OBYEK DAKWAH/ MAD’U
‫ل‬ُ  ‫سلو‬ُ  ‫ر‬َّ ‫ما ال‬ُ  ‫ك‬ُ  ‫ء‬َ‫ك‬ ‫جءا‬َ‫ك‬  ‫دا‬ْ ‫ج‬ ‫ق‬َ‫ك‬  ‫سا‬ُ  ‫نءا‬َّ ‫هءاا ال‬َ‫ك‬ ‫ي‬ُّ‫ه‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫يءاا‬َ‫ك‬ ‫ا‬
‫ن‬ْ ‫ج‬ ‫إ‬ِ ‫و‬َ‫ك‬  ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ  ‫ل‬َ‫ك‬  ‫راا‬ً‫ ا‬ ‫ي‬ْ ‫ج‬ ‫خ‬َ‫ك‬  ‫نلواا‬ُ  ‫م‬ِ ‫آ‬َ‫ك‬ ‫ف‬َ‫ك‬  ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ  ‫ب‬ِّ‫ك‬ ‫ر‬َ‫ك‬  ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ  ‫قا‬ِّ‫ك‬ ‫ح‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫بءا‬ِ ‫ا‬
‫ت‬ِ ‫وا‬َ‫ك‬ ‫مءا‬َ‫ك‬ ‫س‬َّ ‫ف يا ال‬ِ  ‫مءاا‬َ‫ك‬  ‫ها‬ِ ‫ل‬َّ ‫ل‬ِ  ‫نا‬َّ ‫إ‬ِ ‫ف‬َ‫ك‬  ‫رواا‬ُ  ‫ف‬ُ  ‫ك‬ْ ‫ج‬ ‫ت‬َ‫ك‬ ‫ا‬
‫مءا‬ً‫ ا‬ ‫كي‬ِ ‫ح‬َ‫ك‬  ‫مءاا‬ً‫ ا‬ ‫لي‬ِ ‫ع‬َ‫ك‬  ‫ها‬ُ  ‫ل‬َّ ‫نا ال‬َ‫ك‬ ‫كءا‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬  ‫ضا‬ِ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬َ‫ك‬ ‫وا‬َ‫ك‬  ‫ا‬
/‫]النسءاء‬170
Wahai manusia, Sesungguhnya Telah datang Rasul
(Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran
dari Tuhanmu, Maka berimanlah kamu, Itulah yang lebih
baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak
merugikan Allah sedikitpun) Karena Sesungguhnya apa
• ‫راا‬ً‫ ا‬ ‫ذي‬ِ ‫ن‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬  ‫راا‬ً‫ ا‬ ‫شي‬ِ ‫ب‬َ‫ك‬  ‫سا‬ِ ‫نءا‬َّ ‫لل‬ِ  ‫ةا‬ً‫ ا‬ ‫ف‬َّ ‫كءا‬َ‫ك‬  ‫لا‬َّ ‫إ‬ِ  ‫كا‬َ‫ك‬ ‫نءا‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫س‬َ‫ك‬ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫مءاا‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬
/‫نا ]سبأ‬َ‫ك‬ ‫ملو‬ُ  ‫ل‬َ‫ك‬ ‫ع‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬  ‫لا‬َ‫ك‬  ‫سا‬ِ ‫نءا‬َّ ‫را ال‬َ‫ك‬ ‫ث‬َ‫ك‬ ‫ك‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫نا‬َّ ‫ك‬ِ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬28
Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat
manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira
dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan
manusia tiada Mengetahui.
