Penelitian prognostik
Dr Hendrik
PPDS KKLP FK UPH
Perbedan konsep Penelitian prognosis dan
penelitian kausatif
• Penelitian prognosis dan penelitian kausatif adalah dua jenis
penelitian yang berbeda dalam hal tujuan, desain, dan pendekatan
metodologi.
• Penelitian Kausatif:
• Penelitian kausatif bertujuan untuk menentukan hubungan sebab-akibat
antara dua variabel atau faktor. Penelitian ini mencoba menetapkan apakah
adanya perubahan pada satu variabel menyebabkan perubahan pada
variabel lainnya. Pendekatan penelitian kausatif sering melibatkan desain
eksperimental atau kuasi-eksperimental, di mana peneliti mengendalikan
faktor-faktor pengganggu dan memanipulasi variabel independen untuk
melihat efeknya terhadap variabel dependen.
• Contohnya, dalam penelitian kausatif tentang hubungan antara merokok
dan risiko penyakit jantung, peneliti dapat melakukan eksperimen dengan
membagi kelompok orang menjadi kelompok perokok dan kelompok bukan
perokok, kemudian mengamati kejadian penyakit jantung dalam kedua
kelompok tersebut. Dalam penelitian kausatif, ada upaya yang dilakukan
untuk menarik kesimpulan sebab-akibat secara langsung.
• Penelitian Prognosis:
• Penelitian prognosis bertujuan untuk memprediksi hasil atau perkembangan masa depan suatu
kondisi atau penyakit pada individu atau populasi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor
yang mempengaruhi hasil tersebut dan memberikan informasi tentang prognosis atau perjalanan
alami suatu kondisi. Penelitian prognosis sering dilakukan dengan menggunakan desain
observasional dan menganalisis data yang ada untuk memperoleh informasi tentang perjalanan
alami suatu kondisi.
• Contohnya, dalam penelitian prognosis tentang kanker payudara, peneliti dapat mempelajari
berbagai faktor seperti usia, ukuran tumor, jenis histologi, dan respons terhadap terapi, untuk
memprediksi kemungkinan kelangsungan hidup atau tingkat kekambuhan pada pasien tersebut.
Penelitian prognosis berfokus pada memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil masa
depan tanpa mencoba menetapkan hubungan sebab-akibat secara langsung.
• Dalam penelitian kausatif, upaya dilakukan untuk menarik kesimpulan sebab-akibat secara
langsung dengan mengendalikan faktor-faktor pengganggu dan memanipulasi variabel
independen, sedangkan penelitian prognosis lebih fokus pada memahami dan memprediksi hasil
atau perkembangan masa depan suatu kondisi berdasarkan faktor-faktor yang ada.
Perbedan konsep Penelitian prognosis dan
penelitian kausatif
Tujuan Penelitian:
• Penelitian Prognosis: Tujuan penelitian prognosis adalah untuk
memprediksi hasil atau perkembangan masa depan dari suatu kondisi atau
penyakit pada individu atau populasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut dan
memberikan informasi tentang prognosis atau perjalanan alami suatu
kondisi.
• Penelitian Kausatif: Tujuan penelitian kausatif adalah untuk menentukan
hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel tertentu. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah adanya perubahan pada satu variabel
mempengaruhi perubahan pada variabel lainnya, dan untuk menyimpulkan
apakah ada hubungan sebab-akibat antara variabel tersebut.
Penelitian kausatif
• Tipe asosiasi (spurious association, indirect association, direct
association)
• Tipe hubungan kausal (necessary / sufficient)
• Hubungan yang diamati merupakan penyebab (kriteria Bradford hills)
Use of prognostic models
• Medical prognostication and prognostic models are used in various settings and for various
reasons. The main reasons are to inform individuals about the future course of their illness (or
their risk of developing illness) and to guide doctors and patients in joint decisions on
further treatment, if any. For example, modifications of the Framingham cardiovascular risk
score are widely used in primary care to determine the indication for cholesterol lowering and
antihypertensive drugs. Examples from secondary care include use of the Nottingham prognostic
index to estimate the long term risk of cancer recurrence or death in breast cancer patients, the
acute physiology and chronic health evaluation (APACHE) score and simplified acute physiology
score (SAPS) to predict hospital mortality in critically ill patients, and models for predicting
postoperative nausea and vomiting.
• Another reason for prognostication and use of prognostic models is to select relevant patients for
therapeutic research. For example, researchers used a previously validated prognostic model to
select women with an increased risk of developing cancer for a randomised trial of tamoxifen to
prevent breast cancer. Another randomised trial on the efficacy of radiotherapy after breast
conserving resection used a prognostic model to select patients with a low risk of cancer
recurrence.
• Prognostic models are also used to compare differences in performance between hospitals.
