BLACK BOX
TESTING
Pertemuan 4
Ikke Yamalia
ywwjrt
BLACK BOX TESTING
• Fokus pada faktor Fungsionalitas dan spesifikasi Perangkat Lunak.
• Fokus pada informasi domain.
• Tidak membutuhkan pengetahuan mengenai,alur internal, struktur
Software Under.
• TestBukan alternatif dari ujicoba whitebox, tetapi merupakan
pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya.
KATEGORI KESALAHAN (BLACK BOX)
• Fungsi – fungsi yang salah atau hilang.
• Kesalahan Interface.
• Kesalahan dalam struktur data.
• Kesalahan dalam akses database eksternal.
• Kesalahan performa.
• Kesalahan inisialisasi dan terminasi
PERTANYAAN BLACK BOX TESTING
• Bagaimana validitas fungsionalitasnya diuji ?
• Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik ?
• Apakah sistem sensitif terhadap nilai input tertentu ?
• Bagaimana batasan-batasan kelas diisolasi ?
• Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat di toleransi oleh
sistem?
• Apa akibat dari kombinasi spesifik data pada sistem operasi?
PROSES DALAM BLACK BOX TESTING
• Menganalisa kebutuhan dan spesifikasi perangkat lunak.
• Pemilihan jenis input yang mungkin menghasilkan output yang benar.
• Pengujian dilakukan dengan input-input yang benar-benar telah
diseleksi.
• Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.
• Menentukan fungsionalitas yang harusnya ada pada perangkat lunak
yang diuji.
KAPAN PENGUJIAN NYA?
• Black box Testing dapat dilakukan di setiap level pembangunan
system.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
• KELEBIHAN
• Dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat
menemukan cacat.
• Membantu meminimalkan testing cost.
• KELEMAHAN
• Tester tidak yakin sepenuhnya atas perangkat lunak yang telah
diuji.
JENIS – JENIS UJI BLACK BOX TESTING
1. Non Functional Testing
• Tipe pertama black box testing adalah non functional testing.
• Di sini terjadi pengujian aspek-aspek tambahan yang bersifat non-
fungsional dari aplikasi.
• Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana aplikasi merampungkan
tugas yang diberikan user.
JENIS – JENIS UJI BLACK BOX TESTING
1. Non Functional Testing
• Contoh :
• Menguji aplikasi bisa berjalan dan menyesuaikan tampilannya
sendiri saat dibuka pada beragam hardware dengan ukuran layar
berbeda-beda.
• Jika aplikasi bisa berjalan lancar dan tampil penuh pada laptop
namun terjadi error ketika dibuka di smartphone, maka sudah
jelas terjadi error pada sistem.
JENIS – JENIS UJI BLACK BOX TESTING
2. Functional Testing
• Fitur - fitur dan fungsi spesifik, vital dan utama dari aplikasi.
• Memastikan aplikasi bisa menghasilkan output yang sesuai dengan
input dari user.
• Contoh :
• uji coba login dengan password, user name, dan email. Jika
tidak terdapat masalah, maka aplikasi sudah berfungsi dengan
baik.
JENIS – JENIS UJI BLACK BOX TESTING
3. Regression Testing
• Pengujian jika aplikasi mengalami regresi (kemunduran) ketika
diupdate atau tidak.
• Di sini kedua aspek fungsional dan non-fungsional harus dicek oleh
developer dan tim penguji.
JENIS – JENIS UJI BLACK BOX TESTING
3. Regression Testing
• Contoh :
• Adanya fitur-fitur lama yang tidak bisa bekerja optimal pada
versi aplikasi terbaru, atau performa aplikasi yang justru
lambat setelah diupdate.
• Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu mencabut atau mengganti
fitur-fitur yang sudah tidak berfungsi atau error tersebut.
TEKNIK –TEKNIK BLACK BOX TESTING
1. Boundary Value Analysis.
• Teknik menguji error pada boundary kerja aplikasi, baik dari sisi luar
atau dalam aplikasi.
• Penguji akan menilai error minimum dan maksimum yang diperoleh pada
aplikasi saat dicoba.
2. Cause Effect.
• Teknik menguji yang mengacu pada graphic relasi cause (penyebab) dan
effect (error).
• Dari graphic ini akan tergambar jelas hubungan antara penyebab dan
hasil error di aplikasi sehingga lebih mudah untuk diperbaiki.
TEKNIK –TEKNIK BLACK BOX TESTING
3. Equivalence Partitioning
• Pengujian equivalence partition dilakukan dengan membagi input
data yang diterima aplikasi menjadi beberapa input data.
• Hasilnya, error akan lebih mudah untuk dideteksi.
4. Orthogonal Array Testing.
• Teknik orthogonal array testing ini cocok digunakan untuk menguji
input domain yang kecil dari segi ukuran tetapi lumayan berat
untuk skala besar.
TEKNIK –TEKNIK BLACK BOX TESTING
5. State Transition
• Pengujian pada tampilan antarmuka (UI) aplikasi, khususnya pada
kondisi navigasi sistem UI oleh user.
6. All Pair Testing.
• Teknik all pair testing bertujuan memastikan semua pair
(pasangan) test case aplikasi telah didesain sebagaimana mestinya.
TEKNIK –TEKNIK BLACK BOX TESTING
7. Fuzzing
• Fuzzing adalah teknik uji mencari error, bug dan gangguan pada
aplikasi. Menjalankan pengujian fuzzing dapat dilakukan dengan
memakai injeksi data semi-otomatis..
TERIMA KASIH

PERTEMUAN 4 BLACK BOX TESTING.strategi testing

  • 1.
  • 2.
    BLACK BOX TESTING •Fokus pada faktor Fungsionalitas dan spesifikasi Perangkat Lunak. • Fokus pada informasi domain. • Tidak membutuhkan pengetahuan mengenai,alur internal, struktur Software Under. • TestBukan alternatif dari ujicoba whitebox, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya.
  • 3.
    KATEGORI KESALAHAN (BLACKBOX) • Fungsi – fungsi yang salah atau hilang. • Kesalahan Interface. • Kesalahan dalam struktur data. • Kesalahan dalam akses database eksternal. • Kesalahan performa. • Kesalahan inisialisasi dan terminasi
  • 4.
    PERTANYAAN BLACK BOXTESTING • Bagaimana validitas fungsionalitasnya diuji ? • Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik ? • Apakah sistem sensitif terhadap nilai input tertentu ? • Bagaimana batasan-batasan kelas diisolasi ? • Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat di toleransi oleh sistem? • Apa akibat dari kombinasi spesifik data pada sistem operasi?
  • 5.
    PROSES DALAM BLACKBOX TESTING • Menganalisa kebutuhan dan spesifikasi perangkat lunak. • Pemilihan jenis input yang mungkin menghasilkan output yang benar. • Pengujian dilakukan dengan input-input yang benar-benar telah diseleksi. • Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan. • Menentukan fungsionalitas yang harusnya ada pada perangkat lunak yang diuji.
  • 6.
    KAPAN PENGUJIAN NYA? •Black box Testing dapat dilakukan di setiap level pembangunan system.
  • 7.
    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN •KELEBIHAN • Dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat menemukan cacat. • Membantu meminimalkan testing cost. • KELEMAHAN • Tester tidak yakin sepenuhnya atas perangkat lunak yang telah diuji.
  • 8.
    JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING 1. Non Functional Testing • Tipe pertama black box testing adalah non functional testing. • Di sini terjadi pengujian aspek-aspek tambahan yang bersifat non- fungsional dari aplikasi. • Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana aplikasi merampungkan tugas yang diberikan user.
  • 9.
    JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING 1. Non Functional Testing • Contoh : • Menguji aplikasi bisa berjalan dan menyesuaikan tampilannya sendiri saat dibuka pada beragam hardware dengan ukuran layar berbeda-beda. • Jika aplikasi bisa berjalan lancar dan tampil penuh pada laptop namun terjadi error ketika dibuka di smartphone, maka sudah jelas terjadi error pada sistem.
  • 10.
    JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING 2. Functional Testing • Fitur - fitur dan fungsi spesifik, vital dan utama dari aplikasi. • Memastikan aplikasi bisa menghasilkan output yang sesuai dengan input dari user. • Contoh : • uji coba login dengan password, user name, dan email. Jika tidak terdapat masalah, maka aplikasi sudah berfungsi dengan baik.
  • 11.
    JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING 3. Regression Testing • Pengujian jika aplikasi mengalami regresi (kemunduran) ketika diupdate atau tidak. • Di sini kedua aspek fungsional dan non-fungsional harus dicek oleh developer dan tim penguji.
  • 12.
    JENIS – JENISUJI BLACK BOX TESTING 3. Regression Testing • Contoh : • Adanya fitur-fitur lama yang tidak bisa bekerja optimal pada versi aplikasi terbaru, atau performa aplikasi yang justru lambat setelah diupdate. • Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu mencabut atau mengganti fitur-fitur yang sudah tidak berfungsi atau error tersebut.
  • 13.
    TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING 1. Boundary Value Analysis. • Teknik menguji error pada boundary kerja aplikasi, baik dari sisi luar atau dalam aplikasi. • Penguji akan menilai error minimum dan maksimum yang diperoleh pada aplikasi saat dicoba. 2. Cause Effect. • Teknik menguji yang mengacu pada graphic relasi cause (penyebab) dan effect (error). • Dari graphic ini akan tergambar jelas hubungan antara penyebab dan hasil error di aplikasi sehingga lebih mudah untuk diperbaiki.
  • 14.
    TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING 3. Equivalence Partitioning • Pengujian equivalence partition dilakukan dengan membagi input data yang diterima aplikasi menjadi beberapa input data. • Hasilnya, error akan lebih mudah untuk dideteksi. 4. Orthogonal Array Testing. • Teknik orthogonal array testing ini cocok digunakan untuk menguji input domain yang kecil dari segi ukuran tetapi lumayan berat untuk skala besar.
  • 15.
    TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING 5. State Transition • Pengujian pada tampilan antarmuka (UI) aplikasi, khususnya pada kondisi navigasi sistem UI oleh user. 6. All Pair Testing. • Teknik all pair testing bertujuan memastikan semua pair (pasangan) test case aplikasi telah didesain sebagaimana mestinya.
  • 16.
    TEKNIK –TEKNIK BLACKBOX TESTING 7. Fuzzing • Fuzzing adalah teknik uji mencari error, bug dan gangguan pada aplikasi. Menjalankan pengujian fuzzing dapat dilakukan dengan memakai injeksi data semi-otomatis..
  • 17.