Aku lahir didalam didalam sebuah meja kayu jatiantik yg penuh denganukiran meja bulat
berlapis kaca itulah tempat persinggahan ibuku yg terakhir.Untung dia sempat melekatkan
telurku diantara ukiran ukiran kayu itu sebelum dia wafat disemprot Baygon klu tidak maka
aku tidak akan ada untuk mengisahkan kisah cintaku yg syahdu ini.
Aku sedang jatuh cinta. Dan ini merupakan masalah besar,bagiku dan bagi
bangsaku.Gadis yg kucinta setulus hati itu adalah seorang remaja,sama seperti aku,dengan
paras manis dan nama yg manis pula: sarah.Rambutnya panjang dan sedikit
ikal,kulitnya putih,bersih ,harumdan dialah mahluk yg paling baik didalam rumah yg
kutumpangi ini.Namun bagi bangsaku dia tak lebih dari seorang pembunuh.
Padahal aku tau pasti,Sarah tidak mungkin membunuh salah satu dari kami.Sering kali
aku mendengar dia berbicara pada setiap orang,”hiih… kalu sy melihat kecoak dari jarak 5
meter sekalipun,bukan dia yg lari tapi sy yg ngacir duluan! Takuuut….! Lalu matanyapun
membelalak,indah sekali.
Dan memang itulah yg terjadi,selama ini oknum2 ygmemburu kami hanyalah Bi
Ipah,Tante dan Oom Haryanto (pemilik rumah ini!),David dan Natalia (Kakak-Kakak
Sarah!).Sarah sndri tdk pernah berani aan,”katanmendekati kami,setiap mendekati kerajaan
yg tepatnya ada didapur,dia selalu minta ditemani.Aku semakin yakin,sebenarnya dia sayang
padaku.Setiap kali didlihatnya aku bertengger dilemari piring,Sarah hanya tertegun dan
kemudian keluar.Dia tak ingin menyakitiku.
Ayah tak pernah mau mengerti.Aku memang mengeri posisinya sulit,sebagai seorang
Raja dia memiliki beaban berat dan dia ingin sekali aku dappat menggantikannya,lengkap
dengan segala charisma yg tak mungkin kumiliki.
Ayah adalah seorang kecoak ningrat yg tiada duanya.Dialah perpaduan kecoak hutan yg
besar dan kuat dgn kecoak rumahan yg pintar.dulu ayahku memang berurbanisasi dari hutan
kekota dgn cara bersenbunyi dibalik sayur2 ygakan diangkut kepasar Induk ,entah bagaimana
caranya bias sampai dia terbawa kerumah ini.Masa kecilnya dihabiskan dilubang dekat
televisi,krna itulah dia pintar,berbudaya dan punya wawasan luas.Dia memepelajari
semuanya dari kotak listrik berwarna warni itu.
Ayahku jugalah yg memberikan nama2 bagi kami semua,sehingga kami tidak sama dgn
kecoak2 selokan yg suka muncul dari lubang kamar mandi,”kecoak WC tidak itu
beradab,mereka seolah2 masih hidup dijaman prasejarah,apalagi bau badan mereka
yang…..mana tahya selalu.Ayah sndri menamai dirinya “Hunter”,yg diadaptasi dari nama
tokoh jagoan di film favoritnya dulu,dan bagi ayah nama itu gagah sekali.
Perbendaharaan namanya banyak sekali dan bagus2,ada
“Renegade”,”Isamar”,”Marimar”,”Bella Vista”,”Laurier”,”Glase” dan lain-lain. Kecuali
namaku,aku punya sejarah yg lain dari pada yg lain.
Tadinya aku dinamain “Taktik Boom”. Ayah bilang nama itu sangat cocok untuk kecoak krna
cukup lucu, dan cocok untuk seorang calon raja krna terdengar cerdik dan taktis.Tapi begitu
aku mendengar sebuah nama yg terucap dari mulut Sarah pujaanku, semuanyapun berubah.
Aku ingat saat itu Bi Ipah sedang memberi makan sepasang ikan Arwana besar kesayangan
Oom Haryanto,dan makanan itu berupa seekor….(maaf) kecoak. Aku memang tak
mengenalinya,dia seekor kecoak apes yg tertangkap dikamar mandi,tapi hal itu tetap
merupakan tabu untuk dilihat oleh sesama kecoak.Pamali katanya bias bias kita ikut ketiban
sial.Tapi saat itu aku tak dapat menahan diri sebab Sarah ku ada disana,tertawa dengan manis
dipinggir aquarium.
Masa masa itu nampaknya merupakan musim kawin bangsa ikan.Setahuku kedua ikan
arwana itu bias saling membunuh kalau disatukan dlam satu akuarium,tapi rupanya angina
cinta dan perdamaian memang sedang bertiup dengan saktinya.Bayangkan kedua ikan yg klu
bayangan mereka sndri pun bisa gila krna ingin mencabik2 kini malah pacaran! Tabiat
mereka memang primitif sekali! Mereka pasti tak mengenal azas gotong royong dan
kekeluargaan seperti kaumku,dan mereka pasti tak pernah merasakan arti cinta sejati sprit yg
kurasakan pada Sarah.
“Hey,kita kasih nama aja yuk semuanya!” katanya pada David dan Natalia yg juga ikut
menonton,aku pun langsung terharu…. Oh, betapa miripnya Sarah dgn ayah. Gadis manis itu
pun memutar otak sejenak kemudian berseru,”Aha! Kita pakai nama nak anak komplek sini
aja!”
“Setuju! Setuju! David dan Natalia menyahuti penuh semangat,otak2 nakal merka langsung
berputar.
“Ikan2 arwaananya kita kasih nama Mikael dan Meiti!”
“Emm… makanan-makanannya juga dong! Gimana klu kelabangnya kita kasih nama Anto!”
usul David berbinar 2,mengingat betapa sebalnya dia dgn musuh besarnya Anto
Suwiryo,anak RT 5.
“Kodoknya…Indra!” Ikan ikan kecilnya “Nino!” Tante Haryanto yg numpang lewat juga
ikut2an, klo corone jenenge opo? Tanyanya iseng. Oh aku baru tau bangsaku dalam bahasa
Jawa disebut :Coro.Bagus juga.
Sarah yg tadi diam saja tiba2 bersuara, “coro nya Rico aja ya? Lucu kan? Rico de Coro!”
ujarnya dgn mimik yg sungguh menggemaskan. Aku pun langsung tertegun….R-i-c-o,nama
yg sungguh2 indah!
“Dah, Rico!” katnya pelan sambil melambaikan tangan, Bi Ipah pun langsung
melepaskan kumis kedua kecoak malang itu,yg langsung hilang disikat arwana
kelaparan.Aku tak terlalu peduli,yg ada dipikirku hanya nama itu….
Bayangkan,Sarah memberi nama pada seekor kecoak jelata! Sebut aku penjiplak,plagiator
dan sebagainya,tapi aku tak mungkin membiarkan nama yg terlontar dari buah hatiku hilang
bersama kecoak tak jelas itu,biarlah aku yg mewarisi nama Rico de coro,milai ddetik itu
sampai selama-lamanya!
Malam itu ada rapat besar dilemari gas elpiji,yg merupakan istana kediamanku,ibu tiriku
dan Ayah.Tempat itu memang paling nyaman dari semua pelosok dapur,paling
lembab,gelap,berjamur,dan jarang diusik. Aku dan adik2 tiriku tengah memandangi Ayah yg
sedang berbicara dgn berapi2 didepan mimbar.
“Ini sudah keterlaluan!” serunya penuh amarah, “Petruk…coba beritahu yg lain!”
perintahnya pada Petruk,asisten sekaligus sekretaris kerajaan.
Petruk berdehem sejenak “tadi pagi ada masalah yg menimpa seorang warga kita….”Lala
Pita”
Khalayak langsung rebut.Akupun tterperanjat mendengarnya. Lala pita adalah seekor
kecoak albino yg manis,usianya kira2 sebaya dgn ku dan aku tahu benar berapa puluh kecoak
jantan yg bersaing untuk bias mengawini Pita.Sebelum kenal Sarah aku pun sedikit naksir
padanya.Dia memang cantik untuk ukuran seekor kecoak.
“Bagaimana dia bisa mati?!” jerit Komo,salah seorang fans berat Pita.
Petruk tergagap,seakan2 tak sanggup menceritakan,tapi dia berusaha menguatkan diri….
David… anak itu… anak itu menangkap Pita,ia tidak membunuhnya sejkaligus,…tapi…ia
menjeratnya dgn sebuah sisir,dan kemudian me…menyimpulkan kedua sungutnya
se…sehingga..”Petruk tepaksa berhenti dulu u/ menenangkan badai duka dalam hatinya.
Semua langsung tecekat ngeri,sungutnya disimpul? Bagi para kecoak seperti kami,itu
sama saja dgn siksa alam kubur.sepuluh kali lebih baik langsung diinjak a/ disemprot lalu
mati tidur,daripada disakiti sprit itu.Benar2 tak terperi…
“Pita sungguh tersiksa,beberapa dari kita menemukannya sudah tak bernyawa… dan
itupun sudah terlambat,kawanan semut sedang mengarak2 tubuhnya pergi…”kali ini Petruk
tersedak oleh air mata pedih.
Saat itu aku benar2 benci pada david,teganya dia menghabisi nyawa Pita sprit
itu.Malangnya nasib gadis cilik itupun berakhir dgn menjadi santapan para semut hina.
Rakyat semakin hiruk pikuk.Ibu –ibu saling berpelukan dan menangis ,dan para pemuda
pun mengutuki David habis2an,dgn segala sumpah serapah u/ menghabisinya walaupun itu
tak akan mungkin.Ayah kelihatan berfikir keras,Ia pun bangkit dan berkata ,”mulai skrg kita
berlakukan lagi jam pagi!” suaranya menggelar dan membungkam semuanya,”tidak boleh
ada lagi kecoak yg berkeliaran sblum jam 6 sore,tidak boleh lagi ada yg iseng2an
menampakan diri u/ menakut2i Sarah,semuanya harus bersembunyi! Bersembunyi! Sampai
aku menemukan cara u/ membalas petaka ini!”
Pertemuan itu pun bubar dan suasana malam diistana menjadi muram durja.Aku ngeri
melihat Ayah,saat2 sprti ini selalu memunculkan sisi kecoak hutannya yg sangar.
mungkin u/ tidak menampakan diri,bersembunyi dibalik wajan atau panci,persoalan
cintaku pada Sarah akan membuatnya semakin gila.
Kengerian semakin melanda kerajaan.Jam pagi yg sudah diberlakukan tidak berefek
seampuh yg kami duga,pembaruan terhadap warga oleh oknum2 Haryanto berjalan tanpa
ampun baik siang maupun malam. Biasanya sebagian dari kami yg lengahlah yg
tertangkap,namun skrg mereka sudah mencari dgn hausnya,mengobrak-abrik laci tempat2
tempat keluarga kami tinggal,dan semuanya berakhir di perut Mikael dan Meiti,sepasang ikan
arwana Kalimantan.
