Nama           : Stephan RejaSembiring


                                            NPM            : 110110090166


A. KasusPosisi

   Padatahun 1948, tepatnyatanggal 17 September, seorangmediator PBBbernama Count

Folke Bernadotte danajudannyaKolonelSerot, terbunuhdalamperjalanandinaskeYerusalem.

MerekadibunuholehanggotadarikelompokLehi,     yang      terkadangdisebutdengan     “Stern

Gang”.Kelompokinimerupakanorganisasiradikalzionis                                   yang

telahmelakukanbeberapaseranganterhadapwargaInggrisdan         Arab.Pembunuhanterhadap

Bernadotte ini, telahdisepakatiolehketigapemimpinkelompokLehi, yaitu : Yitzhak Shamir,

NatanYelli-Mor, danYisraelEldad, dandirencanakanolehkepalaoperasiLehi di Yerusalem,

YehoshuaZetler.

Empat orang yang dipimpinolehMeshulamMakover, kemudianmenyerangkendaraan yang

ditumpangioleh          Bernadotte,           dansalahsatudiantaramerekayaituYehoshua

CohenmenembakBernadotte.



B. FaktaHukum

   Dari kasustersebut, terdapatempatpermasalahanhukum yang muncul :

 1. Count Folke Bernadotte adalahpejabatsipilinternasional yang bekerjauntuk PBB

 2. Count Folke Bernadotte adalahwarganegaraSwedia

 3. Pembunuh Bernadotte, Yehoshua Cohen, adalahwarganegaraIsrael

 4. Pembunuhanterhadap Bernadotte terjadi di wilayahpengawasan Israel.
C. PermasalahanHukum

   Berkenaandengankasus di atas, Sekjen PBB Trygve Lie mempersiapkan memorandum,

dandisampaikanpadaSidangMajelisUmum PBB padatahun 1948. Memorandum tersebutberisi

3 permasalahanpokok :

   1. Apakahsuatunegaramempunyaitanggungjawabterhadap                           PBB

        atasmusibahataukematiandarisalahseorangpejabatnya?

   2. Kebijaksanaansecaraumummengenaikerusakandanusaha-

        usahauntukmendapatkangantirugi

   3.   Cara-cara yang akanditempuhuntukpenyampaiandanpenyelesaianmengenaituntutan-

        tuntutan.

   Setelahmendengarkan              memorandum               dariSekjen         PBB,

MajelisUmumkemudianmemintapendapatdari                                           ICJ,

denganmengajukanpermasalahanhukumsebagaiberikut :

   1. Apakah                                                                    PBB

        sebagaisebuahorganisasimempunyaikapasitasuntukdapatmengajukangugatanterhadap

        pemerintah de jure maupun de facto untukmendapatkangantirugiataskerugian yang

        dialamioleh :

        a. PBB

        b. Korbanatau     orang-orang     yang    menerimadampakdarikejadian    yang

           menimpakorban.

   2. Apabilapertanyaan 1(b) dapatditerima, apakahtindakan yang harusdilakukan PBB

        untukmengembalikanhak Negara tempatkorbanmenjadiwarganya ?
D. Putusan ICJ

   Terhadappermasalahanhukum              yang       diajukanolehMajelisUmum,          ICJ

memberikanjawabansebagaiberikut :

   Untukpertanyaan 1(a), ICJ secaramutlaksepakatbahwa PBB dapatmelakukanhaltersebut

Untukpertanyaan 1(b), ICJ memberikanpendapatdengan 11 suaramelawan 4 bahwa PBB

dapatmengajukangugatanmeskipunpemerintah                                              yang

dimintapertanggungjawabannyabukanlahanggota PBB

Untukpertanyaan 2, ICJ memberikanpendapatdengan 10 suaramelawan 5 bahwaapabila PBB

membawagugatankarenakerugian                      yang                  dialamipejabatnya,

tindakantersebuthanyadapatdilakukanapabilagugatannyadidasarkanpadapelanggarankewajiba

nkepada PBB.

