1. Pengertian Ozon
Ozon merupakan gas yang secara alami terdapat di dalam atmosfer. Lapisan
ozon mulai dikenal oleh seoran...
merusak hampir semua kehidupan. Dengan menyerap radiasi UV-B sebelum ia sampai
ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi ...
Diperlukan desain arsitektur yang lebih baik sehingga udara segar dapat masuk
dengan leluasa ke dalam

ruangan kantor atau...
(punah), serta badak Jawa dan Sumatera (hampir punah). Di pulau Irian Jaya,
satu-satunya sungai es tropis memang mulai men...
1.

Pengertian Desertifikasi
Desertifikasi berasal dari

kata

Desert yang berarti gurun. Dengan demikian
pengertian deser...
2. Cara menanggulangi terjadinya desertifikasi
1. Untuk menghentikan penggurunan jumlah hewan di tanah harus dikurangi,
me...
1. Pengertian erosi
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan
partikel lainnya) akibat transp...
1. Pengertian Polusi
Polusi adalah terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan
menurunya kualitas lingkungan dan t...
3. Cara menanggulangi masalah polusi
1. Mengatasi pencemaran udara
Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,seperti minyak ...
1. Pengertian hujan asam

Hujan asam adalah hujan yang bersifat asam dan memiliki pH kurang dari
5,7. Hujan secara alami m...
2. Akibat aktivitas manusia
Asap-asap pabrik
Pembakaran bahan bakar fosil yang banyak melepaskan nitrogen ke udara
Pengola...
1. Pengertian pemanasan global

Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses
meningkatnya suhu rata-rata...
2. Faktor penyebab pemanasan global
Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil
Ketergantungan kita ya...
3. Dampak pemanasan global
1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia
Para ilmuwan memprediksi peningkatan tinggi air la...
Mengganti kendaraan bermotor dengan kendaraan berbahan bakar
listrik.
Alternatif kedua jika memang kita sulit untuk mening...
1. Peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi
1. Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia
Dampak negatif globalisasi merupak...
5.

Meningkatkan

Jiwa

Semangat

Persatuan,

Kesatuan,

Serta

Nasionalisme
Adanya dampak negatif globalisasi menjadi sua...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Materi tentang Ozon-Desertifikasi-Erosi-Polusi-Hujan Asam-Pemanasan Global-Globalisasi

6,951 views
6,661 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,951
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi tentang Ozon-Desertifikasi-Erosi-Polusi-Hujan Asam-Pemanasan Global-Globalisasi