Hal itu cukup menjadi tanda Tanya besar bagi semuanya,hingga akhirnya aku pun
memberanikan diri u/ menyelidiki dgn cara menyelidiki ruang kerja Oom Haryanto ,tempat
dia dan istrinya berdiskusi masalah rumah tangga. Ternyata mereka sedang dibelit masalah
keuangan,semuanyapun kena bahas termasuk ikan arwana.
“Bayangkan! Berapa duit yg harus kita keluarkan klu kita kasih mereka kelabang tiap
hari?! Satu lelabang aja udah gopek! Ikannya ada dua! Satu bulan makan mereka udah sama
dgn uang jajan si David dan Sarah! Udah deh Pak ,kita jual saja ikannya…”
“Oom Haryanto dengan keras menolak,”Aku saying sekali sama ikan2 itu! Kau kan
tahu,mereka sudah kupelihara dari kecil!dan ingat,ini musim kawin mereka yg pertama kali!
Mereka tidak boleh kelaparan apapun caranya! Biarlah sementara ini mereka dikasih makan
kecoak saja.”
“Ah,Bapak ini… kecoak mana ada gizinya! Jorok gitu! Lagian berapa puluh yg mesti kita
tangkepin, sementara ikan-ikan itu kelaperan melulu kerjanya! Aku kan jijik juga nyari2
kecoak didapur tiap hari,” rajuk tante Haryanto.
Suruh aja si Ipah atau si David yg nyari! Pokomya ikan2 itu ga boleh dijual!” tegas Oom
Haryanto mengultimatum.
Jelas lah misteri pembantaian selama ini.Buru-buru aku menyelinap menuju dapur,dan
kemudian melaporkan informasi itu pada Ayah.
Diluar dugaanku.Ayah malah semakin naik pitam,”kurang ajar! Mereka piker kita kecoak2
murahan apa?!” teriaknya seketika,”kalau Cuma buat mengganjal perut ikan2 bodoh
itu,kenapa mereka tidak pilih kecoak got yg tidak punya otak dan bau2 itu?! Kita kan bangsa
yg berbudaya,beradab… sudah sepatutnya kita dihargai lebih dari sekedar makanan ikan atau
penghuni dapur yg lemah!!!”lanjutnya lagi,badannya yg besar pun kian mengembang,”kita
akan buktikan klu kita tidak sama dgn kecoak lain!!”
Tiba-tiba kudengar dia meneriakan nama ku,” RICOOO!!!!!”
Tubuh ku langsung terasa kaku,tapi kuberanikan untuk mendongak sedikit demi sedikit.Pasti
Ayah akan mengingkit2 masalah itu lagi….dan benar saja.
“Kau….. otak mu juga ada disayap! Précis kecoak WC! Bagaimana mungkin kau bias
tergila2 dgn anak pembunuh itu….”
“Dia bukan pembunuh,sama sekali dia belum pernah menyakitiDia bukan pembunuh!
sama sekali dia belum pernah menyakiti seekor kecoak pun!” bantah ku, spontan. Aku jadi
bingung, keberanian dari got mana sampai aku berani menentang Ayah,alias Hunter sang
Raja.
“Dasar tolol!! Masih berani-beraninyakau bela dia! Dia memang tidak pernah melakukannya
langsung, tapi beberapa kali orang-orang dirumah ini membunuhi kita gara-gara dia,ha?!
Anak manja yang bisa Cuma ”aduh-aduh-tolong tolong” … dia pikir kita ini setan
garong,apa?!”
Sederet kalimat pembelaan sudah siap meluncur keluar,tapi kulihat ibi tiri ku sudah memberi
kode-kode supaya aku diam dan tidak usah membantah,mungkin dia berusaha agar
pertengkaran ini tidak usah diperpanjang lagi.
“Dari pada memikirkan cinta buta mu itu, lebih baik kau pikirkan nasib bangsa yang kelak
akan ada ditanganku! Jangan sampai kau membuat mereka menjadi makanan bagi calon
bibit-bibit ikan yang akan lahir dan kembali akan mengganyang kita!” serunya menyala-
nyala, terbakar semangat nasionalisme sampai gosong. Dana setiap kali mendengarnya
akupun merasa lelah,seakan-akan baru diganduli rantai penjara.
“Coba cari panci dan berkaca lah disana!” benatk Ayah lagi,” Lihat dirimu! … kita hitam!
Kecil! Jelek bau!” kali ini kata-katanya menamparku telak.
“…. Dan itulah pendapat manusia tentang kita! Dan kalau itu juga jadi pendapatmu, maka
kau adalah kecoak gadungan! Mungkin kau anak manusia yang dikutuk jadi kecoak, atau
apapun lah itu! Tapi kalau kau bisa melihat baynagnmu sendiri sebagai mahluk yang gagah,
tampan dan punya arti… barulah kau kecoak yang sejati dan pantas menjadi penggantiku..”
suara ayah terdengar tertekan, seperti menahan tangis. Mendadak akupun menjadi sedih
sekali, baru kali ini aku mendengar suaranya seperti itu. Dia pasti benar-benar kecewa.
Tak sanggup kulihat lgi sosok ayah yang pergi menjauh, aku hanya diam dan termenung.
Masih kurasakan sakit tamparan kataa-katanya…. Hitam, kecil, jelek, bau… prlahan-lahan
aku beringsut mendekati panci dan melihat bayanganku disana. Dan untuk pertama kalinya
aku ingin menjerit ketika kusadari semu kebenaran kata-katanya.
Tak kulihat bayangan mahluk yang tampan dan gagah. Yang ada hanyalah serangga pipih
bersungut panjang. Hitam,kecil,jelek,bau…
Kerajaan kami sudah berubah total. Malapetaka ini sudah mencapai puncaknnya,populasi
warga sudah menyusut hampir setengahnya,jalanan semaki n sepi dan rumah semakin
lenggang. Tak ada lagi pesta pora ditengah malam, taka a arisan ibu-ibu gossip, atau kawanan
anak kecil yang bermain bebas. Keadaan begitu mencekam.
Hari-hariku sendiripun berubah menjadi rangkaian nelangsa yang seakan tiada habisnya. Aku
sudah tak bias memandangi Sarah sebebas dulu lagi, dan gilanya… kejadian ini malah
membuat cinta dan pengharapanku semakin dalam. Semakin kusadari betapa tidak
mungkinnya anganku untuk memiliki gadis itu, maka semakin terjebaklah aku dalam mimpi-
mimpi siang bolong… seperti berubah jadi manusia, misalnya.
Dan pada suatu malam, aku terbangun lagi dari mimpi-mimpi gila itu dan menyadari bahwa
ada beberapa orang yang sedang bercakap-cakap.
“Yang Mulia… itu gagasan yang sangat hebat, tapi apakah mungkin akan berhasil?
Mungkinkah mereka mengerti?”
“Percayalah Truk, itu satuu-satunya jalan supaya manusia itu dapat ganjaran…”
“Tapi, bagaimana caranya kita dapat berkomunikasi dengan dia?”
“Gerak-geriknya sudah kupelajari, biarpun sedikit aneh.. tapi kupikir banyak
kesamaannya dengan bahasa kita, aku yakin kita bias berkomunikasi.”
Aku segera tahu, itu suara ayah dan petruk. Namun tiba-tiba kudengar ada
seorang wanita berbicara…. Ibu tiriku vinolia, atau mamah vin,panggiilan akrabku
kepadanya.
“Hunter kupikir itu salah,” dengan lembutnya dia angkat suara,” Entah bagaimana
bias muncul pikiran itu dari hatimu, tidakkah kau tau bahwa tabiat binatang tidak sama
dengan tabiat manusia? Kita tidak membalas dendam kepada siapapun! Apa kau tak kenal
lagi dengan hokum rimba? Yang kuatlah yang menang, dan apalah serangga seperti kita
disbanding mahluk sempurna seperti manusia?” dan betapa aku bangga mempunyai ibu
sebijaksana dirinya.
Tapi ayah memang bersikeras,” sampai kapan kita mau diperlakukaan seperti ini?
Sampai kapan mental kita bertahan sebagai hewan busuk yang bias dibasmi siapa saja? Apa
kau tak ingin sesamamu maju,hah?”
Mamih vin melengos,”memang kau terlalau lama hidup dengan televise,” katanya
ketus,” Anakmu bisa kau pidato-I menjadi kecoak sejati, tapi pikiranmu sama seperti
manusia!”
Ayah sudah ingin meledak , tapi rasa hormatnya pada ibu tetap membuatnya tetap
bungkam, dialihkanlah perhatiannya kembali pada petruk,” Kita tetap jalankan rencana…”
Petruk mengangguk-angguk cepat, ia segan kepada Hunter melebihi apapun
“Besok kita akan menemuinya,” tandas ayah,” aku akan berbicara langsung
dengannya,tapi tolling siapkan beberapa orang kuat untuk ikut pergi,bagaimanapun kita harus
tetap anggap dia berbahaya sampai kita betul -betul tau…”
Mereka berdua berbicara sambil berjalan keluar istana., aku tak dapat lagi mendengar
pembicaraan mereka, yang jelas rencana itu besar… dan berbahaya.
Dari balik tirai aku sednag asik mengamati Sarah yang tengah tertidur pulas. Dia
memang cantik sekali, aku yakin banyak anak manusia yang suka padanya dan betapa
beruntungnyalah nasib mereka hingga berkesempatan untuk mengejar… dan bahkan
mendapatkannya.
Kesembunyikan diriku,terutama sungutku rapih-rapih setiap kali aku mengunjunginya
dikamar ini, karena sebetulnya perjalanan ini berbahaya sekali. Kamar sarah dilengkapi
dengan obat nyamuk listrik yang cukup untuk memabokanku, bahkan perangkap-perangkap
khusus kecoak. Tapi bukan sarah yang memasangnya, keluarganya lah yang telah sengaja
menaruh ruang-ruang eksekusi itu supaya mereka tidak usah repot kalau harus dipanggil
tengah malam hanya untuk membunuh mahluk-mahluk sepertiku, Oh!
Tiba-tiba Natalia menyeruak masuk,membongkar-bongkar,mengobrak-abrik sana sini.
“Sebenernya yang kamu cari apa sih?” Tanya David yang membuntutinya dari tadi.
“Hasil percobaan Dosenku ,dia seorang professor…” wajah Naalia pucat pasi,dia
sepertinya cemas sekali.
“Percobaan professor? Apa sih?” rongrong David tak sabar.
Sekilas natallia memandangi sarah yang Masih tetidur,” nanti aja ah,ada sarah… aku
takut nanti dia dengar…”
Alaa! dia kan lagi tidur! Apaan dong?! Kalau kamu ga mau bilang aku ga mau bantu
nyariin!” ancam David.
