Kurikulum
Merdeka
Mata Kuliah Kajian Kurikulum
Presentasi Kolaborasi Kelompok 1
Program Pendidikan IPA S-2 Sekolah Pascasarjana
Universitas Pakuan dan Universitas Tadulako
OLEH:
Bibit Harianto
Musdalifa
Nevi Nurzaman
Paramitha Y. Boroallo
Sinta Srie Wulan
Kelompok 1
1.
2.
3.
4.
5.
DAFTAR ISI
Mengapa Kurikulum Harus berubah?
Profil Pelajar Pancasila dan P5
Struktur Kurikulum Merdeka
Karakteristik Kurikulum Merdeka
Alur Kurikulum Merdeka
Pengertian Kurikulum Merdeka
KOSP
Implementasi Kurikulum Merdeka
Merdeka Belajar dalam Konteks Pendidikan Sains
Mengapa Kurikulum Harus
Berubah dan Perlu Diadaptasi?
Agar Sesuai dengan
Perkembangan Jaman
Kurikulum yang baik adalah
Kurikulum yang sesuai dengan
zamannya, dan terus
dikembangakan atau diadaptasi
sesuai dengan konteks dan
karaktersistik peserta didik demi
membangun kompetensi sesuai
dengan kebutuhan mereka kini dan
masa depan
Perubahan sebuah
Keniscayaan
Hal yang tak dapat dihindari
dari kehidupan adalah
perubahan sehingga kurikulum
perlu menyesuaikan dengan
perubahan yang terjadi.
Memenuhi dengan
Kebutuhan Murid
Setiap murid dan tempat
tinggalnya memiliki karakteristik
yang berbeda-beda sehingga
kurikulum yang berlaku harus bisa
memenuhi kebutuhan murid.
Latar Belakang
Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15
tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan
konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh
hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar
antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan
adanya pandemi COVID-19. (Sumber: Laman PMM)
Latar Belakang
Latar Belakang
Latar Belakang
Apa itu ?
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran
intrakurikuler dengan konten yang beragam agar siswa dapat lebih
optimal dan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan
menguatkan kompetensi atau kurikulum merdeka dapat juga
diartikan sebagai kurikulum yang dikembangkan sebagai kerangka
kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi
esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.
Tiga karakteristik utama
kurikulum merdeka
Penyederhanaan konten,
fokus pada materi
esensial.
Pembelajaran berbasis
projek yang kolaboratif,
aplikatif, yang di muat
dalam P5 (Projek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila)
Rumusan capaian
pembelajaran dan
pengaturan jam pelajaran
yang memberi fleksibilitas
untuk merancang
kurikulum operasional dan
pembelajaran sesuai
tingkat kemampuan
peserta didik.
STRUKTUR KURIKULUM
KURIKULUM
MERDEKA
BERPUSAT
PADA
MURID
kurikulum
sesuai dengan
karakteristik
satuan
pendidikan
STRUKTUR KURIKULUM PAUD
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler; dan
projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Struktur Kurikulum untuk pendidikan anak usia dini terdiri dari
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler di PAUD dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang
tertuang di dalam Capaian Pembelajaran (CP) fase fondasi. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler
adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Kegiatan yang dipilih
harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Kegiatan perlu didukung oleh
penggunaan sumber-sumber belajar yang nyata dan ada di lingkungan sekitar anak. Sumber belajar yang tidak
tersedia secara nyata dapat dihadirkan dengan dukungan teknologi dan buku bacaan anak.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar
Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak
untuk PAUD). Penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari
besar nasional, dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan alokasi
waktu kegiatan di PAUD. Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 1- 2 kali dalam satu tahun ajaran
dengan tema berbeda. Alokasi waktu di PAUD usia 4 - 6 tahun sebaiknya tidak kurang dari 900 (sembilan
ratus) menit per minggu. Alokasi waktu di PAUD usia 3 - 4 tahun sebaiknya tidak kurang dari 360 (tiga ratus
enam puluh) menit per minggu.
