Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA 
LAMPIRAN VI 
RISALAH DAN TRANSKRIP PERSIDANGAN 
No. DVD 6 
Risalah Persidangan 
Data Persidangan 
Perkara Tindak Pidana Korupsi 
No. Perkara 07/PID.SUS/TPK/2013/PN.DPS 
Tanggal Sidang 4 Juli 2013 
Lokasi Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi 
Agenda Sidang Pemeriksaan Saksi 
Identitas 
Identitas Terdakwa 
1. Nama : I Dewa Gede Ramayana., 
Umur : 52_tahun, 
Alamat : Lingkungan/ Banjar Gunaksa, 
Kelurahan Cempaga, Kecamatan 
Bangli, Kabupaten Bangli, 
Pekerjaan/Jabatan : PNS/ Bendahara 
Pembantu Pengeluaran Dinas 
Pendidikan Kabupaten Bangli 
Nama Majelis Hakim 1. Hakim Ketua : Erly Soelistyarini, SH.,M.Hum. 
2. Hakim Anggota : Guntur, SH.,MH. 
3. Hakim Anggota : Sumali, SH.,MH. 
Nama Panitera Pengganti Ni Ketut Sri Menawati, SH 
Nama JPU 1. I Wayan Eka Widdyara, SH. 
2. Ni Kadek Janawati, SH. 
3. Ni Nyoman Budiasih, SH. 
4. Putu Gede Juliarsana, SH. 
5. Thesar Yudi Prasetya, SH. 
6. Deddy Arisandi, SH. 
Nama Penasihat Hukum Hari Purwanto, SH. 
Identitas Saksi yang diperiksa 
Resume Perkara 
1. Dakwaan 
a. Kesatu 
Primair 
Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan 
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 
tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA 
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 
b. Subsidiair 
Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak 
Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang 
Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang 
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 
c. Atau 
Kedua 
Pasal 8 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana 
Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang 
Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang 
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 
2. Kerugian keuangan negara 
a. Jumlah Rp. 130.605.000,- (Seratus tiga puluh juta enam ratus lima ribu rupiah) 
b. Berasal dari APBD Kabupaten Bangli (Dana honorarium di Dinas Pendidikan Kabupaten 
Bangli) 
3. Kasus Posisi 
Pada tahun 2009 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melalui Dinas Pendidikan 
Kabupaten Bangli telah dianggarkan dalam APBD dan dijabarkan dalam dokumen 
pelaksanaan anggaran kerja perangkat daerah (DPA SKPD) Dinas Pendidikan Kabupaten 
Bangli Tahun 2009 No. 1.0101060552 dengan pagu dana sebesar Rp. 8.866.620.000,- 
(delapan milyar delapan ratus enam puluh enam juta enam ratus dua puluh ribu rupiah) 
untuk membayar 1416 pegawai honor sejak bulan januari sampai dengan bulan desember 
2009. 
Pembayaran honor tersebut dilakukan dengan sistem SPP-LS(surat pemerintah 
pembayaran langsung) sebagaimana ditentukan dalam peraturan menteri dalam negeri 
No.13 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dalam pasal 204 yaitu “ 
penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-LS untuk pembayaran gaji atau tunjangan serta 
penghasilan lainnya sesuai dengan peraturan perundang undangan dilakukan olah 
bendahara pengeluaran guna memperoleh persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna 
anggaran melalui PPK-SKPD (pejabat pembuat komitmen satuan kerja perangkat daerah)”. 
