PUBLIC SPEAKING AND
COMMUNICATION SKILL
PERTEMUAN6
Bahasa Tubuh dan Komunikasi
Non-Verbal
Penggunaan Media dalam
Public Speaking
Apa Itu Bahasa Tubuh dan
Mengapa Penting?
Pentingnya Bahasa Tubuh dalam Komunikasi
Bahasa tubuh adalah komunikasi non-verbal yang disampaikan
melalui gerakan, postur, ekspresi, dan kontak mata.
Ini Penting! karena 55% pesan dalam komunikasi diterima
melalui bahasa tubuh, menurut penelitian klasik Albert
Mehrabian.
Pentingnya Bahasa Tubuh dalam Komunikasi
Penjelasan tentang bagaimana bahasa tubuh membantu
membangun keterhubungan, menunjukkan empati, dan
memperkuat pesan verbal.
Data riset: Menurut Forbes (2023), bahasa tubuh yang positif
meningkatkan tingkat kepercayaan hingga 30% dalam
lingkungan kerja.
Komponen Utama Bahasa Tubuh
Gambarkan komponen-komponen bahasa tubuh: Ekspresi
wajah, gerakan tangan, postur, dan kontak mata.
Contoh gambar masing-masing komponen untuk visualisasi.
Ekspresi Wajah dan Komunikasi Emosi
Ekspresi wajah menyampaikan emosi secara langsung dan instan.
Menurut Paul Ekman, ada tujuh ekspresi dasar yang umum di
berbagai budaya (misalnya, senang, sedih, marah).
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang tepat
memperkuat pesan hingga 70%.
Pentingnya Ekspresi Wajah dalam Komunikasi
Ekspresi wajah membantu audiens memahami perasaan
dan niat pembicara, memberikan kredibilitas lebih.
Studi tahun 2023: Ekspresi wajah yang konsisten dengan
pesan meningkatkan pemahaman audiens hingga 60%.
Jenis Ekspresi Wajah dan Artinya
Contoh:
● Senyum: Menunjukkan keramahan dan keterbukaan.
● Cemberut: Menunjukkan ketidaksetujuan atau kesedihan.
Michelle Obama, sebagai figur publik, terkenal menggunakan ekspresi
wajah yang autentik dan penuh empati ketika berbicara di depan umum,
yang membantu menyampaikan pesan yang penuh emosi.
Contoh: Dalam pidatonya saat kampanye “Let Girls Learn,” ia
menunjukkan ketulusan dengan senyum hangat serta tatapan mata
yang intens ke arah audiens, sehingga pesan untuk memberdayakan
pendidikan perempuan menjadi lebih menyentuh hati audiens.
Gerakan Tangan dan Efeknya pada Pesan
Gerakan tangan menambah kejelasan dan penekanan pada
kata-kata.
Menurut sebuah studi di Journal of Nonverbal Behavior (2022),
pembicara yang menggunakan gerakan tangan dianggap lebih
persuasif.
Contoh Gerakan Tangan yang Efektif
Contoh gerakan:
● Membuka tangan: Menunjukkan keterbukaan.
● Menggerakkan jari telunjuk ke atas: Memberi penekanan pada poin penting.
Steve Jobs dikenal karena kemampuan presentasinya yang kuat, terutama dalam
peluncuran produk Apple. Ia sering menggunakan gerakan tangan yang terbuka saat
memperkenalkan fitur-fitur baru, yang menunjukkan keterbukaan dan keyakinan akan produk
tersebut.
Contoh: Saat memperkenalkan iPhone pertama pada tahun 2007, Jobs menggunakan
gerakan tangan yang terkontrol, namun ekspresif untuk menggambarkan fitur-fitur ponsel. Ini
membuat audiens merasa lebih dekat dan percaya akan kualitas produk yang diperkenalkan.
Pentingnya Postur Tubuh
Postur tubuh menunjukkan kepercayaan diri dan keseriusan.
Postur terbuka menunjukkan kesediaan mendengarkan,
sedangkan postur tertutup bisa menunjukkan ketidaktertarikan
atau defensif.
Peran Kontak Mata dalam Komunikasi
Kontak mata menunjukkan kepercayaan diri dan
meningkatkan keterhubungan.
Studi Harvard Business Review (2022) menunjukkan bahwa
kontak mata yang tepat meningkatkan kepercayaan hingga
25%.
