Topik bahasan
Dispensing:
1. AreaLingkungan
2. Pelayanan Resep
a. Penerimaan
b. Pemeriksaan
c. Pengkajian Resep
3. Penyiapan Resep
4.Faktor lainnya:
a. Dispensing error
b. Peran apoteker
c. Penolakan Resep
d. Bentuk resep lainnya
“Dispensing in
GPP Modul
Training Manual”
2.
WHAT DO PHARMACISTSKNOW?
Pharmacy is a knowledge-based profession. To earn this knowledge takes
study and training. Pharmacists, and those choosing to be pharmacists,
have various ways to gain knowledge. Once the knowledge is gained,
pharmacists receive various credentials. A credential is documented
evidence of a pharmacist´s qualification.
WHO IS A PHARMACIST?
Pharmacists are experts in medicine and its side effects.
They sometimes help doctors choose which medicines to give patients.
Pharmacists also warn doctors if the doctors have asked their patients
to take any medicine that might hurt their patients.
3.
What is aProfession?
A profession
is a disciplined group of individuals who adhere to ethical
standards and uphold themselves to and are accepted by
the public as possessing special knowledge and skill in a widely
recogniced body of learning derived from research, education,
and training at a high level, and who are prepared to exercise this
knowledge and these skill in the interest of others.
(Resource: Kelly W, Pharmacy)
Definisi Profesi mnrt FIP /IPF (International Pharmaceutical
Federation):
♥ Kemauan individu farmasis/apoteker untuk melakukan praktek
kefarmasian sesuai syarat legal minimum yang mematuhi
standar profesi dan etik kefarmasian
4.
1
• Penerimaan resep
•Konfirmasi permintaan dokter
2
• Pengkajian Resep
• Interpretasi /pemahaman
3
• Verifikasi dan konsultasi ,bila diperlukan
4
• Menyiapkan dan mengisi obat
• Mengemas dan mengelompokkan per
resep
5
• Pemeriksaan kebenaran resep dan harga resep
sebelum penyerahan
6
• Penyerahan obat ke pasien dengan instruksi yang
jelas berikut konseling
Kegiatan Dispensing
Dispensing adalah bagianpenting dari praktek kefarmasian,
yaitu apoteker atau tenaga teknis kefarmasian (dibawah pengawasan
apoteker) memenuhi resep dokter dan menyediakan obat serta produk
kesehatan lainnya sesuai resep tersebut untuk kesembuhan pasien.
Maksud :
Apoteker dapat memahami
dan melaksanakan “Good
Dispensing Practice”
TUJUAN:
Faktor pedukung GDP
Tingkat kepentingan GDP
Pengertian “good
dispensing environment
Kendala yg dihadapi
Metoda pelayanan resep yang benar
Dispensing tidak hanya menyiapkan obat-
obatan dengan benar &tepat tapi memeriksa
apakah pengobatan pasien sudah tepat
selanjutnya memberikan konseling atas
pengobatan pasien
7.
1.1.) Meja pelayananresep (Counter area)
Idealnya meja pelayanan resep harus :
i. Mudah diakses oleh pasien.
ii.Lebih baik jika berada pada tempat yang
terpisah dan tidak berisik.
iii. Harus bersih, teratur, menarik, dan ditandai
dengan petunjuk identitas atau
simbol yang dapat diidentifikasi dengan
mudah dan dapat dilihat dari berbagai sudut.
iv. Warna, tampilan dan tanda yang berbeda
dapat diberikan pada tempat penerimaan
resep untuk memberikan penekanan
berbeda.
v.Memiliki ruang tunggu untuk pasien yang
menunggu obat diserahkan/diracik.
1. Dispensing
environment
(Area lingkungan)
8.
1.2. Ruang tunggu
Yangharus tersedia di ruang tunggu yang ideal,antara lain:
Kursi atau tempat duduk yang nyaman (terutama
untuk tempat istirahat pasien yang sudah tua atau
sedang sakit)
Majalah kesehatan populer terkini, dan bahan-bahan
terpilih yang berhubungan dengan kesehatan, untuk
mencegah kebosanan saat menunggu penyerahan
obat.
Tampilan pamflet dan poster yang berhubungan
dengan kepentingan umum, keluarga, dan masalah
kesehatan individual lain (ruang tunggu dapat
digunakan sebagai pusat pendidikan kesehatan
9.
1.3.Persyaratan untuk lingkunganperacikan
obat yang baik
Lingkungan penyerahan obat
harus:
Bersih
Teratur
Memiliki ruang yang cukup
Suhu dan kelembaban terkontrol
Tidak memasang musik yang
kencang, bergosip, berbicara, atau
menyetel televisi
Obat-obatan tersimpan secara teratur
pada rak secara alfabetis atau
dengan menggunakan metode yang
biasa digunakan di apotek tersebut
10.
Kebersihan dan keteraturanmemberikan penampilan
apotek yang profesional
Untuk menjaga kebersihan lingkungan diperlukan:
• Pembersihan rak, obat/produk secara rutin, dan
• pembersihan lantai setiap hari.
• Jadwal reguler untuk memeriksa, membersihkan, dan
melelehkan es dalam lemari es.
