Komunikasi
Oleh : Ummy Khairussyifa, M.Tr., Keb
Sekolah TInggi Kesehatan Kapuas Raya (STIKARA) Sintang
Tujuan Pemelajaran :
Tujuan Umum
Mahasiswa mampu Memahami
tentang Konsep dasar komunikasi dan
Komunikasi verbal
Tujuan Khusus
1. Mahasiswa memahami komunikasi
verbal dan non verbal
2. Mahasiswa memahami perbedaan
komunikasi verbal dan non verbal
3. Mahasiswa memahami Teknik
komunikasi verbal dan non verbal
dalam pelayanan kebidanan pada
setiap situasi.
KONSEP KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi
antara komunikator dan komunikan dengan
menggunakan bahasa verbal maupun non verbal
dalam pencapaian makna.
.
Jenis
Komunikasi
Komunikasi
Verbal
Komunikasi Non-
Verbal
KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
• Komunikasi verbal merujuk pada
Kata-kata (lisan dan tulisan)
Bahasa tubuh; Tanda (sign);
Tindakan (perbuatan); Objek
• Cth : menggunakan ekspresi wajah,
bahasa tubuh, nada suara, gerak
gerik dan sebagainya
● Komunikasi
Verbal
● Komunikasi
Non Verbal
Beberapa unsur penting dalam
komunikasi verbal:
1. Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan
orang dalam berbagi makna
2. Kata
Fungsi bahasa adalah:
a. Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita
b. Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama
manusia
c. Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
Fungsi Bahasa Dalam Kehidupan
Manusia
Menurut Larry L. Barker
1. Penamaan (naming atau labelling)
Mengidentifikasi objek, tidankan atau orang dengan menyebut namanya
sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi
2. Interaksi
Berbagi gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati dan pengertian
atau kemarahan dan kebingungan
3. Transmisi informasi
Melalui bahasa informasi dapat disampaikan kepada orang lain, dan menerima
informasi setiap hari baik langsung maupun melalui media massa)
 Proses Komunikasi Dimana Pesan
Disampaikan Tidak Menggunakan
Kata-kata.
KOMUNIKASI
NON-VERBAL
CONTOH
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Bahasa Tubuh
Gerak Isyarat
Bentuk Komunikasi Non-
Verbal • (bahasa): tata cara bicara &
penulisan bahasa
PARALANGUAGE
• wajah, mata, rambut, bentuk fisik,
pakaian dll.
PENAMPILAN
• Gerakan Tubuh
GESTURE
SENTUHAN
Ruang & jarak
(Prosemik)
WAKTU
• Haptik
• jarak personal dan jarak sosial
• Kronemik
CONTOH
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Ekspresi Wajah
Kontak Mata
FUNGSI
KOMUNIKASI
NONVERBAL
gerakan mata tertentu yang
merupakan simbol yg memiliki
kesetaraan dengan simbol verbal
EMBLEM
Menurut Gerakan Mata
pandangan ke bawah,
misalnya: kesedihan, depresi
ILUSTRATOR
FUNGSI
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Menurut Gerakan Mata
kontak mata dengan saling
melihat (tatap mata)
REGULATOR
FUNGSI
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Menurut Gerakan Mata
Kedipan Mata.
Misalnya: Cemas
ADAPTOR
FUNGSI
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Menurut Gerakan Mata
Pembesaran Pupil Mata.
Misalnya: Marah
Affect Display
FUNGSI
KOMUNIKASI
NONVERBAL
Menurut Gerakan Mata
Dalam hubungannya dengan perilaku verbal, perilaku
non-verbal mempunyai fungsi berikut:
Perilaku non-verbal dapat mengulangi perilaku verbal, seperti anggukan kepala
ketika mengatakan “ya’ dan gelengan kepala ketika mengatakan “tidak’
Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal, misalnya
melambaikan tangan secara mengucapkan selamat jalan
Perilaku non-verbal dapat menggantikan perilaku verbal, berdiri sendiri,
menggoyangkan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai
pengganti kata tidak)
Perilaku non-verbal dapat meregulasi perilaku verbal, misalnya anda sebagai
mahasiswa melihat jam pada saat kuliah sehingga dosen segera menutup
kuliahnya
Perilaku non-verbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku
verbal, misalnya seorang suami mengatakan “bagus-bagus’pada istrinya,
seraya terus membaca surat kabar
LISTENING
● Menjadi KOMUNIKATOR terbaik
adalah PENDENGAR yang baik
● Pada saat Anda menilai diri anda
sebagai seorang KOMUNIKATOR,
pertimbangkan juga kemampuan
Anda sebagai seorang PENDENGAR.
