Your SlideShare is downloading. ×
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual smp berbasis tik

1,725

Published on

Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK

Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,725
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
100
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentangWajib Belajar, Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan NasionalPercepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun danPemberantasan Buta Aksara merupakan indikasi yang sangat nyata upayaPemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia agar mampubersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, KementerianPendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturanperundangan tersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK)SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihitarget yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telahtercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaan pendidikan pada jenjangSMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telahmenyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentukprogram dan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengankebijakan dan program tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian PendidikanNasional terkait dengan Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan danKepastian juga diharapkan dapat terpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telahditetapkan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat PembinaanSMP menerbitkan berbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masingprogram dan/atau kegiatan, baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi,kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakan langsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraanprogram di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah,efektif dan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana,pelaksanaan, sampai dengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari denganseksama dan menjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaanseluruh program atau kegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang SekolahMenengah Pertama tahun anggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 iii
  • 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................iiiDAFTAR ISI ............................................................................................... VBAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A Latar Belakang .................................................................................... 1 B Tujuan Penyusunan Panduan .............................................................. 2BAB II KONSEP PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS TIK ............................................................................................................ 3 A. Pengertian ........................................................................................... 3 B. Tujuan ................................................................................................. 5 C. Komponen Pembelajaran Kontekstual................................................ 5 D. Lingkup dan Bentuk Pembelajaran Kontekstual Berbasis TIK........... 9 E. Indikator Keberhasilan...................................................................... 10BAB III FASILITAS TIK UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL................................................ 13 A. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Ruang Kelas ................... 14 B. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium Komputer. 14 C. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Perpustakaan SMP ......... 14 D. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Ruang Multimedia......... 15 E. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium Bahasa ..... 16 F. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium IPA .......... 16 G. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium IPS........... 16 H. Peralatan TIK Sebagai Alat Bantu Manajemen di Ruang Guru........ 16 I. Peralatan TIK Sebagai Alat Bantu Manajemen Pembelajaran/......... 17 Kurikulum Sekolah........................................................................... 17BAB IV. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ..... 19 A. Perencanaan ...................................................................................... 19 B. Pelaksanaan....................................................................................... 21 C. Penilaian ........................................................................................... 22BAB V PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH......................................................... 29 A. Penyiapan Guru................................................................................. 29 B. Penyiapan Perangkat Pembelajaran Kontekstual .............................. 30 C. Penyiapan Media dan Sumber Belajar .............................................. 30 D. Penyiapan Fasilitas Multimedia ........................................................ 31 v
  • 3. E. Pelaksanaan Pembelajaran.................................................................. 32 F. Monitoring dan Evaluasi.................................................................... 32BAB VI PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL OLEH DIREKTORAT PEMBINAAN SMP ....... 35BAB VII PENUTUP .................................................................................. 37L A M P I R A N ........................................................................................ 39 vi
  • 4. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA Latar Belakang Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP telah melakukan pengembangan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Pengembangan yang telah dilakukan meliputi panduan pembelajaran kontekstual, model-model pembelajaran kontekstual dalam bentuk audio visual (VCD), dan bahan ajar sesuai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Bahan ajar untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKn, dan IPS telah disusun dalam bentuk buku pelajaran sesuai kriteria yang ditentukan, dan telah lolos penilaian dari BSNP sebagai buku pelajaran SMP. Buku-buku tersebut telah di upload dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE), dan telah digunakan di sekolah. Pelatihan pembelajaran kontekstual kepada para Guru SMP, baik melalui pusat, provinsi dan kab/kota juga telah dilakukan. Melalui pengembangan dan pelatihan tersebut diharapkan para guru dapat memahami esensi pembelajaran kontekstual, menguasai perangkat pembelajaran, serta mampu menyelenggarakan pembelajaran kontekstual secara nyata di sekolah. Pembelajaran kontekstual mulai diimplementasikan di SMP pada tahun 2001/2002. Sampai tahun 2009/2010 ini lebih dari 3000 SMP telah mengimplementasikan pembelajaran kontekstual secara intensif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan motivasi dan keaktivan belajar siswa serta penguasaan yang mendalam terhadap materi pelajaran. Berdasarkan hal tersebut, Direktorat Pembinaan SMP berupaya terus untuk menyebarluaskan pembelajaran kontekstual ke lebih banyak SMP di seluruh Indonesia. Kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual juga terus ditingkatkan, terutama untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Di samping itu, Pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis Information and communication technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dipandang sangat esensial untuk dikembangkan dan diterapkan di SMP yang telah memiliki fasilitas pendukung memadai. 1QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 5. Belajar Untuk Masa DepankuB Tujuan Penyusunan Panduan Melalui buku panduan pelaksanaan pembelajaran kontekstual ini diharapkan warga sekolah terutama pimpinan sekolah dan para guru dapat menguasai secara memadai mengenai apa yang dimaksud pembelajaran kontekstual berbasis TIK, mengapa diperlukan, dan bagaimana mengembangkan serta mengimplementasikannya di sekolah.2 “Direktorat PSMP - QEC24711 ”
  • 6. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II KONSEP PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS TIKA. Pengertian Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru dalam mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata, dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. Melalui pembelajaran kontekstual diharapkan konsep-konsep materi pelajaran dapat diintegrasikan dalam konteks kehidupan nyata dengan harapan siswa dapat memahami apa yang dipelajarinya dengan lebih baik dan mudah. Pembelajaran kontekstual berbasis TIK merupakan suatu konsepsi pembelajaran bermakna, nyata, sistematis, dan relevan dengan konteks kehidupan siswa, yang perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajarannya didukung dengan bantuan piranti elektronik, seperti piranti komputer, LCD Viewer, televisi, OHP, CD ROM, pesawat telepon, telekonferensi, transmisi satelit, jaringan internet, dan piranti elektronik lainnya. Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peran guru. Dukungan piranti elektronik diharapkan mengarah pada pembelajaran elektronik (e- learning), yang mana rancangan pembelajaran (Silabus, RPP, Instrumen Penilaian), jadwal, dan bahan ajar serta berbagai hal terkait pembelajaran dikemas dalam sistem informasi berbasis komputer. Contoh: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat dimulai dari kasus penyalahgunaan Narkoba dan HIV AIDS. Melalui tayangan audio visual, pemaparan dan diskusi kasus-kasus penyalahgunaan Narkoba dan HIV AIDS kemudian dapat dibahas konsep-konsep yang berkaitan dengan biologi dan kimia. Melalui pendekatan kontekstual ini, siswa tidak hanya menguasai konsep-konsep biologi dan kimia, tetapi juga menyadari bahayanya Narkoba dan HIV AIDS, serta tertanam konasi atau perilaku untuk menghindarinya. 3QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 7. Belajar Untuk Masa Depanku Mempelajari PPKN/Agama dimulai dengan mendiskusikan lalu lintas yang macet di lingkungan siswa akibat pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. Dari peraturan lalu lintas tersebut diteruskan dengan aturan-aturan lain dalam bernegara dan beragama, dst.misalkan dengan membuka internet Pelajaran ekonomi misalnya dapat dimulai dengan membahas harga buah-buahan yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Didiskusikan mengapa harga buah lebih murah pada saat musim buah dibanding harga pada saat tidak musim buah. Hal ini terkait dengan hukum permintaan dan persediaan. Gambar ditampilkan di LCD dengan Komputer Belajar sejarah dimulai dengan mempelajari kerajaan atau peninggalan sejarah yang ada di lingkungan anak didik kita, kemudian berkembang pada kerajaan-kerajaan di luar daerahnya. Tentang pahlawan yang berasal dari daerah mereka, mengapa para pahlawan itu gugur, kenapa mereka harus mengorbankan jiwanya, untuk apa mereka berjuang, dsb. Selanjutnya diteruskan dengan perjuangan para pahlawan selain pahlawan dari daerah mereka, mendiskusikan tentang penjajahan sampai kepada kemerdekaan bangsanya dan seterusnya. Belajar bahasa Inggris, atau bahasa Indonesia dimulai dengan meminta siswa bercerita, mengarang atau mendiskusikan tentang lingkungan tempat mereka tinggal, misalnya tentang kondisi lalu lintas di daerahnya, keindahan daerahnya, tentang kehidupan sosial, dan budaya masyarakatnya, tentang ladang-ladang dan sawah, orang tua mereka, tari-tarian tradisional daerahnya, dsb. Kesemuanya itu benar-benar dilihat, dikenal, dihayati, dan dirasakan oleh siswa dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian siswa belajar benar-benar diawali dengan pengetahuan, pengalaman, dan konteks keseharian yang mereka miliki yang dikaitkan dengan konsep mata pelajaran yang dipelajari di kelas, dan selanjutnya dimungkinkan untuk mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian mereka. Bawalah mereka dari dunia mereka ke dunia kita, kemudian hantarkanlah mereka dari dunia kita kedunia mereka kembali. Sehingga siswa benar-benar bukan hanya sekedar mengenal nilai (LOGOS) tetapi harus mampu melakukan internalisasi/penghayatan nilai-nilai tersebut (ETOS) dan yang4 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 8. Belajar Untuk Masa Depanku terpenting adalah sampai kepada anak mampu mengaktualisasikan/ mengamalkan nilai-nilai tersebut (PATOS). Pembelajaran kontekstual dapat dirancang dan dilaksanakan dengan baik dengan dukungan perangkat TIK di sekolah.B. Tujuan Tujuan pembelajaran kontekstual berbasis TIK adalah: (1) Membekali siswa dengan pengetahuan yang lebih bermakna, secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks kekonteks lainnya, memecahkan persoalan, berpikir kritis, dan melaksanakan pengamatan serta menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjangnya; (2) Membangun aliran data dan informasi pembelajaran secara sistematis, sederhana, akurat dan lancar; (3) Memberikan respon dengan cepat, mengolah dan menghasilkan keluaran yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan kontrol manajemen pembelajaran; (4) Mengintegrasikan data dan mendistribusikan informasi pembelajaran dari dan ke berbagai terminal (user) dengan cepat, aman dan akurat; (5) Menciptakan sistem yang memudahkan dan menyederhanakan proses untuk meng-upload dan men-down load materi pembelajaran.C. Komponen Pembelajaran Kontekstual Terdapat tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual berbasis TIK di kelas, yaitu: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, mata pelajaran apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstrukstivisme adalah teori belajar yang menyatakan bahwa orang menyusun atau membangun pemahaman mereka dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pengetahuan awal dan kepercayaan mereka. Seorang guru perlu mempelajari budaya, pengalaman hidup dan pengetahuan, kemudian menyusun pengalaman belajar yang memberi siswa kesempatan baru untuk memperdalam pengetahuan tersebut. 5QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 9. Belajar Untuk Masa Depanku Pemahaman konsep yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar autentik dan bermakna yang mana guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mendorong aktivitas berpikirnya. Pembelajaran hendaknya dikemas menjadi proses ‘mengkonstruksi’ bukan ‘menerima’ pengetahuan. Dalam proses pembelajaran, siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan, bukan guru. Pembelajaran dirancang dalam bentuk siswa bekerja, praktik mengerjakan sesuatu, berlatih secara fisik, menulis karangan, mendemonstrasikan, menciptakan gagasan, dan sebagainya. Tugas guru dalam pembelajaran konstruktivis adalah memfasilitasi proses pembelajaran dengan: (a) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa, (b) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri, (c) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (Questioning) Penggunaan pertanyaan untuk menuntun berpikir siswa lebih baik daripada sekedar memberi siswa informasi untuk memperdalam pemahaman siswa. Siswa belajar mengajukan pertanyaan tentang fenomena, belajar bagaimana menyusun pertanyaan yang dapat diuji, dan belajar untuk saling bertanya tentang bukti, interpretasi, dan penjelasan. Pertanyaan digunakan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk: (a) menggali informasi, baik teknis maupun akademis (b) mengetahui pemahaman siswa (c) membangkitkan respon siswa (d) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa (e) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa (f) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru (g) menyegarkan kembali pengetahuan siswa6 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 10. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Inkuiri (Inquiry) Inkuiri adalah proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman, yang diawali dengan pengamatan dari pertanyaan yang muncul. Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut didapat melalui siklus menyusun dugaan, menyusun hipotesis, mengembangkan cara pengujian hipotesis, membuat pengamatan lebih jauh, dan menyusun teori serta konsep yang berdasar pada data dan pengetahuan. Di dalam pembelajaran berdasarkan inkuiri, siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis saat mereka berdiskusi dan menganalisis bukti, mengevaluasi ide dan proposisi, merefleksi validitas data, memproses, membuat kesimpulan. Kemudian menentukan bagaimana mempresentasikan dan menjelaskan penemuannya, dan menghubungkan ide-ide atau teori untuk mendapatkan konsep. Langkah-langkah kegiatan inkuiri: a) merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun) b) Mengamati atau melakukan observasi c) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lain d) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audien yang lain 4. Masyarakat Belajar (Learning Community) Masyarakat belajar adalah sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar agar terjadi proses belajar lebih dalam. Semua siswa harus mempunyai kesempatan untuk bicara dan berbagi ide, mendengarkan ide siswa lain dengan cermat, dan bekerjasama untuk membangun pengetahuan dengan teman di dalam kelompoknya. Konsep ini didasarkan pada ide bahwa belajar secara bersama lebih baik daripada belajar secara individual. Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah. Seseorang yang terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi yang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya. Kegiatan saling belajar ini bisa terjadi jika tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa segan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap paling tahu. Semua pihak mau saling mendengarkan. 7QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 11. Belajar Untuk Masa Depanku Praktik masyarakat belajar terwujud dalam: (a) Pembentukan kelompok kecil (b) Pembentukan kelompok besar (c) Mendatangkan ‘ahli’ ke kelas (tokoh, olahragawan, dokter, petani, polisi, dan lainnya) (d) Bekerja dengan kelas sederajat (e) Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya (f) Bekerja dengan masyarakat 5. Pemodelan (Modeling) Pemodelan adalah proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja, dan belajar. Pemodelan tidak jarang memerlukan siswa untuk berpikir dengan mengeluarkan suara keras dan mendemonstrasikan apa yang akan dikerjakan siswa. Pada saat pembelajaran, sering guru memodelkan bagaimana agar siswa belajar. Guru menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu untuk mempelajari sesuatu yang baru. Guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Contoh praktik pemodelan di kelas: a) Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa b) Guru PPKN mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas, lalu siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh tersebut c) Guru Geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam merancang peta daerahnya d) Guru Biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan 6. Refleksi (Reflection) Refleksi memungkinkan cara berpikir tentang apa yang telah siswa pelajari dan untuk membantu siswa menggambarkan makna personal siswa sendiri. Di dalam refleksi, siswa menelaah suatu kejadian, kegiatan, dan pengalaman serta berpikir tentang apa yang siswa pelajari, bagaimana merasakan, dan bagaimana siswa menggunakan pengetahuan baru tersebut. Refleksi dapat ditulis di dalam jurnal, bisa terjadi melalui diskusi, atau merupakan kegiatan kreatif seperti menulis puisi atau membuat karya seni.8 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 12. Belajar Untuk Masa Depanku Realisasi refleksi dapat diterapkan, misalnya pada akhir pembelajaran guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi. Hal ini dapat berupa: (a) pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh siswa hari ini (b) catatan atau jurnal di buku siswa (c) kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari ini (d) diskusi (e) hasil karya 7. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Penilaian autentik sesungguhnya adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif. Berbagai metode tersebut memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas- tugas, memecahkan masalah, atau mengekspresikan pengetahuannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah. Berbagai simulasi tersebut semestinya dapat mengekspresikan prestasi (performance) yang ditemui di dalam praktik dunia nyata seperti tempat kerja. Penilaian autentik seharusnya dapat menjelaskan bagaimana siswa menyelesaikan masalah dan dimungkinkan memiliki lebih dari satu solusi yang benar. Strategi penilaian yang cocok dengan kriteria yang dimaksudkan adalah suatu kombinasi dari beberapa teknik penilaian.D. Lingkup dan Bentuk Pembelajaran Kontekstual Berbasis TIK 1. Lingkup Pembelajaran Kontekstual Berbasis TIK Pengembangan dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis TIK mencakup semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri sesuai struktur kurikulum di SMP. Sesuai Standar Isi, struktur kurikulum untuk SMP, meliputi mata pelajaran: a. Pendidikan Agama b. Pendidikan Kewarganegaraan c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris e. Matematika f. Ilmu Pengetahuan Alam g. Ilmu Pengetahuan Sosial 9QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 13. Belajar Untuk Masa Depanku h. Seni Budaya i. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan j. Teknologi Informasi dan Komunikasi / Keterampilan k. Muatan Lokal l. Kegiatan Pengembangan Diri 2. Bentuk Perangkat TIK dalam Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual berbasis TIK dapat dikembangkan berdasarkan piranti TIK/elektronik yang dimiliki sekolah dan fasilitas pendukung, antara lain: a Perangkat TIK sederhana b. Perangkat audio dan video interaktif c. Perangkat komputer d. Pemancar satelit e. Jaringan intranet/extranet (LAN/WAN) f. Berbasis WEB Bentuk pembelajaran berbasis TIK SMP disesuaikan dengan potensi dan kondisi sekolah. Kondisi lingkungan sekolah (geografis, sosial, ekonomi dan lain-lain) dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Untuk rencana pengembangan, penerapan pembelajaran kontekstual berbasis TIK idealnya mengarah pada e-learning Berbasis Web. Namun mengingat jumlah sekolah yang sangat banyak, dan keterbatasan dana, maka pengembangan dilakukan secara bertahap.E. Indikator Keberhasilan Keberhasilan pembelajaran kontekstual berbasis TIK, baik proses maupun hasil belajarnya dapat diketahui melalui beberapa indikator, antara lain: (1) pemilihan materi atau informasi berdasarkan kebutuhan siswa dan dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan, (2) selalu mengaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa, (3) pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting dengan didukung perangkat TIK, (4) siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran, (5) siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, dan saling mengoreksi, (6) pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan, (7) perilaku dibangun atas kesadaran diri, (8) keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman, (9) hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri, (10) siswa mengunakan10 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 14. Belajar Untuk Masa Depanku kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran efektif, ikut bertanggungjawab atas terjadinya pembelajaran yang efektif, dan membawa skemata masing- masing kedalam proses pembelajaran, (11) siswa dapat menguasai materi atau kompetensi secara mendalam dan bermakna serta dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. 11QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 15. Belajar Untuk Masa Depanku BAB III FASILITAS TIK UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN KONTEKSTUALIstilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memang sangat kentaldengan penggunaan komputer dan internet. Namun perlu diingat bahwaTIK semestinya tidak semata komputer dengan internetnya saja. Teknologiyang lebih terdahulu seperti telepon, radio dan televisi juga merupakanbagian dari TIK yang terbukti telah mampu memberikan peran positifterhadap perangkat instruksi dalam pembelajaran yang murah danmenjangkau cakupan wilayah yang luas. Penggunaan komputer dan internetdalam pendidikan pada masa kini memiliki nilai tambah yang baik dimanapola interaktivitas siswa sangat tinggi. Pada saat ini TIK dipelajari sebagaisubyek pembelajaran yang harus dikuasai siswa serta dijadikan sebagaiperangkat bantu peningkatan efisiensi dan efektivitas belajar. Meskipundemikian, penerapan TIK di negara berkembang memang belum optimal,karena biaya pengembangan infrastruktur dan biaya operasionalpenerapannya masih tinggi, serta minimnya pengajar yang memilikikompetensi yang baik di bidang ini.Pembelajaran kontekstual akan dapat lebih efektif jika didukung denganperangkat TIK yang memadai. Idealnya, sekolah memiliki beberapa fasilitaslaboratorium dan ruang kelas yang dilengkapi dengan perangkat TIK.Beberapa ruang atau laboratorium di sekolah yang perlu dilengkapi denganperangkat TIK setidaknya: • Ruang kelas • Laboratorium Komputer • Ruang Perpustakaan • Ruang multi media • Laboratorium Bahasa • Laboratorium IPA • Laboratorium IPS • Ruang Guru • Penyimpanan data Manajemen Pembelajaran/Kurikulum 13QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 16. Belajar Untuk Masa DepankuA. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Ruang Kelas Peralatan TIK diruang kelas memiliki fungsi utama sebagai sarana dan sumber pembelajaran seluruh matapelajaran. Tujuannya untuk mendukung pencapaian penguasaan kompetensi berdasarkan setiap matapelajaran dengan bantuan bahan ajar atau simulasi komputer, meliputi: Penguasaan Kompetensi sesuai SK dan KD tiap matapelajaran Pembelajaran berbasis Multimedia seluruh matapelajaran Penguasaan akses dan penggunaan informasi melalui internet Administrasi, absensi dan pencatatan pelaksanaan pembelajaran di tiap kelas oleh guru.B. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium Komputer Laboratorium TIK memiliki fungsi utama sebagai sarana pembelajaran TIK, dengan target khusus penguasan literasi teknologi pada matapelajaran TIK, meliputi: Penguasaan perangkat keras, Penguasaan perangkat lunak alat produktifitas, Penguasaan akses dan penggunaan informasi melalui internet. Untuk proses pembelajaran berbasis TIK, siswa dapat mengakses bahan ajar yang telah disiapkan oleh guru sesuai dengan silabus yang didesain. Siswa dapat belajar melalui komputer multimedia yang ada di laboratorium Komputer, atau di kelas, melakukan percobaan secara virtual dan membaca prosedur untuk ercobaan yang sesungguhnya, melihat korelasi dengan kehidupan serta melakukan transaksi pencapaian kompetensi melalui ujian on-line, dengan nilai hasil transaksi ujian disimpan di data base pada server sekolah.C. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Perpustakaan SMP Tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah menunjang program belajar bagi siswa dan mengajar bagi guru agar tujuan umum dan khusus pendidikan tercapai secara optimal. Di samping itu, membangun serta memfasilitasi minat baca siswa, sehingga dapat membantu proses belajar mengajar serta memfasilitasi keinginan siswa untuk mengetahui hal-hal lain yang tidak disampaikan oleh guru.14 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 17. Belajar Untuk Masa Depanku Peranan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penyedia sumber belajar yang bersifat teknis edukatif dan bersama unsur-unsur pendidikan lainnya ikut menentukan berhasilnya proses pendidikan. Fungsi perpustakaan sekolah adalah memberikan informasi untuk menunjang program belajar dan mengajar. Fungsi dari pelayanan informasi akan menghasilkan tiga macam manfaat, yaitu: Sebagai sumber belajar, sumber informasi, mengasah inspirasi dan rekreasi. Perpustakaan dapat sebagai sumber belajar karena siswa dapat memperdalam pemahaman dan penghayatan pengetahuan yang diperoleh dari guru. Dikatakan sebagai sumber informasi karena koleksi perpustakaan dapat dipergunakan untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan keterampilan siswa selain yang telah diberikan oleh guru. Begitu juga penggunaan oleh guru akan memperluas cakrawala dan memutakhirkan pengetahuan dalam bidang studi yang diajarkan. TIK sebagai sumber belajar di sebuah perpustakaan mencerminkan fungsi perpustakaan modern yang memberikan sumber sumber belajar, baik dalam bentuk buku, e-book, simulasi maupun ensiklopedia yang sedemikian lengkap namun mendasar untuk dapat digunakan oleh anak anak didik. Perpustakaan modern masa kini dapat dengan mudah tersambung dengan internet dan membuka jendela ilmu pengetahuan yang sudah ajeg maupun yang sedang berkembang saat ini. Kemampuan dalam mencari informasi di internet, merupakan sebuah kompetensi abad baru ini, untuk nantinya kemudian siswa berlatih untuk memilah informasi dan menggali secara khusus mana informasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pembelajaran yang sedang dicari. Proses pencaian informasi di internet akan membuat sebuah keterampilan generik yaitu ”learning to learn”.D. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Ruang Multimedia Peralatan TIK di ruang multimedia mampu menumbuhkembangkan proses pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, menantang dan memotivasi siswa untuk aktif dan membangun kreativitas, kemandirian sebagai seorang pembelajar sejati yang memahami 15QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 18. Belajar Untuk Masa Depanku keilmuan dalam lingkungan yang bersahabat, dan mengakomodasi siswa untuk memahami ilmu dalam lingkungan digital dan multimedia.E. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium Bahasa Peralatan TIK di laboratorium bahasa mampu menumbuh kembangkan proses pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, menantang dan memotivasi siswa untuk aktif dan membangun kreativitas, kemandirian sebagai seorang pembelajar yang memahami budaya dan bahasa asing dalam lingkungan yang bersahabat, dan mengakomodasi siswa untuk mempraktikkan kaidah bahasa dan percakapan dalam lingkungan digital dan multimedia.F. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium IPA Peralatan TIK di laboratorium IPA mampu menumbuhkembangkan proses pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, menantang dan memotivasi siswa untuk aktif dan membangun kreativitas, kemandirian sebagai seorang sainstis muda yang memahami sains dalam lingkungan yang bersahabat, dan mengakomodasi siswa untuk melakukan proyek sains dalam lingkungan digital dan multimedia.G. Peralatan TIK Sebagai Sumber Belajar di Laboratorium IPS. Peralatan TIK di laboratorium IPS mampu menumbuhkembangkan proses pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, menantang dan memotivasi siswa untuk aktif dan membangun kreativitas, kemandirian sebagai seorang calon pemimpin, dan warganegara yang memahami konteks sosial dalam linkungan yang bersahabat, dan mengakomodasi siswa untuk melakukan proyek sosial dalam lingkungan digital dan multimedia.H. Peralatan TIK Sebagai Alat Bantu Manajemen di Ruang Guru Peralatan TIK di ruang guru dapat mendukung dan mengembangkan profesionalisme guru, yang menyangkut proses pengelolaan bahan ajar, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Dengan bantuan TIK, data laporan guru secara langsung tersimpan di pusat data sekolah, sehingga keberlangsungan sekolah akan terus dapat dengan mudah dipantau. Dengan adanya peralatan16 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 19. Belajar Untuk Masa Depanku TIK diruang guru, maka akses menuju informasi yang interaktif, inspiratif dan menarik akan menyebabkan pemberdayaan guru semakin mudah, dengan akses internet pada informasi yang luas.I. Peralatan TIK Sebagai Alat Bantu Manajemen Pembelajaran/ Kurikulum Sekolah Manajemen pembelajaran atau kurikulum adalah sebuah pengelolaan pembelajaran dalam satu siklus proses yang melingkupi pendefinisian pembelajaran dari mulai perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan dan pengawasan. Proses Perencanaan, meliputi membuat analisis materi pelajaran, menyusun kalender pendidikan, penyusunan program tahunan, penyusunan program semester, penyusunan program satuan pembelajaran, penyusunan rencana pembelajaran, penyusunan rencana bimbingan dan penyuluhan. Proses Pengorganisasian, meliputi pembagian tugas mengajar dan tugas lain, penyusunan jadwal pembelajaran, penyusunan jadwal kegiatan perbaikan, penyusunan jadwal kegiatan pengayaan, penyusunan kegiatan ekstrakurikuler, dan penyusunan jadwal kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Proses Pelaksanaan, meliputi pengaturan pelaksanaan kegiatan pembukaan tahun ajaran baru, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Proses Pengawasan, meliputi supervisi pelaksanaan