Materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) :
Öpini Media & Gerakan Sosial”
@tanmalika project's_2015
Pertarungan Simulacra di
Era 3.0
Ketika Semua Bebas Bersuara, Maka Opini
Terbising lah yang (kadang) Diklaim Menang
@tanmalika project's_2015
Era 2.0 mengubah skema gerakan sosial dari
aksi massa berbasis ideologi ke gerakan massif
berbasis teknologi informasi; gelombang
informasi dan tsunami data yang terkadang
sulit dipilah validitasnya.
Sosial media, keterbukaan informasi dan
perkembangan teknologi membuat data tak
lagi menjadi privacy sepenuhnya. Bisa diretas,
disadap bahkan dibelokkan isi aslinya.
Jurnalisme pun berubah status eksklusifnya,
karena semua warga (tanpa sekolah, latihan
khusus juga mengerti tentang kode etik
jurnalistik) bisa menjadi “citizen jurnalis’’
asalkan punya kamera, bisa merekam
peristiwa (dalam bentuk gambar maupun
tulisan) dan berbagi rekaman tersebut.
Media mainstream dipaksa mengikuti gerakan
media social, selebtwit bisa menjadi
pengamat, peretas informasi atau bahkan jadi
semacam whistle blower. Kepercayaan public
terhadap media mainstream berkurang dan
beralih ke kicauan sosok anonym di dunia
maya.
Hiperrealitas (Jean Baudrillard,1981); Ramuan informasi,
imaji, praduga dan konspirasi yang diimani
@tanmalika project's_2015
@tanmalika project's_2015
Hegemoni
Media,
Budaya,
Ekonomi dan
Politik
Opini Publik
(Simulasi &
Hyperrealitas
)
Gerakan
Sosial
Drama Politik:
Legislatif,
Eksekutif,
Yudikatif,
Otonomi
Daerah dan
perpecahan
bangsa
Intervensi
Kepentingan Global
(Pasar)
Think Thank (Mafia
Berkeley, Makelar
Ideologi) Pembuat
kajian Kebijakan
awal
Transaksi Data
& Informasi .
Media jadi
agen
kepentingan
Saat ini, Pertarungan ideologi dilakukan
melalui perang opini dengan target
dukungan publik dan kebijakan yang
menguntungkan dan melegitimasi
gerakan kelompok/komunal
Parpol, ormas, media dengan ideologinya
masing-masing berjalin kelindan dengan
transaksi politik membuat regulasi
Sebaran data dan informasi. Penyadapan
hingga drafting UU dan regulasi
pendukung dilakukan oleh dan dengan
basis kepentingan asing
Otonomi daerah menjadi lahan subur
masuknya berbagai kepentingan
investor dengan mengabaikan
masyarakat yang lemah
Tugas Eksternal PMII adalah mengawal konstitusi agar selaras dengan
ideologi Aswaja dan pembelaa terhadap kaum mustad’afin
APA ITU OPINI
O p i n i P u b l i k itu Gosip?
Respons individu-individu yang terorganisasi
& menyebar di berbagai tempat, terhadap
suatu isu, dengan memanfaatkan saluran
publik yang diakui bersama (umumnya
media massa)
• Clyde , opini publik adalah penilaian sosial
mengenai suatu masalah yang penting dan
berarti, berdasarkan proses pertukaran-
pertukaran yang sadar dan rasional oleh
khalayaknya (Sumarno, 1990:19).
• Opini Publik melibatkan Rasio, data dan
mampu menggiring Psikologi Massa
Opini adalah pendapat; ekspresi sikap;
aktualisasi, respon terhadap
masalah/situasi tertentu (Cutlip &
Center)
P u b l i k
Sekelompok individu tdk trorganisasi
Menyebar; bukan mengumpul
Meminati masalah/topik yg sama
Ada stimulan
Biasanya tanpa kontak antar-individu
Antar-individu belum saling kenal
@tanmalika project's_2015
PROSES PENGGIRINGAN OPINI DI ERA 2.0-3.0
Isu kebocoran data (Hoax, Bocoran Orang dalam, Penyadapan, Tebaran Gambar, Whistle Blower
Bagi masyarakat yang super
sibuk dan mengabaikan nalar,
sebuah isu hoax terkadang
sangat mudah disebar ulang
secara berrantai. Banyak kasus
seperti Isu mimpi penjaga
makam nabi, isu Jokowi China,
SBY Kristen dll.