• ‫لا‬ُ  ‫قلو‬ُ  ‫ي‬َ‫ك‬ ‫ف‬َ‫ك‬  ‫با‬ُ  ‫ذا‬َ‫ك‬ ‫ع‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫ما ا‬ُ  ‫ه‬ِ ‫تي‬ِ ‫أ‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬  ‫ما‬َ‫ك‬ ‫لو‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬  ‫سا‬َ‫ك‬ ‫نءا‬َّ ‫را ال‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ن‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬
 ‫با‬ٍ  ‫ري‬ِ ‫ق‬َ‫ك‬  ‫لا‬ٍ  ‫ج‬َ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫ل ىا‬َ‫ك‬ ‫إ‬ِ  ‫نءاا‬َ‫ك‬ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫خ‬ِّ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫نءاا‬َ‫ك‬ ‫ب‬َّ ‫ر‬َ‫ك‬  ‫ملواا‬ُ  ‫ل‬َ‫ك‬ ‫ظ‬َ‫ك‬  ‫نا‬َ‫ك‬ ‫ذي‬ِ ‫ل‬َّ ‫ا‬
 ‫نلواا‬ُ  ‫كلو‬ُ  ‫ت‬َ‫ك‬  ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬  ‫لا‬َ‫ك‬ ‫س‬ُ  ‫ر‬ُّ‫ه‬ ‫عا ال‬ِ ‫ب‬ِ ‫ت‬َّ ‫ن‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬  ‫كا‬َ‫ك‬ ‫ت‬َ‫ك‬ ‫لو‬َ‫ك‬ ‫ع‬ْ ‫ج‬ ‫د‬َ‫ك‬  ‫با‬ْ ‫ج‬ ‫ج‬ِ ‫ن‬ُ 
) ‫لا‬ٍ  ‫وا‬َ‫ك‬ ‫ز‬َ‫ك‬  ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ  ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ  ‫ل‬َ‫ك‬  ‫مءاا‬َ‫ك‬  ‫لا‬ُ  ‫ب‬ْ ‫ج‬ ‫ق‬َ‫ك‬  ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ  ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ت‬ُ  ‫م‬ْ ‫ج‬ ‫س‬َ‫ك‬ ‫ق‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬44 ‫(ا‬
/‫]إبراهيم‬44 ]
• Ayat-ayat al-Qur’an di atas menjelaskan
obyek dakwah (mad’u) pada umumnya
saja, tanpa menjelaskan karakteristik-
karakteristik khusus dari mad’u.
• Di sinilah letak univerasalitas al-Qur’an,
yang menjelaskan hal-hal yang bersifat
umum (general). Berisi prinsip-prinsip
saja, tidak menjelaskan detail tentang
mad’u.
• Al-Qur’an hanya menjelaskan bahwa :
1.Dalam surat an-Nisa’:170 dengan
menggolongkan mad’u kepada dua
golongan, yaitu mad’u yang ingkar (kafir)
dan golongan yang mukmin
(tunduk/patuh)
2.Dalam surat Ibrahim: 44 menggolongkan
mad’u kepada mad’u dari kalangan orang-
orang dhalim
3. Saba’ :28: Menjelaskan mad’u secara
general, yaitu seluruh manusia tanpa
terkecuali.
M. Ali Azis mengutip pendapat H.M. Arifin
mengelompokkan atau mengsegmentasi
mad'u ke dalam tujuh kelompok yaitu:
1. Dari aspek sosiologis, ada masyarakat
terasing, pedesaan, perkotaan, masyarakat
yang termajinalkan dalam keramaian kota.
2. Dari aspek struktur kelembagaan, ada
golongan priyayi, abangan, santri, khususnya
pada masyarakat jawa
3. Dari aspek tingkatan usia, ada golongan anak-
anak, remaja, dewasa dan orang tua
4. Dari aspek profesi, ada petani, pegawai,
pedagang, seniman, buruh dan lain-lain
5. Dari aspek tingaktan sosial ekonomis,
ada golongan kaya, menengah dan
miskin
6. Dari aspek jenis kelamin, ada laki-laki dan
perempuan
7. Dari aspek khusus, ada masyarakat
tunasusila, tunawisma, narapidana dan
sebagainya.

Obyek dakwah

  • 1.
