WAWASAN NUSANTARA
A. Konsep Wawasan
Nusantara
B. Arti Penting Wawasan
Nusantara
C. Aspek Trigatra dan
Pancagatra
D. Implementasi
A. Konsep Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan
dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional (Wartawarga
Gunadarma, 2012)
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan
tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam
(Prof. Dr. Wan Usman)
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara demi tercapainya tujuan nasional (Kelompok LEMHANAS, 1999)
A. Konsep Wawasan Nusantara
• Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati
kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional
(Wartawarga Gunadarma, 2012)
• Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah
airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam (Prof.
Dr. Wan Usman)
• Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara demi tercapainya tujuan nasional (Kelompok LEMHANAS,
1999)
1. Sejarah terbentuknya konsep Wawasan
Nusantara
a. Aspek Historis
1. Hidup sebagai bangsa yang terjajah dan terbelah
2. Wilayah Negara Indonesia yang terpisah-pisah
b. Aspek Geografis
Posisi Indonesia sangat strategis diantara 2 samudra dan 2 benua
c. Aspek Sosial Budaya
Sosial Budaya adalah factor dinamik yang terbentuk oleh pola tingkah lahir batin.
d. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional
Indoneia merupakan negara kepulauan sehingga disebut benua maritime
Indonesia.. Atas dasar itu Indonesia mengembangkan geopolitik nasionalnya yaitu
Wawasan Nusantara.
2. Landasan Hukum Wawasan Nusantara
a. Landasan Idiil: Pancasila
Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia telah dijadikan landasan idiil dan dasar
negara sesuai dengan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945. Oleh karena
itu, Pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan idiil Wawasan
Nusantara
b. Landasan Konstitusional: UUD Negara RI 1945
UUD Negara RI 1945 merupakan konstitusi dasar yang menjadi pedoman pokok
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian UUD
Negara RI Tahun 1945 seharusnya dan sewajarnya menjadi landasan konstitusional
dari wawasan Nusantara.
3. Unsur Wawasan Nusantara
a. Wadah (Contour)
Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai
kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam
kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud iinfrastruktur
politik
b. Isi (Content)
Isi Wawasan Nusantara menyangkut dua hal penting, yaitu realisasi aspirasi
bangsan sebagai kesepakatan Bersama serta pencapaian cita-cita dan
tujuan nasional, serta persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi segala
aspek kehidupan nasional
c. Tata Laku (Conduct)
Tata Laku Wawasan Nusantara mencakup 2 hal, yaitu segi batiniah dan lahiriah.
Tata laku merupakan dasar interaksi antara wadah dengan isi yang terdiri dari tata laku
batiniah dan lahiriah.
4. Azas Wawasan Nusantara
Azas Wawasan Nusantara terdiri sebagai berikut
a. Kepentingan atau tujuan yang sama
b. Keadilan (Kesesuaian pembagian hasil dengan adil)
c. Kejujuran (Keberanian berpikir, berkata, dan berindak sesuai dengan kenyataan serta
ketentuan
d. Solidaritas (Rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa
meninggalkan ciri dan karakter budaya
e. Kerjasama (Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan kesetaraan untuk
terciptanya sinergi yang lebih baik
f. Kesetiaan terhadap kesepakatan. Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama
demi ter peliharanya persatuan dan kesatuan
5. Kedudukan Wawasan Nusantara
Berikut ini merupakan kedudukan Wawasan Nusantara
a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia yang diyakini
kebenarannya agar tidak terjadi penyimpangan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan
nasional
b. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dilihat dari stratifikasinya sbb:
1. Pancasila sebagai falsafah, idelogi bangsa, dan dasar negara berkedudukan
sebagai landsan idiil
2. UUD NRI tahun 1945 sebagai landsan konstitusi negara, berkedudukan
sebagai landasan konstitusional
3. Wawasan Nusantara sebagai visi nsional, gerkedudukan sebagai lndasan
nasional
4. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai
landasan konsepsional
5. RPJM sebagai politik dan strategi nasional atau sebagai kebijakan dasar
nasioanal, berkedudukan sebagai landasan operasional
6. Fungsi Wawasan Nusantara
Fungsi wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-
rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan baik bagi penyelenggara
negara di tingkat pusat dan daerah
a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara
merupakan pandangan geopolitik indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia
b. Wawasan Nusantara sebagai konsep ketahanan nasional yaitu Wawasan Nusantara
dijadikan konsep pembangunan nasional, pertahanan keamanan dan kewilayahan
c. Wawasan Nusantara sebagai wawasan kewilayahan sehingga berfungsi dalam
pembatasan negara agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga
7. Tujuan Wawasan Nusantara
Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang
dari rakyat Indonesia yag lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada orang per
orang, kelompok, suku. Tujuan Wawasan Nusantara terdiri dari dua, sbb:
a. Tujuan kedalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik
alamiah maupun social Disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah
menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk
menyelenggrakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur
b. Tujuan nasional dapat dilihat dalam UUD NRI tahun 19945 dijelaskan bahwa tujuan
kemerdekaan Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukkan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
B. Arti Penting Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara diharapkan memberikan solusi untuk menyamakan pandangan
sehingga dapat mewujudkan integrasi nasional yang dapat mewujudkan kesejahteraan.
