POP UPKEWIRAUSHAAN
Deskripsi Usaha
Pop-up, merupakan salah satu bidang kreatif
dari paper engineering yang di Indonesia kini semakin
digemari dan sedang berkembang. Banyak buku pop-
up yang beredar di pasaran. Hanya saja, masih
didominasi oleh karya impor. Karya pop-up anak
negeri sejauh ini lebih mendominasi pada kegiatan di
kalangan komunitas (workshop) atau adanya
kepentingan tertentu, misalnya karya pop-up untuk
buku tahunan sekolah, atau untuk pesanan tertentu.
Komunitas dengan spesialisasi pop-up dan atau yang
berbasis pada paper engineering sudah bermunculan.
Pop-up adalah sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul•. Kalimat
tersebut merupakan penjelasan sederhana yang sering disampaikan pada beberapa orang yang masih asing
dengan kata pop-up. Namun sejatinya mereka pasti sudah pernah melihat karya pop-up, tanpa mengetahui
sebutannya. Penjelasan tersebut akhirnya membuat kita berpatokan bahwa dalam membuat karya pop-
up harus menghasilkan bentuk timbul atau 3D. Sebagai perancang, tentunya perlu apabila kita juga
mengetahui bagaimana sejarah hadirnya pop-up.
Langkah Pembuatan
FILE FOTO DARI
PEMESAN
PROSES EDITING PROSES
Pencetakan
PROSES
pemotongan
PROSES perakitanPROSES Packaging
 Siapkan terlebih dahulu file foto yang akan dibuat foto.
 Selanjutnya proses pembuatan tamplate untuk pop up, proses pembuatan
menggunakan software adobe photoshop.
 Setelah proses pembuatan tamplate, berlanjut ke proses pemindahan tiap
komponen gambar yang akan digunting ke gambar berukuran A3.
 Jika telah dipindahkan seperti gambar diatas, langkah selanjutnya yaitu proses pencetakan
menggunakan printer A3 dengan jenis kertas art paper tebal berukuran A3.
 Langkah selanjutnya adalah proses pemotongan gambar yang telah dicetak menggunkan
cutter dan gunting agar proses pemotongan rapih.
 Setelah hasil cetak dipotong seperti gambar diatas, langkah selanjutnya adalah proses perakitan dengan
acuan gambar template yang telah dibuat pada langkah pertama. Untuk menghasilkan efek timbul pada
gambar, komponen gambar yang telah digunting diberi styrofoam, lalu tempelkan dengan komponen
gambar. Agar merekat dengan kuat, gunakan double tape.
 Setelah proses perakitan selesai, masukan gambar yang telah dirakit kedalam pigura.
• Langkah terakhir yaitu proses packaging, yang membutuhkan paper kraft dan tali serat nanas. Bungkus
pigura dan pop-up dengan rapih menggunakan paper kraft kemudian ikat bungkusan dengan tali serat
nanas.

POP-UP

  • 1.
  • 2.
    Deskripsi Usaha Pop-up, merupakansalah satu bidang kreatif dari paper engineering yang di Indonesia kini semakin digemari dan sedang berkembang. Banyak buku pop- up yang beredar di pasaran. Hanya saja, masih didominasi oleh karya impor. Karya pop-up anak negeri sejauh ini lebih mendominasi pada kegiatan di kalangan komunitas (workshop) atau adanya kepentingan tertentu, misalnya karya pop-up untuk buku tahunan sekolah, atau untuk pesanan tertentu. Komunitas dengan spesialisasi pop-up dan atau yang berbasis pada paper engineering sudah bermunculan.
  • 3.
    Pop-up adalah sebuahkartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul•. Kalimat tersebut merupakan penjelasan sederhana yang sering disampaikan pada beberapa orang yang masih asing dengan kata pop-up. Namun sejatinya mereka pasti sudah pernah melihat karya pop-up, tanpa mengetahui sebutannya. Penjelasan tersebut akhirnya membuat kita berpatokan bahwa dalam membuat karya pop- up harus menghasilkan bentuk timbul atau 3D. Sebagai perancang, tentunya perlu apabila kita juga mengetahui bagaimana sejarah hadirnya pop-up.
  • 4.
    Langkah Pembuatan FILE FOTODARI PEMESAN PROSES EDITING PROSES Pencetakan PROSES pemotongan PROSES perakitanPROSES Packaging
  • 5.
     Siapkan terlebihdahulu file foto yang akan dibuat foto.  Selanjutnya proses pembuatan tamplate untuk pop up, proses pembuatan menggunakan software adobe photoshop.
  • 6.
     Setelah prosespembuatan tamplate, berlanjut ke proses pemindahan tiap komponen gambar yang akan digunting ke gambar berukuran A3.
  • 7.
     Jika telahdipindahkan seperti gambar diatas, langkah selanjutnya yaitu proses pencetakan menggunakan printer A3 dengan jenis kertas art paper tebal berukuran A3.  Langkah selanjutnya adalah proses pemotongan gambar yang telah dicetak menggunkan cutter dan gunting agar proses pemotongan rapih.
  • 8.
     Setelah hasilcetak dipotong seperti gambar diatas, langkah selanjutnya adalah proses perakitan dengan acuan gambar template yang telah dibuat pada langkah pertama. Untuk menghasilkan efek timbul pada gambar, komponen gambar yang telah digunting diberi styrofoam, lalu tempelkan dengan komponen gambar. Agar merekat dengan kuat, gunakan double tape.  Setelah proses perakitan selesai, masukan gambar yang telah dirakit kedalam pigura.
  • 9.
    • Langkah terakhiryaitu proses packaging, yang membutuhkan paper kraft dan tali serat nanas. Bungkus pigura dan pop-up dengan rapih menggunakan paper kraft kemudian ikat bungkusan dengan tali serat nanas.