Peran bidan dalam memberikan asuhan dengan kebutuhan yang kompleks sebagai bagian dari tim interdisiplin.pptx
1.
PERAN BIDAN DALAMMEMBERIKANASUHAN
DENGAN KEBUTUHANYANG KOMPLEKS
SEBAGAI BAGIAN DARI TIM INTERDISIPLIN
2.
A. Bekerja dalaminterdisiplin (interprofesional education/IPE)
1.Pengertian IPE
◦ Menurut World Health Organization (2010), IPE didefenisikan proses pembelajaran
dimana dua atau lebih profesi belajar dengan, dari, dan tentang satu sama lain untuk
nmeningkatkan kolaborasi dan kualitas outcome pelayanan kesehatan. World Health
Organization (WHO) menyajikan hasil penelitian di 42 negara tentang dampak dari
penerapan collaborative practice dalam dunia kesehatan. Hasil dari penelitian
tersebut menunjukkan hasil bahwa collaborative practice dapat meningkatkan
keterjangkauan serta koordinasi layanan kesehatan, penggunaan sumber daya klinis
spesifik yang sesuai, outcome kesehatan bagi penyakit kronis, dan pelayanan serta
keselamatan pasien.
3.
2.Tujuan IPE
Tujuan pelaksanaanIPE antara lain :
a)Meningkatkan pemahaman interdisipliner dan meningkatkan kerjasama
b)Membina kerjasama yang kompeten
c)Membuat penggunaan sumberdaya yang efektif dan efisien;
d) Meningkatkan kualitas penanganan masalah kesehatan yang komprehensif
4.
3.Anggota Tim Interdisipliner
Timpelayanan kesehatan interdisiplin merupakan sekolompok profesional yang
mempunyai aturan yang jelas, tujuan umum dan berbeda keahlian. Tim akan berfungsi
baik Jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim dalam memberikan pelayanan
kesehatan terbaik. Anggota tim kesehatan meliputi : pasien, perawat, dokter, fisioterapi,
pekerja sosial, ahli gizi, manager, dan apoteker. Oleh karena itu tim kolaborasi
hendaknya memiliki komunikasi yang efektif, bertanggung jawab dan saling menghargai
antar sesama anggota tim.
5.
4.Kerja sama dalamIPE
Kerjasama adalah menghargai pendapat orang lain dan bersedia untuk memeriksa
beberapa altermatif pendapat dan perubahan kepercayaan.*Elemen kunci kolaborasi
dalam kerja sama team multidisipliner dapat digunakan untuk mencapai tujuan kolaborasi
team :*
Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan menggabungkan keahlian unik
professional
Produktivitas maksimal serta efektifitas dan efisiensi sumber daya
Peningkatnya profesionalisme dan kepuasan kerja, dan loyalitas
Meningkatnya kohesifitas antar professional
Kejelasan peran dalam berinteraksi antar protesional
Menumbuhkan komunikasi, kolegalitas, dan menghargai serta memahami orang lain
6.
B.Peran Bidan dalammemberikan Asuhan dengan Kebutuhan
yang Kompleks sebagai bagian dari Tim Interdisiplin
Standar pelayanan kesehatan reproduksi pada penyandang
disabilitas sama seperti Standar Pelayanan Kesehatan
Reproduksi pada non disabilitas. Hal yang berbeda yaitu
adanya beberapa penyesuaian yang harus dilakukan dalam
pemberian pelayanan misalnya cara berinteraksi, teknik
pengukuran dan teknik pemeriksaan yang perlu disesuaikan
dengan kondisi ragam disabilitas.
7.
Bidan mempunyai perananpenting dalam menurunkan angka kesakitan dan
kematian ibu melalui kemampuannya untuk melakukan pengawasan, pertolongan
pada ibu, pengawasan bayi baru lahir (neonatus) dan pada persalinan, ibu post
partum serta mampu mengidentifikasi penyimpangan dari kehamilan dan
persalinan normal dan melakukan penanganan yang tepat termasuk merujuk ke
fasilitas pelayanan yang tepat.
8.
Peran sebagai bidanuntuk mencegah kegawatdaruratan di antara lain :
a)Melakukan pengenalan segera kondisi gawat darurat
b)Stabilisasi klien (ibu), dengan oksigen, terapi cairan, dan medikamentosa dengan :
1)Menjamin kelancaran jalan nafas, memperbaiki fungst system respirasi dan sirkulasi
2)Menghentikan perdarahan
3)Mengganti cairan tubuh yang hilang
4)Mengatasi nyeri dan kegelisahan
9.
c) Ditempat kerja,menyiapkan Sarana dan prasarana di kamar bersalin, yaitu :
1)Pematauan dan Asuhan Promotif, Preventif dan Deteksi Dini
2)Penguatan kapasitas klien
3)Community Mobilization, Rujukan dan Kolaborasi
4)Menyiapkan radiant warmer/lampu pemanas untuk mencegah kehilangan panas pada bayi
5)Menyiapkan alat resusitasi kit untuk ibu dan bayi
6)Menyiapkan alat pelindung diri
7)Menyiapkan obat-obatan emergensi
8)Pertolongan kegawatdaruratan
d) Memiliki keterampilan klinik, yaitu:
1)Mampu melakukan resusitasi pada ibu dan bayi dengan peralatan yang berkesinambungan. Peran organisasi sangat penting
didalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan keahlian
2) Memahami dan mampu melakukan metode efektif dalam pelayanan ibu dan bayi baru lahir, yang meliputi making pregnacy
safer, safe motherhood, bonding attachment, inisiasi menyucu dini dan lain lainnya.