Contoh : Barack Obama, selama masa kepresidenannya, selalu
mempertahankan kontak mata dengan audiensnya ketika
berbicara. Hal ini memberi kesan bahwa ia memperhatikan dan
menghargai setiap orang yang mendengarkan.
Contoh: Saat pidato pelantikan, Obama secara konsisten
membuat kontak mata dengan berbagai bagian audiens, yang
memberikan kesan ketulusan, keterhubungan, dan
kepemimpinan yang kuat.
CONTOH Gambar
Bahasa Tubuh dalam Komunikasi Profesional
Bahasa tubuh dalam dunia profesional memengaruhi persepsi tentang
kompetensi dan kepribadian.
Jürgen Klopp, pelatih sepak bola terkenal, menggunakan bahasa tubuh yang
penuh semangat untuk memotivasi para pemainnya. Ia sering terlihat
melompat, mengepalkan tangan, atau merentangkan tangan sebagai bentuk
dorongan pada timnya di lapangan.
Contoh: Saat Liverpool memenangkan Liga Champions, Klopp terlihat
merentangkan tangan ke arah para penggemar, menunjukkan rasa bangga dan
koneksi yang kuat dengan tim dan penggemar. Bahasa tubuhnya menunjukkan
antusiasme dan dukungan penuh.
Contoh Gambar
Kesalahan Umum dalam Bahasa Tubuh
Contoh kesalahan:
● Tidak ada kontak mata, terlalu banyak gestur, atau
postur tubuh tertutup.
Dampak kesalahan ini pada kepercayaan dan persepsi
audiens.
Bahasa Tubuh yang Efektif dalam Presentasi
Teknik bahasa tubuh yang baik dalam presentasi untuk
memperkuat pesan.
Contoh: Posisi berdiri yang baik, gerakan tangan terkontrol,
dan kontak mata yang menyeluruh.
Pentingnya Konsistensi antara Verbal dan
Non-Verbal
Ketidaksesuaian antara kata-kata dan bahasa tubuh
dapat membingungkan audiens.
Penting untuk memastikan pesan verbal didukung oleh
bahasa tubuh.
Pengaruh Budaya terhadap Bahasa Tubuh
Perbedaan budaya dalam interpretasi bahasa tubuh (misalnya,
kontak mata langsung dianggap sopan di Barat, tetapi dapat
dianggap tidak sopan di beberapa budaya Asia).
Budaya Barat: Kontak mata langsung sering dianggap sebagai tanda kejujuran,
perhatian, dan kepercayaan diri. Di Amerika Serikat atau Eropa Barat, orang yang
mempertahankan kontak mata saat berbicara dianggap percaya diri dan sopan.
Budaya Asia Timur: Di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea, kontak mata
yang terlalu intens dapat dianggap tidak sopan atau menantang, terutama ketika
berbicara dengan orang yang lebih tua atau berstatus lebih tinggi.
Pengaruh Budaya terhadap Bahasa Tubuh
Contoh : Jabat Tangan
● Budaya Barat: Jabat tangan yang kuat dianggap menunjukkan
antusiasme dan kepercayaan diri dalam budaya Barat, seperti
Amerika Serikat atau Eropa.
● Budaya Timur Tengah: Di Timur Tengah, jabat tangan bisa
lebih lembut dan mungkin berlangsung lebih lama, yang
menunjukkan kehangatan. Namun, di beberapa negara, laki-laki
dan perempuan yang tidak terkait keluarga mungkin tidak
berjabat tangan karena alasan agama.
Pengaruh Budaya terhadap Bahasa Tubuh
Isyarat Jempol
Budaya Barat: Di banyak negara Barat, mengacungkan
jempol adalah isyarat yang positif dan berarti "oke" atau
"bagus".
Budaya Timur Tengah dan Yunani: Mengacungkan jempol
di beberapa negara seperti Iran dan Afghanistan dianggap
sebagai isyarat kasar atau menghina.
Pengaruh Budaya terhadap Bahasa Tubuh
Mengangguk dan Menggeleng Kepala
● Budaya Barat: Mengangguk biasanya berarti "iya" atau
persetujuan, sedangkan menggeleng berarti "tidak".
