Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah:
Dokumen tersebut membahas konsep spiritualitas dan agama dalam keperawatan, termasuk perbedaan antara spiritualitas, kepercayaan, dan agama serta pengaruh keyakinan spiritual terhadap pasien.
 Spiritualitas, keyakinandan agama
merupakan hal yang terpisah, walaupun
seringkali diartikan sama. Pemahaman
tentang perbedaan antara tiga istilah
tersebut sangat penting bagi perawat untuk
menghindarkan salah pengertian yang akan
mempengaruhi pendekatan yang digunakan
perawat.
4.
Spiritualitas meliputi aspeksebagai berikut:
 Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui
atau ketidakpastian dalam kehidupan.
 Menemukan arti dan tujuan hidup.
 Menyadari kemampuan untuk menggunakan
sumber dan kekuatan dalam diri sendiri.
 Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri
sendiri dan denganYang MahaTinggi.
5.
 Dimensi spiritualberupaya untuk
mempertahankan keharmonisan atau
keselarasan dengan dunia luar, berjuang
untuk menjawab atau mendapatkan
kekuatan ketika sedang menghadapi stress
emosional, penyakit fisik, atau kematian.
Kekuatan yang timbul diluar kekuatan
Manusia
6.
 Menguraikan spiritualitassebagai suatu yang
multidimensi, yaitu dimensi ekstensial dan
dimensia agama. Dimensi ekstensial
berfokus pada tujuan dan arti kehidupan,
sedangkan dimensi agama lebih berfokus
pada hubungan seseorang denganTuhan
Yang Maha Penguasa.
7.
 Menguraikan bahwaspiritualitas sebagai konsep
dua dimensi: dimensi vertikal adalah hubungan
dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang
menuntun kehidupan seseorang, sedangkan
dimensi horizontal adalah hubungan seseorang
dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan
lingkungan. Terdapat hubungan yang terus menerus
antara dua dimensi tersebut.
8.
 Kebutuhan spiritualadalah kebutuhan untuk
mempertahankan atau mengembalikan
keyakinan dan memenuhi kewajiban agama,
serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf
atau pengampunan, mencintai, menjalin
hubungan penuh rasa percaya denganTuhan
9.
 Kebutuhan spiritualmerupakan kebutuhan
untuk mencari arti dan tujuan hidup,
kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta
rasa keterikatan, dan kebutuhan untuk
memberikan dan mendapatkan maaf.
10.
 Mempunyai kepercayaanatau keyakinan
berarti mempercayai atau mempunyai
komitmen terhadap sesuatu atau seseorang.
Secara umum agama atau keyakinan spiritual
merupakan upaya seseorang untuk
memahami tempat seseorang di dalam
kehidupan, yaitu bagaimana seseorang
melihat dirinya dalam hubungannya dengan
lingkungan secara menyeluruh.
11.
 merupakan suatusistem ibadah yang
terorganisir atau teratur. Agama mempunyai
keyakinan sentral, ritual, dan praktik yang
biasanya berhubungan dengan kematian,
perkawinan dan keselamatan/penyelamatan
(salvation). Agama mempunyai aturan-aturan
tertentu yang diprakktikan dalam kehidupan
sehari-hari yang memberikan kepuasan bagi
yang menjalankannya. Perkembangan
keagamaan individu merujuk pada penerimaan
keyakinan, nilai, aturan dan ritual tertentu
 Pengetahuan diri(siapa dirinya, apa yang
dapat dilakukannya).
 Sikap (percaya pada diri sendiri, percaya pada
kehidupan/masa depan, ketenangan pikiran,
harmoni/keselarasan dengan diri sendiri).
14.
 Mengetahui tentangtanaman, pohon,
margasatwa, iklim.
 Berkomunikasi dengan alam (bertanam,
berjalan kaki), mengabdi dan melindungi
alam.
15.
Harmonis/suportif.
 Berbagi waktu,pengetahuan dan sumber secara
timbal balik.
 Mengasuh anak, orangtua dan orang sakit.
 Meyakini kehidupan dan kematian (mengunjungi,
melayat, dll).
Tidak harmonis
 Konflik dengan orang lain.
 Resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan
friksi.
16.
Agamais atau tidakagamais
 Sembahyang/berdoa/meditasi.
 Perlengkapan keagamaan.
 Bersatu dengan alam.
17.
 Merumuskan artipersonal yang positif tentang tujuan
keberadaannya di dunia/kehidupan.
 Mengembangkan arti penderitaan dan meyakini hikmah dari
suatu kejadian atau penderitaan.
 Menjalin hubungan positif dan dinamis melalui keyakinan,
rasa percaya dan cinta.
 Membina integritas personal dan merasa diri berharga.
 Merasakan kehidupan yang terarah terlihat melalui harapan.
 Mengembangkan hubungan antar manusia yang positif.
18.
 Keyakinan spiritualsangat penting bagi
perawat karena dapat mempengaruhi tingkat
kesehatan dan perilaku selfcare klien.
Beberapa pengaruh dari keyakinan spiritual
yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
19.
 Praktik tertentupada umumnya yang
berhubungan dengan pelayanan kesehatan
mungkin mempunyai makna keagamaan bagi
klien. Sebagai contoh, ada agama yang
menetapkan makanan diit yang boleh dan
tidak boleh dimakan. Begitu pula metode
keluarga berencana ada agama yang
melarang cara tertentu untuk mencegah
kehamilan termasuk terapi medik atau
pengobatan.
20.
 Pada saatmengalami stress, individu akan mencari
dukungan dari keyakinan agamanya. Dukungan ini
sangat diperlukan untuk dapat menerima keadaan
sakit yang dialami, khususnya jika penyakit tersebut
memerlukan proses penyembuhan yang lama
dengan hasil yang belum pasti. Sembahyang atau
berdoa, membaca kitab suci, dan praktik
keagamaan lainnya sering membantu memenuhi
kebutuhan spiritual yang juga merupakan suatu
perlindungan terhadap tubuh.
21.
 Nilai darikeyakinan agama tidak dapat dengan
mudah dievaluasi (Taylor, Lilis & Le Mone, 1997).
Walaupun demikian pengaruh keyakinan tersebut
dapat diamati oleh tenaga kesehatan dengan
mengetahui bahwa individu cenderung dapat
menahan distress fisik yang luar biasa karena
mempunyai keyakinan yang kuat. Keluarga klien
akan mengikuti semua proses penyembuhan yang
memerlukan upaya ekstra, karena keyakinan bahwa
semua upaya tersebut akan berhasil.
22.
 Pada suatusituasi tertentu, bisa terjadi
konflik antara keyakinan agama dengan
praktik kesehatan. Misalnya ada orang yang
memandang penyakit sebagai suatu bentuk
hukuman karena pernah berdosa.
23.
 Ada agamatertentu yang menganggap
manusia sebagai makhluk yang tidak berdaya
dalam mengendalikan lingkungannya, oleh
karena itu penyakit diterima sebagai nasib
bukan sebagai sesuatu yang harus
disembuhkan.
24.
 Menurut Taylor,Lilis & Le Mone (1997) dan
Craven & Hirnle (1996), faktor penting yang
dapat mempengaruhi spiritualitas seseorang
adalah:
25.
 Berdasarkan hasilpenelitian terhadap anak-
anak dengan empat agama yang berbeda
ditemukan bahwa mereka mempunyai
persepsi tentang Tuhan dan bentuk
sembahyang yang berbeda menurut usia,
seks, agama dan kepribadian anak.
26.
 Gambaran tentangTuhan yang bekerja melalui
kedekatan dengan manusia dan saling keterikatan
dengan kehidupan.
 Mempercayai bahwa Tuhan terlibat dalam
perubahan dan pertumbuhan diri serta transformasi
yang membuat dunia tetap segar, penuh kehidupan
dan berarti.
 Meyakini Tuhan mempunyai kekuatan dan
selanjutnya merasa takut menghadapi kekuasaan
Tuhan.
 Gambaran cahaya/sinar.
27.
 Peran orangtua sangat menentukan dalam
perkembangan spiritualitas anak.Yang penting
bukan apa yang diajarkan oleh orangtua kepada
anaknya tentangTuhan, tetapi apa yang anak
pelajari mengenaiTuhan, kehidupan dan diri sendiri
dari perilaku orang tua mereka. Oleh karena
keluarga merupakan lingkungan terdekat dan
pengalaman pertama anak dalam mempersepsikan
kehidupan di dunia, maka pandangan anak pada
umumnya diwarnai oleh pengalaman mereka dalam
berhubungan dengan orang tua dan saudaranya.
28.
 Sikap, keyakinandan nilai dipengaruhi oleh latar
belakang etnik dan sosial budaya. Pada umumnya
seseorang akan mengikuti tradisi agama dan
spiritual keluarga. Anak belajar pentingnya
menjalankan kegiatan agama, termasuk nilai moral
dari hubungan keluarga dan peran serta dalam
berbagai bentuk kegiatan keagamaan. Perlu
diperhatikan apapun tradisi agama atau sistem
kepercayaan yang dianut individu, tetap saja
pengalaman spiritual unik bagi tiap individu.
29.
 Pengalaman hidupbaik yang positif maupun
pengalaman negatif dapat mempengaruhi
spiritualitas seseorang. Sebaliknya juga dipengaruhi
oleh bagaimana seseorang mengartikan secara
spiritual kejadian atau pengalaman tersebut. Sebagai
contoh, jika dua orang wanita yang mempercayai
bahwa Tuhan mencintai umatnya, kehilangan anak
mereka karena kecelakaan, salah satu dari mereka
akan bereaksi dengan mempertanyakan keberadaan
Tuhan dan tidak mau sembahyang lagi. Sedangkan
wanita yang lain bahkan sebaliknya terus berdoa dan
meminta Tuhan membantunya untuk mengerti dan
menerima kehilangan anaknya.
30.
 Begitu pulapengalaman hidup yang
menyenangkan sekalipun seperti pernikahan,
pelantikan, kelulusan, kenaikan pangkat atau
jabatan dapat menimbulkan perasaan bersyukur
kepadaTuhan, namun ada juga yang merasa tidak
perlu mensyukurinya. Peristiwa dalam kehidupan
sering dianggap sebagai suatu cobaan yang
diberikanTuhan kepada manusia untuk menguji
kekuatan imannya. Pada saat ini, kebutuhan
spiritual akan meningkat yang memerlukan
kedalaman spiritual dan kemampuan koping
untuk memenuhinya