KONSEP PERILAKU
KONSEP PERILAKU
DAN PERILAKU
DAN PERILAKU
KESEHATAN
KESEHATAN
Kelompok 1
Kelompok 1
Makul : psikologi kesehatan
Makul : psikologi kesehatan
dosen pengampu :
dosen pengampu :
effy nofita,s.psi.,m.psi.,psi
effy nofita,s.psi.,m.psi.,psi
intro
intro
Marisa (22.21.005) Anisa’Dizta Monica (22.21.006)
ines indriyani shihombing (22.21.012) Siti Fathonah (22.21.017)
Desviana Ramdhani (22.21.013) Septii Anggraini (22.21.033)
Salesia winura fatihah (22.21.023) Yunitasari (22.21.037)
Marisa (22.21.005) Anisa’Dizta Monica (22.21.006)
ines indriyani shihombing (22.21.012) Siti Fathonah (22.21.017)
Desviana Ramdhani (22.21.013) Septii Anggraini (22.21.033)
Salesia winura fatihah (22.21.023) Yunitasari (22.21.037)
batasan
batasan
prilaku
prilaku
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme
(makhluk hidup) yang bersangkutan.
Jadi yang dimaksud perilaku manusia pada hakikatnya adalah
tindakan atau aktifitas dari manusia itu sendiri yang
mempunyai bentangan sangat luas antara lain, berjalan,
berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca
dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007)
Perilaku dipengaruhi
Perilaku dipengaruhi
oleh 3 faktor utama :
oleh 3 faktor utama :
1. FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSING
(PREDISPOSING FAKTOR)
2. FAKTOR-FAKTOR PEMUNGKIN
(ENABLING FAKTOR)
3. FAKTOR-FAKTOR PENGUAT
(REINFORCING FAKTOR)
Menurut Green dkk (1999) yang
Menurut Green dkk (1999) yang
dikutip Gielen, dkk (2002), ada 6
dikutip Gielen, dkk (2002), ada 6
langkah proses perubahan
langkah proses perubahan
perilaku kesehatan :
perilaku kesehatan :
PENILAIAN SOSIAL PENILAIAN EPIDEMIOLOGI
PENILAIAN PERILAKU
DAN LINGKUNGAN
IDENTIFIKASI
FAKTOR
PENILAIAN ADMINISTRASI
DAN KEBIJAKAN
IMPLEMENTASI DAN
EVALUASI
Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 memberikan batasan: kesehatan
adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut organisasi kesehatan
dunia (WHO) yang paling baru ini memang lebih luas dan dinamis dibandingkan
dengan batasan sebelumnya. Pada batasan yang terdahulu, kesehatan itu hanya
mencakup tiga aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut Undang-
undang No. 23/1992, disempurnakan dengan UU No. 36 tahun 2009, kemudian
kesehatan itu mencakup lima aspek yaitu fisik (badan), mental (jiwa), sosial,
spiritual, dan ekonomi (Soekidjo N. : 2012).
perilaku kesehatan
perilaku kesehatan
Wujud / indikator dari masing-masing
Wujud / indikator dari masing-masing
tersebut dalam kesehatan individu antara
tersebut dalam kesehatan individu antara
lain :
lain :
1. Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit.
2. Kesehatan mental(jiwa) mencakup dua komponen yakni pikiran dan emosional.
a. Pikiran yang sehat tercermin dari cara berfikir seseorang yakni mampu berfikir logis (masuk akal)
atau berpikir secara runtut.
b. Emosional yang sehat tercermin dari kemanpuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya,
misalnya takut, gembira, khawatir, sedih dan sebagainya.