Disebar melalui surat kaleng
atau akun anonym. Doob
menyebut ini sebagai
propaganda tersembunyi
Propaganda terbuka dengan Media resmi
Melibatkan media mainstream,
atau memaksa media untuk ikut
memberitakan gossip dan kabar
hoax, karena terlanjur ramai di
media social atau karena
pesanan pihak tertentu.
Ellul menyebut ini sebagai
propaganda
Menggelembungkan Isu hingga ke pihak regulator dan
target
Mendorong (bahkan sebagian
merongrong) kebijakan pihak
berwenang agar sesuai
kehendak pemodal media.
Dalam Pilpres 2014, hal ini terlihat
vulgar.
@tanmalika project's_2015
Aksi
Massa
Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi,
memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan
penyebar propaganda. (Garth S. Jowett and Victoria O'Donnell)
PENGELOLAAN OPINI/ PROPAGANDA & AGITASI
Jenis & Teknik Propaganda
• Propaganda Tersembunyi vs Terbuka (Leonard, W Doob 1966)
• Propaganda Agitasi vs Integrasi; Propaganda Vertikal vs
Horizontal’; Propaganda Politis VS Sosiologis (Jacques Ellul
1965)
T e k n i k P r o p a g a n d a
• Stereotip → isu terorisme
• Glittering generalities → AS demokratis
• Transfer→ PKB & Gus Dur; iklan PKS versi pahlawan
• Testimonials → Kesuksesan SBY; Kampanye BBM
• Plain folk→ Demokrat pro penurunan BBM; PDIP partai
• wong cilik
• Otoritas→ Iklan Sutet
• Card stacking (seleksi) → Soeharto Bapak Pembangunan
• Teknik Bandwagon (rombongan; repetisi)
• →Golkar ‘baru’ ; Mega Kembali
• Reputable mounthpiece → Soekarno ‘waliyul amri’
• Tekanan→ RUU APPANTARA Rakyat Bali Janji 'Pesta'
Telanjang.htm
@tanmalika project's_2015
Proyeksikan target dan tujuan yang jelas
Rancang Isu berbasis data awal (umum diketahui)
Tentukan deadline (rentang waktu)
Penggalian Data
Buat skema penyebaran isu, penyebar opini, dan obyek sebaran opini
Buat opini yang singkat, lugas, dan sederhana tapi bermakna
Jebak salah satu tokoh untuk beropini sesuai arahan
Libatkan banyak pihak
Pilih media beragam (variatif)
Siapkan senjata untuk serangan balik
Strategi argumentasi
Strategi persuasi
Strategi publikasi
Strategi organisasi massa
Propaganda Hitler
Propaganda hanya alat, bukan tujuan
Capai tujuan dg baik & cepat
Buang humanisme & estetika
Tujukan ke massa, bukan intelektual
Jangan beri sudut pandang lain
Batasi soal2 penting saja
Subyektif; jangan beri perbandingan
Kemukakan hal2 tegas & tandas
Ulangi terus isi terpenting
Seleksi: mana anggota & pengikut
Perbanyak agitator
Lisan lebih penting daripada tulisan
A n t i – P r o p a g a n d a
Semua/sebagian yg
terpengaruh?
Lakukan dg intensif & variatif
Permudah pesan & kuatkan
kesan
K a m p a n y e
• Tindakan komunikasi terencana
• Tujuan: menciptakan efek tertentu
pd sejumlah besar publik
• Dilakukan scr berkelanjutan & dlm
kurun waktu tertentu
@tanmalika project's_2015
BEDA PROPAGANDA DAN KAMPANYE
(YALE UNIVESITY)
Aspek Kampanye Propaganda
Sumber Selalu jelas Cenderung samar-samar
Waktu Terikat; dibatasi waktu Tidak terikat waktu
Sifat gagasan Terbuka utk diperdebatkan Tertutup & dianggap sudah mutlak benar
Tujuan Tegas, spesifik & variatif Umum; ditujukan utk mengubah sistem
kepercayaan
Modus penerimaan pesan Sukarela/persuasif Tidak menekankan kesukarelaan; melibatkan
paksaan
Sifat kepentingan Mempertimbangkan kepentingan kedua
belah pihak
sepihak
Modus tindakan Ada kode etik Tidak ada aturan etik
@tanmalika project's_2015
PROPAGANDA MODEL
OSTERGAARD
@tanmalika project's_2015
KEKUATAN JEJARING MEDIA OKP
@tanmalika project's_2015
PMII FAM/Sosdem dan
sejenisnya
HMI KAMMI LDK
 227 Cabang
553 Kampus, Grup fb
(terbuka) 10.572
anggota.
laman FB disukai 1,360
orang.