Walau pun dengan ragu-ragu,Natalia mulai berbicara dengan pelan-pelan… dan
kulihat mata David membelalak ingin copot. Sementara aku sendiri merasa digilas bulldozer,
nyawaku serasa mau terbang,dan hamper saja aku jatuh dari balik persembunyian ku. Secepat
kilat aku menyelinap kembali ke istana… dan ternyata aku lah yang paling terlambat tahu.
Semua warga sudah mengetahui tentang kehadiran seekor mahluk aneh yang kini
ditempatkan dibilik istana. Aku cepat-cepat mencari informasi, tapi berita-berita itu ternyata
masih simpang siur.
“Ooh! Dia sungguh besar,menakutkan! Bnetuknya seperti ratu semut tapi lebih
ngerti!”
“Mahluk itu seperti belalang lamban tapi bodoh…”
“Seekor ular naga! Ya! Betul-betul seekor naga!’
Berita-berita itu ju/stru semakin memeusinhkan otakku yang kalut. Tak peduli
lagi,kuterobos kerajaan yang membentengi istana untuk menemui ayah. Dan langkah ku serta
merta terhenti ketika aku berhadapan dengan sosok teraneh yang pernah kulihat sepanjang
hidupku.
Mahluk itu adalah perpaduan kumbang, belalang… dan kecoak. Warnannya coklat
kusam,sungutnya lebih pendek dan tebal,sayapnya kecil hingga hamper tak kelihatan. Yang
membuuatku jijik adalah posisi tubuhnya yang aneh… badannya seperti ayah, namun dengan
posisi seperti manusia duduk! Punggungnya melengkung seperti bulan sabit,namun kaki-kaki
yang menopang posisi duduknya hanya sedikit yang lemah,hingga ia bergerak sangat
lamban,bahkan nyaris tidak bergerak. Sementara kakai-kakinya menengadah begitu saja
seolah-olah tanpa fungsi.
Dia memnag kelihatan seperti monster besar yang bodoh,tapi ada satu kengerian yang
membuatku tak mampu berkata-kata… dibawah sungut pendeknya,terdapat dua capit besar
yang tajam berkilat. Mungkinkah… mungkinkah itu yang dibicarakan Natalia dan david tadi.
Ayah nampak sama sekali tak gentar berdekatan dengan monster itu,ia malah
memperkenalkannya padaku,” Ah, Rico!kenalkan,dia masih family bangsa kita tuan
Absurdo!”
Tuan absurdo yang mengerikan itu berkata terpatah-patah dengar rintihan yang mirip
orang berkumur”Grrrrooorbbb!!....Rheeekho,phangerran mudzraah…”
“Pangeran muda maksudnya,” ayah menterjemahkandengan bangga, seolah-olah ia
telah belajar sesuatu yang luar biasa.
Aku menatapnya tak bergeming,”apa yang ayah lakukan?” Tanya ku tegang.
Ayah ketawa kecil.” Tuan absurdo ini akan bekerja sama dengan kita untuk member I
ganjaran kepada manusia-manusia kejam itu,” dia menepuk badan absurdo yang ternyata
lembek seperti bantal,” hidupnya tidak panjang, karena itulah dia ingin menggunakan sisa
usianya untuk hal yang berguna.”
Tuan absurdo mengganggu pelan dan terkekeh,” Hrgeeh… hrgeeh… hrgeeeh,”
Aku memandanginya, antara mual dan iba. Namun rasa kasihan bertambah setelah
mengetahui kisah malangnya. Tuan absurdo merupakan kelinci percobaan yang dibuang dari
laboratorium karena karena dianggap gagal dan malah jadi species yang membahayakan.
Asalnya ia adalah seekor kecoak hutan yang dicoba untuk diinseminasikan dengan
kumbang tanduk sekaligus belalang. Struktur tubuhnya masih mengalami beberapa
kekurangan terutama pada kaki-kakinya yang terlalu banyak dan lemah. Namun kesalahan
fatal timbul pada kedua capit berukuran besar yang tiba-tiba jadi mengandung racun, dan
dengan struktur ruas yang membuat badannya menjadi tengadah,capit-capit semakin
berbahaya karena tidak dapat dikendalikan.
Tuan absudro yang malang itu diboyong oleh Natalia yang sok tahu didalam sebuah
plastic kresek tipis, dan kemudian terjatuh dengan sembrono dimuka dapur,maka sapu bi ipah
pun menyertetnya kedekat tempat sampah. Capit-capitnya yang tajam bergesekan dengan
plastic tersebut hingga robek dan akhirnya dapat meloloskan rdirirnyaa keluar,walaupun
dengan susah payah sekali menggerakan kakai-kakai kecilnya. Kemudan beberapa wagra
menemukannya dan melaporkannya pada ayah.
Pertama-tama aku tidak yakin pada tuan absurdo , tapi lama-kelamaan aku menyadari
dibalik keadaan fisiknya yang mengerikan sekaligus membahayakan,dia memiliki hati yang
tulus dan lugu. Aku pu n jadi sering menemaninya bercakap-cakap dimalam hari,meskipun
dituntut kesabaran yang tinggi untuk dapat mengerti ucapannya.
“Oom Absurdo.”
“Yha,Rheekhoo..”
“Kalau anda memiliki capit yang berbahaya,kenapa anda tidak berusaha mnyerang
kecoak-kecoak yang menemukan anda diwaktu itu? Bagaimana anda tahu itu musuh atau
bukan? Bukankah hewan cenderung untuk menjauhi yang bukan sesamanya?”
Tuan Absurdo terkekeh,ithruuu bethriuuzll… tzhraapiiii….” Dengan terbata-bata ia
menjelaskan sesuatu yang membuatku semakin iba padanya. Tuan absurdo ternyata telah
menyaksikan beberapa temannya yang sama-sama dijadikan monster dipaksa untuk
menggunakan capitnya,yang harus ada rangsangan kuat sehingga racun itu dapat
termunntahkan keluar. Betapa pilu hatiku setelah tahu bahwa yang keluar nanti adalah cairan
tubuhnya sendiri,sehingga tuan absurdo pasti akan mati sesudah melakukannya.
“Apakah racun itu sangat berbahaya, Oom?”
Dia menggeleng, “Thriiiiidakz therllahlruu…” kemudian dijelaskannya bahwa racun
itu hanya sejenis racun pelumas mangsa yang akan membuat mangsa itu tidak bisa
bergerak,teteapi pada manusia racun itu dappat menyebabkan hangusnya sel-sel otot dan rasa
sakit yang luar biasa. Aku pun langsung tertegun,sepertinya aku dapat mereka-reka rencana
ayah kini.
“Dan oom akan melakukannya demi ayah saya?”
Tuan absurdo menggeleng dan kembali tersenyum, ”Thriidzaaakz…. Tzhraapiii
unthrukhuu.”
Aku menunduk menyembunyikan haru,ternyata tuan absurdo tidak kuat lagi lebih
lama tersiksa dengan keadaan tubuhnya yang tak sanggup beradaptasi dengan ekosistem, dan
ia juga tak punya teman-teman species sejenis.
“Siapa yang akan Oom sengat?”
“Dhraahrrviidz..”
*****
Hari yang dinanti-nanti seluruh warga kerajaan telah tiba. Subuh-subuh, dengan
bantuan kawanan semut dapur yang bersahabat,maka diboyonglah tuan absurdo kedalam laci
meja belajar david yang memang selalau dibiarkan setengah terrbuka.
Ayah menjadi kepala rombingan itu, dan setelah ssemuanya siap diatur ia pun
memberi salam terakhir untuk pahlawan perangnya, Tuan absurdo.
“Absurdo,atas nama kerajaan aku mengucapkan terimakasih atas pengorbanan yang
tak akan mungkin kulupakan ini…” dengan sungguh-sungguh ayah berkata.
Tuan absurdo mengangguk sembari tersenyum, dan dengan lemah ia melambaikan
sebagian kaki kecilnya,”Rheekhoo…” panggilnya padaku.
“Oom absurdo…” sahutku dengan tercekat menahan sedih,kupandangi wajah
belalangnya yang ramah dan lugu itu, dan kugapai-gapaikan sungutku untuk meraih kaki-
kakinya yang melambai lemah. Ia senag sekali menerima balasan lambaian ku, wajahnya
yang ramah kian berseri. Rasanya aku tak sanggup lagi berada disana, akhirnya aku memilih
menyusul mamih vin yang juga meninggalkan tempat itu.
“Ada apa dengan Hunter… apakan dia tidak mengerti semua usahanya ini sia-sia?”
keluh ibu tiriku sedih.
“Memangnya kenapa?” aku bertanya hati-hati.
“Dia pikir manusia akan mengerti aksinya, padahal yang ada kita hanya akan semakin
dimusuhi dan dibasmi… apalagi kalau ada dari anak mereka yang terluka. Hunter tak mau
menerima takdir kalau kita ini hanya mahluk lemah yang tak kan mungkim menyamai
manusia,” mamih vin menunduk semakin dalam,” percayalah semua ini hanya akan
mendatangkan duka.”
Sementara yang lain sibuk mempersiapkan diri untuk menyaksikan peristiwa
embalasan dendam tersebut,aku memilih pergi kekamar sarah, bersembunyi dibalik tirai
seperti biasanya. Karena hari ini hari yang sungguh istimewa, sarah berulang tahun yang ke
17. Dan pagi ini ia tampak cantik sekali, mematut-matut dirinya dicermin dengan
mengenakan gaun putih yang akan dikenakannya untuk pesta kecilnya nanti malam.
Tiba-tiba tante haryanto melenggang masuk,” Aduuuuh…. cantik sekali anak
mama!!” pujinya sambil memeluk sarah,dipandanginya anak gadis itu dan tante haryanto
ppun geleng-geleng,” kamu seperti putrid ya!”
Sarah tertawa lepas,” Ngak ah… masa segini dibilang kaya putrid!”
Ah,dia memang rendah hati. Betapa aku ingin ikut-ikutan berseru, bahwa aku setuju
seratus persen dengan tante haryanto kalau saraqh benar-benar seorang putrid, dan tidak
sekedar putri biasa.. Tapi putrid tercanntik sejagat raya! Dan aku… aku adalah pangerannya,
Rico de Coro!
Hamper saja aku tidak menguasai diri dan menampakan diriku keluar, cepat-cepat aku
merunduk… dan, mimpi indahnya pun buyar. Kutatap selintas bayanganku dicermin
itu,bayangan rico de coro… pangeran serangga yang hitam,jelek,dan bau.
Mana mungkin aku bisa seputih dan sebersih gaun yang dikenakannya,atau cukup
tampan untuk menjadikan kami pasangan yang serasi. Aku hanya mahlukyang bersungut dan
bersayap yang tinggal dibagian terkotor dari rumah, dengan impian-impian konyol yang
hanya membuat orang tuaku kecewa.
