PEMBELAJARAN
BERDEFERENSIASI
.
Latar Belakang
Latar BelakangSetiap anak adalah istimewa dan telah dibekali dengan
kemampuan, minat dan bakat yang unik dan luar biasa sejak lahir.
Oleh karena itu setiap guru harus dapat memetakan dan menggunakan
potensi tersebut guna meningkatkan potensi dan capaian pembelajaran
peserta didik.
Guru perlu melakukan asesmen terlebih dahulu untuk memetakan
kompetensi, minat dan bakat peserta didik yang disebut sebagai ASESMEN
DIAGNOSTIK.
Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif
(seperti tes minat dan gaya belajar) dan asesmen diagnosis kognitif/kejuruan
untuk mengetahui kesiapan belajar.
Selanjutnya hasil asesmen tersebut digunakan oleh guru untuk menerapkan
pola dan proses pembelajaran berdiferensiasi
Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana
peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan
kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing
sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman
belajarnya (Breaux dan Magee, 2010; Fox & Hoffman, 2011; Tomlinson,
2017)
Tiga Aspek Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Konten : Aspek Konten terkait dengan apa yang akan diajarkan
2. Proses : Asesmen ProsesAspek proses terkait apa yang akan
dilakukan oleh peserta dalam proses belajar
3. Aspek Asemen : berupa pembuatan produk yang dilakukan di
bagian akhir yang dapat mengukur ketercapaian tujuan
pembelajaran
Kesiapan Belajar, Minat, Gaya Belajar
1. Keseragaman kesiapan belajar ini melihat sejauhmana peserta didik
menguasai satu materi. Guru sebelum pelaksanaan pembelajaran
perlu melakukan asesmen terkait dengan kesiaapan ini
2. Keseragaman minat untuk melihat hoby anak dalam hal apa, Hobi
ini bisa untuk menentukan produk atau aktivitas apa yang perlu
dilakukan anak dalam proses belajar
3. MinatGaya BelajarKeseragaman Gaya belajar ini untuk melihat
kecenderungan gaya belajar anak. Ada anak yang seneng belajar
bersama, ada anak yang seneng belajar mandiri dll.
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx

PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI.pptx

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang Latar BelakangSetiapanak adalah istimewa dan telah dibekali dengan kemampuan, minat dan bakat yang unik dan luar biasa sejak lahir. Oleh karena itu setiap guru harus dapat memetakan dan menggunakan potensi tersebut guna meningkatkan potensi dan capaian pembelajaran peserta didik. Guru perlu melakukan asesmen terlebih dahulu untuk memetakan kompetensi, minat dan bakat peserta didik yang disebut sebagai ASESMEN DIAGNOSTIK. Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif (seperti tes minat dan gaya belajar) dan asesmen diagnosis kognitif/kejuruan untuk mengetahui kesiapan belajar. Selanjutnya hasil asesmen tersebut digunakan oleh guru untuk menerapkan pola dan proses pembelajaran berdiferensiasi
  • 3.
    Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaranberdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya (Breaux dan Magee, 2010; Fox & Hoffman, 2011; Tomlinson, 2017)
  • 4.
    Tiga Aspek PembelajaranBerdiferensiasi 1. Konten : Aspek Konten terkait dengan apa yang akan diajarkan 2. Proses : Asesmen ProsesAspek proses terkait apa yang akan dilakukan oleh peserta dalam proses belajar 3. Aspek Asemen : berupa pembuatan produk yang dilakukan di bagian akhir yang dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
  • 11.
    Kesiapan Belajar, Minat,Gaya Belajar 1. Keseragaman kesiapan belajar ini melihat sejauhmana peserta didik menguasai satu materi. Guru sebelum pelaksanaan pembelajaran perlu melakukan asesmen terkait dengan kesiaapan ini 2. Keseragaman minat untuk melihat hoby anak dalam hal apa, Hobi ini bisa untuk menentukan produk atau aktivitas apa yang perlu dilakukan anak dalam proses belajar 3. MinatGaya BelajarKeseragaman Gaya belajar ini untuk melihat kecenderungan gaya belajar anak. Ada anak yang seneng belajar bersama, ada anak yang seneng belajar mandiri dll.