Jam Area A Area B Area C Area D
Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni
10.00 60 lux 0.6 232 lux 0...
Kesimpulan
1. Menambahkan teritisan dan sun shading berupa tanaman rambat
pada bukaan bagian utara sehingga intensitas cah...
Ambient Lighting Design
Skenario Pencahayaan
 Umum: daylighting saja
 Sebelum/Setelah Ibadah: daylighting + pencahayaan elemen + aksen religi
 ...
Sasaran
 Perbedaan warna tampilan dan kontras antara area altar dan area umat
 Aksen pada elemen pemimpin ibadah, objek ...
 Untuk mencapai lighting design dalam sebuah house of worship perlu diperhatikan
pengkombinasian antara design dari artif...
 Kontrol dari pencahayaan dapat mengubah penampilan dari worship area.
 Kontrol dari pencahayaan terbagi kedalam:
 Simp...
 Sistem pencahayaan dalam bangunan harus dapat mendukung berbagai jenis
kegiatan, yaitu:
 Visiting hours
 Ruang Ibadah
...
 Kemungkinan sistem pencahayaan
pada modified traditional curch
1. Pencahayaan untuk pembaca
2. Aksen pencahayaan menggun...
 Memberikan kesan kontras pada bagian altar dan umat dengan cara
membedakan warna lighting dan perbedaan level lighting y...
Kode Penempatan Titik Lampu
 Task Lighting (Reading): Umat dan Pemimpin Ibadah
 Aksen Lighting: Objek Religi, Pemimpin I...
Penempatan titik lampu
Task lighting
LED Strip
Reading light umat
Reading light pemimpin ibadah
Aksen lighting
Spotlight o...
Skenario 1: sebelum/ setelah ibadah
Jam 14:00
Reading light umat (off)
Reading light pemimpin ibadah (off)
Spotlight objek...
Skenario 2: pembukaan/penutup
Reading light umat (on)
Reading light pemimpin ibadah (on)
Spotlight objek patung dan salib ...
Skenario 3: pembacaan dan homili
Reading light umat (off)
Reading light pemimpin ibadah (on)
Spotlight objek patung dan sa...
Skenario 4: komuni
Reading light umat (off)
Reading light pemimpin ibadah (on)
Spotlight objek patung dan salib (on)
Spotl...
Artificial Lighting pada Detail arsitektural
Flood light pada lengkungan
antar kolom
Flood light pada langit-langit
kapel
Kesimpulan Ambient Lighting Design
 Telah dilakukan beberapa simulasi atas beberapa konsep ambient lighting design
 Ambi...
Penutup
Pengerjaan telah dilakukan dengan sempurna dan berjalan dengan baik.
Terimakasih telah meluangkan waktu untuk memb...
Lighting Design Pada Canisius College Chapel Jakarta
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Lighting Design Pada Canisius College Chapel Jakarta

1,477 views

Published on

Pengerjaan dan design Lighting design pada canisius college chapel jakarta meliputi aspek pencahayaan rumah ibadah, penggunaan, waktu, dan skenario pencahayaan

Published in: Design
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Lighting Design Pada Canisius College Chapel Jakarta

  1. 1. SPECIAL LIGHTING • Pendahuluan • Daylighting Design • Referensi Teori • Ambient Lighting Design • Penutup
  2. 2. Pendahuluan
  3. 3. Aspek Pencahayaan Rumah Ibadah  Area Umat  Warna tampilan dan kontras  Cahaya Langsung  Kedip  Area Altar  Warna tampilan dan kontras  Tampilan Ruang dan Luminair  Integrasi Daylighting  Cahaya Langsung  Kedip  Pencahayaan Vertikal  Tampilan Wajah atau Objek  Bayangan  Sumber Cahaya / Tugas / Geometri penglihatan  Kilau / Pantulan Highlight  Karakteristik Cahaya Interior Surface
  4. 4. Penggunaan dan Waktu  Misa Regular  Misa Khusus  Latihan Paduan Suara  Waktu penggunaan 90% mulai dari jam 6.00 – 20.00
  5. 5. Skenario Pencahayaan  Umum: daylighting saja  Sebelum/Setelah Ibadah: daylighting + pencahayaan elemen + aksen religi  Pembukaan/Penutup/Pembacaan: daylighting + membaca (umat+mimbar+altar) + aksen altar  Homili/Ekaristi: daylighting + aksen altar - penerangan lain dikurangi  Komuni: daylighting + aksen ( altar + objek religi ) – element lighting
  6. 6. Daylighting Design
  7. 7. Permasalahan Daylighting  Tingkat pencahayaan Daylighting  Area umat di bawah standard IESNA untuk melakukan kegiatan membaca  Area altar sudah sesuai dengan standar IESNA  Uniformity kurang baik  Terdapat bagian ruangan yang terlalu terang dan terdapat pula bagian ruangan yang terlalu gelap.  Cahaya matahari dari pada bagian utara menyilaukan mata
  8. 8. Tujuan  Redesign daylighting untuk mencapai tingkat pencahayaan standar cahaya kapel
  9. 9. Konsep Design  Untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ditambahkan teritisan dan sun shading pada bukaan bagian utara  Penambahan teritisan dan sun shading akan mengurangi cahaya yang masuk pada bagian altar  Menambahkan lightself, plafon (reflektor), dan skylight pada bagian altar sehingga memperbanyak intensitas cahaya yang masuk pada bagian altar.
