PLOR
P = Problem (Deskripsi Ketidaksesuaian)
L = Location (Area Temuan)
O = Objective Evidence (Bukti Obyektif)
R = Reference (Referensi atau
persyaratan)
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
INSIDEN
 Dalam pelaksanaan audit di Laboratorium SMM ada
beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak memiliki
Label Kalibrasi, contohnya : Sound Level Meters,
Calliper, Ballance dsb sebagaimana Prosedur Kalibrasi
XX-234. Menurut informasi petugas, Alat Pemantauan
& Pengukuran tersebut biasa dikalibrasi secara internal.
Petugas tidak dapat menunjukkan bukti Program dan
Jadwal Kalibrasi Internal Alat Pemantauan & Pengukuran
Laboratorium tersebut.
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
 Problem
 Beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak dapat dibuktikan pelaksanaan
kalibrasinya
 Location
 Laboratorium SMM
 Objective Evidence
 Sound Level Meters, Calliper, Ballance dsb
 Catatan kalibrasi (Label, Jadwal/ Program & Pelaksanaan Kalibrasi)
 Reference
 Prosedur Kalibrasi XX-234 dan ISO 9001:2015 klausul 7.1.5 “
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
“Ditemukan pada Bagian Laboratorium SMM, beberapa
Alat Pemantauan & Pengukuran contohnya : Sound
Level Meters, Calliper, Ballance dsb. tidak ada bukti
pelaksanaan kalibrasinya pada Label, Jadwal/ Program
dan Realisasi Kalibrasi. Hal ini tidak sesuai dengan
Prosedur Kalibrasi XX-234 & ISO 9001:2015 klausul
7.1.5“
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
 Problem
 Beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak konsisten menyimpan rekaman
pelaksanaan kalibrasi internal dan eksternal
 Location
 Laboratorium SMM
 Objective Evidence
 Sertifikat Kalibrasi Sound Level Meters, Calliper, Ballance pada periode 2018
 Sertifikat Kalibrator pelaksana Kalibrasi Internal
 Reference
 Prosedur Kalibrasi XX-234 dan ISO 9001:2015 klausul 7.5.3
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
INSIDEN
 Di Bagian Manufaktur ditemukan beberapa
Instruksi Kerja SMM yang tidak memiliki identitas
dan status pengendalian dokumennya sebagaimana
Prosedur Pengendalian Informasi Terdokumen
YY-234. Contohnya : panduan/instruksi di Bagian
Manufaktur berjudul Penerimaan Material, Tata
Cara Penanganan Gudang Material, Tata Aturan
Pengelolaan Sampah dsb.
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
Pembahasan
 Ketidaksesuaian ini belum tentu kesalahan Bagian Manufaktur, juga perlu
ditelusuri lebih lanjut rekaman/catatan ke Pengendali Dokumen. Auditor harus
memeriksa bagaimana dokumen SMM perusahaan diberi identitas dan dicatat
pengendaliannya. Apabila sudah ada identitas harus diperiksa bukti
registrasi/revisi dokumen, pengesahan, kronologis dan rekaman
pengendaliannya serta bukti distribusinya kepada para pemegang dokumen.
 Temuan dapat berkembang ke hal lainnya, seperti apakah dilakukan kaji ulang
dokumen sebelum disahkan, identifikasi revisi, distribusi di setiap lokasi yang
relevan, pengendalian terhadap dokumen yang kadaluwarsa dst. Selain itu,
bukti rekaman penarikan dokumen lama dan pendistribusian dokumen baru.
 Auditor perlu memastikan juga bukti kompetensi dari Pengendali Dokumen
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN
 Problem
 Beberapa Instruksi Kerja SMM yang tidak memiliki identitas dokumen dan status
pengendalian dokumennya
 Location
 Pengendali Dokumen
 Objective Evidence
 panduan/instruksi di Bagian Manufaktur berjudul Penerimaan Material, Tata Cara
Penanganan Gudang Material, Tata Aturan Pengelolaan Sampah dsb.
 Reference
 Prosedur Pengendalian Informasi Terdokumen YY-234 dan ISO 9001:2015, klausul
7.5.2 & 7.5.3
TULISKAN PLOR SESUAI INSIDEN

Problem, Location, objectives evidance, and referance

  • 1.