Listening
● Antara “hearing” dengan “listening“,
terdapat perbedaan yang nyata.
● Hearing merupakan proses psikologis
yang membawa rangsang pendengaran
sampai ke otak, sekali rangsang itu
sampai dan diterima oleh otak, maka
listening, mulai muncul.
● Listening merupakan pemrosesan pesan
secara aktif, menguraikan makna dan
mengorganisir isi pesan atau proses
aktif menerima rangsang suara.
Proses Listening
● MENDENGARKAN SECARA MARJINAL
Suatu proses mendengarkan dimana pihak pendengar hanya memberi
perhatian sedikit kepada pihak pembicara.
● MENDENGARKAN SECARA EVALUATIF
Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memberikan perhatian
besar sekaligus menilai dan mengevaluasi setiap kata yang diucapkan
pembicara.
● MENDENGARKAN SECARA PROYEKTIF
Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memproyeksikan diri
kedalam alam pikiran/jalan pikiran pembicara dan benar-benar
berusaha memahami sudut pandang pembicara tanpa memberi
penilaian pada saat yang sama
Hambatan Dalam Proses Listening
● Subvocal responding,
Pendengar terburu-buru memberi respon
sebelum selesai pembicaraan
● Self consciousness,
Terlalu sadar diri sehingga tidak mau
mendengarkan pembicaraan orang lain
● Other consciousness,
Sangat terkesan pada penampilan dan cara
seseorang berbicara, sehingga tidak
memperhatikan isi pembicaraannya.
lanjutan..
● Selective listening
Terlalu memilih isi pembicaraan
● Message predispositions
Sebelum mendengarkan orang tsb
berbicara, sudah berprasangka
negatif, sehingga pada saat orang
tersebut berbicara kita cenderung
tidak mau mendengarkan.
Mendengarkan Dengan
Baik
lanjutan..
● Dengarkan dengan penuh konsentrasi,
Jangan sambil melamun, tataplah lawan
bicara dan simak apa yang dikatakannya.
● Aktif ikuti isi pembicaraan,
Bertanyalah, secara langsung bila tidak
memahami isi pembicaraan.
● Discriminating,
Mendengarkan secara kritis.
● Active listening,
Mendengarkan dengan penuh perasaan
suka.
SPEAKING
● Merupakan proses komunikasi secara
lisan melalui ucapan dan kata-kata
atau kalimat yang terangkai melalui
jalinan intonasi suara yang variatif
● Berbicara adalah suatu usaha untuk
mengungkapkan suatu perasaan,
gagasan, ide dengan ucapan, kata-kata
atau kalimat.
SPEAKING : Hal Yang Perlu Diperhatikan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam proses SPEAKING :
• Egosentris,
Jangan memonopoli pembicaraan dengan membanggakan diri sendiri
serta memborong waktu untuk diri kita sendiri .
• Other-directed,
Memfokuskan pembicaraan kepada teman bicara dengan selalu
mengajukan pendapat dan sikap serta pengalaman teman tersebut.
• Apprehensive,
Artinya pemalu (rasa malu) karena tidak memiliki kompentensi untuk
berbicara. Hal tersebut karena yang bersangkutan mempunyai masalah
dengan dirinya sendiri.
lanjutan..
● Dominating,
Yaitu memotong pembicaraan orang lain dengan
mengalihkan kepada diri kita sendiri melalui berbagai
cara, seperti cerita ttg kesuksesan diri, keluhan kita,
masalah kita dll tanpa memperdulikan perasaan dan
pandangan orang lain
• Non-committal,
Individu saat berkomunikasi saling menjaga sikap dan
perilaku formal (jaga image), sehingga suasana menjadi
kaku dan dingin padahal seharusnya terasa
menyenangkan.