pembelajaran, supervisi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan, evaluasi proses dan hasil kegiatan pembelajaran, dan evaluasi proses dan hasil kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Berbagai perubahan penting dalam banyak aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi, sosial, sains dan teknolog telah mendorong lahirnya terobosan-terobosan baru dalam cara bagaimana manusia melakukan pembelajaran (learning). Hal penting yang menjadi inti dari arus baru tersebut adalah bagaimana melakukan proses pembelajaran secara lebih mandiri, fleksibel, berpusat pada pembelajar (learner), kolaboratif, terkelola dengan efektif dan efisien, on-demand learning, real-time, serta 17QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 20. Belajar Untuk Masa Depanku mendukung paradigma pembelajaran sepanjang hayat (life-long education). SMP sebagai salah satu elemen pendidikan Indonesia, sejak dini harus mengantisipasi perubahan tersebut dengan berupaya mengoptimalkan sumber daya pendidikan yang ada, termasuk di dalamnya penggunaan TIK dengan software manajemen pendidikan, dalam rangka membangun dan mengembangkan sistem akademik dan proses penyelenggaraan pendidikan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi atau apa yang kemudian jamak disebut dengan e-learning. Materi pelajaran (course content) adalah salah satu faktor penentu dalam mencapai kesuksesan dalam sebuah program e-learning. Oleh karena itu, SMP memandang persoalan pengelolaan konten pembelajaran sebagai persoalan sangat mendasar dalam upaya pengembangan dan penyelenggaraan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.18 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 21. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IV. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUALProses pelaksanaan pembelajaran kontekstual berbasis TIK pada dasarnyasesuai dengan Standar Proses, yaitu meliputi tahap: perencanaan,pelaksanaan, dan penilaian.A. Perencanaan Pengembangan dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis TIK dimulai dengan melakukan perencanaan secara sistematis. Perencanaan meliputi: pengembangan KTSP, Silabus, RPP, Sumber Belajar, Media Pembelajaran, dan Perangkat pendukung TIK. 1. Pengembangan KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Setiap sekolah pada satuan pendidikan dasar dan menengah, termasuk SMP mengembangkan KTSP berdasarkan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan potensi masing-masing sekolah. KTSP disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah/yayasan, konselor (guru BK/BP), dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Komponen-komponen KTSP meliputi: (a) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, (b) struktur dan muatan kurikulum, (c) kalender pendidikan, dan (d) lampiran-lampiran, yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator (BSNP, 2006). KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Di dalam penyusunan KTSP, materi dan nuansa pembelajaran kontekstual berbasis TIK hendaknya telah dirancang secara terpadu guna mengimplementasikan KTSP. 19QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 22. Belajar Untuk Masa Depanku 2. Penyusunan Silabus Di dalam penyusunan silabus, guru harus mengkaji secara cermat tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada pada setiap mata pelajaran. Guru mengkaji konsep, teori atau kompetensi yang akan dipelajari oleh siswa, memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama, mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Selanjutnya guru memilih dan mengaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam proses pembelajaran kontekstual. Berdasarkan hal tersebut, guru menyusun silabus dengan mengaitkan konsep atau teori yang akan dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan kehidupan mereka. Penggunaan media dan sumber belajar berbasis TIK dirancang dalam silabus guna menunjang efektivitas pembelajaran dan ketercapaian tujuan pembelajaran. 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam pembelajaran kontekstual, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan materi yang akan dipelajarinya. Dalam program tersebut tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, langkah- langkah pembelajaran, dan penilaian autentik. Secara umum, tidak terdapat perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual berbasis TIK. Program pembelajaran kontekstual berbasis TIK lebih menekankan pada skenario pembelajarannya, dan dukungan TIK dalam pelaksanaan pembelajaran. Adapun pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai. 4. Sumber dan Media Belajar Pada dasarnya, pembelajaran kontekstual tidak mengharuskan suatu bentuk atau format sumber belajar tertentu. Sumber belajar dalam bentuk buku pelajaran, buku paket, modul maupun majalah,20 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 23. Belajar Untuk Masa Depanku koran, program televisi dan dalam bentuk lainnya dapat digunakan dalam kelas pembelajaran kontekstual. Untuk mengembangkan pemanfaatan TIK sebagai media atau sumber belajar, hendaknya bahan ajar dikemas dalam e-learning (misalnya: CD ROM atau pangkalan data untuk e-learning).B. Pelaksanaan Pada dasarnya, pelaksanaan pembelajaran kontekstual berbasis TIK mengacu pada RPP atau skenario pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Dalam hal ini, aktivitas pembelajaran yang melibatkan siswa mengikuti tahap-tahap yang telah dirancang dalam RPP. Di dalam pelaksanaan pembelajaran kontekstual diperlukan strategi sebagai berikut : 1. Menekankan pada pemecahan masalah. Pembelajaran kontekstual berbasis TIK dapat dimulai dengan suatu simulasi atau masalah nyata. Simulasi dapat disampaikan menggunakan perangkat TIK (LCD, Komputer, dll). Dalam hal ini siswa menggunakan keterampilan berpikir kritis dan pendekatan sistimatik untuk menemukan dan mengungkapkan masalah atau isu-isu, serta menggunakan berbagai isi materi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah. Masalah yang dimaksudkan adalah relevan dengan keluarga siswa, pengalaman, sekolah, tempat tinggal, dan masyarakat, yang memiliki arti penting bagi siswa. 2. Mengakui kebutuhan pembelajaran terjadi diberbagai konteks, misalnya rumah, masyarakat dan tempat kerja. Pembelajaran kontekstual menyarankan bahwa pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari fisik dan konteks sosial dimana siswa berkembang. Bagaimana dan dimana siswa memperoleh dan memunculkan pengetahuan selanjutnya menjadi sangat berarti, dan pengalaman belajarnya akan diperkaya jika siswa mempelajari berbagai keterampilan di dalam konteks yang bervariasi (rumah, masyarakat, tempat kerja, keluarga) 3. Mengontrol dan mengarahkan pembelajaran siswa. Sehingga mereka akan menjadi pembelajar yang mandiri (Self-Regulated Learners). Akhirnya, siswa harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu mencari, menganalisa dan menggunakan informasi tanpa atau dengan sedikit bimbingan dan semakin menyadari bagaimana mereka memproses informasi, menggunakan strategi pemecahan masalah, serta memanfaatkannya. Untuk mencapai itu, melalui pengajaran 21QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 24. Belajar Untuk Masa Depanku kontekstual, siswa harus diperkenankan melakukan ujicoba menggunakan waktu dan struktur materi yang refleksi, dan memperoleh dukungan yang cukup serta bantuan untuk berubah dari pembelajar yang dependen menjadi pembelajar yang independen. Perangkat multimedia pembelajaran interaktif dan bentuk perangkat TIK lainnya hendaknya digunakan untuk mendukung siswa menjadi pembelajar mandiri. 4. Mempertimbangkan keragaman konteks hidup yang dimiliki siswa. Secara menyeluruh ternyata populasi siswa sangatlah beragam, ditinjau dari perbedaan dalam nilai, adat istiadat, sosial, perspektif. Didalam proses pembelajaran kontekstual perbedaan tersebut dapat menjadi daya pendorong untuk belajar dan sekaligus menambah kompleksitas pembelajaran itu sendiri. Kerjasama tim dan aktivitas kelompok (group) belajar didalam proses pembelajaran kontekstual sangatlah menghargai keragaman siswa, memperluas perspektif, dan membangun keterampilan interpersonal, yaitu berpikir melalui berkomunikasi dengan orang lain. 5. Mendorong siswa untuk belajar dari sesamanya dan bersama-sama atau menggunakan group belajar interdependen (Interdependent Learning Group). Siswa akan dipengaruhi dan sekaligus berkontribusi terhadap pengetahuan dan kepercayaan orang lain. Group belajar atau komunitas pembelajaran akan terbentuk didalam tempat kerja dan sekolah kaitannya dengan suatu usaha untuk bersama-sama memakai pengetahuan, memusatkan pada tujuan pembelajaran dan memperkenankan semua orang untuk belajar dari sesamanya. Dalam hal ini, para pendidik harus bertindak sebagai fasilitator, pelatih, dan pembimbing akademis. 6. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/ pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Selanjutnya siswa didorong untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep/teori yang sedang dipelajarinya.C. Penilaian Penilaian autentik dalam pembelajaran kontekstual berbasis TIK digunakan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar. Penggunaan penilaian autentik (autentic assessment) pada pembelajaran22 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 25. Belajar Untuk Masa Depanku kontekstual diharapkan mampu membangun pengetahuan dan keterampilan, dengan cara yang bermakna melalui pengikutsertaan siswa ke dalam kehidupan nyata atau konteks autentik. Untuk proses pembelajaran yang demikian itu diperlukan suatu bentuk penilaian yang didasarkan kepada metodologi dan tujuan dari pembelajaran itu sendiri, yang disebut penilaian autentik. Penilaian autentik menyatu ke dalam proses belajar mengajar, memberikan kesempatan dan arahan kepada siswa untuk maju, dan sekaligus dipergunakan sebagai alat kontrol untuk melihat kemajuan siswa serta umpan balik bagi praktik pengajaran. Perangkat TIK untuk e-learning sangat besar kontribusinya dalam mendukung penilaian autentik. Porto folio hasil penilaian siswa dan perangkat instrumen dapat disusun dalam format e-learning. 1. Penilaian oleh Pendidik Pasal 63 ayat 1 PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk ujian sekolah. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan (terus menerus) untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi siswa, dasar memperbaiki proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar siswa. Berdasarkan ketentuan pada Permen Diknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, pendidik melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar siswa disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. Penilaian oleh masing-masing pendidik tersebut secara keseluruhan selanjutnya dilaporkan kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk rapor. 23QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 26. Belajar Untuk Masa Depanku 2. Prinsip-prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini. a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. b. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. d. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan siswa. g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. 3. Mekanisme Penilaian oleh Pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar siswa serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut. a. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. b. Mengembangkan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.24 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 27. Belajar Untuk Masa Depanku c. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. d. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. e. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. f. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. g. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. h. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk SATU NILAI PRESTASI BELAJAR siswa disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. i. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhlak dan kepribadian siswa pada akhir semester dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik. 4. Strategi Penilaian Autentik Strategi penilaian autentik dalam pembelajaran kontekstual adalah suatu kombinasi dari beberapa teknik penilaian sebagai berikut : a. Penilaian kinerja (Performance assessment): penilaian kinerja dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Penilaian kinerja ini dapat dipersingkat atau diperluas dalam bentuk pertanyaan terbuka (open-ended question) atau bentuk pilihan berganda (multiple choice). Dalam pengertian yang lebih luas, penilaian kinerja dapat berupa membaca, menulis, proyek, proses, pemecahan masalah, tugas analisis, atau bentuk tugas-tugas lain yang memungkinkan siswa untuk mendemontrasikan kemampuannya dalam memenuhi tujuan dan dampak tertentu. Beberapa faktor berikut ini yang secara aktif berhubungan dengan siswa dalam proses mencapai keberhasilan kaitannya dengan prestasi (Performan). • Siswa memahami tugas-tugas, prestasi dan harapan. • Siswa percaya akan mampu melaksanakannya dengan sukses. 25QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 28. Belajar Untuk Masa Depanku • Siswa memahami nilai dan memiliki komitmen terhadap tugas. • Siswa memerlukan pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan untuk melaksanakannya dengan sukses. • Siswa mempraktikkan berbagai keterampilan dan memperbaikinya sesuai dengan umpan balik. • Siswa memperlihatkan penguasaan terhadap tugas. • Siswa mengklaim penguasaan Observasi sistematik (Systematic Observation), yang bermanfat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Dalam hal ini, semua siswa diobservasi secara berkala dan sering. Hasil observasi dicatat dalam bentuk sikap khusus maupun tidak, dan selanjutnya dipergunakan oleh pengamat (Observer) untuk merefleksikan dan menginterpretasikan apakah petunjuk siswa sesuai dengan tujuan dan outcome pembelajaran. Kunci dari kebermanfaatan observasi adalah sistimatiknya. Suatu observasi dikatakan bermanfaat, jika data dicatat dan dievaluasi serta dipergunakan untuk meningkatkan prestasi (performa) siswa. b. Portfolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai keterampilan, ide, minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart, 1994 ) yang memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. Ia bukan harus selalu dalam bentuk catatan atau tulisan, karena siswa yang tidak memiliki keterbatasan kemampuan dalam menulis dapat juga menyampaikan pemahaman dan kinerjanya dengan menggunakan gambar, model fisik atau alat peraga. Awalnya portfolio dipergunakan untuk menunjukkan prestasi (performan) siswa di dalam berbagai bidang termasuk arsitektur, seni grafik, fotograpi dan penulisan, tetapi sekarang ini, ia juga telah dipergunakan untuk memperoleh contoh yang representatif dari pekerjaan siswa dalam satu disiplin (mata pelajaran) selama jangka waktu tertentu. Seringkali siswa diberi kesempatan untuk menyeleksi pekerjaan yang mereka rasakan terbaik untuk mempresentasikan pengetahuan dan usaha mereka selama dalam tingkat/kelas tertentu. Misalnya nilai ujian yang terbaik, keberhasilannya dalam merancang26 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 29. Belajar Untuk Masa Depanku suatu percobaan dan sebagainya. Portfolio sangat berguna bagi siswa dalam rangka mengembangkan keahliannya untuk menilai diri sendiri dan juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk memikirkan perkembangan dirinya. Oleh karena itu, portfolio seharusnya dikumpulkan secara terintegrasi dan bersifat reflektif, sehingga siswa mampu melihat gambaran yang luas mengenai bagaimana dia membangun pengetahuan dan keahlian/keterampilannya serta menilai efektifitas kinerjanya. c. Jurnal sains (Journal) merupakan suatu proses refleksi di mana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya, kemudian menuliskan ide-ide, minat dan pengalamannya. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorganisasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar, tulisan dan bentuk lainnya. Jurnal menyajikan suatu cara bagi siswa untuk merefleksikan atau mengaitkan pemikirannya dengan pemikiran sebelumnya dan kemudian guru menguji refleksi tersebut untuk mengetahui atau mengumpulkan informasi mengenai sejauhmana pemahaman berpikir siswa. Jurnal sangat tepat untuk mendokumentasikan perubahan persepsi siswa terhadap diri mereka sendiri dan kemampuannya. Penggunaan jurnal memakan waktu lama (time comsuming), tetapi sangat berarti di dalam menilai suatu persepsi siswa terhadap pengalamannya. Ia juga dapat menjadi sesuatu alat komunikasi yang bernilai/berarti bagi guru dan siswa. Jurnal biasanya terdiri dari dua (2) bentuk yang berbeda tetapi keduanya sangat bernilai, yaitu: • Jurnal arahan pribadi (Self-directed jurnaling), dimana siswa akan menentukan topik, isi dan arah kemana refleksi akan diambil. • Jurnal arahan guru (teacher-directed jurnaling) akan mengarahkan respon dari refleksi mendekati tujuan khusus outcome atau topik. 27QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 30. Belajar Untuk Masa Depanku BAB V PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAHPembelajaran kontekstual berbasis TIK merupakan salah satu pendekatanpembelajaran yang sangat relevan untuk mendukung pelaksanaanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP. Berkaitan denganhal tersebut, diharapkan setiap sekolah dapat mengembangkan danmenerapkan pembelajaran kontekstual untuk semua mata pelajaran yangdiajarkan di sekolah.Beberapa langkah utama yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukansekolah dalam upaya mengembangkan dan menerapkan pembelajarankontekstual di sekolah adalah sebagai berikut:A. Penyiapan Guru 1. Sekolah mengidentifikasi kemampuan guru dalam mengembangkan dan menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis TIK sesuai mata pelajarannya. Meskipun telah dilakukan pelatihan pembelajaran kontekstual sejak tahun 2001/2002, baik yang dilakukan oleh Depdiknas pusat, dinas pendidikan provinsi dan kab/kota, namun belum semua guru memperoleh kesempatan pelatihan tersebut. Bahkan, dimungkinkan tidak semua guru yang sudah pernah dilatih telah menguasai pembelajaran kontekstual dengan baik. Apalagi penguasaan guru terhadap TIK masih jauh dari optimal. 2. Para guru yang belum menguasai pembelajaran kontekstual berbasis TIK dengan baik perlu diikutkan dalam suatu pelatihan pembelajaran kontekstual. Pelatihan tersebut dapat dilakukan oleh sekolah sendiri atau melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga lain (Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dinas pendidikan provinsi, kab/kota, kegiatan MGMP). Di samping itu, para guru juga bisa mempelajari sendiri (autodidak) tentang pembelajaran kontekstual melalui buku-buku dan perangkat yang dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP, termasuk model-model pembelajaran kontekstual dalam bentuk VCD dan bahan ajar dalam bentuk CD. Jika sekolah belum memiliki, sebaiknya sekolah mengajukan permohonan untuk memperoleh master perangkat tersebut ke Direktorat Pembinaan SMP Jakarta. Guru juga bisa berkonsultasi atau magang pada rekan 29QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 31. Belajar Untuk Masa Depanku guru lain yang telah menguasai dan melaksanakan pembelajaran kontekstual di sekolahnya.B. Penyiapan Perangkat Pembelajaran Kontekstual Sekolah perlu mengembangkan perangkat pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan KTSP dan konteks sekolahnya. Perangkat tersebut meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku siswa, lembar kerja siswa dan lembar penilaian. Di dalam KTSP terdapat komponen silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis TIK, sekolah perlu menyempurnakan RPP yang telah disusun dan menyiapkan bahan ajarnya. Sekolah akan lebih mudah mengembangkan perangkat tersebut jika sekolah telah memperoleh master perangkat pembelajaran kontekstual dalam bentuk cetakan atau soft copy (CD) yang telah dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP. Untuk mengembangkan perangkat tersebut, sebaiknya pelaksanaannya dikoordinir para guru yang telah lebih dahulu mengikuti pelatihan atau yang lebih menguasai pembelajaran kontekstual. Di samping itu, hampir di setiap kab/kota terdapat para guru atau instruktur yang sangat menguasai tentang pembelajaran kontekstual. Sekolah bisa meminta bantuan mereka untuk membimbing pengembangan perangkat pembelajaran kontekstual.C. Penyiapan Media dan Sumber Belajar Pada dasarnya, penerapan pembelajaran kontekstual tidak menuntut media dan sumber belajar yang serba canggih dan mahal. Guru bisa memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar yang telah tersedia di sekolah atau yang ada di lingkungan sekolah. Masyarakat di sekitar, fenomena alam sekitar, benda-benda, koran, majalah bekas, biji-bijian, pohon dan berbagai hal lainnya dapat digunakan sebagai media dan sumber belajar. Namun demikian, agar pembelajaran menjadi lebih efektif, akan lebih baik jika sekolah secara bertahap menyiapkan media dan sumber belajar elektronik (TIK) Para guru diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai media dan sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah. Setiap guru mata pelajaran, terutama pada saat menyusun RPP, hendaknya secara cermat memilih atau mengembangkan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan dibahas serta konteks lingkungan dan karakteristik siswa. Sebagai contoh, pada pelaksanaan pembelajaran30 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 32. Belajar Untuk Masa Depanku Bahasa Inggris di siang hari saat siswa merasa lelah atau jenuh, guru bisa menggunakan tape recorder sederhana. Guru memutarkan lagu dalam bahasa Inggris yang menjadi favorit siswa. Siswa diminta mendengarkan, dan tentu saja mereka akan menikmatinya. Kemudian, siswa diminta untuk berdiskusi dan menyampaikan isi atau syair lagu tersebut. Mereka akan merasa senang sekaligus belajar meningkatkan