3. Kesehatan Spiritual tercermin dari cara seseorang dari cara mengekspresikan rasa syukur, pujian
atau penyembahan terhadap Sang Pencipta Alam dan seisinya (Allah Yang Maha Kuasa) secara mudah
spiritual yang sehat itu dapat dilihat dari praktek keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik
yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
4. Kesehatan Sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik,
atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama
atau kepercayaan status sosial, ekonomi, politik dan sebagainya ;saling menghargai dan toleransi.
perilaku kesehatan dapat
perilaku kesehatan dapat
diklasifikasikan menjadi 3
diklasifikasikan menjadi 3
kelompok :
kelompok :
PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN
(HEALTH MAINTANANCE).
PERILAKU PENCARIAN ATAU PENGGUNAAN SISTEM ATAU FASILITAS
KESEHATAN, ATAU SERING DISEBUT PERILAKU PENCAIRAN
PENGOBATAN
(HEALTH SEEKING BEHAVIOR).
PERILAKU INI ADALAH MENYANGKUT UPAYA ATAU TINDAKAN
SESEORANG PADA SAAT MENDERITA PENYAKIT DAN ATAU
KECELAKAAN.
a. Perilaku hidup sehat (healthy life style)
Perilaku yang berkaitan dengan upaya seseorang dalam mempertahankan
dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup :
·Menu makan seimbang ·Olahraga teratur
·Tidak merokok ·Tidak minum-minuman keras dan narkoba
·Istirahat yang cukup ·Mengendalikan stress
·Perilaku atau gaya hidup positif
b. Perilaku sakit (illness behavior)
Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit, pengetahuan
tentang penyebab dan gejala penyakit, serta pengobatannya.
c. Perilaku peran sakit (the sick role behavior)
Perilaku ini mencakup :
·Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
·Mengenal / mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan
penyakit yang layak
·Mengetahui hak (misalnya hak memperoleh perawatan dan pelayanan
kesehatan)
perilaku kesehatan lingkungan
perilaku kesehatan lingkungan
Seorang ahli lain (Becker) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan, yaitu :
Hubungan Kesehatan dengan
Hubungan Kesehatan dengan
Perilaku
Perilaku
Hubungan kesehatan dengan perilaku sangatlah
erat dan saling berkesinambungan. Individu yang
sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula.
Sebaliknya juga begitu, perilaku yang sehat akan
mencerminkan individu dengan kualitas hidup baik.
Manfaat dari hidup sehat yang paling penting
adalah meningkatkan produktivitas kita dengan
segala kemampuan dan potensi diri kita.
Untuk itu konsep hidup sehat seperti tingkatkan
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) harus
dipupuk dari tiap individu untuk dapat
meningkatkan kualitas hidup yang sehat.
Beberapa strategi untuk
Beberapa strategi untuk
memperoleh perubahan perilaku
memperoleh perubahan perilaku
bisa dikelompokkan menjadi tiga
bisa dikelompokkan menjadi tiga
bagian :
bagian :
Pemberian informasi
Diskusi
partisipatif
Menggunakan kekuatan /
kekuasaan atau dorongan
Sebagai contoh adanya
perubahan di masyarakat
untuk menata rumahnya
dengan membuat pagar
rumah pada saat akan ada
lomba desa tetapi begitu
lomba / penilaian selesai
banyak pagar yang kurang
terawat.
Adanya informasi tentang
cara mencapai hidup
sehat, pemeliharaan
kesehatan, cara
menghindari penyakit dan
sebagainya akan
meningkatkan
pengetahuan masyarakat.
Cara ini merupakan
pengembangan dari cara kedua
dimana penyampaian informasi
kesehatan bukan hanya searah
tetapi dilakukan secara partisipatif.
Hal ini berarti bahwa masyarakat
bukan hanya penerima yang pasif
tapi juga ikut aktif berpartisipasi di
dalam diskusi tentang informasi
yang diterimanya.