 Untuk mengatasi keadaan demikian pembicara harus
mampu mencairkan suasana dengan sikap yang luwes
dan menyenangkan.
PERSIAPAN BERBICARA
● Untuk membuat persiapan berbicara,
tentukan dulu “ tujuan” dari komunikasi
yang akan kita lakukan. Dengan
menetapkan tujuan komunikasi, akan
mudah untuk membuat persiapannya.
● Two way conversation,
Siapkan ungkapan-ungkapan sebagai
pembukaan yang dapat melibatkan
pembicara dan peserta, seperti: apa
kabar? tinggal dimana? dll.
lanjutan..
● Assertiveness,
Siapkan pertanyaan-pertanyaan atau
percakapan yang berhubungan dengan
kebutuhan anda secara tepat, ringkas dan
susunan yang menyenangkan.
Sebaiknya jangan menyerang pendapat orang
dan dengarkan dengan penuh perhatian apa
yang dikemukakan orang tersebut.
● Awareness,
Bersikap terbuka dalam memulai maupun saat
terlibat pembicaraan.
lanjutan..
● Conversational eyesight,
Pembicara sebaiknya
mempunyai kemampuan untuk
mendeteksi dan mengamati
masalah yang timbul dalam
pembicaraan.
Apakah pembicaraan tersebut
menyenangkan maupun
membosanan dll.
KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI
DALAM MELAKSANAKAN KOMUNIKASI
● Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan
pengertian orang lain.
● Perspektif sosial adalah kemampuan melihat kemungkinan –
kemungkinan perilaku yang diambil oleh orang yang kita
ajak komunikasi.
● Kepekaan (sensitivity ) terhadap sesuatu hal dalam
komunikasi
● Pengetahuan akan situasi pada saat melakukan komunikasi
● Memonitor diri adalah kemampuan menjaga ketepatan
perilaku dan pengungkapan komunikan serta berinteraksi.
Bidan sebaiknya belajar menyampaikan pesan dengan bahasa
verbal dan non verbal serta dilakukan klarifikasi sehingga
konseling paham dengan informasi kita dan tidak salah dalam
mengartikan informasi dari kita.
Sering kali ketika berkomunikasi akan terjadi
kesalahan dalam mengerti makna dari pesan
yang disampaikan.
S : salam / sapa /sambut
A : ajak bicara
J : jelaskan / bantu
I : ingatkan pada hal-hal yang penting
Sambut kedatangan klien dg
memberi salam & berikan perhatian
(mulai menciptakan hubungan yang
baik).
Tanyakan kepada klien utk menjajagi
pengetahuan, perasaan dan kebutuhan klien
terkait dg bahaya suatu perilaku bagi kesehatan
Uraikan informasi yg
sesuai dg masalah klien
Bantu klien utk memahami keadaan
dirinya serta permasalahannya &
menetapkan alternatif pemecahan
masalah
Jelaskan lebih rinci
konsekuensi dan
keuntungan dari setiap
alternatif pemecahan
masalah.
Ulangi beberapa informasi penting & ingatkan
bila klien harus melakukan kunjungan
ulang/rujuk ke tempat pelayanan lain bila
diperlukan. Ucapkan terima kasih
Fungsi komunikasi lebih dan sekedar kata-kata yang diucapkan.
Katakata hanyalah bagian kecil dari bentuk ungkapan atau
ekspresi manusia. Komunikasi tidak hanya berupa proses
penyampaian dan penerimaan informasi tetapi juga memiliki
peran dan fungsi sebagai proses membangun hubungan antara
pelaku komunikasi.
Komunikasi juga digunakan untuk mengembangkan hubungan
antar teman (pertemanan) dan membangun kepercayaan antar
individu dan pertemanan seseorang dalam organisasi dengan
prinsip saling menghargai.
KESIMPULAN
Ramah dan terbuka dalam menerima
klien sehingga klien akan lebih percaya dan
mau menceritakan apa yang dirasakan.