  1. 1. 1. Pengertian Ozon Ozon merupakan gas yang secara alami terdapat di dalam atmosfer. Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1839. Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan kita semua. Ozon juga diproduksi manusia untuk dipergunakan sebagai bahan pemurni air, pemutih, dan salah satu unsur pembentuk plastik. Setiap molekul ozon mengandung 3 atom oksigen dengan rumus kimia O3. Ozon ditemukan terutama di lapisan atmosfer bagian bawah. Kira – kira 10% ozon atmospheric terdapat di Troposfir, suatu lapisan Tamosfir yang paling dekat dengan bumi (mulai dari permukaan bumi hingga 10-16 Km). Ozon troposfir terbentuk dari reaksi kimia yang disebabkan adanya gas pencemar hasil aktivitas manusia, sehingga berbahaya terhadap system kehidupan. Sisanya sebanyak 90% terdapat di Stratosfir, terutama antara bagian puncak lapisan trofosfir hingga ketinggian 50 Km. Ozon di stratosfir ini terbentuk secara alami, dikenal dengan lapisan ozon (ozone layer) dan sangat berguna bagi system kehidupan. Istilah 'ozon' atau lebih tepat lagi 'lapisan ozon' mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980an ketika para ilmuwan menemukan adanya 'lubang' di lapisan ozon di Antartika. Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon. Lapisan ozon melindungi bumi dari paparan sinar Ultra Violet B (UV-B) yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di muka bumi. UV-B yang mempunyai panjang gelombang 280-315 nm, sebagian diserap oleh lapisan ozon, dengan demikian jumlah UV-B yang mencapai bumi jumlahnya sangat sedikit. Paparan UV-B terhadap manusia dapat mengakibatkan penyakit kanker kulit, katarak dan mengurangi system kekebalan tubuh. Paparan UV-B juga dapat merusak kehidupan tanaman, organisme bersel satu dan ekosistem perairan. Sedangkan UV-A (dengan panjang gelombang 315-400 nm) tidak diserap oleh lapisan ozon. Radiasi UV-A dari sinar matahari sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di permukaan bumi. Lapisan ozon sangat penting karena ia menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UV-B dan ia
  2. 2. merusak hampir semua kehidupan. Dengan menyerap radiasi UV-B sebelum ia sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan. 2. Dampak berlubangnya lapisan ozon Lapisan stratosfer dapat ozon di menyerap seluruh sinar UV ekstrem dan UVC serta sebagian besar sinar UVB. Di katulistiwa, pada keadaan terang tak berawan sekitar 30% sinar UV-B dapat sampai ke bumi. Semakin jauh dari katulistiwa, UVB yang sampai ke bumi semakin berkurang. Akan tetapi, pada musim panas penyinaran UV-B di daerah yang jauh dari katulistiwa tidak berbeda jauh dengan di katulistiwa. Dengan semakin beerkurangnya lapisan ozon,maka sinar UV-B yang diserap bumi semakin besar. Karena sinar yang bergelombang pendek ini memiliki energy yang tidur,maka berpengaruh besar terhadap sel hidup dan mengakibatkan kematian jasad remix Sinar UV-B juga mempunyai dampak negatif pada makhluk tingkat tinggi, baik hewan maupun tumbuhan. Pada tumbuhan, menipisnya lapisan ozon akan mengakibatkan terganggunya proses fotosintesis yang selanjutnya menyebabkan turunnya laju pertumbuhan daun dan batang serta penurunan berat kering total sehingga hasilnya akan berkurang. Selain itu dapat juga mempengaruhi produktivitas hutan, mengakibatkan gangguan pada ekosistem akuatik, serta mengakibatkan penyakit kanker kulit, penyakit katarak serta menurunnya daya imunitas pada manusia. Dengan berkurangnya daya imunitas oranng menjadi lebih peka terhadap serangan infeksi termasuk virus herpes dan lepra. 3. Penanggulangan berlubangnya lapisan ozon Beberapa langkan yang dapat dilakukan untuk menjaga lapisan ozon adalah dengan melakukan kegiatan ramah ozon atau ozone friendly dan sosialisasi untuk mengubah perilaku manusia secara bertahap. Upaya ini harus selalu menerapkan prinsip 4R, yaityu melakukan: reduce, reuse, recycle, replace/replant. Langkah-langkah lain: Kurangi pemakaian barang-barang yang memiliki bahan . Di rumah dan perkantoran, minimalkan jumlah Air Conditioner yang digunakan.