Namun dalam kenyataannya terjadi pengamprahan upah dimana berawal dari diamprahkan 
oleh pembantu bendahara masing-masing sekolah tempat pegawai honor tersebut. Setelah 
direkap semuanya dan ternyata data yang diajukan benar / sesuai dengan data yang ada lalu 
terdakwa yang dibantu dengan stafnya SPM (Surat Perintah Membayar) beserta 
kelengkapannya untuk ditandatangani oleh Ir. A.A NGURAH SAMBA, MM selaku Kepala 
Dinas pendidikan kabupaten Bangli (Kuasa Pengguna Anggaran) dan I MADE ARTANAYAS, SE 
selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis kegiatan (PPTK) bersama I WAYAN ARSANA selaku 
bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Setelah kelengkapan dari SPM 
(surat Perintah Membayar) untuk pengamparahan dana honorarium pegawai Honor / 
pegawai tidak tetap tersebut lengkap lalu terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku 
Pembantu Bendahara Pengeluaran Mengajukan SPM (surat perintah membayar) tersebut ke 
Bagian Keuangan Setda Bangli diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencarian Dana). Dan setelah 
diteliti terhadap kelengkapan SPM (Surat Perintah Membayar) tersebut lalu bagian 
keuangan Setda Bangli melalui Kepala bagian Keuangan Setda Bangli diterbitkan SP2D (Surat 
Perintah Pencarian Dana) setelah itu SP2D (Surat Perintah Pencarian Dana) tersebut 
diserahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli melalui terdakwa I DEWA GEDE 
RAMAYANA untuk ditukar atau dibawah ke BPD Cabang Bangli untuk dilakukan pencairan 
dana honorarium secara tunai (cas) yang diambil oleh terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA 
selaku pembantu bendahara pengeluaran yang dilakukan sebanyak 2 kali pencairan yaitu: 
1. SP2D No. 05535/LS-BR/2009 tanggal 2 Desember 2009 sebesar Rp. 287.895.000,- 
(dua ratus delapan puluh tuju delapan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). 
2. SP2D No. 07657/LS-BR/2009 tanggal 21 Desember 2009 sebesar Rp. 710.035.000,-
(tujuh ratus sepuluh juta tiga puluh lima ribu rupiah). 
Sehingga pada bulan desember 2009 dana honorarium yang telah dicairkan sebesar Rp. 
997.930.000,- (sembilan ratus sembilan puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh rupiah) 
untuk keseluruhan pegawai honor / pegawainya tidak tetap di lingkungan Dinas Pendidikan 
Kab. Bangli. 
Pada Bulan Desember 2009 keseluruhan dana honorarium telah diterima dan di pegang 
oleh terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku pembantu Bendahara pengeluaran lalu 
sejak tanggal 2 Desember 2009 telah dicairkan selanjutnya terdakwa I DEWA GEDE 
RAMAYANA membagi-bagikan uang tersebut sesuai dengan pengamparahan yang diajukan 
oleh tiap-tiap sekolah tempat pegawai Honor / Pegawai Tidak Tetap tersebut bertugas. Dan 
penyerahan uang tersebut dicatat dalam Buku penerimaan dana (buku pembantu 
penyerahan dana) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bngli yang dibuat oleh terdakwa kepada 
sekolah penerima dana melalui pembantu bendahara pengeluaran sekolah sebagai tanda 
terima (bukti) telah dibayarkan, kemudian setelah pembantu bendahara pengeluaran 
sekolah menerima dana tersebut lalu dicairkan ke Pegawai honor / Pegawai tidak tetap 
dimaksud. 
Setelah persyaratan pencairan di terima terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku 
pembantu bendahara pengeluaran selanjutnya menyesuaikan data-data yang diajukan oleh 
sekolah tersebut dengan data-data yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli terkait 
dengan pegawai honor. 
Bahwa dalam proses pencairan dana Honorarium tersebut telah terjadi penyimpangan 
sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang 
pengelolaan keuangan daerah mengenai mekanisme pencarian dana tersebut yang mana 
dalam daftar penerimaan dana yang dibawqah dari sekolah tersebut telah ditanda tangani 
oleh penerima dana yang dibawah dari sekolah tersebut telah ditanda tangani oleh 
penerimaan dana yaitu pegawai honor / Pegawai Tidak Tetap terlebih dahulu namun 
nyatanya saat mendatangani daftar tersebut mereka belum menerima dana honoriarium, 
seharusnya pada saat pengamprahan pengajuan daftar penerima dana tersebut tidak 
ditandatangani terlebih dahulu karena sifatnya SPP-LS (surat permintaan pembayaran 
langsung) adalah dokumennya yang di ajukan oleh bendahara pengeluaran untuk 
permintaan pembayaran langsung kepada pihak ketiga atas dasar perjanjian kontrak kerja 
atau surat perintah kerja lainnya dan pembayaran gaji dengan jumlah, penerima, 
peruntukan dan waktu pembayaran tertentu yang dokumennya disiapkan oleh pejabat 
pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK) disamping itu sebagai pendukung mereka telah 
melaksanakan tugas dilampirkan daftar kehadiran mereka disekolah yang telah 
ditandatangani. 