Terima kasih

● Tugas :
Buatlah video dengan komunikasi verbal
dan non verbal dalam pelayanan
kebidanan pada setiap situasi.

nkdslflwaq;DFLRGME;RLFMEsep Komunikasi.pptx

  • 1.
    Komunikasi Oleh : UmmyKhairussyifa, M.Tr., Keb Sekolah TInggi Kesehatan Kapuas Raya (STIKARA) Sintang
  • 2.
    Tujuan Pemelajaran : TujuanUmum Mahasiswa mampu Memahami tentang Konsep dasar komunikasi dan Komunikasi verbal Tujuan Khusus 1. Mahasiswa memahami komunikasi verbal dan non verbal 2. Mahasiswa memahami perbedaan komunikasi verbal dan non verbal 3. Mahasiswa memahami Teknik komunikasi verbal dan non verbal dalam pelayanan kebidanan pada setiap situasi.
  • 3.
    KONSEP KOMUNIKASI Komunikasi merupakanproses penyampaian informasi antara komunikator dan komunikan dengan menggunakan bahasa verbal maupun non verbal dalam pencapaian makna. .
  • 4.
  • 5.
    KOMUNIKASI VERBAL DANNON VERBAL • Komunikasi verbal merujuk pada Kata-kata (lisan dan tulisan) Bahasa tubuh; Tanda (sign); Tindakan (perbuatan); Objek • Cth : menggunakan ekspresi wajah, bahasa tubuh, nada suara, gerak gerik dan sebagainya ● Komunikasi Verbal ● Komunikasi Non Verbal
  • 6.
    Beberapa unsur pentingdalam komunikasi verbal: 1. Bahasa Bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang dalam berbagi makna 2. Kata Fungsi bahasa adalah: a. Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita b. Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia c. Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
  • 7.
    Fungsi Bahasa DalamKehidupan Manusia Menurut Larry L. Barker 1. Penamaan (naming atau labelling) Mengidentifikasi objek, tidankan atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi 2. Interaksi Berbagi gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan 3. Transmisi informasi Melalui bahasa informasi dapat disampaikan kepada orang lain, dan menerima informasi setiap hari baik langsung maupun melalui media massa)
  • 8.
     Proses KomunikasiDimana Pesan Disampaikan Tidak Menggunakan Kata-kata. KOMUNIKASI NON-VERBAL
  • 9.
  • 10.
    Bentuk Komunikasi Non- Verbal• (bahasa): tata cara bicara & penulisan bahasa PARALANGUAGE • wajah, mata, rambut, bentuk fisik, pakaian dll. PENAMPILAN • Gerakan Tubuh GESTURE SENTUHAN Ruang & jarak (Prosemik) WAKTU • Haptik • jarak personal dan jarak sosial • Kronemik
  • 11.
  • 12.
    FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL gerakan mata tertentuyang merupakan simbol yg memiliki kesetaraan dengan simbol verbal EMBLEM Menurut Gerakan Mata
  • 13.
    pandangan ke bawah, misalnya:kesedihan, depresi ILUSTRATOR FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL Menurut Gerakan Mata
  • 14.
    kontak mata dengansaling melihat (tatap mata) REGULATOR FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL Menurut Gerakan Mata
  • 15.
  • 16.
    Pembesaran Pupil Mata. Misalnya:Marah Affect Display FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL Menurut Gerakan Mata
  • 17.
    Dalam hubungannya denganperilaku verbal, perilaku non-verbal mempunyai fungsi berikut: Perilaku non-verbal dapat mengulangi perilaku verbal, seperti anggukan kepala ketika mengatakan “ya’ dan gelengan kepala ketika mengatakan “tidak’ Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal, misalnya melambaikan tangan secara mengucapkan selamat jalan Perilaku non-verbal dapat menggantikan perilaku verbal, berdiri sendiri, menggoyangkan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai pengganti kata tidak) Perilaku non-verbal dapat meregulasi perilaku verbal, misalnya anda sebagai mahasiswa melihat jam pada saat kuliah sehingga dosen segera menutup kuliahnya Perilaku non-verbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal, misalnya seorang suami mengatakan “bagus-bagus’pada istrinya, seraya terus membaca surat kabar
  • 18.
