Profesionalisme Kebidanan
Oleh ,Bdn.Akma Listiana.S ST.,M Kes
Konsep Profesionalisme
Definisi
Aspek-Aspek Profesionalisme
Ciri-Ciri Profesionalisme
Dimensi Profesionalisme
Perbedaan Profesi, Profesional dan Profesionalisme
Indikator Profesionalisme Bidan
Profesionalisme
Philips (2011), profesionalisme adalah
seseorang yang menjalankan tugas
pekerjaan sesuai standar kompetensi,
moral dan etika yang di dalam pekerjaan .
Pasolong (2021), yang di maksud
profesionalisme adalah sebuah
sebutan dari suatu perilaku dan sikap
mental dalam bentuk komitmen bagi
para anggota profesi untuk selalu
mewujudkan tujuan dari profesi serta
terus meningkatkan kualitas diri dan
pekerjaannya.
Korten dan Alfonso (2011), menjelaskan yang di maksud
dengan profesionalisme adalah sikap kecocokan (fitness) antara
kemampuan yang dimiliki seseorang pada birokrasi
dengan kebutuhan tugas (ask requirement).
Menurut beberapa Ahli
• UU kebidanan NO 4 th 2019
• Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
• Kep Menkes RI No 369/MENKES/SK/III/2007 mengatur Standar Profesi
bidan
Dasar
Prpfesionalisme
Kebidanan
Aspek
profesionalisme
Potensial
Profesionalism
e
Fungsional
Operasional
Produktifitas
Ciri Profesionalisme
Kesempurnaan
Pengalaman
dan Ketelitian
Tidak mudah putus asa
Integritas Tinggi
Evektivitas tinggi
Dimensi Profesionalisme
Pengabdian pada
Profesinya
Pengabdian pada
Masyarakat
kemandirian
Keyakinan dengan
profesinya
Hubungan baik
dengan teman
sejawat
Profesi
Memiliki keterampilan Khusus
Memiliki keahlian khusus,
Mempunyai pekerjaan atau kegiatan utama,
Pekerjaannya sebagai sumber utama
dilakukan oleh personal.
Profesional
seseorang yang paham dengan
keahlian serta keterampilannya,
memiliki waktu banyak untuk
pekerjaan profesinya,
bangga akan profesinya.
Profesionalisme
seseorang yang menguasai profesinya,
sikap, dan perilaku dalam menjalankan tugasnya,
sesuai dengan standarnya,
meningkatkan kualitas, dan kuantitas.
Perbedaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
filosofi diartikan sebagai falsafah atau filsafat yang
berarti kajian rasional tentang hakikat, sebab, asal usul, dan
hukum tentang segala sesuatu yang ada.
dapat diterjemahkan juga sebagai teori dibawah pikiran
atau tindakan.
Filsafat dari bahasa Yunani “philosophia”,
terdiri dari “philos” artinya cinta
“sophia”artinya kearifan, kebijaksanaan, pengetahuan, amalan, akal.
filsafat bisa diartikan sebagai “cinta kebijaksanaan”.
Filosofi kebidanan
• Keyakinan atau pandangan bidan yang digunakan sebagai kerangka
piker,dalam memberikan asuhan kepada klien
keyakinan tentang kehamilan dan persalinan Bidan yakin bahwa
kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah,namun tetap
waspada.
Keyakinan terhadap Perempuan Bidan yakin bahwa setiap
perempuan merupakan pribadi yang unik,tidak sama baik
fisik,emosional,spiritual dan budayanya.
Keyakinan mengenai fungsi profesi dan pengaruhnya Fungsi
utama dari asuhan kebidanan adalah memastikan
kesejahteraan janin dan ibunya.
tentang pemberdayaan dan membuat Keputusan Bidan yakin
bahwa pilihan dan keputusan dalam asuhan terhadap
perempuan patut dihormati. Keputusan merupakan
tanggungjawab bersama antara perempuan,keluarga dan
pemberi asuhan.
. Keyakinan tentang kolaborasi dan
kemitraan
Bidan yakin bahwa dalam memberikan
asuhan tetap mempertahankan,mendukung
dan menghargai proses fisiologi, intervensi
dan penggunaan teknologi dalam asuhan
hanya atas indikasi,rujukan yang efektif
dilakukan untuk menjamin kesejahteraan
ibu dan bayinya.
keyakinan tentang fungsi profesi dan manfaatnya
Bidan yakin bahwa dalam megembangkan
kemandirian profesi,kemitraan dan pemberdayaan
perempuan serta tim kesehatan lainnya selama
memberikan asuhan dilaksanakan dengan penuh
tanggungjawab.
