KONSEP SPIRITUAL
DALAM KEPERAWATAN
 Spiritualitas, keyakinan dan agama
merupakan hal yang terpisah, walaupun
seringkali diartikan sama. Pemahaman
tentang perbedaan antara tiga istilah
tersebut sangat penting bagi perawat untuk
menghindarkan salah pengertian yang akan
mempengaruhi pendekatan yang digunakan
perawat.
Spiritualitas meliputi aspek sebagai berikut:
 Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui
atau ketidakpastian dalam kehidupan.
 Menemukan arti dan tujuan hidup.
 Menyadari kemampuan untuk menggunakan
sumber dan kekuatan dalam diri sendiri.
 Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri
sendiri dan denganYang MahaTinggi.
 Dimensi spiritual berupaya untuk
mempertahankan keharmonisan atau
keselarasan dengan dunia luar, berjuang
untuk menjawab atau mendapatkan
kekuatan ketika sedang menghadapi stress
emosional, penyakit fisik, atau kematian.
Kekuatan yang timbul diluar kekuatan
Manusia
 Menguraikan spiritualitas sebagai suatu yang
multidimensi, yaitu dimensi ekstensial dan
dimensia agama. Dimensi ekstensial
berfokus pada tujuan dan arti kehidupan,
sedangkan dimensi agama lebih berfokus
pada hubungan seseorang denganTuhan
Yang Maha Penguasa.
 Menguraikan bahwa spiritualitas sebagai konsep
dua dimensi: dimensi vertikal adalah hubungan
dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang
menuntun kehidupan seseorang, sedangkan
dimensi horizontal adalah hubungan seseorang
dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan
lingkungan. Terdapat hubungan yang terus menerus
antara dua dimensi tersebut.
 Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk
mempertahankan atau mengembalikan
keyakinan dan memenuhi kewajiban agama,
serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf
atau pengampunan, mencintai, menjalin
hubungan penuh rasa percaya denganTuhan
 Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan
untuk mencari arti dan tujuan hidup,
kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta
rasa keterikatan, dan kebutuhan untuk
memberikan dan mendapatkan maaf.
 Mempunyai kepercayaan atau keyakinan
berarti mempercayai atau mempunyai
komitmen terhadap sesuatu atau seseorang.
Secara umum agama atau keyakinan spiritual
merupakan upaya seseorang untuk
memahami tempat seseorang di dalam
kehidupan, yaitu bagaimana seseorang
melihat dirinya dalam hubungannya dengan
lingkungan secara menyeluruh.
 merupakan suatu sistem ibadah yang
terorganisir atau teratur. Agama mempunyai
keyakinan sentral, ritual, dan praktik yang
biasanya berhubungan dengan kematian,
perkawinan dan keselamatan/penyelamatan
(salvation). Agama mempunyai aturan-aturan
tertentu yang diprakktikan dalam kehidupan
sehari-hari yang memberikan kepuasan bagi
yang menjalankannya. Perkembangan
keagamaan individu merujuk pada penerimaan
keyakinan, nilai, aturan dan ritual tertentu
.
 Pengetahuan diri (siapa dirinya, apa yang
dapat dilakukannya).
 Sikap (percaya pada diri sendiri, percaya pada
kehidupan/masa depan, ketenangan pikiran,
harmoni/keselarasan dengan diri sendiri).
 Mengetahui tentang tanaman, pohon,
margasatwa, iklim.
 Berkomunikasi dengan alam (bertanam,
berjalan kaki), mengabdi dan melindungi
alam.
Harmonis/suportif.
 Berbagi waktu, pengetahuan dan sumber secara
timbal balik.
 Mengasuh anak, orangtua dan orang sakit.
 Meyakini kehidupan dan kematian (mengunjungi,
melayat, dll).
Tidak harmonis
 Konflik dengan orang lain.
 Resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan
friksi.
Agamais atau tidak agamais
 Sembahyang/berdoa/meditasi.