 Bahwa penandatanganan dalam daftar penerimaan honor tersebut oleh pegawai honor / 
Pegawai Tidak Tetap seolah-olah dana tersebut telah diterima oleh yang bersangkutan 
namun demikian tidak ada dasar hukum yang mengatur secara jelas mengenai hal tersebut, 
karena penandatanganan daftar penerimaan honor tersebut dan hanya berdasarkan 
kebiasaan yang telah dilaksanakan sebelum-sebelumnya di lingkungan Pemerintahan 
Kabupaten Bangli. 
 Dengan adanya penandatanganan daftar penerima honor oleh penerima honor di samping 
itu untuk pertanggung jawaban atas pengguna dana tersebut disekolah-sekolah tidak ada 
dibuatkan lagi dan telah menjadi satu kesatuan dengan pengamparahan dana honorarium 
ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli sebanyak 4 rangkap, sehingga hal tersebut 
dimanfaatkan oleh terdakwa selaku pembantu Bendaraha pengeluaran untuk tidak 
membayarkan dana tersebut kepada salah satu lembaga penerima dana honorarium 
tersebut 
Bahwa adapun lembaga yang tidak dicairkan dana honorariumnya oleh terdakwa I DEWA 
Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA
GEDE RAMAYANA selaku pembantu bendahara pengeluaran adalah LPH (Lembaga 
Pendidikan Hindu) WIDYA DARMA 45 Kabupaten Bangli yaitu honorarium pada bulan 
Desember 2009 sebesar Rp. 130.605.000,- (seratus tigah puluh juta enam ratus lima ribu 
rupiah) untuk 229 (dua ratus duapuluh rupiah) orang Pegawai Honor / Pegawai Tidak Tetap 
dan terdakwa tidak memberikan dana tersebut ke sekolah LPH WIDYA DARMA 45 
Kabupaten Bangli dengan alasan dana honorarium bulan desember 2009 belum dicairkan. 
Sehingga dana sebesar Rp. 130.605.000,- (seratus tigah puluh juta enam ratus lima ribu 
rupiah) atau setidak-tidaknya sejumlah tersebut telah dipergunakan untuk kepentingannya 
sendiri. 
Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA 
4. Tuntutan 
a. - 
b. - 
Isi Tuntutan : 
5. Amar Putusan 
6. Pertimbangan hukum 
7. Keterangan 
Transkrip Persidangan 
Sidang dilaksanakan hari Kamis, 4 Juli 2013 dengan agenda sidang, yaitu Pemeriksaan Saksi. 
Kamera diletakan pada 4 sudut yaitu: satu kamera menghadap Majelis Hakim, satu kamera 
menghadap Penuntut Umum, satu kamera menghadap Penasehat Hukum dan satu kamera 
menghadap terperiksa saksi serta terdakwa I Dewa Gede Ramayana. 
No. Waktu Uraian Keterangan dan Tanggapan atas Pelaksanaan 
Hukum Acara Pidana dalam Persidangan 
1. Ada perubahan jadwal 
sidang tanpa 
pemberitahuan tim Court 
Monitoring padahal 
minggu lalu menyatakan 
sidang akan 
diselenggarakan hari ini 
dengan Agenda 
Pemeriksaan Saksi a de 
charge 
Data Perekaman Persidangan 
Waktu kedatangan di lokasi 09.05 WITA
Anggota tim yang hadir 1. Nyoman A Martana, SH.,MH. 
2. Ketut Keneng, SH.,MH. 
3. Putu Rasmadi Arsha Putra, SH.,MH. 
4. I Kadek Apdila Wirawan 
5. Bellana Saraswati 
6. Ketut Suarnata 
7. A.A.Ngurah Wirajaya 
8. Made Dian Supraptini 
9. Ni Wayan Surya Senimurtikawati 
10. Dhika Mei Muhammad 
11. Ayu Komang Sari Merta Dewi 
12. I Wayan Edy Kurniawan 
13. Mesites Yeremia Simangunsong 
14. Ngurah Angga Narendra 
15. Jan Andrew Aryesta Kitu 
Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA 
Waktu pemasangan Perangkat Perekaman 09.30 WITA 
Waktu dimulainya persidangan - WITA 
Waktu berakhirnya persidangan - WITA 
Jumlah DVD terpakai - keping 
KendalaTeknisPerekamanPersidangan 
Universitas Udayana 
Ketua Tim Anggota 
Dr. I GedeArtha, SH.,MH. 1.………………………………………… 
NIP. 19580127 198503 1 002 
2.………………………………………… 
3.………………………………………... 