  3. 3. Diperlukan desain arsitektur yang lebih baik sehingga udara segar dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan kantor atau kamar tidur sehingga keperluan AC bisa dikurangi. Sesuaikan kapasitas kulkas dengan dengan kebutuhan sehingga lebih efektif. 4. Dampak penebangan hutan Dampak yang ditimbulkan dari penebangan hutan yaitu : 1. Banjir, tanah longsor dan berkurangnya ekosistem di dalam hutan itu sendiri (baik flora maupun fauna). 2. Mengalami degradasi (penurunan baik secara kuantitas maupun kualitas) SDA. Yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah satu kesatuan komunitas yang terdiri dari tanah, air, udara, flora/fauna dan sumber daya alam lainnya beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya. 3. Menurunkan tingkat batas air tanah dan mempercepat terjadinya efek rumah kaca, serta terjadinya pemanasan global. 4. Terjadinya erosi yang disebabkan oleh penebangan hutan mempercepat perusakan tanah yang akhirnya dapat mengakibatkan perubahan dari tanah yang subur menjadi gurun yang tandus. 5. Degradasi Sumber Daya Tanah/Lahan. Tanah permukaan (biasa disebut lahan) merupakan tempat sebagian besar makhluk hidup berada dan beraktivitas sesuai dengan kodratnya masing-masing pada lingkungan “habitat” yang berbeda-beda. Kerusakan tanah/lahan akan berpengaruh terhadap habitat semua makhluk hidup yang ada di dalamnya dan kerusakan habitat sangat berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup yang disangganya. Semakin banyaknya terjadi tanah (pegunungan/perbukitan), longsor di daerah dan tanah terbuka bekas kemiringan tinggi penggalian tambang permukaan (emas, batubara, timah, dlsb). 6. Degradasi Sumber Daya Air: Semakin kecilnya debit air sungai dari tahun ke tahun dan semakin besarnya perbedaan debit air sungai pada musim hujan dengan musim kemarau. 7. Punahnya Spesies Hutan.Hutan di Indonesia dikenal kaya akan keragaman hayatinya. Dengan rusaknya hutan, dapat dipastikan keanekaragaman ini sulit untuk dipertahankan. Bahkan, yang lebih buruk akan mengalami kepunahan. Dampak kerusakan hutan tidak hanya melanda spesies pohon, tetapi juga kenyamanan para penghuni hutan. Mereka sewaktu-waktu akan kehilangan habitnya. Efek dari berkurangnya hutan ini pun meluas, tampak pada aliran sungai yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk hutan. Polusi dari pemutih khlorin yang digunakan untuk memutihkan sisa-sisa dari tambang telah merusak sistem sungai dan hasil bumi di sekitarnya, sementara perburuan ilegal telah menurunkan populasi dari beberapa spesies yang mencolok, di antaranya orangutan (terancam), harimau Jawa dan Bali
  4. 4. (punah), serta badak Jawa dan Sumatera (hampir punah). Di pulau Irian Jaya, satu-satunya sungai es tropis memang mulai menyurut akibat perubahan iklim, namun juga akibat lokal dari pertambangan dan penebangan hutan. 5. Cara meminimalkan dampak negatif penebangan hutan 1. Pelestarian hutan 2. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. 3. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang. 4. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. 5. Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan. 6. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar mengenai pengelolaan hutan. 7. Reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak 8. Mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih ketentuan
  5. 5. 1. Pengertian Desertifikasi Desertifikasi berasal dari kata Desert yang berarti gurun. Dengan demikian pengertian desertifikasi dapat juga diartikan sebagai proses terbentuknya gurun. Sebagaimana dikutip dari IYDD (International Year of Desert and Desertification) dalam bulletin yang diterbitkan oleh GER (Global Education Room, South Australia) Desertifikasi berarti penambahan daerah gurun yang sudah ada dan dapat juga berarti proses dimana daerah luas yang sebelumnya subur dan produktif menjadi kering kerontang dan tidak dapat lagi digunakan untuk bercocok tanam. Kedua definisi ini cukup mengerikan.. Proses desertifikasi biasanya disebabkan oleh dua factor, yang pertama adalah perubahan iklim yang sangat ekstrim dan yang kedua adalah karena ulah manusia. Desertifikasi karena campur tangan manusia misalnya adalah eksploitasi tanah yang berlebihan, pengelolaan air yang salah dan pembabatan hutan, serta pertanian mono kultur. Tanah kita seperti sapi perah yang di perah terus menerus tanpa diberi makan, sampai akhirnya mati (desertifikasi). Lapisan top soil yang subur, habis tergerus oleh air hujan, tinggal menyisakan batuan dan tanah tandus. Sampai akhirnya tak ada lagi tanaman yang bisa tumbuh disana. Sehingga petani akhirnya harus pindah ke tempat lain, untuk membuka lahan baru, dan masalah baru kembali terjadi. Tanda-tanda terjadinya desertifikasi, sudah jelas di depan mata kita. Banjir dengan siklus yang semakin pendek, tidak mampu lagi menahan air. Lihatlah jumlah sedimen di muaramuara sungai, menyisakan lahan diatasnya dengan tanah bebatuan yang sama sekali tidak subur. Pengelolaan tanah yang buruk ini masih ditambah lagi dengan pertanian mono kultur yang berbahaya. Satu jenis tanaman yang sama di tanam di satu lokasi dan musim demi musim tanpa memberikan waktu kepada tanah sehingga tanah menjadi jenuh dan tidak mampu lagi menyokong kehidupan tanah diatasnya.