 Pimpinan di Media
Cetak: Duta
Masyarakat (Jatim),
Sebagian Jawa Pos
(RM Group), Sindo
NU Online & Group
38 Cabang (Forkot)
LMND, 22 Wilayah, 53
Kota, 150 Kampus.
Laman disukai 2.542
orang.
 GMNI, 100 Cabang,
200 Kampus. Grup FB
(Terutup) 2.376
anggota.
 Pimpinan di Tempo,
Antara, Kompas
 HMI DIpo 200 Cabang
(Dipo), Laman FB
disukai 20.781.983
orang; FB grup
(tertutup) 17.861
anggota
 MPO 38 Cabang, 3
Badko, Grup FB 7.961
anggota
 Media Mainstream”:
Pelita, Media Indonesia,
Kompas, Sebagian Jawa
Pos,
 71 KAMMI Wilayah,
72 KAMMI Daerah
500 Kampus
3 KAMMI Luar Negeri di
Jepang, Timur Tengah dan
Jerman, Grup FB (tertutup)
12.393 anggota, laman
disukai 6.496
orang
 Gema Pembebasan HTI,
32 Cabang, 65 kampus.
Laman Fb disukai 4.072
orang
Media mainstream:
Republika, Muslimnews,
Hidayatullah, Sabili, MNC
TV Group
 FSLDK
22 Wilayah 215
kampus
 LDMI (Aswaja?)
4 Pusjarwil
50 Kampus
PETA PERTARUNGAN SOSMED
• Kelompok Wahabi dan Sosialis Libertarian memanfaatkan fenomena hyperrealitas
untuk memainkan psikologi dan amaarah publik
• Keberhasilan Jokowi adalah fenomena suksesnya gerakan opini menjadi gerakan
politis
• Wahabi di era menkominfo tiffatul sembiring menguasai 70 persen opini media
social
• Kalangan NU hampir kehilangan legitimasi moral dengan pendiskreditan kelompok
islam progressif dan toleran sebagai kaum liberal dan sesat dengan stigmatisasi
sipilis dsb
• PKS, HTI memanfaatkan kaum perempuan sebagai motor gerakan tanpa mau
mengakui adopsi feminisme dan kesetaraan gender > FLP, Muslimat HT dsb >
Pertarungan makna
• Muncul selebtwit dan Fans FB dengan memanfaatkan anasir keagamaan lalu
diarahkan ke ranah politis
• Penguasaan basis gerakan dengan memanfaatkan jejaring media
@tanmalika project's_2015
DI MANA EKSISTENSI PMII SAAT INI?
• Harus ada sosok atau komunitas yang mampu menembus Silicon Valley dan
membuat nuansa persaingan dinamika IT itu di internal PMII
• Gerakan Sosial saat ini dikuasai oleh Hacker dan Penggiring Opini
• Perbanyak Duplikasi Tulisan Web, Blog Yang Bicara PMII, Aswaja, NU dan
Pesantren Untuk Menghentikan Simulacra yang sedang dilakukan kelompok
anti PMII yang Ingin Menghapus PMII dan NU dari Sejarah
• Banyak Informasi seputar Aswaja justru mengaburkan makna Aswaja, tidak
substantif, malah mencap NU sesat.
• Dalam sejarah media dan pertarungan politik ideologis NU, PMII selalu
punya tokoh yang bisa menggerakkan massa, karena charismanya. Ke
depan, harus ada kader PMII yang bisa menggemparkan era 3.0 atau 4.0
@tanmalika project's_2015
TOKOH LITERASI FENOMENAL NUNo. Nama Tokoh Setting Politik Saat Wafat Alasan Wafat
1. KH. Wahid Hasyim (1 Juni
1914-19 April 1953)
Tokoh utama yang
menyatukan NU-Masyumi
Menjelang Pemilu 1955, NU
memisahkan diri dari Masyumi. -
Ketua Masyumi 1943-. Anggota
BPUPKI 1945
Menteri Agama 1945-1952
Ketua PB NU
Tabrakan di Sukabumi
2. Subhan ZE (Wafat 1973) Pemilu 1971 , NU Menjadi Partai
terkuat setelah Golkar.