    PLOR P = Problem(Deskripsi Ketidaksesuaian) L = Location (Area Temuan) O = Objective Evidence (Bukti Obyektif) R = Reference (Referensi atau persyaratan)
  • 2.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN INSIDEN  Dalam pelaksanaan audit di Laboratorium SMM ada beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak memiliki Label Kalibrasi, contohnya : Sound Level Meters, Calliper, Ballance dsb sebagaimana Prosedur Kalibrasi XX-234. Menurut informasi petugas, Alat Pemantauan & Pengukuran tersebut biasa dikalibrasi secara internal. Petugas tidak dapat menunjukkan bukti Program dan Jadwal Kalibrasi Internal Alat Pemantauan & Pengukuran Laboratorium tersebut.
  • 3.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN  Problem  Beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak dapat dibuktikan pelaksanaan kalibrasinya  Location  Laboratorium SMM  Objective Evidence  Sound Level Meters, Calliper, Ballance dsb  Catatan kalibrasi (Label, Jadwal/ Program & Pelaksanaan Kalibrasi)  Reference  Prosedur Kalibrasi XX-234 dan ISO 9001:2015 klausul 7.1.5 “
  • 4.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN “Ditemukan pada Bagian Laboratorium SMM, beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran contohnya : Sound Level Meters, Calliper, Ballance dsb. tidak ada bukti pelaksanaan kalibrasinya pada Label, Jadwal/ Program dan Realisasi Kalibrasi. Hal ini tidak sesuai dengan Prosedur Kalibrasi XX-234 & ISO 9001:2015 klausul 7.1.5“
  • 5.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN  Problem  Beberapa Alat Pemantauan & Pengukuran tidak konsisten menyimpan rekaman pelaksanaan kalibrasi internal dan eksternal  Location  Laboratorium SMM  Objective Evidence  Sertifikat Kalibrasi Sound Level Meters, Calliper, Ballance pada periode 2018  Sertifikat Kalibrator pelaksana Kalibrasi Internal  Reference  Prosedur Kalibrasi XX-234 dan ISO 9001:2015 klausul 7.5.3
  • 6.
  • 7.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN INSIDEN  Di Bagian Manufaktur ditemukan beberapa Instruksi Kerja SMM yang tidak memiliki identitas dan status pengendalian dokumennya sebagaimana Prosedur Pengendalian Informasi Terdokumen YY-234. Contohnya : panduan/instruksi di Bagian Manufaktur berjudul Penerimaan Material, Tata Cara Penanganan Gudang Material, Tata Aturan Pengelolaan Sampah dsb.
  • 8.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN Pembahasan  Ketidaksesuaian ini belum tentu kesalahan Bagian Manufaktur, juga perlu ditelusuri lebih lanjut rekaman/catatan ke Pengendali Dokumen. Auditor harus memeriksa bagaimana dokumen SMM perusahaan diberi identitas dan dicatat pengendaliannya. Apabila sudah ada identitas harus diperiksa bukti registrasi/revisi dokumen, pengesahan, kronologis dan rekaman pengendaliannya serta bukti distribusinya kepada para pemegang dokumen.  Temuan dapat berkembang ke hal lainnya, seperti apakah dilakukan kaji ulang dokumen sebelum disahkan, identifikasi revisi, distribusi di setiap lokasi yang relevan, pengendalian terhadap dokumen yang kadaluwarsa dst. Selain itu, bukti rekaman penarikan dokumen lama dan pendistribusian dokumen baru.  Auditor perlu memastikan juga bukti kompetensi dari Pengendali Dokumen
  • 9.
    TULISKAN PLOR SESUAIINSIDEN  Problem  Beberapa Instruksi Kerja SMM yang tidak memiliki identitas dokumen dan status pengendalian dokumennya  Location  Pengendali Dokumen  Objective Evidence  panduan/instruksi di Bagian Manufaktur berjudul Penerimaan Material, Tata Cara Penanganan Gudang Material, Tata Aturan Pengelolaan Sampah dsb.  Reference  Prosedur Pengendalian Informasi Terdokumen YY-234 dan ISO 9001:2015, klausul 7.5.2 & 7.5.3
  • 10.