Varisela merupakan infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa, secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
V A RI S E L A
Oleh:
Albert Jonathan Pelle (9801081)
Mariam Kantelare (9801062)
Felmy (060111113)
Pembimbing :
dr. Marlyn Grace Kapantow, SpKK(K)
2.
Pendahuluan
• Varisela merupakaninfeksi akut primer oleh
virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan
mukosa, secara klinis terdapat gejala konstitusi,
kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di
bagian sentral tubuh.
• Varisela tersebar secara kosmopolit, menyerang
terutama anak-anak, tetapi dapat juga
menyerang orang dewasa.
• Masa penularannya kurang 7 hari dihitung dari
timbulya gejala kulit.
3.
• Virus masukke dalam tubuh manusia melalui
mukosa traktus respiratorius bagian atas dan
orofaring.
• Masa inkubasi varisela berlangsung 14 sampai 21
hari.
• Gejala klinis mulai gejala prodormal; demam
yang tidak terlalu tinggi, malaise dan nyeri
kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit
berupa papul eritematosa yang dalam beberapa
jam berubah menjadi vesikel. Penyebarannya
terutama di daerah badan dan kemudian
menyebar secara sentrifugal ke muka dan
ekstremitas. Penyakit ini biasanya disertai rasa
gatal.
4.
• Diagnosis variseladitegakkan dengan anamnesis
dan gambaran klinis yang ada. Pemeriksaan
penunjang berupa Tzanck dimana akan
didapatkan sel datia berinti banyak meskipun
tidak spesifik.
• Pengobatan varisela dengan antivirus dan
simtomatik yaitu antipiretik dan antihistamin
untuk menghilangkan gatal.
• Perawatan lesi kulit pada varisela dengan
mencegah timbulnya jaringan parut akan
memberikan prognosis yang baik.
5.
Laporan Kasus
IDENTITAS
•Nama :Ny. AB
•Umur : 42 tahun
•Jenis kelamin : Perempuan
•Agama : Kristen Protestan
•Pekerjaan : Karyawan Swasta di
Oriflame sebagai petugas
administrasi.
•Suku / Bangsa : Minahasa / Indonesia
•Alamat : Jln. Siswa I, Manado
•Tanggal Periksa: Selasa, 25 Oktober 2011
6.
ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Timbul bintil-bintilberisi cairan jernih dengan dasar
kemerahan di wajah, badan, dan ekstrimitas disertai gatal
sejak 2 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Bintil-bintil berisi cairan jernih dengan dasar kemerahan di
wajah, badan, tangan dan kaki disertai rasa gatal, dialami
penderita sejak ± 2 hari yang lalu. Awalnya bintil-bintil timbul
di badan bagian depan kemudian menyebar ke wajah,
punggung, lengan dan kaki. Penderita mengeluh rasa gatal
sehingga penderita menggaruk yang mengakibatkan sebagian
bintil pecah dan menimbulkan luka. Penderita merasa demam
dan nyeri kepala ± 4 hari yang lalu. Putra pasien juga
mengalami penyakit yang sama. Pasien hanya mengkonsumsi
obat antipiretik saja.
7.
Riwayat Penyakit Dahulu:
•Penderita belum pernah mengalami penyakit kulit seperti ini
sebelumnya.
•Penyakit diabetes mellitus, hati, ginjal disangkal.
Riwayat Keluarga :
•Putra pasien yang tinggal serumah dengan pasien juga
mengalami sakit seperti ini.
Riwayat Alergi :
•Alergi terhadap makanan, obat dan bahan kimia disangkal
Riwayat Atopik :
•Bersin di pagi hari, asma/sesak nafas, alergi debu/dingin
disangkal.
Riwayat Kebiasaan :
•Penderita mandi 3x sehari dengan menggunakan sabun
batang, handuk sendiri. Sumber air PAM.
Riwayat Sosial :
•Penderita tinggal dirumah berdinding beton, atap seng,
lantai keramik, dihuni oleh 4 orang,
8.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
•KeadaanUmum : Baik
•Kesadaran : Compos Mentis
•TB/BB : 156 cm / 58 kg
•Tanda vital :
Tekanan Darah ; 120/80 mmHg
Nadi ; 74 x/menit
Respirasi ; 20 x/menit
Suhu ; 36,6 o
C
•Kepala : Bentuk bulat simetris
Mata ; Konjungtiva tidak anemis,
Sklera tidak ikteris.
Mulut ; Lidah kotor tidak ada,
gigi karies tidak ada.
9.
• Leher :
Trakea letak tengah, pembesaran KGB tidak ada.
• Thoraks : Simetris kiri=kanan
Jantung ; S1-2 normal, Bising tidak ada.
Paru-paru ; Suara pernafasan vesikuler, Ronkhi -/-
Wheezing -/-
• Abdomen : Datar, lemas, BU (+) normal, NTE (-).
Hepar/Lien ; tidak teraba
• Ekstremitas:
Akral hangat, edema tidak ada, Refleks fisiologis (+)
normal, refleks patologis (-)
Status dermatologis
• Generalisata:
vesikel-vesikel, multipel, dengan dasar eritematosa,
polimorf, erosi (+), krusta (+) coklat kehitaman.
Lokasi Wajah, badan bagian depan,lengan bawah, dan kaki
13.
Pemeriksaan Penunjang :Tes Tzank tidak ditemukan
sel datia berinti banyak.
• DIAGNOSIS KERJA : Varisela
• DD : Variola, skabies, impetigo dan
dermatitis herpetiformis
• PENGOBATAN
Antivirus : Asiklovir 5x800 mg selama 7
hari
Antibiotik sistemik : Cefadroxil 2x500 mg
Antibiotik topikal : Asam fusidat cr 2x applikasi
(pada luka)
• Antihistamin topikal: Bedak Salycil 2% 2x applikasi
• Roborantia : Imboost F 1x1 kaplet
14.
ANJURAN
• Minum obatteratur dan istirahat yang cukup.
• Perawatan lesi kulit
– Jangan menggaruk vesikel
– Kuku jangan dibiarkan panjang
– Bila hendak mengeringkan badan, cukup tempel-
tempelkan handuk pada kulit. Jangan digosok.
• Mengurangi aktivitas yang berat agar tidak mudah
lelah.
• Kontrol ke Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin 1
minggu kemudian