Pengertian
• Bidan berarti “pendamping wanita” yang dalam bahasa Inggrisnya midwife,
• Sedangkan “Wirdhan” berarti “Wanita Bijaksana” dalam bahasa Sansekerta.
Organisasi kebidanan di seluruh dunia mengadopsi definisi bidan dari International
Confederation of Midwives (ICM) yang diakui oleh WHO dan FIGO (Federation of
Internasional Gynecologist Obstetrition International).
Definisi terbaru yang disusun pada kongres ICM ke 27 di Brisbane, Australia pada Juli
2005 sebagai berikut:
Bidan adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan kebidanan yang diakui di
negaranya, telah menyelesaikan dan lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi
kualifikasi yang di persyaratkan untuk pendaftaran (register) dan/atau memiliki izin
(lisensi) yang masih berlaku untuk menjalankan praktik kebidanan.
Lanjutan
Definisi Bidan menurut Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tahun 2016,
Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan
yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah negara
Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk
diregister, sertifikasi, dan secara sah mendapat lisensi
Peran
Bidan
Pelaksana
Pengelola
Pendidik
Peneliti
Peran,Fungsi dan Tanggung Jawab Bidan
Pelaksana
Tugas Mandiri
Kolaborasi
Ketergantungan
Pengelola
1. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan
2. Berpartisipasi dalan tim
Pendidik
1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien
2. Melatih dan membimbing kader
Peneliti
1. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan
2. Menyusun rencana kerja pelatihan
3. Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
4. Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut;
. Fungsi Bidan Dalam Pelayanan Kebidanan
Pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan peranannya
Fungsi Pelaksana
a. Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga, serta masyarakat
(khususnya kaum remaja) pada masa pra perkawinan;
b. Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan
kasus patologis tertentu, dan kehamilan dengan risiko tinggi;
c. Menolong persalinan normal dan kasus persalinanpatologis tertentu;
d. Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan risiko tinggi;
e. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas;
f. Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui;
g. Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah;
h. Memberi pelayanan keluarga berencana sesuai dengan wewenangnya;
i. Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan sistem reproduksi
Fungsi Pengelola
a. Mengembangkan konsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu,
keluarga, kelompok masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
masyarakat setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat;
b. Menyusun rencana pelaksanaan pelayanan kebidanan dilingkungan unit
kerjanya;
c. Memimpin koordinasi kegiatan pelayanan kebidanan;
d. Melakukan kerja sama serta komunikasi inter dan antar sektor yang terkait
dengan pelayanan kebidanan; serta
e. Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim atau unit pelayanan kebidanan.
Fungsi Pendidik
a. Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok
masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup
kesehatan serta keluarga berencana;
b. Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan
sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan;
c. Memberi bimbingan kepada para bidan dalam kegiatan praktik di
klinik dan di masyarakat;
d. Mendidik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai
dengan bidang keahliannya.
Fungsi Peneliti
a. Melakukan evaluasi, pengkajian, survei, dan penelitian
yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup
pelayanan kebidanan; serta
b. Melakukan penelitian kesehatan keluarga dan keluarga
berencana.
Tanggung Jawab
Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-Undangan
Tanggung Jawab Terhadap Pengembangan Kompetensi
Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Catatan Kebidanan
Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Yang Dilayani
Tanggung Jawab Terhadap Profesi
Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Tanggung Jawab Pengembangan Kopetensi
Bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan
mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya.
Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan
kegiatannya dalam bentuk catatan tertulis
Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Catatan
Kebidanan
Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Yang Dilayani
Bidan harus dapat mengidentifikasi masalah dan
kebutuhan keluarga serta memberi pelayanan dengan
tepat dan sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-Undangan
UU Kebidanan no 4 th 2019 pasal 46 khusus
membahas tentang tugas dan wewenang Bidan
Tanggung Jawab Terhadap Profesi
.Semua bidan ikut serta dalam kegiatan organisasi dengan
menjadi anggota organisasi bidan serta memiliki hak mengajukan
suara dan pendapat tentang profesinya.
Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Sebagai nggota masyarakat yang bertanggung jawab.Bidan secara mandiri
maupun bersama tenaga kesehatan lain, bidan berkewajiban memanfaatkan
sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Bidan harus
memelihara kepercayaan masyarakat
Aspek Budaya, Tradisi dalam kebidanan
Profesionalisme dalam pelayanan kebidanan
Profesionalisme dalam pelayanan kebidanan

Profesionalisme dalam pelayanan kebidanan

  • 1.
  • 2.
    Konsep Profesionalisme Definisi Aspek-Aspek Profesionalisme Ciri-CiriProfesionalisme Dimensi Profesionalisme Perbedaan Profesi, Profesional dan Profesionalisme Indikator Profesionalisme Bidan
  • 3.
  • 4.
    Philips (2011), profesionalismeadalah seseorang yang menjalankan tugas pekerjaan sesuai standar kompetensi, moral dan etika yang di dalam pekerjaan . Pasolong (2021), yang di maksud profesionalisme adalah sebuah sebutan dari suatu perilaku dan sikap mental dalam bentuk komitmen bagi para anggota profesi untuk selalu mewujudkan tujuan dari profesi serta terus meningkatkan kualitas diri dan pekerjaannya. Korten dan Alfonso (2011), menjelaskan yang di maksud dengan profesionalisme adalah sikap kecocokan (fitness) antara kemampuan yang dimiliki seseorang pada birokrasi dengan kebutuhan tugas (ask requirement). Menurut beberapa Ahli
  • 5.
    • UU kebidananNO 4 th 2019 • Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan • Kep Menkes RI No 369/MENKES/SK/III/2007 mengatur Standar Profesi bidan Dasar Prpfesionalisme Kebidanan
  • 6.
  • 7.
    Ciri Profesionalisme Kesempurnaan Pengalaman dan Ketelitian Tidakmudah putus asa Integritas Tinggi Evektivitas tinggi
  • 8.
    Dimensi Profesionalisme Pengabdian pada Profesinya Pengabdianpada Masyarakat kemandirian Keyakinan dengan profesinya Hubungan baik dengan teman sejawat
  • 9.
    Profesi Memiliki keterampilan Khusus Memilikikeahlian khusus, Mempunyai pekerjaan atau kegiatan utama, Pekerjaannya sebagai sumber utama dilakukan oleh personal. Profesional seseorang yang paham dengan keahlian serta keterampilannya, memiliki waktu banyak untuk pekerjaan profesinya, bangga akan profesinya. Profesionalisme seseorang yang menguasai profesinya, sikap, dan perilaku dalam menjalankan tugasnya, sesuai dengan standarnya, meningkatkan kualitas, dan kuantitas. Perbedaan
  • 10.
    Menurut Kamus BesarBahasa Indonesia (KBBI), filosofi diartikan sebagai falsafah atau filsafat yang berarti kajian rasional tentang hakikat, sebab, asal usul, dan hukum tentang segala sesuatu yang ada. dapat diterjemahkan juga sebagai teori dibawah pikiran atau tindakan.
  • 11.
    Filsafat dari bahasaYunani “philosophia”, terdiri dari “philos” artinya cinta “sophia”artinya kearifan, kebijaksanaan, pengetahuan, amalan, akal. filsafat bisa diartikan sebagai “cinta kebijaksanaan”.
  • 12.
    Filosofi kebidanan • Keyakinanatau pandangan bidan yang digunakan sebagai kerangka piker,dalam memberikan asuhan kepada klien keyakinan tentang kehamilan dan persalinan Bidan yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah,namun tetap waspada. Keyakinan terhadap Perempuan Bidan yakin bahwa setiap perempuan merupakan pribadi yang unik,tidak sama baik fisik,emosional,spiritual dan budayanya. Keyakinan mengenai fungsi profesi dan pengaruhnya Fungsi utama dari asuhan kebidanan adalah memastikan kesejahteraan janin dan ibunya. tentang pemberdayaan dan membuat Keputusan Bidan yakin bahwa pilihan dan keputusan dalam asuhan terhadap perempuan patut dihormati. Keputusan merupakan tanggungjawab bersama antara perempuan,keluarga dan pemberi asuhan. . Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan Bidan yakin bahwa dalam memberikan asuhan tetap mempertahankan,mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan penggunaan teknologi dalam asuhan hanya atas indikasi,rujukan yang efektif dilakukan untuk menjamin kesejahteraan ibu dan bayinya. keyakinan tentang fungsi profesi dan manfaatnya Bidan yakin bahwa dalam megembangkan kemandirian profesi,kemitraan dan pemberdayaan perempuan serta tim kesehatan lainnya selama memberikan asuhan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
  • 13.
