DESKRIPTIF VS INFERENSIAL
•Deskriptif : hanya menggambarkan satu
kelompok (dibahas di statistic 1)
• Inferensial : menganalisis kelompok (sampel)
untuk menerka (infer) karakteristik populasi.
• Arti lain inferensial: mengukur tingkat
generalisasi hasil analisis
• Ada dua jenis statistic inferensial: parametrik
dan nonparametrik
3.
STATISTIK PARAMETRIK
• Menganalisissampel untuk kemudian diasumsikan
menjadi parameter (ukuran) populasi
• Contoh : Jika hasil analisis pada sampel menunjukkan
setuju pemindahan kampus ke luar kota, maka
diasumsikan bahwa populasi setuju emindahan
kampus ke luar kota.
• Asumsi : distribusi populasi normal, random
sampling.
• Jika asumsi tdk terpenuhi : NON-PARAMETRIK
STATISTIK NON-PARAMETRIK
• Subjekbukan merupakan sampel yang diambil
secara random dari populasi
• Jumlah subject kecil
• Mengukur tingkat signifikansi dari hasil
analisis
• Tidak untuk digeneralisasi pada populasi yang
luas
6.
PERHITUNGAN DALAM STATISTIK
INFERENSIAL
•Menggunakan rumus sesuai dengan jenis statistic yang
dipakai (misalnya korelasi, chi kuadrat, uji-t, Wilcoxson
test……)
• Untuk menentukan tingkat signifikansi hasil perhitungan,
dibandingkan dengan table yang relevan dengan jenis
tesnya.
• Mencari angka signifikansi pada table, umumnya
diperlukan angka derajat kebebasan (degrees of freedom)
• Contoh db, jika sampel adalah 20, satu sudah diketahui,
maka db adalah 19 (n-1)
7.
MENAFSIRKAN SIGNIFIKANSI
STATISTIK
• Tingkatsignifikansi suatu analisis diperoleh setelah
mengkosultasikan hasil analisis dengan table
• Setiap teknik statistic mempunyai table tersendiri Biasanya
terlampir di buku-buku statistic.
• Tingkat signifikansi dinyatakan dalam probablitas, yaitu
P<.05 atau p<.01.
• P<.05 artinya kemungkinan terjadi kekeliruan sebesar 5%,
atau, tingkat keyakinan bahwa hasil itu benar sebesar 95%.
• P<.01 berarti tingkat keyakinan bahwa hasil itu benar 99%.
Kemungkinan keliru 1%.
8.
DUA EKOR DANSATU EKOR
• Tabel signifikansi ada angka untuk dua ekor dan
angka untuk satu ekor, tergantung pada bunyi
hipotesis penelitiannya.
• Angka satu ekor (one tail) jika hipotesisnya
terarah (misalnya kelompk A lebih besar dari
kelompok B, ada korelasi positif antara C dan D)
• Angka dua ekor (two tails) jika hipotesisnya tidah
terarah (ada korelasi antara A dan B, ada beda
antara C dan D).
9.
CONTOH DESKRIPSI SIGNIFIKANSI
Ingatkurva normal, semua area adalah 100%. Di area lebih dari
dua SD, anda akan menemukan area 1% atau 5% di ujung kiri
dan kanan.
Jika anda membandingkan mean dua kelompok, dan ternyata
signifikan pada p<.05, berarti bahwa jika mean kelompok satu
berada pada garis mean gambar di bawah, , maka mean
kelompok dua berada di wilayah ujung 5%