kompetensi listening dalam bahasa Inggris. Beberapa contoh lain yang terkait dengan media dan sumber belajar untuk penerapan pembelajaran kontekstual antara lain: tokoh agama sebagai sumber belajar dalam mata pelajaran agama; pedagang di pasar tradisional untuk mata pelajaran IPS; kejadian gempa bumi sebagai materi pembahasan untuk pelajaran IPA atau IPS; artikel atau puisi di koran sebagai sumber belajar untuk Bahasa Indonesia; dan berbagai hal yang ada di sekitar sekolah dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber belajar. Media dan sumber belajar dalam bentuk elektronik akan lebih mengefektifkan pembelajaran kontekstual.D. Penyiapan Fasilitas Multimedia Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dengan media sederhana dan sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan tuntutan mutu pendidikan, sekolah hendaknya berupaya melengkapi perangkat TIK secara bertahap. Pembelajaran kontekstual dapat lebih efektif jika didukung dengan perangkat TIK yang memadai. Idealnya, sekolah memiliki beberapa fasilitas laboratorium dan ruang kelas yang dilengkapi dengan perangkat TIK. Beberapa ruang atau laboratorium di sekolah yang perlu dilengkapi dengan perangkat TIK adalah seperti diuraikan pada bagian sebelumnya, antara lain kelengkapan perangkat TIK di: Ruang kelas, Laboratorium Komputer, Ruang Perpustakaan, Ruang multi media, Laboratorium Bahasa, Laboratorium IPA, Laboratorium IPS, Ruang Guru, dan Penyimpanan data Manajemen Pembelajaran/kurikulum. Peralatan TIK sekolah memiliki fungsi utama sebagai sarana dan sumber pembelajaran seluruh mata pelajaran. Tujuannya untuk mendukung pencapaian penguasaan kompetensi setiap mata pelajaran. 31QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 33. Belajar Untuk Masa DepankuE. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran kontekstual berbasis TIK dapat diterapkan pada setiap mata pelajaran, termasuk yang ada pada KTSP, KBK atau kurikulum 1994. Diharapkan setiap sekolah dapat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran kontekstual untuk mata pelajaran-mata pelajaran sesuai yang ada pada struktur kurikulum KTSP. Direktorat Pembinaan SMP telah mengembangkan perangkat pembelajaran secara lengkap. Sekolah dapat menggunakan perangkat tersebut dan melakukan pembenahan sesuai dengan konteks dan kurikulum yang digunakan sekolah. Pelaksanaan pembelajaran kontekstual berbasis TIK di sekolah hendaknya mempertimbangkan beberapa hal, antara lain: penguasaan guru terhadap pembelajaran kontekstual, ketersediaan perangkat pembelajaran dan dukungan fasilitas media dan sumber belajar. Apabila guru yag bersangkutan belum memiliki penguasaan memadai, hendaknya lebih dulu magang atau ikut mencermati pembelajaran pada mata pelajaran lain yang gurunya telah menguasai dan berpengalaman dalam pembelajaran kontekstual. Pendampingan secara intensif oleh guru yang berpengalaman dalam menerapkan pembelajaran kontekstual kepada rekan guru juga perlu dilakukan. Sekolah hendaknya menyusun program pendampingan dalam pembelajaran kontekstual. Secara teknis, pelaksanaan pembelajaran kontekstual dan penilaian hasil belajar pada setiap mata pelajaran perlu mengacu pada strategi pelaksanaan seperti diuraikan sebelumnya pada bagian III. B dan C.F. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan pembelajaran kontekstual di sekolah perlu dipantau secara sistematis. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui dalam mengimplementasikan pembelajaran kontekstual, sekaligus mencari alternatif solusi untuk mengatasinya. Hambatan tersebut dapat bersumber dari penguasaan guru terhadap pembelajaran kontekstual, perangkat pembelajaran, media dan sumber belajar, proses pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Monitoring dan evaluasi dapat dilakukan dalam bentuk supervisi klinis oleh kepala sekolah, terutama yang berkaitan dengan manajemen. Supervisi klinis yang memfokuskan pada pelaksanaan teknis substantif hendaknya perlu dilakukan oleh suatu tim guru yang berpengalaman dalam pembelajaran kontekstual dari dalam sekolah. Jika32 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 34. Belajar Untuk Masa Depanku memungkinkan, sekolah bisa minta bantuan instruktur dari dinas pendidikan kab/kota atau guru dari sekolah lain yang memiliki penguasaan dan pengalaman memadai dalam pembelajaran kontekstual. Hasil evaluasi hendaknya dijadikan masukan untuk penyempurnaan program pelaksanaan pembelajaran kontekstual di sekolah. 33QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 35. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VI PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL OLEH DIREKTORAT PEMBINAAN SMP Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional sejak tahun 1999/2000 telah mengembangkan pembelajaran kontekstual atau CTL secara sistematis. Konsep dan perangkat pembelajaran kontekstual dikembangkan secara cermat melalui pengkajian teoritis dan empiris. Bahkan dengan melibatkan beberapa tenaga pengajar dari perguruan tinggi dan para guru Rintisan SMP di Indonesia telah dilakukan pengkajian dan short course ke beberapa perguruan tinggi yang mengembangkan CTL di Amerika Serikat. Perangkat pembelajaran atau bahan ajar kontekstual juga telah selesai dikembangkan. Isi perangkat tersebut disusun berdasarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Perangkat yang telah selesai dikembangkan adalah untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan, Seni dan Budaya, Keterampilan, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bahan ajar kontekstual untuk keperluan progam pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris juga telah dikembangkan. Bahan ajar tersebut meliputi mata pelajaran Matematika dan IPA yang disusun dalam bahasa Inggris dan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Perangkat tersebut telah diberikan ke SMP Bertaraf Internasional untuk digunakan dalam pembelajaran MIPA billingual. Seiring dengan dikembangkannya perangkat pembelajaran kontekstual, Direktorat Pembinaan SMP juga telah melakukan berbagai pelatihan pembelajaran kontekstual kepada para guru bidang studi. Melalui pelatihan tersebut diharapkan para guru dapat memahami esensi pembelajaran kontekstual, menguasai perangkat pembelajaran kontekstual, serta mampu menyelenggarakan pembelajaran kontekstual secara nyata di sekolahnya. Model pelaksanaan pembelajaran kontekstual juga telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP dalam bentuk VCD. Melalui model tersebut guru dapat lebih mudah dalam mempelajari berbagai model kegiatan pembelajaran kontekstual sehingga mampu menguasai dan 35QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 36. Belajar Untuk Masa Depanku menerapkan pembelajaran kontekstual sesuai mata pelajarannya di sekolah. Model-model pembelajaran tersebut mencakup tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu; konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, penilaian autentik dan refleksi. Pengembangan model pembelajaran dalam bentuk VCD meliputi mata pelajaran: Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif juga telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP. Multimedia interaktif yang telah selesai dikembangkan adalah untuk mata pelajaran IPA dan Matematika, untuk Kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran lainnya sedang dalam proses pengembangan. Pada tahun 2008/2009, lebih dari 3000 SMP yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia telah menerapkan pembelajara kontekstual. CTL diterapkan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional (RSBI) dan SMP Standar Nasional (SSN), serta SMP lainnya. Direktorat Pembinaan SMP secara khusus membantu SMP dalam menerapkan CTL. Bantuan tersebut diberikan baik dalam bentuk pemberian perangkat pembelajaran CTL, bantuan finansial yang terpadu dalam block grant untuk SBI dan SSN, serta bantuan teknis lainnya.36 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 37. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VII PENUTUPPembelajaran kontekstual berbasis TIK merupakan salah suatu pendekatanpembelajaran yang sangat sesuai untuk mengimplementasikan kurikulumtingkat satuan pendidikan (KTSP) yang saat ini terus dikembangkan.Pengembangan dan penerapan pembelajaran kontekstual sangat pentinguntuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Keragaman potensi dankecepatan belajar siswa menuntut pelayanan pembelajaran yang optimaldari guru. Guru yang baik akan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhanbelajar setiap siswa.Melalui pedoman ini diharapkan para guru dapat menguasai pembelajarankontekstual berbasis TIK, baik konsep, pengembangan dan penerapannyasesuai mata pelajarannya. Guru yang baik tidak akan pernah berhentibelajar guna meningkatkan kompetensi dan performansinya. Semoga, paraguru diberi kemudahan dalam memahami pedoman ini danmenerapkannya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Padaakhirnya, siswa dapat memahami materi pelajaran secara bermakna, luasdan mendalam serta dapat menerapkannya pada berbagai kontekskehidupannya. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu pendidikanyang berkeadilan dapat tercapai. 37QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 38. Belajar Untuk Masa Depanku LAMPIRAN 39QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 39. Belajar Untuk Masa DepankuILMU PENGETAHUAN SOSIAL: RENCANA PELAKSANAA PEMBELAJARAN ( RPP ) SMP/MTs : ................................ Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : VII / 1 Standar : 4. Memahami usaha manusia Kompetensi untuk mengenali perkembangan lingkungannya. Kompetensi Dasar : 4.1 Menggunakan peta, atlas,dan globe, untuk mendapat-kan informasi keruangan. Indikator : • Membedakan peta, atlas, dan globe. • Mengidentifikasi jenis,bentuk dan pemanfaatan peta. • Mengidentifikasi informasi geografis dari peta, atlas dan globe. • Mengartikan berbagai skala. • Memperbesar dan memperkecil peta dengan bantuan garis-garis koordinat Alokasi Waktu : 8 Jam pelajaran (2 x pertemuan)A. Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat : 1. Mengidentifikasi perbedaan antara peta, atlas, dan globe. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis peta. 3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk peta. 4. Megidentifikasi pemanfaatan peta. 5. Mengartikan berbagai skala. 6. Menentukan letak suatu tempat menggunakan garis lintang dan bujur. 7. Memperagakan gerak rotasi bumi menggunakan globe. 41QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 40. Belajar Untuk Masa Depanku 8. Mempergunakan indeks untuk mencari letak suatu tempat di atlas. 9. Memperbesar dan memperkecil peta dengan bantuan garis-garis koordinat.B. Materi Pembelajaran 1. Pengertian peta, atlas, dan globe. 2. Jenis peta : Peta umum Peta tematik (khusus) 3. Bentuk peta: Peta datar Peta timbul 4. Menentukan letak suatu tempat menggunakan garis lintang dan bujur. 5. Memperagakan gerak rotasi bumi menggunakan globe. 6. Penggunaan indeks dan daftar isi pada atlas. 7. Skala peta: Skala angka Skala garis 8. Memperbesar dan memperkecil peta.C. Metode Pembelajaran 1. Ceramah bervariasi 2. Diskusi 3. Inquiri 4. Tanya jawab 5. Simulasi 6. Observasi / PengamatanD. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 a. Pendahuluan - Apersepsi : Tulislah rute perjalananmu dari rumah ke sekolah ! - Motivasi : - Siswa diminta untuk saling bertukar tulisan tentang rute perjalanan tersebut dengan temannya, kemudian ditanya “Mudah atau sukarkah kamu menemukan rumah temanmu dengan uraian rute perjalanan tersebut ?” - Alat bantu apakah yang dapat memudahkan untuk menemukan rumah temanmu tersebut ?42 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 41. Belajar Untuk Masa Depanku b. Kegiatan inti - Siswa dibagi dalam empat kelompok. - Setiap kelompok diberi tugas untuk mengamati peta, atlas, dan globe: - Kelompok 1 : Perbedaan peta, atlas, dan globe - Kelompok 2 : Perbedaan unsur-unsur peta dan atlas. - Kelompok 3 : Simbol-simbol pada peta dan contoh-contohnya. - Kelompok 4 : Jenis-jenis peta beserta contoh- contohnya - Setiap kelompok membuat laporan hasil pengamatan. - Setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas hasil pengamatannya. - Tanya jawab tentang perbedaannya. c. Penutup - Penilaian - Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan terhadap pentingnya mempelajari peta, atlas, dan globe. 2. Pertemuan 2 a. Pendahuluan - Apersepsi : Jelaskan perbedaan peta, atlas, dan globe. - Motivasi : Cerita tentang pentingnya peta, atlas, dan globe sebagai sumber informasi. b. Kegiatan inti - Menentukan letak lintang dan bujur (astronomi) suatu tempat di permukaan bumi pada peta. - Menggunakan daftar isi pada atlas untuk mencari peta tertentu. - Menggunakan indeks pada atlas untuk mencari letak suatu tempat. - Mendemonstrasikan gerak rotasi bumi menggunakan globe. - Diskusi tentang informasi geografis yang didapat dari peta, atlas, dan globe. 43QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 42. Belajar Untuk Masa Depanku c. Penutup - Penilaian - Refleksi : siswa menyimpulkan manfaat peta, atlas, dan globe dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pertemuan 3 a. Pendahuluan - Apersepsi : Sebutkan unsur peta yang berkaitan berkaitan dengan jarak - Motivasi : Siswa diajak keluar kelas untuk mengukur panjang dan lebar halaman sekolah, kemudian ditanyakan “Dapatkah halaman tersebut digambarkan pada kertas sesuai dengan ukuran yang sebenarnya ?” b. Kegiatan inti - Tanya jawab tentang arti skala yang ada dalam peta. - Menghitung jarak menggunakan skala pada peta. - Menentukan skala peta. - Mengamati dan tanya jawab tetang berbagai jenis skala pada peta. - Tanya jawab tentang pengertian skala. c. Penutup - Penilaian - Refleksi : Siswa membuat kesimpulan tentang manfaat skala peta. 4. Pertemuan 4 a. Pendahuluan - Apersepsi : Jelaskan manfaat skala pada peta ! - Motivasi : Mengamati suatu peta. Dapatkah peta tersebut diperbesar atau diperkecil. b. Kegiatan inti - Tanya jawab tentang alat memperbesar atau memperkecil peta. - Tanya jawab tentang bahan dan alat yang digunakan dalam memperbesar atau memperkecil peta dengan menggunakan garis-garis koordinat. - Menyiapkan alat dan bahan memperbesar atau memperkecil peta dengan menggunakan garis-garis koordinat.44 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 43. Belajar Untuk Masa Depanku - Menentukan peta yang akan diperbesar atau diperkecil menggunakan garis-garis koordinat. - Membuat garis-garis koordinat pada peta yang akan diperbesar atau diperkecil. - Membuat garis-garis koordinat pada kertas kerja sesuai dengan perbesaran atau perkecilan yang diinginkan. - Menyalin peta dari peta asli ke kertas kerja. - Menentukan skala pada peta yang telah diperbesar atau diperkecil. - Tanya jawab tentang unsur yang berubah dan tidak berubah dari peta setelah diperbesar atau diperkecil. c. Penutup - Penilaian - Refleksi : Siswa menyampaikan kesan tentang kesulitan dalam memperbesar atau memperkecil peta.E. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Peta 2. Atlas 3. Globe 4. Kertas karton/ HVS 5. Lembar Penilaian Psikomotorik 6. OHP 7. Buku geografi yang relevan 8. Perangkat LCD Viewer & Komputer (Jika tersedia di sekolah)F. Penilaian 1. Teknik Penilaian: a. Tes Tulis. b. Tes unjuk kerja. 2. Bentuk Instrumen a. Tes uraian. b. Tes identifikasi. c. Uji petik kerja produk 3. Soal/instrumen: Tes uraian : (1) Sebutkan unsur-unsur peta dan atlas. 45QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 44. Belajar Untuk Masa Depanku (2) Berikan masing-masing 2 contoh peta umum dan peta khusus! (3) Jelaskan 2 bentuk peta! (4) Sebutkan 3 informasi geografis dari peta ! (5) Jika di peta yang berskala 1 : 1.000.000 jarak kota A dan B adalah 5 cm, hitunglah jarak yang sebenarnya! (6) Tentukan letak astronomis (lintang dan bujur) dari kota Jakarta! (7) Peragakan gerak rotasi bumi dengan menggunakan globe! Tes identifikasi : - Carilah letak Kota Bulukumba pada atlas dengan menggunakan indeks! Uji petik kerja produk : - Pilihlah peta salah satu pulau di Indonesia dalam atlasmu, kemudian perbesarlah 2 kali !........................., ............................. 2009Mengetahui,Kepala SMP/MTs ................................... Guru Mata Pelajaran,_________________________ ________________________46 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 45. Belajar Untuk Masa Depanku RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ATLAS Aspek yang dinilai/skor maksimal Jumlah Mencari nama Mencari Mencari MenunjukNo Nama Siswa skor tempat pada halaman kolom letak daftar indeks dan baris tempat 5 5 5 5 20 RUBRIK PENILAIAN MEMPERBESAR DAN MEMPERKECIL PETA Aspek yang dinilai JumlahNo Nama Siswa Grid Bentuk Skala Kerapian skor 5 5 5 5 20 47QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 46. Belajar Untuk Masa DepankuBAHASA INDONESIA: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP........................... Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : IX/2 Standar : 12. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan Kompetensi informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana, teks pidato, surat pembaca Kompetensi : 12.1 menulis karya tulis sederhana dengan Dasar menggunakan berbagai sumber Indikator 1) Mampu menentukan sistematika karya tulis 2) Mampu menuliskan catatan pustaka dan daftar pustaka sebagai rujukan. 3) Mampu menulis karya tulis sederhana dengan menggunakan berbagai sumber 4) Mampu menyunting karya tulis Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)1. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menulis karya tulis sederhana dengan menggunakan berbagai sumber2. Materi Pembelajaran Penulisan karya tulis a. Sistematika karya tulis b. Catatan pustaka dan daftar pustaka c. Penyuntingan3. Metode Pembelajaran a. Tanya jawab b. Inkuiri4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran48 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 47. Belajar Untuk Masa Depanku Pertemuan Pertama a. Kegiatan awal 1) Siswa diajak membaca beberapa karya tulis yang diambilkan guru dari perpustakaan 2) Siswa dan guru bertanya jawab tentang karya tulis itu b. Kegiatan Inti 1) Secara berkelompok siswa menentukan sistematika karya tulis 2) Secara berkelompok siswa mengidentifikasi catatan pustaka dan daftar pustaka 3) Secara berkelompok siswa mengidentifikasi kesesuaian catatan pustaka dengan daftar pustaka yang ada. 4) Siswa berdiskusi untuk menentukan sebuah topik yang akan diangkat sebagai karya tulis mereka 5) Siswa berdiskusi menyusun kerangka tulisan dan sistematika karya tulis berdasarkan topik yang telah ditentukan 6) Siswa secara individu mengumpulkan sumber-sumber yang diperlukan untuk bahan penulisan karya tulis. 7) Siswa dan guru menyusun rubrik penilaian karya tulis sederhana c. Kegiatan Akhir Siswa dan guru melakukan refleksi Siswa mendapatkan tugas untuk menulis karya tulis sederhana dengan topik yang telah mereka tentukan. Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal 1) Siswa dan guru bertanya jawab tentang tugas rumah penulisan karya tulis sederhana b. Kegiatan Inti 1) Siswa mendiskusikan hasil tugas rumahnya dengan bimbingan guru 2) Secara berkelompok dan dengan bimbingan guru, siswa menyunting dan menilai hasil kerja temannya dengan rubrik yang sudah disepakati. 2) Siswa memperbaiki tulisan berdasarkan hasil suntingan dan penilaian itu. 3) Siswa dan guru memilih tiga tulisan terbaik 4) Siswa memajang tulisan terbaik dari masing-masing kelompok di papan pajang kelas 49QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 48. Belajar Untuk Masa Depanku 5) Tulisan terbaik diberi penghargaan c. Kegiatan Akhir Siswa dan guru melakukan refleksi5. Sumber Belajar a. Karya tulis b. Buku-buku referensi c. Buku Pelajaran Bahasa6. Penilaian a. Teknik : Penugasan. b. Bentuk instrumen : Tugas proyek c. Soal /Instrumen :1) Tulislah sistematika yang akan kamu gunakan untuk karya tulismu! Pedoman Penskoran: Kegiatan Skor 1. Sistematika urut: Judul, pendahuluan, isi, penutup, daftar 3 pustaka 2. Sistematika tidak lengkap tapi urut 2 3. Sistematika tidak lengkap dan tidak urut 1 4. Siswa tidak menulis apa-apa 0 Jumlah Maksimum 32) Tulislah kalimat kutipan dari buku referensi yang merujuk pada catatan pustaka dan daftar pustaka untuk karya tulis sederhanamu! Kegiatan Skor 1. Penulisan catatan pustaka benar 1 2. Penulisan daftar pustaka benar untuk tiap rujukan 1 3. Penyusunan daftar pustaka dan pengurutannya benar. 1 4. Catatan pustaka sesuai dengan daftar pustaka 1 Jumlah Maksimum 450 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 49. Belajar Untuk Masa Depanku3) Kembangkan kerangka tulisanmu menjadi sebuah karya ilmiah sederhana! Rubrik penilaian karya ilmiah sederhanaNo Aspek Deskriptor Skor Skor maksimum1 Kelengkapan isi • Isi asli dan lengkap 3 3 (sesuai dengan kerangka) • Isi asli dan tidak 2 lengkap • Isi tidak asli tetapi 1 lengkap • Isi tidak asli dan tidak 0 lengkp3 Sistematika • Urut-urutan sesuai 1 1 • Urut-urutan tidak sesuai 03 Kebakuan bahasa • Bahasa baku 3 3 (kalimat, alinea, • Bahasa kurang baku 2 dan pilihan kata) • Bahasa tidak baku 14 Penggunaan ejaan • Tidak ada kesalahan 3 3 dan tanda baca penggunaan ejaan dan tanda baca • Terdapat sedikit 2 kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca • Sebagian besar penulisan ejaan dan 1 tanda baca salah • Penggunaan ejaan dan 0 tanda baca salah semua Jumlah Skor 10 Maksimum 51QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 50. Belajar Untuk Masa Depanku2. Suntinglah tulisanmu berdasarkan hasil penilaian temanmu, guru, dan berdasarkan pendapatmu!No Aspek Deskriptor Jumlah Yang Skor Dibetulkan1 Ejaan Pembetulan ejaan Semua kesalahan 2 dibetulkan/tidk ada kesalahan Sebagian kesalahan 1 dibetulkan Kesalahan tidak 0 dibetulkan2 Pilihan Pembetulan pilihan Semua kesalahan 2 kata kata dibetulkan/ tidak ada kesalahan Sebagian kesalahan 1 dibetulkan Kesalahan tidak 0 dibetulkan3 Kalimat Pembetulan kalimat Semua kesalahan 2 dibetulkan/ tidak ada kesalahan Sebagian kesalahan 1 dibetulkan Kesalahan tidak 0 dibetulkan52 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 51. Belajar Untuk Masa Depanku Skor maksimal: No 1) = 3 No 2) = 4 No 3) = 10 No 4) = 6 Jumlah = 23 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut. Perolehan Skor Nilai akhir = ------------------------ X Skor Ideal (100) = . . . Skor Maksimum (23) ......., ........................