Pengertian
• Plantar fasciitis/ Fasiitis Plantaris adalah suatu kondisi dengan
keluhan nyeri yang terjadi pada fascia plantaris
• Jalan , lari , melompat dan bahkan posisi berdiri dapat memberikan
pembebanan pada fascia plantaris tsb .
• Adanya trauma atau mikrolesi akan memicu munculnya respon
inflamasi yang dikenal sebagai fasciitis plantaris , yang memunculkan
keluhan nyeri tumit dan rasa kaku pada telapak kaki .
• Pada beberapa kasus Penggunaan sepatu yang kurang ergonomis bisa
mengakibatkan nekrosis jaringan fascia plantaris
3.
• Origo darifascia plantar adalah tuberkulum kalkaneus medialis dan
berinsersio di metatarsal jari 1 – 5 .
• Tuberkulum kalkaneus medialis merupakan lokasi keluhan nyeri yang
paling banyak dijumpai ( forman and green , 1990 ) meski keluhan di
lateral juga kadangkala terjadi.
4.
Fascia berfungsi untukmenyokong bagian-bagian kaki yang
melengkung dibagian dalam serta sebagai penyerap tekanan
pada kaki
Faktor Yang Berpengaruhterhadap Terjadinya FP
FASCIITIS PLANTARIS (peradangan /nekrotik?)
ANATOMIK BIOMEKANIKAL LINGKUNGAN USIA
8.
Penyebab dan faktorresiko
• Meskipun pf dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas, tetapi faktor faktor di bawah
ini meningkatkan risiko terjadinya PF
• Usia 40 - 60 tahun.
• Olahraga yang memberi banyak tekanan pada tumit dan jaringan sekitarnya seperti
berlari, melompat, balet, dan dansa aerobik.
• Kelainan anatomi kaki seperti kaki datar.
• Cara berjalan yang abnormal yang menyebabkan ketidakseimbangan distribusi beban
pada kaki.
• Berat badan berlebih dan obesitas.
• Pekerjaan yang mengharuskan seseorang untuk berdiri atau berjalan lama.
• Sepatu yang kurang ergonomis
9.
Muscle Imbalance sebagaisalah satu
penyebab terjadinya FP
Gangguan fungsi pelvis dalam mengontrol posisi kaki sewaktu
beraktivitas berjalan sering berkontribusi terhadap terjadinya kondisi
FP .
Meningkatnya ketegangan tendon akhiles meningkatkan strain pada
Fascia Plantaris ( Cheung , 2006) Ketegangan tendon akhiles dan
terbatasnya fleksi dorsal pergelangan kaki sangat berkorelasi dengan
terjadinya kondisi FP (Riddle, 2003) demikian pula halnya dengan
kelemahan otot intrinsik dan otot disekitar pergelangan kaki ( Allen dan
Gross 2003 )
10.
• Pada kasusplantar fasciitis, sering kali pemeriksaan rontgen
menunjukkan adanya bone spur yang muncul dari tulang tumit yang
dahulu diduga menjadi penyebab nyeri pada plantar fasciitis. Namun,
studi-studi terkini menunjukkan banyaknya individu dengan bone
spur yang tidak merasakan nyeri.
11.
Tanda dan Gejala
•Plantar fasciitis menyebabkan nyeri tajam seperti tertusuk pada
daerah sekitar tumit dan biasanya unilateral (70% kasus).
• Nyeri dirasakan paling parah pada pagi hari saat mulai turun dari
tempat tidur , awal berdiri setelah duduk lama atau jika pasien
berdiri terlalu lama.
• Nyeri juga dirasakan lebih parah setelah berolahraga dan bukan saat
berolahraga. yeri biasanya tajam
12.
• Nyeri utamanyaterjadi saat pertama kali menumpu berat badan
pasca istirahat seperti saat berdiri dan bangun tidur
• Nyeri juga meningkat setelah lama berdiri atau berjalan . Faktor yang
dapat memperburuk gejala ialah bertambahnya BB dan adanya pes
planus atau pronation foot ( Prichasuk, 1994 )
• FP diasumsikan disebabkan oleh adanya pembebanan >>> pada FP
dan otot intrinsik akibat simpangan biomekanik ( Root dkk , 1977
dan Valmassey , 1996 ).
13.
• Diagnosis PlantarFasciitis
• Diagnosis dilakukan berdasarkan riwayat medis pengidap dan
pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan ortopedi untuk kaki.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk
membantu menyingkirkan penyebab lain seperti saraf terjepit atau
fraktur, antara lain dengan pemeriksaan rontgen dan MRI.
• Pengalaman menunjukan ANAMNESIS yang baik dan Pemeriksaan
klinis sudah cukup untuk menegakan seseorang mengalami PF !!!