    LISTENING ● Menjadi KOMUNIKATORterbaik adalah PENDENGAR yang baik ● Pada saat Anda menilai diri anda sebagai seorang KOMUNIKATOR, pertimbangkan juga kemampuan Anda sebagai seorang PENDENGAR.
  • 19.
    Listening ● Antara “hearing”dengan “listening“, terdapat perbedaan yang nyata. ● Hearing merupakan proses psikologis yang membawa rangsang pendengaran sampai ke otak, sekali rangsang itu sampai dan diterima oleh otak, maka listening, mulai muncul. ● Listening merupakan pemrosesan pesan secara aktif, menguraikan makna dan mengorganisir isi pesan atau proses aktif menerima rangsang suara.
  • 20.
    Proses Listening ● MENDENGARKANSECARA MARJINAL Suatu proses mendengarkan dimana pihak pendengar hanya memberi perhatian sedikit kepada pihak pembicara. ● MENDENGARKAN SECARA EVALUATIF Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memberikan perhatian besar sekaligus menilai dan mengevaluasi setiap kata yang diucapkan pembicara. ● MENDENGARKAN SECARA PROYEKTIF Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memproyeksikan diri kedalam alam pikiran/jalan pikiran pembicara dan benar-benar berusaha memahami sudut pandang pembicara tanpa memberi penilaian pada saat yang sama
  • 21.
    Hambatan Dalam ProsesListening ● Subvocal responding, Pendengar terburu-buru memberi respon sebelum selesai pembicaraan ● Self consciousness, Terlalu sadar diri sehingga tidak mau mendengarkan pembicaraan orang lain ● Other consciousness, Sangat terkesan pada penampilan dan cara seseorang berbicara, sehingga tidak memperhatikan isi pembicaraannya.
  • 22.
    lanjutan.. ● Selective listening Terlalumemilih isi pembicaraan ● Message predispositions Sebelum mendengarkan orang tsb berbicara, sudah berprasangka negatif, sehingga pada saat orang tersebut berbicara kita cenderung tidak mau mendengarkan.
  • 23.
  • 24.
    lanjutan.. ● Dengarkan denganpenuh konsentrasi, Jangan sambil melamun, tataplah lawan bicara dan simak apa yang dikatakannya. ● Aktif ikuti isi pembicaraan, Bertanyalah, secara langsung bila tidak memahami isi pembicaraan. ● Discriminating, Mendengarkan secara kritis. ● Active listening, Mendengarkan dengan penuh perasaan suka.
  • 25.
    SPEAKING ● Merupakan proseskomunikasi secara lisan melalui ucapan dan kata-kata atau kalimat yang terangkai melalui jalinan intonasi suara yang variatif ● Berbicara adalah suatu usaha untuk mengungkapkan suatu perasaan, gagasan, ide dengan ucapan, kata-kata atau kalimat.
  • 26.
    SPEAKING : HalYang Perlu Diperhatikan Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam proses SPEAKING : • Egosentris, Jangan memonopoli pembicaraan dengan membanggakan diri sendiri serta memborong waktu untuk diri kita sendiri . • Other-directed, Memfokuskan pembicaraan kepada teman bicara dengan selalu mengajukan pendapat dan sikap serta pengalaman teman tersebut. • Apprehensive, Artinya pemalu (rasa malu) karena tidak memiliki kompentensi untuk berbicara. Hal tersebut karena yang bersangkutan mempunyai masalah dengan dirinya sendiri.
  • 27.
    lanjutan.. ● Dominating, Yaitu memotongpembicaraan orang lain dengan mengalihkan kepada diri kita sendiri melalui berbagai cara, seperti cerita ttg kesuksesan diri, keluhan kita, masalah kita dll tanpa memperdulikan perasaan dan pandangan orang lain • Non-committal, Individu saat berkomunikasi saling menjaga sikap dan perilaku formal (jaga image), sehingga suasana menjadi kaku dan dingin padahal seharusnya terasa menyenangkan.  Untuk mengatasi keadaan demikian pembicara harus mampu mencairkan suasana dengan sikap yang luwes dan menyenangkan.
