Komunikasi
Oleh : UmmyKhairussyifa, M.Tr., Keb
Sekolah TInggi Kesehatan Kapuas Raya (STIKARA) Sintang
2.
Tujuan Pemelajaran :
TujuanUmum
Mahasiswa mampu Memahami
tentang Konsep dasar komunikasi dan
Komunikasi verbal
Tujuan Khusus
1. Mahasiswa memahami komunikasi
verbal dan non verbal
2. Mahasiswa memahami perbedaan
komunikasi verbal dan non verbal
3. Mahasiswa memahami Teknik
komunikasi verbal dan non verbal
dalam pelayanan kebidanan pada
setiap situasi.
3.
KONSEP KOMUNIKASI
Komunikasi merupakanproses penyampaian informasi
antara komunikator dan komunikan dengan
menggunakan bahasa verbal maupun non verbal
dalam pencapaian makna.
.
KOMUNIKASI VERBAL DANNON VERBAL
• Komunikasi verbal merujuk pada
Kata-kata (lisan dan tulisan)
Bahasa tubuh; Tanda (sign);
Tindakan (perbuatan); Objek
• Cth : menggunakan ekspresi wajah,
bahasa tubuh, nada suara, gerak
gerik dan sebagainya
● Komunikasi
Verbal
● Komunikasi
Non Verbal
6.
Beberapa unsur pentingdalam
komunikasi verbal:
1. Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan
orang dalam berbagi makna
2. Kata
Fungsi bahasa adalah:
a. Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita
b. Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama
manusia
c. Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
7.
Fungsi Bahasa DalamKehidupan
Manusia
Menurut Larry L. Barker
1. Penamaan (naming atau labelling)
Mengidentifikasi objek, tidankan atau orang dengan menyebut namanya
sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi
2. Interaksi
Berbagi gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati dan pengertian
atau kemarahan dan kebingungan
3. Transmisi informasi
Melalui bahasa informasi dapat disampaikan kepada orang lain, dan menerima
informasi setiap hari baik langsung maupun melalui media massa)
8.
Proses KomunikasiDimana Pesan
Disampaikan Tidak Menggunakan
Kata-kata.
KOMUNIKASI
NON-VERBAL
Bentuk Komunikasi Non-
Verbal• (bahasa): tata cara bicara &
penulisan bahasa
PARALANGUAGE
• wajah, mata, rambut, bentuk fisik,
pakaian dll.
PENAMPILAN
• Gerakan Tubuh
GESTURE
SENTUHAN
Ruang & jarak
(Prosemik)
WAKTU
• Haptik
• jarak personal dan jarak sosial
• Kronemik
Dalam hubungannya denganperilaku verbal, perilaku
non-verbal mempunyai fungsi berikut:
Perilaku non-verbal dapat mengulangi perilaku verbal, seperti anggukan kepala
ketika mengatakan “ya’ dan gelengan kepala ketika mengatakan “tidak’
Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal, misalnya
melambaikan tangan secara mengucapkan selamat jalan
Perilaku non-verbal dapat menggantikan perilaku verbal, berdiri sendiri,
menggoyangkan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai
pengganti kata tidak)
Perilaku non-verbal dapat meregulasi perilaku verbal, misalnya anda sebagai
mahasiswa melihat jam pada saat kuliah sehingga dosen segera menutup
kuliahnya
Perilaku non-verbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku
verbal, misalnya seorang suami mengatakan “bagus-bagus’pada istrinya,
seraya terus membaca surat kabar
18.
LISTENING
● Menjadi KOMUNIKATORterbaik
adalah PENDENGAR yang baik
● Pada saat Anda menilai diri anda
sebagai seorang KOMUNIKATOR,
pertimbangkan juga kemampuan
Anda sebagai seorang PENDENGAR.
19.
Listening
● Antara “hearing”dengan “listening“,
terdapat perbedaan yang nyata.