STRUKTUR KURIKULUM SD
Fase A untuk Kelas I dan Kelas II;
Fase B untuk Kelas III dan Kelas IV; dan
Fase C untuk Kelas V dan Kelas VI.
Strutur kurikulum SD dibagi menjadi 3 (tiga) Fase :
1.
2.
3.
Pada jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS dilebur menjadi IPAS. Hal ini didasarkan pada pertimbangan
bahwa anak usia SD masih dalam tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif dan tidak detail.
Meskipun IPAS belum diajarkan secara spesifik di fase A, tapi bukan berarti mereka tidak belajar IPA dan IPS.
Pada fase A, muatan pelajaran IPAS terintegrasi pada mata pelajaran lain.
Projek penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 2-3 kali dalam satu tahun ajaran dengan tema yang
berbeda. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan
maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila
sesuai dengan fase peserta didik.
STRUKTUR KURIKULUM SMP
Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk Kelas VII, Kelas VIII, dan
Kelas IX.
Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
a.Pembelajaran intrakurikuler; dan
b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per-
tahun.
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun
secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila
sesuai dengan fase peserta didik. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan
menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan
masing-masing projek tidak harus sama. Projek penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 3-4 kali dalam
satu tahun ajaran dengan tema yang berbeda
Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, di SMP mata pelajaran Informatika menjadi mata
pelajaran wajib.
STRUKTUR KURIKULUM SMA
Struktur kurikulum SMA terdiri atas dua fase yaitu:
a.Fase E untuk Kelas X; dan
b.Fase F untuk Kelas XI dan Kelas XII.
Struktur kurikulum untuk SMA/MA terbagi menjadi dua, yaitu:
a.Pembelajaran intrakurikuler; dan
b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per-tahun.
Pada jenjang SMA murid lebih dipersiapkan kepada minat yang menunjang pilihan pendidikan pada jenjang
berikutnya. Sehingga, pembelajaran dibagi menjadi mata pelajaran umum dan program peminatan. Program
peminatan dimulai di kelas 11. Pada kelompok mata pelajaran pilihan, murid diperbolehkan mengambil 4-5
mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya, tidak terikat dengan pengelompokan rumpun mata
pelajaran (MIPA, IPS, Bahasa dan Budaya, dll.). Artinya, murid diperbolehkan mengambil mata pelajaran lintas
rumpun tanpa ada batasan apapun.
Dalam program peminatan, apabila sumber daya memungkinkan, sekolah juga dapat membuka kelas
vokasi/mata pelajaran baru, misalnya kelas bahasa jerman, kelas tata boga, kelas budidaya kopi, dll.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran untuk SMA kelas X adalah 3-4 dengan tema
yang berbeda, sedangkan untuk kelas XI dan XII adalah 2-3 dengan tema yang berbeda.
STRUKTUR KURIKULUM SMK
Dunia kerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran.
Struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase
kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%.
Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1 semester).
Pelajar dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya.
Struktur kurikulum SMK/MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
a.Pembelajaran intrakurikuler; dan
b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per
tahun.
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun
secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila
sesuai dengan fase peserta didik. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan
menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan
masing-masing projek tidak harus sama. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran
untuk SMK kelas X adalah 3 projek profil dengan 2 tema pilihan dan 1 tema kebekerjaan, sedangkan untuk SMK
kelas XI adalah 2 projek profil dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan. Untuk kelas XII adalah 1 Projek
Penguatan Profil Pelajar pancasaila dengan tema kebekerjaan.
STRUKTUR KURIKULUM SLB
Penggunaan Capaian Pembelajaran akan berbeda-beda karena bergantung pada hasil analisis usia mental
murid. Karena meskipun usia kronologisnya sama, tetapi bisa saja usia mentalnya berbeda. Capaian
pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk yang memiliki hambatan intelektual.
Untuk pelajar di SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual, capaian pembelajarannya sama dengan sekolah
reguler yang sederajat, dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.