Tabrakan
3. Iqbal Assegaf (wafat 1973) Menjelang akhir Orba. Iqbal
menjadi tokoh paling potensial di
NU
Tabrakan
4. Mahbub Djunaidi (27 Juli 1933-
Oktober 1995)
Sakit
4. KH. Abdurrahman Wahid
Wafat 2009
Kasus Century Sakit

Pmii dalam perang asimetris

  • 1.
    Materi Pelatihan KaderDasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) : Öpini Media & Gerakan Sosial” @tanmalika project's_2015 Pertarungan Simulacra di Era 3.0
  • 2.
    Ketika Semua BebasBersuara, Maka Opini Terbising lah yang (kadang) Diklaim Menang @tanmalika project's_2015 Era 2.0 mengubah skema gerakan sosial dari aksi massa berbasis ideologi ke gerakan massif berbasis teknologi informasi; gelombang informasi dan tsunami data yang terkadang sulit dipilah validitasnya. Sosial media, keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi membuat data tak lagi menjadi privacy sepenuhnya. Bisa diretas, disadap bahkan dibelokkan isi aslinya. Jurnalisme pun berubah status eksklusifnya, karena semua warga (tanpa sekolah, latihan khusus juga mengerti tentang kode etik jurnalistik) bisa menjadi “citizen jurnalis’’ asalkan punya kamera, bisa merekam peristiwa (dalam bentuk gambar maupun tulisan) dan berbagi rekaman tersebut. Media mainstream dipaksa mengikuti gerakan media social, selebtwit bisa menjadi pengamat, peretas informasi atau bahkan jadi semacam whistle blower. Kepercayaan public terhadap media mainstream berkurang dan beralih ke kicauan sosok anonym di dunia maya.
  • 3.
    Hiperrealitas (Jean Baudrillard,1981);Ramuan informasi, imaji, praduga dan konspirasi yang diimani @tanmalika project's_2015
  • 4.
    @tanmalika project's_2015 Hegemoni Media, Budaya, Ekonomi dan Politik OpiniPublik (Simulasi & Hyperrealitas ) Gerakan Sosial Drama Politik: Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, Otonomi Daerah dan perpecahan bangsa Intervensi Kepentingan Global (Pasar) Think Thank (Mafia Berkeley, Makelar Ideologi) Pembuat kajian Kebijakan awal Transaksi Data & Informasi . Media jadi agen kepentingan Saat ini, Pertarungan ideologi dilakukan melalui perang opini dengan target dukungan publik dan kebijakan yang menguntungkan dan melegitimasi gerakan kelompok/komunal Parpol, ormas, media dengan ideologinya masing-masing berjalin kelindan dengan transaksi politik membuat regulasi Sebaran data dan informasi. Penyadapan hingga drafting UU dan regulasi pendukung dilakukan oleh dan dengan basis kepentingan asing Otonomi daerah menjadi lahan subur masuknya berbagai kepentingan investor dengan mengabaikan masyarakat yang lemah Tugas Eksternal PMII adalah mengawal konstitusi agar selaras dengan ideologi Aswaja dan pembelaa terhadap kaum mustad’afin
  • 5.
    APA ITU OPINI Op i n i P u b l i k itu Gosip? Respons individu-individu yang terorganisasi & menyebar di berbagai tempat, terhadap suatu isu, dengan memanfaatkan saluran publik yang diakui bersama (umumnya media massa) • Clyde , opini publik adalah penilaian sosial mengenai suatu masalah yang penting dan berarti, berdasarkan proses pertukaran- pertukaran yang sadar dan rasional oleh khalayaknya (Sumarno, 1990:19). • Opini Publik melibatkan Rasio, data dan mampu menggiring Psikologi Massa Opini adalah pendapat; ekspresi sikap; aktualisasi, respon terhadap masalah/situasi tertentu (Cutlip & Center) P u b l i k Sekelompok individu tdk trorganisasi Menyebar; bukan mengumpul Meminati masalah/topik yg sama Ada stimulan Biasanya tanpa kontak antar-individu Antar-individu belum saling kenal @tanmalika project's_2015
  • 6.
