Dokumen ini membahas pentingnya penerapan layanan one stop service untuk tuberculosis (TB) dan HIV di Kabupaten Pangandaran, mengingat Indonesia memiliki angka kematian tinggi akibat TB, terutama pada pasien HIV. Layanan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan pengobatan TB dan HIV, meningkatkan diagnosis, serta akses terhadap perawatan yang efektif bagi pasien yang mengalami koinfeksi. Koordinasi antara berbagai pihak dalam manajemen obat dan logistik, serta pemantauan indikator keberhasilan, juga ditekankan untuk memastikan keberhasilan program ini.