Sama dengan pelajar di sekolah reguler, pelajar di SLB juga menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk
menguatkan Pelajar Pancasila dengan mengusung tema yang sama dengan sekolah reguler, dengan
kedalaman materi dan aktivitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelajar di SLB
Alur Kurikulum Merdeka
KURIKULUM
MERDEKA
ATP
CP
FASE
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
(CP)
KOMPETENSI
PEMBELAJARAN
01
02
FASE
03
KOMPREHENSIF
Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur adipiscing elit. Duis
vulputate nulla at ante rhoncus,
vel efficitur felis condimentum.
Proin odio odio.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
(ATP)
TUJUAN PEMBELAJARAN
01
02
FASE
03
KOMPREHENSIF
Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur adipiscing elit. Duis
vulputate nulla at ante rhoncus,
vel efficitur felis condimentum.
Proin odio odio.
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
PENGOLAHAN
DAN ANALISIS
REFLEKSI DAN
TINDAK LANJUT
ALUR
PELAKSANAAN
KURIKULUM
MERDEKA
BSKAP. Kemendikbudristek. 2022. PANDUAN PEMBELAJARAN DAN ASESMENT.
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
Berbhinekaan
Global
Beriman,
Bertaqwa
Kepada Tuhan
Yang Maha Esa,
dan Berakhlak
Mulia
Bergotong royong Mandiri Bernalar kritis dan
kreatif
PROFIL
PENGUATAN
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
DIMENSI
ELEMEN
SUB-ELEMEN
2
MENYIAPKAN
EKOSISTEM
SEKOLAH
3
MENDESAIN
PROJEK
PENGUATAN
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN PROJEK PROFIL
PANCASILA
1
MEMAHAMI
PROJEK
PENGUATAN
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
5
MENDOKUMENTASIKAN
DAN MELAPORKAN
HASIL PROJEK
PENGUATAN PROFIL
PELAJAR PANCASILA
6
EVALUASI DAN
TINDAK LANJUT
PROJEK PENGUATAN
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN PROJEK PROFIL
PANCASILA
4
MENGELOLA
PROJEK
PENGUATAN
PROFIL ELAJAR
PANCASILA
KOSP
KURIKULUM
MERDEKA
Disusun Oleh : Kelompok 1
Agar bermakna, KOSP dikembangkan sesuai
konteks dan kebutuhan peserta didik dan
satuan pendidikan
Kurikukulum Operasional di Satuan
pendidikan memuat seluruh rencana proses
belajar yang diselenggarakan di satuan
pendidikan, sebagai pedoman seluruh
penyelenggaran pembelajaran.
Apa itu KOSP ?
komponen dalam KOSP disusun untuk membantu proses berpikir
dan pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan.
Dokumen KOSP merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik
di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala
untuk menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan peserta
didik
Tujuan KOSP
PRINSIP PENGEMBANGAN KOSP
Berpusat pada peserta didik
Kontekstual
Akuntabel
Esensial
Melibatkan berbagai pemangku
kepentingan
1
2
4
3
5
)
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Komponen Jangka Panjang
)
)
)
)
)
)
Jangka pendek
)
)
)
)
)
)
)
)
) KOMPONEN KOSP
Ditinjau tiap 4-5 tahun
Karakteristik satuan pendidikan
Visi, misi, dan tujuan satuan
pendidikan
Ditinjau tiap tahun
Pengorganisasian pembelajaran
Rencana pembelajaran
Pendampingan , evaluasi, dan
pengembangan profesional
1
Impelementasi
Kurikulum
Merdeka
4 konsep pembelajaran pada IKM:
Pembelajaran
berbasis
proyek
Fokus materi
esensial
2
3
Impelementasi
Kurikulum
Merdeka
4 konsep pembelajaran pada IKM:
Pembelajaran
terdeferensiasi
Pembelajaran
4C
4
Keterampilan 4C
Critical Thinking Creativity
Collaboration Communication
Pengimplementasian
pembelajaran sains untuk
merdeka belajar
dalam konteks
dalam konteks
Pendidikan Sains
Pendidikan Sains
Merdeka Belajar
Merdeka Belajar
Peserta didik sebagai
generasi masa depan
Kualitas guru
Sumber
https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/ diakses pada 16
September 2023
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6824331505561-
Latar-Belakang-Kurikulum-Merdeka diakses pada 16 September 2023
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-
us/articles/14179979320089-Komponen-Komponen-dalam-KOSP diakses pada 19
September 2023
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/14179832698137-
Struktur-Kurikulum-Merdeka-dalam-Setiap-Fase diakses pada 18 September 2023
https://itjen.kemdikbud.go.id/web/profil-pelajar-pancasila-menggali-makna-
manfaat-dan-implementasinya/ diakses pada 18 September 2023
Khoirurrijal, dkk. 2022. “Pengembangan Kurikulum Merdeka”. Malang:Literasi
Nusantara
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Presentasi Kelompok 1 Kurikulum Merdeka.pdf

Presentasi Kelompok 1 Kurikulum Merdeka.pdf

  • 1.
