AL - QUR’AN SEBAGAI SUMBER
DASAR AJARAN ISLAM
DOSEN PENGAMPU:
EDI SUGIANTO M.Pd
Disusun oleh :
• IZA ZURRIATURROHMI
• ROTUN KURNIASIH FAOZIYAH
• SUPRAPTO
PENGERTIAN AL-QUR’AN
• Secara etimologi Alquran berasal dari kata qara’a, yaqra’u, qiraa’atan, atau
qur’anan yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-dlammu).
• Sedangkan secara terminologi (syariat), Alquran adalah Kalam Allah ta’ala yang
diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu
‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-
Naas.
• Dan menurut para ulama klasik, Alquran sumber agama (juga ajaran) Islam
pertama dan utama yang memuat firman-firman (wahyu) Allah, sama benar
dengan yang disampai- kan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai
Rasul Allah sedikit demi sediki selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, mula-mula di
Mekah (13 Tahun) kemudian di Medinah (10 Tahun).
OTENSITAS Al-QUR’AN
Yang dimaksudkan dengan istilah otensitas al-Qur’an di dalam pembahasan
ini adalah bahwa al-Qur’an yang ada pada kita sekarang ini benar-benar telah
terpelihara keasliannya, sehingga keberadaannya tetap otentik atau murni. Dengan
demikian, al-Qur’an itu murni, asli, tanpa ada perubahan, penambahan atau
pengurangan sedikit pun. Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang
terpelihara nilai otentisitasnya. Di dalam al-Qur’an surat al-Hijr ayat 9 Allah
menyatakan sendiri jaminan atas keaslian al-Qur’an.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya.” (QS Al Hijr :9)
POSISI AL QUR’AN DALAM STUDI KEISLAMAN
Al-Qur’an adalah merupakan sumber ajaran Islam karena al-Qur’an
langsung diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi
Muhammad untuk menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia baik yang
beragama Islam maupun yang tidak beragama Islam. Karena al-Qur’an merupakan
pokok ajaran Islam, maka segala studi mengenai keislaman tidak boleh
bertentangan dengan sumber pokok ini.
kalimat al-Qur’an yang terlihat sederhana bila direnungkan berulang-ulang
dan secara mendalam, baik dari segi bahasanya maupun dari segi kandungannya
merupakan suatu sumber pengetahuan yang tidak akan selesai-selesainya untuk
dibahas. Janji Allah tersebut sebagaimana firman-Nya:
Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-
kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-
kalimat Tuhan-ku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.
(Al-Kahfi : 109)
Isi al-Qur’an meliputi segala macam persoalan, dan bisa dibahas dari berbagai
aspek. Al-Qur’an juga dapat dilihat dari segi kandungannya yang bukan hanya
mengemukakan persoalan-persoalan yang menyangkut peribadatan saja, tetapi meliputi
juga persoalan teologi, persoalan kemasyarakatan, persoalan eksistensi manusia bahkan
persoalan-persoalan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup manusia seperti ilmu
dan teknologi. Karena posisi al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam yang pertama, maka
segala sesuatu pembahasan mengenai keIslaman, baik yang menyangkut ajaran maupun
yang menyangkut unsur-unsur pendukung terlaksananya ajaran tersebut, seluruhnya
mengacu kepada al-Qur’an. Bagi orang-orang yang percaya akan kemu'jizatan al-Qur’an,
maka al-Qur’an itu betul-betul akan menjadi petunjuk baginya dalam kehidupan
beragama, bermasyarakat dan bernegara.
Macam-macam ilmu yang bersumber pada Al-Qur’an tersebut sebagai berikut :
1. Ilmu Tauhid
2. Ilmu Hukum
3. Imu Tasawuf
4. Ilmu Filsafat Islam
Al-QUR’AN SEBAGAI SISTEM NILAI
Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk bagi suatu umat tertentu dan untuk
periode waktu tertentu, melainkan menjadi petunjuk yang universal dan sepanjang waktu.
Al-Qur’an adalah eksis bagi setiap zaman dan tempat. Petunjuknya sangat luas seperti
luasnya umat manusia dan meliputi segala aspek kehidupan.
