n
Nusanta
ra
Wawasan nusantara memiliki banyak
arti, namun terdapat satu pendapat pengertian
wawasan nusantara yang diusulkan menjadi
ketetapan majelis permusyawaratan rakyat
dan dibuat di Lemhanas tahun 1999.
Melalui hal tersebut, segala aspek
kehidupan tercakup didalamnya dan tak bisa
dipisah pisahkan lagi.
pengertian yang digunakan sebagai
acuan pokok ajaran dasar wawasan nusantara
adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
yang serba beragam dan bernilai strategis
Latar
Belaka
ng
1. Bagaimana kedudukan, fungsi, dan tujuan
wawasan nusantara?
2. Apa unsur-unsur dasar wawasan nusantara?
3. Apa yang dimaksud aspek trigatra dan
pancagatra dalam wawasan nusantara?
4. Bagaimana implementasi wawasan
nusantara sebagai pancaran falsafah
Pancasila dan Pembangunan Nasional?
Pokok Bahasan
1. Mengetahui kedudukan, fungsi, dan tujuan
wawasan nusantara.
2. Mengetahui unsur-unsur dasar wawasan
nusantara.
3. Mengetahui aspek trigatra dan pancagatra
dalam wawasan nusantara.
4. Mengetahui implementasi wawasan
nusantara sebagai pancaran falsafah
Pancasila dam Pembangunan Nasional.
Target/ Tujuan
PENGERTIA
N
WAWASAN
• Wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara
pandang dan cara melihat.
• Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia,
dan dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata
“nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.
SECARA ETIMOLOGI
Wawasan
Nusantara
Wawasan
Nusantara
Wawas yang berarti
pandangan, tinjauan
dan penglihatan indrawi
Berasal dari kata nusa dan
antara. Nusa artinya pulau atau
kesatuan kepulauan. Antara
artinya menunjukkan letak
antara dua unsur.
• Menurut Prof. Wan Usman
“Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri
dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang
beragam.”
• Menurut GBHN 1998
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
• Menurut kelompok kerja wawasan nusantara untuk diusulkan menjadi Tap. MPR,
yang dibuat Lemhanas tahun 1999
yaitu “cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”
SECARA TERMINOLOGI
Berdasarkan pendapat-pendapat
tersebut, secara sederhana wawasan
nusantara berarti cara pandang bangsa
Indonesia terhadap diri dan
lingkungannya.
HAKIKAT WAWASAN
NUSANTARA
berarti bahwa setiap warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak
secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Demikian juga produk yang
dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara
Indonesia tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan
perorangan.
Hakikat Wawasan
Nusantara
keutuhan nusantara dalam
pengertian cara pandang
yang selalu utuh
menyeluruh dalam lingkup
nusantara demi
kepentingan nasional.
ASAS
WAWASAN
NUSANTARA
Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan atau kaidah
dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap
taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap
kesepakatan bersama.
• Kepentingan yang Sama
Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama
bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajah secara fisik dari bangsa
lain.
• Keadilan
Kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik
perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.
• Kejujuran
Keberanian berpikir, berkata, dan bertindak sesuai realitas serta
ketentuan yang benar biar pun realitas atau ketentuan itu pahit dan
kurang enak didengarnya.
• Solidaritas
Diperlukan kerja sama, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain
tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
• Kerja Sama
Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan
sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar dapat
mencapai sinergi yang lebih baik.
• Kesetiaan
Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan
mendirikan negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh
Boedi Oetomo tahun 1908, sumpah pemuda tahun 1928, dan
proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Kedudukan, Fungsi,
dan Tujuan
Wawasan Nusantara
Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Kedudukan wawasan
nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan Republik Indonesia.
• Kedudukan
Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran
yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia agar tidak terjadi
penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan
nasional.
• Fungsi
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-
rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan
bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat
Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
• Tujuan
Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek
kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada
kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah.