• bersihkan segera tumpahan yang tidak sengaja
terjadi akibat barang yang pecah selama penyerahan
obat.
SPO
(Standar Prosedur
Operasional)
Perarturan Pemerintah
No.51/2009 ttg
Pekerjaan
Kefarmasian Ps 23
11.
1.4.Halangan, keributan, dangangguan yang
dapat mempengaruhi pelayanan resep
Halangan:
•Penempatan fisik meja pelayanan resep.
•Area kerja tinggi (meja pelayanan yang tinggi).
•Penghalang kaca (dapat menyulitkan pembicaraan).
•Meja pelayanan yang lebih dari satu.
•Kompleksitas dari regimen/pengobatan pasien.
•Pendidikan pasien.
Keributan:
•Radio dan televisi
•Teriakan anak-anak.
•Bunyi mesin cetak/printer.
•Jarak dengan pinggir jalan (kemacetan), rel kereta, tempat kerja atau
mesin yang bising disekitar.
•Telepon yang berdering.
•Pembicaraan telepon yang terlalu keras.
Gangguan:
•Interupsi telepon dengan frekuensi yang sering.
•Jasa layanan lain yang tidak berhubungan dengan kesehatan yang
disediakan di apotek misalnya wartel, usaha fotokopi, dll.
•Teman atau pengunjung yang datang untuk mengunjungi staff.
12.
Keuntungan dari lingkunganpelayanan resep yang baik:
•Mengurangi kesalahan pada saat
penyerahan obat
•Mengurangi kelelahan pada staff
farmasi
• Meningkatkan pelayanan
• Meningkatkan penampilan apotek
• Meningkatkan jumlah pelanggan
• Meningkatkan kecepatan
• Membuat penampilan yang
profesional
13.
2. Pelayanan Resep:
Pelayananresep adalah bagian dari hubungan professional
antara penulis resep yaitu dokter, apoteker, dan pasien dan
merupakan tanggung jawab apoteker dalam hubungan tersebut
untuk memenuhi pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien.
2.1.PENERIMAAN RESEP
Ketika pasien datang ke apotek, mereka
harus dibuat nyaman dan merasa diterima
dengan cara:
Bahasa tubuh yang bersahabat
Senyuman
Kontak mata T area
Ucapan selamat datang yang bersahabat
Suasana yang nyaman
Kesopanan
Perhatian
14.
Pada waktu penyerahanapoteker harus
konfirmasi:
•Apakah pasiennya sendiri atau datang
atas nama pasien
•Hubungan antara pelanggan dengan
pasien (misal orang tua dari anak yang
sakit, atau anak dari pasien lansia,
anggota keluarga, teman, dll)
15.
2.2. Pemeriksaan Resep:
▪Keabsahan (legability)
▪ Keterbacaan (legibility)
▪ Kelengkapan dan Kebenaran
2.2.1.Resep dikatakan legal/absah apabila:
• Ditulis atau diketik oleh dokter yang berijin
• Ditandatangani oleh dokter yang berijin
• Memiliki semua informasi yang dibutuhkan
yang terkandung pada bagian-bagian resep
16.
Menurut Van derWielen
Inscriptio :
- nama,alamat dan telepon dokter
- Tempat dan tanggal penulisan
- Simbol resep:R/ Recipe
Praescriptio:
- Namabahan dan kuantitas
- Bentuk sediaan yang diminta
- Jumlahnya
Signatura ;
- Petunjuk atau cara pakai obat
untuk pasien
Subscriptio:
- Paraf dan tanda tangan dokter
- nama,umur dan alamat pasien
17.
2.2.2.Keterbacaan (Legibility)
a.Nama pasienatau nama obat yang ditulis dengan
tangan seringkali sulit untuk dibaca.
b.Semua resep harus dibaca dan dimengerti dengan
menyeluruh sebelum dilakukan proses peracikan
obat. Semua kata dan singkatan memiliki arti.
c. Bentuk sediaan, dosis dan jumlah obat yang harus
diserahkan harus jelas sehingga proses
penyerahan obat menjadi lebih mudah bagi
apoteker,sehingga apoteker dapat memberikan
konseling kepada pasien dengan efisien.
d. Semua istilah, termasuk satuan pengukuran dan
singkatan bahasa Latin harus diterjemahkan dengan baik.
18.
2.2.3.Kelengkapan dan Kebenaran
a.Detaildokter
b. Detail pasien
c. Pemeriksaan detail produk :
(i) Nama produk:
Nama generik dan / atau nama dagang
Apoteker harus memegang kode etik dan moral demi
kepentingan pasien bila terjadi penggantian obat
(PP 51/2009 ps 24 :
mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama komponen aktifnya
atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan/atau pasien)
Formulasi /Nama mirip dengan formulasi lain misal :
suatu formulasi : tablet tersedia dalam bentuk 25 mg dan 50 mg tablet dispersi,
tablet cepat (FT), tablet lepas lambat (SR)
LASA (Looks Alike Sounds Alike)
(ii)Bentuk sediaan untuk oral maupun topikal
(iii)Kekuatan/potensi obat
(iv)Jumlah obat yang diserahkan dan ketersediaan
(v)Frekuensi pemberian