. Aspek Sosio-Psikologi
. Aspek Sosio-Psikologi
Perilaku Kesehatan
Perilaku Kesehatan
Dalam bidang kesehatan masyarakat khusnya
pendidikan perilaku kesehatan, mempelajari perilaku
merupakan hal yang sangat penting.Karena
pendidikan kesehatan sebagai bagian dari kesehatan
masyarakat yang berfungsi sebagai media atau
sarana untuk menyediakan kondisi sosio-psikologis
sedemikian rupa sehingga individu atau masyarakat
berperilaku sesuai norma-norma hidup sehat.
Pendidikan kesehatan bertujuan untuk mengubah
perilaku seseorang untuk bertindak sesuai dengan
norma hidup sehat.
terimakasih
terimakasih
atas
atas
perhatiannya-!!!
perhatiannya-!!!
YIPPIIE

psikologi kel 1.pdf

  • 1.
    KONSEP PERILAKU KONSEP PERILAKU DANPERILAKU DAN PERILAKU KESEHATAN KESEHATAN Kelompok 1 Kelompok 1 Makul : psikologi kesehatan Makul : psikologi kesehatan dosen pengampu : dosen pengampu : effy nofita,s.psi.,m.psi.,psi effy nofita,s.psi.,m.psi.,psi
  • 2.
    intro intro Marisa (22.21.005) Anisa’DiztaMonica (22.21.006) ines indriyani shihombing (22.21.012) Siti Fathonah (22.21.017) Desviana Ramdhani (22.21.013) Septii Anggraini (22.21.033) Salesia winura fatihah (22.21.023) Yunitasari (22.21.037) Marisa (22.21.005) Anisa’Dizta Monica (22.21.006) ines indriyani shihombing (22.21.012) Siti Fathonah (22.21.017) Desviana Ramdhani (22.21.013) Septii Anggraini (22.21.033) Salesia winura fatihah (22.21.023) Yunitasari (22.21.037)
  • 3.
    batasan batasan prilaku prilaku Perilaku adalah suatukegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Jadi yang dimaksud perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan sangat luas antara lain, berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007)
  • 4.
    Perilaku dipengaruhi Perilaku dipengaruhi oleh3 faktor utama : oleh 3 faktor utama : 1. FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSING (PREDISPOSING FAKTOR) 2. FAKTOR-FAKTOR PEMUNGKIN (ENABLING FAKTOR) 3. FAKTOR-FAKTOR PENGUAT (REINFORCING FAKTOR)
  • 5.
    Menurut Green dkk(1999) yang Menurut Green dkk (1999) yang dikutip Gielen, dkk (2002), ada 6 dikutip Gielen, dkk (2002), ada 6 langkah proses perubahan langkah proses perubahan perilaku kesehatan : perilaku kesehatan : PENILAIAN SOSIAL PENILAIAN EPIDEMIOLOGI PENILAIAN PERILAKU DAN LINGKUNGAN IDENTIFIKASI FAKTOR PENILAIAN ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
  • 6.
    Undang-undang Kesehatan No.36 tahun 2009 memberikan batasan: kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) yang paling baru ini memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Pada batasan yang terdahulu, kesehatan itu hanya mencakup tiga aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut Undang- undang No. 23/1992, disempurnakan dengan UU No. 36 tahun 2009, kemudian kesehatan itu mencakup lima aspek yaitu fisik (badan), mental (jiwa), sosial, spiritual, dan ekonomi (Soekidjo N. : 2012). perilaku kesehatan perilaku kesehatan
  • 7.
    Wujud / indikatordari masing-masing Wujud / indikator dari masing-masing tersebut dalam kesehatan individu antara tersebut dalam kesehatan individu antara lain : lain : 1. Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit. 2. Kesehatan mental(jiwa) mencakup dua komponen yakni pikiran dan emosional. a. Pikiran yang sehat tercermin dari cara berfikir seseorang yakni mampu berfikir logis (masuk akal) atau berpikir secara runtut. b. Emosional yang sehat tercermin dari kemanpuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, khawatir, sedih dan sebagainya. 3. Kesehatan Spiritual tercermin dari cara seseorang dari cara mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan terhadap Sang Pencipta Alam dan seisinya (Allah Yang Maha Kuasa) secara mudah spiritual yang sehat itu dapat dilihat dari praktek keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat. 4. Kesehatan Sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan status sosial, ekonomi, politik dan sebagainya ;saling menghargai dan toleransi.