 Perlengkapan keagamaan.
 Bersatu dengan alam.
 Merumuskan arti personal yang positif tentang tujuan
keberadaannya di dunia/kehidupan.
 Mengembangkan arti penderitaan dan meyakini hikmah dari
suatu kejadian atau penderitaan.
 Menjalin hubungan positif dan dinamis melalui keyakinan,
rasa percaya dan cinta.
 Membina integritas personal dan merasa diri berharga.
 Merasakan kehidupan yang terarah terlihat melalui harapan.
 Mengembangkan hubungan antar manusia yang positif.
 Keyakinan spiritual sangat penting bagi
perawat karena dapat mempengaruhi tingkat
kesehatan dan perilaku selfcare klien.
Beberapa pengaruh dari keyakinan spiritual
yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
 Praktik tertentu pada umumnya yang
berhubungan dengan pelayanan kesehatan
mungkin mempunyai makna keagamaan bagi
klien. Sebagai contoh, ada agama yang
menetapkan makanan diit yang boleh dan
tidak boleh dimakan. Begitu pula metode
keluarga berencana ada agama yang
melarang cara tertentu untuk mencegah
kehamilan termasuk terapi medik atau
pengobatan.
 Pada saat mengalami stress, individu akan mencari
dukungan dari keyakinan agamanya. Dukungan ini
sangat diperlukan untuk dapat menerima keadaan
sakit yang dialami, khususnya jika penyakit tersebut
memerlukan proses penyembuhan yang lama
dengan hasil yang belum pasti. Sembahyang atau
berdoa, membaca kitab suci, dan praktik
keagamaan lainnya sering membantu memenuhi
kebutuhan spiritual yang juga merupakan suatu
perlindungan terhadap tubuh.
 Nilai dari keyakinan agama tidak dapat dengan
mudah dievaluasi (Taylor, Lilis & Le Mone, 1997).
Walaupun demikian pengaruh keyakinan tersebut
dapat diamati oleh tenaga kesehatan dengan
mengetahui bahwa individu cenderung dapat
menahan distress fisik yang luar biasa karena
mempunyai keyakinan yang kuat. Keluarga klien
akan mengikuti semua proses penyembuhan yang
memerlukan upaya ekstra, karena keyakinan bahwa
semua upaya tersebut akan berhasil.
 Pada suatu situasi tertentu, bisa terjadi
konflik antara keyakinan agama dengan
praktik kesehatan. Misalnya ada orang yang
memandang penyakit sebagai suatu bentuk
hukuman karena pernah berdosa.
 Ada agama tertentu yang menganggap
manusia sebagai makhluk yang tidak berdaya
dalam mengendalikan lingkungannya, oleh
karena itu penyakit diterima sebagai nasib
bukan sebagai sesuatu yang harus
disembuhkan.
 Menurut Taylor, Lilis & Le Mone (1997) dan
Craven & Hirnle (1996), faktor penting yang
dapat mempengaruhi spiritualitas seseorang
adalah:
 Berdasarkan hasil penelitian terhadap anak-
anak dengan empat agama yang berbeda
ditemukan bahwa mereka mempunyai
persepsi tentang Tuhan dan bentuk
sembahyang yang berbeda menurut usia,
seks, agama dan kepribadian anak.
 Gambaran tentang Tuhan yang bekerja melalui
kedekatan dengan manusia dan saling keterikatan
dengan kehidupan.
 Mempercayai bahwa Tuhan terlibat dalam
perubahan dan pertumbuhan diri serta transformasi
yang membuat dunia tetap segar, penuh kehidupan
dan berarti.
 Meyakini Tuhan mempunyai kekuatan dan
selanjutnya merasa takut menghadapi kekuasaan
Tuhan.
 Gambaran cahaya/sinar.
 Peran orang tua sangat menentukan dalam
perkembangan spiritualitas anak.Yang penting
bukan apa yang diajarkan oleh orangtua kepada
anaknya tentangTuhan, tetapi apa yang anak
pelajari mengenaiTuhan, kehidupan dan diri sendiri
dari perilaku orang tua mereka. Oleh karena
keluarga merupakan lingkungan terdekat dan
pengalaman pertama anak dalam mempersepsikan
kehidupan di dunia, maka pandangan anak pada
umumnya diwarnai oleh pengalaman mereka dalam
berhubungan dengan orang tua dan saudaranya.
 Sikap, keyakinan dan nilai dipengaruhi oleh latar
belakang etnik dan sosial budaya. Pada umumnya
seseorang akan mengikuti tradisi agama dan
spiritual keluarga. Anak belajar pentingnya
menjalankan kegiatan agama, termasuk nilai moral
dari hubungan keluarga dan peran serta dalam
berbagai bentuk kegiatan keagamaan. Perlu
diperhatikan apapun tradisi agama atau sistem
kepercayaan yang dianut individu, tetap saja
pengalaman spiritual unik bagi tiap individu.
 Pengalaman hidup baik yang positif maupun
pengalaman negatif dapat mempengaruhi
spiritualitas seseorang. Sebaliknya juga dipengaruhi
oleh bagaimana seseorang mengartikan secara
spiritual kejadian atau pengalaman tersebut. Sebagai
contoh, jika dua orang wanita yang mempercayai
bahwa Tuhan mencintai umatnya, kehilangan anak
mereka karena kecelakaan, salah satu dari mereka
akan bereaksi dengan mempertanyakan keberadaan
Tuhan dan tidak mau sembahyang lagi. Sedangkan
wanita yang lain bahkan sebaliknya terus berdoa dan
meminta Tuhan membantunya untuk mengerti dan
menerima kehilangan anaknya.
 Begitu pula pengalaman hidup yang
menyenangkan sekalipun seperti pernikahan,
pelantikan, kelulusan, kenaikan pangkat atau
jabatan dapat menimbulkan perasaan bersyukur
kepadaTuhan, namun ada juga yang merasa tidak
perlu mensyukurinya. Peristiwa dalam kehidupan
sering dianggap sebagai suatu cobaan yang
diberikanTuhan kepada manusia untuk menguji
kekuatan imannya. Pada saat ini, kebutuhan
spiritual akan meningkat yang memerlukan
kedalaman spiritual dan kemampuan koping
untuk memenuhinya
Spiritualitas

Spiritualitas

  • 1.
  • 3.
     Spiritualitas, keyakinandan agama merupakan hal yang terpisah, walaupun seringkali diartikan sama. Pemahaman tentang perbedaan antara tiga istilah tersebut sangat penting bagi perawat untuk menghindarkan salah pengertian yang akan mempengaruhi pendekatan yang digunakan perawat.
  • 4.
    Spiritualitas meliputi aspeksebagai berikut:  Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan.  Menemukan arti dan tujuan hidup.  Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri.  Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan denganYang MahaTinggi.
  • 5.
     Dimensi spiritualberupaya untuk mempertahankan keharmonisan atau keselarasan dengan dunia luar, berjuang untuk menjawab atau mendapatkan kekuatan ketika sedang menghadapi stress emosional, penyakit fisik, atau kematian. Kekuatan yang timbul diluar kekuatan Manusia
  • 6.
     Menguraikan spiritualitassebagai suatu yang multidimensi, yaitu dimensi ekstensial dan dimensia agama. Dimensi ekstensial berfokus pada tujuan dan arti kehidupan, sedangkan dimensi agama lebih berfokus pada hubungan seseorang denganTuhan Yang Maha Penguasa.
  • 7.
     Menguraikan bahwaspiritualitas sebagai konsep dua dimensi: dimensi vertikal adalah hubungan dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang menuntun kehidupan seseorang, sedangkan dimensi horizontal adalah hubungan seseorang dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan lingkungan. Terdapat hubungan yang terus menerus antara dua dimensi tersebut.
  • 8.
     Kebutuhan spiritualadalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya denganTuhan
  • 9.
     Kebutuhan spiritualmerupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan, dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf.
  • 10.
     Mempunyai kepercayaanatau keyakinan berarti mempercayai atau mempunyai komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Secara umum agama atau keyakinan spiritual merupakan upaya seseorang untuk memahami tempat seseorang di dalam kehidupan, yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya dalam hubungannya dengan lingkungan secara menyeluruh.
  • 11.
     merupakan suatusistem ibadah yang terorganisir atau teratur. Agama mempunyai keyakinan sentral, ritual, dan praktik yang biasanya berhubungan dengan kematian, perkawinan dan keselamatan/penyelamatan (salvation). Agama mempunyai aturan-aturan tertentu yang diprakktikan dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan kepuasan bagi yang menjalankannya. Perkembangan keagamaan individu merujuk pada penerimaan keyakinan, nilai, aturan dan ritual tertentu
  • 12.
  • 13.
     Pengetahuan diri(siapa dirinya, apa yang dapat dilakukannya).  Sikap (percaya pada diri sendiri, percaya pada kehidupan/masa depan, ketenangan pikiran, harmoni/keselarasan dengan diri sendiri).
  • 14.
     Mengetahui tentangtanaman, pohon, margasatwa, iklim.  Berkomunikasi dengan alam (bertanam, berjalan kaki), mengabdi dan melindungi alam.
  • 15.
    Harmonis/suportif.  Berbagi waktu,pengetahuan dan sumber secara timbal balik.  Mengasuh anak, orangtua dan orang sakit.  Meyakini kehidupan dan kematian (mengunjungi, melayat, dll). Tidak harmonis  Konflik dengan orang lain.  Resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan friksi.
  • 16.
    Agamais atau tidakagamais  Sembahyang/berdoa/meditasi.  Perlengkapan keagamaan.  Bersatu dengan alam.
  • 17.
     Merumuskan artipersonal yang positif tentang tujuan keberadaannya di dunia/kehidupan.  Mengembangkan arti penderitaan dan meyakini hikmah dari suatu kejadian atau penderitaan.  Menjalin hubungan positif dan dinamis melalui keyakinan, rasa percaya dan cinta.  Membina integritas personal dan merasa diri berharga.  Merasakan kehidupan yang terarah terlihat melalui harapan.  Mengembangkan hubungan antar manusia yang positif.
  • 18.
     Keyakinan spiritualsangat penting bagi perawat karena dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku selfcare klien. Beberapa pengaruh dari keyakinan spiritual yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
  • 19.
     Praktik tertentupada umumnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan mungkin mempunyai makna keagamaan bagi klien. Sebagai contoh, ada agama yang menetapkan makanan diit yang boleh dan tidak boleh dimakan. Begitu pula metode keluarga berencana ada agama yang melarang cara tertentu untuk mencegah kehamilan termasuk terapi medik atau pengobatan.
  • 20.
     Pada saatmengalami stress, individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya. Dukungan ini sangat diperlukan untuk dapat menerima keadaan sakit yang dialami, khususnya jika penyakit tersebut memerlukan proses penyembuhan yang lama dengan hasil yang belum pasti. Sembahyang atau berdoa, membaca kitab suci, dan praktik keagamaan lainnya sering membantu memenuhi kebutuhan spiritual yang juga merupakan suatu perlindungan terhadap tubuh.
  • 21.
     Nilai darikeyakinan agama tidak dapat dengan mudah dievaluasi (Taylor, Lilis & Le Mone, 1997). Walaupun demikian pengaruh keyakinan tersebut dapat diamati oleh tenaga kesehatan dengan mengetahui bahwa individu cenderung dapat menahan distress fisik yang luar biasa karena mempunyai keyakinan yang kuat. Keluarga klien akan mengikuti semua proses penyembuhan yang memerlukan upaya ekstra, karena keyakinan bahwa semua upaya tersebut akan berhasil.
  • 22.
     Pada suatusituasi tertentu, bisa terjadi konflik antara keyakinan agama dengan praktik kesehatan. Misalnya ada orang yang memandang penyakit sebagai suatu bentuk hukuman karena pernah berdosa.
  • 23.
     Ada agamatertentu yang menganggap manusia sebagai makhluk yang tidak berdaya dalam mengendalikan lingkungannya, oleh karena itu penyakit diterima sebagai nasib bukan sebagai sesuatu yang harus disembuhkan.
  • 24.
     Menurut Taylor,Lilis & Le Mone (1997) dan Craven & Hirnle (1996), faktor penting yang dapat mempengaruhi spiritualitas seseorang adalah:
  • 25.
     Berdasarkan hasilpenelitian terhadap anak- anak dengan empat agama yang berbeda ditemukan bahwa mereka mempunyai persepsi tentang Tuhan dan bentuk sembahyang yang berbeda menurut usia, seks, agama dan kepribadian anak.
  • 26.
     Gambaran tentangTuhan yang bekerja melalui kedekatan dengan manusia dan saling keterikatan dengan kehidupan.  Mempercayai bahwa Tuhan terlibat dalam perubahan dan pertumbuhan diri serta transformasi yang membuat dunia tetap segar, penuh kehidupan dan berarti.  Meyakini Tuhan mempunyai kekuatan dan selanjutnya merasa takut menghadapi kekuasaan Tuhan.  Gambaran cahaya/sinar.
  • 27.
     Peran orangtua sangat menentukan dalam perkembangan spiritualitas anak.Yang penting bukan apa yang diajarkan oleh orangtua kepada anaknya tentangTuhan, tetapi apa yang anak pelajari mengenaiTuhan, kehidupan dan diri sendiri dari perilaku orang tua mereka. Oleh karena keluarga merupakan lingkungan terdekat dan pengalaman pertama anak dalam mempersepsikan kehidupan di dunia, maka pandangan anak pada umumnya diwarnai oleh pengalaman mereka dalam berhubungan dengan orang tua dan saudaranya.
  • 28.
     Sikap, keyakinandan nilai dipengaruhi oleh latar belakang etnik dan sosial budaya. Pada umumnya seseorang akan mengikuti tradisi agama dan spiritual keluarga. Anak belajar pentingnya menjalankan kegiatan agama, termasuk nilai moral dari hubungan keluarga dan peran serta dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan. Perlu diperhatikan apapun tradisi agama atau sistem kepercayaan yang dianut individu, tetap saja pengalaman spiritual unik bagi tiap individu.
  • 29.
     Pengalaman hidupbaik yang positif maupun pengalaman negatif dapat mempengaruhi spiritualitas seseorang. Sebaliknya juga dipengaruhi oleh bagaimana seseorang mengartikan secara spiritual kejadian atau pengalaman tersebut. Sebagai contoh, jika dua orang wanita yang mempercayai bahwa Tuhan mencintai umatnya, kehilangan anak mereka karena kecelakaan, salah satu dari mereka akan bereaksi dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan dan tidak mau sembahyang lagi. Sedangkan wanita yang lain bahkan sebaliknya terus berdoa dan meminta Tuhan membantunya untuk mengerti dan menerima kehilangan anaknya.
  • 30.
     Begitu pulapengalaman hidup yang menyenangkan sekalipun seperti pernikahan, pelantikan, kelulusan, kenaikan pangkat atau jabatan dapat menimbulkan perasaan bersyukur kepadaTuhan, namun ada juga yang merasa tidak perlu mensyukurinya. Peristiwa dalam kehidupan sering dianggap sebagai suatu cobaan yang diberikanTuhan kepada manusia untuk menguji kekuatan imannya. Pada saat ini, kebutuhan spiritual akan meningkat yang memerlukan kedalaman spiritual dan kemampuan koping untuk memenuhinya