  10. 10. Sasaran  Tingkat iluminasi pada bagian altar adalah sekitar300 lux  Ringkat iluminasi pada bagian tempat duduk 100- 200 lux ± 300 lux 100-200 lux
  11. 11. Referensi Teori  Berdasarkan The Chartered Institution of Building Services Engineers (CIBSE), pencahayaan untuk sebuah kapel adalah sebagai berikut :  Pencahayaan adalah faktor utama dalam menentukan bagaimana seseorang merasakan ruang bagaimana mereka dapat melaksanakan aktivitas atas pekerjaan-pekerjaan tertentu.  Pencahayaan Alami, jika dirancang dengan benar dan terkendali dengan bailk membantu mengurangi konsumsi energy  Pencahayaan alami yang baik dalam suatu kapel dapat meningkatkan kenyamanan atmosfir bagi pengguna kapel itu sendiri  Sebuah kapel memiliki kriteria ruang yang berfokus pada bagian altar.  Oleh karena itu tingkat cahaya pada bagian altar harus lebih tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya dalam sebuah kapel  Besarnya intensitas cahaya untuk area duduk adalah sekitar 100-200 lux  Besar untensitas cahaya pada area sekitar altar adalah kurang lebih 300 lux
  12. 12.  Beberapa strategi untuk mendapatkan cahaya alami yang baik kedalam bangunan adalah sebagai berikut:
  13. 13.  Beberapa strategi untuk mendapatkan cahaya alami yang baik kedalam bangunan adalah sebagai berikut:
  14. 14.  Beberapa strategi untuk mendapatkan cahaya alami yang baik kedalam bangunan adalah sebagai berikut:
  15. 15. Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Eksisting Jam 10:00 Terlalu terang
  16. 16. Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting Terlalu terang Terlalu gelap Jam 12:00
  17. 17. Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting Terlalu terang Jam 14:00
  18. 18. Terlalu terang Simulasi situasi pencahayaan alami eksisting Jam 16:00
  19. 19. Tabel horizontal lighting Jam Area A Area B Area C Area D Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni 10.00 203 lux 0.50 302 lux 0.6 359 lux 0.7 308 lux 0.5 12.00 329 lux 0.50 326 lux 0.6 378 lux 0.7 325 lux 0.5 14.00 380 lux 0.50 392 lux 0.6 380 lux 0.7 390 lux 0.5 16.00 388 lux 0.55 425 lux 0.6 388 lux 0.6 415 lux 0.4
  20. 20. Tabel Vertikal Lighting Jam Area A Area B Area C Area D Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni 10.00 204 lux 0.5 250 lux 0.5 234 lux 0.5 350 lux 0.3 12.00 330 lux 0.5 310lux 0.5 303 lux 0.5 365 lux 0.4 14.00 350 lux 0.5 340 lux 0.5 310 lux 0.5 380 lux 0.3 16.00 388 lux 0.5 450 lux 0.5 350 lux 0.5 480 lux 0.3
  21. 21. skylight Tritisan dan sun shading pada bag. utara Tritisan dan sun shading pada bag. barat 1 2 3
  22. 22. Cahaya matahari pukul 16:00 pada bagian bukaan Perspektif tritisan dan sun shading Desain Tritisan dan Sun shading pada bukaan bagian utara Tanam an rambat 1
  23. 23. Desain Tritisan dan Sun shading pada bukaan bagian utara Perspektif tritisan dan sun shading Cahaya matahari pukul 16:00 pada bagian bukaan Tana man ramb at 1
  24. 24. Desain Tritisan dan Sun shading pada bukaan bagian Barat Perspektif tritisan dan sun shading Cahaya matahari pukul 16:00 pada bagian bukaan Tanama n rambat 2
  25. 25. Potongan altar Sky light Area altar Desain Skylight Pada Altar Perspektif eksterior skylight Jam 16:00 Jam 14:00 Jam 12:00 Kaca bagian salib lebih terang
  26. 26. Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah Menerapkan Solusi Design Jam 10:00
  27. 27. Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah Menerapkan Solusi Design Jam 12:00Jam 12:00
  28. 28. Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah Menerapkan Solusi Design Jam 14:00
  29. 29. Simulasi Situasi Pencahayaan Alami Setelah Menerapkan Solusi Design Jam 16:00