4.………………………………………… 
5............................................
6............................................ 
7............................................ 
8............................................ 
9............................................ 
10........................................... 
11........................................... 
12........................................... 
13........................................... 
14........................................... 
15........................................... 
Laporan Perekaman Sidang Korupsi 
UNIVERSITAS UDAYANA

Dakwaan

  • 1.
    Laporan Perekaman SidangKorupsi UNIVERSITAS UDAYANA LAMPIRAN VI RISALAH DAN TRANSKRIP PERSIDANGAN No. DVD 6 Risalah Persidangan Data Persidangan Perkara Tindak Pidana Korupsi No. Perkara 07/PID.SUS/TPK/2013/PN.DPS Tanggal Sidang 4 Juli 2013 Lokasi Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Agenda Sidang Pemeriksaan Saksi Identitas Identitas Terdakwa 1. Nama : I Dewa Gede Ramayana., Umur : 52_tahun, Alamat : Lingkungan/ Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Pekerjaan/Jabatan : PNS/ Bendahara Pembantu Pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli Nama Majelis Hakim 1. Hakim Ketua : Erly Soelistyarini, SH.,M.Hum. 2. Hakim Anggota : Guntur, SH.,MH. 3. Hakim Anggota : Sumali, SH.,MH. Nama Panitera Pengganti Ni Ketut Sri Menawati, SH Nama JPU 1. I Wayan Eka Widdyara, SH. 2. Ni Kadek Janawati, SH. 3. Ni Nyoman Budiasih, SH. 4. Putu Gede Juliarsana, SH. 5. Thesar Yudi Prasetya, SH. 6. Deddy Arisandi, SH. Nama Penasihat Hukum Hari Purwanto, SH. Identitas Saksi yang diperiksa Resume Perkara 1. Dakwaan a. Kesatu Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
  • 2.
    Laporan Perekaman SidangKorupsi UNIVERSITAS UDAYANA Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. b. Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. c. Atau Kedua Pasal 8 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 2. Kerugian keuangan negara a. Jumlah Rp. 130.605.000,- (Seratus tiga puluh juta enam ratus lima ribu rupiah) b. Berasal dari APBD Kabupaten Bangli (Dana honorarium di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli) 3. Kasus Posisi Pada tahun 2009 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli telah dianggarkan dalam APBD dan dijabarkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran kerja perangkat daerah (DPA SKPD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli Tahun 2009 No. 1.0101060552 dengan pagu dana sebesar Rp. 8.866.620.000,- (delapan milyar delapan ratus enam puluh enam juta enam ratus dua puluh ribu rupiah) untuk membayar 1416 pegawai honor sejak bulan januari sampai dengan bulan desember 2009. Pembayaran honor tersebut dilakukan dengan sistem SPP-LS(surat pemerintah pembayaran langsung) sebagaimana ditentukan dalam peraturan menteri dalam negeri No.13 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dalam pasal 204 yaitu “ penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-LS untuk pembayaran gaji atau tunjangan serta penghasilan lainnya sesuai dengan peraturan perundang undangan dilakukan olah bendahara pengeluaran guna memperoleh persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD (pejabat pembuat komitmen satuan kerja perangkat daerah)”. Namun dalam kenyataannya terjadi pengamprahan upah dimana berawal dari diamprahkan oleh pembantu bendahara masing-masing sekolah tempat pegawai honor tersebut. Setelah direkap semuanya dan ternyata data yang diajukan benar / sesuai dengan data yang ada lalu terdakwa yang dibantu dengan stafnya SPM (Surat Perintah Membayar) beserta kelengkapannya untuk ditandatangani oleh Ir. A.A NGURAH SAMBA, MM selaku Kepala Dinas pendidikan kabupaten Bangli (Kuasa Pengguna Anggaran) dan I MADE ARTANAYAS, SE selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis kegiatan (PPTK) bersama I WAYAN ARSANA selaku bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Setelah kelengkapan dari SPM (surat Perintah Membayar) untuk pengamparahan dana honorarium pegawai Honor / pegawai tidak tetap tersebut lengkap lalu terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku Pembantu Bendahara Pengeluaran Mengajukan SPM (surat perintah membayar) tersebut ke Bagian Keuangan Setda Bangli diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencarian Dana). Dan setelah diteliti terhadap kelengkapan SPM (Surat Perintah Membayar) tersebut lalu bagian keuangan Setda Bangli melalui Kepala bagian Keuangan Setda Bangli diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencarian Dana) setelah itu SP2D (Surat Perintah Pencarian Dana) tersebut diserahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli melalui terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA untuk ditukar atau dibawah ke BPD Cabang Bangli untuk dilakukan pencairan dana honorarium secara tunai (cas) yang diambil oleh terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku pembantu bendahara pengeluaran yang dilakukan sebanyak 2 kali pencairan yaitu: 1. SP2D No. 05535/LS-BR/2009 tanggal 2 Desember 2009 sebesar Rp. 287.895.000,- (dua ratus delapan puluh tuju delapan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). 2. SP2D No. 07657/LS-BR/2009 tanggal 21 Desember 2009 sebesar Rp. 710.035.000,-
  • 3.