14.
Pengelolaan FP
• Terapikonservatif seperti penguluran , taping, ortotik dan night
splint cukup sukses dalam mengatasi keluhan kondisi FP ( Page ,
2010 ) Penguluran NWB pada sendi MP I lebih efektif dibanding
penguluran WB ( Widodo , 2013 ) Pemberian taping dan massage
pagi hari sebelum turun dari tempat tidur terbukti cukup efektif
( Frank dkk , 2010 ) .
• Pengalaman : pemberian massage dengan ES selama 5 menit
sebelum tidur , pemberian penguluran tendon akhiles dan fascia
plantaris dan massage sebelum meninggalkan tempat tidur
sewaktu bangun pagi cukup behasil mengatasi keluhan .
15.
• Posisi ibuJari kaki yang terlalu adduksi yang biasanya terjadi akibat
penggunaan sepatu yang ujungnya terlalu runcing dapat
mengakibatkan aliran darah yang menuju ke Fascia plantaris
terganggu / terhambat sehingga bisa mengakibatkan kematian
sebagian jaringan fascia plantaris
16.
Case : plantarfasciitis
• A 46 year- old male nurse with a diagnosis of right-foot PF was
referred to PT . the requested evaluation and treatment to include
whirlpool, phonoporesis , stretching and strengthening exercise .
• Patient stated at the initial visit that he had experienced intermittent
foot pain for the past 2 years . When the pain first occurred the
patient received a cortisone injection and was prescribed an NSAID
The Pain decreased “ approximately 90% “ and did not interfere with
his WB activities until 6 months later . Since that time the patient has
had 2 episodes of similar pain . The patient related that third Cortisone
injection did not alleviate his , so he requested referral to PT
17.
• Perawat priaberusia 46 tahun dengan diagnosis PF kaki kanan dirujuk
ke PT. evaluasi dan pengobatan yang diminta termasuk pusaran air,
fonoporesis, peregangan dan latihan penguatan.
• Pasien menyatakan pada kunjungan awal bahwa dia pernah
mengalami nyeri kaki intermiten selama 2 tahun terakhir. Ketika rasa
sakit pertama kali muncul, pasien menerima suntikan kortison dan
diresepkan NSAID. Nyeri menurun "sekitar 90%" dan tidak
mengganggu aktivitas WB-nya sampai 6 bulan kemudian. Sejak saat
itu pasien mengalami 2 episode nyeri serupa. Pasien mengatakan
bahwa suntikan kortison ketiga tidak menyembuhkannya, sehingga
dia meminta rujukan ke PT
18.
• Pada kunjunganawal pasien menyatakan keluhan muncul kira-kira 6
minggu sebelum dirujukan ke FT . Pasien menyatakan 2 kemungkinan
aktivitas pemicu yang memperburuk keluhan nyerinya yaitu pasien telah
bekerja 2 shift jd 16 jam sehari sebelum timbulnya nyeri dan pasien juga
melakukan jogging 5 kali seminggu 2 minggu sebelum timbulnya nyeri.
• Keluhan utama pasien adalah nyeri tumit kanan yang hebat yang terjadi
saat mengambil langkah pertama di pagi hari atau saat berjalan setelah
duduk untuk jangka waktu lebih dari 30 menit. Pasien saat ini tidak
dapat mampu melakukan aktivitas berlari dan mengalami nyeri tumit
kanan konstan selama 8 jam shift kerjanya. rasa sakitnya 7/10 , tidak ada
patah tulang atau taji tulang.
19.
Inspeksi
• Sewaktu berjalan;
• Nampak adanya antalgic gait
• Terjadinya pronasi yang berlebihan pada kaki kanan utamanya saat
menumpu berat badan sampai dengan akhir midstance . Terjadi
penurunan dorsi fleksi saat midstance ke akhir / terminal stance .
• Panggul dan lutut nampak tidak simetris dimana sisi kanan mengalami
rotasi internal sewaktu fase midstance
20.
Pemeriksaan Fisik
• Palpasi:
•Penekanan langsung ke daerah tumit pasien merasakan nyeri
sedang , tenderness terlokalisasi di anterior medial tuberkulum
kalkaneus . Ketidaknyamanan / rasa nyeri semakin meningkat ketika
dilakukan ekstensi kaki dan jari jari pasif secara simultan yang
disertai penekanan langsung ke lengkung plantar fascia
• Ada tenderness lokal pada tuberositas kalkaneus medial dan
sepanjang sisi medial fascia plantaris
• Terdapat trigger point pada otot, gastrocnemius medialis , dan otot-
otot paraspinal lumbal
21.