Tiba-tiba kulihat sarah terperanjat setengah mati, begitiu pula denganku yang juga
kaget mendengaar bunyi sayapku bergetar menggesek tirai. Ternyata aku sudah mulai
dewasa! Sayapku sebentar lagi akan sekokoh ayah, dan akupun akan sanggup terbang seperti
dia. Tapi sarah terlanjur merasa takut,dia pun buru-burbu keluar, David…. Bi ipah…
Natalia…”
Betapa menyesalnya aku telah sempat mengagetkannya,maka kususul dia diam-diam.
“David!David, tolongin dong! Ada kecoak dikamarku! Seu sarah panic sambil
mengguncang-guncangkan badan kakaknya.
David terlonjak bangun,”Benar-benar kecoak?” Tanya nya seriius.
Natalia langsung menerobos masuk dan bertany.a dengan ekspresi tegang,” kecoak?
Kecoak macam apa?”
Sarah memandangi mereka dengan bingung bercampur curiga,” memangnya…. ada
kecoak kaya apa lagi?” nada suaranya sangat ketakutan.
“Sarah, warna kecoak yang kamu liha kaya gimana?! Sungutnya pendek atua
panjang?! Terus badannya kelihatan aneh engga?!” Natalia berusaha bertanya setenang
mungkin,tapi sarah menjadi semakin ketakutan mendengar pertanyaan-pertanyaan itu.
“Ada capit nya nggak?!” David spontan menambahkan. Natalia langsung
memelototinya tapi sudah terlambat.
“Capit?!” sarah ak dapat membayangkan lagi betapa mengerikan mahluk yang
ditanyakan kedua kakaknya iu, sekujur tubuhnya gemetar seperti orang mengigil.
“Ada nggak?!”
Sarah hanya bisa melongo memandangi David,pikiranya sudah kacau,’ Ngg…nggak
tahu,nggak jelas,nggak,nggak tahuuu…”
“Ya sudah,kita lihat bareng-bareng!” david bangkit berdiri dan bergegas, “Sarah….
Cepat ambilin senter dilaci meja ku!”
Nyawaku serasa berdesir mendengarnya,dengan ketegangan dan kepanikan sarah
seperti itu,maka akan semakin kuatlah rangsangan semburan racun Tuan absurdo yang sudah
menani didalam laci itu.
Petruk yang mendampingi absurdo didalam laci mulai merasakan getaran-getaran
mendekat,” siap-siap absurdo, sebentar lagi…”
Sarah menarik laci itu dengan panik, jari-jarinya gemetar sdemikian hebat.
Absurdo pun menarik nafas dan memjamkan mata,ia sudah siap sekarang.
Aku tak mengingat apa-apa lagi selain putihnya gaun sarah yang tak kan boleh
dicemarkan oleh air mata, dan tawa lepasnya yang takkan kubiarkan berubah jadi erangan
kesakittan. Sayap muda ku pun bergerak dan bergerak seepat mungkin, mendarat lebih cepat
kedalam laci itu dibandingkan mungilnya… dan oh, wajah tuan absurdo serasa dekat sekali
denganku,menatapku tak percaya, dan kudengar ia merintih halus,” phaaaaangerrhaaan….
Mudzraaah…”
Badan tuan absurdo seketika itu mengempis, tak ada lagi yang berarti selain kedua
capit kokohnya yang telah merobek badan ku. Kurasakan tubuhku mengembang oleh cairan
yang kuhisap,tak ada nyeri dan sakit… aku hanya mematung tak berdaya.
Sayup-sayup kudengar sarah menjerit,dan menunjuk-nunjukku,”itu kecoaknya…
itu!!”
Secepat kilat david mengambil sandal dan melibaskannya padaku,pukulan itu
memuncratkan sebagian isi tubuhku berikut racun tuan absurdo sehingga memerciki habis
lacinya.
“Aaargh! Laciku! Laciku!” teriak david panik, dengan sapu lidi ia mencongkelku
keluar,dan ia pun siap mengibasku lagi.
“Tungguuu!” teriak Natalia seraya menahan tangan david. Gadis itu membalikan
tubuhku dan dilihatnya lah sosok buronana yang selama ini dicari-carinya…. Tuan absuro!
Natalia terpekik pelan,” ini mutan yang kuceritakan itu! Dan kecoak ini… berarti kecoak
ini…”
Entah racun sakti apa yang dikandung tuan absurdo itu,yang jelas aku tak merasakan
nyeri sama sekali. Dan berhubung racun itu sudah sebagian keluar dari racun ku yang
rusak,perlahan aku merasa aku mampu menggerakan kaki-kakiku lagi… untuk sekali lagi
mendekat pada sarah,memandangi wajah malaikatnya….
“David!! Kecoaknya masih hidup!!”
Itulah teriakan sarah yang spontan,sekaligus yang terakhir kali kudengar,sebelum
riwayatku habis dibawah sol karet sandal jepit yang memukulku berulang-ulang tanpa
ampun.
Dan untuk terakhir kalinya kudengar hatiku menjerit dan berdoa, ya Tuhan sang
pencipta… ijinkan kau menemui putri impianku, sekali saja…
Natalia diam termangu,matanya nanar memandangi tubuhku yang sudah tak
terbentuk,” tapi… kecoak itu sudah menyelamatkan kamu sarah,” bisiknya pilu.
Mereka bertiga diam terpaku ditempat berdirinya masing-masing.
“Ah,sudahlah,kecoak tetap aja kecoak… mana mungkin dia memang niat untuk
menelamatkan sarah! Paling dia Cuma kebetulan terbang dan masuk laci…. Dasar sial aja
makanya langsung nabrak mutan itu mati deh! Udaah,nggak usah terlalu sentimental!” ujar
david memecah kesunyian mereka,ia pun berlalu keluar mengambil lap pel.
Sementara petruk berhasil lolos,lari tunggang langgang menuju kerajaan dengan amat
sedih sekaligus ketakutan. Ketika ia sampai,ia menemukan ayah berdiri tegak dengan ai mata
bersimbah, ayah sudah melihat semuanya.
“Yang mulia… pangeran muda kita..” diantara sedu sedannya petruk mencoba bicara.
Dibalik istana, vinolia juga tengah menangisi nasibku,menangisi semua kenangan dan
semua mimpi-mimpi yang selalu kuceritakan padanya. Dia pasti tidak mengira betapa
besarnya cinta tulusku pada sarah sehingga aku rela memberikan nyawaku hanya agar gadis
itu tidak disakiti. Aku rela melepaskan semua, termasuk tampuk kerajaan dan gelarnya.
Aku merasakan diriku mengawang-ngawang. Tidak tahuu apa bentuknya. Aku tak
bisa lagi berbicara,tidak kepada diriku sendiri sekalipun. Tinggalah aku sebagai satu wujud
kesadaran berupa sederet permohonan, dan kini melayang-layang diatmosfer. Tak ada lagi
jarak dan waktu. Kumasuki labirin-labirin dalam pikiran sarah dan aku pun melebur disana.
“Natalia….” Sayup-sayup kudengar suara merdunya memanggil Natalia yang baru
saja bangun pagi.
“Ada apa, sarah?” Tanya Natalia bingung,wajah adiknya begitu berseri-seri dan
menyorotkan kedamaian.
“”Tadi malam aku bermimpi jadi putri…” sarah tersenyum, matanya seperti
melamun,’ aku bertemu dengan pangeran yang cakeep banget! Namanya Rico de coro,lalu
kami jalan-jalan,berdansa… aduh,pokoknya dia baik dan romantic sekali…”
Natalia terlongo dan berudaha meyakinkan dirinya berulang-ulang. “Rico de
coro,bukannya itu kecoak yang diberi nama oleh sarah? Rico de coro?” tanyanya dalam hati.
Tapi ia tak sampai hati berbicara,melihat wajah adiknya yang seperti orang kasmaran berat.
Dan…. Oh, aku sendiri betul-betul bahagia. Walaupun dengan demikaian,maka
wujudku sebagai sebuah kesadaran pun akan berakhir. Permohonanku telah didengar, dan
sebentar lagi aku akan keluar dari labirin pikiran sarah tersayang. Kini aku akan beristirahat
dengan tenang,bersama sesame-sesama yang lebih dulu mendahului ku,betapa hatiku rindu
ingin bertemu dengannya lagi… ah, akan aku temui dia sekarang!
1. Ringkasan:
a. Ada sati koloni kecoakyang tinggal di dapurrumahtangga keluargaOm
Haryanto
b. Rico de Coro mencintai gadisremajayangtinggal dirumahtempatRico
menumpang,Sarah.
c. Manusiaterus menyakiti bangsakecoak( LalaPita) danpara kecoak,
terutamahunteringinmembalasdendam
d. Saat masa ‘perang’.Ricomengorbankandirinyauntukmelindungi Sarah.
2. PersamaancerpendenganManusia:
Pengarangmemakai karaktertokohyangmemiliki persamaandenganmanusiaagar
pembacabisamerasakankoneksi danmendapatkanpesanyanglebihberarti.
Penulismnggunakankarakterdanperspektif yangberbedauntuktokoh-tokoh
supayadapat dibacaolehsemuakalangan.
Ceritatersebutmemperlihatkankehidupancoroselayaknyakehidupanmanusia,:
a. Perbedaanpendapat
b. Harga diri
c. Perbedaanjabatan
d. Dendam
e. Cinta
3. Penokohoan:
a. Rico de Coro :
 TidakmelihatbatasancintadirinyaterhadapSarah(Akusemakinyakin
sebenarnyaiasayangkepadaku.Hal 109)
 Mengalami tekananuntukmelanjutkanwarisanayahnya(akutahupasti
sarah tidakmungkinmembunuh...setiapkali mendekati kerajaanyang
terletakdi dapur,diaselalumintaditemani.(Ayahtidakpernahmau
mengerti...diaberharapakumenggantikanposisinyakelak.Lengkapdengan
karismayang tidakmungkinkumiliki.Hal109)
b. Huntersang Raja dan Ayah:
 Bangga menjadi kecoakdapur, inginmembeladanberjuangbagi keluarga
dan komunitasnya(kurangajar!Merekapikirkitakecoakmurahan,apa?!
Sampai kapankita maudiperlakukanseperti ini?Sampai kapanmental kita
tetapbertahansebagai hewanbusukyangbisadibasmi begitusaja.hal116-
121)
 Ekspektasi tinggi untukRico(daripadakamumemikirkancintabutamuitu,
lebihbaikkamupikirkannasibbangsayangkelakakandi tanganmuhal118)
c. Miami Vin:
 Tidakinginperangdenganmanusia
 Lebihrealistis
 Lebihbijaksana–jangan balasdendamkarenamanusiaakanmenjadi lebih
kejam( kita tidakperlumembalasdendampadasiapapunsudahpasti yang
kuatlahyangmenang.Dan apalaharti seranggaseperti kitadibandingkan
makhluksepintarmanusia.Hal121)
4. AmanatCerita:
a. Cintamembutuhkanpengorbanan
b. Harga diri perludijaga(namabaik)
c. Kejahatantidakbolehdibahasdengankejahatan( Mami Vin)
d. Jikakitamenginginkansesuatu,kitaharusmemperjuangkannya(Rico)

Rico de coro

  • 1.