  6. 6. 2. Cara menanggulangi terjadinya desertifikasi 1. Untuk menghentikan penggurunan jumlah hewan di tanah harus dikurangi, memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali. kondisi tanah harus dibuat menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman dengan, misalnya, mulsa. Mulsa (lapisan jerami, daun atau serbuk gergaji yang meliputi tanah) mengurangi penguapan, menekan pertumbuhan gulma, memperkaya tanah seperti membusuk, dan mencegah dan karenanya limpasan erosi. Reseeding mungkin diperlukan di daerah yang rusak parah. Mulsa dan reseeding adalah praktek mahal. Namun, pendekatan realistis skala besar hanya untuk mencegah penggurunan melalui pengelolaan lahan yang baik di daerah semi-kering. 2. Lahan kering sangat rentan karena variabilitas iklim dan tekanan manusia. Kerusakan penutup tanah dan tanaman telah mempengaruhi 70% dari lahan kering di dunia. Selain itu, negara-negara dan orang-orang yang paling terpengaruh oleh penggurunan seringkali mereka dengan sumber daya yang sedikit. Namun adalah mungkin untuk memerangi penggurunan oleh lestari mengelola lahan kering, merehabilitasi areal yang rusak, dan dengan mendidik pemuda. 3. Memulihkan dan pupuk tanah, cara mudah dan murah untuk menyuburkan tanah adalah untuk mempersiapkan kompos, yang akan menjadi humus dan akan diperbarui tanah dengan bahan organik. 4. Mengatasi dampak dari angin dengan membangun hambatan dan menstabilkan bukit pasir dengan spesies tanaman lokal. 5. Reboisasi, pohon memainkan beberapa peran: mereka membantu memperbaiki tanah, bertindak sebagai pemutus angin, meningkatkan kesuburan tanah, dan membantu menyerap air saat hujan deras. Karena pembakaran lahan dan hutan meningkatkan gas rumah kaca berbahaya, aforestasi - penanaman pohon baru dapat membantu mengurangi dampak negatif akibat perubahan iklim. 6. Mengembangkan praktek-praktek pertanian berkelanjutan, lahan kering adalah rumah bagi berbagai macam spesies, yang dapat produk komersial juga becomeimportant: misalnya, mereka memberikan 1 / 3 dari tanaman obat yang diturunkan di Amerika Serikat. Pertanian keanekaragaman hayati harus dilestarikan. Tanah eksploitasi berlebihan harus dihentikan dengan meninggalkan 'bernafas' tanah selama periode tertentu-waktu, dengan budidaya tidak, atau penggembalaan ternak. 7. Tradisional gaya hidup, gaya hidup tradisional seperti yang dipraktikkan di zona kering banyak menawarkan contoh-contoh hidup harmonis dengan lingkungan. Di masa lalu, nomadisme terutama disesuaikan dengan kondisi lahan kering; bergerak dari satu danau ke yang lain, tidak pernah tinggal di tanah yang sama, masyarakat pastoral tidak mengerahkan banyak tekanan pada lingkungan. Namun, perubahan gaya hidup dan pertumbuhan populasi menempatkan meningkatkan tekanan terhadap sumber daya yang langka dan lingkungan yang rentan. Jalan Sutra di Asia dan rute Trans-Sahara di Afrika adalah contoh yang baik dari pertukaran ekonomi dan budaya yang kuat yang dikembangkan oleh masyarakat nomaden.
  7. 7. 1. Pengertian erosi Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya. 2. Faktor penyebab erosi 1. Faktor Iklim, termasuk besarnya dan intensitas hujan/ presipitasi, rata-rata dan rentang suhu, begitu pula musim, kecepatan angin, frekuensi badai. 2. faktor geologi termasuk tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, kemiringn lahan. 3. Faktor biologis termasuk tutupan vegetasi lahan,makhluk yang tinggal di lahan tersebut dan tata guna lahan ooleh manusia. 4. Faktor yang paling sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. pada hutan yang tak terjamah, mineral tanah dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. kedua lapisan ini melindungi tanah dengan meredam dampak tetesan hujan. lapisan-lapisan beserta serasah di dasar hutan bersifat porus dan mudah menyerap air hujan. Biasanya, hanya hujan-hujan yang lebat (kadang disertai angin ribut) saja yang akan mengakibatkan limpasan di permukaan tanah dalam hutan. bila Pepohonan dihilangkan akibat kebakaran atau penebangan, derajat peresapan air menjadi tinggi dan erosi menjadi rendah. kebakaran yang parah dapat menyebabkan peningkatan erosi secara menonjol jika diikuti denga hujan lebat. dalam hal kegiatan konstruksi atau pembangunan jalan, ketika lapisan sampah / humus dihilangkan atau dipadatkan, derajad kerentanan tanah terhadap erosi meningkat tinggi.
