Menjelajahi
Manusia Purba
IX F
Kelompok 3
NAMA ANGGOTA KELOMPOK
Rehanatuzema usmaliyati
Racheal regina putri
Anggun firliana
Deva bunga
Nazriel al nino
Revan
M.Danang Aditya
Ahmad hizam
APA ITU MANUSIA PURBA?
Manusia purba adalah manusia yang hidup pada zaman
dahulu sebelum adanya peradaban modern. Mereka
merupakan nenek moyang manusia sekarang dan hidup
dengan cara berburu, meramu, dan berpindah-pindah
tempat. Ciri-cirinya bisa dilihat dari bentuk tubuh yang
lebih primitif dan alat-alat yang mereka gunakan terbuat
dari batu atau tulang.
Manusia Purba
Homo Erectus Fosil fosil ini berasal dari berbagai situs di
dalam kubah sangiran (jawa tengah) dan
berusia sekitar 800.000 - 1.000.000 tahun
Mereka menunjukan karakter yang cukup kuat
(relief tulang, ukuran gigi) dan di anggap
sebagai anggota dari kelompok arkaik manusia
purba homo erectus
1.Tengkorak-Bjg-1602 Bjg-1602 Callote
2.Tengkorak Sendangklampok Skull
3.Atap tengkorak Grogolan wetan
4.Rahang bawah arjuna 9
5.Tulang paha kresna 11
Replika Tulang
1.Replika Tengkorak
Homo sapiens
2.Replika Rahang bawah
Replika Tulang kering
3.Replika Tengkorak
Homo erectus
Tengkorak Dan Tulang
Manusia Purba
Atap Tengkorak Trinil Femur Trinil
Tengkorak Pithecanthropus
dari Trinil (replika) temuan
Dubois mengungkap jejak awal
evolusi manusia.
Tulang paha pithcenthropus
dari Trinil (replika),
menunjukan bukti kemampuan
berjalan tegak, ciri khas
manusia purba
130Tahun setelah Pitchecanthropus
Eugène Dubois
Terpesona oleh penelitian tentang biogeografi dan
asal-usul spesies yang diterbitkan pada
pertengahan 1800, Eugène Dubois mendaftarkan
diri sebagai dokter tentara Hindia-Belanda dan
melakukan penggallan di Sumatra dan kemudian
di Jawa. Pada tahun 1891-1892, ia menemukan
sebuah gigi geraham, atap tengkorak dan tulang
paha di Trinil (Jawa Timur), yang kemudian ia
publikasikan pada tahun 1894 dengan nama
Pithecanthropus erectus: "manusia kera yang
berjalan tegak", dengan menekankan aspek
"kepurbaan" dari fosil tersebut dan cara gerak
bipedal. Ilmu paleontologi manusia pun lahir!!
130 tahun setelah Pithecanthropus erectus, banyak temuan baru di Indonesia
yang memperkaya pemahaman kita tentang evolusi manusia, kompleksitas asal
usul kita, dan berbagai wujud makhluk manusia di bumi pada masa lalu.
Keanekaragaman budaya dan alam Indonesia tertaut jauh ke masa lalu,
termasuk asal-usul kita sendiri. Fosil-fosil Indonesia menyoroti pentingnya
Nusantara dalam penelusuran persebaran dan adaptasi hominin purba di
berbagai lingkungan yang terus berubah.
EPILOG
Studi manusia purba membantu kita
mengerti asal-usul dan evolusi
manusia modern.
Mengapresiasi adaptasi dan inovasi
manusia purba dalam mengatasi
tantangan lingkungan.
Pentingnya
Mempelajari Manusia
Purba
Memberikan pelajaran berharga
tentang hubungan manusia dengan
lingkungan, dan pentingnya
pengelolaan sumber daya alam
secara bijaksana.
Kehidupan manusia purba penuh tantangan,
mereka mengembangkan teknologi untuk
bertahan hidup. Warisan mereka penting
untuk memahami evolusi manusia dan
pengelolaan lingkungan.
Kesimpulan
Terima Kasih

TUGAS IPS 9F KEL 3_20250412_114902_0000.pdf

  • 1.
  • 2.
    NAMA ANGGOTA KELOMPOK Rehanatuzemausmaliyati Racheal regina putri Anggun firliana Deva bunga Nazriel al nino Revan M.Danang Aditya Ahmad hizam
  • 3.
    APA ITU MANUSIAPURBA? Manusia purba adalah manusia yang hidup pada zaman dahulu sebelum adanya peradaban modern. Mereka merupakan nenek moyang manusia sekarang dan hidup dengan cara berburu, meramu, dan berpindah-pindah tempat. Ciri-cirinya bisa dilihat dari bentuk tubuh yang lebih primitif dan alat-alat yang mereka gunakan terbuat dari batu atau tulang.
  • 4.
    Manusia Purba Homo ErectusFosil fosil ini berasal dari berbagai situs di dalam kubah sangiran (jawa tengah) dan berusia sekitar 800.000 - 1.000.000 tahun Mereka menunjukan karakter yang cukup kuat (relief tulang, ukuran gigi) dan di anggap sebagai anggota dari kelompok arkaik manusia purba homo erectus 1.Tengkorak-Bjg-1602 Bjg-1602 Callote 2.Tengkorak Sendangklampok Skull 3.Atap tengkorak Grogolan wetan 4.Rahang bawah arjuna 9 5.Tulang paha kresna 11
  • 5.
    Replika Tulang 1.Replika Tengkorak Homosapiens 2.Replika Rahang bawah Replika Tulang kering 3.Replika Tengkorak Homo erectus
  • 6.
    Tengkorak Dan Tulang ManusiaPurba Atap Tengkorak Trinil Femur Trinil Tengkorak Pithecanthropus dari Trinil (replika) temuan Dubois mengungkap jejak awal evolusi manusia. Tulang paha pithcenthropus dari Trinil (replika), menunjukan bukti kemampuan berjalan tegak, ciri khas manusia purba
  • 7.
    130Tahun setelah Pitchecanthropus EugèneDubois Terpesona oleh penelitian tentang biogeografi dan asal-usul spesies yang diterbitkan pada pertengahan 1800, Eugène Dubois mendaftarkan diri sebagai dokter tentara Hindia-Belanda dan melakukan penggallan di Sumatra dan kemudian di Jawa. Pada tahun 1891-1892, ia menemukan sebuah gigi geraham, atap tengkorak dan tulang paha di Trinil (Jawa Timur), yang kemudian ia publikasikan pada tahun 1894 dengan nama Pithecanthropus erectus: "manusia kera yang berjalan tegak", dengan menekankan aspek "kepurbaan" dari fosil tersebut dan cara gerak bipedal. Ilmu paleontologi manusia pun lahir!!
  • 8.
    130 tahun setelahPithecanthropus erectus, banyak temuan baru di Indonesia yang memperkaya pemahaman kita tentang evolusi manusia, kompleksitas asal usul kita, dan berbagai wujud makhluk manusia di bumi pada masa lalu. Keanekaragaman budaya dan alam Indonesia tertaut jauh ke masa lalu, termasuk asal-usul kita sendiri. Fosil-fosil Indonesia menyoroti pentingnya Nusantara dalam penelusuran persebaran dan adaptasi hominin purba di berbagai lingkungan yang terus berubah. EPILOG
  • 9.
    Studi manusia purbamembantu kita mengerti asal-usul dan evolusi manusia modern. Mengapresiasi adaptasi dan inovasi manusia purba dalam mengatasi tantangan lingkungan. Pentingnya Mempelajari Manusia Purba Memberikan pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan lingkungan, dan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana.
  • 10.
    Kehidupan manusia purbapenuh tantangan, mereka mengembangkan teknologi untuk bertahan hidup. Warisan mereka penting untuk memahami evolusi manusia dan pengelolaan lingkungan. Kesimpulan
  • 11.