Secara konstitusional Wawasan Nusantara memiliki kekuatan hukum yang mengikat
penyelenggara negara, semua lembaga kenegaraan, dan kemasyarakatan serta semua
warga negara Indonesia
Wawasan Nusantara sebagai “cara pandang” bangsa Indonesia sebagai kesatuan politik,
ekonomi, sosial budaya dan hankam merupaka landasan dan dasar bagi bangsa Indonesia
dalam meyelesaikan masalah dan ancaman.
Diterimanya konsepsi Wawasan Nusantara (Konsepsi Deklarasi Djuanda di forum
internaional, terjaminlah integrasi teritorial kita, yaitu laut Nusantara yang semula
dianggap laut bebas menjadi bagian integral indonesis
Wawasan Nusantara memberikan konsepsi yang sama kepada rakyat Indonsia untuk
menciptakan kesatuan dan persatuan secara utuh sehingga dapat mewujudkan integrasi
nasional
C. Aspek Trigatra dan Pancagatra
Konsepsi Wawasan Nusantara merupakan suatu konsep didalam cara pandang dan
pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang dinamakan astagatra yang
meliputi aspek alamiah (trigatra) dan aspek sosial (pancagatra)
1. Aspek Trigatra
Trigatra meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan dan kekayaan alam,
serta keadaan dan kemamouan penduduk.
a. Letak dan Bentuk Geografis
Indonsia merupakan negara kepulauan yang terletak antara Benua Asiadi
sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan srta Samudra
Indonesia di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur
Indonesia terletak pada 6oLU – 11oLS, 95oBT – 141oBT, ilaui garis
khatulistiwa yang ditengah-tengahnya terbentang garis ekuator sehingga
Indonesia mempunyai dua musim: musim hujan dan musim kemarau
b. Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan nasional, sebagai berikut:
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk
1. Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang
baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya
2. Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk
Susunan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran,kematian, dan
migrasi
3. Distribusi penduduk dapat dilakukan melalui kebijakan pemerintah
misalnya transmigrasi, mendirikan pust-pusat pengebangan
(growth centers), pusat-pusat industri, dsb
c. Keadaan dan Kekayaan Alam
Negara Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi
bahan-bahan galian,bijih, ataupun bahan-bahan galian industri disamping
sumber-sumber tenaga lain.
Azas dan prinsip pemanfaatan sumber daya alam:
1. Azas maksimal
Sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaakan harus benar-
benar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat
2. Azas lestari
Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan
kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam
3. Azas berdaya saing
Hasil sumber daya alam harus bisabersaing dengan sumber daya
alam negara lain
2. Aspek Pancagatra
Pancagatra adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan
dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat dan bernegara dengan ikatan-
ikatan,aturan-aturan dan norma-norma tertentu.