● Bulgaria dan India: Di beberapa negara seperti Bulgaria,
gerakan mengangguk berarti "tidak", dan menggeleng
berarti "iya". Di India, gerakan kepala "head bobble" atau
goyangan ke samping adalah tanda persetujuan atau
antusiasme, tetapi bisa membingungkan bagi orang
asing.
Pengaruh Budaya terhadap Bahasa Tubuh
Tersenyum
● Budaya Amerika: Di Amerika Serikat, tersenyum kepada
orang asing adalah hal yang umum dan dianggap ramah atau
sopan.
● Budaya Rusia: Di Rusia, tersenyum kepada orang yang tidak
dikenal bisa dianggap aneh atau tidak tulus. Tersenyum lebih
sering dianggap sebagai tanda keakraban atau kebahagiaan
pribadi, bukan keramahan umum.
TUGAS KELOMPOK
MAKSIMAL 5 PESERTA PERAGAKAN DENGAN TIM
1. Simulasi Situasi "Silent Communication Challenge"
● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat adegan tanpa kata (tanpa dialog) yang
mengandalkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gerakan tangan untuk menyampaikan
pesan.
● Instruksi:
○ Masing-masing kelompok memilih situasi (misalnya: wawancara kerja, memberikan
kabar baik/buruk, presentasi di hadapan audiens, dll.).
○ Mereka menyusun skenario pendek di mana satu atau lebih anggota kelompok
berkomunikasi hanya menggunakan bahasa tubuh.
● Output: Tampilkan simulasi di depan kelas, dan minta kelompok lain untuk menebak
pesan yang disampaikan dalam adegan tersebut.
● Tujuan: Memahami bagaimana bahasa tubuh dan ekspresi wajah bisa menggantikan atau
melengkapi kata-kata dalam berbagai situasi.
2. Proyek Video Dokumenter Mini: “Bahasa Tubuh Lintas Budaya”
● Deskripsi Tugas: Kelompok meneliti dan memproduksi video dokumenter
singkat yang menunjukkan perbedaan interpretasi bahasa tubuh di berbagai
budaya.
● Instruksi:
○ Setiap kelompok memilih beberapa gestur atau ekspresi yang umum
(misalnya jabat tangan, isyarat jempol, anggukan, dll.).
○ Mereka mengilustrasikan atau mempresentasikan makna gerakan
tersebut di beberapa budaya berbeda.
○ Bisa juga mencakup wawancara singkat dengan orang-orang dari
budaya yang berbeda jika memungkinkan.
● Output: Video dokumenter mini (3-5 menit) yang ditayangkan di kelas,
diikuti oleh diskusi tentang sensitivitas budaya dalam komunikasi
non-verbal.
● Tujuan: Mengenalkan siswa pada pentingnya memahami konteks budaya
dalam bahasa tubuh dan komunikasi.
3. Eksperimen "Dampak Bahasa Tubuh dalam Menerima Kritik"
● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok memperagakan dua versi simulasi
menerima kritik—satu versi dengan bahasa tubuh negatif (misalnya terlihat
defensif, menghindari kontak mata) dan versi lainnya dengan bahasa tubuh
positif (terbuka, ekspresi wajah netral).
● Instruksi:
○ Kelompok pertama memainkan peran pemberi kritik, sementara
anggota lain menunjukkan bahasa tubuh positif atau negatif saat
menerima kritik.
○ Setelah masing-masing simulasi, kelas berdiskusi tentang bagaimana
reaksi audiens terhadap masing-masing sikap.
● Output: Simulasi dan diskusi hasil eksperimen yang menunjukkan efek
bahasa tubuh dalam menerima kritik.
● Tujuan: Membantu siswa memahami bagaimana bahasa tubuh
memengaruhi persepsi dalam situasi sulit atau emosional.
4. Tantangan Peran “The Power of Hand Gestures”
● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat presentasi singkat di mana mereka
hanya boleh menggunakan gerakan tangan untuk memperkuat pesan yang
disampaikan. Kelompok harus memilih gerakan yang tepat untuk mengekspresikan
poin-poin utama.
● Instruksi:
○ Setiap kelompok memilih topik (misalnya cara memberikan instruksi,
menyampaikan ide kreatif, atau menceritakan kisah pendek).
○ Kelompok memberikan presentasi yang melibatkan gerakan tangan yang
ekspresif untuk memperjelas poin utama tanpa terlalu bergantung pada
kata-kata.
● Output: Presentasi singkat di depan kelas di mana penonton mencoba menebak ide
atau pesan yang disampaikan kelompok tersebut hanya dari gerakan tangan.
● Tujuan: Menunjukkan bagaimana gerakan tangan bisa memperkuat atau
memperjelas pesan tanpa bergantung pada kata-kata.
5. Diskusi Panel Interaktif: “Body Language Do’s and Don’ts in
Professional Settings”
● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok memilih dan meneliti peran (misalnya,
perekrut, presenter, pemimpin tim, karyawan baru) dan menyiapkan
panduan bahasa tubuh yang tepat untuk situasi profesional.
● Instruksi:
○ Kelompok meneliti gestur dan ekspresi yang tepat atau tidak tepat
dalam konteks profesional.
○ Setiap kelompok mempresentasikan hasil riset mereka dalam format
diskusi panel dan membahas alasan di balik setiap "do" dan "don’t."
● Output: Diskusi interaktif yang diikuti oleh sesi tanya jawab dari audiens
untuk menggali lebih dalam pemahaman konteks profesional.
● Tujuan: Membekali siswa dengan wawasan tentang bahasa tubuh yang
tepat dalam situasi profesional dan menghindari kesalahan yang umum
terjadi.
6. Peran-Peran Dialog Interaktif: "Ekspresi Wajah dalam Situasi
Emosional"
● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat skenario singkat di
mana salah satu anggota harus mengekspresikan emosi tertentu
(marah, senang, gugup, kecewa) hanya dengan ekspresi wajah.
Anggota lain menebak emosinya.
● Instruksi:
○ Kelompok memilih emosi yang berbeda dan menyiapkan skenario
singkat.
○ Mereka menampilkan skenario dengan ekspresi wajah tanpa
dialog, dan anggota kelompok lain mencoba menebak emosi
yang ditampilkan.
● Output: Skenario singkat yang dipertunjukkan di depan kelas untuk
mengidentifikasi dan mengenali emosi dari ekspresi wajah.
● Tujuan: Meningkatkan kesadaran akan ekspresi wajah dalam
menyampaikan emosi dan memperkuat pesan dalam situasi yang
emosional.
PENUTUP

Pertemuan6_PS_Bahasa Tubuh dan Komunikasi Non-Verbal- Penggunaan Media dalam Public Speaking.pdf

  • 1.
  • 2.
    Bahasa Tubuh danKomunikasi Non-Verbal Penggunaan Media dalam Public Speaking
  • 3.
    Apa Itu BahasaTubuh dan Mengapa Penting?
  • 4.
    Pentingnya Bahasa Tubuhdalam Komunikasi Bahasa tubuh adalah komunikasi non-verbal yang disampaikan melalui gerakan, postur, ekspresi, dan kontak mata. Ini Penting! karena 55% pesan dalam komunikasi diterima melalui bahasa tubuh, menurut penelitian klasik Albert Mehrabian.
  • 5.
    Pentingnya Bahasa Tubuhdalam Komunikasi Penjelasan tentang bagaimana bahasa tubuh membantu membangun keterhubungan, menunjukkan empati, dan memperkuat pesan verbal. Data riset: Menurut Forbes (2023), bahasa tubuh yang positif meningkatkan tingkat kepercayaan hingga 30% dalam lingkungan kerja.
  • 6.
    Komponen Utama BahasaTubuh Gambarkan komponen-komponen bahasa tubuh: Ekspresi wajah, gerakan tangan, postur, dan kontak mata. Contoh gambar masing-masing komponen untuk visualisasi.
  • 7.
    Ekspresi Wajah danKomunikasi Emosi Ekspresi wajah menyampaikan emosi secara langsung dan instan. Menurut Paul Ekman, ada tujuh ekspresi dasar yang umum di berbagai budaya (misalnya, senang, sedih, marah). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang tepat memperkuat pesan hingga 70%.
  • 8.
    Pentingnya Ekspresi Wajahdalam Komunikasi Ekspresi wajah membantu audiens memahami perasaan dan niat pembicara, memberikan kredibilitas lebih. Studi tahun 2023: Ekspresi wajah yang konsisten dengan pesan meningkatkan pemahaman audiens hingga 60%.
  • 9.
    Jenis Ekspresi Wajahdan Artinya Contoh: ● Senyum: Menunjukkan keramahan dan keterbukaan. ● Cemberut: Menunjukkan ketidaksetujuan atau kesedihan. Michelle Obama, sebagai figur publik, terkenal menggunakan ekspresi wajah yang autentik dan penuh empati ketika berbicara di depan umum, yang membantu menyampaikan pesan yang penuh emosi. Contoh: Dalam pidatonya saat kampanye “Let Girls Learn,” ia menunjukkan ketulusan dengan senyum hangat serta tatapan mata yang intens ke arah audiens, sehingga pesan untuk memberdayakan pendidikan perempuan menjadi lebih menyentuh hati audiens.
  • 10.
    Gerakan Tangan danEfeknya pada Pesan Gerakan tangan menambah kejelasan dan penekanan pada kata-kata. Menurut sebuah studi di Journal of Nonverbal Behavior (2022), pembicara yang menggunakan gerakan tangan dianggap lebih persuasif.
  • 11.
    Contoh Gerakan Tanganyang Efektif Contoh gerakan: ● Membuka tangan: Menunjukkan keterbukaan. ● Menggerakkan jari telunjuk ke atas: Memberi penekanan pada poin penting. Steve Jobs dikenal karena kemampuan presentasinya yang kuat, terutama dalam peluncuran produk Apple. Ia sering menggunakan gerakan tangan yang terbuka saat memperkenalkan fitur-fitur baru, yang menunjukkan keterbukaan dan keyakinan akan produk tersebut. Contoh: Saat memperkenalkan iPhone pertama pada tahun 2007, Jobs menggunakan gerakan tangan yang terkontrol, namun ekspresif untuk menggambarkan fitur-fitur ponsel. Ini membuat audiens merasa lebih dekat dan percaya akan kualitas produk yang diperkenalkan.
  • 12.
    Pentingnya Postur Tubuh Posturtubuh menunjukkan kepercayaan diri dan keseriusan. Postur terbuka menunjukkan kesediaan mendengarkan, sedangkan postur tertutup bisa menunjukkan ketidaktertarikan atau defensif.
  • 13.
    Peran Kontak Matadalam Komunikasi Kontak mata menunjukkan kepercayaan diri dan meningkatkan keterhubungan. Studi Harvard Business Review (2022) menunjukkan bahwa kontak mata yang tepat meningkatkan kepercayaan hingga 25%.
  • 14.
    Contoh : BarackObama, selama masa kepresidenannya, selalu mempertahankan kontak mata dengan audiensnya ketika berbicara. Hal ini memberi kesan bahwa ia memperhatikan dan menghargai setiap orang yang mendengarkan. Contoh: Saat pidato pelantikan, Obama secara konsisten membuat kontak mata dengan berbagai bagian audiens, yang memberikan kesan ketulusan, keterhubungan, dan kepemimpinan yang kuat.
  • 15.
  • 16.
    Bahasa Tubuh dalamKomunikasi Profesional Bahasa tubuh dalam dunia profesional memengaruhi persepsi tentang kompetensi dan kepribadian. Jürgen Klopp, pelatih sepak bola terkenal, menggunakan bahasa tubuh yang penuh semangat untuk memotivasi para pemainnya. Ia sering terlihat melompat, mengepalkan tangan, atau merentangkan tangan sebagai bentuk dorongan pada timnya di lapangan. Contoh: Saat Liverpool memenangkan Liga Champions, Klopp terlihat merentangkan tangan ke arah para penggemar, menunjukkan rasa bangga dan koneksi yang kuat dengan tim dan penggemar. Bahasa tubuhnya menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh.
  • 17.
  • 18.
    Kesalahan Umum dalamBahasa Tubuh Contoh kesalahan: ● Tidak ada kontak mata, terlalu banyak gestur, atau postur tubuh tertutup. Dampak kesalahan ini pada kepercayaan dan persepsi audiens.
  • 19.
    Bahasa Tubuh yangEfektif dalam Presentasi Teknik bahasa tubuh yang baik dalam presentasi untuk memperkuat pesan. Contoh: Posisi berdiri yang baik, gerakan tangan terkontrol, dan kontak mata yang menyeluruh.
  • 20.
    Pentingnya Konsistensi antaraVerbal dan Non-Verbal Ketidaksesuaian antara kata-kata dan bahasa tubuh dapat membingungkan audiens. Penting untuk memastikan pesan verbal didukung oleh bahasa tubuh.