Bukan saja ilmu-ilmu keislaman yang digali secara langsung dari Al-Qur’an, seperti
ilmu tafsir, fikih dan Tauhid, akan tetapi Al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu
pengetahuan dan teknologi, karena banyak sekali isyarat-isyarat Al-Qur’an yang
membicarakan persoalan-persoalan sains dan teknologi dan bidang keilmuan lainnya.
Tuntunan dan anjuran untuk mempelajari Al-Qur’an dan menggali kandungannya
serta menyebarkan ajaran-ajarannya dalam praktek kehidupan masyarakat merupakan
tuntunan yang tidak akan pernah habis. Menghadapi tantangan dunia modern yang
bersifat sekuler dan materialistis, umat Islam dituntut untuk menunjukan bimbingan dan
ajaran Al-Qur’an yang mampu memenuhi kekosongan nilai moral kemanusiaan dan
spiritualitas, di samping membuktikan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang bersifat rasional dan
mendorong umat manusia untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran serta
kesejahteraan.
KESIMPULAN
Al-Qur’an bisa di katakan sebagai sumber ajaran Islam karena Al-Qur’an
merupakan termasuk salah satu dari tiga sumber hukum ajaran Islam. Al-Qur’an
merupakan wahyu dari Allah SWT. yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW.
Sebagai petunjuk serta pedoman umat manusia. Kita sebagai umat Islam Tentu
harus meyakini isi dalam Al-Qur’an itu sendiri sebagai Bekal kita Hidup di dunia. Al-
Qur’an juga memerintah kita untuk bersyukur dengan telah diberikan alam semesta
dan sejarah umat manusia dengan secara mendalam untuk bisa diambil hikmahnya
di pengetahuannya agar dapat bisa diterapkan di kehidupan. Al-Qur’an juga banyak
sekali mengandung hukum serta fungsi bagi mereka yang mempelajarinaya, dan
semua itusudah jelas tanpa di ragukan kembali kebenarannya. Maka dari itulah Al-
Qur’an bisa di katakan sebagai sumber Ajaran Islam.
TERIMA KASIH
semoga bermanfaat:)

PSI KELOMPOK 3.pptx

  • 1.
    AL - QUR’ANSEBAGAI SUMBER DASAR AJARAN ISLAM DOSEN PENGAMPU: EDI SUGIANTO M.Pd Disusun oleh : • IZA ZURRIATURROHMI • ROTUN KURNIASIH FAOZIYAH • SUPRAPTO
  • 2.
    PENGERTIAN AL-QUR’AN • Secaraetimologi Alquran berasal dari kata qara’a, yaqra’u, qiraa’atan, atau qur’anan yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-dlammu). • Sedangkan secara terminologi (syariat), Alquran adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an- Naas. • Dan menurut para ulama klasik, Alquran sumber agama (juga ajaran) Islam pertama dan utama yang memuat firman-firman (wahyu) Allah, sama benar dengan yang disampai- kan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah sedikit demi sediki selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, mula-mula di Mekah (13 Tahun) kemudian di Medinah (10 Tahun).
  • 3.
    OTENSITAS Al-QUR’AN Yang dimaksudkandengan istilah otensitas al-Qur’an di dalam pembahasan ini adalah bahwa al-Qur’an yang ada pada kita sekarang ini benar-benar telah terpelihara keasliannya, sehingga keberadaannya tetap otentik atau murni. Dengan demikian, al-Qur’an itu murni, asli, tanpa ada perubahan, penambahan atau pengurangan sedikit pun. Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang terpelihara nilai otentisitasnya. Di dalam al-Qur’an surat al-Hijr ayat 9 Allah menyatakan sendiri jaminan atas keaslian al-Qur’an. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS Al Hijr :9)
  • 4.
