Ruyatun Hasanah, S.Pd.
DEFINISI MATERI
Apa itu materi ??
 Segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati
ruang
 Sebagai penyusun benda
SIFAT MATERI
SIFAT INTENSIF
Sifat yang tidak bergantung pada
jumlah dan ukuran tetapi bergantung
pada kualitas materi.
SIFAT EKSTENSIF
Sifat yang bergantung pada kuantitas
materi, seperti jumlah dan ukuran.
BERDASARKAN JUMLAH MATERI
SIFAT MATERI
SIFAT FISIKA
Sifat yang tidak bergantung pada
jumlah dan ukuran tetapi bergantung
pada kualitas materi.
SIFAT KIMIA
 Kemampuan suatu materi untuk
mengalami perubahan kimia tertentu
 Diketahui melalui reaksi kimia,
pembakaran dan struktur atom
BERDASARKAN PERUBAHAN
PERUBAHAN MATERI
PERUBAHAN FISIKA
 Perubahan yang tidak menghasilkan materi baru
 Meliputi perubahan wujud dan ukuran
 Bersifat reversible
 Perubahan disebabkan oleh gaya dan suhu
PERUBAHAN MATERI
PERUBAHAN KIMIA
 Perubahan yang menghasilkan materi baru
 Perubahan terjadi pada zat
 Bersifat irreversible
 Perubahan disebabkan oleh reaksi kimia
Ciri perubahan kimia:
 Perubahan warna dan suhu
 Terbentuk endapan
 Timbul gas
PENGGOLONGANMATERI
ZAT TUNGGAL
Zat yang terdiri dari satu jenis materi
UNSUR
 Zat tunggal paling sederhana dan
tidak dapat diuraikan dengan cara
apapun
 Berdasarkan sifatnya, unsur dibagi
menjadi unsur logam dan non
logam
 Contoh: Oksigen (O2), Hidrogen
(H2)
SENYAWA
 Zat tunggal yang tersusun dari
beberapa unsur atau lebih dengan
perbandingan tertentu
 Masih dapat diuraikan melalui
reaksi kimia
 Contoh: air (H2O), garam (NaCl),
gula (C6H12O6)
PENGGOLONGANMATERI
UNSUR
LOGAM
 Umumnya berwujud padat (hanya
raksa berwujud cair)
 Bersifat konduktor
 Titik didih dan titik leleh umumnya
tinggi
 Massa jenis relatif besar
 Dapat ditempa
 Mengkilap jika digosok
 Contoh: alumunium, emas, perak,
tembaga, besi, kalsium
NON LOGAM
 Berwujud cair, gas dan beberapa
yang padat
 Bersifat isolator kecuali grafit
 Titik didih dan titik leleh umumnya
rendah
 Massa jenis kecil
 Tidak dapat ditrempa
 Tidak mengkilap jika digosok
kecuali intan
 Contoh: hidrogen, oksigen,
nitrogen, helium, belerang
PENGGOLONGANMATERI
CAMPURAN
Materi yang tersusun dari dua zat atau lebih dan masih
memiliki sifat-sifat seperti semula
LARUTAN
 Campuran homogen yang tidak
dapat dibedakan lagi antara
pelarut dan zat telarut
 Bersifat stabil dan tidak memisah
 Wujud larutan:
• Larutan cair, cth: sirup
• Larutan padat, cth: baja
• Larutan gas, cth: gas LPG
SUSPENSI
 Campuran heterogen yang zat
penyusunnya dapat dibedakan
dan dapat dipisahkan dengan
penyaringan
 Umumnya bersifat tidak stabil,
mudah memisah dan keruh
 Contoh: terigu dalam air, air
sungai dan tanah
KOLOID
 Campuran yang keadaannya
antara larutan dan suspensi
 Bersifat mirip seperti larutan dan
suspensi
 Dapat memisah setelah bebrapa
lama
 Contoh: santan, cat, susu
PERBEDAANSENYAWADAN CAMPURAN
SENYAWA
 Merupakan zat tunggal
 Komposisi zat penyusun tetap
 Terbentuk melalui reaksi kimia
 Bersifat homogen
 Sifat zat berbeda dengan zat asal
 Dapat diuraikan secara kimia
CAMPURAN
 Bukan zat tunggal
 Komposisi zat penyusun tidak
tetap
 Terbentuk hanya melalui
pencampuran secara fisika
 Ada yang homogen dan ada yang
heterogen
 Sifat zat sama dengan zat asal
 Dapat diuraikan secara fisika
PEMISAHANCAMPURAN
