PUASA RAMADHAN DASAR
PENSYARIATANDAN TATA
CARANYA
Disusun Oleh Kelompok 5:
1. M. Zidan Afriza (10224137)
2. Pepi Mulyawati (10224093)
2.
Menurut bahasa (etimologis)
Shyamatau puasa berarti
menahan diri dan menurut
syara’ (ajaran agama), puasa
adalah menahan diri dari segala
yang membatalkanya dari mulai
terbit fajar hingga terbenam
matahari karena Allah SWT
semata-mata dan disertai niat
dan syarat “tertentu”.
Pengertian Puasa
secara terminology (Istilah) para
ulama mengartikan puasa
adalah menahan diri dari segala
makan, minum dan
berhubungan seksual mulai dari
terbit fajar sampai terbenam
matahari dengan syarat-syarat
yang telah ditentukan.
3.
Kata ini berasaldari kata ar-Ramadh yaitu batu yang
panas karena panas teriknya matahari.[1] Ibnu Manzhur
mengatakan: “Ramadhan adalah salah satu nama bulan
yang telah dikenal.” Al-Fairuz Abadi menambahkan
bahwa bulan Ramadhan dinamakan demikian karena ia
membakar dosa-dosa.[2] Demikian pengertian puasa
Ramadhan (shaum Ramadhan)
Pengertian Ramadhan
4.
Dalil dari Alqur’anadalah firman Allah SWT berikut ini:
ونُ
قَّ
تَ
ت ْ
مُ
كَّ
لَ
عَ
ل ْ
مُ
كِ
لْبَ
ق ِن
م َ
ِين
ذَّ
ال ىَ
ل َ
ع َ
ِب
تُ
ك اَ
مَ
ك ُ
ماَ
ي ِّ
الص ُ
مُ
كْيَ
ل َ
ع َ
ِب
تُ
ك ْاوُ
نَ
مآ َ
ِين
ذَّ
ال اَ
هُّ
يَأ اَ
ي
َ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah : 183)
Ayat al-quran diatas menunjukkan wajibnya puasa
Ramadhan secara jelas dan tegas, tidak ada
keraguan dan kekaburan maknanya.
Dasar Pensyariatan Puasa Ramadhan
5.
HISAB RUKYAT
Perhitungan secaramatematis dan
astronomis untuk menentukan
posisibulan dalam menentukan
dimulainya awal bulan pada
kalender Hijriyah.
aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni
penampakan bulan sabit yang nampak
pertama kali setelah terjadinya ijtimak (
konjungsi). Rukyat dapat dilakukan
dengan mata telanjang atau dengan alat
bantu optik seperti teleskop.
Cara menentukan awal bulan Ramadhan:
6.
Tata Cara PelaksanaanPuasa Ramadhan
Niat Setiap melakukan tindakan apapun diawali dengan niat. Agar
puasa kita dapat diterima ALLAH SWT.
Melaksanakan makan
sahur
Karena banyak manfaat dari sahur, selain menolak pengaruh
buruk terhadap timbulnya rasa lapar, dengan sahur maka
kondisi fisik kita juga lebih terjaga.
Mengetahui Imsak Dengan mengetahui imsak, maka segera mungkin kita untuk
menghentikan kegiatan shaur kita.
Mempercepat berbuka
jika sudah waktunya
Dari hadist Abu Hurairah r.a. berkata telah bersabda Rasulullah
SAW: “Telah berfirman Allah Yang Mahamulia dan Maha
Agung:”Hamba-hamba Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang
paling segera berbukanya”(HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).
Memperbanyak
membaca Al-Qur’an,
sedekah dan membayar
zakat fitrah.
Karena di bulan Ramadhan Segala amal perbuatan di lipat
gandakan oleh Allah SWT
7.
Sunat Berpuasa
Bersahurwalaupun sedikit makanan atau
minuman
Melambatkan bersahur
Meninggalkan perkataan atau perbuatan
keji
Segera berbuka setelah masuknya waktu
berbuka
Mendahulukan berbuka daripada
sembahyang Maghrib
Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada
dengan air
Membaca doa berbuka puasa
8.
Selalu berkumur-kumur
Merasa makanan dengan lidah
Berbekam kecuali perlu
Mengulum sesuatu
Perkara Makruh Ketika Berpuasa
9.
Hal yang membatalkanPuasa
Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
Muntah dengan sengaja
Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
kedatangan haid atau nifas
Melahirkan anak atau keguguran
Gila walaupun sekejap
Mabuk ataupun pingsan sepanjang hari
Murtad atau keluar dari agama Islam
10.
Rukun Puasa Ramadhan
mencegahdiri dari segala yang membatalkan
mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari
Niat yaitu tekad bulat hati untuk berpuasa
sebagai aktualisasi pelaksanaan perintah Allah
SWT dan pendekatan diri kepada-Nya.
pelaku puasa ( ash-shaim ) yaitu orang yang sah
berpuasa dalam artian telah memenuhi syarat-syarat
wajib puasa antara lain islam,akil baligh,mampu
berpuasa,dan bebas dari halangan syara’ seperti haid
dan nifas bagi kaum perempuan.
11.
Syarat Wajib Puasa
Yang sudah baligh,berakal,suci dari haid dan
nifas,puasa hukumnya haram,dan jika tetap
berpuasa maka puasanya tidak sah dan ia wajib
mengqadhanya.
Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa
Sedangkan bagi orang yang murtad, (yang
kembali masuk Islam) menurut pendapat yanh
sahih ia hanya dikenai kewajiban mengqadha apa
yang ditinggalkannya sebelum ia murtad
Puasa tidak wajib atas anak kecil (ash-shabiy)
Orang yang tidak mampu berpuasa karena alas
an yang tidak bisa diharapkan hilangnya
Orang muqim atau bukan musyafir yang sehat ia
wajib berpuasa.
Orang musyafir boleh tidak berpuasa dengan
konsekuensi harus mengqadha diluar ramadhan.
12.
Kesimpulan
Puasa Ramadhan adalahibadah wajib bagi setiap Muslim
yang memenuhi syarat, sebagai bagian dari rukun Islam.
Secara syariat, puasa berarti menahan diri dari makan,
minum, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar
hingga terbenam matahari dengan niat ibadah kepada
Allah SWT.
Dasar pensyariatannya terdapat dalam Al-Qur’an (QS. Al-
Baqarah: 183) dan hadis Nabi SAW yang menegaskan
kewajibannya. Tata cara pelaksanaannya mencakup niat,
sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan, serta
berbuka tepat waktu.
Selain itu, ada perkara yang dianjurkan (seperti membaca Al-
Qur'an dan bersedekah) serta yang membatalkan atau
makruh dalam puasa. Dengan memahami dan
menjalankan puasa sesuai tuntunan syariat, umat Islam
dapat meningkatkan ketakwaan serta memperoleh
manfaat spiritual dan sosial.
”