    Kurikulum Merdeka Mata Kuliah KajianKurikulum Presentasi Kolaborasi Kelompok 1 Program Pendidikan IPA S-2 Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan dan Universitas Tadulako
  • 2.
    OLEH: Bibit Harianto Musdalifa Nevi Nurzaman ParamithaY. Boroallo Sinta Srie Wulan Kelompok 1 1. 2. 3. 4. 5.
  • 3.
    DAFTAR ISI Mengapa KurikulumHarus berubah? Profil Pelajar Pancasila dan P5 Struktur Kurikulum Merdeka Karakteristik Kurikulum Merdeka Alur Kurikulum Merdeka Pengertian Kurikulum Merdeka KOSP Implementasi Kurikulum Merdeka Merdeka Belajar dalam Konteks Pendidikan Sains
  • 4.
    Mengapa Kurikulum Harus Berubahdan Perlu Diadaptasi? Agar Sesuai dengan Perkembangan Jaman Kurikulum yang baik adalah Kurikulum yang sesuai dengan zamannya, dan terus dikembangakan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan Perubahan sebuah Keniscayaan Hal yang tak dapat dihindari dari kehidupan adalah perubahan sehingga kurikulum perlu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Memenuhi dengan Kebutuhan Murid Setiap murid dan tempat tinggalnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga kurikulum yang berlaku harus bisa memenuhi kebutuhan murid.
  • 5.
    Latar Belakang Hasil Programmefor International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. (Sumber: Laman PMM)
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Apa itu ? KurikulumMerdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan konten yang beragam agar siswa dapat lebih optimal dan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi atau kurikulum merdeka dapat juga diartikan sebagai kurikulum yang dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.
  • 10.
    Tiga karakteristik utama kurikulummerdeka Penyederhanaan konten, fokus pada materi esensial. Pembelajaran berbasis projek yang kolaboratif, aplikatif, yang di muat dalam P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Rumusan capaian pembelajaran dan pengaturan jam pelajaran yang memberi fleksibilitas untuk merancang kurikulum operasional dan pembelajaran sesuai tingkat kemampuan peserta didik.
  • 11.
  • 12.
    STRUKTUR KURIKULUM PAUD Kegiatanpembelajaran intrakurikuler; dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Struktur Kurikulum untuk pendidikan anak usia dini terdiri dari Kegiatan pembelajaran intrakurikuler di PAUD dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam Capaian Pembelajaran (CP) fase fondasi. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Kegiatan yang dipilih harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Kegiatan perlu didukung oleh penggunaan sumber-sumber belajar yang nyata dan ada di lingkungan sekitar anak. Sumber belajar yang tidak tersedia secara nyata dapat dihadirkan dengan dukungan teknologi dan buku bacaan anak. Projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD). Penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD. Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 1- 2 kali dalam satu tahun ajaran dengan tema berbeda. Alokasi waktu di PAUD usia 4 - 6 tahun sebaiknya tidak kurang dari 900 (sembilan ratus) menit per minggu. Alokasi waktu di PAUD usia 3 - 4 tahun sebaiknya tidak kurang dari 360 (tiga ratus enam puluh) menit per minggu.
