KONSEP KURIKULUM LEMBAGA
PENDIDIKNANISLAM
Ciri-ciri umum kurikulum pendidikan Islam adalah sebagai berikut :
• Agama dan akhlak merupakan tujuan utama. Segala yang
diajarkan dan di amalkan harus berdasarkan pada Al-Qur’an dan
As-Sunnah serta ijtihad para ulama.
• Mempertahankan pengembangan dan bimbingan terhadap
semua aspek pribadi siswa dari segi intelektual, psikologi, sosial,
dan spiritual.
• Adanya keseimbangan antara kandungan kurikulum dan
pengalaman serta kegiatan pengajaran.
3.
Oleh karena itudapat dikatakan, bahwa sebagai inti dari
ciri-ciri kurikulum pendidikan Islam adalah kurikulum yang
dapat memotivasi siswa untuk berakhlak atau berbudi
pekerti luhur, baik terhadap Tuhan, terhadap diri dan
lingkungan sekitarnya berdasarkan ketetapan Al qur’an, As
sunnah serta ijtihad para ulama’.
4.
Dasar-dasar kurikulum pendidikanIslam antara lain
adalah :
• Dasar Agama
Kurikulum diharapkan dapat menolong siswa dalam
membina keimanan yang lebih kuat, teguh terhadap ajaran
agama, beraklak mulia dan melengkapinya dengan ilmu
yang bermanfaat di dunia dan akhirat.
• Dasar Falsafah
Pendidikan Islam harus berdasarkan wahyu Allah SWT dan
tuntunan Nabi SAW serta warisan para ulama.
5.
• Dasar Psikologis
Kurikulumtersebut harus sejalan dengan ciri
perkembangan siswa, tahap kematangan dan semua segi
perkembangannya.
• Dasar Sosial
Kurikulum diharapkan turut serta dalam proses
kemasyarakatan terhadap siswa, penyesuaian mereka
dengan lingkungannya, pengetahuan dan kemahiran,
sehingga mereka dapat membina umat dan bangsanya.
6.
Secara Umum kedudukankurikulum
dalam pendidikan adalah :
• Kurikulum mempunyai kedudukan sentral
dalam seluruh proses pendidikan.
Kurikulum bertujuan sebagai arah,
pedoman, atau sebagai rambu-rambu
dalam pelaksanaan proses pembelajaran
(belajar mengajar). Kurikulum
mengarahkan segala bentuk aktivitas
pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan
pendidikan.
7.
• Kurikulum merupakansuatu rencana pendidikan,
memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis,
lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan.
• Kurikulum merupakan suatu bidang studi, yang ditekuni
oleh para ahli atau spesialis kurikulum, yang menjadi
sumber konsep-konsep atau memberikan landasan-
landasan teoritis bagi pengembangan kurikulum berbagai
institusi pendidikan.
8.
KEDUDUKAN KURIKULUM
PENDIDIKAN DILSEKOLAH
PEMBELAJARAN
GURU SISWA
MERANCANG, MENYAJIKAN,
MENGEVALUASI
BERINTERAKSI DENGAN
LINGKUNGAN
TUJUAN PENDIDIKAN
9.
• Setiap praktikpendidikan diarahkan pada pencapaian
tujuan-tujuan tertentu, apakah berkenaan dengan
penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
tertentu, ataupun kemampuan bekerja.Untuk
menyampaikan bahan pelajaran, ataupun
mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut
diperlukan metode penyampaian, juga di perlukan cara-
cara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Hal-hal tersebut,
yaitu tujuan, bahan ajar, metode alat,dan berpedoman
pada kurikulum, interaksi pendidikan antara guru dan
peserta didik berlangsung lebih terarah
10.
Dalam Undang-Undang tentangsistem
pendidikan nasional , bab X tentang
kurikulum pasal 36 dikemukakan bahwa
:
• ayat (1): pengembangan kurikulum
dilakukan dengan mengacu pada standar
nasional pendidikan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional.
• ayat (2): kurikulum pada semua jenjang
dan jenis pendidikan dikembangkan
dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan
satuan pendidikan, potensi daerah dan
peserta didik.
11.
• Ayat (3):kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan
dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia
dengan memperhatikan peningkatan iman dan taqwa,
peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi,
kecerdasan dan minat peserta didik, keragaman potensi
daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah
dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika
perkembangan global dan persatuan nasional serta nilai-
nilai kebangsaan.
12.
Kurikulum memegang perankedudukan
yang sangat penting dalam dunia
pendidikan, antara lain :
• Peran konservatif, yaitu kurikulum bertugas menyimpan
dan mewarisi nilai-nilai luhur budaya, dengan itu sekolah
juga sebagai lembaga sosial yang dapat mempengaruhi
dan juga membina tingkah laku para siswa dengan nilai-
nilai sosial yang ada dalam lingkungan masyarakat.
13.
• Peran kreatif,yaitu kurikulum harus bisa memberikan
dorongan kepada siswa agar mereka berkembang daya
kreatifnya. Kurikulum sangat membantu setiap individu
untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada
dirinya, maka kurikulum menciptakan pelajaran,
pengalaman, cara berpikir, kemampuan dan keterampilan
yang baru dan juga bermanfaat bagi masyarakat.
14.
• Peran kritisdan evaluative, yaitu kurikulum berperan
sebagai alat untuk menilai dan juga sekaligus
memperbaiki masyarakat. Nilai-nilai sosial yang tidak
sesuai dengan keadaan di masa mendatang dihilangkan
dan perlu diadakan modifikasi dan perbaikan, sehingga
kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas
dasar kriteria yang ada .
15.
Menurut Sutarto Kedudukankurikulum
dalam lembaga pendidikan adalah:
(1)sebagai construct yang di bangun untuk mentransfer apa yang sudah
terjadi dimasa lalu kepada generasi berikutnya untuk di lestarikan,
diteruskan, atau dikembangkan
(2)jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan
dengan pendidikan
(3)untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu,
masa sekarang, dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan
bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan
(4)sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu
16.
Untuk mencapai tujuanpendidikan, kedudukan
kurikulum memliki beberapa fungsi
• Fungsi kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan
• Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam
pelaksanaan proses pembelajaran
• Bagi kepala sekolah, kurikulum berfungsi untuk menyususn
perencanaan dan program sekolah
• Bagi pengawas, kurikulum berfungsi sebagai panduan dalam
melakukan supervisi ke sekolah.
• Bagi orang tua peserta didik, kurikulum sebagai untuk meberikan
bantuan bagi peneyelenggaraan program sekolah dan membantu
putra-putinya belajar dirumah sesuai denga program sekolah
17.
Lanjutan
• Bagi pesertadidik, kurikulum berfungsi sebagai pedoman
belajar melalui kurikulum, peserta didik dapat memahami
kompetensi apa yang harus dicapai, baik itu
pengetahuan, keterampilan, maupun skap.
• Fungsi kurikulum bagi masyarakat serta pemakai lulusan
sekolah. Fungsi ini terkait dengan dua hal utama yaitu
pemakai lulusan turut serta memberikan “batuan” guna
memperlancar pelaksanaan program pendidikan
18.
Kesimpulan
• Kurikulum mempunyaikedudukan sentral dalam seluruh proses
pendidikan. Kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau
sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran
(belajar mengajar). Kurikulum mengarahkan segala bentuk
aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan
pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi,
serta proses pendidikan. Dan menjadi sumber konsep-konsep
atau memberikan landasan-landasan teoritis bagi pengembangan
kurikulum berbagai institusi pendidikan.