Teks Ulasan Buku
Nama : Elma Eskarina
NPM : 1810302025
UBUR-UBUR LEMBUR
Judul buku : Ubur-Ubur Lembur
Nama penulis : Raditya Dika
Nama penerbit : GagasMedia
Tahun penerbitan : 2018
Hak cipta : Raditya Dika
Jumlah halaman : viii + 232 halaman
Bahasa yang digunakan : Indonesia dan Inggris
Warna sampul buku : Hitam, Hijau, Merah, Putih
Harga buku : Rp66.000
Nomor ISBN : 978-979-780-915-7
Lingkup penerbitan : Nasional
Buku ini berjenis non-fiksi komedi, walaupun dikemas seperti buku fiksi tetapi kejadian yang
diceritakan adalah kejadian nyata yang terjadi pada penulis. Dalam buku, berisi cerita-cerita
yang dianggap menarik dan mengesankan bagi penulis serta dituangkan dalam jenis komedi.
Cerita yang ditulis meupakan kejadian yang ia alami bersama orang yang belum dikenalnya,
fans, teman, sahabat, dan keluarganya. Maksud penulis dengan judul buku bergambar binatang
ubur-ubur yang sedang bekerja adalah orang yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan
keinginannya sehingga dia seperti ubur-ubur yang lemah, lunglai, dan hanya mengikuti arus
tanpa semangat. Dirilis pada 1 Februari 2018, rating untuk buku ini sudah mencapai 4,9 bintang
di PlayStore saat bulan Juli 2018.
Buku ini ditulis oleh Raditya Dika yang sudah menulis buku dari tahun 2005 dan buku
pertamanya berjudul “Kambing Jantan”. Raditya Dika adalah seorang penulis, komedian,
sutradara, dan aktor. Dalam buku pertamanya, ia menceritakan tentang kehidupannya saat
kuliah di Australia. Dari buku pertamanya muncul karya-karya baru hingga saat ini telah
mencapai 8 buku. Hampir semua bukunya masuk dalam kategori best seller. Pada buku “Ubur-
Ubur Lembur” sasaran yang dituju adalah remaja hingga dewasa karena banyak menceritakan
kehidupan percintaan dan kegelisahan dalam dunia kerja.
Judul pada buku sangat menarik sehingga membuat pembaca ingin tahu apa maksud dari judul
tersebut. Dikemas dalam bentuk cerita komedi membuat buku ini tidak membosankan karena
selalu ada hal lucu yang disajikan oleh penulis. Isi dan gaya bahasanya yang sederhana
membuat pembaca mudah memahami apa yang ingin penulis sampaikan. Komedinya yang
halus dan tidak memaksa menjadikan pembaca seperti berada dalam cerita hingga ikut tertawa
dengan penulis. Meskipun berisi banyak kisah percintaan tetapi penulis membangun
penyampaiannya dengan tidak mendayu-dayu.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja hingga dewasa karena banyak
menampilkan cerita percintaan dan kegelisahan dalam dunia kerja. Buku Ubur-Ubur Lembur
adalah buku kedelapan yang ditulis oleh Raditya Dika. Buku pertama hingga ke tujuh nya
memiliki konsep yang sama hanya saja dalam buku ini, penulis lebih menata lagi dari struktur
bahasanya. Semua buku-buku yang ditulisnya memiliki judul yang unik dan megambil nama-
nama binatang. Contohnya “Kambing Jantan”, “ Cinta Brotosaurus”, “Koala Kumal”, dan
lain sebagainya.
Bagi Raditya Dika, menulis buku adalah aktivitas yang paling ia senangi. Menulis menjadi
sebuah kemewahan karena saat ia ingin menulis, ada program stand-up comedy yang harus di-
shooting. Ketika ingin menulis, ada video YouTube baru untuk dikerjakan. Ketika ingin
menulis, ada kucingnya yang mengalami diare harus diurus. Hingga ia sibuk dengan urusannya
dan ia bertemu dengan seorang penulis dari Australia yang memberi tahu bahwa menulis tidak
hanya mementingkan kelucuannya tetapi apa yang dia tulis juga penting. Setelah kejadian itu,
selesai lah buku ini.
Pada bab 1, menceritakan penulis yang membantu temannya dalam masalah percintaannya
serta mengambil hikmah bahwa setiap orang berkembang dan kedewasaan itu perlu. Bab 2
menceritakan penulis juga membantu temannya menyelesaikan masalah setelah putus cinta.
Selanjutnya di bab 3, ia memiliki pengalaman saat bertemu pacar dari mantan pacarnya dan
ingin menghindarinya. Dalam bab 4, penulis mengalami salah paham terhadap 2 orang pelajar
dan menjadi komedi yang lucu. Pada bab 5, penulis bercerita bahwa saat dia SD mempunyai
seorang teman yang sangat disegani oleh murid-murid lain karena kelakuannya. Bab 6 berisi
tentang teman masa kecilnya yang berasal dari India, dari belum kenal hingga suatu saat harus
berpisah. Di bab 7 bercerita tentang ia melewatkan tidak mengunjungi nenek angkatnya yang
berada di Jepang saat dia diundang ke suatu acara di negara tersebut.
Pada bab 8, ia bercerita bahwa saat ia mengerjakan proyek film terdapat banyak kejadian
menyeramkan. Selanjutnya di bab 9, ia berbincang-bincang dengan teman-teman aktris. Bab
10 bercerita tentang komentarnya terhadap media sosial “instagram” pada saat ini. Di bab 10,
terdapat hal unik yaitu penulis bertemu dengan seorang anak yang ingin jadi artis. Bab 11
bercerita jika ia hampir saja menjadi korban perampokan. Pada bab 12, bercerita bahwa ada
penyesalan yang nikmat. Sebagai penutup dan puncak dalam buku ini, di bab terakhir ia
membicarakan tentang ubur-ubur lembur yang menjadi ikon di buku ini.
Keunggulan dari buku ini adalah cover yang menarik sehingga membuat pembaca penasaran.
Gaya bahasa yang disajikan membuat pembaca terhanyut dalam cerita sehingga terkadang
terdapat hal baru yang ditemukan dari buku ini. Bahasa yang sederhana membuat mudah dalam
memahami setiap ceritanya. Dibalik komedinya, dalam setiap cerita terdapat sebuah makna
yang bisa kita ambil. Terdapat ilustrasi-ilustrasi lucu yang membuat kita tidak bosan.
Kekurangan buku ini adalah terdapat kata-kata gaul dan bahasa inggris sehingga kita perlu
mengetahui artinya untuk memahami maksud ceritanya. Selain itu, terdapat kesalahan dalam
pengetikan kata tetapi itu tidak terlalu menganggu. Terkadang komedi yang disajikan sama
dengan yang lain sehingga membuat pembaca terkadang bosan dengan formulanya.
Walaupun terdapat kelemahan, buku ini tetap dapat menjadi buku komedi yang menarik untuk
dibaca. Adanya kelebihan-kelebihan lain menutup kekurangan yang ada. Oleh karena itu, buku
ini tetap pas dibaca oleh masyarakat kalangan remaja dan dewasa karena ceritanya yang nyata
dan mengangkat masalah-masalah umum yang terjadi oleh remaja maupun dewasa.

Teks ulasan buku

  • 1.
    Teks Ulasan Buku Nama: Elma Eskarina NPM : 1810302025 UBUR-UBUR LEMBUR Judul buku : Ubur-Ubur Lembur Nama penulis : Raditya Dika Nama penerbit : GagasMedia Tahun penerbitan : 2018 Hak cipta : Raditya Dika Jumlah halaman : viii + 232 halaman Bahasa yang digunakan : Indonesia dan Inggris Warna sampul buku : Hitam, Hijau, Merah, Putih Harga buku : Rp66.000 Nomor ISBN : 978-979-780-915-7 Lingkup penerbitan : Nasional Buku ini berjenis non-fiksi komedi, walaupun dikemas seperti buku fiksi tetapi kejadian yang diceritakan adalah kejadian nyata yang terjadi pada penulis. Dalam buku, berisi cerita-cerita yang dianggap menarik dan mengesankan bagi penulis serta dituangkan dalam jenis komedi. Cerita yang ditulis meupakan kejadian yang ia alami bersama orang yang belum dikenalnya, fans, teman, sahabat, dan keluarganya. Maksud penulis dengan judul buku bergambar binatang ubur-ubur yang sedang bekerja adalah orang yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan keinginannya sehingga dia seperti ubur-ubur yang lemah, lunglai, dan hanya mengikuti arus tanpa semangat. Dirilis pada 1 Februari 2018, rating untuk buku ini sudah mencapai 4,9 bintang di PlayStore saat bulan Juli 2018.
  • 2.
    Buku ini ditulisoleh Raditya Dika yang sudah menulis buku dari tahun 2005 dan buku pertamanya berjudul “Kambing Jantan”. Raditya Dika adalah seorang penulis, komedian, sutradara, dan aktor. Dalam buku pertamanya, ia menceritakan tentang kehidupannya saat kuliah di Australia. Dari buku pertamanya muncul karya-karya baru hingga saat ini telah mencapai 8 buku. Hampir semua bukunya masuk dalam kategori best seller. Pada buku “Ubur- Ubur Lembur” sasaran yang dituju adalah remaja hingga dewasa karena banyak menceritakan kehidupan percintaan dan kegelisahan dalam dunia kerja. Judul pada buku sangat menarik sehingga membuat pembaca ingin tahu apa maksud dari judul tersebut. Dikemas dalam bentuk cerita komedi membuat buku ini tidak membosankan karena selalu ada hal lucu yang disajikan oleh penulis. Isi dan gaya bahasanya yang sederhana membuat pembaca mudah memahami apa yang ingin penulis sampaikan. Komedinya yang halus dan tidak memaksa menjadikan pembaca seperti berada dalam cerita hingga ikut tertawa dengan penulis. Meskipun berisi banyak kisah percintaan tetapi penulis membangun penyampaiannya dengan tidak mendayu-dayu. Buku ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja hingga dewasa karena banyak menampilkan cerita percintaan dan kegelisahan dalam dunia kerja. Buku Ubur-Ubur Lembur adalah buku kedelapan yang ditulis oleh Raditya Dika. Buku pertama hingga ke tujuh nya memiliki konsep yang sama hanya saja dalam buku ini, penulis lebih menata lagi dari struktur bahasanya. Semua buku-buku yang ditulisnya memiliki judul yang unik dan megambil nama- nama binatang. Contohnya “Kambing Jantan”, “ Cinta Brotosaurus”, “Koala Kumal”, dan lain sebagainya. Bagi Raditya Dika, menulis buku adalah aktivitas yang paling ia senangi. Menulis menjadi sebuah kemewahan karena saat ia ingin menulis, ada program stand-up comedy yang harus di- shooting. Ketika ingin menulis, ada video YouTube baru untuk dikerjakan. Ketika ingin menulis, ada kucingnya yang mengalami diare harus diurus. Hingga ia sibuk dengan urusannya dan ia bertemu dengan seorang penulis dari Australia yang memberi tahu bahwa menulis tidak hanya mementingkan kelucuannya tetapi apa yang dia tulis juga penting. Setelah kejadian itu, selesai lah buku ini. Pada bab 1, menceritakan penulis yang membantu temannya dalam masalah percintaannya serta mengambil hikmah bahwa setiap orang berkembang dan kedewasaan itu perlu. Bab 2 menceritakan penulis juga membantu temannya menyelesaikan masalah setelah putus cinta. Selanjutnya di bab 3, ia memiliki pengalaman saat bertemu pacar dari mantan pacarnya dan ingin menghindarinya. Dalam bab 4, penulis mengalami salah paham terhadap 2 orang pelajar dan menjadi komedi yang lucu. Pada bab 5, penulis bercerita bahwa saat dia SD mempunyai seorang teman yang sangat disegani oleh murid-murid lain karena kelakuannya. Bab 6 berisi tentang teman masa kecilnya yang berasal dari India, dari belum kenal hingga suatu saat harus berpisah. Di bab 7 bercerita tentang ia melewatkan tidak mengunjungi nenek angkatnya yang berada di Jepang saat dia diundang ke suatu acara di negara tersebut.
  • 3.
    Pada bab 8,ia bercerita bahwa saat ia mengerjakan proyek film terdapat banyak kejadian menyeramkan. Selanjutnya di bab 9, ia berbincang-bincang dengan teman-teman aktris. Bab 10 bercerita tentang komentarnya terhadap media sosial “instagram” pada saat ini. Di bab 10, terdapat hal unik yaitu penulis bertemu dengan seorang anak yang ingin jadi artis. Bab 11 bercerita jika ia hampir saja menjadi korban perampokan. Pada bab 12, bercerita bahwa ada penyesalan yang nikmat. Sebagai penutup dan puncak dalam buku ini, di bab terakhir ia membicarakan tentang ubur-ubur lembur yang menjadi ikon di buku ini. Keunggulan dari buku ini adalah cover yang menarik sehingga membuat pembaca penasaran. Gaya bahasa yang disajikan membuat pembaca terhanyut dalam cerita sehingga terkadang terdapat hal baru yang ditemukan dari buku ini. Bahasa yang sederhana membuat mudah dalam memahami setiap ceritanya. Dibalik komedinya, dalam setiap cerita terdapat sebuah makna yang bisa kita ambil. Terdapat ilustrasi-ilustrasi lucu yang membuat kita tidak bosan. Kekurangan buku ini adalah terdapat kata-kata gaul dan bahasa inggris sehingga kita perlu mengetahui artinya untuk memahami maksud ceritanya. Selain itu, terdapat kesalahan dalam pengetikan kata tetapi itu tidak terlalu menganggu. Terkadang komedi yang disajikan sama dengan yang lain sehingga membuat pembaca terkadang bosan dengan formulanya. Walaupun terdapat kelemahan, buku ini tetap dapat menjadi buku komedi yang menarik untuk dibaca. Adanya kelebihan-kelebihan lain menutup kekurangan yang ada. Oleh karena itu, buku ini tetap pas dibaca oleh masyarakat kalangan remaja dan dewasa karena ceritanya yang nyata dan mengangkat masalah-masalah umum yang terjadi oleh remaja maupun dewasa.