LATAR BELAKANG
• TBmasih merupakan masalah Kesehatan
masyarakat di Indonesia
• Cakupan penemuan kasus TB perlu di
tingkatkan agar seluruh pasien TB dapat di
obati
• Pencapaian eliminasi TB memerlukan
komitmen kuat dari segenap jajaran
Pemerintah & didukungan seluruh lapisan
masyarakat, ketersediaan sumber daya,
sarana dan prasarana yang cukup
3.
Situasi TBC saatini di Kab. Alor Tahun
2020 Estimasi Kasus TB
540
Notifikasi Kasus
138( TB SO)
Keberhasilan
Pengobatan 59
%
26
Meninggal
0
TB RO
21
TB ANAK
6
TB HIV
31%
Belum di
evaluasi
Capaian SPM TingkatPuskesmas di Kab. Alor
KALU
N
AN
M
AD
EM
AN
G
PAD
AN
G
ALAN
G
LAN
TO
KA
M
EBU
N
G
BU
KAPITIN
G
BU
RAG
A
ALO
R
KECIL
TERN
ATE
PRO
BU
R
LAW
AH
IN
G
BAKALAN
G
KO
KAR
KEN
ARILAN
G
KAYAN
G
M
O
RU
LIM
ARAH
IN
G
M
AIN
AN
G
TAM
ALABAN
G
KABIR
LEM
BU
R
M
ARITAIN
G
BARAN
U
SA
M
ALIAN
G
TAM
AN
M
ATARU
APU
I
-800%
100%
1000%
191%
145%
138%
109%109% 98%
81%
60% 58% 43% 43% 38% 35% 31% 28% 25% 25%
20%
18% 15%
13%
12%
10%
10% 9% 2%
Jumlah suspek adalah seluruh suspek yang ada di wilaya kerja Puskesmas termasuk
suspek yang mendapatkan pelayanan di RSD Kalabahi
Data Suspek murni PKM “0”
data tampilan di ambil dari
suspek RS
Target
Suspek
2866
Capaian
35 %
7.
Permenkes No. 4Tahun 2019
SPM 11. Pelayanan Kesehatan Orang terduga TB
• Setiap Orang
Terduga TB
mendapatkan
Pelayanan
sesuai dengan
standar
Pernyataa
n Standar
• 1. Pemeriksaan
Klinis
2. Pemeriksaan
Penunjang
• 3. Edukasi
Standar
Pelayanan
Perihtunga
n
8.
Capaian Penemuan KasusTB Tingkat Puskesmas di
Kab. Alor
0%
100%
200%
300%
400%
500%
4100%
250% 250%
200% 200%
157%
100%
78% 72% 63% 56% 53% 47% 46% 44% 37% 36% 32% 29% 25% 20% 20% 18% 18% 13% 10% 0%
2 Kasus TB RO
pindah pengobatan
ke Papua dan
Bandung
Capaian 49%
Jumlah kasus adalah
seluruh kasus yang di
temukan di wilaya
kerja Puskesmas
termasuk kasus di RSD
Kalabahi
9.
Strategi Nasional PenanggulanganTB,
beberapa inisiatif terbaru
1. Manajemen Infeksi Laten TB: memperluas penggunaan TPT
jangka pendek pada kontak serumah
2. Penemuan kasus secara intensif pada kelompok geriatrik
dan diabetic
3. Penemuan kasus secara aktif pada populasi dengan
perkiraan insiden 1%, misalnya Warga Binaan Pemasyarakatan,
wilayah padat penduduk, asrama, pondok pesantren
4. Perluasan penggunaan TCM untuk diagnosis TB
5. Penggunaan paduan pengobatan jangka pendek untuk
meningkatkan kepatuhan pengobatan
6. Pemberian enabler pada semua pasien TB RO dan pemberian
insentif berbasis kinerja kepada petugas Kesehatan dan
komunitas pendukung pasien
7. Menghubungkan Sistem Informasi TB dengan sistem
pengolahan data laboratorium, logistik, dan indikator kinerja
utama dengan sistem informasi Kesehatan nasional
8. Dukungan hukum terhadap diskriminasi dan stigmatisasi
pasien TB
10.
Ketersediaan SDM, Saranadan Prasarana
dalam Program Penaggulangan TBC
26 Puskesmas /
DOTS
RSD Kalabahi/ DOTS
1. Dokter Spesialis
Penyakit Dalan 1
(satu) orang
2. Dokter Spesialias
Anak ( 1 orang)
1. Pengelolah Program TB
28 orang.
2. Pelatihan TB (1 orang)
3. Belum Pelatihan ( 27
orang)
11.
Ketersediaan SDM, Saranadan Prasarana
dalam Program Penaggulangan TBC
Laboratoriu
m RSD
Kalabahi
(2017)
Puskemas
Mebung
dalam proses
penggusulan
untuk T.A.
2021
Test Cepat
Molekuler TB
Pengadaan ketrik TCM 2020
700 PCS
( untuk pemakaian di tahun
2021)
12.
Pemanfaatan TCM OlehFasyankes
( Rujukan Sputum) Tahun 2020
• Tahun 2021 semua diagnosa TB
menggunakan TCM TB
• Pemeriksaan mikroskopis digunakan untuk
pemeriksaan pemantauan pengobatan
( Follow Up)
• Puskesmas yang tidak memliki tenaga
ATLM wajib mengirmkan sampel untuk
pemeriksaan TCM TB di RSD Kalabahi,
kecuali Follow UP merujuk sediaan ke
Puskesmas Pelaksana Mikroskopis ( PPM)
Tidak
Aktif
Aktif
13.
Permasalahan yang diHadapi dalam
Pelaksanaan Program TB
A
1. Pergantian pengelola Program TB di
Puskesmas
2. Tidak tersedia perangkat computer /
labtop untuk proses entri data di SITB
3. Jarak dan kondisi geografis Kab. Yang
menyebabkan kendala pengiriman
sampel sputum ke RS untuk pemeriksaan
TCM
#8 Cakupan penemuan semua kasus TBC (baik yang sensitif obat di Kab. Alor Januari s/d bulan Oktober 2020 41 % dari target 65%. Gabungan data antara kasus puskesmas dan RSD Kalabahi. Perhitungan menggunakan target terendah 65%.