  8. 8. 1. Pengertian Polusi Polusi adalah terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan menurunya kualitas lingkungan dan terganggunnya kesehatan serta ketenangan hidup makhluk hiup termasuk manusia.Polusi atau pencemaran menurut UU RI no.23 1997 adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,zat,energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukan nya. Di dalam polusi selalu ada istilah polutan, yakni zat atau bahan yang dapat menyebabkan pencemaran/polusi. 2. Macam-macam polusi 1. Polusi Udara Polusi ini mencemarkan udara di bumi dimana polusi in berasal dari asap pabrik dan asap dari kendaraan bermotor sehingga menghasilkan banyak gas karbondioksida yang dapat membuat udara jadi tidak bersih. 2. Polusi Tanah Ternyata tanah juga dapat terpolusi oleh sampah plastik, pembuangan bekas limbah dan lain-lain sehingga tanah tidak subur dan jika ditanami oleh tanaman, tanaman tersebut akan mati. 3. Polusi Suara Suara juga dapat terkena polusi, kita pasti belum tersadar akan polusi jenis ini karena kita fikir ini adalah hal biasa. Polusi suara ini disebabkan oleh suara kebisingan pesawat, suara musik yang keras dan suara dari lalu lintas dan berbagai hal lainnya. 4. Kontaminasi Radioaktif Ini adalah pencemaran yang sangat berbahaya dibandingkan dari pencemaran atau polusi dari udara,tanah dan suara. Pencemaran radioaktif berasal dari kebocoran tenaga nuklir atau pembuangan limbah radio aktif yang sembarangn. 5. Polusi Air Polusi air disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga ke sungai, danau dan bahkan laut sehingga air menjadi tercemar dan dapat merusak ekosistem air dan lingkungan.
  9. 9. 3. Cara menanggulangi masalah polusi 1. Mengatasi pencemaran udara Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,seperti minyak batubara Untuk pabrik harus memasang saringan gas Menggunakan bahan bakar yang sedikit menyebabkan pencemaran,misalnya listrik Membangun taman kota Melakukan penghijauan 2. Mengatasi pencemaran suara Menjauhkan sumber bunyi dan daerah pemukiman Melemahkan kekuatan suara Menghambat perambatan suara 3. Mengatasi pencemaran air Mengolah limbah pabrik sebelum dibuang ke sungai,sehingga kepekatan limbah berkurang Tidak membuang sampah ke sungai Tidak mencemari sungai dengan pestisida 4. Mengatasi pencemaran tanah Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah. Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih. Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman, maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam berkurang.
  10. 10. 1. Pengertian hujan asam Hujan asam adalah hujan yang bersifat asam dan memiliki pH kurang dari 5,7. Hujan secara alami memang bersifat asam, namun kisaran pH diatas 5,7. Keasaman hujan biasanya disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang bereaksi dengan uap air menjadi asam lemah bikarbonat. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena dapat melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Namun jika keasaman air hujan menjadi sangat rendah yaitu di bawah pH 5,7 maka akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan. karena keasaman hujan yang seperti ini dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan pada makhluk hidup, baik itu hewan, tumbuhan ataupun manusia. 2. Penyebab terjadinya hujan asam Penyebab hujan asam ada 2 : yaitu 1. Penyebab alami Semburan asap dari gunung berapi. Gunung berapi yang masih aktif akan seringkali menyemburkan asap ke udara, dimana salah satu kandungan dari asap tersebut adalah belerang
  11. 11. 2. Akibat aktivitas manusia Asap-asap pabrik Pembakaran bahan bakar fosil yang banyak melepaskan nitrogen ke udara Pengolahan pertanian dan peternakan yang banyak menghasilkan amoniak 3. Hujan asam terjadi apabila kandungan sulfur dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NO) diudara sangat tinggi. Sulfur dioxide dan nitrogen oxide merupakan hasil reaksi antara belerang dan nitrogen dengan oksigen diudara. Zat SO2 dan NO kemudian akan terdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang kemudian jatuh kebumi bersamaan dengan air hujan. Itulah yang menyebabkan ph air hujan menjadi rendah sehingga di sebut hujan asam. 3. Cara menanggulangi hujan asam Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran Pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran, pengendalian Setelah Pembakaran Pengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce) 4. Metode Pencegahan Menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemar. Menghindari terbentuknya zat pencemar saat terjadinya pembakaran. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara biasanya dicuci untuk membersihkan batubara dari pasir, tanah, dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit Menangkap zat pencemar dari gas buangan dengan caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Penghematan energi, Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000). Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.