● Hearing merupakan proses psikologis
yang membawa rangsang pendengaran
sampai ke otak, sekali rangsang itu
sampai dan diterima oleh otak, maka
listening, mulai muncul.
● Listening merupakan pemrosesan pesan
secara aktif, menguraikan makna dan
mengorganisir isi pesan atau proses
aktif menerima rangsang suara.
20.
Proses Listening
● MENDENGARKANSECARA MARJINAL
Suatu proses mendengarkan dimana pihak pendengar hanya memberi
perhatian sedikit kepada pihak pembicara.
● MENDENGARKAN SECARA EVALUATIF
Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memberikan perhatian
besar sekaligus menilai dan mengevaluasi setiap kata yang diucapkan
pembicara.
● MENDENGARKAN SECARA PROYEKTIF
Suatu proses mendengarkan dimana pendengar memproyeksikan diri
kedalam alam pikiran/jalan pikiran pembicara dan benar-benar
berusaha memahami sudut pandang pembicara tanpa memberi
penilaian pada saat yang sama
21.
Hambatan Dalam ProsesListening
● Subvocal responding,
Pendengar terburu-buru memberi respon
sebelum selesai pembicaraan
● Self consciousness,
Terlalu sadar diri sehingga tidak mau
mendengarkan pembicaraan orang lain
● Other consciousness,
Sangat terkesan pada penampilan dan cara
seseorang berbicara, sehingga tidak
memperhatikan isi pembicaraannya.
22.
lanjutan..
● Selective listening
Terlalumemilih isi pembicaraan
● Message predispositions
Sebelum mendengarkan orang tsb
berbicara, sudah berprasangka
negatif, sehingga pada saat orang
tersebut berbicara kita cenderung
tidak mau mendengarkan.
lanjutan..
● Dengarkan denganpenuh konsentrasi,
Jangan sambil melamun, tataplah lawan
bicara dan simak apa yang dikatakannya.
● Aktif ikuti isi pembicaraan,
Bertanyalah, secara langsung bila tidak
memahami isi pembicaraan.
● Discriminating,
Mendengarkan secara kritis.
● Active listening,
Mendengarkan dengan penuh perasaan
suka.
25.
SPEAKING
● Merupakan proseskomunikasi secara
lisan melalui ucapan dan kata-kata
atau kalimat yang terangkai melalui
jalinan intonasi suara yang variatif
● Berbicara adalah suatu usaha untuk
mengungkapkan suatu perasaan,
gagasan, ide dengan ucapan, kata-kata
atau kalimat.
26.
SPEAKING : HalYang Perlu Diperhatikan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam proses SPEAKING :
• Egosentris,
Jangan memonopoli pembicaraan dengan membanggakan diri sendiri
serta memborong waktu untuk diri kita sendiri .
• Other-directed,
Memfokuskan pembicaraan kepada teman bicara dengan selalu
mengajukan pendapat dan sikap serta pengalaman teman tersebut.
• Apprehensive,
Artinya pemalu (rasa malu) karena tidak memiliki kompentensi untuk
berbicara. Hal tersebut karena yang bersangkutan mempunyai masalah
dengan dirinya sendiri.
27.
lanjutan..
● Dominating,
Yaitu memotongpembicaraan orang lain dengan
mengalihkan kepada diri kita sendiri melalui berbagai
cara, seperti cerita ttg kesuksesan diri, keluhan kita,
masalah kita dll tanpa memperdulikan perasaan dan
pandangan orang lain
• Non-committal,
Individu saat berkomunikasi saling menjaga sikap dan
perilaku formal (jaga image), sehingga suasana menjadi
kaku dan dingin padahal seharusnya terasa
menyenangkan.
Untuk mengatasi keadaan demikian pembicara harus
mampu mencairkan suasana dengan sikap yang luwes
dan menyenangkan.
28.