FILTRASI
 Pemisahan campuran
berdasarkan ukuran partikel
 Untuk memisahkan zat padat
dari zat cairnya
 Contoh: penjernihan air keruh
DISTILASI/PENYULINGAN
 Pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan titik didih dari zat-zat dalam
larutan
 Untuk memisahkan campuran zat cair
 Contoh: pemisahan air dengan alkohol,
mengubah air laut menjadi air tawar
PEMISAHANCAMPURAN
KRISTALISASI
 Pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan kelarutan zat padat dalam
campuran
 Untuk memisahkan komponen zat
padat dari larutannya dengan jalan
menguapkan pelarutnya
 contoh: pembuatan garam
EKSTRAKSI
 Pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan kelarutannya terhadap dua
cairan tidak saling larut
 Untuk mendapatkan sari pati atau
kepekatan salah satu komponen campuran
 Contoh: pemisahan kafein dari kopi,
pembuatan minyak kayu putih
PEMISAHANCAMPURAN
ADSORPSI
 Pemisahan dengan cara penyerapan
salah satu zat dari campurannya
 Dilakukan dengan menahan zat cair
atau gas dalam campuran
menggunakan adsorben
SUBLIMASI
 Pemisahan campuran berdasarkan
perubahan wujud zat dari padat menjadi
gas
 Dilakukan jika salah satu zat memiliki sifat
yang mudah menyublim
 Contoh: pemisahan kamper/kapur barus
PEMISAHANCAMPURAN
KROMATOGRAFI
 Pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan kecepatan perambatan zat
dalam medium tertentu
 Untuk memisahkan campuran zat
warna
 Berdasarkan prinsip kerjanya,
kromatografi dibedakan menjadi:
• Kromatografi kertas
• Kromatografi lapis tipis
• Kromatografi gas
• Kromatografi kolom

PPT BAB 1 KIMIA SMK X

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI MATERI Apa itumateri ??  Segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang  Sebagai penyusun benda
  • 3.
    SIFAT MATERI SIFAT INTENSIF Sifatyang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran tetapi bergantung pada kualitas materi. SIFAT EKSTENSIF Sifat yang bergantung pada kuantitas materi, seperti jumlah dan ukuran. BERDASARKAN JUMLAH MATERI
  • 4.
    SIFAT MATERI SIFAT FISIKA Sifatyang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran tetapi bergantung pada kualitas materi. SIFAT KIMIA  Kemampuan suatu materi untuk mengalami perubahan kimia tertentu  Diketahui melalui reaksi kimia, pembakaran dan struktur atom BERDASARKAN PERUBAHAN
  • 5.
    PERUBAHAN MATERI PERUBAHAN FISIKA Perubahan yang tidak menghasilkan materi baru  Meliputi perubahan wujud dan ukuran  Bersifat reversible  Perubahan disebabkan oleh gaya dan suhu
  • 6.
    PERUBAHAN MATERI PERUBAHAN KIMIA Perubahan yang menghasilkan materi baru  Perubahan terjadi pada zat  Bersifat irreversible  Perubahan disebabkan oleh reaksi kimia Ciri perubahan kimia:  Perubahan warna dan suhu  Terbentuk endapan  Timbul gas
  • 7.
    PENGGOLONGANMATERI ZAT TUNGGAL Zat yangterdiri dari satu jenis materi UNSUR  Zat tunggal paling sederhana dan tidak dapat diuraikan dengan cara apapun  Berdasarkan sifatnya, unsur dibagi menjadi unsur logam dan non logam  Contoh: Oksigen (O2), Hidrogen (H2) SENYAWA  Zat tunggal yang tersusun dari beberapa unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu  Masih dapat diuraikan melalui reaksi kimia  Contoh: air (H2O), garam (NaCl), gula (C6H12O6)
  • 8.
    PENGGOLONGANMATERI UNSUR LOGAM  Umumnya berwujudpadat (hanya raksa berwujud cair)  Bersifat konduktor  Titik didih dan titik leleh umumnya tinggi  Massa jenis relatif besar  Dapat ditempa  Mengkilap jika digosok  Contoh: alumunium, emas, perak, tembaga, besi, kalsium NON LOGAM  Berwujud cair, gas dan beberapa yang padat  Bersifat isolator kecuali grafit  Titik didih dan titik leleh umumnya rendah  Massa jenis kecil  Tidak dapat ditrempa  Tidak mengkilap jika digosok kecuali intan  Contoh: hidrogen, oksigen, nitrogen, helium, belerang
  • 9.
    PENGGOLONGANMATERI CAMPURAN Materi yang tersusundari dua zat atau lebih dan masih memiliki sifat-sifat seperti semula LARUTAN  Campuran homogen yang tidak dapat dibedakan lagi antara pelarut dan zat telarut  Bersifat stabil dan tidak memisah  Wujud larutan: • Larutan cair, cth: sirup • Larutan padat, cth: baja • Larutan gas, cth: gas LPG SUSPENSI  Campuran heterogen yang zat penyusunnya dapat dibedakan dan dapat dipisahkan dengan penyaringan  Umumnya bersifat tidak stabil, mudah memisah dan keruh  Contoh: terigu dalam air, air sungai dan tanah KOLOID  Campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi  Bersifat mirip seperti larutan dan suspensi  Dapat memisah setelah bebrapa lama  Contoh: santan, cat, susu
  • 10.
    PERBEDAANSENYAWADAN CAMPURAN SENYAWA  Merupakanzat tunggal  Komposisi zat penyusun tetap  Terbentuk melalui reaksi kimia  Bersifat homogen  Sifat zat berbeda dengan zat asal  Dapat diuraikan secara kimia CAMPURAN  Bukan zat tunggal  Komposisi zat penyusun tidak tetap  Terbentuk hanya melalui pencampuran secara fisika  Ada yang homogen dan ada yang heterogen  Sifat zat sama dengan zat asal  Dapat diuraikan secara fisika
  • 11.
    PEMISAHANCAMPURAN FILTRASI  Pemisahan campuran berdasarkanukuran partikel  Untuk memisahkan zat padat dari zat cairnya  Contoh: penjernihan air keruh DISTILASI/PENYULINGAN  Pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih dari zat-zat dalam larutan  Untuk memisahkan campuran zat cair  Contoh: pemisahan air dengan alkohol, mengubah air laut menjadi air tawar
  • 12.
    PEMISAHANCAMPURAN KRISTALISASI  Pemisahan campuranberdasarkan perbedaan kelarutan zat padat dalam campuran  Untuk memisahkan komponen zat padat dari larutannya dengan jalan menguapkan pelarutnya  contoh: pembuatan garam EKSTRAKSI  Pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut  Untuk mendapatkan sari pati atau kepekatan salah satu komponen campuran  Contoh: pemisahan kafein dari kopi, pembuatan minyak kayu putih
  • 13.
    PEMISAHANCAMPURAN ADSORPSI  Pemisahan dengancara penyerapan salah satu zat dari campurannya  Dilakukan dengan menahan zat cair atau gas dalam campuran menggunakan adsorben SUBLIMASI  Pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud zat dari padat menjadi gas  Dilakukan jika salah satu zat memiliki sifat yang mudah menyublim  Contoh: pemisahan kamper/kapur barus
  • 14.
    PEMISAHANCAMPURAN KROMATOGRAFI  Pemisahan campuranberdasarkan perbedaan kecepatan perambatan zat dalam medium tertentu  Untuk memisahkan campuran zat warna  Berdasarkan prinsip kerjanya, kromatografi dibedakan menjadi: • Kromatografi kertas • Kromatografi lapis tipis • Kromatografi gas • Kromatografi kolom