  • 28.
    PERSIAPAN BERBICARA ● Untukmembuat persiapan berbicara, tentukan dulu “ tujuan” dari komunikasi yang akan kita lakukan. Dengan menetapkan tujuan komunikasi, akan mudah untuk membuat persiapannya. ● Two way conversation, Siapkan ungkapan-ungkapan sebagai pembukaan yang dapat melibatkan pembicara dan peserta, seperti: apa kabar? tinggal dimana? dll.
  • 29.
    lanjutan.. ● Assertiveness, Siapkan pertanyaan-pertanyaanatau percakapan yang berhubungan dengan kebutuhan anda secara tepat, ringkas dan susunan yang menyenangkan. Sebaiknya jangan menyerang pendapat orang dan dengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikemukakan orang tersebut. ● Awareness, Bersikap terbuka dalam memulai maupun saat terlibat pembicaraan.
  • 30.
    lanjutan.. ● Conversational eyesight, Pembicarasebaiknya mempunyai kemampuan untuk mendeteksi dan mengamati masalah yang timbul dalam pembicaraan. Apakah pembicaraan tersebut menyenangkan maupun membosanan dll.
  • 31.
    KEMAMPUAN YANG HARUSDIMILIKI DALAM MELAKSANAKAN KOMUNIKASI ● Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan pengertian orang lain. ● Perspektif sosial adalah kemampuan melihat kemungkinan – kemungkinan perilaku yang diambil oleh orang yang kita ajak komunikasi. ● Kepekaan (sensitivity ) terhadap sesuatu hal dalam komunikasi ● Pengetahuan akan situasi pada saat melakukan komunikasi ● Memonitor diri adalah kemampuan menjaga ketepatan perilaku dan pengungkapan komunikan serta berinteraksi.
  • 32.
    Bidan sebaiknya belajarmenyampaikan pesan dengan bahasa verbal dan non verbal serta dilakukan klarifikasi sehingga konseling paham dengan informasi kita dan tidak salah dalam mengartikan informasi dari kita.
  • 33.
    Sering kali ketikaberkomunikasi akan terjadi kesalahan dalam mengerti makna dari pesan yang disampaikan.
  • 34.
    S : salam/ sapa /sambut A : ajak bicara J : jelaskan / bantu I : ingatkan pada hal-hal yang penting
  • 35.
    Sambut kedatangan kliendg memberi salam & berikan perhatian (mulai menciptakan hubungan yang baik). Tanyakan kepada klien utk menjajagi pengetahuan, perasaan dan kebutuhan klien terkait dg bahaya suatu perilaku bagi kesehatan
  • 36.
    Uraikan informasi yg sesuaidg masalah klien Bantu klien utk memahami keadaan dirinya serta permasalahannya & menetapkan alternatif pemecahan masalah
  • 37.
    Jelaskan lebih rinci konsekuensidan keuntungan dari setiap alternatif pemecahan masalah. Ulangi beberapa informasi penting & ingatkan bila klien harus melakukan kunjungan ulang/rujuk ke tempat pelayanan lain bila diperlukan. Ucapkan terima kasih
  • 38.
    Fungsi komunikasi lebihdan sekedar kata-kata yang diucapkan. Katakata hanyalah bagian kecil dari bentuk ungkapan atau ekspresi manusia. Komunikasi tidak hanya berupa proses penyampaian dan penerimaan informasi tetapi juga memiliki peran dan fungsi sebagai proses membangun hubungan antara pelaku komunikasi. Komunikasi juga digunakan untuk mengembangkan hubungan antar teman (pertemanan) dan membangun kepercayaan antar individu dan pertemanan seseorang dalam organisasi dengan prinsip saling menghargai. KESIMPULAN
  • 39.
    Ramah dan terbukadalam menerima klien sehingga klien akan lebih percaya dan mau menceritakan apa yang dirasakan.
  • 40.
  • 41.
    ● Tugas : Buatlahvideo dengan komunikasi verbal dan non verbal dalam pelayanan kebidanan pada setiap situasi.