• Fleksibilitas relatif;
• Saat diminta berdiri dengan satu kaki kanan dengan posisi lutut sedikit
menekuk pasien tidak mampu untuk menjaga tumitnya tetap di
bidang tumpu /lantai dan ketika dia diinstruksikan untuk tetap
menjaga tumit menempel di bidang lantai dengan posisi lutut tetap
menekuk , Nampak bagian tengah kaki mengalami pronasi berlebihan
dibanding kaki kiri.
• Keseimbangan berdiri satu tungkai menurun hanya mampu bertahan
10 detik .
23.
• Kekuatan Otot
•Nilai otot daerah tungkai dan kaki rata-rata 4 ( 4/5 )
• Pada pemeriksaan lanjutan ditemukan adanya ketegangan pada otot
tibialis anterior , fleksor halusis longus, vastus medialis , gluteus medius
dan maksimus, serta adductor panggul .
• Ada keterbatasan LGS sendi panggul kearah rotasi eksternal
• Pemeriksaan Sepatu Pasien
• Pasien memiliki sepatu lari yang sudah usang dengan midsole medial
kanan terkompresi dan sisi sepatu dibagian tumit medial mengalami
perubahan bentuk .
24.
• Physical Therapyis a key part of treatment for plantar
fasciitis. It can help stretch your plantar fascia and Achilles
tendons. A physical therapist can show you exercises to
strengthen your lower leg muscles, helping to stabilize your
walk and lessen the workload on your plantar fascia and
correct your muscle imbalance or movement pathology
25.
PLF pada FasciitisPlantaris
1. Yang ditujukan langsung pada peradangan fascia plantar yang
terjadi
2. Mengatasi ketegangan / spasme pada fascia maupun otot-otot
disekitarnya
3. Memperkuat otot – otot yang lemah
4. Melatih endurance / daya tahan
5. Mengkoreksi patomekanik pada kaki ( dengan ortosis ) dan pato
mekanik akibat ketidakseimbangan fungsi otot
26.
6. Mendidik polajalan yang benar ( hell to toe gait pattern and line up
the knee , ankle and foot in sagittal plane )
7. Mengubah pola aktivitas semisal jika aktivitas bisa dilakukan dengan
duduk jangan dilakukan dengan berdiri
8. Lakukan pendekatan stretch and break
9. Komunikasi Informasi dan Edukasi
• PURPOSE:PlantarFascitis(PFS) ismost common type of plantar fascia injury,
responsible for 80% cases for heel pain.Plantar fascitis results in pain in the heel
and bottom of the foot. METHODS: Emerging evidence suggests that comparing
other electrotherapy modalities ultrasound for plantar fasciitis may be more
effective. The purpose of the present study was to systemically review previously
published studies concerning the application of ultrasound to the plantar fascia in
patients with PFS. RESULTS: A literature search was performed for the period
2005-2020 using google scholar, Pubmed. The Literature review search yielded
132 relevant studies 6 studies evaluated the effect of different interventions on
patients with plantar fasciitis using ultrasound. There were variations among
studies in term of methodology used. CONCLUSION: The results indicates that
ultrasound can be considered as reliable for reducing the pain for plantar fasciitis.
29.
• Ultrasound (US)therapy is used to reduce pain and inflammation and to
accelerate healing
• The authors hypothesized that therapeutic ultrasound, employing
parameters that increase heat in the target tissue (continuous wave, 1.8
W/cm2, and a frequency of 1 MHz), and stretching exercises would
significantly improve pain, function, and quality of life in patients with
plantar fasciitis, more than stretching only
• According to Rosenzweig, “Therapists use ultrasound anywhere from six
to 12 sessions – it's part of the patient's therapy, so therapists might do it
for five minutes, then perhaps twice a week anywhere from thee weeks
to six weeks.Jul 27, 2009
32.
Untuk mengatasi nyeridan peradangan
a. Pemberian US atau phonoporesis ( mis obat Na Diclofenak voltaren ,
felden , voltadek atau voren )
b. Kompres es / massage ES
c. Massage Friction melintang ( bukan radang akut atau radang
aktualitas tinggi )
d. Stimulasi Listrik dengan arus TENS /IFC / Diadinamis atau
Iontoporesis dengan menggunakan prednisone /methyl
prednisolone
e. Kinesiotapping / tapping
34.
• There aremany ways to manage plantar fasciitis, including taping.
Plantar fasciitis taping, sometimes called low-Dye taping, involves
wearing special tape around your foot and ankle. It helps stabilize
your plantar fascia and provide support for lts from too much strain
on your plantar fascia. Taping can reduce the amount of stretching
and moving the ligament does when you’re on your feet. This not only
gives your plantar fascia a chance to heal, but it also helps prevent
further damage.
35.
What are thebenefits of taping for plantar
fasciitis?