Unsur-unsur
Dasar
Wawasan
Nusantara
TATA
LAKU
WADAH
Mencakup Dua Segi,
Batiniah dan Lahiriah
Terdiri dari wujud
wilayah, tata inti
organisasi, tata
kelengkapan organisasi
ISI
Isi Wawasan Nusantara
tercermin dalam
perspektif kehidupan
manusia Indonesia
dalam eksistensinya
yang meliputi cita- cita
bangsa dan asas
manunggal yang
terpadu.
• Wujud wilayah
Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang didalamnya
terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik
laut maupun selat serta di atasnya merupakan satu ke satuan ruang wilayah.
• Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia, tata inti organiasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang
menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintahan, sistem
pemerintahan dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesa tuan yang
berbentuk Republik.
• Tata Kelengkapan Organisasi
Tata kelengkapan organisai adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang
harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan
organnisasi masyarakat, kalangan pers serta seluruh aparatur negara.
WADAH (Countur)
• Cita- cita bangsa Indonesia
o Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
o Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
o Pemerintaahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan bangsa dan ikutm melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
• Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh
menyeluruh
ISI WAWASAN NUSANTARA (Content)
• Tata laku batiniah
berdasarkan falsafah bangsa yang membentuk sikap mental bangsa yang memilki
kekuatan batin.
• Tata laku lahiriah
merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan kata dan karya,
keterpaduan pembicaraan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.
TATA LAKU WAWASAN NUSANTARA
(Counduct)
Aspek Trigatra dan
Pancagatra Dalam
Wawasan Nusantara
Konsepsi wawasan nusantara
merupakan suatu konsep di dalam
cara pandang dan pengaturan
yang mencakup segenap
kehidupan bangsa yang dinamakan
astagatra, yang meliputi aspek
alamiah (trigatra) dan aspek sosial
(pancagatra).
KEADAAN
KEKAYAAN
ALAM
KEADAAN
DAN
KEMAMPUAN
PENDUDUK
LETAK DAN
BENTUK
GEOGRAFIS
ASPEK ASPEK TRIGATRA
Letak geografis antara dua benua dan samudra yang penting itu,
maka dikatakan bahwa Indonesia mempunyai suatu kedudukan geografis di
tengah-tengah jalan lalu lintas silang dunia. Karena kedudukannya yang
strategis itu, dipandang dari tiga segi kesejahteraan di bidang politik,
ekonomi dan sosial budaya, Indonesia telah banyak mengalami pertemuan
dengan pengaruh pihak asing (akulturasi).
LETAK DAN BENTUK GEOGRAFIS
• Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru,
dan orang yang meninggalkan wilayahnya.
• Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk
Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama,
suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu
dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi.
• Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Penduduk
Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi
persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata.
KEADAAN DAN KEMAMPUAN
PENDUDUK
Kekayaan sumber-sumber alam sebenarnya terdapat di atmosfer,
di permukaan bumi, di laut, di perairan, dan di dalam bumi. Sumber-sumber
alam sesungguhnya mempunyai arti yang sangat luas di mana Indonesia
terkenal sebagai negara yang mempunyai sumber-sumber alam yang
berlimpah ruah. Sebagai gambaran umum, sumber-sumber alam termasuk
sumber-sumber pelican atau mineral, sumber-sumber nabati atau flora, dan
sumber-sumber hewani atau fauna.
KEADAAN KEKAYAAN ALAM
IDEOLOG
I
ASPEK ASPEK PANCAGATRA
POLITIK
EKONOM
I
SOSIAL
BUDAYA
PERTAHA
NAN
DAN
KEAMAN
AN
• Ideologi
Ideologi adalah pengetahuan dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep yang
mendalam mengenai kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diperjuangkan
dalam kehidupan nyata.
• Politik
Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk
mencapai tujuan dan kekuasaan.
• Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam
mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat.
• Sosial Budaya
Sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang berisi
keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan (ATHG).
• Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika dalam kehidupan
pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi ATHG.
Implementasi
Wawasan
Nusantara Sebagai
Pancaran Falsafah
Pancasila dan
Pembangunan
• Wawasan Nusantara Sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah pancasila diyakini sebagai pandangan hidup
bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Konsep
Wawasan Nusantara berpangkal pada dasar Ketuhanan Yang
Maha Esa sebagi sila pertama yang kemudian melahirkan hakikat
misi manusia Indonesia yang terjabarkan pada sila- sila
berikutnya.
Wawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah
Pancasila menjadi landasan dan pedoman kelangsungan hidup
bangsa Indonesia.
• Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
1. Kebulatan wilayah dengan segala isinya merupakan modal dan
milik bersama bangsa indonesia.
2. Kenanekaragaman suku, budaya, dan bahasa daerah serta
agama yang dianutnya tetap dalam kesatuan bangsa Indonesia
3. Secara psikologis, bangsa Indonesia merasa satu pesaudaran,
senasib dan seperjuangan, sebangsa dan setanah air untuk
mencapai satu cita-cita bangsa yang sama.
4. Pancasila merupakan falsafah dan ideologi pemersatu bangsa
Indonesia yang membimbing ke arah tujuan dan cita- cita yang
sama.
• Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu kesatuan Ekonomi
1. Kekayaan di seluruh wilayah Nusantara, baik potensial maupun
efektif, adalah modal dan milik bangsa untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara
merata.
2. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di
seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki
daerah masing - masing.
3. Kehidupan perekonomian di seluruh Indonesia diselenggarakan
sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem
ekonomi kerakyatan untuk sebesar –besar kemakmuran rakyat.
4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial
budaya
• Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan
pertahanan Keamanan.
1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau satu daerah pada
hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bagsa dan
negara.
2. Tiap - tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang
sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan
negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
KESIMPULAN
Wawasan Nusantara dalam konteks NKRI dapat kita simpulkan antara lain sebagai
berikut:
• Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat,
bahasa, sejarah serta berpemerintahan sendiri. Adapun berbangsa adalah
manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral, dan berakhlak mulia
dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil.
• Negara adalah suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok atau beberapa
kelompok manusia yang bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan
mengakui adanya satu pemerintahan. Adapun, bernegara adalah manusia
yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai
satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Indonesia
• Kesadaran adalah sikap menyadari bahwa kita berbeda dengan yang lain.
Artinya, menyadari bahwa bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain,
khususnya dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia.
• Berdasarkan sejarah kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia,
kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan modal awal dalam
membangun dan memperjuangkannya. Hal ini membutuhkan konsistensi yang
berlanjut guna menjaga kesatuan nasional, bangsa, dan negara.
TERIM
AKASI
H!
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di akses
pada tanggal 24 Maret 2021 , pada
https://bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10sma/siswa/Kelas_10_
SMA_Pendidikan_Pancasila_&_Kewarganegaraan_Siswa_2016.pdf
Mulyana, Aina. 2021. Pentingnya Wawasan Nusantara Dalam Konteks NKRI (Negara
Kesatuan Republik Indonesia). Di akses pada tanggal 24 Maret 2021, pada
https://ainamulyana.blogspot.com/2021/01/pentingnya-wawasan-nusantara-
dalam.html
Nuryadi, Heri M.S. Faridy. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan: Wawasan Kebangsaan.
Jakarta: BSNP-BSE.
DAFTAR PUSTAKA

PANCASILA sebagai wawasan nusantara dalam bernegara.pptx

  • 1.
  • 2.
    Wawasan nusantara memilikibanyak arti, namun terdapat satu pendapat pengertian wawasan nusantara yang diusulkan menjadi ketetapan majelis permusyawaratan rakyat dan dibuat di Lemhanas tahun 1999. Melalui hal tersebut, segala aspek kehidupan tercakup didalamnya dan tak bisa dipisah pisahkan lagi. pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis Latar Belaka ng
  • 3.
    1. Bagaimana kedudukan,fungsi, dan tujuan wawasan nusantara? 2. Apa unsur-unsur dasar wawasan nusantara? 3. Apa yang dimaksud aspek trigatra dan pancagatra dalam wawasan nusantara? 4. Bagaimana implementasi wawasan nusantara sebagai pancaran falsafah Pancasila dan Pembangunan Nasional? Pokok Bahasan
  • 4.