    OBYEK DAKWAH/ MAD’U ‫ل‬ُ ‫سلو‬ُ ‫ر‬َّ ‫ما ال‬ُ ‫ك‬ُ ‫ء‬َ‫ك‬ ‫جءا‬َ‫ك‬ ‫دا‬ْ ‫ج‬ ‫ق‬َ‫ك‬ ‫سا‬ُ ‫نءا‬َّ ‫هءاا ال‬َ‫ك‬ ‫ي‬ُّ‫ه‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫يءاا‬َ‫ك‬ ‫ا‬ ‫ن‬ْ ‫ج‬ ‫إ‬ِ ‫و‬َ‫ك‬ ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫راا‬ً‫ ا‬ ‫ي‬ْ ‫ج‬ ‫خ‬َ‫ك‬ ‫نلواا‬ُ ‫م‬ِ ‫آ‬َ‫ك‬ ‫ف‬َ‫ك‬ ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ ‫ب‬ِّ‫ك‬ ‫ر‬َ‫ك‬ ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ ‫قا‬ِّ‫ك‬ ‫ح‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫بءا‬ِ ‫ا‬ ‫ت‬ِ ‫وا‬َ‫ك‬ ‫مءا‬َ‫ك‬ ‫س‬َّ ‫ف يا ال‬ِ ‫مءاا‬َ‫ك‬ ‫ها‬ِ ‫ل‬َّ ‫ل‬ِ ‫نا‬َّ ‫إ‬ِ ‫ف‬َ‫ك‬ ‫رواا‬ُ ‫ف‬ُ ‫ك‬ْ ‫ج‬ ‫ت‬َ‫ك‬ ‫ا‬ ‫مءا‬ً‫ ا‬ ‫كي‬ِ ‫ح‬َ‫ك‬ ‫مءاا‬ً‫ ا‬ ‫لي‬ِ ‫ع‬َ‫ك‬ ‫ها‬ُ ‫ل‬َّ ‫نا ال‬َ‫ك‬ ‫كءا‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫ضا‬ِ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬َ‫ك‬ ‫وا‬َ‫ك‬ ‫ا‬ /‫]النسءاء‬170 Wahai manusia, Sesungguhnya Telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, Maka berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) Karena Sesungguhnya apa
  • 2.
    • ‫راا‬ً‫ ا‬‫ذي‬ِ ‫ن‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫راا‬ً‫ ا‬ ‫شي‬ِ ‫ب‬َ‫ك‬ ‫سا‬ِ ‫نءا‬َّ ‫لل‬ِ ‫ةا‬ً‫ ا‬ ‫ف‬َّ ‫كءا‬َ‫ك‬ ‫لا‬َّ ‫إ‬ِ ‫كا‬َ‫ك‬ ‫نءا‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫س‬َ‫ك‬ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫مءاا‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ /‫نا ]سبأ‬َ‫ك‬ ‫ملو‬ُ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫ع‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬ ‫لا‬َ‫ك‬ ‫سا‬ِ ‫نءا‬َّ ‫را ال‬َ‫ك‬ ‫ث‬َ‫ك‬ ‫ك‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫نا‬َّ ‫ك‬ِ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬28 Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. • ‫لا‬ُ ‫قلو‬ُ ‫ي‬َ‫ك‬ ‫ف‬َ‫ك‬ ‫با‬ُ ‫ذا‬َ‫ك‬ ‫ع‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ ‫ج‬ ‫ما ا‬ُ ‫ه‬ِ ‫تي‬ِ ‫أ‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬ ‫ما‬َ‫ك‬ ‫لو‬ْ ‫ج‬ ‫ي‬َ‫ك‬ ‫سا‬َ‫ك‬ ‫نءا‬َّ ‫را ال‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ن‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫با‬ٍ ‫ري‬ِ ‫ق‬َ‫ك‬ ‫لا‬ٍ ‫ج‬َ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫ل ىا‬َ‫ك‬ ‫إ‬ِ ‫نءاا‬َ‫ك‬ ‫ر‬ْ ‫ج‬ ‫خ‬ِّ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫نءاا‬َ‫ك‬ ‫ب‬َّ ‫ر‬َ‫ك‬ ‫ملواا‬ُ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫ظ‬َ‫ك‬ ‫نا‬َ‫ك‬ ‫ذي‬ِ ‫ل‬َّ ‫ا‬ ‫نلواا‬ُ ‫كلو‬ُ ‫ت‬َ‫ك‬ ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫أ‬َ‫ك‬ ‫لا‬َ‫ك‬ ‫س‬ُ ‫ر‬ُّ‫ه‬ ‫عا ال‬ِ ‫ب‬ِ ‫ت‬َّ ‫ن‬َ‫ك‬ ‫و‬َ‫ك‬ ‫كا‬َ‫ك‬ ‫ت‬َ‫ك‬ ‫لو‬َ‫ك‬ ‫ع‬ْ ‫ج‬ ‫د‬َ‫ك‬ ‫با‬ْ ‫ج‬ ‫ج‬ِ ‫ن‬ُ ) ‫لا‬ٍ ‫وا‬َ‫ك‬ ‫ز‬َ‫ك‬ ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ك‬ُ ‫ل‬َ‫ك‬ ‫مءاا‬َ‫ك‬ ‫لا‬ُ ‫ب‬ْ ‫ج‬ ‫ق‬َ‫ك‬ ‫نا‬ْ ‫ج‬ ‫م‬ِ ‫ما‬ْ ‫ج‬ ‫ت‬ُ ‫م‬ْ ‫ج‬ ‫س‬َ‫ك‬ ‫ق‬ْ ‫ج‬ ‫أ‬َ‫ك‬44 ‫(ا‬ /‫]إبراهيم‬44 ]
  • 3.
    • Ayat-ayat al-Qur’andi atas menjelaskan obyek dakwah (mad’u) pada umumnya saja, tanpa menjelaskan karakteristik- karakteristik khusus dari mad’u. • Di sinilah letak univerasalitas al-Qur’an, yang menjelaskan hal-hal yang bersifat umum (general). Berisi prinsip-prinsip saja, tidak menjelaskan detail tentang mad’u.
  • 4.
    • Al-Qur’an hanyamenjelaskan bahwa : 1.Dalam surat an-Nisa’:170 dengan menggolongkan mad’u kepada dua golongan, yaitu mad’u yang ingkar (kafir) dan golongan yang mukmin (tunduk/patuh) 2.Dalam surat Ibrahim: 44 menggolongkan mad’u kepada mad’u dari kalangan orang- orang dhalim
  • 5.
    3. Saba’ :28:Menjelaskan mad’u secara general, yaitu seluruh manusia tanpa terkecuali.
  • 6.
    M. Ali Azismengutip pendapat H.M. Arifin mengelompokkan atau mengsegmentasi mad'u ke dalam tujuh kelompok yaitu: 1. Dari aspek sosiologis, ada masyarakat terasing, pedesaan, perkotaan, masyarakat yang termajinalkan dalam keramaian kota. 2. Dari aspek struktur kelembagaan, ada golongan priyayi, abangan, santri, khususnya pada masyarakat jawa 3. Dari aspek tingkatan usia, ada golongan anak- anak, remaja, dewasa dan orang tua
  • 7.
    4. Dari aspekprofesi, ada petani, pegawai, pedagang, seniman, buruh dan lain-lain 5. Dari aspek tingaktan sosial ekonomis, ada golongan kaya, menengah dan miskin 6. Dari aspek jenis kelamin, ada laki-laki dan perempuan 7. Dari aspek khusus, ada masyarakat tunasusila, tunawisma, narapidana dan sebagainya.