    PROSES PENGGIRINGAN OPINIDI ERA 2.0-3.0 Isu kebocoran data (Hoax, Bocoran Orang dalam, Penyadapan, Tebaran Gambar, Whistle Blower Bagi masyarakat yang super sibuk dan mengabaikan nalar, sebuah isu hoax terkadang sangat mudah disebar ulang secara berrantai. Banyak kasus seperti Isu mimpi penjaga makam nabi, isu Jokowi China, SBY Kristen dll. Disebar melalui surat kaleng atau akun anonym. Doob menyebut ini sebagai propaganda tersembunyi Propaganda terbuka dengan Media resmi Melibatkan media mainstream, atau memaksa media untuk ikut memberitakan gossip dan kabar hoax, karena terlanjur ramai di media social atau karena pesanan pihak tertentu. Ellul menyebut ini sebagai propaganda Menggelembungkan Isu hingga ke pihak regulator dan target Mendorong (bahkan sebagian merongrong) kebijakan pihak berwenang agar sesuai kehendak pemodal media. Dalam Pilpres 2014, hal ini terlihat vulgar. @tanmalika project's_2015 Aksi Massa Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebar propaganda. (Garth S. Jowett and Victoria O'Donnell)
  • 7.
    PENGELOLAAN OPINI/ PROPAGANDA& AGITASI Jenis & Teknik Propaganda • Propaganda Tersembunyi vs Terbuka (Leonard, W Doob 1966) • Propaganda Agitasi vs Integrasi; Propaganda Vertikal vs Horizontal’; Propaganda Politis VS Sosiologis (Jacques Ellul 1965) T e k n i k P r o p a g a n d a • Stereotip → isu terorisme • Glittering generalities → AS demokratis • Transfer→ PKB & Gus Dur; iklan PKS versi pahlawan • Testimonials → Kesuksesan SBY; Kampanye BBM • Plain folk→ Demokrat pro penurunan BBM; PDIP partai • wong cilik • Otoritas→ Iklan Sutet • Card stacking (seleksi) → Soeharto Bapak Pembangunan • Teknik Bandwagon (rombongan; repetisi) • →Golkar ‘baru’ ; Mega Kembali • Reputable mounthpiece → Soekarno ‘waliyul amri’ • Tekanan→ RUU APPANTARA Rakyat Bali Janji 'Pesta' Telanjang.htm @tanmalika project's_2015 Proyeksikan target dan tujuan yang jelas Rancang Isu berbasis data awal (umum diketahui) Tentukan deadline (rentang waktu) Penggalian Data Buat skema penyebaran isu, penyebar opini, dan obyek sebaran opini Buat opini yang singkat, lugas, dan sederhana tapi bermakna Jebak salah satu tokoh untuk beropini sesuai arahan Libatkan banyak pihak Pilih media beragam (variatif) Siapkan senjata untuk serangan balik Strategi argumentasi Strategi persuasi Strategi publikasi Strategi organisasi massa
  • 8.
    Propaganda Hitler Propaganda hanyaalat, bukan tujuan Capai tujuan dg baik & cepat Buang humanisme & estetika Tujukan ke massa, bukan intelektual Jangan beri sudut pandang lain Batasi soal2 penting saja Subyektif; jangan beri perbandingan Kemukakan hal2 tegas & tandas Ulangi terus isi terpenting Seleksi: mana anggota & pengikut Perbanyak agitator Lisan lebih penting daripada tulisan A n t i – P r o p a g a n d a Semua/sebagian yg terpengaruh? Lakukan dg intensif & variatif Permudah pesan & kuatkan kesan K a m p a n y e • Tindakan komunikasi terencana • Tujuan: menciptakan efek tertentu pd sejumlah besar publik • Dilakukan scr berkelanjutan & dlm kurun waktu tertentu @tanmalika project's_2015
  • 9.
    BEDA PROPAGANDA DANKAMPANYE (YALE UNIVESITY) Aspek Kampanye Propaganda Sumber Selalu jelas Cenderung samar-samar Waktu Terikat; dibatasi waktu Tidak terikat waktu Sifat gagasan Terbuka utk diperdebatkan Tertutup & dianggap sudah mutlak benar Tujuan Tegas, spesifik & variatif Umum; ditujukan utk mengubah sistem kepercayaan Modus penerimaan pesan Sukarela/persuasif Tidak menekankan kesukarelaan; melibatkan paksaan Sifat kepentingan Mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak sepihak Modus tindakan Ada kode etik Tidak ada aturan etik @tanmalika project's_2015
  • 10.
  • 11.