• PF results from too much strain on your plantar fascia so Taping can reduce the
amount of stretching and moving the ligament does when you’re on your feet.
This not only gives your plantar fascia a chance to heal, but it also helps prevent
further damage.
• A 2018 0f eight existing studies concluded that taping provides short-term pain
relief for people with plantar fasciitis. The review found no conclusive evidence
about the long-term effects of taping on plantar fasciitis.
• A separate 2018 studyTrusted Source compared taping to 15 minutes of
physiotherapy. The physiotherapy involved 15 minutes of transcutaneous
electrical nerve stimulation and five minutes of low-level infrared energy
treatment. People who did both taping and physiotherapy had lower pain levels
than those who just did physiotherapy.
36.
What are thebenefits of taping for plantar
fasciitis? ( Apa manfaat taping pada FP ? )
• PF dihasilkan dari terlalu banyak ketegangan pada plantar fascia Anda
sehingga Rekaman dapat mengurangi jumlah peregangan dan
pergerakan ligamen saat Anda berdiri. Ini tidak hanya memberi
kesempatan pada plantar fascia Anda untuk sembuh, tetapi juga
membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
• Sebuah 2018 0 dari delapan studi yang ada menyimpulkan bahwa
plesteran memberikan pereda nyeri jangka pendek untuk orang-orang
dengan plantar fasciitis. Kajian tersebut tidak menemukan bukti
konklusif tentang efek jangka panjang dari plester pada plantar
fasciitis.
37.
• Sebuah studiterpisah 2018 Trusted Source membandingkan rekaman
dengan fisioterapi selama 15 menit. Fisioterapi melibatkan 15 menit
stimulasi saraf listrik transkutan dan lima menit perawatan energi
inframerah tingkat rendah. Orang yang melakukan taping dan
fisioterapi memiliki tingkat nyeri yang lebih rendah dibandingkan
mereka yang hanya melakukan fisioterapi.
A separate 2015studyTrusted Source compared taping to 15 minutes of
physiotherapy. The physiotherapy involved 15 minutes of transcutaneous
electrical nerve stimulation and five minutes of low-level infrared energy
treatment. People who did both taping and physiotherapy had lower pain
levels than those who just did physiotherapy.
• Plantar fasciitis taping is usually done with zinc oxide tape. This is a type
of cotton athletic tape that’s more rigid than others. As a result, it’s better
at stabilizing joints and limiting movement.
• Zinc oxide tape still offers a little stretch, so you’ll be able to apply it
snugly around your foot. It’s also durable, water-resistant, and gentle on
your skin.
41.
• Sebuah studiterpisah tahun 2015 Trusted Source membandingkan pemberian
taping ( plester ) dengan fisioterapi selama 15 menit. Fisioterapi melibatkan 15
menit stimulasi saraf listrik transkutaneus dan lima menit perawatan energi
inframerah tingkat rendah. Orang yang melakukan taping dan fisioterapi memiliki
tingkat nyeri yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya melakukan
fisioterapi saja
• Plester yang digunakan untuk plantar fasciitis biasanya plaster seng oksida. Ini
adalah jenis plaster untuk olah raga yang lebih kaku sehingga akan lebih
menstabilkan sendi dan membatasi gerakan.
• Plaster seng oksida masih memberikan sedikit peregangan, sehingga Anda dapat
menerapkannya dengan pas di sekitar kaki Anda. Ini juga tahan lama, tahan air,
dan lembut di kulit Anda.
2. Mengurangi ketegangan/spasme
/pemendekan otot
• a. Muscle release
• b. Hold relax / contract relax / penguluran pasif/penguluran aktif
• c. massage
• d. penyinaran Infra merah / swd / mwd
3. MEMPERKUAT OTOT OTOT YANG LEMAH
a. Memperkuat otot pergelangan kaki ( evertor , supinator , fleksor
plantar dan fleksor dorsal pergelangan kaki )
b. Memperkuat otot-otot intrinsic kaki
44.
4. Mengkoreksi patomekanikpada kaki ( dengan ortosis ) dan pato
mekanik akibat ketidakseimbangan fungsi otot
.
• Mengkoreksi patomekanik kaki
• a. Penggunaan sepatu orthopedic / ortosis
• b. Penguatan otot dan ligament
46.
• Pengelolaan Patomekanikakibat ketidak seimbangan otot di daerah
sendi panggul
• a. Penguatan otot abductor panggul utamanya Gluteus medius
( penguatan bisa isometric dan isotonic )
• b. rileksasi otot piriformis ( Tehnik ? )
• c. Penguluran otot-otot rotator internal sendi panggul ( Tehnik ? )
• d. Mobilisasi sendi panggul ( Tehnik ? )