  30. 30. Tabel horizontal lighting Jam Area A Area B Area C Area D Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni 10.00 43.4 lux 0.7 117 lux 0.7 313 lux 0.8 149 lux 0.8 12.00 102 lux 0.8 165 lux 0.8 235 lux 0.8 220 lux 0.8 14.00 350 lux 0.85 222 lux 0.85 232 lux 0.85 179 lux 0.85 16.00 110 lux 0.85 155 lux 0.85 232 lux 0.85 190 lux 0.85
  31. 31. Tabel vertical lighting Jam Area A Area B Area C Area D Illum Uni Illum Uni Illum Uni Illum Uni 10.00 60 lux 0.6 232 lux 0.6 153 lux 0.6 190 lux 0.5 12.00 110 lux 0.7 208 lux 0.7 222 lux 0.7 230 lux 0.5 14.00 170 lux 0.65 210 lux 0.7 225 lux 0.7 220 lux 0.5 16.00 135 lux 0.65 232 lux 0.65 209 lux 0.65 208 lux 0.5
  32. 32. Kesimpulan 1. Menambahkan teritisan dan sun shading berupa tanaman rambat pada bukaan bagian utara sehingga intensitas cahaya yang masuk dapat berkurang 2. Menambahkan teritisan dan sun shading berupa tanaman rambat pada bukaan bagian barat dan barat sehingga intensitas cahaya yang masuk dapat berkurang 3. Menambahkan sky light pada bagian altar sehingga intensitas cahaya yang masuk dapat ditingkatkan
  33. 33. Ambient Lighting Design
  34. 34. Skenario Pencahayaan  Umum: daylighting saja  Sebelum/Setelah Ibadah: daylighting + pencahayaan elemen + aksen religi  Pembukaan/Penutup/Pembacaan: daylighting + membaca (umat+mimbar+altar) + aksen altar  Homili/Ekaristi: daylighting + aksen altar  Komuni: daylighting + aksen ( altar + objek religi ) + element lighting
  35. 35. Sasaran  Perbedaan warna tampilan dan kontras antara area altar dan area umat  Aksen pada elemen pemimpin ibadah, objek religi, dan objek arsitektural
  36. 36.  Untuk mencapai lighting design dalam sebuah house of worship perlu diperhatikan pengkombinasian antara design dari artificial lighting dan daylighting  Design interior lighting sebuah rumah ibadah dapat dibagi kedalam beberapa komponen, yaitu:  Pencahayaan untuk pembaca (umat)  Pencahayaan aksen : pencahayaan yang fokus kepada pemimpin ibadah, penceramah, dan objek-objek religi  General ambient lighting: pencahayaan yang untuk menambahkan aksen dari interior yang besifat religius dan elemen-elemen arsitektur (lengkungan dan kolom)  Celebration lighting: pencahayaan yang berhubungan dengan lilin, besi yang dipoles, dan chandelier dengan tingkat keterangan yang rendah
  37. 37.  Kontrol dari pencahayaan dapat mengubah penampilan dari worship area.  Kontrol dari pencahayaan terbagi kedalam:  Simple switch untuk menyala matikan pencahayaan  Pengaturan waktu untuk mengatur pencahayaan interior dan eksterior secara otomatis  Sensor yang merespon sesuatu yang bergerak  Kontrol dimmers
  38. 38.  Sistem pencahayaan dalam bangunan harus dapat mendukung berbagai jenis kegiatan, yaitu:  Visiting hours  Ruang Ibadah  Sermon atau khotbah  Service pada focal point  Pesta utama dan konser  Pernikaan dan pemakaman  Manual atau maintenance
  39. 39.  Kemungkinan sistem pencahayaan pada modified traditional curch 1. Pencahayaan untuk pembaca 2. Aksen pencahayaan menggunakan bracketed spotlight 3. Pencahayaan arsitektural menggunakan chandelier dan side- asle wall washers 4. Celebration light dengan chandelier yang dapat diatur
  40. 40.  Memberikan kesan kontras pada bagian altar dan umat dengan cara membedakan warna lighting dan perbedaan level lighting yang digunakan  Menambahkan reading light pada area membaca umat  Memberikan spotlight untuk area membaca pemimpin umat  Menonjolkan aksen arsitektural dengan cara:  Memberikan floodlight pada lengkungan antar kolom, area bagian pinggir kapel, bagian kolom dan langit-langit kapel  Memberikan spotlight untuk elemen patung dan salib  Wall washer light untuk menonjolkan elemen dinding pada altar.