For example, the clinical risk index for babies (CRIB) was originally developed to compare
performance and mortality among neonatal intensive care units.

Penelitian prognostik slide presentation

  • 1.
  • 2.
    Perbedan konsep Penelitianprognosis dan penelitian kausatif • Penelitian prognosis dan penelitian kausatif adalah dua jenis penelitian yang berbeda dalam hal tujuan, desain, dan pendekatan metodologi.
  • 3.
    • Penelitian Kausatif: •Penelitian kausatif bertujuan untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara dua variabel atau faktor. Penelitian ini mencoba menetapkan apakah adanya perubahan pada satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lainnya. Pendekatan penelitian kausatif sering melibatkan desain eksperimental atau kuasi-eksperimental, di mana peneliti mengendalikan faktor-faktor pengganggu dan memanipulasi variabel independen untuk melihat efeknya terhadap variabel dependen. • Contohnya, dalam penelitian kausatif tentang hubungan antara merokok dan risiko penyakit jantung, peneliti dapat melakukan eksperimen dengan membagi kelompok orang menjadi kelompok perokok dan kelompok bukan perokok, kemudian mengamati kejadian penyakit jantung dalam kedua kelompok tersebut. Dalam penelitian kausatif, ada upaya yang dilakukan untuk menarik kesimpulan sebab-akibat secara langsung.
  • 4.
    • Penelitian Prognosis: •Penelitian prognosis bertujuan untuk memprediksi hasil atau perkembangan masa depan suatu kondisi atau penyakit pada individu atau populasi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut dan memberikan informasi tentang prognosis atau perjalanan alami suatu kondisi. Penelitian prognosis sering dilakukan dengan menggunakan desain observasional dan menganalisis data yang ada untuk memperoleh informasi tentang perjalanan alami suatu kondisi. • Contohnya, dalam penelitian prognosis tentang kanker payudara, peneliti dapat mempelajari berbagai faktor seperti usia, ukuran tumor, jenis histologi, dan respons terhadap terapi, untuk memprediksi kemungkinan kelangsungan hidup atau tingkat kekambuhan pada pasien tersebut. Penelitian prognosis berfokus pada memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil masa depan tanpa mencoba menetapkan hubungan sebab-akibat secara langsung. • Dalam penelitian kausatif, upaya dilakukan untuk menarik kesimpulan sebab-akibat secara langsung dengan mengendalikan faktor-faktor pengganggu dan memanipulasi variabel independen, sedangkan penelitian prognosis lebih fokus pada memahami dan memprediksi hasil atau perkembangan masa depan suatu kondisi berdasarkan faktor-faktor yang ada.
  • 5.
    Perbedan konsep Penelitianprognosis dan penelitian kausatif Tujuan Penelitian: • Penelitian Prognosis: Tujuan penelitian prognosis adalah untuk memprediksi hasil atau perkembangan masa depan dari suatu kondisi atau penyakit pada individu atau populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut dan memberikan informasi tentang prognosis atau perjalanan alami suatu kondisi. • Penelitian Kausatif: Tujuan penelitian kausatif adalah untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya perubahan pada satu variabel mempengaruhi perubahan pada variabel lainnya, dan untuk menyimpulkan apakah ada hubungan sebab-akibat antara variabel tersebut.
  • 6.
    Penelitian kausatif • Tipeasosiasi (spurious association, indirect association, direct association) • Tipe hubungan kausal (necessary / sufficient) • Hubungan yang diamati merupakan penyebab (kriteria Bradford hills)
  • 7.
    Use of prognosticmodels • Medical prognostication and prognostic models are used in various settings and for various reasons. The main reasons are to inform individuals about the future course of their illness (or their risk of developing illness) and to guide doctors and patients in joint decisions on further treatment, if any. For example, modifications of the Framingham cardiovascular risk score are widely used in primary care to determine the indication for cholesterol lowering and antihypertensive drugs. Examples from secondary care include use of the Nottingham prognostic index to estimate the long term risk of cancer recurrence or death in breast cancer patients, the acute physiology and chronic health evaluation (APACHE) score and simplified acute physiology score (SAPS) to predict hospital mortality in critically ill patients, and models for predicting postoperative nausea and vomiting. • Another reason for prognostication and use of prognostic models is to select relevant patients for therapeutic research. For example, researchers used a previously validated prognostic model to select women with an increased risk of developing cancer for a randomised trial of tamoxifen to prevent breast cancer. Another randomised trial on the efficacy of radiotherapy after breast conserving resection used a prognostic model to select patients with a low risk of cancer recurrence. • Prognostic models are also used to compare differences in performance between hospitals. For example, the clinical risk index for babies (CRIB) was originally developed to compare performance and mortality among neonatal intensive care units.