E. AnalisaKasus

   ICJ      menganggapbahwapersonalitasyuridikdariorganisasiinternasionalmerupakansifat

yang                          mutlakdimilikiolehsetiaporganisasiinternasional.Disampingitu,

organisasiinternasionalmemilikipersonalitasinternasionalsebagaihak,                   yang

merupakansuarukonsekuensidaridasarpembentukanorganisasiitu             yang         berada

dibawahhukuminternasional.Personalitasyuridikorganisasitersebutmemungkinkannyauntukm

elakukantindakan-tindakaninternasional,           bahkanbaginegara-negara             yang

belumdiketahuisebelumnyadi dalaminstrumenpokoknya.

   Reparation         for        Injuries        Case         merupakankasus          yang

melahirkanpenegasanterhadappersonalitasyuridikorganisasiinternasional.Kasusiniterjadipadat
ahun 1948 dankemudianMahkamahInternasional (International Court of Justice/ICJ)

memberikan        advisory           opinion        padatahun     1949.      Denganadanyakasusini,

organisasiinternasional       yang     ada     di     duniamendapatkanpenegasanmengenai        status

yuridiknya.Meskipunsebenarnya                status       yuridikdariorganisasiinternasionaltelahada,

namunsampaisebelumadanyakasusini,

masihbelumadakepastianhukummengenaibisaatautidaknyasebuahorganisasiinternasionaluntu

kbisaberperkarasebagaimanalayaknyasubyekhukuminternasionallainnya.ICJ

telahmembuatsuatuterobosanhukumdenganmengeluarkan                         advisory           opinion

berkenaandengankasusini.

F. Kesimpulan

    Berdasarkansejarahperkembangandanpreseden                                                   yang

telahterjadiberkenaandenganorganisasiinternasional,

makakedudukanorganisasiinternasionalsebagaisubyekhukuminternasionaltidaklagidapatdikes

ampingkan.Denganadanya                   Reparation             for          Injuries          Case,

organisasiinternasionalmempunyaipersonalitasyuridik                                             yang

tidakberbedadengannegara.Namundalamkonteks                                                      ICJ,

organisasiinternasionalbelumbisamerubah Statute of International Court of Justice yang

hanyamemperbolehkannegaramenjadipihak yang bersengketadalam ICJ.

    Terlepasdarimasalahtersebut,         organisasiinternasionaltelahmenjadisalahsatu      non-state

actors     yang      dapatmempengaruhiberjalannyainteraksidiantaramasyarakatinternasional.

Khususnyapengaruhorganisasiinternasionaldalamfungsinyasebagaipembuathukum                     (quasi-

legislative) internasional.