  41. 41. Kode Penempatan Titik Lampu  Task Lighting (Reading): Umat dan Pemimpin Ibadah  Aksen Lighting: Objek Religi, Pemimpin Ibadah  Architecture Element Lighting: Plafon, Dinding, Pilar, Lengkungan  Festive Lighting: Lilin, Lantern, Chandelier, Kilau
  42. 42. Penempatan titik lampu Task lighting LED Strip Reading light umat Reading light pemimpin ibadah Aksen lighting Spotlight objek patung dan salib Spotlight pemimpin ibadah Pencahayaan tabernakel Architecture element lighting Flood light lengkungan Flood light plafon Wall washer dinding altar Flood light elemen kolom
  43. 43. Skenario 1: sebelum/ setelah ibadah Jam 14:00 Reading light umat (off) Reading light pemimpin ibadah (off) Spotlight objek patung dan salib (on) Spotlight pemimpin ibadah (off) Pencahayaan tabernakel (off) Flood light lengkungan (on) Flood light plafon (on) Wall washer dinding altar (off) Flood light elemen kolom (on) LED Strip (on)
  44. 44. Skenario 2: pembukaan/penutup Reading light umat (on) Reading light pemimpin ibadah (on) Spotlight objek patung dan salib (off) Spotlight pemimpin ibadah (on) Pencahayaan tabernakel (on) Flood light lengkungan (off) Flood light plafon (off) Wall washer dinding altar (on) Flood light elemen kolom (off) LED Strip (on) Jam 14:00
  45. 45. Skenario 3: pembacaan dan homili Reading light umat (off) Reading light pemimpin ibadah (on) Spotlight objek patung dan salib (on) Spotlight pemimpin ibadah (on) Pencahayaan tabernakel (on) Flood light lengkungan (on) Flood light plafon (on) Wall washer dinding altar (on) Flood light elemen kolom (off) LED Strip (on) Jam 14:00
  46. 46. Skenario 4: komuni Reading light umat (off) Reading light pemimpin ibadah (on) Spotlight objek patung dan salib (on) Spotlight pemimpin ibadah (on) Pencahayaan tabernakel (on) Flood light lengkungan (on-dikurangi) Flood light plafon (on-dikurangi) Wall washer dinding altar (on) Flood light elemen kolom (off) LED Strip (on) Jam 14:00
  47. 47. Artificial Lighting pada Detail arsitektural Flood light pada lengkungan antar kolom Flood light pada langit-langit kapel
  48. 48. Kesimpulan Ambient Lighting Design  Telah dilakukan beberapa simulasi atas beberapa konsep ambient lighting design  Ambient Lighting Design memberikan efek religi yang tepat sesuai dengan jalannya kebaktian  Ambient Lighting Design membantu umat untuk lebih fokus kepada jalannya kebaktian
  49. 49. Penutup Pengerjaan telah dilakukan dengan sempurna dan berjalan dengan baik. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca slide ini. Jl. Hayam Wuruk no 2R-S Jakarta Pusat, 10120 Telp : 021 351 3 351 Fax: 021 345 8 143

×