  • 21.
    Pengaruh Budaya terhadapBahasa Tubuh Perbedaan budaya dalam interpretasi bahasa tubuh (misalnya, kontak mata langsung dianggap sopan di Barat, tetapi dapat dianggap tidak sopan di beberapa budaya Asia). Budaya Barat: Kontak mata langsung sering dianggap sebagai tanda kejujuran, perhatian, dan kepercayaan diri. Di Amerika Serikat atau Eropa Barat, orang yang mempertahankan kontak mata saat berbicara dianggap percaya diri dan sopan. Budaya Asia Timur: Di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea, kontak mata yang terlalu intens dapat dianggap tidak sopan atau menantang, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau berstatus lebih tinggi.
  • 22.
    Pengaruh Budaya terhadapBahasa Tubuh Contoh : Jabat Tangan ● Budaya Barat: Jabat tangan yang kuat dianggap menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri dalam budaya Barat, seperti Amerika Serikat atau Eropa. ● Budaya Timur Tengah: Di Timur Tengah, jabat tangan bisa lebih lembut dan mungkin berlangsung lebih lama, yang menunjukkan kehangatan. Namun, di beberapa negara, laki-laki dan perempuan yang tidak terkait keluarga mungkin tidak berjabat tangan karena alasan agama.
  • 23.
    Pengaruh Budaya terhadapBahasa Tubuh Isyarat Jempol Budaya Barat: Di banyak negara Barat, mengacungkan jempol adalah isyarat yang positif dan berarti "oke" atau "bagus". Budaya Timur Tengah dan Yunani: Mengacungkan jempol di beberapa negara seperti Iran dan Afghanistan dianggap sebagai isyarat kasar atau menghina.
  • 24.
    Pengaruh Budaya terhadapBahasa Tubuh Mengangguk dan Menggeleng Kepala ● Budaya Barat: Mengangguk biasanya berarti "iya" atau persetujuan, sedangkan menggeleng berarti "tidak". ● Bulgaria dan India: Di beberapa negara seperti Bulgaria, gerakan mengangguk berarti "tidak", dan menggeleng berarti "iya". Di India, gerakan kepala "head bobble" atau goyangan ke samping adalah tanda persetujuan atau antusiasme, tetapi bisa membingungkan bagi orang asing.
  • 25.
    Pengaruh Budaya terhadapBahasa Tubuh Tersenyum ● Budaya Amerika: Di Amerika Serikat, tersenyum kepada orang asing adalah hal yang umum dan dianggap ramah atau sopan. ● Budaya Rusia: Di Rusia, tersenyum kepada orang yang tidak dikenal bisa dianggap aneh atau tidak tulus. Tersenyum lebih sering dianggap sebagai tanda keakraban atau kebahagiaan pribadi, bukan keramahan umum.
  • 26.
    TUGAS KELOMPOK MAKSIMAL 5PESERTA PERAGAKAN DENGAN TIM 1. Simulasi Situasi "Silent Communication Challenge" ● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat adegan tanpa kata (tanpa dialog) yang mengandalkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gerakan tangan untuk menyampaikan pesan. ● Instruksi: ○ Masing-masing kelompok memilih situasi (misalnya: wawancara kerja, memberikan kabar baik/buruk, presentasi di hadapan audiens, dll.). ○ Mereka menyusun skenario pendek di mana satu atau lebih anggota kelompok berkomunikasi hanya menggunakan bahasa tubuh. ● Output: Tampilkan simulasi di depan kelas, dan minta kelompok lain untuk menebak pesan yang disampaikan dalam adegan tersebut. ● Tujuan: Memahami bagaimana bahasa tubuh dan ekspresi wajah bisa menggantikan atau melengkapi kata-kata dalam berbagai situasi.
  • 27.