    POSISI AL QUR’ANDALAM STUDI KEISLAMAN Al-Qur’an adalah merupakan sumber ajaran Islam karena al-Qur’an langsung diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad untuk menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia baik yang beragama Islam maupun yang tidak beragama Islam. Karena al-Qur’an merupakan pokok ajaran Islam, maka segala studi mengenai keislaman tidak boleh bertentangan dengan sumber pokok ini. kalimat al-Qur’an yang terlihat sederhana bila direnungkan berulang-ulang dan secara mendalam, baik dari segi bahasanya maupun dari segi kandungannya merupakan suatu sumber pengetahuan yang tidak akan selesai-selesainya untuk dibahas. Janji Allah tersebut sebagaimana firman-Nya:
  • 5.
    Katakanlah (Muhammad), “Seandainyalautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat- kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat- kalimat Tuhan-ku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (Al-Kahfi : 109)
  • 6.
    Isi al-Qur’an meliputisegala macam persoalan, dan bisa dibahas dari berbagai aspek. Al-Qur’an juga dapat dilihat dari segi kandungannya yang bukan hanya mengemukakan persoalan-persoalan yang menyangkut peribadatan saja, tetapi meliputi juga persoalan teologi, persoalan kemasyarakatan, persoalan eksistensi manusia bahkan persoalan-persoalan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup manusia seperti ilmu dan teknologi. Karena posisi al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam yang pertama, maka segala sesuatu pembahasan mengenai keIslaman, baik yang menyangkut ajaran maupun yang menyangkut unsur-unsur pendukung terlaksananya ajaran tersebut, seluruhnya mengacu kepada al-Qur’an. Bagi orang-orang yang percaya akan kemu'jizatan al-Qur’an, maka al-Qur’an itu betul-betul akan menjadi petunjuk baginya dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara. Macam-macam ilmu yang bersumber pada Al-Qur’an tersebut sebagai berikut : 1. Ilmu Tauhid 2. Ilmu Hukum 3. Imu Tasawuf 4. Ilmu Filsafat Islam
  • 7.
    Al-QUR’AN SEBAGAI SISTEMNILAI Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk bagi suatu umat tertentu dan untuk periode waktu tertentu, melainkan menjadi petunjuk yang universal dan sepanjang waktu. Al-Qur’an adalah eksis bagi setiap zaman dan tempat. Petunjuknya sangat luas seperti luasnya umat manusia dan meliputi segala aspek kehidupan. Bukan saja ilmu-ilmu keislaman yang digali secara langsung dari Al-Qur’an, seperti ilmu tafsir, fikih dan Tauhid, akan tetapi Al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, karena banyak sekali isyarat-isyarat Al-Qur’an yang membicarakan persoalan-persoalan sains dan teknologi dan bidang keilmuan lainnya. Tuntunan dan anjuran untuk mempelajari Al-Qur’an dan menggali kandungannya serta menyebarkan ajaran-ajarannya dalam praktek kehidupan masyarakat merupakan tuntunan yang tidak akan pernah habis. Menghadapi tantangan dunia modern yang bersifat sekuler dan materialistis, umat Islam dituntut untuk menunjukan bimbingan dan ajaran Al-Qur’an yang mampu memenuhi kekosongan nilai moral kemanusiaan dan spiritualitas, di samping membuktikan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang bersifat rasional dan mendorong umat manusia untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran serta kesejahteraan.
  • 8.
    KESIMPULAN Al-Qur’an bisa dikatakan sebagai sumber ajaran Islam karena Al-Qur’an merupakan termasuk salah satu dari tiga sumber hukum ajaran Islam. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT. yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW. Sebagai petunjuk serta pedoman umat manusia. Kita sebagai umat Islam Tentu harus meyakini isi dalam Al-Qur’an itu sendiri sebagai Bekal kita Hidup di dunia. Al- Qur’an juga memerintah kita untuk bersyukur dengan telah diberikan alam semesta dan sejarah umat manusia dengan secara mendalam untuk bisa diambil hikmahnya di pengetahuannya agar dapat bisa diterapkan di kehidupan. Al-Qur’an juga banyak sekali mengandung hukum serta fungsi bagi mereka yang mempelajarinaya, dan semua itusudah jelas tanpa di ragukan kembali kebenarannya. Maka dari itulah Al- Qur’an bisa di katakan sebagai sumber Ajaran Islam.
  • 9.