    (tujuh ratus sepuluhjuta tiga puluh lima ribu rupiah). Sehingga pada bulan desember 2009 dana honorarium yang telah dicairkan sebesar Rp. 997.930.000,- (sembilan ratus sembilan puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh rupiah) untuk keseluruhan pegawai honor / pegawainya tidak tetap di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Bangli. Pada Bulan Desember 2009 keseluruhan dana honorarium telah diterima dan di pegang oleh terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku pembantu Bendahara pengeluaran lalu sejak tanggal 2 Desember 2009 telah dicairkan selanjutnya terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA membagi-bagikan uang tersebut sesuai dengan pengamparahan yang diajukan oleh tiap-tiap sekolah tempat pegawai Honor / Pegawai Tidak Tetap tersebut bertugas. Dan penyerahan uang tersebut dicatat dalam Buku penerimaan dana (buku pembantu penyerahan dana) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bngli yang dibuat oleh terdakwa kepada sekolah penerima dana melalui pembantu bendahara pengeluaran sekolah sebagai tanda terima (bukti) telah dibayarkan, kemudian setelah pembantu bendahara pengeluaran sekolah menerima dana tersebut lalu dicairkan ke Pegawai honor / Pegawai tidak tetap dimaksud. Setelah persyaratan pencairan di terima terdakwa I DEWA GEDE RAMAYANA selaku pembantu bendahara pengeluaran selanjutnya menyesuaikan data-data yang diajukan oleh sekolah tersebut dengan data-data yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli terkait dengan pegawai honor. Bahwa dalam proses pencairan dana Honorarium tersebut telah terjadi penyimpangan sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah mengenai mekanisme pencarian dana tersebut yang mana dalam daftar penerimaan dana yang dibawqah dari sekolah tersebut telah ditanda tangani oleh penerima dana yang dibawah dari sekolah tersebut telah ditanda tangani oleh penerimaan dana yaitu pegawai honor / Pegawai Tidak Tetap terlebih dahulu namun nyatanya saat mendatangani daftar tersebut mereka belum menerima dana honoriarium, seharusnya pada saat pengamprahan pengajuan daftar penerima dana tersebut tidak ditandatangani terlebih dahulu karena sifatnya SPP-LS (surat permintaan pembayaran langsung) adalah dokumennya yang di ajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan pembayaran langsung kepada pihak ketiga atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya dan pembayaran gaji dengan jumlah, penerima, peruntukan dan waktu pembayaran tertentu yang dokumennya disiapkan oleh pejabat pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK) disamping itu sebagai pendukung mereka telah melaksanakan tugas dilampirkan daftar kehadiran mereka disekolah yang telah ditandatangani.  Bahwa penandatanganan dalam daftar penerimaan honor tersebut oleh pegawai honor / Pegawai Tidak Tetap seolah-olah dana tersebut telah diterima oleh yang bersangkutan namun demikian tidak ada dasar hukum yang mengatur secara jelas mengenai hal tersebut, karena penandatanganan daftar penerimaan honor tersebut dan hanya berdasarkan kebiasaan yang telah dilaksanakan sebelum-sebelumnya di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bangli.  Dengan adanya penandatanganan daftar penerima honor oleh penerima honor di samping itu untuk pertanggung jawaban atas pengguna dana tersebut disekolah-sekolah tidak ada dibuatkan lagi dan telah menjadi satu kesatuan dengan pengamparahan dana honorarium ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli sebanyak 4 rangkap, sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh terdakwa selaku pembantu Bendaraha pengeluaran untuk tidak membayarkan dana tersebut kepada salah satu lembaga penerima dana honorarium tersebut Bahwa adapun lembaga yang tidak dicairkan dana honorariumnya oleh terdakwa I DEWA Laporan Perekaman Sidang Korupsi UNIVERSITAS UDAYANA
  • 4.