PERSIAPAN BERBICARA
● Untukmembuat persiapan berbicara,
tentukan dulu “ tujuan” dari komunikasi
yang akan kita lakukan. Dengan
menetapkan tujuan komunikasi, akan
mudah untuk membuat persiapannya.
● Two way conversation,
Siapkan ungkapan-ungkapan sebagai
pembukaan yang dapat melibatkan
pembicara dan peserta, seperti: apa
kabar? tinggal dimana? dll.
29.
lanjutan..
● Assertiveness,
Siapkan pertanyaan-pertanyaanatau
percakapan yang berhubungan dengan
kebutuhan anda secara tepat, ringkas dan
susunan yang menyenangkan.
Sebaiknya jangan menyerang pendapat orang
dan dengarkan dengan penuh perhatian apa
yang dikemukakan orang tersebut.
● Awareness,
Bersikap terbuka dalam memulai maupun saat
terlibat pembicaraan.
30.
lanjutan..
● Conversational eyesight,
Pembicarasebaiknya
mempunyai kemampuan untuk
mendeteksi dan mengamati
masalah yang timbul dalam
pembicaraan.
Apakah pembicaraan tersebut
menyenangkan maupun
membosanan dll.
31.
KEMAMPUAN YANG HARUSDIMILIKI
DALAM MELAKSANAKAN KOMUNIKASI
● Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan
pengertian orang lain.
● Perspektif sosial adalah kemampuan melihat kemungkinan –
kemungkinan perilaku yang diambil oleh orang yang kita
ajak komunikasi.
● Kepekaan (sensitivity ) terhadap sesuatu hal dalam
komunikasi
● Pengetahuan akan situasi pada saat melakukan komunikasi
● Memonitor diri adalah kemampuan menjaga ketepatan
perilaku dan pengungkapan komunikan serta berinteraksi.
32.
Bidan sebaiknya belajarmenyampaikan pesan dengan bahasa
verbal dan non verbal serta dilakukan klarifikasi sehingga
konseling paham dengan informasi kita dan tidak salah dalam
mengartikan informasi dari kita.
33.
Sering kali ketikaberkomunikasi akan terjadi
kesalahan dalam mengerti makna dari pesan
yang disampaikan.
34.
S : salam/ sapa /sambut
A : ajak bicara
J : jelaskan / bantu
I : ingatkan pada hal-hal yang penting
35.
Sambut kedatangan kliendg
memberi salam & berikan perhatian
(mulai menciptakan hubungan yang
baik).
Tanyakan kepada klien utk menjajagi
pengetahuan, perasaan dan kebutuhan klien
terkait dg bahaya suatu perilaku bagi kesehatan
36.
Uraikan informasi yg
sesuaidg masalah klien
Bantu klien utk memahami keadaan
dirinya serta permasalahannya &
menetapkan alternatif pemecahan
masalah
37.
Jelaskan lebih rinci
konsekuensidan
keuntungan dari setiap
alternatif pemecahan
masalah.
Ulangi beberapa informasi penting & ingatkan
bila klien harus melakukan kunjungan
ulang/rujuk ke tempat pelayanan lain bila
diperlukan. Ucapkan terima kasih
38.
Fungsi komunikasi lebihdan sekedar kata-kata yang diucapkan.
Katakata hanyalah bagian kecil dari bentuk ungkapan atau
ekspresi manusia. Komunikasi tidak hanya berupa proses
penyampaian dan penerimaan informasi tetapi juga memiliki
peran dan fungsi sebagai proses membangun hubungan antara
pelaku komunikasi.
Komunikasi juga digunakan untuk mengembangkan hubungan
antar teman (pertemanan) dan membangun kepercayaan antar
individu dan pertemanan seseorang dalam organisasi dengan
prinsip saling menghargai.
KESIMPULAN
39.
Ramah dan terbukadalam menerima
klien sehingga klien akan lebih percaya dan
mau menceritakan apa yang dirasakan.