Rumah Sehat
& parameter Udara
Linda Dewanti, dr. Mkes., MHSc., Ph.D.
Pajanan polutan udara (short-or long-term) berkorelasi dg
kesehatan manusia:
• Gangguan respiratory
• MRS o/k heart or lung diseases
• Premature death.
• Beberapa toxicant (chronic exposure): cancer, reproductive effects, birth
defects
Kualitas Udara Kesehatan
EPA (Environmental Protection Agency)
• Langsung: iritasi mata, iritasi hidung dan tenggorokan, serta sakit
kepala, mual dan nyeri otot (fatigue), termasuk asma,
hipersensitivitas pneumonia, flu dan penyakit–penyakit virus lainnya.
• Tidak langsung: penyakit paru, jantung, dan kanker & berakibat fatal
• Bronkhitis kronis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), kanker paru,
kematian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), kematian bayi usia kurang
dari satu minggu, otitis media dan ISPA, tuberculosis sering dijumpai
pada lingkungan dengan kualitas udara dalam ruang yang tidak baik
Kualitas Udara buruk Kesehatan
Source: (USEPA, 2007; Permenkes no 1077 th 2011).
Kualitas Udara, dipengaruhi o/
• bahan bangunan (asbes, cat ∞Pb)
• struktur bangunan (ventilasi)
• furniture & interior (pelarut organik)
• kepadatan hunian
• Debu
• kelembaban yang berlebihan.
• penggunaan energi tidak ramah lingkungan (batubara, kayu, biomass
dari kotoran hewan)
• merokok dalam rumah
• penggunaan pestisida, bahan kimia pembersih, dan kosmetika.
Permenkes RI No 1077/Menkes/Per/V/2011
Ventilasi dapur mempunyai bukaan sekurang-kurangnya 40% dari luas lantai, dengan sistem silang sehingga
terjadi aliran udara, atau menggunakan teknologi tepat guna untuk menangkap asap dan zat pencemar udara
Permenkes RI No 1077/Menkes/Per/V/2011
Permenkes RI No 1077/Menkes/Per/V/2011
Persyaratan Kimia
Persyaratan Kontaminan Biologi
Permenkes RI No 1077/Menkes/Per/V/2011
CFU= coloni form unit
Bakteri pathogen: Legionela, Streptococcus aureus, Clostridium dan bakteri patogen lain bila diperlukan
PM2,5 & PM10 (Partikel debu berukuran kecil)
Upaya penyehatan:
• Rumah dibersihkan dari debu setiap hari dengan kain pel basah
atau alat penyedot debu.
• Memasang penangkap debu (electro precipitator) pada ventilasi
rumah dan dibersihkan secara berkala.
• Menanam tanaman di sekeliling rumah untuk mengurangi masuknya
debu ke dalam rumah.
• Ventilasi dapur ≥40% dari luas lantai (sistem silang): aliran udara >>
• Tidak merokok dalam rumah
• Menggunakan bahan bakar LPG & listrik
Cara kerja Electrostatic Precipitator
Upaya penyehatan:
Upaya penyehatan:
Ventilasi Silang
Upaya penyehatan:
Upaya penyehatan:
SO2: gangguan nafas & paru; iritasi,
memicu asthma & bronkitis
Sumber SO2
1. Ventilasi buruk dg penggunaan bahan bakar seperti arang, kayu,
kompor (minyak tanah & gas) dan batu bara.
2. Merokok di dalam rumah
Agency for Toxic Substances & Disease Registry, US CDC
• Mild “ irritation of the nose and throat, difficulty breathing, and respiratory
distress.
• Long term exposure to even low levels of sulfur dioxide : penurunan fungsi
paru, memperparah penyakit jantung yg sdh ada, peningkatan komplikasi
Px ashma
• High level : mengancam nyawa (walau singkat)
SO2
Monitoring : CO2, CO, % RH, Temp, Formaldehyde (CH2O), O2, NO, SO2,
H2S, NO/NOx, Barometric Pressure, Air Velocity
Dpt memeriksa 6 parameter secara simultan
Instrument
Dampak polutan NO2
• gangguan sistem pernapasan seperti lemas, batuk, sesak napas,
bronchopneumonia, edema paru, dan cyanosis serta
methemoglobinemia.