Yang termasuk aspek pancagatra adalah sebagai berikut:
a. Ideologi
Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip
yang dijadikan dasar suatu bangsa
Dalam strategi pembinaan ideologi prinsip-prinsip berikut harus
diperhatikan:
1. Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI
2. Ideoogi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada
seluruh WNI
3. Ideoogi harus dijaikan panglima, bukan sebaliknya
4. Aktualisasi ideoogi dikembangkan kearah keterbukaan dan
kedinamisan
5. Ideologi Pancasila mengakui keanekaragaman dalam hidup
berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan
mempersatukan masyarakat
6. Kalangan pejabat eksekutif, legeslatif, dan yudikatif harus
mewujudkan cita-cita bangsa dengan mengedepankan
kepentingan bangsa
7. Menyosialisasikan Pancasila sebagai ideologi humanis, religius,
demokratis, nasionalis, dan berkeadilan.
b. Politik
Politik diartikan sebagai azas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan
untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi ke
dalam dua sektor, yaitu sektor masyarakat yang memberikan input
dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai output.
c. Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat
dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang serta jasa untuk
kesejahteraan rakyat.
d. Sosial Budaya
Sosial Budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang
berisi keuletan untu mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi, ancaman, tantangan, halangan, dan
gangguan (ATHG)
e. Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan Keamanan diartian sebagai kondisi dinamik dalam
kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan yang
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi ATHG.
Prinsip-prinsip ketahanan nasional adalah sebagai berikut:
1. Bangsa Indonesia cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan
2. Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan idiil Pancasila,
landasan konstitusional UUD NRI tahun 1945, dan landasan
visional Wawasan Nusantara.
3. Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang
melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional
4. Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem
pertahanan dan keamanan nasional (sishankamnas) dan
sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata)
Hubungan antargatra ini dinamakan korelasi interdependensi yang artinya sebagai
beikut:
a. Ketahanan nasional bergantung pada kemampuan bangsa dan negara
didalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah
b. Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, yaitu suatu tatanan
yang utuh menyeluruh dan terpadu
c. Kelemahan di satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan
mempengaruhi korelasi secara keseluruhan
d. Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan
segenap gatranya melainkan keterkaitan yang integratif dari
kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa
Contoh hubungan antargatra adalah sebagai berikut:
a. Antara gatra ideologi dengan gatra politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan dan keamanan maka arti ideologi adalah sebagai falsafah
bangsa dan landasan ideologi negara
b. Antara gatra gatra politik dengan gatra ideoogi, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan dan keamanan berarti kehidupan politik yag mantap dan dinamis
menjalankan kebenaran ideologi
c. Antara gatra ekonomi dengan ideologi, politik, pertahanan dan keamanan
berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata akan
meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut
d. Antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi, politik, pertahanan dan
keamanan dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi, stabil, dinamis,
berbudaya dan berkepribadian
e. Antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi, ekonomi,
sosial budaya, dan politik dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan
keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran
ideologi
Astagatra dalam pendekatan kesejahteraan dan keamanan mempunyai
peranan tergantung dari sifat setiap gatra
1. Gatra alamiah mempuyai peranan sama besar, baik untuk
kesejahteraan maupun untuk keamanan
2. Gatra ideologi, politik, dan sosial budaya mempunyai peranan
sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan
1. Gatra alamiah mempuyai peranan sama besar, baik untuk
kesejahteraan maupun untuk keamanan
2. Gatra ideologi, politik, dan sosial budaya mempunyai peranan
sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan
3. Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk
kesejahteraan dari pada peranan untuk keamanan
4. Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih
besar untuk keamanan dari pada untuk keseahteraan
D. Implementasi Wawasan Nusantara
1. Implementasi dalam kehidupan Bidang Politik
Implementasi Wawasan Nusantara daam kehidupan politik adalah menciptakan
ikim penyelenggara negara yang sehat dan dinamis serta mewujudkan pemerintah yang
kuat, aspiratif, dan dipercaya
Bentuk pelaksanaan Wawasan Nusantara di bidang politik adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan sikap untuk menghargai hak asasi manusia dan sikap
pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, ras dan
bahasa yang berbeda sehingga menumbuhkan sikap toleransi
b. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah Internaional da memoerkuat
kops diplomatik sebagai upaya penjagaanwiayah Indonesia terutama
pulau-pulau terluar dan pulau kosong
c. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga
pemerintah untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan
2. Implementasi dalam kehidupan Bidang Ekonomi
Implementasi Wawasan dalam bidang ekonomi menciptakan tatanan ekonomi
yang benar-benar menjamin pemenuhan serta peningkatan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Selain itu, juga mencerminkan tanggung
jawab pengelolaan SDA yag memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara
timbal balik serta kelestarian alam
3. Implementasi dalam Kehidupan Bidang Sosial Budaya
Implentasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan sosial budaya adalah
menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima, dan menghormati
segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup di sekitarnya dan merupakan karunia
Sang Pencipta
4. Implementasi kehidupan dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan pertahanan keamanan
adalah menumbuhkankesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada
setiap WNI

Wawasan Nusantara PKn - IQSA, X MIPA 5.pptx

  • 1.
    WAWASAN NUSANTARA A. KonsepWawasan Nusantara B. Arti Penting Wawasan Nusantara C. Aspek Trigatra dan Pancagatra D. Implementasi
  • 2.
    A. Konsep WawasanNusantara Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional (Wartawarga Gunadarma, 2012) Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam (Prof. Dr. Wan Usman) Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi tercapainya tujuan nasional (Kelompok LEMHANAS, 1999)
  • 3.
    A. Konsep WawasanNusantara • Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional (Wartawarga Gunadarma, 2012) • Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam (Prof. Dr. Wan Usman) • Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi tercapainya tujuan nasional (Kelompok LEMHANAS, 1999)
  • 4.
    1. Sejarah terbentuknyakonsep Wawasan Nusantara a. Aspek Historis 1. Hidup sebagai bangsa yang terjajah dan terbelah 2. Wilayah Negara Indonesia yang terpisah-pisah b. Aspek Geografis Posisi Indonesia sangat strategis diantara 2 samudra dan 2 benua c. Aspek Sosial Budaya Sosial Budaya adalah factor dinamik yang terbentuk oleh pola tingkah lahir batin. d. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional Indoneia merupakan negara kepulauan sehingga disebut benua maritime Indonesia.. Atas dasar itu Indonesia mengembangkan geopolitik nasionalnya yaitu Wawasan Nusantara.
  • 5.
    2. Landasan HukumWawasan Nusantara a. Landasan Idiil: Pancasila Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia telah dijadikan landasan idiil dan dasar negara sesuai dengan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, Pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan idiil Wawasan Nusantara b. Landasan Konstitusional: UUD Negara RI 1945 UUD Negara RI 1945 merupakan konstitusi dasar yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian UUD Negara RI Tahun 1945 seharusnya dan sewajarnya menjadi landasan konstitusional dari wawasan Nusantara.
  • 6.
    3. Unsur WawasanNusantara a. Wadah (Contour) Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud iinfrastruktur politik b. Isi (Content) Isi Wawasan Nusantara menyangkut dua hal penting, yaitu realisasi aspirasi bangsan sebagai kesepakatan Bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional, serta persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi segala aspek kehidupan nasional c. Tata Laku (Conduct) Tata Laku Wawasan Nusantara mencakup 2 hal, yaitu segi batiniah dan lahiriah. Tata laku merupakan dasar interaksi antara wadah dengan isi yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah.
  • 7.
    4. Azas WawasanNusantara Azas Wawasan Nusantara terdiri sebagai berikut a. Kepentingan atau tujuan yang sama b. Keadilan (Kesesuaian pembagian hasil dengan adil) c. Kejujuran (Keberanian berpikir, berkata, dan berindak sesuai dengan kenyataan serta ketentuan d. Solidaritas (Rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya e. Kerjasama (Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan kesetaraan untuk terciptanya sinergi yang lebih baik f. Kesetiaan terhadap kesepakatan. Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi ter peliharanya persatuan dan kesatuan
  • 8.
    5. Kedudukan WawasanNusantara Berikut ini merupakan kedudukan Wawasan Nusantara a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya agar tidak terjadi penyimpangan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional b. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dilihat dari stratifikasinya sbb: 1. Pancasila sebagai falsafah, idelogi bangsa, dan dasar negara berkedudukan sebagai landsan idiil 2. UUD NRI tahun 1945 sebagai landsan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional 3. Wawasan Nusantara sebagai visi nsional, gerkedudukan sebagai lndasan nasional 4. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional 5. RPJM sebagai politik dan strategi nasional atau sebagai kebijakan dasar nasioanal, berkedudukan sebagai landasan operasional
  • 9.
    6. Fungsi WawasanNusantara Fungsi wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu- rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia b. Wawasan Nusantara sebagai konsep ketahanan nasional yaitu Wawasan Nusantara dijadikan konsep pembangunan nasional, pertahanan keamanan dan kewilayahan c. Wawasan Nusantara sebagai wawasan kewilayahan sehingga berfungsi dalam pembatasan negara agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga
  • 10.
    7. Tujuan WawasanNusantara Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yag lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada orang per orang, kelompok, suku. Tujuan Wawasan Nusantara terdiri dari dua, sbb: a. Tujuan kedalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun social Disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggrakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur b. Tujuan nasional dapat dilihat dalam UUD NRI tahun 19945 dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
  • 11.
    B. Arti PentingWawasan Nusantara Wawasan Nusantara diharapkan memberikan solusi untuk menyamakan pandangan sehingga dapat mewujudkan integrasi nasional yang dapat mewujudkan kesejahteraan. Secara konstitusional Wawasan Nusantara memiliki kekuatan hukum yang mengikat penyelenggara negara, semua lembaga kenegaraan, dan kemasyarakatan serta semua warga negara Indonesia Wawasan Nusantara sebagai “cara pandang” bangsa Indonesia sebagai kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam merupaka landasan dan dasar bagi bangsa Indonesia dalam meyelesaikan masalah dan ancaman. Diterimanya konsepsi Wawasan Nusantara (Konsepsi Deklarasi Djuanda di forum internaional, terjaminlah integrasi teritorial kita, yaitu laut Nusantara yang semula dianggap laut bebas menjadi bagian integral indonesis Wawasan Nusantara memberikan konsepsi yang sama kepada rakyat Indonsia untuk menciptakan kesatuan dan persatuan secara utuh sehingga dapat mewujudkan integrasi nasional
  • 12.
    C. Aspek Trigatradan Pancagatra Konsepsi Wawasan Nusantara merupakan suatu konsep didalam cara pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang dinamakan astagatra yang meliputi aspek alamiah (trigatra) dan aspek sosial (pancagatra) 1. Aspek Trigatra Trigatra meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan dan kekayaan alam, serta keadaan dan kemamouan penduduk. a. Letak dan Bentuk Geografis Indonsia merupakan negara kepulauan yang terletak antara Benua Asiadi sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan srta Samudra Indonesia di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia terletak pada 6oLU – 11oLS, 95oBT – 141oBT, ilaui garis khatulistiwa yang ditengah-tengahnya terbentang garis ekuator sehingga Indonesia mempunyai dua musim: musim hujan dan musim kemarau
  • 13.
    b. Keadaan danKemampuan Penduduk Faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan nasional, sebagai berikut: Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk 1. Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya 2. Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk Susunan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran,kematian, dan migrasi 3. Distribusi penduduk dapat dilakukan melalui kebijakan pemerintah misalnya transmigrasi, mendirikan pust-pusat pengebangan (growth centers), pusat-pusat industri, dsb
  • 14.
    c. Keadaan danKekayaan Alam Negara Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian,bijih, ataupun bahan-bahan galian industri disamping sumber-sumber tenaga lain. Azas dan prinsip pemanfaatan sumber daya alam: 1. Azas maksimal Sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaakan harus benar- benar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat 2. Azas lestari Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam 3. Azas berdaya saing Hasil sumber daya alam harus bisabersaing dengan sumber daya alam negara lain
  • 15.
    2. Aspek Pancagatra Pancagatraadalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat dan bernegara dengan ikatan- ikatan,aturan-aturan dan norma-norma tertentu. Yang termasuk aspek pancagatra adalah sebagai berikut: a. Ideologi Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip yang dijadikan dasar suatu bangsa Dalam strategi pembinaan ideologi prinsip-prinsip berikut harus diperhatikan: 1. Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI 2. Ideoogi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh WNI 3. Ideoogi harus dijaikan panglima, bukan sebaliknya
  • 16.
    4. Aktualisasi ideoogidikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan 5. Ideologi Pancasila mengakui keanekaragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat 6. Kalangan pejabat eksekutif, legeslatif, dan yudikatif harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan mengedepankan kepentingan bangsa 7. Menyosialisasikan Pancasila sebagai ideologi humanis, religius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. b. Politik Politik diartikan sebagai azas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi ke dalam dua sektor, yaitu sektor masyarakat yang memberikan input dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai output.
  • 17.
    c. Ekonomi Kegiatan ekonomiadalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang serta jasa untuk kesejahteraan rakyat. d. Sosial Budaya Sosial Budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang berisi keuletan untu mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi, ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan (ATHG) e. Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan Keamanan diartian sebagai kondisi dinamik dalam kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan yang mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ATHG.
  • 18.
    Prinsip-prinsip ketahanan nasionaladalah sebagai berikut: 1. Bangsa Indonesia cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan 2. Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD NRI tahun 1945, dan landasan visional Wawasan Nusantara. 3. Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional 4. Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan nasional (sishankamnas) dan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) Hubungan antargatra ini dinamakan korelasi interdependensi yang artinya sebagai beikut: a. Ketahanan nasional bergantung pada kemampuan bangsa dan negara didalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah
  • 19.
    b. Ketahanan nasionaladalah suatu pengertian holistik, yaitu suatu tatanan yang utuh menyeluruh dan terpadu c. Kelemahan di satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi korelasi secara keseluruhan d. Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan segenap gatranya melainkan keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa Contoh hubungan antargatra adalah sebagai berikut: a. Antara gatra ideologi dengan gatra politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan maka arti ideologi adalah sebagai falsafah bangsa dan landasan ideologi negara b. Antara gatra gatra politik dengan gatra ideoogi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan berarti kehidupan politik yag mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi
  • 20.
    c. Antara gatraekonomi dengan ideologi, politik, pertahanan dan keamanan berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata akan meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut d. Antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi, politik, pertahanan dan keamanan dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi, stabil, dinamis, berbudaya dan berkepribadian e. Antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya, dan politik dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran ideologi Astagatra dalam pendekatan kesejahteraan dan keamanan mempunyai peranan tergantung dari sifat setiap gatra 1. Gatra alamiah mempuyai peranan sama besar, baik untuk kesejahteraan maupun untuk keamanan 2. Gatra ideologi, politik, dan sosial budaya mempunyai peranan sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan
  • 21.
    1. Gatra alamiahmempuyai peranan sama besar, baik untuk kesejahteraan maupun untuk keamanan 2. Gatra ideologi, politik, dan sosial budaya mempunyai peranan sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan 3. Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk kesejahteraan dari pada peranan untuk keamanan 4. Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih besar untuk keamanan dari pada untuk keseahteraan
  • 22.
    D. Implementasi WawasanNusantara 1. Implementasi dalam kehidupan Bidang Politik Implementasi Wawasan Nusantara daam kehidupan politik adalah menciptakan ikim penyelenggara negara yang sehat dan dinamis serta mewujudkan pemerintah yang kuat, aspiratif, dan dipercaya Bentuk pelaksanaan Wawasan Nusantara di bidang politik adalah sebagai berikut: a. Mengembangkan sikap untuk menghargai hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, ras dan bahasa yang berbeda sehingga menumbuhkan sikap toleransi b. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah Internaional da memoerkuat kops diplomatik sebagai upaya penjagaanwiayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong c. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintah untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan
  • 23.
    2. Implementasi dalamkehidupan Bidang Ekonomi Implementasi Wawasan dalam bidang ekonomi menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan serta peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Selain itu, juga mencerminkan tanggung jawab pengelolaan SDA yag memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian alam 3. Implementasi dalam Kehidupan Bidang Sosial Budaya Implentasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan sosial budaya adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima, dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta 4. Implementasi kehidupan dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan pertahanan keamanan adalah menumbuhkankesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI