Perilaku Sombong
 Sombong (Takabur)
1. Pengertian dan macam-macam Takabur
Takabur menurut bahasa berarti sombong atau membanggakan diri secara
berlebihan. Sedangkan meburut istilah, takabur berarti sifat membanggakan diri
yang diwujudkan dalam bentuk perkataan ataupun perbuatan yang
menunjukkan bahwa dirinyalah yang paling hebat dan benar sehingga
memandang orang lain rendah dan hina.
Firman Allah dalam Surat Luqman ayat 18 :

   
    
     
  
dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Takabur dari segi objeknya dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
a. Takabur kepada Allah Swt
b. Takabur kepada Rasulullah Saw
c. Takabur kepada Manusia
Perilaku Takabur dapat dibedakan menjadi dua jenis takabur, yaitu :
a. Takabur Batiniah
Adalah sifat takabur yang tertanam dalam hati seseorang sehingga tidak
tampak secara lahir fisik
Contohnya adalah tidak mau berdoa dan meminta pertolongan kepada
Allah Swt.
b. Takabur Lahiriah
Adalah sifat atau perilaku takabur yang dapat diamati secara langsung
oleh pancaindera, baik dalam bentuk ucapan maupun gerakan anggota
tubuh. Contohnya adalah sikap riya, angkuh dan memalingkan muka
terhadap orang lain.
2. Contoh Perilaku Sombong (Takabur)
a. Perilaku Sombong Kepada Allah Swt
1) Tidak beriman kepada Allah Swt
2) Tidak mau melaksanakan perintah Allah Swt
3) Menolak ketentuan dan takdir Allah Swt
4) Berani melanggar larangan yang diharamkan Allah Swt
5) Tidak mau bertawakal atau berserah diri kepada Allah Swt
6) Berpaling dan menganggap remeh isi kandungan Al-Quran
7) Enggan berdoa atau memohon pertolongan kepada Allah Swt
b. Perilaku Sombong Kepada Manusia
1) Sangat suka disanjung atau dipuji
2) Tidak mau berterima kasih dan berbakti kepada orang tua
3) Enggan bergaul dengan orang yang derajatnya lebih rendah
4) Sering mencela, mencemooh, dan menganggap rendah orang lain.
5) Tidak bersedia menerima nasehat dari orang lain karena
menganggap dirinyalah yang paling benar.
6) Sering membanggakan diri atau menceritakan kepada orang lain
tentang kelebihan dirinya ataupun keluarganya.
3. Akibat Perilaku Sombong
Diantara akibat dari perilaku takabur, yaitu :
a. Dijauhi teman
b. Dimusuhi dan dikucilkan masyarakat
c. Diancam oleh Allah Swt dnegan azab neraka Jahanam
d. Memancing timbulnya rasa permusuhan dan konflik sosial
e. Dapat memutuskan hubungan tali silaturahmi diantara sesame
f. Menimbulkan kebohongan dan tidak mau menerima kebenaran
4. Cara Menghindari Sikap Sombong (Takabur)
a. Gemar menyambung tali silaturahmi
b. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt
c. Menyadari bahwa orang yang paling mulia adalah orang yang ebrtakwa
d. Membiasakan diri bergaul dengan semua lapisan didalam masyarakat
e. Menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
f. Menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini merupakan titipan Allah
Swt .
g. Menyadari bahwa Allah Swt menciptakan dunia dan isinya berpasangan
dan saling membutuhan.

Perilaku sombong

  • 1.
    Perilaku Sombong  Sombong(Takabur) 1. Pengertian dan macam-macam Takabur Takabur menurut bahasa berarti sombong atau membanggakan diri secara berlebihan. Sedangkan meburut istilah, takabur berarti sifat membanggakan diri yang diwujudkan dalam bentuk perkataan ataupun perbuatan yang menunjukkan bahwa dirinyalah yang paling hebat dan benar sehingga memandang orang lain rendah dan hina. Firman Allah dalam Surat Luqman ayat 18 :                   dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Takabur dari segi objeknya dibagi menjadi tiga macam, yaitu : a. Takabur kepada Allah Swt b. Takabur kepada Rasulullah Saw c. Takabur kepada Manusia Perilaku Takabur dapat dibedakan menjadi dua jenis takabur, yaitu : a. Takabur Batiniah Adalah sifat takabur yang tertanam dalam hati seseorang sehingga tidak tampak secara lahir fisik Contohnya adalah tidak mau berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Swt. b. Takabur Lahiriah Adalah sifat atau perilaku takabur yang dapat diamati secara langsung oleh pancaindera, baik dalam bentuk ucapan maupun gerakan anggota tubuh. Contohnya adalah sikap riya, angkuh dan memalingkan muka terhadap orang lain. 2. Contoh Perilaku Sombong (Takabur)
  • 2.
    a. Perilaku SombongKepada Allah Swt 1) Tidak beriman kepada Allah Swt 2) Tidak mau melaksanakan perintah Allah Swt 3) Menolak ketentuan dan takdir Allah Swt 4) Berani melanggar larangan yang diharamkan Allah Swt 5) Tidak mau bertawakal atau berserah diri kepada Allah Swt 6) Berpaling dan menganggap remeh isi kandungan Al-Quran 7) Enggan berdoa atau memohon pertolongan kepada Allah Swt b. Perilaku Sombong Kepada Manusia 1) Sangat suka disanjung atau dipuji 2) Tidak mau berterima kasih dan berbakti kepada orang tua 3) Enggan bergaul dengan orang yang derajatnya lebih rendah 4) Sering mencela, mencemooh, dan menganggap rendah orang lain. 5) Tidak bersedia menerima nasehat dari orang lain karena menganggap dirinyalah yang paling benar. 6) Sering membanggakan diri atau menceritakan kepada orang lain tentang kelebihan dirinya ataupun keluarganya. 3. Akibat Perilaku Sombong Diantara akibat dari perilaku takabur, yaitu : a. Dijauhi teman b. Dimusuhi dan dikucilkan masyarakat c. Diancam oleh Allah Swt dnegan azab neraka Jahanam d. Memancing timbulnya rasa permusuhan dan konflik sosial e. Dapat memutuskan hubungan tali silaturahmi diantara sesame f. Menimbulkan kebohongan dan tidak mau menerima kebenaran 4. Cara Menghindari Sikap Sombong (Takabur) a. Gemar menyambung tali silaturahmi b. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt c. Menyadari bahwa orang yang paling mulia adalah orang yang ebrtakwa d. Membiasakan diri bergaul dengan semua lapisan didalam masyarakat e. Menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. f. Menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini merupakan titipan Allah Swt . g. Menyadari bahwa Allah Swt menciptakan dunia dan isinya berpasangan dan saling membutuhan.