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran,..................................... ......................................NIP NIP 53QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 52. Belajar Untuk Masa DepankuMATEMATIKA: CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP ......................... Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VII / 2Bab 7. Garis dan SudutStandar Kompetensi : 5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya.Kompetensi Dasar : 5.1. Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.Indikator : 1. Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berpotongan dan bersilangan). 2. Mengenal satuan sudut yang sering digunakan. 3. Mengukur besar sudut dengan busur derajat. 4. Menjelaskan perbedaan jenis sudut (siku-siku, lancip dan tumpul). 5. Menjelaskan pengertian dua sudut saling berpenyiku dan saling berpelurus.Alokasi Waktu : 4 × 40 menit (2 pertemuan)A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan kedudukan dua garis. 2. Siswa dapat menggunakan satuan sudut. 3. Siswa dapat mengukur besar sudut dengan busur derajat. 4. Siswa dapat membedakan jenis-jenis sudut. 5. Siswa dapat menunjukkan dua sudut saling berpenyiku dan saling berpelurus.54 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 53. Belajar Untuk Masa DepankuB. Materi Ajar Bab. 7 Garis dan Sudut (A. Kedudukan dua garis, B. Pengertian sudut, C. Mengukur besar sudut dengan busur derajat, D. Jenis-jenis sudut).C. Metode Pembelajaran Diskusi, tanya jawab, dan penyelidikan dengan pendekatan kontekstual melalui model pembelajaran langsung atau kooperatif.D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Pendahuluan a. Apersepsi • Menanyakan siswa apakah ada soal PR yang sulit. Jika ada, bersama-sama siswa membahas soal tersebut. • Mengingat kembali tentang pengertian garis, sinar garis dan ruas garis. • Menyampaikan tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini. b. Motivasi Siswa ditunjukkan Gambar 7.1 dalam buku siswa untuk menjelaskan kedudukan dua garis. 2. Kegiatan Inti a. Guru menunjukkan kedudukan dua garis dengan menggunakan rangka kubus. b. Guru dengan siswa berdiskusi tentang kedudukan dua garis dan sifat-sifatnya disertai tanya jawab. c. Siswa dengan teman sebangku diminta mengerjakan LKS 7.1.A bagian A. Kedudukan Dua Garis. d. Beberapa siswa diminta maju ke depan dengan menggunakan kerangka kubus menjawab dalam pertanyaan LKS 7.1 bagian A. Kedudukan Dua Garis untuk menjelaskan kedudukan dua garis. e. Siswa diminta menyebutkan beberapa contoh kedudukan dua garis dalam ruang kelas. f. Sebagai umpan balik, secara acak guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas soal latihan 7 no. 1. g. Guru dan siswa melakukan kegiatan seperti pada Gambar 7.2 untuk mengenalkan sudut. h. Menjelaskan bagaimana sudut dapat terbentuk dan apa unsur- unsurnya, seperti Gambar 7.3. 55QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 54. Belajar Untuk Masa Depanku i. Siswa diminta menunjukkan contoh sudut dalam kehidupan sehari-hari. j. Siswa dengan teman sebangku diminta mengerjakan LKS 7.1.A bagian B. Pengertian Sudut. k. Beberapa siswa diminta maju ke depan menjelaskan kedudukan dua garis dengan menggunakan kerangka kubus untuk menjawab pertanyaan LKS 7.1.A bagian B. Pengertian Sudut. l. Sebagai umpan balik, secara acak guru menunjuk siswa ke depan kelas untuk mengerjakan soal latihan 7 no. 2a dan 3a. 3. Penutup a. Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman materi pelajaran yang telah dipelajari. b. Siswa diminta menulis hal-hal yang belum dipahami dan yang sudah dipahami tentang materi yang dipelajari. c. Menugaskan siswa untuk menunjukkan 2 buah contoh yang berhubungan dengan kedudukan dua garis dalam kehidupan sehari-hari dan mengerjakan di rumah soal latihan 7 no. 2-4 yang belum dikerjakan di kelas. Pertemuan Kedua 1. Pendahuluan a. Apersepsi • Menanyakan siswa apakah ada soal PR yang sulit. Jika ada, bersama-sama siswa membahas soal tersebut. • Mengingat kembali tentang pengertian sudut. • Menyampaikan tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini. b. Motivasi Siswa dengan menanyakan berapakah besar sudut ................. dan bagaimanakah cara mengukurnya. 2. Kegiatan Inti a. Menjelaskan bagaimana cara mengukur besar sudut dengan busur derajat. b. Membentuk siswa menjadi beberapa kelompok kooperatif, yaitu kelompok yang beranggotakan 4 atau 5 siswa dengan kemampuan akademik dan jenis kelamin yang beragam.56 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 55. Belajar Untuk Masa Depanku c. Meminta siswa berdiskusi untuk mengerjakan LKS 7.1.A bagian C. Mengukur Besar Sudut dalam kelompok masing- masing. d. Menunjuk beberapa siswa sebagai wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. e. Sebagai umpan balik, secara acak menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas soal latihan 7 no. 5c dan 5d. f. Siswa dengan teman sebangku diminta mengisi soal “Kerjakanlah Berkelompok” yang berkaitan dengan Gambar 7.6 dan 7.7. g. Guru menjelaskan pengertian sudut siku-siku, lancip dan tumpul. h. Meminta siswa berdiskusi untuk mengerjakan LKS 7.1.A bagian D. Jenis-jenis Sudut soal 9 dalam kelompok masing- masing. i. Menunjuk beberapa siswa sebagai wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. j. Meminta siswa berdiskusi untuk mengerjakan LKS 7.1.A bagian D. Jenis-jenis Sudut tentang kegiatan Gambar 7.8 dalam kelompok masing-masing. k. Menunjuk beberapa siswa sebagai wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. l. Guru menjelaskan pengertian dua sudut saling berpenyiku dan berpelurus. m. Siswa dalam kelompok kembali diminta mengerjakan LKS 7.1.A bagian D. Jenis-jenis Sudut soal 10, soal 11, dan soal 12. n. Menunjuk beberapa siswa sebagai wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Penutup a. Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman materi pelajaran yang telah dipelajari. b. Siswa diminta menulis hal-hal yang belum dipahami dan yang sudah dipahami tentang materi yang dipelajari. c. Menugaskan siswa untuk untuk mengerjakan di rumah soal latihan 7 nomor 5-31. 57QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 56. Belajar Untuk Masa DepankuE. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat : Penggaris, busur derajat, lidi dan kerangka kubus. 2. Sumber Belajar : Buku Siswa (Bab 7. Garis dan Sudut) dan LKS 7.1.A. 3. Multimedia Interaktif Matematika : CD Interaktif Matematika Kelas VII (Jika tersedia di sekolah) 4. Perangkat Viewer & Komputer (Jika tersedia di sekolah)F. Penilaian 1. Tehnik : Kuis dan tes 2. Bentuk Instrumen : Pertanyaan lisan dan tertulis 3. Contoh Instrumen : a. Manakah yang sejajar, berpotongan atau bersilangan dari masalah berikut ini? Jelaskan! • Tiang-tiang listrik yang berdiri di pinggir jalan. • Jalan layang di perkotaan. • Dua jalan yang bertemu di persimpangan jalan. C b . Berpikir Kritis. Perhatikan atap dua rumah gambar di bawah ini! • Air hujan lebih cepat turun pada atap rumah yang mana? • Apa kesimpulanmu tentang hubungan antara besar sudut atap dengan kecepatan air turun dari atap?58 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 57. Belajar Untuk Masa Depanku c. Berpikir Kritis. Selidikilah benar atau tidak pernyataan ini! “Besar suatu sudut lancip sama dengan selisih pelurusnya dengan dua kali penyikunya “.Mengetahui ...................,........................Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,..................................... .........................................NIP/NRK. .................. NIP/NRK. .....................PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester VIII/2 Pertemuan ke 3-5 Alokasi Waktu 6 x 40 menit Standar Kompetensi Memahami pelaksanaan demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan Kompetensi Dasar Menjelaskan pentingya kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.A. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu menjelaskan pentingya kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.B. Materi Ajar : Kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.C. Metode Pembelajaran : 1. Diskusi 2. Inkuiri 3. Konstruktivistik 4. Cooperative Learning 5. Portofolio 59QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK
  • 58. Belajar Untuk Masa DepankuD. Langkah-langkah : 1. Kegiatan awal : a. Guru menjelaskan tentang Tujuan Pembelajaran. b. Guru memberikan apresiasi tentang pentingya kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara c. Guru memberikan motivasi belajar koperatif dan kontekstual. d. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok, masing-masing terdiri dari 4-5 orang. e. Siswa ditugasi untuk mengadakan diskusi kelompok tentang kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan acuan buku dan sumber-sumber lain yang tersedia. f. Guru menugasi siswa agar di luar jam pelajaran mencari berbagai sumber bahan, misalnya artikel atau berita dalam surat kabar tentang kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, untuk dipresentasikan oleh setiap kelompok pada tatap muka berikutnya. 2. Kegiatan inti : a. Diskusi kelompok tentang kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasar buku dan sumber- sumber lain yang tersedia. b. Kelompok membagi tugas untuk mencari berbagai sumber bahan tentang kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dari artikel atau pemberitaan surat kabar atau majalah. c. Siswa memilih, menggunting, dan menempelkan pada kertas HVS artikel atau pemberitaan yang disepakati sebagai bahan presentasi. d. Kelompok merumuskan isi artikel atau pemberitan tersebut. e. Diskusi kelompok tentang berbagai kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang ditemukan dalam artikel atau pemberitaan itu. Hasil diskusi dirumuskan dalam suatu lembaran tugas (portofolio). f. Presentasi hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas, masing- masing selama 20 menit. 3. Kegiatan akhir : a. Guru mengajak kepada para siswa untuk mengadakan refleksi hasil pembelajaran tentang kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Siswa diminta untuk mengungkapkan berbagai pengalaman belajar yang diperoleh.60 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 59. Belajar Untuk Masa DepankuE. Sumber Belajar : 1. Buku Teks Pelajaran 2. Surat kabar/majalah 3. Berbagai artikel, tulisan, atau film tentang demokrasiF. Penilaian : 1. Pengamatan 2. Unjuk kerja presentasi 3. Tes tulis ……………………, ………, 2009 Mengetahui Kepala SMP…………. Guru Mata Pelajaran PKn …………………………….. …………………………………………. NIP NIP 61QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual SMP Berbasis TIK

×