  12. 12. 1. Pengertian pemanasan global Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahanperubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
  13. 13. 2. Faktor penyebab pemanasan global Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit listrik bahan bakar fosil membuat semakin meningkatnya pelepasan gas karbondioksida sisa pembakaran ke atmosfer. Sekitar 40% dari polusi karbondioksida dunia, berasal dari produksi listrik Amerika Serikat. Kebutuhan ini akan terus meningkat setiap harinya. Sepertinya, usaha penggunaan energi alternatif selain fosil harus segera dilaksanakan. Tetapi, masih banyak dari kita yang enggan untuk melakukan ini. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan bermotor. Apalagi, keadaan semakin diperparah oleh adanya fakta bahwa permintaan kendaraan bermotor setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan populasi manusia yang juga tumbuh sangat pesat. Sayangnya, semua peningkataan ini tidak diimbangi dengan usaha untuk mengurangi dampak. Gas Metana dari peternakan dan pertanian. Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang menjadi penyebab terdinya efek rumah kaca. Gas metana dapat bersal dari bahan organik yang dipecah oleh bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen, misalnya dipersawahan. Proses ini juga dapat terjadi pada usus hewan ternak, dan dengan meningkatnya jumlah populasi ternak, mengakibatkan peningkatan produksi gas metana yang dilepaskan ke atmosfer bumi. Aktivitas penebangan pohon Seringnya penggunaan kayu dari pohon sebagai bahan baku membuat jumlah pohon kita makin berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon kita tumbuh semakin sempit akibat beralih fungsi menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit. Padahal, fungsi hutan sangat penting sebagai paru-paru dunia dan dapat digunakan untuk mendaur ulang karbondioksida yang terlepas di atmosfer bumi. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumbersumber air minum kita.
  14. 14. 3. Dampak pemanasan global 1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia Para ilmuwan memprediksi peningkatan tinggi air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland. Banyak negara di seluruh dunia akan mengalami efek berbahaya dari kenaikan air laut ini. Inilah mungkin yang faktor penyebab tenggelamnya Ibu Kota Jakarta beberapa tahun mendatang sesuai dengan yang diprediksi ilmuwan. 2. Peningkatan intensitas terjadinya badai Tingkat terjadinya badai dan siklon semakin meningkat. Di dukung oleh bukti yang telah ditemukan oleh para ilmuwan bahwa pemanasan global secara signifikan akan menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur udara dan lautan. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu terjadinya badai kuat. 3. Menurunnya produksi pertanian akibat gagal panen Diyakini bahwa, milyaran penduduk di seluruh dunia akan mengalami bencana kelaparan karena faktor menurunnya produksi pangan pertanian akibat kegagalan panen. Ini disebabkan oleh pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim yang kurang kondusif bagi tanaman pangan. 4. Makhluk hidup terancam kepunahan Berdasarkan penelitian yang dipublikasin di Nature, pada tahun 2050 mendatang, peningkatan suhu dapat menyebakan terjadinya kepunahan jutaan spesies. Artinya, di tahun-tahun mendatang keragaman spesies bumi akan jauh berkurang. Namun, semoga saja tidak termasuk di dalamnya spesies manusia. 4. Penanggulangan pemanasan global Jangan menebang hutan sembarangan Kita tau bahwa hutan merupakan penghasil oksigen terbesar, jika hutan banyak ditebangi tanpa tanggung jawab, lantas siapa lagi yang akan memberi kita oksigen? jika oksigen sedikit atau bahkan tidak ada maka bumi akan dipenuhi dengan CO2, gas ini bersifat akan menaikkan suhu bumi. Lagi pula kita bernafas membutuhkan oksigen tanpanya kita akan mati. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor Sesuai yang telah saya katakan diatas bahwa gas CO2 akan membuat bumi kita panas, sedangkan kita semua tau bahwa kendaraan bermotor akan membuang pembuangan yang berupa gas CO2. jika semakin sedikit motor yang dioperasikan makan akan semakin sedikit gas CO2 yang dihasilkan.