    Aku lahir didalamdidalam sebuah meja kayu jatiantik yg penuh denganukiran meja bulat berlapis kaca itulah tempat persinggahan ibuku yg terakhir.Untung dia sempat melekatkan telurku diantara ukiran ukiran kayu itu sebelum dia wafat disemprot Baygon klu tidak maka aku tidak akan ada untuk mengisahkan kisah cintaku yg syahdu ini. Aku sedang jatuh cinta. Dan ini merupakan masalah besar,bagiku dan bagi bangsaku.Gadis yg kucinta setulus hati itu adalah seorang remaja,sama seperti aku,dengan paras manis dan nama yg manis pula: sarah.Rambutnya panjang dan sedikit ikal,kulitnya putih,bersih ,harumdan dialah mahluk yg paling baik didalam rumah yg kutumpangi ini.Namun bagi bangsaku dia tak lebih dari seorang pembunuh. Padahal aku tau pasti,Sarah tidak mungkin membunuh salah satu dari kami.Sering kali aku mendengar dia berbicara pada setiap orang,”hiih… kalu sy melihat kecoak dari jarak 5 meter sekalipun,bukan dia yg lari tapi sy yg ngacir duluan! Takuuut….! Lalu matanyapun membelalak,indah sekali. Dan memang itulah yg terjadi,selama ini oknum2 ygmemburu kami hanyalah Bi Ipah,Tante dan Oom Haryanto (pemilik rumah ini!),David dan Natalia (Kakak-Kakak Sarah!).Sarah sndri tdk pernah berani aan,”katanmendekati kami,setiap mendekati kerajaan yg tepatnya ada didapur,dia selalu minta ditemani.Aku semakin yakin,sebenarnya dia sayang padaku.Setiap kali didlihatnya aku bertengger dilemari piring,Sarah hanya tertegun dan kemudian keluar.Dia tak ingin menyakitiku. Ayah tak pernah mau mengerti.Aku memang mengeri posisinya sulit,sebagai seorang Raja dia memiliki beaban berat dan dia ingin sekali aku dappat menggantikannya,lengkap dengan segala charisma yg tak mungkin kumiliki. Ayah adalah seorang kecoak ningrat yg tiada duanya.Dialah perpaduan kecoak hutan yg besar dan kuat dgn kecoak rumahan yg pintar.dulu ayahku memang berurbanisasi dari hutan kekota dgn cara bersenbunyi dibalik sayur2 ygakan diangkut kepasar Induk ,entah bagaimana caranya bias sampai dia terbawa kerumah ini.Masa kecilnya dihabiskan dilubang dekat televisi,krna itulah dia pintar,berbudaya dan punya wawasan luas.Dia memepelajari semuanya dari kotak listrik berwarna warni itu. Ayahku jugalah yg memberikan nama2 bagi kami semua,sehingga kami tidak sama dgn kecoak2 selokan yg suka muncul dari lubang kamar mandi,”kecoak WC tidak itu beradab,mereka seolah2 masih hidup dijaman prasejarah,apalagi bau badan mereka yang…..mana tahya selalu.Ayah sndri menamai dirinya “Hunter”,yg diadaptasi dari nama tokoh jagoan di film favoritnya dulu,dan bagi ayah nama itu gagah sekali. Perbendaharaan namanya banyak sekali dan bagus2,ada “Renegade”,”Isamar”,”Marimar”,”Bella Vista”,”Laurier”,”Glase” dan lain-lain. Kecuali namaku,aku punya sejarah yg lain dari pada yg lain.
  • 2.
    Tadinya aku dinamain“Taktik Boom”. Ayah bilang nama itu sangat cocok untuk kecoak krna cukup lucu, dan cocok untuk seorang calon raja krna terdengar cerdik dan taktis.Tapi begitu aku mendengar sebuah nama yg terucap dari mulut Sarah pujaanku, semuanyapun berubah. Aku ingat saat itu Bi Ipah sedang memberi makan sepasang ikan Arwana besar kesayangan Oom Haryanto,dan makanan itu berupa seekor….(maaf) kecoak. Aku memang tak mengenalinya,dia seekor kecoak apes yg tertangkap dikamar mandi,tapi hal itu tetap merupakan tabu untuk dilihat oleh sesama kecoak.Pamali katanya bias bias kita ikut ketiban sial.Tapi saat itu aku tak dapat menahan diri sebab Sarah ku ada disana,tertawa dengan manis dipinggir aquarium. Masa masa itu nampaknya merupakan musim kawin bangsa ikan.Setahuku kedua ikan arwana itu bias saling membunuh kalau disatukan dlam satu akuarium,tapi rupanya angina cinta dan perdamaian memang sedang bertiup dengan saktinya.Bayangkan kedua ikan yg klu bayangan mereka sndri pun bisa gila krna ingin mencabik2 kini malah pacaran! Tabiat mereka memang primitif sekali! Mereka pasti tak mengenal azas gotong royong dan kekeluargaan seperti kaumku,dan mereka pasti tak pernah merasakan arti cinta sejati sprit yg kurasakan pada Sarah. “Hey,kita kasih nama aja yuk semuanya!” katanya pada David dan Natalia yg juga ikut menonton,aku pun langsung terharu…. Oh, betapa miripnya Sarah dgn ayah. Gadis manis itu pun memutar otak sejenak kemudian berseru,”Aha! Kita pakai nama nak anak komplek sini aja!” “Setuju! Setuju! David dan Natalia menyahuti penuh semangat,otak2 nakal merka langsung berputar. “Ikan2 arwaananya kita kasih nama Mikael dan Meiti!” “Emm… makanan-makanannya juga dong! Gimana klu kelabangnya kita kasih nama Anto!” usul David berbinar 2,mengingat betapa sebalnya dia dgn musuh besarnya Anto Suwiryo,anak RT 5. “Kodoknya…Indra!” Ikan ikan kecilnya “Nino!” Tante Haryanto yg numpang lewat juga ikut2an, klo corone jenenge opo? Tanyanya iseng. Oh aku baru tau bangsaku dalam bahasa Jawa disebut :Coro.Bagus juga. Sarah yg tadi diam saja tiba2 bersuara, “coro nya Rico aja ya? Lucu kan? Rico de Coro!” ujarnya dgn mimik yg sungguh menggemaskan. Aku pun langsung tertegun….R-i-c-o,nama yg sungguh2 indah! “Dah, Rico!” katnya pelan sambil melambaikan tangan, Bi Ipah pun langsung melepaskan kumis kedua kecoak malang itu,yg langsung hilang disikat arwana kelaparan.Aku tak terlalu peduli,yg ada dipikirku hanya nama itu…. Bayangkan,Sarah memberi nama pada seekor kecoak jelata! Sebut aku penjiplak,plagiator dan sebagainya,tapi aku tak mungkin membiarkan nama yg terlontar dari buah hatiku hilang
  • 3.
    bersama kecoak takjelas itu,biarlah aku yg mewarisi nama Rico de coro,milai ddetik itu sampai selama-lamanya! Malam itu ada rapat besar dilemari gas elpiji,yg merupakan istana kediamanku,ibu tiriku dan Ayah.Tempat itu memang paling nyaman dari semua pelosok dapur,paling lembab,gelap,berjamur,dan jarang diusik. Aku dan adik2 tiriku tengah memandangi Ayah yg sedang berbicara dgn berapi2 didepan mimbar. “Ini sudah keterlaluan!” serunya penuh amarah, “Petruk…coba beritahu yg lain!” perintahnya pada Petruk,asisten sekaligus sekretaris kerajaan. Petruk berdehem sejenak “tadi pagi ada masalah yg menimpa seorang warga kita….”Lala Pita” Khalayak langsung rebut.Akupun tterperanjat mendengarnya. Lala pita adalah seekor kecoak albino yg manis,usianya kira2 sebaya dgn ku dan aku tahu benar berapa puluh kecoak jantan yg bersaing untuk bias mengawini Pita.Sebelum kenal Sarah aku pun sedikit naksir padanya.Dia memang cantik untuk ukuran seekor kecoak. “Bagaimana dia bisa mati?!” jerit Komo,salah seorang fans berat Pita. Petruk tergagap,seakan2 tak sanggup menceritakan,tapi dia berusaha menguatkan diri…. David… anak itu… anak itu menangkap Pita,ia tidak membunuhnya sejkaligus,…tapi…ia menjeratnya dgn sebuah sisir,dan kemudian me…menyimpulkan kedua sungutnya se…sehingga..”Petruk tepaksa berhenti dulu u/ menenangkan badai duka dalam hatinya. Semua langsung tecekat ngeri,sungutnya disimpul? Bagi para kecoak seperti kami,itu sama saja dgn siksa alam kubur.sepuluh kali lebih baik langsung diinjak a/ disemprot lalu mati tidur,daripada disakiti sprit itu.Benar2 tak terperi… “Pita sungguh tersiksa,beberapa dari kita menemukannya sudah tak bernyawa… dan itupun sudah terlambat,kawanan semut sedang mengarak2 tubuhnya pergi…”kali ini Petruk tersedak oleh air mata pedih. Saat itu aku benar2 benci pada david,teganya dia menghabisi nyawa Pita sprit itu.Malangnya nasib gadis cilik itupun berakhir dgn menjadi santapan para semut hina. Rakyat semakin hiruk pikuk.Ibu –ibu saling berpelukan dan menangis ,dan para pemuda pun mengutuki David habis2an,dgn segala sumpah serapah u/ menghabisinya walaupun itu tak akan mungkin.Ayah kelihatan berfikir keras,Ia pun bangkit dan berkata ,”mulai skrg kita berlakukan lagi jam pagi!” suaranya menggelar dan membungkam semuanya,”tidak boleh ada lagi kecoak yg berkeliaran sblum jam 6 sore,tidak boleh lagi ada yg iseng2an menampakan diri u/ menakut2i Sarah,semuanya harus bersembunyi! Bersembunyi! Sampai aku menemukan cara u/ membalas petaka ini!” Pertemuan itu pun bubar dan suasana malam diistana menjadi muram durja.Aku ngeri melihat Ayah,saat2 sprti ini selalu memunculkan sisi kecoak hutannya yg sangar. mungkin u/ tidak menampakan diri,bersembunyi dibalik wajan atau panci,persoalan cintaku pada Sarah akan membuatnya semakin gila.
  • 4.