    Pengertian • Bidan berarti“pendamping wanita” yang dalam bahasa Inggrisnya midwife, • Sedangkan “Wirdhan” berarti “Wanita Bijaksana” dalam bahasa Sansekerta. Organisasi kebidanan di seluruh dunia mengadopsi definisi bidan dari International Confederation of Midwives (ICM) yang diakui oleh WHO dan FIGO (Federation of Internasional Gynecologist Obstetrition International). Definisi terbaru yang disusun pada kongres ICM ke 27 di Brisbane, Australia pada Juli 2005 sebagai berikut: Bidan adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan kebidanan yang diakui di negaranya, telah menyelesaikan dan lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi yang di persyaratkan untuk pendaftaran (register) dan/atau memiliki izin (lisensi) yang masih berlaku untuk menjalankan praktik kebidanan.
  • 14.
    Lanjutan Definisi Bidan menurutIkatan Bidan Indonesia (IBI) tahun 2016, Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi, dan secara sah mendapat lisensi
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Pengelola 1. Mengembangkan pelayanandasar kesehatan 2. Berpartisipasi dalan tim Pendidik 1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien 2. Melatih dan membimbing kader Peneliti 1. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan 2. Menyusun rencana kerja pelatihan 3. Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana 4. Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut;
  • 20.
    . Fungsi BidanDalam Pelayanan Kebidanan Pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan peranannya Fungsi Pelaksana a. Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga, serta masyarakat (khususnya kaum remaja) pada masa pra perkawinan; b. Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan kasus patologis tertentu, dan kehamilan dengan risiko tinggi; c. Menolong persalinan normal dan kasus persalinanpatologis tertentu; d. Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan risiko tinggi; e. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas; f. Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui; g. Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah; h. Memberi pelayanan keluarga berencana sesuai dengan wewenangnya; i. Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan sistem reproduksi
  • 21.
    Fungsi Pengelola a. Mengembangkankonsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat; b. Menyusun rencana pelaksanaan pelayanan kebidanan dilingkungan unit kerjanya; c. Memimpin koordinasi kegiatan pelayanan kebidanan; d. Melakukan kerja sama serta komunikasi inter dan antar sektor yang terkait dengan pelayanan kebidanan; serta e. Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim atau unit pelayanan kebidanan.
  • 22.
    Fungsi Pendidik a. Memberipenyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana; b. Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan; c. Memberi bimbingan kepada para bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat; d. Mendidik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya.
  • 23.
    Fungsi Peneliti a. Melakukanevaluasi, pengkajian, survei, dan penelitian yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup pelayanan kebidanan; serta b. Melakukan penelitian kesehatan keluarga dan keluarga berencana.
  • 24.
    Tanggung Jawab Tanggung JawabTerhadap Peraturan Perundang-Undangan Tanggung Jawab Terhadap Pengembangan Kompetensi Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Catatan Kebidanan Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Yang Dilayani Tanggung Jawab Terhadap Profesi Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
  • 25.
    Tanggung Jawab PengembanganKopetensi Bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya. Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk catatan tertulis Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Catatan Kebidanan Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Yang Dilayani Bidan harus dapat mengidentifikasi masalah dan kebutuhan keluarga serta memberi pelayanan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-Undangan UU Kebidanan no 4 th 2019 pasal 46 khusus membahas tentang tugas dan wewenang Bidan
  • 26.
    Tanggung Jawab TerhadapProfesi .Semua bidan ikut serta dalam kegiatan organisasi dengan menjadi anggota organisasi bidan serta memiliki hak mengajukan suara dan pendapat tentang profesinya. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat Sebagai nggota masyarakat yang bertanggung jawab.Bidan secara mandiri maupun bersama tenaga kesehatan lain, bidan berkewajiban memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Bidan harus memelihara kepercayaan masyarakat
  • 27.
    Aspek Budaya, Tradisidalam kebidanan