  15. 15. Mengganti kendaraan bermotor dengan kendaraan berbahan bakar listrik. Alternatif kedua jika memang kita sulit untuk meninggalkan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor memang sangat kita butuhkan jadi tidak mungkin bagi kita untuk meninggalkannya, alternatifnya adalah menggunakan kendaraan bermotor yang berbahan bakar ramah lingkungan seperti listrik. Mengurangi lampu di siang hari Tanpa disadari ternyata lampu juga akan membuat suhu menjadi panas, kalau tidak percaya coba aja dengan menaruh telur ayam di dekat lampu selama beberapa hari dan lihatlah telur ayam akan menetas. Menanam pohon ini suatu langkah positif yang sangat bagus, kalian bisa menanam pohon di pekarangan rumah dan tempat-tempat lain yang kosong. Dari pada lahan koson tersebut dibiarkan begitu saja tanpa di tanami sesuatu kan mubazir.
  16. 16. 1. Peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi 1. Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia Dampak negatif globalisasi merupakan sebuah realita yang mau tak mau harus dihadapi bila Bangsa Indonesia ingin tetap hidup sebagai bangsa yang berdaulat di dunia. Cara untuk menghadapi dampak negatif globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya melalui pendidikan. Melalui pendidikan yang optimal, bangsa Indonesia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dapat bersaing di kancah dunia Internasional. 2. Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan Moralitaas Masyarakat Dampak negatif globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi. Karenanya keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai-nilai keimanan dan moralitas itulah yang mampu mengatasi dampak negatif dari globalisasi. Sebagai kaum Muslim, kita hendaknya menanamkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari. Kita hendaknya menjalankan syariat Islam. Mengetahui mana yang halal dan haram. Sehingga kita dapat memilah-milah pengaruh dari luar. Moralitas bangsa juga harus ditingkatkan. Di dalam dampak negatif globalisasi ini, moralitas bangsa cenderung menurun kualitasnya. Ini tidak lepas dari tanggung jawab orang tua, guru, dan pemerintah. Salah satu solusinya adalah melaksanakan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. 3.Mendorong dan Mendukung Upaya Memperjuangkan Keadilan Antar Bangsa Salah satu dampak negatif globalisasi adalah saling berkaitannya antara satu negara dengan negara lainnya. Baik dalam bentuk kerjasama ataupun persaingan global. Pemerintah Indonesia harus berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan keadilan dan keseimbangan antarbangsa. Upaya pemerintah tersebut harus selalu didorong dan didukung oleh setiap warga negaranya.
  17. 17. 5. Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan, Kesatuan, Serta Nasionalisme Adanya dampak negatif globalisasi menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara berkembang yang belum maju dan kuat. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah dipermainkan oleh negara-negara maju. Oleh karna itu, semangat dan jiwa persatuan, kesatuan dan nasionalisme harus terus ditingkatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bila jiwa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme telah tertanam dengan kuat pada setiap warga negara Indonesia tidak akan mudah dipermainkan oleh negara-negara yang kuat dan maju. 6. Melestarikan Adat Istiadat dan Budaya Daerah Dampak negatif globalisasi juga membuat budaya luar dapat dengan mudah kita ketahui. Pengetahuan akan budaya luar terkadang membuat masyarakat lebih menyukainya daripada budaya daerah sendiri. Menyukai kebudayaan luar adalah hal yang wajar. Namun kita harus tetap melestarikan kebudayaan kita sendiri. Jangan sampai kebudayaan kita punah begitu saja seiring dengan waktu. Apalagi kebudayaan itu seenaknya saja diambil oleh bangsa lain. Walaupun zaman kini telah serba modern, kita harus tetap berpegang teguh kepada adat istiadat. 7. Menjaga Keasrian Objek Wisata Dalam negeri Salah satu ciri-ciri dampak negatif globalisasi adalah perjalanan dan perlancongan antarbangsa yang semakin meningkat. Indonesia sebagai begara yang kaya akan objek-objek wisata yang indah hendaknya memanfaatkannya dengan seoptimal mungkin. Salah satu usaha adalah menjaga keasrian objek wisata tersebut. Sebenarnya selain Bali, banyak lagi pulau-pulau di Indonesia yang memiliki tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Namun banyak lokasi yang tidak terjaga keasriannya sehingga tidak menarik untuk dikunjungi. Maka seharusnya masyarakat selalu menjaga keasrian objek wisata di daerah masing-masing misal wisata garut dan taman matahari di bogor. Cara-cara menjaga keasrian objek wisata dalam negeri seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencoret-mencoret tembok, melakukan penghijauan disekitar pegunungan, tidak membuang sampah ke sungai yang nantinya bermuara ke laut, melestarikan terumbu karang, dan sebagainya.

×