  • 13.
    STRUKTUR KURIKULUM SD FaseA untuk Kelas I dan Kelas II; Fase B untuk Kelas III dan Kelas IV; dan Fase C untuk Kelas V dan Kelas VI. Strutur kurikulum SD dibagi menjadi 3 (tiga) Fase : 1. 2. 3. Pada jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS dilebur menjadi IPAS. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak usia SD masih dalam tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif dan tidak detail. Meskipun IPAS belum diajarkan secara spesifik di fase A, tapi bukan berarti mereka tidak belajar IPA dan IPS. Pada fase A, muatan pelajaran IPAS terintegrasi pada mata pelajaran lain. Projek penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 2-3 kali dalam satu tahun ajaran dengan tema yang berbeda. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik.
  • 14.
    STRUKTUR KURIKULUM SMP Strukturkurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX. Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: a.Pembelajaran intrakurikuler; dan b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per- tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama. Projek penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan 3-4 kali dalam satu tahun ajaran dengan tema yang berbeda Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, di SMP mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib.
  • 15.
    STRUKTUR KURIKULUM SMA Strukturkurikulum SMA terdiri atas dua fase yaitu: a.Fase E untuk Kelas X; dan b.Fase F untuk Kelas XI dan Kelas XII. Struktur kurikulum untuk SMA/MA terbagi menjadi dua, yaitu: a.Pembelajaran intrakurikuler; dan b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per-tahun. Pada jenjang SMA murid lebih dipersiapkan kepada minat yang menunjang pilihan pendidikan pada jenjang berikutnya. Sehingga, pembelajaran dibagi menjadi mata pelajaran umum dan program peminatan. Program peminatan dimulai di kelas 11. Pada kelompok mata pelajaran pilihan, murid diperbolehkan mengambil 4-5 mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya, tidak terikat dengan pengelompokan rumpun mata pelajaran (MIPA, IPS, Bahasa dan Budaya, dll.). Artinya, murid diperbolehkan mengambil mata pelajaran lintas rumpun tanpa ada batasan apapun. Dalam program peminatan, apabila sumber daya memungkinkan, sekolah juga dapat membuka kelas vokasi/mata pelajaran baru, misalnya kelas bahasa jerman, kelas tata boga, kelas budidaya kopi, dll. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran untuk SMA kelas X adalah 3-4 dengan tema yang berbeda, sedangkan untuk kelas XI dan XII adalah 2-3 dengan tema yang berbeda.
  • 16.
    STRUKTUR KURIKULUM SMK Duniakerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran. Struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%. Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1 semester). Pelajar dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya. Struktur kurikulum SMK/MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: a.Pembelajaran intrakurikuler; dan b.Projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran untuk SMK kelas X adalah 3 projek profil dengan 2 tema pilihan dan 1 tema kebekerjaan, sedangkan untuk SMK kelas XI adalah 2 projek profil dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan. Untuk kelas XII adalah 1 Projek Penguatan Profil Pelajar pancasaila dengan tema kebekerjaan.
  • 17.
    STRUKTUR KURIKULUM SLB PenggunaanCapaian Pembelajaran akan berbeda-beda karena bergantung pada hasil analisis usia mental murid. Karena meskipun usia kronologisnya sama, tetapi bisa saja usia mentalnya berbeda. Capaian pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk yang memiliki hambatan intelektual. Untuk pelajar di SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual, capaian pembelajarannya sama dengan sekolah reguler yang sederajat, dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum. Sama dengan pelajar di sekolah reguler, pelajar di SLB juga menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk menguatkan Pelajar Pancasila dengan mengusung tema yang sama dengan sekolah reguler, dengan kedalaman materi dan aktivitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelajar di SLB
  • 18.