Reperatiom case

  • 1.
    Nama : Stephan RejaSembiring NPM : 110110090166 A. KasusPosisi Padatahun 1948, tepatnyatanggal 17 September, seorangmediator PBBbernama Count Folke Bernadotte danajudannyaKolonelSerot, terbunuhdalamperjalanandinaskeYerusalem. MerekadibunuholehanggotadarikelompokLehi, yang terkadangdisebutdengan “Stern Gang”.Kelompokinimerupakanorganisasiradikalzionis yang telahmelakukanbeberapaseranganterhadapwargaInggrisdan Arab.Pembunuhanterhadap Bernadotte ini, telahdisepakatiolehketigapemimpinkelompokLehi, yaitu : Yitzhak Shamir, NatanYelli-Mor, danYisraelEldad, dandirencanakanolehkepalaoperasiLehi di Yerusalem, YehoshuaZetler. Empat orang yang dipimpinolehMeshulamMakover, kemudianmenyerangkendaraan yang ditumpangioleh Bernadotte, dansalahsatudiantaramerekayaituYehoshua CohenmenembakBernadotte. B. FaktaHukum Dari kasustersebut, terdapatempatpermasalahanhukum yang muncul : 1. Count Folke Bernadotte adalahpejabatsipilinternasional yang bekerjauntuk PBB 2. Count Folke Bernadotte adalahwarganegaraSwedia 3. Pembunuh Bernadotte, Yehoshua Cohen, adalahwarganegaraIsrael 4. Pembunuhanterhadap Bernadotte terjadi di wilayahpengawasan Israel.
  • 2.
    C. PermasalahanHukum Berkenaandengankasus di atas, Sekjen PBB Trygve Lie mempersiapkan memorandum, dandisampaikanpadaSidangMajelisUmum PBB padatahun 1948. Memorandum tersebutberisi 3 permasalahanpokok : 1. Apakahsuatunegaramempunyaitanggungjawabterhadap PBB atasmusibahataukematiandarisalahseorangpejabatnya? 2. Kebijaksanaansecaraumummengenaikerusakandanusaha- usahauntukmendapatkangantirugi 3. Cara-cara yang akanditempuhuntukpenyampaiandanpenyelesaianmengenaituntutan- tuntutan. Setelahmendengarkan memorandum dariSekjen PBB, MajelisUmumkemudianmemintapendapatdari ICJ, denganmengajukanpermasalahanhukumsebagaiberikut : 1. Apakah PBB sebagaisebuahorganisasimempunyaikapasitasuntukdapatmengajukangugatanterhadap pemerintah de jure maupun de facto untukmendapatkangantirugiataskerugian yang dialamioleh : a. PBB b. Korbanatau orang-orang yang menerimadampakdarikejadian yang menimpakorban. 2. Apabilapertanyaan 1(b) dapatditerima, apakahtindakan yang harusdilakukan PBB untukmengembalikanhak Negara tempatkorbanmenjadiwarganya ?
  • 3.
    D. Putusan ICJ Terhadappermasalahanhukum yang diajukanolehMajelisUmum, ICJ memberikanjawabansebagaiberikut : Untukpertanyaan 1(a), ICJ secaramutlaksepakatbahwa PBB dapatmelakukanhaltersebut Untukpertanyaan 1(b), ICJ memberikanpendapatdengan 11 suaramelawan 4 bahwa PBB dapatmengajukangugatanmeskipunpemerintah yang dimintapertanggungjawabannyabukanlahanggota PBB Untukpertanyaan 2, ICJ memberikanpendapatdengan 10 suaramelawan 5 bahwaapabila PBB membawagugatankarenakerugian yang dialamipejabatnya, tindakantersebuthanyadapatdilakukanapabilagugatannyadidasarkanpadapelanggarankewajiba nkepada PBB. E. AnalisaKasus ICJ menganggapbahwapersonalitasyuridikdariorganisasiinternasionalmerupakansifat yang mutlakdimilikiolehsetiaporganisasiinternasional.Disampingitu, organisasiinternasionalmemilikipersonalitasinternasionalsebagaihak, yang merupakansuarukonsekuensidaridasarpembentukanorganisasiitu yang berada dibawahhukuminternasional.Personalitasyuridikorganisasitersebutmemungkinkannyauntukm elakukantindakan-tindakaninternasional, bahkanbaginegara-negara yang belumdiketahuisebelumnyadi dalaminstrumenpokoknya. Reparation for Injuries Case merupakankasus yang melahirkanpenegasanterhadappersonalitasyuridikorganisasiinternasional.Kasusiniterjadipadat
  • 4.
    ahun 1948 dankemudianMahkamahInternasional(International Court of Justice/ICJ) memberikan advisory opinion padatahun 1949. Denganadanyakasusini, organisasiinternasional yang ada di duniamendapatkanpenegasanmengenai status yuridiknya.Meskipunsebenarnya status yuridikdariorganisasiinternasionaltelahada, namunsampaisebelumadanyakasusini, masihbelumadakepastianhukummengenaibisaatautidaknyasebuahorganisasiinternasionaluntu kbisaberperkarasebagaimanalayaknyasubyekhukuminternasionallainnya.ICJ telahmembuatsuatuterobosanhukumdenganmengeluarkan advisory opinion berkenaandengankasusini. F. Kesimpulan Berdasarkansejarahperkembangandanpreseden yang telahterjadiberkenaandenganorganisasiinternasional, makakedudukanorganisasiinternasionalsebagaisubyekhukuminternasionaltidaklagidapatdikes ampingkan.Denganadanya Reparation for Injuries Case, organisasiinternasionalmempunyaipersonalitasyuridik yang tidakberbedadengannegara.Namundalamkonteks ICJ, organisasiinternasionalbelumbisamerubah Statute of International Court of Justice yang hanyamemperbolehkannegaramenjadipihak yang bersengketadalam ICJ. Terlepasdarimasalahtersebut, organisasiinternasionaltelahmenjadisalahsatu non-state actors yang dapatmempengaruhiberjalannyainteraksidiantaramasyarakatinternasional. Khususnyapengaruhorganisasiinternasionaldalamfungsinyasebagaipembuathukum (quasi- legislative) internasional.