KEMISKINANDI INDONESIA
OLEH KELOMPOK 6:
DHAVIQ AKBAR
HUSNUL KHATIMAH
MOH. FIRDAUS UBAIDLLAH MZ
ACH. NAFIS SURYA TOM
PENGERTIAN KEMISKINAN
 Definisi tentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar
ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki
keadaan, kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih
luas yang memasukkan aspek sosial dan moral. Dalam arti sempit
kemiskinan dipahami sebagai keadaan kekurangan uang dan barang untuk
menjamin kelangsungan hidup. Dalam arti luas kemiskinan merupakan suatu
fenomena multiface atau multidimensional (Hamudy, 2008).
 Menurut Kurniawan (2004) kemiskinan adalah apabila pendapatan suat
komunitas berada di bawah satu garis kemiskinan tertentu. Kemiskinan juga
berarti kekurangan kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial,
ketergantungan dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan
masyarakat yang layak.
PENYEBAB TERJADINYA KEMISKINAN
 Pola pertumbuhan dan perubahan ekonomi
 Perubahan pasar tenaga kerja
 Ketimpangan sosial
 Perubahan demografi, khususnya peningkatan
keluarga dengan orang tua tunggal
 Kebijakan sosial
TINGKAT PERKEMBANGAN KEMISKINAN DI
INDONESIA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka
kemiskinan di Indonesia pada September 2019
sebesar 9,22%. Angka tersebut lebih rendah 0,19 %
dibandingkan periode Maret 2019. Kepala BPS
Suharianto menjelaskan, persentasi penduduk miskin
tersebut setara dengan 24,97 orang.
Secara metodologi, Suhariyanto menjelaskan
BPS menggunakan dasar (basic needs approach). Ia
menjelaskan pada periode Maret 2019 hingga
September 2019 jumlah penduduk miskin di daerah
perkotaan turun 137.000 orang. Sedangkan di daerah
pedesaan turun sebesar 221.800 orang.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM
PENGENTASAN KEMISKINAN
 Kebijakan bersifat langsung yaitu berupa program yang langsung
diberikan kepada penduduk miskin, contoh: bantuan tunai
langsung (BLT), raskin, sedangkan kebijakn tidak langsung,
contoh: program jamkesmas, program IDT, BOS
 Dalam merumuskan sebuah kebijakan maupun program yang
bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia perlu
dilakukan beberapa tahapan kegiatan.
 assessment, dalam tahap ini dilakukan merumuskan atau
mengkategorikan dimensi-dimensi dan faktor penyebab kemiskinan,
analisis kebutuhan dan potensi yang dapat dikembangkan, dan
merumuskan bentuk-bentuk program yang diinginkan oleh penduduk
miskin.
 pelaksanaan kegiatan dan diakhiri dengan tahap monitoring dan
evaluasi.
MATOR SAKALANGKONG

ppt kemiskinan.pptx

  • 1.
    KEMISKINANDI INDONESIA OLEH KELOMPOK6: DHAVIQ AKBAR HUSNUL KHATIMAH MOH. FIRDAUS UBAIDLLAH MZ ACH. NAFIS SURYA TOM
  • 2.
    PENGERTIAN KEMISKINAN  Definisitentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan, kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan aspek sosial dan moral. Dalam arti sempit kemiskinan dipahami sebagai keadaan kekurangan uang dan barang untuk menjamin kelangsungan hidup. Dalam arti luas kemiskinan merupakan suatu fenomena multiface atau multidimensional (Hamudy, 2008).  Menurut Kurniawan (2004) kemiskinan adalah apabila pendapatan suat komunitas berada di bawah satu garis kemiskinan tertentu. Kemiskinan juga berarti kekurangan kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat yang layak.
  • 3.
    PENYEBAB TERJADINYA KEMISKINAN Pola pertumbuhan dan perubahan ekonomi  Perubahan pasar tenaga kerja  Ketimpangan sosial  Perubahan demografi, khususnya peningkatan keluarga dengan orang tua tunggal  Kebijakan sosial
  • 4.
    TINGKAT PERKEMBANGAN KEMISKINANDI INDONESIA Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 sebesar 9,22%. Angka tersebut lebih rendah 0,19 % dibandingkan periode Maret 2019. Kepala BPS Suharianto menjelaskan, persentasi penduduk miskin tersebut setara dengan 24,97 orang. Secara metodologi, Suhariyanto menjelaskan BPS menggunakan dasar (basic needs approach). Ia menjelaskan pada periode Maret 2019 hingga September 2019 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun 137.000 orang. Sedangkan di daerah pedesaan turun sebesar 221.800 orang.
  • 5.
    KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGENTASANKEMISKINAN  Kebijakan bersifat langsung yaitu berupa program yang langsung diberikan kepada penduduk miskin, contoh: bantuan tunai langsung (BLT), raskin, sedangkan kebijakn tidak langsung, contoh: program jamkesmas, program IDT, BOS  Dalam merumuskan sebuah kebijakan maupun program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia perlu dilakukan beberapa tahapan kegiatan.  assessment, dalam tahap ini dilakukan merumuskan atau mengkategorikan dimensi-dimensi dan faktor penyebab kemiskinan, analisis kebutuhan dan potensi yang dapat dikembangkan, dan merumuskan bentuk-bentuk program yang diinginkan oleh penduduk miskin.  pelaksanaan kegiatan dan diakhiri dengan tahap monitoring dan evaluasi.
  • 6.