Dampak polutan CO2
Dampak polutan CO
Faktor Risiko
1. Ventilasi buruk dg penggunaan bahan bakar
seperti arang, kayu, kompor (minyak tanah &
gas) dan batu bara.
2. Merokok di dalam rumah
3. Menghidupkan kendaraan bermotor dalam
ruang tertutup
Populasi yg berisiko tinggi thd CO
Risk population:
• Usia > 65 th
• Anemia
• Respiratory problem
• CHD
• Fetus (fetal death gangguan perkembangan)
Ventilasi baik : fresh air
FORMALDEHYDE: iritasi mata & upper respiratory
Sumber: combustion process
• Papan partikel (urea formaldehyde resin (u/ menyatukan partikel)
• Plywood
• Karpet
• Obat nyamuk bakar
• Rokok / e-cigarettes
• Masak
• Lilin
• Stik dupa
formaldehyde
• human carcinogen (Group 1) by (IARC) in 2004
• nasopharyngeal cancer , leukemia and mutagen (2014).
• WHO : indoor guideline value for formaldehyde : 0.1 mg/m³
Ventilasi yg tepat : Rumah Sehat
[formaldehyde] indoor berkorelasi negative dg kecepatan pertukaran
udara (air exchange rate)
• Route of exposure : inhalation, ingestion and dermal absorption
Faktor lain……
• Hose dust mites (HDM)
• Pestisida (direct & indirect used)
House Dust Mites (HDM)
• Minimalkan debu dalam rumah (terutama kamar tidur)
• Jaga tetap bersih (vakum cleaner, lysol)
• Cuci sprei, bed cover, sarung bantal 1x/minggu
• Bahan yg tersimpan lama & berdebu
• Jaga humididty < 50%
• Filter AC dibersihkan setiap 3 bln
HDM : comfort zone 24-27° C & kelembaban: 70-80%
Lysol dapat membunuh 99% HDM; namun bagian tubuh HDM tsb = allergen bagi
manusia
• cuci dg air panas
≥ 54.5° C
• steam cleaner
(93-121 ° C)
• Freeze selama 24
jam
• HDM feces : protein yg memicu produksi antibody manusia ketika ter-
inhalasi atau bersentuhan dengan kulit.
• Histamine release: nasal congestion, swelling and irritation of the
upper respiratory passages.
Pajanan Kimia: pesticides
dalam rumah
Pestisida yg digunakan dalam rumah
• Serangga / insects (insecticides)
• Rayap /termites (termiticides)
• rodents (rodenticides)
• fungi (fungicides)
• microbes (disinfectants)
Spraying pestisida indoor
• Sisihkan / amankan makanan, air, dll dari semprotan
• Makanan di bungkus plastic atau dalam container kaca
• Tambal kebocoran saluran air bersih / minum
• Rapikan barang2 (agar tidak dipakai untuk bersembunyi & sarang
serangga kecil shg sulit dibasmi)
• Mendempul celah /lubang sempit (steel wool)
• Pelajari pestisida yg akan digunakan (gunakan yg least toxic)
POHON NATAL:
Pilih Organic trees
KAPUR BARUS = pestisida
(naphthalene ball)
• slow-release a gas vapor untuk membunuh / mengusir ngengat (& larva nya)
dan insekta lain.
Bisa mengusir ular, tikus dll tetapi tdk direkomendasikan (berbahaya untuk hewan
peliharaan, anak & lingkungan.
the use of naphthalene is restricted around children < 3 years old
Naphthalene (EPA, 2000).
https://www.epa.gov/sites/production/files/2016-09/documents/naphthalene.pdf
• Hemolytic anemia has been reported in infants born to mothers who
"sniffed" and ingested naphthalene (as mothballs) during pregnancy.
• Available data are inadequate to establish a causal relationship
between exposure to naphthalene and cancer in humans.
• EPA has classified naphthalene as a Group C, possible human
carcinogen
Pb
Pb (timbal/timah hitam)
Source: Cara Christ, 2017. Arizona Department of Health Services
RUMAH SEHAT  parameter udara. short. Linda 2020.pdf
RUMAH SEHAT  parameter udara. short. Linda 2020.pdf

RUMAH SEHAT parameter udara. short. Linda 2020.pdf

  • 1.