    Kengerian semakin melandakerajaan.Jam pagi yg sudah diberlakukan tidak berefek seampuh yg kami duga,pembaruan terhadap warga oleh oknum2 Haryanto berjalan tanpa ampun baik siang maupun malam. Biasanya sebagian dari kami yg lengahlah yg tertangkap,namun skrg mereka sudah mencari dgn hausnya,mengobrak-abrik laci tempat2 tempat keluarga kami tinggal,dan semuanya berakhir di perut Mikael dan Meiti,sepasang ikan arwana Kalimantan. Hal itu cukup menjadi tanda Tanya besar bagi semuanya,hingga akhirnya aku pun memberanikan diri u/ menyelidiki dgn cara menyelidiki ruang kerja Oom Haryanto ,tempat dia dan istrinya berdiskusi masalah rumah tangga. Ternyata mereka sedang dibelit masalah keuangan,semuanyapun kena bahas termasuk ikan arwana. “Bayangkan! Berapa duit yg harus kita keluarkan klu kita kasih mereka kelabang tiap hari?! Satu lelabang aja udah gopek! Ikannya ada dua! Satu bulan makan mereka udah sama dgn uang jajan si David dan Sarah! Udah deh Pak ,kita jual saja ikannya…” “Oom Haryanto dengan keras menolak,”Aku saying sekali sama ikan2 itu! Kau kan tahu,mereka sudah kupelihara dari kecil!dan ingat,ini musim kawin mereka yg pertama kali! Mereka tidak boleh kelaparan apapun caranya! Biarlah sementara ini mereka dikasih makan kecoak saja.” “Ah,Bapak ini… kecoak mana ada gizinya! Jorok gitu! Lagian berapa puluh yg mesti kita tangkepin, sementara ikan-ikan itu kelaperan melulu kerjanya! Aku kan jijik juga nyari2 kecoak didapur tiap hari,” rajuk tante Haryanto. Suruh aja si Ipah atau si David yg nyari! Pokomya ikan2 itu ga boleh dijual!” tegas Oom Haryanto mengultimatum. Jelas lah misteri pembantaian selama ini.Buru-buru aku menyelinap menuju dapur,dan kemudian melaporkan informasi itu pada Ayah. Diluar dugaanku.Ayah malah semakin naik pitam,”kurang ajar! Mereka piker kita kecoak2 murahan apa?!” teriaknya seketika,”kalau Cuma buat mengganjal perut ikan2 bodoh itu,kenapa mereka tidak pilih kecoak got yg tidak punya otak dan bau2 itu?! Kita kan bangsa yg berbudaya,beradab… sudah sepatutnya kita dihargai lebih dari sekedar makanan ikan atau penghuni dapur yg lemah!!!”lanjutnya lagi,badannya yg besar pun kian mengembang,”kita akan buktikan klu kita tidak sama dgn kecoak lain!!” Tiba-tiba kudengar dia meneriakan nama ku,” RICOOO!!!!!” Tubuh ku langsung terasa kaku,tapi kuberanikan untuk mendongak sedikit demi sedikit.Pasti Ayah akan mengingkit2 masalah itu lagi….dan benar saja. “Kau….. otak mu juga ada disayap! Précis kecoak WC! Bagaimana mungkin kau bias tergila2 dgn anak pembunuh itu….” “Dia bukan pembunuh,sama sekali dia belum pernah menyakitiDia bukan pembunuh! sama sekali dia belum pernah menyakiti seekor kecoak pun!” bantah ku, spontan. Aku jadi
  • 5.
    bingung, keberanian darigot mana sampai aku berani menentang Ayah,alias Hunter sang Raja. “Dasar tolol!! Masih berani-beraninyakau bela dia! Dia memang tidak pernah melakukannya langsung, tapi beberapa kali orang-orang dirumah ini membunuhi kita gara-gara dia,ha?! Anak manja yang bisa Cuma ”aduh-aduh-tolong tolong” … dia pikir kita ini setan garong,apa?!” Sederet kalimat pembelaan sudah siap meluncur keluar,tapi kulihat ibi tiri ku sudah memberi kode-kode supaya aku diam dan tidak usah membantah,mungkin dia berusaha agar pertengkaran ini tidak usah diperpanjang lagi. “Dari pada memikirkan cinta buta mu itu, lebih baik kau pikirkan nasib bangsa yang kelak akan ada ditanganku! Jangan sampai kau membuat mereka menjadi makanan bagi calon bibit-bibit ikan yang akan lahir dan kembali akan mengganyang kita!” serunya menyala- nyala, terbakar semangat nasionalisme sampai gosong. Dana setiap kali mendengarnya akupun merasa lelah,seakan-akan baru diganduli rantai penjara. “Coba cari panci dan berkaca lah disana!” benatk Ayah lagi,” Lihat dirimu! … kita hitam! Kecil! Jelek bau!” kali ini kata-katanya menamparku telak. “…. Dan itulah pendapat manusia tentang kita! Dan kalau itu juga jadi pendapatmu, maka kau adalah kecoak gadungan! Mungkin kau anak manusia yang dikutuk jadi kecoak, atau apapun lah itu! Tapi kalau kau bisa melihat baynagnmu sendiri sebagai mahluk yang gagah, tampan dan punya arti… barulah kau kecoak yang sejati dan pantas menjadi penggantiku..” suara ayah terdengar tertekan, seperti menahan tangis. Mendadak akupun menjadi sedih sekali, baru kali ini aku mendengar suaranya seperti itu. Dia pasti benar-benar kecewa. Tak sanggup kulihat lgi sosok ayah yang pergi menjauh, aku hanya diam dan termenung. Masih kurasakan sakit tamparan kataa-katanya…. Hitam, kecil, jelek, bau… prlahan-lahan aku beringsut mendekati panci dan melihat bayanganku disana. Dan untuk pertama kalinya aku ingin menjerit ketika kusadari semu kebenaran kata-katanya. Tak kulihat bayangan mahluk yang tampan dan gagah. Yang ada hanyalah serangga pipih bersungut panjang. Hitam,kecil,jelek,bau… Kerajaan kami sudah berubah total. Malapetaka ini sudah mencapai puncaknnya,populasi warga sudah menyusut hampir setengahnya,jalanan semaki n sepi dan rumah semakin lenggang. Tak ada lagi pesta pora ditengah malam, taka a arisan ibu-ibu gossip, atau kawanan anak kecil yang bermain bebas. Keadaan begitu mencekam. Hari-hariku sendiripun berubah menjadi rangkaian nelangsa yang seakan tiada habisnya. Aku sudah tak bias memandangi Sarah sebebas dulu lagi, dan gilanya… kejadian ini malah membuat cinta dan pengharapanku semakin dalam. Semakin kusadari betapa tidak mungkinnya anganku untuk memiliki gadis itu, maka semakin terjebaklah aku dalam mimpi- mimpi siang bolong… seperti berubah jadi manusia, misalnya. Dan pada suatu malam, aku terbangun lagi dari mimpi-mimpi gila itu dan menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang bercakap-cakap. “Yang Mulia… itu gagasan yang sangat hebat, tapi apakah mungkin akan berhasil? Mungkinkah mereka mengerti?” “Percayalah Truk, itu satuu-satunya jalan supaya manusia itu dapat ganjaran…” “Tapi, bagaimana caranya kita dapat berkomunikasi dengan dia?” “Gerak-geriknya sudah kupelajari, biarpun sedikit aneh.. tapi kupikir banyak kesamaannya dengan bahasa kita, aku yakin kita bias berkomunikasi.” Aku segera tahu, itu suara ayah dan petruk. Namun tiba-tiba kudengar ada seorang wanita berbicara…. Ibu tiriku vinolia, atau mamah vin,panggiilan akrabku kepadanya.
  • 6.
    “Hunter kupikir itusalah,” dengan lembutnya dia angkat suara,” Entah bagaimana bias muncul pikiran itu dari hatimu, tidakkah kau tau bahwa tabiat binatang tidak sama dengan tabiat manusia? Kita tidak membalas dendam kepada siapapun! Apa kau tak kenal lagi dengan hokum rimba? Yang kuatlah yang menang, dan apalah serangga seperti kita disbanding mahluk sempurna seperti manusia?” dan betapa aku bangga mempunyai ibu sebijaksana dirinya. Tapi ayah memang bersikeras,” sampai kapan kita mau diperlakukaan seperti ini? Sampai kapan mental kita bertahan sebagai hewan busuk yang bias dibasmi siapa saja? Apa kau tak ingin sesamamu maju,hah?” Mamih vin melengos,”memang kau terlalau lama hidup dengan televise,” katanya ketus,” Anakmu bisa kau pidato-I menjadi kecoak sejati, tapi pikiranmu sama seperti manusia!” Ayah sudah ingin meledak , tapi rasa hormatnya pada ibu tetap membuatnya tetap bungkam, dialihkanlah perhatiannya kembali pada petruk,” Kita tetap jalankan rencana…” Petruk mengangguk-angguk cepat, ia segan kepada Hunter melebihi apapun “Besok kita akan menemuinya,” tandas ayah,” aku akan berbicara langsung dengannya,tapi tolling siapkan beberapa orang kuat untuk ikut pergi,bagaimanapun kita harus tetap anggap dia berbahaya sampai kita betul -betul tau…” Mereka berdua berbicara sambil berjalan keluar istana., aku tak dapat lagi mendengar pembicaraan mereka, yang jelas rencana itu besar… dan berbahaya. Dari balik tirai aku sednag asik mengamati Sarah yang tengah tertidur pulas. Dia memang cantik sekali, aku yakin banyak anak manusia yang suka padanya dan betapa beruntungnyalah nasib mereka hingga berkesempatan untuk mengejar… dan bahkan mendapatkannya. Kesembunyikan diriku,terutama sungutku rapih-rapih setiap kali aku mengunjunginya dikamar ini, karena sebetulnya perjalanan ini berbahaya sekali. Kamar sarah dilengkapi dengan obat nyamuk listrik yang cukup untuk memabokanku, bahkan perangkap-perangkap khusus kecoak. Tapi bukan sarah yang memasangnya, keluarganya lah yang telah sengaja menaruh ruang-ruang eksekusi itu supaya mereka tidak usah repot kalau harus dipanggil tengah malam hanya untuk membunuh mahluk-mahluk sepertiku, Oh! Tiba-tiba Natalia menyeruak masuk,membongkar-bongkar,mengobrak-abrik sana sini. “Sebenernya yang kamu cari apa sih?” Tanya David yang membuntutinya dari tadi. “Hasil percobaan Dosenku ,dia seorang professor…” wajah Naalia pucat pasi,dia sepertinya cemas sekali. “Percobaan professor? Apa sih?” rongrong David tak sabar. Sekilas natallia memandangi sarah yang Masih tetidur,” nanti aja ah,ada sarah… aku takut nanti dia dengar…” Alaa! dia kan lagi tidur! Apaan dong?! Kalau kamu ga mau bilang aku ga mau bantu nyariin!” ancam David. Walau pun dengan ragu-ragu,Natalia mulai berbicara dengan pelan-pelan… dan kulihat mata David membelalak ingin copot. Sementara aku sendiri merasa digilas bulldozer, nyawaku serasa mau terbang,dan hamper saja aku jatuh dari balik persembunyian ku. Secepat kilat aku menyelinap kembali ke istana… dan ternyata aku lah yang paling terlambat tahu. Semua warga sudah mengetahui tentang kehadiran seekor mahluk aneh yang kini ditempatkan dibilik istana. Aku cepat-cepat mencari informasi, tapi berita-berita itu ternyata masih simpang siur. “Ooh! Dia sungguh besar,menakutkan! Bnetuknya seperti ratu semut tapi lebih ngerti!” “Mahluk itu seperti belalang lamban tapi bodoh…” “Seekor ular naga! Ya! Betul-betul seekor naga!’
  • 7.
    Berita-berita itu ju/strusemakin memeusinhkan otakku yang kalut. Tak peduli lagi,kuterobos kerajaan yang membentengi istana untuk menemui ayah. Dan langkah ku serta merta terhenti ketika aku berhadapan dengan sosok teraneh yang pernah kulihat sepanjang hidupku. Mahluk itu adalah perpaduan kumbang, belalang… dan kecoak. Warnannya coklat kusam,sungutnya lebih pendek dan tebal,sayapnya kecil hingga hamper tak kelihatan. Yang membuuatku jijik adalah posisi tubuhnya yang aneh… badannya seperti ayah, namun dengan posisi seperti manusia duduk! Punggungnya melengkung seperti bulan sabit,namun kaki-kaki yang menopang posisi duduknya hanya sedikit yang lemah,hingga ia bergerak sangat lamban,bahkan nyaris tidak bergerak. Sementara kakai-kakinya menengadah begitu saja seolah-olah tanpa fungsi. Dia memnag kelihatan seperti monster besar yang bodoh,tapi ada satu kengerian yang membuatku tak mampu berkata-kata… dibawah sungut pendeknya,terdapat dua capit besar yang tajam berkilat. Mungkinkah… mungkinkah itu yang dibicarakan Natalia dan david tadi. Ayah nampak sama sekali tak gentar berdekatan dengan monster itu,ia malah memperkenalkannya padaku,” Ah, Rico!kenalkan,dia masih family bangsa kita tuan Absurdo!” Tuan absurdo yang mengerikan itu berkata terpatah-patah dengar rintihan yang mirip orang berkumur”Grrrrooorbbb!!....Rheeekho,phangerran mudzraah…” “Pangeran muda maksudnya,” ayah menterjemahkandengan bangga, seolah-olah ia telah belajar sesuatu yang luar biasa. Aku menatapnya tak bergeming,”apa yang ayah lakukan?” Tanya ku tegang. Ayah ketawa kecil.” Tuan absurdo ini akan bekerja sama dengan kita untuk member I ganjaran kepada manusia-manusia kejam itu,” dia menepuk badan absurdo yang ternyata lembek seperti bantal,” hidupnya tidak panjang, karena itulah dia ingin menggunakan sisa usianya untuk hal yang berguna.” Tuan absurdo mengganggu pelan dan terkekeh,” Hrgeeh… hrgeeh… hrgeeeh,” Aku memandanginya, antara mual dan iba. Namun rasa kasihan bertambah setelah mengetahui kisah malangnya. Tuan absurdo merupakan kelinci percobaan yang dibuang dari laboratorium karena karena dianggap gagal dan malah jadi species yang membahayakan. Asalnya ia adalah seekor kecoak hutan yang dicoba untuk diinseminasikan dengan kumbang tanduk sekaligus belalang. Struktur tubuhnya masih mengalami beberapa kekurangan terutama pada kaki-kakinya yang terlalu banyak dan lemah. Namun kesalahan fatal timbul pada kedua capit berukuran besar yang tiba-tiba jadi mengandung racun, dan dengan struktur ruas yang membuat badannya menjadi tengadah,capit-capit semakin berbahaya karena tidak dapat dikendalikan. Tuan absudro yang malang itu diboyong oleh Natalia yang sok tahu didalam sebuah plastic kresek tipis, dan kemudian terjatuh dengan sembrono dimuka dapur,maka sapu bi ipah pun menyertetnya kedekat tempat sampah. Capit-capitnya yang tajam bergesekan dengan plastic tersebut hingga robek dan akhirnya dapat meloloskan rdirirnyaa keluar,walaupun dengan susah payah sekali menggerakan kakai-kakai kecilnya. Kemudan beberapa wagra menemukannya dan melaporkannya pada ayah. Pertama-tama aku tidak yakin pada tuan absurdo , tapi lama-kelamaan aku menyadari dibalik keadaan fisiknya yang mengerikan sekaligus membahayakan,dia memiliki hati yang tulus dan lugu. Aku pu n jadi sering menemaninya bercakap-cakap dimalam hari,meskipun dituntut kesabaran yang tinggi untuk dapat mengerti ucapannya. “Oom Absurdo.” “Yha,Rheekhoo..”
  • 8.
    “Kalau anda memilikicapit yang berbahaya,kenapa anda tidak berusaha mnyerang kecoak-kecoak yang menemukan anda diwaktu itu? Bagaimana anda tahu itu musuh atau bukan? Bukankah hewan cenderung untuk menjauhi yang bukan sesamanya?” Tuan Absurdo terkekeh,ithruuu bethriuuzll… tzhraapiiii….” Dengan terbata-bata ia menjelaskan sesuatu yang membuatku semakin iba padanya. Tuan absurdo ternyata telah menyaksikan beberapa temannya yang sama-sama dijadikan monster dipaksa untuk menggunakan capitnya,yang harus ada rangsangan kuat sehingga racun itu dapat termunntahkan keluar. Betapa pilu hatiku setelah tahu bahwa yang keluar nanti adalah cairan tubuhnya sendiri,sehingga tuan absurdo pasti akan mati sesudah melakukannya. “Apakah racun itu sangat berbahaya, Oom?” Dia menggeleng, “Thriiiiidakz therllahlruu…” kemudian dijelaskannya bahwa racun itu hanya sejenis racun pelumas mangsa yang akan membuat mangsa itu tidak bisa bergerak,teteapi pada manusia racun itu dappat menyebabkan hangusnya sel-sel otot dan rasa sakit yang luar biasa. Aku pun langsung tertegun,sepertinya aku dapat mereka-reka rencana ayah kini. “Dan oom akan melakukannya demi ayah saya?” Tuan absurdo menggeleng dan kembali tersenyum, ”Thriidzaaakz…. Tzhraapiii unthrukhuu.” Aku menunduk menyembunyikan haru,ternyata tuan absurdo tidak kuat lagi lebih lama tersiksa dengan keadaan tubuhnya yang tak sanggup beradaptasi dengan ekosistem, dan ia juga tak punya teman-teman species sejenis. “Siapa yang akan Oom sengat?” “Dhraahrrviidz..” ***** Hari yang dinanti-nanti seluruh warga kerajaan telah tiba. Subuh-subuh, dengan bantuan kawanan semut dapur yang bersahabat,maka diboyonglah tuan absurdo kedalam laci meja belajar david yang memang selalau dibiarkan setengah terrbuka. Ayah menjadi kepala rombingan itu, dan setelah ssemuanya siap diatur ia pun memberi salam terakhir untuk pahlawan perangnya, Tuan absurdo. “Absurdo,atas nama kerajaan aku mengucapkan terimakasih atas pengorbanan yang tak akan mungkin kulupakan ini…” dengan sungguh-sungguh ayah berkata. Tuan absurdo mengangguk sembari tersenyum, dan dengan lemah ia melambaikan sebagian kaki kecilnya,”Rheekhoo…” panggilnya padaku. “Oom absurdo…” sahutku dengan tercekat menahan sedih,kupandangi wajah belalangnya yang ramah dan lugu itu, dan kugapai-gapaikan sungutku untuk meraih kaki- kakinya yang melambai lemah. Ia senag sekali menerima balasan lambaian ku, wajahnya yang ramah kian berseri. Rasanya aku tak sanggup lagi berada disana, akhirnya aku memilih menyusul mamih vin yang juga meninggalkan tempat itu. “Ada apa dengan Hunter… apakan dia tidak mengerti semua usahanya ini sia-sia?” keluh ibu tiriku sedih. “Memangnya kenapa?” aku bertanya hati-hati. “Dia pikir manusia akan mengerti aksinya, padahal yang ada kita hanya akan semakin dimusuhi dan dibasmi… apalagi kalau ada dari anak mereka yang terluka. Hunter tak mau menerima takdir kalau kita ini hanya mahluk lemah yang tak kan mungkim menyamai manusia,” mamih vin menunduk semakin dalam,” percayalah semua ini hanya akan mendatangkan duka.” Sementara yang lain sibuk mempersiapkan diri untuk menyaksikan peristiwa embalasan dendam tersebut,aku memilih pergi kekamar sarah, bersembunyi dibalik tirai seperti biasanya. Karena hari ini hari yang sungguh istimewa, sarah berulang tahun yang ke
  • 9.
    17. Dan pagiini ia tampak cantik sekali, mematut-matut dirinya dicermin dengan mengenakan gaun putih yang akan dikenakannya untuk pesta kecilnya nanti malam. Tiba-tiba tante haryanto melenggang masuk,” Aduuuuh…. cantik sekali anak mama!!” pujinya sambil memeluk sarah,dipandanginya anak gadis itu dan tante haryanto ppun geleng-geleng,” kamu seperti putrid ya!” Sarah tertawa lepas,” Ngak ah… masa segini dibilang kaya putrid!” Ah,dia memang rendah hati. Betapa aku ingin ikut-ikutan berseru, bahwa aku setuju seratus persen dengan tante haryanto kalau saraqh benar-benar seorang putrid, dan tidak sekedar putri biasa.. Tapi putrid tercanntik sejagat raya! Dan aku… aku adalah pangerannya, Rico de Coro! Hamper saja aku tidak menguasai diri dan menampakan diriku keluar, cepat-cepat aku merunduk… dan, mimpi indahnya pun buyar. Kutatap selintas bayanganku dicermin itu,bayangan rico de coro… pangeran serangga yang hitam,jelek,dan bau. Mana mungkin aku bisa seputih dan sebersih gaun yang dikenakannya,atau cukup tampan untuk menjadikan kami pasangan yang serasi. Aku hanya mahlukyang bersungut dan bersayap yang tinggal dibagian terkotor dari rumah, dengan impian-impian konyol yang hanya membuat orang tuaku kecewa. Tiba-tiba kulihat sarah terperanjat setengah mati, begitiu pula denganku yang juga kaget mendengaar bunyi sayapku bergetar menggesek tirai. Ternyata aku sudah mulai dewasa! Sayapku sebentar lagi akan sekokoh ayah, dan akupun akan sanggup terbang seperti dia. Tapi sarah terlanjur merasa takut,dia pun buru-burbu keluar, David…. Bi ipah… Natalia…” Betapa menyesalnya aku telah sempat mengagetkannya,maka kususul dia diam-diam. “David!David, tolongin dong! Ada kecoak dikamarku! Seu sarah panic sambil mengguncang-guncangkan badan kakaknya. David terlonjak bangun,”Benar-benar kecoak?” Tanya nya seriius. Natalia langsung menerobos masuk dan bertany.a dengan ekspresi tegang,” kecoak? Kecoak macam apa?” Sarah memandangi mereka dengan bingung bercampur curiga,” memangnya…. ada kecoak kaya apa lagi?” nada suaranya sangat ketakutan. “Sarah, warna kecoak yang kamu liha kaya gimana?! Sungutnya pendek atua panjang?! Terus badannya kelihatan aneh engga?!” Natalia berusaha bertanya setenang mungkin,tapi sarah menjadi semakin ketakutan mendengar pertanyaan-pertanyaan itu. “Ada capit nya nggak?!” David spontan menambahkan. Natalia langsung memelototinya tapi sudah terlambat. “Capit?!” sarah ak dapat membayangkan lagi betapa mengerikan mahluk yang ditanyakan kedua kakaknya iu, sekujur tubuhnya gemetar seperti orang mengigil. “Ada nggak?!” Sarah hanya bisa melongo memandangi David,pikiranya sudah kacau,’ Ngg…nggak tahu,nggak jelas,nggak,nggak tahuuu…” “Ya sudah,kita lihat bareng-bareng!” david bangkit berdiri dan bergegas, “Sarah…. Cepat ambilin senter dilaci meja ku!” Nyawaku serasa berdesir mendengarnya,dengan ketegangan dan kepanikan sarah seperti itu,maka akan semakin kuatlah rangsangan semburan racun Tuan absurdo yang sudah menani didalam laci itu. Petruk yang mendampingi absurdo didalam laci mulai merasakan getaran-getaran mendekat,” siap-siap absurdo, sebentar lagi…” Sarah menarik laci itu dengan panik, jari-jarinya gemetar sdemikian hebat. Absurdo pun menarik nafas dan memjamkan mata,ia sudah siap sekarang.
  • 10.
    Aku tak mengingatapa-apa lagi selain putihnya gaun sarah yang tak kan boleh dicemarkan oleh air mata, dan tawa lepasnya yang takkan kubiarkan berubah jadi erangan kesakittan. Sayap muda ku pun bergerak dan bergerak seepat mungkin, mendarat lebih cepat kedalam laci itu dibandingkan mungilnya… dan oh, wajah tuan absurdo serasa dekat sekali denganku,menatapku tak percaya, dan kudengar ia merintih halus,” phaaaaangerrhaaan…. Mudzraaah…” Badan tuan absurdo seketika itu mengempis, tak ada lagi yang berarti selain kedua capit kokohnya yang telah merobek badan ku. Kurasakan tubuhku mengembang oleh cairan yang kuhisap,tak ada nyeri dan sakit… aku hanya mematung tak berdaya. Sayup-sayup kudengar sarah menjerit,dan menunjuk-nunjukku,”itu kecoaknya… itu!!” Secepat kilat david mengambil sandal dan melibaskannya padaku,pukulan itu memuncratkan sebagian isi tubuhku berikut racun tuan absurdo sehingga memerciki habis lacinya. “Aaargh! Laciku! Laciku!” teriak david panik, dengan sapu lidi ia mencongkelku keluar,dan ia pun siap mengibasku lagi. “Tungguuu!” teriak Natalia seraya menahan tangan david. Gadis itu membalikan tubuhku dan dilihatnya lah sosok buronana yang selama ini dicari-carinya…. Tuan absuro! Natalia terpekik pelan,” ini mutan yang kuceritakan itu! Dan kecoak ini… berarti kecoak ini…” Entah racun sakti apa yang dikandung tuan absurdo itu,yang jelas aku tak merasakan nyeri sama sekali. Dan berhubung racun itu sudah sebagian keluar dari racun ku yang rusak,perlahan aku merasa aku mampu menggerakan kaki-kakiku lagi… untuk sekali lagi mendekat pada sarah,memandangi wajah malaikatnya…. “David!! Kecoaknya masih hidup!!” Itulah teriakan sarah yang spontan,sekaligus yang terakhir kali kudengar,sebelum riwayatku habis dibawah sol karet sandal jepit yang memukulku berulang-ulang tanpa ampun. Dan untuk terakhir kalinya kudengar hatiku menjerit dan berdoa, ya Tuhan sang pencipta… ijinkan kau menemui putri impianku, sekali saja… Natalia diam termangu,matanya nanar memandangi tubuhku yang sudah tak terbentuk,” tapi… kecoak itu sudah menyelamatkan kamu sarah,” bisiknya pilu. Mereka bertiga diam terpaku ditempat berdirinya masing-masing. “Ah,sudahlah,kecoak tetap aja kecoak… mana mungkin dia memang niat untuk menelamatkan sarah! Paling dia Cuma kebetulan terbang dan masuk laci…. Dasar sial aja makanya langsung nabrak mutan itu mati deh! Udaah,nggak usah terlalu sentimental!” ujar david memecah kesunyian mereka,ia pun berlalu keluar mengambil lap pel. Sementara petruk berhasil lolos,lari tunggang langgang menuju kerajaan dengan amat sedih sekaligus ketakutan. Ketika ia sampai,ia menemukan ayah berdiri tegak dengan ai mata bersimbah, ayah sudah melihat semuanya. “Yang mulia… pangeran muda kita..” diantara sedu sedannya petruk mencoba bicara. Dibalik istana, vinolia juga tengah menangisi nasibku,menangisi semua kenangan dan semua mimpi-mimpi yang selalu kuceritakan padanya. Dia pasti tidak mengira betapa besarnya cinta tulusku pada sarah sehingga aku rela memberikan nyawaku hanya agar gadis itu tidak disakiti. Aku rela melepaskan semua, termasuk tampuk kerajaan dan gelarnya. Aku merasakan diriku mengawang-ngawang. Tidak tahuu apa bentuknya. Aku tak bisa lagi berbicara,tidak kepada diriku sendiri sekalipun. Tinggalah aku sebagai satu wujud kesadaran berupa sederet permohonan, dan kini melayang-layang diatmosfer. Tak ada lagi jarak dan waktu. Kumasuki labirin-labirin dalam pikiran sarah dan aku pun melebur disana.
  • 11.
    “Natalia….” Sayup-sayup kudengarsuara merdunya memanggil Natalia yang baru saja bangun pagi. “Ada apa, sarah?” Tanya Natalia bingung,wajah adiknya begitu berseri-seri dan menyorotkan kedamaian. “”Tadi malam aku bermimpi jadi putri…” sarah tersenyum, matanya seperti melamun,’ aku bertemu dengan pangeran yang cakeep banget! Namanya Rico de coro,lalu kami jalan-jalan,berdansa… aduh,pokoknya dia baik dan romantic sekali…” Natalia terlongo dan berudaha meyakinkan dirinya berulang-ulang. “Rico de coro,bukannya itu kecoak yang diberi nama oleh sarah? Rico de coro?” tanyanya dalam hati. Tapi ia tak sampai hati berbicara,melihat wajah adiknya yang seperti orang kasmaran berat. Dan…. Oh, aku sendiri betul-betul bahagia. Walaupun dengan demikaian,maka wujudku sebagai sebuah kesadaran pun akan berakhir. Permohonanku telah didengar, dan sebentar lagi aku akan keluar dari labirin pikiran sarah tersayang. Kini aku akan beristirahat dengan tenang,bersama sesame-sesama yang lebih dulu mendahului ku,betapa hatiku rindu ingin bertemu dengannya lagi… ah, akan aku temui dia sekarang!
  • 12.
    1. Ringkasan: a. Adasati koloni kecoakyang tinggal di dapurrumahtangga keluargaOm Haryanto b. Rico de Coro mencintai gadisremajayangtinggal dirumahtempatRico menumpang,Sarah. c. Manusiaterus menyakiti bangsakecoak( LalaPita) danpara kecoak, terutamahunteringinmembalasdendam d. Saat masa ‘perang’.Ricomengorbankandirinyauntukmelindungi Sarah. 2. PersamaancerpendenganManusia: Pengarangmemakai karaktertokohyangmemiliki persamaandenganmanusiaagar pembacabisamerasakankoneksi danmendapatkanpesanyanglebihberarti. Penulismnggunakankarakterdanperspektif yangberbedauntuktokoh-tokoh supayadapat dibacaolehsemuakalangan. Ceritatersebutmemperlihatkankehidupancoroselayaknyakehidupanmanusia,: a. Perbedaanpendapat b. Harga diri c. Perbedaanjabatan d. Dendam e. Cinta 3. Penokohoan: a. Rico de Coro :  TidakmelihatbatasancintadirinyaterhadapSarah(Akusemakinyakin sebenarnyaiasayangkepadaku.Hal 109)  Mengalami tekananuntukmelanjutkanwarisanayahnya(akutahupasti sarah tidakmungkinmembunuh...setiapkali mendekati kerajaanyang terletakdi dapur,diaselalumintaditemani.(Ayahtidakpernahmau mengerti...diaberharapakumenggantikanposisinyakelak.Lengkapdengan karismayang tidakmungkinkumiliki.Hal109) b. Huntersang Raja dan Ayah:  Bangga menjadi kecoakdapur, inginmembeladanberjuangbagi keluarga dan komunitasnya(kurangajar!Merekapikirkitakecoakmurahan,apa?! Sampai kapankita maudiperlakukanseperti ini?Sampai kapanmental kita tetapbertahansebagai hewanbusukyangbisadibasmi begitusaja.hal116- 121)  Ekspektasi tinggi untukRico(daripadakamumemikirkancintabutamuitu, lebihbaikkamupikirkannasibbangsayangkelakakandi tanganmuhal118) c. Miami Vin:  Tidakinginperangdenganmanusia  Lebihrealistis  Lebihbijaksana–jangan balasdendamkarenamanusiaakanmenjadi lebih kejam( kita tidakperlumembalasdendampadasiapapunsudahpasti yang
  • 13.
    kuatlahyangmenang.Dan apalaharti seranggasepertikitadibandingkan makhluksepintarmanusia.Hal121) 4. AmanatCerita: a. Cintamembutuhkanpengorbanan b. Harga diri perludijaga(namabaik) c. Kejahatantidakbolehdibahasdengankejahatan( Mami Vin) d. Jikakitamenginginkansesuatu,kitaharusmemperjuangkannya(Rico)