  • 19.
    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) KOMPETENSI PEMBELAJARAN 01 02 FASE 03 KOMPREHENSIF Lorem ipsum dolorsit amet, consectetur adipiscing elit. Duis vulputate nulla at ante rhoncus, vel efficitur felis condimentum. Proin odio odio.
  • 20.
    ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) TUJUAN PEMBELAJARAN 01 02 FASE 03 KOMPREHENSIF Loremipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Duis vulputate nulla at ante rhoncus, vel efficitur felis condimentum. Proin odio odio.
  • 21.
    PERENCANAAN PELAKSANAAN PENGOLAHAN DAN ANALISIS REFLEKSI DAN TINDAKLANJUT ALUR PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA BSKAP. Kemendikbudristek. 2022. PANDUAN PEMBELAJARAN DAN ASESMENT.
  • 22.
    PROFIL PELAJAR PANCASILA Berbhinekaan Global Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan YangMaha Esa, dan Berakhlak Mulia Bergotong royong Mandiri Bernalar kritis dan kreatif
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    5 MENDOKUMENTASIKAN DAN MELAPORKAN HASIL PROJEK PENGUATANPROFIL PELAJAR PANCASILA 6 EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PROJEK PROFIL PANCASILA 4 MENGELOLA PROJEK PENGUATAN PROFIL ELAJAR PANCASILA
  • 26.
  • 27.
    Agar bermakna, KOSPdikembangkan sesuai konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan Kurikukulum Operasional di Satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaran pembelajaran. Apa itu KOSP ?
  • 28.
    komponen dalam KOSPdisusun untuk membantu proses berpikir dan pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan. Dokumen KOSP merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala untuk menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan peserta didik Tujuan KOSP
  • 29.
    PRINSIP PENGEMBANGAN KOSP Berpusatpada peserta didik Kontekstual Akuntabel Esensial Melibatkan berbagai pemangku kepentingan 1 2 4 3 5
  • 30.
    ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Komponen Jangka Panjang ) ) ) ) ) ) Jangkapendek ) ) ) ) ) ) ) ) ) KOMPONEN KOSP Ditinjau tiap 4-5 tahun Karakteristik satuan pendidikan Visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan Ditinjau tiap tahun Pengorganisasian pembelajaran Rencana pembelajaran Pendampingan , evaluasi, dan pengembangan profesional
  • 33.
    1 Impelementasi Kurikulum Merdeka 4 konsep pembelajaranpada IKM: Pembelajaran berbasis proyek Fokus materi esensial 2
  • 34.
    3 Impelementasi Kurikulum Merdeka 4 konsep pembelajaranpada IKM: Pembelajaran terdeferensiasi Pembelajaran 4C 4
  • 35.
    Keterampilan 4C Critical ThinkingCreativity Collaboration Communication
  • 36.
    Pengimplementasian pembelajaran sains untuk merdekabelajar dalam konteks dalam konteks Pendidikan Sains Pendidikan Sains Merdeka Belajar Merdeka Belajar Peserta didik sebagai generasi masa depan Kualitas guru
  • 37.
    Sumber https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/ diakses pada16 September 2023 https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6824331505561- Latar-Belakang-Kurikulum-Merdeka diakses pada 16 September 2023 https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en- us/articles/14179979320089-Komponen-Komponen-dalam-KOSP diakses pada 19 September 2023 https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/14179832698137- Struktur-Kurikulum-Merdeka-dalam-Setiap-Fase diakses pada 18 September 2023 https://itjen.kemdikbud.go.id/web/profil-pelajar-pancasila-menggali-makna- manfaat-dan-implementasinya/ diakses pada 18 September 2023 Khoirurrijal, dkk. 2022. “Pengembangan Kurikulum Merdeka”. Malang:Literasi Nusantara 1. 2. 3. 4. 5. 6.