  • 8.
    perilaku kesehatan dapat perilakukesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 diklasifikasikan menjadi 3 kelompok : kelompok : PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN (HEALTH MAINTANANCE). PERILAKU PENCARIAN ATAU PENGGUNAAN SISTEM ATAU FASILITAS KESEHATAN, ATAU SERING DISEBUT PERILAKU PENCAIRAN PENGOBATAN (HEALTH SEEKING BEHAVIOR). PERILAKU INI ADALAH MENYANGKUT UPAYA ATAU TINDAKAN SESEORANG PADA SAAT MENDERITA PENYAKIT DAN ATAU KECELAKAAN.
  • 9.
    a. Perilaku hidupsehat (healthy life style) Perilaku yang berkaitan dengan upaya seseorang dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup : ·Menu makan seimbang ·Olahraga teratur ·Tidak merokok ·Tidak minum-minuman keras dan narkoba ·Istirahat yang cukup ·Mengendalikan stress ·Perilaku atau gaya hidup positif b. Perilaku sakit (illness behavior) Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit, pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit, serta pengobatannya. c. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) Perilaku ini mencakup : ·Tindakan untuk memperoleh kesembuhan ·Mengenal / mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak ·Mengetahui hak (misalnya hak memperoleh perawatan dan pelayanan kesehatan) perilaku kesehatan lingkungan perilaku kesehatan lingkungan Seorang ahli lain (Becker) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan, yaitu :
  • 10.
    Hubungan Kesehatan dengan HubunganKesehatan dengan Perilaku Perilaku Hubungan kesehatan dengan perilaku sangatlah erat dan saling berkesinambungan. Individu yang sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula. Sebaliknya juga begitu, perilaku yang sehat akan mencerminkan individu dengan kualitas hidup baik. Manfaat dari hidup sehat yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas kita dengan segala kemampuan dan potensi diri kita. Untuk itu konsep hidup sehat seperti tingkatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) harus dipupuk dari tiap individu untuk dapat meningkatkan kualitas hidup yang sehat.
  • 11.
    Beberapa strategi untuk Beberapastrategi untuk memperoleh perubahan perilaku memperoleh perubahan perilaku bisa dikelompokkan menjadi tiga bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian : bagian : Pemberian informasi Diskusi partisipatif Menggunakan kekuatan / kekuasaan atau dorongan Sebagai contoh adanya perubahan di masyarakat untuk menata rumahnya dengan membuat pagar rumah pada saat akan ada lomba desa tetapi begitu lomba / penilaian selesai banyak pagar yang kurang terawat. Adanya informasi tentang cara mencapai hidup sehat, pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Cara ini merupakan pengembangan dari cara kedua dimana penyampaian informasi kesehatan bukan hanya searah tetapi dilakukan secara partisipatif. Hal ini berarti bahwa masyarakat bukan hanya penerima yang pasif tapi juga ikut aktif berpartisipasi di dalam diskusi tentang informasi yang diterimanya.
  • 12.
    . Aspek Sosio-Psikologi .Aspek Sosio-Psikologi Perilaku Kesehatan Perilaku Kesehatan Dalam bidang kesehatan masyarakat khusnya pendidikan perilaku kesehatan, mempelajari perilaku merupakan hal yang sangat penting.Karena pendidikan kesehatan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai media atau sarana untuk menyediakan kondisi sosio-psikologis sedemikian rupa sehingga individu atau masyarakat berperilaku sesuai norma-norma hidup sehat. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku seseorang untuk bertindak sesuai dengan norma hidup sehat.
  • 13.