Kemajuan teknologi, isu lingkungan,
ketimpangan sosial, dan disrupsi ekonomi
menuntut ketrampilan berpikir lebih dari
sekedar hafalan
Berpikir kritis, karakter kuat, kreatif, dan
mampu berkolaborasi serta
berkomunikasi
Mengapa Pembelajaran Mendalam (PM)
Penting dan Dibutuhkan murid ?
KARAKTERISTI
K
PEMBELAJARA
N MENDALAM
KERANGKA
KERJA
Pembelajaran
Mendalam
8 DIMENSI PROFIL
LULUSAN
• Tidak semua dimensi harus dimasukkan dalam
setiap mata pelajaran atau kegiatan belajar. Guru
dapat memilih dan menyesuaikan dimensi yang
paling relevan dengan tujuan pembelajaran dan
materi yang diajarkan. Yang terpenting, pembelajaran
dirancang agar memiliki arah yang jelas dan
memberikan dampak positif bagi siswa.
• Contoh 1: Pend.Agama Islam dan Budi Pekerti,
Mengembangkan Komunikasi, Kemandirian, dan
Kreativitas melalui debat atau penulisan esai
argumentasi yang tajam dan terstruktur.
• Contoh 2: Matematika: Menekankan Penalaran Kritis,
Kemandirian, dan Kolaborasi melalui penyelesaian
soal cerita, diskusi kelompok, atau proyek
perhitungan anggaran sederhana.
Ada 3 PRINSIP
Pembelajaran Mendalam
Meaningful mengarah pada
• Materi harus disusun secara bermakna dan
relevan.
• Siswa diajak untuk berpikir dan
membangun makna sendiri, bukan
sekadar menerima.
• Pembelajaran harus berlandaskan pada
pengetahuan awal siswa, sehingga ada
kesinambungan dan koneksi yang kuat.
Sikap MINDFUL membantu menciptakan
suasana belajar yang:
• Lebih tenang, terbuka, dan suportif.
• Meningkatkan fokus dan empati.
• Mendorong pertumbuhan pribadi dan
emosional, bukan hanya akademik.
Joyful learning bukan hanya "senang-
senang", tapi:
•Menyentuh aspek hati, perasaan, dan
hubungan antar manusia.
•Menghadirkan pembelajaran yang penuh
makna dan mendalam.
•Menguatkan karakter siswa melalui
empati, kecerdasan emosional, dan cinta
dalam pendidikan.
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam
Kerangka
Pembelajara
n
PRAKTIK PEDAGOGIS,
• merujuk pada strategi mengajar, guru berfokus pengalaman
belajar autentik, praktik nyata, mendorong keterampilan
berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Strategi yang digunakan
seperti PJBL, PBL, Pembelajaran Kolaboratif, Design Thinking,
STEAM , SETS
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN,
• Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang
mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide,
sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta
didik dengan optimal.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL
• Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang
menciptakan pengetahuan bermakna
KEMITRAAN PEMBELAJARAN.
• Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis
antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra
profesional.
1.Pemetaan
Kompetensi:
Analisis
kemampuan
peserta didik
berdasarkan
aspek
kompetensi
Yang
berorienatasi
pada Siswa
berakhlaq
mulia .
2.Rekomendasi
Pengembangan
Diri: Pemberian
saran
pembelajaran
sesuai dengan
tujuan peta
arah PAI
3.Kemitraan
dengan : Pihak
lain untuk
melaksanakan
program TEFA
untuk
mempersiapka
n peserta didik
Yang Berakhlaq
Mulia
4.Evaluasi Uot
Put lulusan
Ada 4 Fokus Strategi Implementasi PM
Subdit Kurikulum, Direktorat
Konsep TeFa
1. Tujuan utama: menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi tertentu sesuai standar
2. Menggunakan produk sebagai media pembelajaran untuk mengantarkan kompetensi
kepada peserta didik;
3. Penekanan pada aktivitas peserta didik untuk membangun pemahaman dan kemampuan:
• standar/kualitas,
• melakukan inovasi (kreativitas),
• menyelesaikan masalah,
dengan pendampingan optimal dari instruktur/ pendidik yang kompeten dan
berpengalaman
4. Proses pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berdasarkan:
a. prosedur,
b. standar, dan
c. urutan kerja sebagaimana yang diterapkan
5. Diselenggarakan melalui sinergi kemitraan
Ilustrasi Pendekatan TEFA
Guru Bertanya:
“”Bagaimana menurutmu?”
Sekolah Memberi Ruang
“Coba Ide Barumu
Murid belajar berpikir bukan sekadar
Mengerjakan
Pengalaman Belajar PM Contoh Pengalaman Belajar pada Topik
Fotosintesis
Merefleksi Peserta didik mengaitkan fotosintesis
dalam konteks yang lebih luas dan
menyadari perannya terhadap isu nyata
seperti ketersediaan pangan, perubahan
iklim, dan sebagainya.
Mengaplikasi Peserta didik menerapkan proses
fotosintesis dan keterkaitannya dengan
isu ketersediaan tanaman pangan.