    GEDE RAMAYANA selakupembantu bendahara pengeluaran adalah LPH (Lembaga Pendidikan Hindu) WIDYA DARMA 45 Kabupaten Bangli yaitu honorarium pada bulan Desember 2009 sebesar Rp. 130.605.000,- (seratus tigah puluh juta enam ratus lima ribu rupiah) untuk 229 (dua ratus duapuluh rupiah) orang Pegawai Honor / Pegawai Tidak Tetap dan terdakwa tidak memberikan dana tersebut ke sekolah LPH WIDYA DARMA 45 Kabupaten Bangli dengan alasan dana honorarium bulan desember 2009 belum dicairkan. Sehingga dana sebesar Rp. 130.605.000,- (seratus tigah puluh juta enam ratus lima ribu rupiah) atau setidak-tidaknya sejumlah tersebut telah dipergunakan untuk kepentingannya sendiri. Laporan Perekaman Sidang Korupsi UNIVERSITAS UDAYANA 4. Tuntutan a. - b. - Isi Tuntutan : 5. Amar Putusan 6. Pertimbangan hukum 7. Keterangan Transkrip Persidangan Sidang dilaksanakan hari Kamis, 4 Juli 2013 dengan agenda sidang, yaitu Pemeriksaan Saksi. Kamera diletakan pada 4 sudut yaitu: satu kamera menghadap Majelis Hakim, satu kamera menghadap Penuntut Umum, satu kamera menghadap Penasehat Hukum dan satu kamera menghadap terperiksa saksi serta terdakwa I Dewa Gede Ramayana. No. Waktu Uraian Keterangan dan Tanggapan atas Pelaksanaan Hukum Acara Pidana dalam Persidangan 1. Ada perubahan jadwal sidang tanpa pemberitahuan tim Court Monitoring padahal minggu lalu menyatakan sidang akan diselenggarakan hari ini dengan Agenda Pemeriksaan Saksi a de charge Data Perekaman Persidangan Waktu kedatangan di lokasi 09.05 WITA
  • 5.
    Anggota tim yanghadir 1. Nyoman A Martana, SH.,MH. 2. Ketut Keneng, SH.,MH. 3. Putu Rasmadi Arsha Putra, SH.,MH. 4. I Kadek Apdila Wirawan 5. Bellana Saraswati 6. Ketut Suarnata 7. A.A.Ngurah Wirajaya 8. Made Dian Supraptini 9. Ni Wayan Surya Senimurtikawati 10. Dhika Mei Muhammad 11. Ayu Komang Sari Merta Dewi 12. I Wayan Edy Kurniawan 13. Mesites Yeremia Simangunsong 14. Ngurah Angga Narendra 15. Jan Andrew Aryesta Kitu Laporan Perekaman Sidang Korupsi UNIVERSITAS UDAYANA Waktu pemasangan Perangkat Perekaman 09.30 WITA Waktu dimulainya persidangan - WITA Waktu berakhirnya persidangan - WITA Jumlah DVD terpakai - keping KendalaTeknisPerekamanPersidangan Universitas Udayana Ketua Tim Anggota Dr. I GedeArtha, SH.,MH. 1.………………………………………… NIP. 19580127 198503 1 002 2.………………………………………… 3.………………………………………... 4.………………………………………… 5............................................
  • 6.
    6............................................ 7............................................ 8............................................ 9............................................ 10........................................... 11........................................... 12........................................... 13........................................... 14........................................... 15........................................... Laporan Perekaman Sidang Korupsi UNIVERSITAS UDAYANA