    Rumah Sehat & parameterUdara Linda Dewanti, dr. Mkes., MHSc., Ph.D.
  • 2.
    Pajanan polutan udara(short-or long-term) berkorelasi dg kesehatan manusia: • Gangguan respiratory • MRS o/k heart or lung diseases • Premature death. • Beberapa toxicant (chronic exposure): cancer, reproductive effects, birth defects Kualitas Udara Kesehatan EPA (Environmental Protection Agency)
  • 3.
    • Langsung: iritasimata, iritasi hidung dan tenggorokan, serta sakit kepala, mual dan nyeri otot (fatigue), termasuk asma, hipersensitivitas pneumonia, flu dan penyakit–penyakit virus lainnya. • Tidak langsung: penyakit paru, jantung, dan kanker & berakibat fatal • Bronkhitis kronis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), kanker paru, kematian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), kematian bayi usia kurang dari satu minggu, otitis media dan ISPA, tuberculosis sering dijumpai pada lingkungan dengan kualitas udara dalam ruang yang tidak baik Kualitas Udara buruk Kesehatan Source: (USEPA, 2007; Permenkes no 1077 th 2011).
  • 4.
    Kualitas Udara, dipengaruhio/ • bahan bangunan (asbes, cat ∞Pb) • struktur bangunan (ventilasi) • furniture & interior (pelarut organik) • kepadatan hunian • Debu • kelembaban yang berlebihan. • penggunaan energi tidak ramah lingkungan (batubara, kayu, biomass dari kotoran hewan) • merokok dalam rumah • penggunaan pestisida, bahan kimia pembersih, dan kosmetika.
  • 5.
    Permenkes RI No1077/Menkes/Per/V/2011 Ventilasi dapur mempunyai bukaan sekurang-kurangnya 40% dari luas lantai, dengan sistem silang sehingga terjadi aliran udara, atau menggunakan teknologi tepat guna untuk menangkap asap dan zat pencemar udara
  • 6.
    Permenkes RI No1077/Menkes/Per/V/2011
  • 7.
    Permenkes RI No1077/Menkes/Per/V/2011 Persyaratan Kimia
  • 8.
    Persyaratan Kontaminan Biologi PermenkesRI No 1077/Menkes/Per/V/2011 CFU= coloni form unit Bakteri pathogen: Legionela, Streptococcus aureus, Clostridium dan bakteri patogen lain bila diperlukan
  • 9.
    PM2,5 & PM10(Partikel debu berukuran kecil) Upaya penyehatan: • Rumah dibersihkan dari debu setiap hari dengan kain pel basah atau alat penyedot debu. • Memasang penangkap debu (electro precipitator) pada ventilasi rumah dan dibersihkan secara berkala. • Menanam tanaman di sekeliling rumah untuk mengurangi masuknya debu ke dalam rumah. • Ventilasi dapur ≥40% dari luas lantai (sistem silang): aliran udara >> • Tidak merokok dalam rumah • Menggunakan bahan bakar LPG & listrik
  • 10.
    Cara kerja ElectrostaticPrecipitator Upaya penyehatan: Upaya penyehatan:
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    SO2: gangguan nafas& paru; iritasi, memicu asthma & bronkitis Sumber SO2 1. Ventilasi buruk dg penggunaan bahan bakar seperti arang, kayu, kompor (minyak tanah & gas) dan batu bara. 2. Merokok di dalam rumah
  • 14.
    Agency for ToxicSubstances & Disease Registry, US CDC • Mild “ irritation of the nose and throat, difficulty breathing, and respiratory distress. • Long term exposure to even low levels of sulfur dioxide : penurunan fungsi paru, memperparah penyakit jantung yg sdh ada, peningkatan komplikasi Px ashma • High level : mengancam nyawa (walau singkat) SO2
  • 15.
    Monitoring : CO2,CO, % RH, Temp, Formaldehyde (CH2O), O2, NO, SO2, H2S, NO/NOx, Barometric Pressure, Air Velocity Dpt memeriksa 6 parameter secara simultan Instrument
  • 16.