Memahami Peserta didik menjelaskan beberapa
elemen yang terlibat dalam fotosintesis,
namun tidak dapat mengaitkan antar
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif
Pengalaman Belajar
PM
Afektif Psikomotorik
Merefleksi Sikap dan perilaku dalam
pembelajaran yang
menunjukkan bagaimana
peserta didik menerima,
merespons, menghargai,
mengorganisasi, dan
menginternalisasi nilai-nilai
dalam kehidupan mereka.
Contoh: Guru memfasilitasi
diskusi tentang isu sosial
Keterampilan fisik, koordinasi
gerakan, atau tindakan nyata
dalam pembelajaran yang
melibatkan aktivitas motorik
seperti tindakan fisik dan
praktik langsung.
Contoh: peserta didik
mempraktikkan keterampilan
dalam situasi yang
menyerupai dunia nyata,
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik

Work Shof deep learning pembelaran yang mendalam- Copy.pptx

  • 1.
    Kemajuan teknologi, isulingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi ekonomi menuntut ketrampilan berpikir lebih dari sekedar hafalan Berpikir kritis, karakter kuat, kreatif, dan mampu berkolaborasi serta berkomunikasi Mengapa Pembelajaran Mendalam (PM) Penting dan Dibutuhkan murid ?
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    8 DIMENSI PROFIL LULUSAN •Tidak semua dimensi harus dimasukkan dalam setiap mata pelajaran atau kegiatan belajar. Guru dapat memilih dan menyesuaikan dimensi yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran dan materi yang diajarkan. Yang terpenting, pembelajaran dirancang agar memiliki arah yang jelas dan memberikan dampak positif bagi siswa. • Contoh 1: Pend.Agama Islam dan Budi Pekerti, Mengembangkan Komunikasi, Kemandirian, dan Kreativitas melalui debat atau penulisan esai argumentasi yang tajam dan terstruktur. • Contoh 2: Matematika: Menekankan Penalaran Kritis, Kemandirian, dan Kolaborasi melalui penyelesaian soal cerita, diskusi kelompok, atau proyek perhitungan anggaran sederhana.
  • 5.
    Ada 3 PRINSIP PembelajaranMendalam Meaningful mengarah pada • Materi harus disusun secara bermakna dan relevan. • Siswa diajak untuk berpikir dan membangun makna sendiri, bukan sekadar menerima. • Pembelajaran harus berlandaskan pada pengetahuan awal siswa, sehingga ada kesinambungan dan koneksi yang kuat. Sikap MINDFUL membantu menciptakan suasana belajar yang: • Lebih tenang, terbuka, dan suportif. • Meningkatkan fokus dan empati. • Mendorong pertumbuhan pribadi dan emosional, bukan hanya akademik. Joyful learning bukan hanya "senang- senang", tapi: •Menyentuh aspek hati, perasaan, dan hubungan antar manusia. •Menghadirkan pembelajaran yang penuh makna dan mendalam. •Menguatkan karakter siswa melalui empati, kecerdasan emosional, dan cinta dalam pendidikan.
  • 6.
  • 7.
    Kerangka Pembelajara n PRAKTIK PEDAGOGIS, • merujukpada strategi mengajar, guru berfokus pengalaman belajar autentik, praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Strategi yang digunakan seperti PJBL, PBL, Pembelajaran Kolaboratif, Design Thinking, STEAM , SETS LINGKUNGAN PEMBELAJARAN, • Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal. PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL • Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna KEMITRAAN PEMBELAJARAN. • Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional.
  • 8.
    1.Pemetaan Kompetensi: Analisis kemampuan peserta didik berdasarkan aspek kompetensi Yang berorienatasi pada Siswa berakhlaq mulia. 2.Rekomendasi Pengembangan Diri: Pemberian saran pembelajaran sesuai dengan tujuan peta arah PAI 3.Kemitraan dengan : Pihak lain untuk melaksanakan program TEFA untuk mempersiapka n peserta didik Yang Berakhlaq Mulia 4.Evaluasi Uot Put lulusan Ada 4 Fokus Strategi Implementasi PM
  • 10.
    Subdit Kurikulum, Direktorat KonsepTeFa 1. Tujuan utama: menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi tertentu sesuai standar 2. Menggunakan produk sebagai media pembelajaran untuk mengantarkan kompetensi kepada peserta didik; 3. Penekanan pada aktivitas peserta didik untuk membangun pemahaman dan kemampuan: • standar/kualitas, • melakukan inovasi (kreativitas), • menyelesaikan masalah, dengan pendampingan optimal dari instruktur/ pendidik yang kompeten dan berpengalaman 4. Proses pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berdasarkan: a. prosedur, b. standar, dan c. urutan kerja sebagaimana yang diterapkan 5. Diselenggarakan melalui sinergi kemitraan
  • 11.
  • 12.
    Guru Bertanya: “”Bagaimana menurutmu?” SekolahMemberi Ruang “Coba Ide Barumu Murid belajar berpikir bukan sekadar Mengerjakan
  • 14.
    Pengalaman Belajar PMContoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis Merefleksi Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya. Mengaplikasi Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan. Memahami Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif
  • 15.
    Pengalaman Belajar PM Afektif Psikomotorik MerefleksiSikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik