Sosialisasi Perma Nomor 8 Tahun 2022 tentang perubahan Atas Perma Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Elektronik
SOSIALISASI
PERMA NOMOR 8TAHUN 2022
TENTANG PERUBAHAN ATAS PERMA
NOMOR 4 TAHUN 2020 TENTANG
ADMINISTRASI DAN PERSIDANGAN
PERKARA PIDANA DI PENGADILAN
SECARA ELEKTRONIK
2.
Administrasi perkarasecara elektronik =
proses pengajuan izin/persetujuan
penggeledahan, izin/persetujuan penyitaan,
penahanan, izin besuk tahanan, permohonan
pinjam pakai barang bukti, penetapan
diversi, pelimpahan perkara, permohonan
restitusi/kompensasi, pengiriman salinan
putusan kepada Penuntut dan Penyidik dan
upaya hukum banding secara elektronik.
3.
PERBEDAAN PERMA NOMOR8 TAHUN 2022
DENGAN PERMA NOMOR 4 TAHUN 2020
SIP (Sistem Informasi Pengadilan) sebagai
instrumen utama administrasi perkara.
SIP adalah seluruh sistem yang ada di
Mahkamah Agung, termasuk SIPP, MIS, dan e-
Berpadu.
Administrasi pra persidangan, persidangan
sampai dengan upaya hukum dilakukan
secara elektronik.
4.
Dokumen keberatan/eksepsi,pendapat
Penuntut Umum, tuntutan, pembelaan, replik
dan duplik diunggah ke Sistem Informasi
Pengadilan (SIP) sesaat sebelum dibacakan.
Dokumen elektronik diverifikasi setelah
dibacakan di persidangan.
Setelah dibacakan, Pengadilan meneruskan
dokumen elektronik ke alamat domisili
elektronik Penuntut Umum/Terdakwa dan/atau
Penasihat Hukum Terdakwa (pihak lawan)
(Pasal 3 PERMA Nomor 8 Tahun 2022)
5.
Apabila Terdakwaditahan dan tidak
didampingi Penasihat Hukum, maka seluruh
dokumen akan dibantu pengunggahannya
oleh tempat dimana Terdakwa ditahan, yakni
Rutan/Lapas, demikian pula
panggilan/pemberitahuan sidang dikirim ke
Rutan/Lapas.
Jika Terdakwa tidak ditahan, maka
panggilan/pemberitahuan sidang dilakukan
melalui surat tercatat, adapun pengunggahan
dokumen dapat dilakukan oleh Panitera
sidang.
6.
Setiap dokumenpersidangan (BAS,
Putusan/Putusan Sela, Penetapan) atau
dokumen yang disampaikan oleh Penuntut
Umum, Terdakwa, dan Penasihat Hukum
diunggah ke SIP.
7.
Dalam pelimpahanberkas perkara pidana
biasa dan singkat, Penuntut setidaknya
menyertakan alamat domisili elektronik dari
Penuntut Umum, Penyidik, instansi tempat
Terdakwa ditahan apabila Terdakwa ditahan,
dan kesatuan Terdakwa dan/atau Penasihat
Hukum.
8.
Kepaniteraan pidanayang menerima
pelimpahan berkas perkara pidana biasa dan
pidana singkat, melakukan validasi
kelengkapan berkas perkara melalui SIP
sebelum berkas perkara diregister.
10.
Naskah putusandiunggah oleh Panitera
sidang ke dalam SIP
Panitera menandatangani naskah putusan
yang telah dicocokkan, menggunakan tanda
tangan elektronik menjadi salinan putusan.
Upaya hukum banding, kasasi dan peninjauan
kembali dilakukan secara elektronik melalui
SIP, termasuk pemeriksaan berkas perkara
(inzage)
11.
Informasi perkarayang ada di dalam SIP
memiliki kekuatan hukum yang sama dengan
buku register dan buku kas keuangan
perkara.
Petunjuk teknisPERMA Nomor 8 Tahun 2022 diatur
dalam Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI nomor
365/KMA/SK/XII/2022 tentang Petunjuk Teknis
Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di
Pengadilan secara Elektronik (tahapan mendapatkan
akun pengguna terdaftar dan pengguna lain, proses
administrasi izin/persetujuan penggeledahan,
penyitaan, perpanjangan penahanan, penetapan
diversi, pelimpahan perkara, persidangan)
Pengadilan memproses paling lambat pada pukul 15.00
waktu setempat, apabila diajukan di luar waktu tsb
maka diproses pada hari kerja berikutnya (diproses
paling lama 3 (tiga) hari sejak permohonan diregistrasi)