    1. Mengetahui kedudukan,fungsi, dan tujuan wawasan nusantara. 2. Mengetahui unsur-unsur dasar wawasan nusantara. 3. Mengetahui aspek trigatra dan pancagatra dalam wawasan nusantara. 4. Mengetahui implementasi wawasan nusantara sebagai pancaran falsafah Pancasila dam Pembangunan Nasional. Target/ Tujuan
  • 5.
  • 6.
    • Wawasan adalahpandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. • Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia. SECARA ETIMOLOGI Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara Wawas yang berarti pandangan, tinjauan dan penglihatan indrawi Berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur.
  • 7.
    • Menurut Prof.Wan Usman “Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.” • Menurut GBHN 1998 Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. • Menurut kelompok kerja wawasan nusantara untuk diusulkan menjadi Tap. MPR, yang dibuat Lemhanas tahun 1999 yaitu “cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.” SECARA TERMINOLOGI
  • 8.
    Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, secarasederhana wawasan nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya.
  • 9.
  • 10.
    berarti bahwa setiapwarga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan perorangan. Hakikat Wawasan Nusantara keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional.
  • 11.
  • 12.
    Asas wawasan nusantaramerupakan ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama. • Kepentingan yang Sama Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajah secara fisik dari bangsa lain. • Keadilan Kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah. • Kejujuran Keberanian berpikir, berkata, dan bertindak sesuai realitas serta ketentuan yang benar biar pun realitas atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya.
  • 13.
    • Solidaritas Diperlukan kerjasama, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. • Kerja Sama Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar dapat mencapai sinergi yang lebih baik. • Kesetiaan Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh Boedi Oetomo tahun 1908, sumpah pemuda tahun 1928, dan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  • 14.
  • 15.
    Kedudukan wawasan nusantaraadalah sebagai visi bangsa. Kedudukan wawasan nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan Republik Indonesia. • Kedudukan Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia agar tidak terjadi penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. • Fungsi Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu- rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. • Tujuan Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah.
  • 16.
  • 17.
    TATA LAKU WADAH Mencakup Dua Segi, Batiniahdan Lahiriah Terdiri dari wujud wilayah, tata inti organisasi, tata kelengkapan organisasi ISI Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia dalam eksistensinya yang meliputi cita- cita bangsa dan asas manunggal yang terpadu.
  • 18.
    • Wujud wilayah Batasruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang didalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik laut maupun selat serta di atasnya merupakan satu ke satuan ruang wilayah. • Tata Inti Organisasi Bagi Indonesia, tata inti organiasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintahan, sistem pemerintahan dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesa tuan yang berbentuk Republik. • Tata Kelengkapan Organisasi Tata kelengkapan organisai adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organnisasi masyarakat, kalangan pers serta seluruh aparatur negara. WADAH (Countur)
  • 19.
    • Cita- citabangsa Indonesia o Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. o Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas. o Pemerintaahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikutm melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. • Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh ISI WAWASAN NUSANTARA (Content)
  • 20.
    • Tata lakubatiniah berdasarkan falsafah bangsa yang membentuk sikap mental bangsa yang memilki kekuatan batin. • Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan kata dan karya, keterpaduan pembicaraan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan. TATA LAKU WAWASAN NUSANTARA (Counduct)
  • 21.
    Aspek Trigatra dan PancagatraDalam Wawasan Nusantara
  • 22.
    Konsepsi wawasan nusantara merupakansuatu konsep di dalam cara pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang dinamakan astagatra, yang meliputi aspek alamiah (trigatra) dan aspek sosial (pancagatra).
  • 23.
  • 24.
    Letak geografis antaradua benua dan samudra yang penting itu, maka dikatakan bahwa Indonesia mempunyai suatu kedudukan geografis di tengah-tengah jalan lalu lintas silang dunia. Karena kedudukannya yang strategis itu, dipandang dari tiga segi kesejahteraan di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya, Indonesia telah banyak mengalami pertemuan dengan pengaruh pihak asing (akulturasi). LETAK DAN BENTUK GEOGRAFIS
  • 25.
    • Faktor yangMempengaruhi Jumlah Penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. • Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. • Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Penduduk Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. KEADAAN DAN KEMAMPUAN PENDUDUK
  • 26.
    Kekayaan sumber-sumber alamsebenarnya terdapat di atmosfer, di permukaan bumi, di laut, di perairan, dan di dalam bumi. Sumber-sumber alam sesungguhnya mempunyai arti yang sangat luas di mana Indonesia terkenal sebagai negara yang mempunyai sumber-sumber alam yang berlimpah ruah. Sebagai gambaran umum, sumber-sumber alam termasuk sumber-sumber pelican atau mineral, sumber-sumber nabati atau flora, dan sumber-sumber hewani atau fauna. KEADAAN KEKAYAAN ALAM
  • 27.
  • 28.
    • Ideologi Ideologi adalahpengetahuan dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep yang mendalam mengenai kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diperjuangkan dalam kehidupan nyata. • Politik Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. • Ekonomi Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat. • Sosial Budaya Sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan (ATHG). • Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika dalam kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ATHG.
  • 29.
  • 30.
    • Wawasan NusantaraSebagai Pancaran Falsafah Pancasila Falsafah pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Konsep Wawasan Nusantara berpangkal pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagi sila pertama yang kemudian melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang terjabarkan pada sila- sila berikutnya. Wawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah Pancasila menjadi landasan dan pedoman kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  • 31.
    • Wawasan Nusantaradalam Pembangunan Nasional Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik 1. Kebulatan wilayah dengan segala isinya merupakan modal dan milik bersama bangsa indonesia. 2. Kenanekaragaman suku, budaya, dan bahasa daerah serta agama yang dianutnya tetap dalam kesatuan bangsa Indonesia 3. Secara psikologis, bangsa Indonesia merasa satu pesaudaran, senasib dan seperjuangan, sebangsa dan setanah air untuk mencapai satu cita-cita bangsa yang sama. 4. Pancasila merupakan falsafah dan ideologi pemersatu bangsa Indonesia yang membimbing ke arah tujuan dan cita- cita yang sama.
  • 32.
    • Wawasan Nusantaradalam Pembangunan Nasional Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu kesatuan Ekonomi 1. Kekayaan di seluruh wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bangsa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata. 2. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing - masing. 3. Kehidupan perekonomian di seluruh Indonesia diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar –besar kemakmuran rakyat. 4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial budaya
  • 33.
    • Wawasan Nusantaradalam Pembangunan Nasional Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan pertahanan Keamanan. 1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bagsa dan negara. 2. Tiap - tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
  • 34.
  • 35.
    Wawasan Nusantara dalamkonteks NKRI dapat kita simpulkan antara lain sebagai berikut: • Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah serta berpemerintahan sendiri. Adapun berbangsa adalah manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral, dan berakhlak mulia dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil. • Negara adalah suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan. Adapun, bernegara adalah manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Indonesia
  • 36.
    • Kesadaran adalahsikap menyadari bahwa kita berbeda dengan yang lain. Artinya, menyadari bahwa bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain, khususnya dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia. • Berdasarkan sejarah kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan modal awal dalam membangun dan memperjuangkannya. Hal ini membutuhkan konsistensi yang berlanjut guna menjaga kesatuan nasional, bangsa, dan negara.
  • 37.
  • 38.
    Kementerian Pendidikan danKebudayaan. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di akses pada tanggal 24 Maret 2021 , pada https://bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10sma/siswa/Kelas_10_ SMA_Pendidikan_Pancasila_&_Kewarganegaraan_Siswa_2016.pdf Mulyana, Aina. 2021. Pentingnya Wawasan Nusantara Dalam Konteks NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Di akses pada tanggal 24 Maret 2021, pada https://ainamulyana.blogspot.com/2021/01/pentingnya-wawasan-nusantara- dalam.html Nuryadi, Heri M.S. Faridy. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan: Wawasan Kebangsaan. Jakarta: BSNP-BSE. DAFTAR PUSTAKA