    Dampak polutan NO2 •gangguan sistem pernapasan seperti lemas, batuk, sesak napas, bronchopneumonia, edema paru, dan cyanosis serta methemoglobinemia.
  • 17.
  • 18.
    Dampak polutan CO FaktorRisiko 1. Ventilasi buruk dg penggunaan bahan bakar seperti arang, kayu, kompor (minyak tanah & gas) dan batu bara. 2. Merokok di dalam rumah 3. Menghidupkan kendaraan bermotor dalam ruang tertutup
  • 19.
    Populasi yg berisikotinggi thd CO Risk population: • Usia > 65 th • Anemia • Respiratory problem • CHD • Fetus (fetal death gangguan perkembangan) Ventilasi baik : fresh air
  • 20.
    FORMALDEHYDE: iritasi mata& upper respiratory Sumber: combustion process • Papan partikel (urea formaldehyde resin (u/ menyatukan partikel) • Plywood • Karpet • Obat nyamuk bakar • Rokok / e-cigarettes • Masak • Lilin • Stik dupa
  • 21.
    formaldehyde • human carcinogen(Group 1) by (IARC) in 2004 • nasopharyngeal cancer , leukemia and mutagen (2014). • WHO : indoor guideline value for formaldehyde : 0.1 mg/m³ Ventilasi yg tepat : Rumah Sehat [formaldehyde] indoor berkorelasi negative dg kecepatan pertukaran udara (air exchange rate) • Route of exposure : inhalation, ingestion and dermal absorption
  • 22.
    Faktor lain…… • Hosedust mites (HDM) • Pestisida (direct & indirect used)
  • 23.
    House Dust Mites(HDM) • Minimalkan debu dalam rumah (terutama kamar tidur) • Jaga tetap bersih (vakum cleaner, lysol) • Cuci sprei, bed cover, sarung bantal 1x/minggu • Bahan yg tersimpan lama & berdebu • Jaga humididty < 50% • Filter AC dibersihkan setiap 3 bln HDM : comfort zone 24-27° C & kelembaban: 70-80% Lysol dapat membunuh 99% HDM; namun bagian tubuh HDM tsb = allergen bagi manusia • cuci dg air panas ≥ 54.5° C • steam cleaner (93-121 ° C) • Freeze selama 24 jam
  • 24.
    • HDM feces: protein yg memicu produksi antibody manusia ketika ter- inhalasi atau bersentuhan dengan kulit. • Histamine release: nasal congestion, swelling and irritation of the upper respiratory passages.
  • 25.
  • 26.
    Pestisida yg digunakandalam rumah • Serangga / insects (insecticides) • Rayap /termites (termiticides) • rodents (rodenticides) • fungi (fungicides) • microbes (disinfectants)
  • 27.
    Spraying pestisida indoor •Sisihkan / amankan makanan, air, dll dari semprotan • Makanan di bungkus plastic atau dalam container kaca • Tambal kebocoran saluran air bersih / minum • Rapikan barang2 (agar tidak dipakai untuk bersembunyi & sarang serangga kecil shg sulit dibasmi) • Mendempul celah /lubang sempit (steel wool) • Pelajari pestisida yg akan digunakan (gunakan yg least toxic)
  • 28.
  • 29.
    KAPUR BARUS =pestisida (naphthalene ball) • slow-release a gas vapor untuk membunuh / mengusir ngengat (& larva nya) dan insekta lain. Bisa mengusir ular, tikus dll tetapi tdk direkomendasikan (berbahaya untuk hewan peliharaan, anak & lingkungan. the use of naphthalene is restricted around children < 3 years old
  • 30.
    Naphthalene (EPA, 2000). https://www.epa.gov/sites/production/files/2016-09/documents/naphthalene.pdf •Hemolytic anemia has been reported in infants born to mothers who "sniffed" and ingested naphthalene (as mothballs) during pregnancy. • Available data are inadequate to establish a causal relationship between exposure to naphthalene and cancer in humans. • EPA has classified naphthalene as a Group C, possible human carcinogen
  • 31.
  • 33.
    Pb (timbal/timah hitam) Source:Cara Christ, 2017. Arizona Department of Health Services