    2. Proyek VideoDokumenter Mini: “Bahasa Tubuh Lintas Budaya” ● Deskripsi Tugas: Kelompok meneliti dan memproduksi video dokumenter singkat yang menunjukkan perbedaan interpretasi bahasa tubuh di berbagai budaya. ● Instruksi: ○ Setiap kelompok memilih beberapa gestur atau ekspresi yang umum (misalnya jabat tangan, isyarat jempol, anggukan, dll.). ○ Mereka mengilustrasikan atau mempresentasikan makna gerakan tersebut di beberapa budaya berbeda. ○ Bisa juga mencakup wawancara singkat dengan orang-orang dari budaya yang berbeda jika memungkinkan. ● Output: Video dokumenter mini (3-5 menit) yang ditayangkan di kelas, diikuti oleh diskusi tentang sensitivitas budaya dalam komunikasi non-verbal. ● Tujuan: Mengenalkan siswa pada pentingnya memahami konteks budaya dalam bahasa tubuh dan komunikasi.
  • 28.
    3. Eksperimen "DampakBahasa Tubuh dalam Menerima Kritik" ● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok memperagakan dua versi simulasi menerima kritik—satu versi dengan bahasa tubuh negatif (misalnya terlihat defensif, menghindari kontak mata) dan versi lainnya dengan bahasa tubuh positif (terbuka, ekspresi wajah netral). ● Instruksi: ○ Kelompok pertama memainkan peran pemberi kritik, sementara anggota lain menunjukkan bahasa tubuh positif atau negatif saat menerima kritik. ○ Setelah masing-masing simulasi, kelas berdiskusi tentang bagaimana reaksi audiens terhadap masing-masing sikap. ● Output: Simulasi dan diskusi hasil eksperimen yang menunjukkan efek bahasa tubuh dalam menerima kritik. ● Tujuan: Membantu siswa memahami bagaimana bahasa tubuh memengaruhi persepsi dalam situasi sulit atau emosional.
  • 29.
    4. Tantangan Peran“The Power of Hand Gestures” ● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat presentasi singkat di mana mereka hanya boleh menggunakan gerakan tangan untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Kelompok harus memilih gerakan yang tepat untuk mengekspresikan poin-poin utama. ● Instruksi: ○ Setiap kelompok memilih topik (misalnya cara memberikan instruksi, menyampaikan ide kreatif, atau menceritakan kisah pendek). ○ Kelompok memberikan presentasi yang melibatkan gerakan tangan yang ekspresif untuk memperjelas poin utama tanpa terlalu bergantung pada kata-kata. ● Output: Presentasi singkat di depan kelas di mana penonton mencoba menebak ide atau pesan yang disampaikan kelompok tersebut hanya dari gerakan tangan. ● Tujuan: Menunjukkan bagaimana gerakan tangan bisa memperkuat atau memperjelas pesan tanpa bergantung pada kata-kata.
  • 30.
    5. Diskusi PanelInteraktif: “Body Language Do’s and Don’ts in Professional Settings” ● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok memilih dan meneliti peran (misalnya, perekrut, presenter, pemimpin tim, karyawan baru) dan menyiapkan panduan bahasa tubuh yang tepat untuk situasi profesional. ● Instruksi: ○ Kelompok meneliti gestur dan ekspresi yang tepat atau tidak tepat dalam konteks profesional. ○ Setiap kelompok mempresentasikan hasil riset mereka dalam format diskusi panel dan membahas alasan di balik setiap "do" dan "don’t." ● Output: Diskusi interaktif yang diikuti oleh sesi tanya jawab dari audiens untuk menggali lebih dalam pemahaman konteks profesional. ● Tujuan: Membekali siswa dengan wawasan tentang bahasa tubuh yang tepat dalam situasi profesional dan menghindari kesalahan yang umum terjadi.
  • 31.
    6. Peran-Peran DialogInteraktif: "Ekspresi Wajah dalam Situasi Emosional" ● Deskripsi Tugas: Setiap kelompok membuat skenario singkat di mana salah satu anggota harus mengekspresikan emosi tertentu (marah, senang, gugup, kecewa) hanya dengan ekspresi wajah. Anggota lain menebak emosinya. ● Instruksi: ○ Kelompok memilih emosi yang berbeda dan menyiapkan skenario singkat. ○ Mereka menampilkan skenario dengan ekspresi wajah tanpa dialog, dan anggota kelompok lain mencoba menebak emosi yang ditampilkan. ● Output: Skenario singkat yang dipertunjukkan di depan kelas untuk mengidentifikasi dan mengenali emosi dari ekspresi wajah. ● Tujuan: Meningkatkan kesadaran akan ekspresi wajah dalam menyampaikan emosi dan memperkuat pesan dalam situasi yang emosional.
  • 32.