    KEKUATAN JEJARING MEDIAOKP @tanmalika project's_2015 PMII FAM/Sosdem dan sejenisnya HMI KAMMI LDK  227 Cabang 553 Kampus, Grup fb (terbuka) 10.572 anggota. laman FB disukai 1,360 orang.  Pimpinan di Media Cetak: Duta Masyarakat (Jatim), Sebagian Jawa Pos (RM Group), Sindo NU Online & Group 38 Cabang (Forkot) LMND, 22 Wilayah, 53 Kota, 150 Kampus. Laman disukai 2.542 orang.  GMNI, 100 Cabang, 200 Kampus. Grup FB (Terutup) 2.376 anggota.  Pimpinan di Tempo, Antara, Kompas  HMI DIpo 200 Cabang (Dipo), Laman FB disukai 20.781.983 orang; FB grup (tertutup) 17.861 anggota  MPO 38 Cabang, 3 Badko, Grup FB 7.961 anggota  Media Mainstream”: Pelita, Media Indonesia, Kompas, Sebagian Jawa Pos,  71 KAMMI Wilayah, 72 KAMMI Daerah 500 Kampus 3 KAMMI Luar Negeri di Jepang, Timur Tengah dan Jerman, Grup FB (tertutup) 12.393 anggota, laman disukai 6.496 orang  Gema Pembebasan HTI, 32 Cabang, 65 kampus. Laman Fb disukai 4.072 orang Media mainstream: Republika, Muslimnews, Hidayatullah, Sabili, MNC TV Group  FSLDK 22 Wilayah 215 kampus  LDMI (Aswaja?) 4 Pusjarwil 50 Kampus
  • 12.
    PETA PERTARUNGAN SOSMED •Kelompok Wahabi dan Sosialis Libertarian memanfaatkan fenomena hyperrealitas untuk memainkan psikologi dan amaarah publik • Keberhasilan Jokowi adalah fenomena suksesnya gerakan opini menjadi gerakan politis • Wahabi di era menkominfo tiffatul sembiring menguasai 70 persen opini media social • Kalangan NU hampir kehilangan legitimasi moral dengan pendiskreditan kelompok islam progressif dan toleran sebagai kaum liberal dan sesat dengan stigmatisasi sipilis dsb • PKS, HTI memanfaatkan kaum perempuan sebagai motor gerakan tanpa mau mengakui adopsi feminisme dan kesetaraan gender > FLP, Muslimat HT dsb > Pertarungan makna • Muncul selebtwit dan Fans FB dengan memanfaatkan anasir keagamaan lalu diarahkan ke ranah politis • Penguasaan basis gerakan dengan memanfaatkan jejaring media @tanmalika project's_2015
  • 13.
    DI MANA EKSISTENSIPMII SAAT INI? • Harus ada sosok atau komunitas yang mampu menembus Silicon Valley dan membuat nuansa persaingan dinamika IT itu di internal PMII • Gerakan Sosial saat ini dikuasai oleh Hacker dan Penggiring Opini • Perbanyak Duplikasi Tulisan Web, Blog Yang Bicara PMII, Aswaja, NU dan Pesantren Untuk Menghentikan Simulacra yang sedang dilakukan kelompok anti PMII yang Ingin Menghapus PMII dan NU dari Sejarah • Banyak Informasi seputar Aswaja justru mengaburkan makna Aswaja, tidak substantif, malah mencap NU sesat. • Dalam sejarah media dan pertarungan politik ideologis NU, PMII selalu punya tokoh yang bisa menggerakkan massa, karena charismanya. Ke depan, harus ada kader PMII yang bisa menggemparkan era 3.0 atau 4.0 @tanmalika project's_2015
  • 14.
    TOKOH LITERASI FENOMENALNUNo. Nama Tokoh Setting Politik Saat Wafat Alasan Wafat 1. KH. Wahid Hasyim (1 Juni 1914-19 April 1953) Tokoh utama yang menyatukan NU-Masyumi Menjelang Pemilu 1955, NU memisahkan diri dari Masyumi. - Ketua Masyumi 1943-. Anggota BPUPKI 1945 Menteri Agama 1945-1952 Ketua PB NU Tabrakan di Sukabumi 2. Subhan ZE (Wafat 1973) Pemilu 1971 , NU Menjadi Partai terkuat setelah Golkar. Tabrakan 3. Iqbal Assegaf (wafat 1973) Menjelang akhir Orba. Iqbal menjadi tokoh paling potensial di NU Tabrakan 4. Mahbub Djunaidi (27 Juli 1933- Oktober 1995) Sakit 4. KH. Abdurrahman Wahid Wafat 2009 Kasus Century Sakit