BLACK BOX TESTING
•Fokus pada faktor Fungsionalitas dan spesifikasi Perangkat Lunak.
• Fokus pada informasi domain.
• Tidak membutuhkan pengetahuan mengenai,alur internal, struktur
Software Under.
• TestBukan alternatif dari ujicoba whitebox, tetapi merupakan
pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya.
3.
KATEGORI KESALAHAN (BLACKBOX)
• Fungsi – fungsi yang salah atau hilang.
• Kesalahan Interface.
• Kesalahan dalam struktur data.
• Kesalahan dalam akses database eksternal.
• Kesalahan performa.
• Kesalahan inisialisasi dan terminasi
4.
PERTANYAAN BLACK BOXTESTING
• Bagaimana validitas fungsionalitasnya diuji ?
• Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik ?
• Apakah sistem sensitif terhadap nilai input tertentu ?
• Bagaimana batasan-batasan kelas diisolasi ?
• Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat di toleransi oleh
sistem?
• Apa akibat dari kombinasi spesifik data pada sistem operasi?
5.
PROSES DALAM BLACKBOX TESTING
• Menganalisa kebutuhan dan spesifikasi perangkat lunak.
• Pemilihan jenis input yang mungkin menghasilkan output yang benar.
• Pengujian dilakukan dengan input-input yang benar-benar telah
diseleksi.
• Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.
• Menentukan fungsionalitas yang harusnya ada pada perangkat lunak
yang diuji.
6.
KAPAN PENGUJIAN NYA?
•Black box Testing dapat dilakukan di setiap level pembangunan
system.
7.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
•KELEBIHAN
• Dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat
menemukan cacat.
• Membantu meminimalkan testing cost.
• KELEMAHAN
• Tester tidak yakin sepenuhnya atas perangkat lunak yang telah
diuji.
8.
JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING
1. Non Functional Testing
• Tipe pertama black box testing adalah non functional testing.
• Di sini terjadi pengujian aspek-aspek tambahan yang bersifat non-
fungsional dari aplikasi.
• Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana aplikasi merampungkan
tugas yang diberikan user.
9.
JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING
1. Non Functional Testing
• Contoh :
• Menguji aplikasi bisa berjalan dan menyesuaikan tampilannya
sendiri saat dibuka pada beragam hardware dengan ukuran layar
berbeda-beda.
• Jika aplikasi bisa berjalan lancar dan tampil penuh pada laptop
namun terjadi error ketika dibuka di smartphone, maka sudah
jelas terjadi error pada sistem.
10.
JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING
2. Functional Testing
• Fitur - fitur dan fungsi spesifik, vital dan utama dari aplikasi.
• Memastikan aplikasi bisa menghasilkan output yang sesuai dengan
input dari user.
• Contoh :
• uji coba login dengan password, user name, dan email. Jika
tidak terdapat masalah, maka aplikasi sudah berfungsi dengan
baik.
11.
JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING
3. Regression Testing
• Pengujian jika aplikasi mengalami regresi (kemunduran) ketika
diupdate atau tidak.
• Di sini kedua aspek fungsional dan non-fungsional harus dicek oleh
developer dan tim penguji.
12.
JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING
3. Regression Testing
• Contoh :
• Adanya fitur-fitur lama yang tidak bisa bekerja optimal pada
versi aplikasi terbaru, atau performa aplikasi yang justru
lambat setelah diupdate.
• Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu mencabut atau mengganti
fitur-fitur yang sudah tidak berfungsi atau error tersebut.
13.
TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING
1. Boundary Value Analysis.
• Teknik menguji error pada boundary kerja aplikasi, baik dari sisi luar
atau dalam aplikasi.
• Penguji akan menilai error minimum dan maksimum yang diperoleh pada
aplikasi saat dicoba.
2. Cause Effect.
• Teknik menguji yang mengacu pada graphic relasi cause (penyebab) dan
effect (error).
• Dari graphic ini akan tergambar jelas hubungan antara penyebab dan
hasil error di aplikasi sehingga lebih mudah untuk diperbaiki.
14.
TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING
3. Equivalence Partitioning
• Pengujian equivalence partition dilakukan dengan membagi input
data yang diterima aplikasi menjadi beberapa input data.
• Hasilnya, error akan lebih mudah untuk dideteksi.
4. Orthogonal Array Testing.
• Teknik orthogonal array testing ini cocok digunakan untuk menguji
input domain yang kecil dari segi ukuran tetapi lumayan berat
untuk skala besar.
15.
TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING
5. State Transition
• Pengujian pada tampilan antarmuka (UI) aplikasi, khususnya pada
kondisi navigasi sistem UI oleh user.
6. All Pair Testing.
• Teknik all pair testing bertujuan memastikan semua pair
(pasangan) test case aplikasi telah didesain sebagaimana mestinya.
16.
TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING
7. Fuzzing
• Fuzzing adalah teknik uji mencari error, bug dan gangguan pada
aplikasi. Menjalankan pengujian fuzzing dapat dilakukan dengan
memakai injeksi data semi-otomatis..